[Sequel] Set Me Free! [5A/?]

setme

Author : Jhyosun13

Tittle : Set Me Free! – (Part 5A)

Tag : Cho Kyuhyun, Kim Hyesun (OC)

Genre : Romance, School Life, Comedy, Drama, Sad

Rating: PG-15

Length : Series

Author’s Note :

Annyeong^^ Hope you’ll like this fanfic, if you like? I am HAPPY hehe.. END nya akan terdiri dari beberapa bagian. Ini yang kemarin ada nanya wp author junghyosun13.wordpress.com RCL jangan lupaaaJ

-Happy Reading-

 

 

Desclaimer :

“Hidup ini adalah sebuah drama? Sepertinya memang benar. Hidupku seperti sudah ada skenario yang siap untuk dijadikan sebuah drama.” – Kim Hyesun

 

Hyesun berjalan gontai setelah ia turun dari taksi yang ia tumpangi. Hyesun sekarang berada di taman kota yang sebenarnya letak taman kota ini tak jauh dari rumah kyuhyun. Entahlah, hyesun tak tahu ia harus kemana tanpa kyuhyun. Selama ini apa yang ia lakukan pasti ada nya tangan kyuhyun. Tetapi sekarang? Baik ia dan kyuhyun memutuskan untuk berpisah. Apakah mereka berdua sanggup? Hidup saling berjauhan? Tidur sendirian tak lagi saling berpelukkan. Tak ada lagi teriakkan pada pagi hari hanya untuk sekedar membangunkan kyuhyun. Hidup hyesun telah bebas. Tidak ada si kyuhyun yang bossy.

“Mein kind, hyesun? (Anakku, hyesun)?” gumam seseorang yang berdiri tepat di depan hyesun. hyesun mendongakkan kepalanya.

“Papa? (Ayah?)” gumam hyesun. Hyesun langsung memeluk ayahnya.

 

“Ich vermisse dich, pa! (Aku sangat merindukanmu, pa!)” kata hyesun. dan tak lama kemudian hyesun menangis tersedu-sedu di pelukkan sang ayah. Tuan Kim yang tak lain ayah hyesun tersenyum haru, dia merasa bersalah ia ayah yang sangat buruk meninggalkan putrinya seorang diri di korea, walapun ia mengetahui bahwa pasti calon menantunya akan melindungi putri nya.

“Kyuhyun hatte Papa über Ihre Beziehung erzählt. Wissen Sie? Kyuhyun sehr stolz papa.” Kata tuan kim. Sontak hyesun melepaskan pelukkannya dan mengerutkan dahinya tak mengerti.

“Appa, pakai bahasa korea saja. Aku tidak terlalu mengerti berbicara menggunakan bahasa jerman!.” Kata hyesun menatap tajam kearah ayahnya.

“Arra, arra, appa kira kau telah menguasai bahasa ini. Lupakan soal apakah kau bisa berbahasa jerman atau tidak. Gwenchana?” tanya tuan kim serius.

“Appa dari bandara langsung menemuiku atau mampir dulu di sebuah tempat?” tanya hyesun

“Jangan mengalihkan pembicaraan kim hyesun!” kata tuan kim dingin. Hyesun menghembuskan nafasnya kasar.                “Aku berpisah dengan kyuhyun.”

“Benarkah?”

“Iya appa.”

“Kenapa appa merasa itu tidak mungkin?” kata kim jin hyuk tampak seolah berpikir.

“Apa nya yang tidak mungkin appa?” tanya hyesun balik. Jinhyuk tersenyum dan menggelengkan kepalanya.               “Appa tahu semuanya. Jadi, appa menyerahkan seluruh keputusan kepadamu. Cha, ayo kita mencari sebuah rumah. Kau tahu, appa merasa sangat miskin tidak mempunyai sebuah rumah di tanah kelahiran eomma mu.” Kata jinhyuk dan masuk ke mobil nya yang terparkir tak jauh dari mereka. Hyesun mengikuti ayahnya dengan perasaan yang aneh. Appa mengetahuinya? Bagaimana bisa? 

“Kim Hyesun! C’mon! Sebelum ayah menyuruh paman song untuk menyeretmu ke mobil lebih baik kau menggunakan kaki mu sendiri untuk masuk ke mobil!” teriak jinhyuk yang berdiri di samping mobil yang baru saja ia beli bersama anak buahnya. Jinhyuk memutuskan untuk menetap di seoul, oleh karena itu jinhyuk harus rela mengeluarkan uang nya sedikit untuk membeli keperluan nya di seoul saat ini.

“Paman song! Astaga, aku sangat merindukanmu, bagaimana kabarmu paman?” teriak hyesun sambil berlari-lari kecil dan langsung memeluk paman song. Jinhyuk menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah laku anak semata wayang nya itu. Jinhyuk menarik baju hyesun dan mendorong kasar hyesun masuk ke mobil

“Lama sekali. Appa sudah bosan.” Kata jinhyuk dan duduk disamping hyesun. Hyesun menatap sangar kerah ayahnya, sedangkan ayahnya mengedikkan bahunya acuh.

“Kau mau rumah seperti tunanganmu atau rumah dengan selera kita?” tanya jinhyuk.

“Terserah appa saja.” Jawab hyesun ketus.

*****

“Tuan cho, anda yakin ingin berangkat sekarang juga? Tapi, di jadwal anda seharusnya anda berangkat besok pukul 8 pagi tuan.” Kata albert memastikan lagi. Karena setelah nona hyesun nya pergi menggunakan taksi, kyuhyun memanggilnya dan menyuruhnya untuk menjadwalkan penerbangan nya sekarang juga dengan sangat terpaksa albert langsung menelpon pilot pribadi keluarga cho untuk segera bersiap-siap di airport.

“Apakah aku harus mengulangi apa yang aku katakan?” tanya kyuhyun yang sedang duduk di kursi penumpang sambil menutup matanya. Albert melirik kyuhyun dari kaca dan menelan ludah nya gugup.

“Animida tuan cho.” Jawab albert. “Geunde tuan cho, emm. Sebenarnya adik saya terus menanyakan hal ini sejak tadi. Apakah adik saya benar-benar dibebas tugaskan untuk menjaga nona hyesun?” tanya albert hati-hati.               “Jinhyuk hyung pasti menjaga anaknya dengan baik. Adikmu aku tugaskan untuk membantu ahn jaehyun selama menggantikanku.” Kata kyuhyun.

“Baik tuan.” Kau mendengarnya? Arrasseo oppa, gomawo. Emm, hati-hati.                Hyesun. Hyesun. Hyesun. Di pikiran kyuhyun sekarang hanya hyesun. apakah dia baik-baik saja selama ku tinggal? Apa jinhyuk hyung akan menjaganya? Apa hyesun akan makan teratur? Apakah hyesun tak merasa kesepian? Persetan dengan kesepian kyuhyun! Bahkan selama hyesun tinggal bersamamu, hyesun selalu merasa kesepian.

Astaga cho kyuhyun! Bahkan kau belum sampai ke airport tapi kau sudah sefrustasi ini!!

“Albert!”

“Ya tuan?”

“Jangan sampai hyesun berkencan dengan pria manapun saat aku tidak ada di korea!” kata kyuhyun menatap lurus kearah jendela mobil. Albert tersenyum. “See? Kyuhyun tidak sepenuhnya melepaskan hyesun bukan. Sudahlah cho kyuhyun, ajak saja hyesun bersamamu.” Batin albert 

******

“Kita kemana appa?” tanya hyesun bingung. Jinhyuk membuka matany adan melirik anaknya itu.                “Pulang.”

“Kita mempunyai rumah?”

“Tentu saja. Kau kira appamu ini tidak bisa membeli rumah? Hey, appa juga kaya! Yaa, walaupun appa akui appa tidak sekaya tunanganmu.” Kata jinhyuk menghembuskan nafasnya kasar. Hyesun terdiam. Apakah kyuhyun masih tunangan nya?

“Appa! Kyuhyun bukan tunanganku!”

“Hey, bocah! Kau yang bilang bukan tunangan mu! Tapi kyuhyun itu masih calon menantu appa. Camkan itu!”

“APPA!” teriak hyesun. Jinhyuk mengedikkan bahunya acuh. Hyesun menggeram kesal. Bagaimana appa nya bisa bersikap seperti itu. Apakah appa nya itu tidak tahu apa saja yang kyuhyun lakukan kepada anak nya itu?                “Kyuhyun sudah membuat anakmu terluka appa. Dan appa masih ingin dia menjadi menantu mu?” tanya hyesun sarkatis. Jinhyuk terdiam dan raut wajah nya terlihat serius.

“Karena sikapnya yang protektif terhadapmu, yang membuat anakku tak bisa keluar mana-mana? Atau ada yang lain?” tanya jinhyuk tersenyum penuh arti melihat hyesun dan keluar dari mobil setelah paman song membukakan pintu untuknya. Hyesun membulatkan matanya. Oh, astaga. Ini tidak bisa dipercaya. Appa hyesun mengetahuinya?! Tetapi selama ini appa hyesun seperti ditelan bumi! Bagaimana appa nya bisa mengetahui apa yang dilakukan kyuhyun terhadapnya! Shit.

Hyesun terkejut melihat apa yang dihadapannya saat ini. Rumah yang kata appa nya baru saja ia beli.  It’s My Dream House!! 

Hyesun melangkahkan kakinya perlahan, tetapi matanya tetap menatap seluruh seluk beluk perkarangan rumah ini. Paman song dan 3 pengawal ayahnya tersenyum lucu melihat anak majikannya terkagum-kagum melihat rumah ini.

“Paman, pintu masuk nya dimana?” tanya hyesun polos. Hyesun menatap paman song malu sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal itu.

“Disebelah sana nona. Nona harus melewati tangga tersebut dan pintu nya akan terbuka otomatis.” Kata paman song sambil menunjukkan sebuah tangga batu kecil yang terhubung dengan 2 tangga yang menuju pintu utama yang terbuka otomatis.

Hyesun langsung melangkahkan kakinya menuju tangga yang disebut paman song dengan alis yang saling bertautan. Sesampai di anak tangga yang paling atas, hyesun berdiri di depan pintu kaca yang lebih kecil dari kaca yang lainnya. Pintu kaca tersebut seketika terbuka otomatis. Hyesun langsung masuk dan segera mencari keberadaan ayah nya. Tak ada waktu untuk mengagumi isi dari rumah ini.

“Appa! Kurasa kau harus menjelaskan sesuatu padaku.” Kata hyesun menyusul ayahnya masuk ke rumah milik appa nya. Terlihat jinhyuk yang baru saja duduk di kursi single di depan televisi.

Hyesun menghentakkan kaki nya kesal melihat sang ayah malah bisa duduk dengan santai. Hyesun mengambil bantal yang berwarna ungu dan melemparkan nya ke wajah tampan milik ayahnya.

“YAH! Neo micheosseo??” teriak jinhyuk menatap nyalang kerah hyesun yang juga bertatapan sama dengannya. “Oh, oke oke. Apa yang kau inginkan?” tanya jinhyuk panik melihat hyesun yang tengah bersiap akan melemparkan bantal berikutnya.

“Kau tau appa, aku merasa bahwa aku lah orang yang paling bodoh! Ceritakan semuanya! Aissh, jinjja!!” kata hyesun dan mendudukkan dirinya kasar di atas sofa. Jinhyuk memutarkan badannya melihat anaknya. “Wae? Shireo?” tanya hyesun saat menyadari ayahnya menatp dirinya dengan tatapn bingung.

“Kenapa kisah cinta anakku serumit ini! Sialnya!” gumam jinhyuk dan mengacak rambutnya kasar. PUK               “APPA!!” teriak hyesun tak terima mendengar gumaman ayahnya. Jinhyuk menunjukka tangannya V-Sign.               “Sebenarnya ini tidak ada gunanya kalau kau menerima kyuhyun apa adanya. Tetati sepertinya kau belum mengerti apa yang selama ini kyuhyun lakukan untukmu. Benar begitu? Koreksi jika appa mu yang keren ini salah.” Kata jinhyuk tersenyum mengejek. Jinhyuk menelan ludah nya gugup melihat hyesun yang memandanginya serius.

“Arrasseo. Arrasseo. Berikan appa pertanyaan. Kau tahu bukan, kalau appa bukan pendongeng yang bagus.”                “Appa tahu semuanya? Kyuhyun yang sangat berlebihan kalau sudah mengenai diriku?”

“Eo!”

“Kyuhyun yang pernah membunuh seseorang karena aku?”

“Eo! Pria itu pantas untuk mati, dia sudah mengambil uangku dan dia ingin mendekati anakku? Bedebah! Dan appa sangat berterimakasih dengan kyuhyun mengenai pria itu mati!”

“Heol..” hyesun tak percaya dengan apa yang dikatakan appanya. Hyesun merasa selama ini hanya dia yang tidak tahu apa-apa. Ia kira ayah nya tidak tahu apa yang selama ini ia alami selama ia tinggal dengan kyuhyun. Hyesun mati rasa. Dia tidak tahu apa yang harus ia lakukan saat ini. Dia telah dibohongi oleh ayahnya sendiri. Telah mengetahui bahwa pria yang ia cintai telah membohonginya dan sekarang, ia telah mengetahui juga kebenaran bahwa ayahnya juga telah membohongi dirinya.

“Appa, ba..bagaimana bisa kau melakukan ini semua padaku? Kau tahu betapa tersiksa nya aku selama ini? Kupikir appa kenapa-kenapa di amsterdam, sehingga appa tak menghubungi ku. Kupikir kyuhyun lah yang membuat appa tak bisa menelpon ku. Tetapi, ternyata.. Ini semua.. Appa?” kata hyesun tak percaya. Hyesun menatap ayah nya sendu. Tatapan kecewa anak kepada sang ayah. Jinhyuk memejamkan matanya, mengusap wajahnya kasar. Menarik nafasnya perlahan-lahan.

“Aku belum bisa mempercayai ini semua. Jadi, appa mengetahui apa yang kyuhyun lakukan padaku? Apa appa tidak melihat bagaimana..? Oh, astaga. Appa..” hyesun menangis. Sebenarnya apa salah hyesun sehingga ia telah dibohongi oleh semua orang yang ia sayangi? Hyesun yang sangat mencintai kyuhyun yang rela menerima perlakuan kyuhyun yang sangat possesive padanya. Menunggu kabar ayahnya yang sangat ia khawatirkan keadaan nya tetapi pada kenyataan bahwa ayah nya sengaja untuk tidak mengabarinya. Oh, sialan.

“Kenapa apa melakukan itu? Jadi appa sengaja memberikanku kepada kyuhyun, begitu? KATAKAN SESUATU PADAKU?! BRENGSEK!” teriak hyesun. Jinhyuk merasa bersalah saat ini. Hyesun yang mencekram kuat ujung sofa dengan tangan nya. Perasaan macam apa ini? Apakah hyesun telah membenci ayahnya?

“Appa akan menceritakannya. Tenangkan dirimu, perhatikan yang apa akan katakan karena appa tidak akan mengatakan hal ini untuk kedua kalinya.”

Flashback               

“Saya tidak yakin jika mendiang presdir cho meminta saya untuk menikahkan putri saya dengan anda.” Kata jinhyuk kepada kyuhyun. Saat ini baik kyuhyun dan jinhyuk sedang membicarakan soal perkataan kyuhyun 1 minggu yang lalu yang mengatakan bahwa mendiang ayah kyuhyun menginginkan hyesun menikahi nya.               Kyuhyun tersenyum. Kyuhyun berjalan perlahan menuju sofa yang ada di ruangan jinhyuk dan duduk di sofa tersebut. Jinhyuk terus menatap kyuhyun serius.              

“Telah menjadi rahasia umum bahwa aku dan cho yeunghwan tidak akur bukan? Dan pertanyaan tuan kim sudah terlintas di pikiranku. Dan jawaban nya, memang cho yeunghwan tidak pernah mengatakan itu. Akulah yang memang tertarik dengan putri anda.” Kata kyuhyun santai. Jinhyuk tersenyum tidak percaya. Yang benar saja bocah yang baru berumur 15 tahun memalamar putrinya? Jinhyuk mengetahui bahwa kyuhyun adalah bos nya saat ini karena perusahaan nya telah menjadi anak perusahaan miliknya. Tetapi walaupun begitu, jika telah menyangkut putri kecilnya dia akan memisahkan pekerjaan dengan keluarga.              

“Anda baru saja melamar putri saya tuan cho?”               

“Yup. Anda menolaknya?” kata kyuhyun yang tidak terlalu memperdulikan dengan umur. Jinhyk tertawa kecil, dia masih belum mempercayai apa yang baru saja ia dengan. Jinhyuk menatap kyuhyun kembali. Kyuhyun menatap jinhyuk juga.              

“Jika saya menolaknya apakah anda akan menarik seluruh saham anda di perusahaan saya?” tanya jinhyuk dan duduk di sofa yang berhadapan langsung dengan kyuhyun. Kyuhyun memiringkan kepalanya, dan tersenyum.              

“Well, jika ini menyangkut pekerjaan mungkin itu yang saya lakukan. Tetapi, ini menyangkut siapa yang akan menjadi istri saya. Saya kesini bukanlah sebagai penerus Cho Corporation tetapi sebagai Cho Kyuhyun yang mengiginkan anak anda menjadi istri saya.” Kata kyuhyun. Bocah 15 tahun mengatakan hal seperti itu? Bagaimana bisa?               

“Saya tahu, jika tuan kim masih belum bisa menerima kehadiran hyesun bukan? Anda masih menyalahkan hyesun atas kematian Song Jisun, mendiang istri anda yang meninggal akibat kecelekaan mobil karena menyelamatkan hyesun. Bahkan kejadian itu telah berlangsung 4 tahun yang lalu, dan tuan kim masih menyalahkan hyesun?” kata kyuhyun seolah tahu semua kejadian yang telah menimpa keluarga kim tersebut.              

“Bagaimana bisa anda tahu mengenai kejadian itu?” tanya jinhyuk tak percaya. Jinhyuk melihat kyuhyun yang memakai baju sekolah itu berdiri dan berjalan menuju meja nya dan memegang foto keluarga kim. Jinhyuk, jisun dan hyesun.              

“Sangat mudah untuk mengetahui hal itu. Bagaimana jika hyesun tahu jika ayahnya telah menyalahkan kematian ibunya sendiri padanya? Dan ayahnya juga pernah merencanakan pembunuhan kepada nya? Apa yang akan terjadi dengan hyesun jika ia mengetahui hal ini?” tanya kyuhyun. Meletakkan kembali foto figura tersebut di atas meja kerja jinhyuk dan menatap jinhyuk yang sedang menahan amarahnya.              

“Anda mengancam saya?” tanya jinhyuk sarkatis. Kyuhyun tersenyum licik, kyuhyun berjalan mendekati jinhyuk memasukkan tangandi saku celana sekolahnya.              

“Aku sedang tidak mengancammu tuan kim. Aku hanya ingin memberitahu sebuah fakta kepada hyesun.. anakmu? Ah, ani. Aku hanya ingin memberikan mu sebuah saran. Sebaiknya anda segera berkonsultasi dengan seorang dokter mengenai penyakit mu itu, aku tidak ingin wanita yang aku cintai saat ini terkena dampak akibat penyakitmu itu.” Kata kyuhyun menatap tajam jinhyuk. Jinhyuk tersenyum tidak percaya.              

“Kau juga mengetahui penyakitku? Kau..”               

“Penyakit jiwa mu? Semenjak kematian istrimu kau menjadi hilang kendali, menyalhkan hyesun sepenuhnya dan hampir membunuh hyesun?” tanya kyuhyun. Jinhyuk memegang kepalanya yang tiba-tiba terasa sakit dan terjatuh di lantai. Kyuhyun panik, kyuhyun langsung berjongkok dekat jinhyuk.              

“Tuan kim, anda baik-baik saja?” tanya kyuhyun panik. Jinhyuk masih mengerang kesakitan. Kyuhyun panik, kyuhyun tidak tahu apa yang harus ia lakukan.              

“To.. tolong obatku. La… laci me..meja” kata jinhyuk terbata-bata. Kyuhyun mengerti segera berdiri menuju meja kerja jinhyuk dan membuka satu persatu laci meja kerja jinhyuk. Hasilnya nihil. Kyuhyun berpindah menuju laci kerja yang berada disebalah kanan, membuka satu persatu dan tiba di laci yang ketiga kyuhyun mendapatkan obat nya dan segera memberikan kepada jinhyuk.              

“Tuan kim, ini obatnya.” Kata kyuhyun membantu jinhyuk menelan pil obat tersebut. Dan tak lama kemudian jinhyuk berdiri dan duduk kembali di sofa. Kyuhyun pun juga duduk di samping jinhyuk.              

“Paman, gwenchanayo?” tanya kyuhyun. Jinhyuk tersenyum dalam hati mendengar kyuhyun yang kembali memanggilnya pama dan mengkhawatirkannya.                             

“Kyuhyun?”               

“Ya, paman?”              

  “Kau sungguh mencintai putri paman?”               

“Aku bersungguh-sungguh paman.”              

  “Tapi, paman belum sepenuhnya mempercayai mu nak. Paman mengetahui juga bahwa kau baru saja mengalami guncangan yang sangat hebat akibat pernikahan pamanmu dan istrinya 3 tahun yang lalu. Kau tidak menjadikan anakku sebagai pelarian bukan?” tanya jinhyuk. Kali ini kyuhyun yang menegang dengan apa yang dikatakan oleh jinhyuk. Kyuhyun terdiam. Jinhyuk menyadari kediaman kyuhyun.              

 

“Asal kau tahu kyuhyun. Aku dan ayahmu adalah sahabat, kami telah lama berteman sejak di SHS. Percaya atau tidak, paman lebih mengenal ayahmu daripada siapapun. Dan, asal kau tahu bahwa ayahmu sangat menyayangimu.” Kata jinhyuk.              

“Brengsek. Jangan mencoba untuk membuat ku merasa bersalah dengan pria yang sudah lama mati itu!” kata kyuhyun dingin.              

“Paman sedang tidak me..”               

“Berhenti mengatakan omong kosong itu!” 

Prang                

Kyuhyun membanting pot bungan yang berada di samping nya. Jinhyuk sangat terkejut dengan apa yang baru saja kyuhyun lakukan.              

“Paman aku sangat mencintai anakmu! Aku tidak menjadikan anakmu sebagai pelarian! Brengsenk, bahkan aku tidak mencintai heejin noona lagi. Demi diriku sendiri aku bersumpah bahwa aku sangat mencintai anakmu, paman! Aku akan menjaganya! Paman berobat saja di amsterdam, dan biarkan hyesun aku yang menjaganya selama paman berada di amsterdam! Aku tidak menerima penolakan!” kata kyuhyun dan meninggalkan ruangan jinhyuk tanpa mendengar  jawaban dari jinhyuk. 

Flasback END  

“Jadi, appa melakukan pengobatak selama di amsterdam?” tanya hyesun tak percaya setelah mendengar cerita yang sebenarnya.

“Ya dan tidak.” Jawab jinhyuk. Hyesun mengerutkan dahi nya tak mengerti. “Ya untuk appa yang melakukan pengobatan disana dan tidak untuk 1 tahun terakhir appa disana, appa mencoba untuk menghilangkan rasa dendam appa kepadamu supaya appa tidak lagi berkeinginan untuk membunuhmu.” Kata jinhyuk tersenyum.

“Maafkan appa, selama ini tidak jujur denganmu. Bukan maksud appa untuk meninggalkanmu sendirian dengan kyuhyun di korea. Hanya saja, itu lebih baik daripada kau tinggal dengan appa yang masih berkeinginan untuk membununhmu. Lebih baik kyuhyun membunuh seseorang yang ingin mencelakakanmu untuk menjagamu daripada kau tinggal dengan appamu yang saat itu tidak menerima kehadiranmu sebagai anaknya.

Jinhyuk meneteskan air matanya mengingat kejadian yang 4 tahun yang lalu. Hyesun menggelengkan kepalanya. Hyesun berdiri dan memeluk ayahnya. Jinhyuk langsung menangis di pelukan hyesun.

“Maafkan appa. Appa adalah appa yang buruk bukan? Seharusnya saat ini kau tidak memanggil appa dengan sebutan appa lagi hye-ah.” Kata jinhyuk disela tangisnya.

“Tidak appa. Seharusnya aku lah yang meminta maaf appa. Aku yang selma ini terlalu egois. Aku yang hanya memikirkan kebahagiaan sendiri. Maaf kan aku appa.” Kata hyesun. “Maaf kyuhyun” batin hyesun 

“Appa bukannya ingin membela kyuhyun. Kyuhyun melakukan itu semua karena dia tidak ingin kehilangan orang yang dia cintai. Mungkin jaehyun sudah menceritakan cinta pertama kyuhyun bukan?” kata jinhyuk di pelukan hyesun.

“Cinta pertama kyuhyun? Nugunji?” tanya hyesun bingung dan melepaskan pelukannya. Jinhyuk juga bingung dengan pertanyaan hyesun.

“Cinta pertama kyuhyun, mendiang istri jaehyun. Park Heejin.” Kata jinhyuk.                                                               -tbc- 

4 Comments (+add yours?)

  1. esakodok
    Jul 30, 2015 @ 14:12:36

    oalahhh
    asikkkk
    q sukaa
    disini semuanya dudah mulai jelas
    tp knapa kyu benci banget sama appanya y

    Reply

  2. blackjackelfsone
    Jul 30, 2015 @ 14:54:44

    Woah makin bagus aja ini!!! Huahhh keren banget ini ff!!! Yaammpun bikin penasaran. Ditunggu next partnya😀

    Reply

  3. shoffie monicca
    Jul 31, 2015 @ 11:03:04

    asta kyu umr segtu dh brni nglmr seorng gdis…

    Reply

  4. lieyabunda
    Aug 01, 2015 @ 05:22:28

    jadi gitu ceritanya,,,,, makin seru… lanjut

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: