What about me?

Judul: What about me?

Author: Jung MinHee

Cast: Kim RyeoWook

Kang HyeNa

Marcus Cho/Cho KyuHyun

Park JungMi

Genre: Romance, Friendship (?)

Rating: PG 13

Author Notes: Awalnya ini mau dikasih buat KyuHyun, tapi feeling merasakan kasih RyeoWook aja (mungkin karna baru blakangan ini deket sama RyeoWook #Authorsokkenal). Okeh lanjut saja keceritanya.

PS: Mungkin bahasanya agak aneh dan banyak typo, mian. Jgn lupa comment!

 

*RyeoWook’s POV*

Aku terlambat, aku terlambat, aku TERLAMBAT! Mengapa ruangan Lee sonsaengnim sangat jauh? Kalau begini aku bisa habis oleh Lee sonsangnim.

Tok tok tok.

“Masuk!”  perintah Lee sonsaengnim.

“Jweisonghamnida.” Aku membungkukkan badan “ini tugas yang anda minta.” Aku menyerahkan paperku. Namun wajah Lee sonsaengnim penuh kebingungan. “Ada apa pak?”

“Kau Kim RyeoWook?” astaga! Apa ingatannya sudah separah itu? “Bukannya kau telah diliburkan?”

“Diliburkan? Oleh siapa?” tanyaku tak kalah bingung.

“Oleh siapa apa maksudmu?! Tentu saja oleh dekan universitas ini!”

“Oh? Tapi untuk apa?”

“Jadi, kau belum mengetahuinya?” aku menggeleng “Kau akan diliburkan untuk persiapan pertukaran pelajar ke Amerika.”

“Amerika?! Tapi…”

“Sudah, kau tanyakan saja itu pada bapak dekan! Setidaknya kau sudah mengumpulkan papermu. Sekarang keluar!” perintahnya.

“Algesseumnida.” Sekali lagi aku membungkuk dan meninggalkan ruangan itu. Aku harus bertanya pada dekan.

***

Ah, iya. Maaf aku lupa memberitahumu RyeoWook-ah, tapi kau benar harus pergi ke Amerika untuk program itu. Aku sudah mendaftarkanmu untuk program itu, kau akan berada disana untuk 3 tahun. Seharusnya kau sekarang di rumah untuk mempelajari ini. Maaf, aku baru memberitahumu sekarang. Semoga berhasil. Ah, iya! Kau akan berangkat lusa.

Heuh… Aku hanya bisa terpaku menatap tumpukkan kertas yang diberikan dekan tadi. Lusa berangkat? Keterlaluan! Aku mengacak-acak rambutku. Ini benar-benar keterlaluan.

“Oppa!” panggil seseorang “Eoh? Kertas apa ini? Mengapa tebal sekali?”

“Jangan menyentuhnya!” aku menepis tangannya dengan kasar.

“Oppa wae irae?” tanyanya khawatir “Apa oppa sakit?”

“Aku tidak apa-apa!” sekali lagi aku menepis tangannya. Ia langsung terdiam.

“HyeNa-ah, mianhae. Aku hanya sedang kesal.” Iya, namanya HyeNa, Kang HyeNa. Ia sudah resmi menjadi pacarku sejak 2 tahun belakangan.

“Memang ada masalah apa?”

“Aku…” aku tidak bisa mengatakannya HyeNa-ah. “Aku akan pergi ke Amerika.”

“Amerika? Oppa, tapi kenapa? Apa oppa marah atau aku melakukan kesalahan?”

“HyeNa-ah, ini tidak ada hubungannya denganmu…”

“Tentu saja ada oppa! Apa oppa lupa kita sudah bersama selama 2 tahun dan tiba-tiba oppa…”

“JANGAN MEMOTONG PERKATAANKU!” bentakku, “Ini benar-benar tidak ada hubungannya denganmu HyeNa-ah, jangan salahkan dirimu. Aku ke Amerika karena… karena aku ditunjuk oleh dekan untuk mengikuti program pertukaran pelajar atau apalah namanya itu. Aku juga tidak ingin pergi, aku tidak bisa meninggalkan ibuku yang sakit di rumah sendiri, dan kau tahu itu. Begitu juga denganmu.”

“Kenapa harus oppa yang pergi? Kenapa?! Kenapa tidak Kim KiBum saja, ia jauh lebih pintar, benarkan oppa? Ia yang selalu mendapat penghargaan, bukan oppa, dan dekan sendiri sudah mengetahui itukan?” ia mulai menangis.

“Tapi kau juga sudah tahukan akulah yang menerima penghargaan dari ibu presiden kita tahun lalu. Kurasa, itu sebabnya dekan memilihku. Aku juga menyesal bahwa aku yang menang saat itu. Tapi kita tak bisa merubahnya sekarang. Lusa aku akan berangkat.”

“Lusa? Oppa itu terlalu cepat!” ia menangis lebih keras.

“Shuss. Uljima.” Aku memeluknya berusaha memberi ketenangan.

“Oppa jahat! Mengapa oppa meninggalkanku?” ia memukuliku pelan. “Kenapa? Kenapa oppa harus pergi? Oppa bisa menolahnya mentah-mentah, melemparkan kertas itu seperti yang pernah oppa lakukan pada Kim KiBum itu.”

“Arra, arra. Aku yang salah.” Tak terasa aku telah menangis bersamanya.

***

DUA HARI KEMUDIAN

“Kau hati-hati disini. Jangan lupa mengerjakan tugas. Dan tolong jaga ibuku.” Kataku setelah sampai di airpoirt.

“Yes, sir!” ia memberi hormat padaku.

“Apa yang kau lakukan?”

“You’re going to America you know. You must speak English there. No Korean allowed.”

“Okay, I get it. Be careful then.”

“Yeah, you too oppa. Dan jangan membawa wanita lain setelah kembali dari sana! Aku yakin di sana pasti banyak wanita cantik.”

“Not as beautiful as you. You too, don’t have any other boyfriend but me! Promise?”

“Promise.” Kami mengaitkan jari kelingking kami. “Childish.” Ejeknya.

“Hya kau merusak suasananya! Aku janji aku tidak akan melepasmu lagi.”

“Aku tidak mengerti…”

Penerbangan Seoul-LA akan segera lepas landas, bagi para penumpang harap segera masuk.

“That’s my call. See you in 3 years. Bye!”

“Bye!” aku langsung masuk ke antrean sambil terus melambai ke arahnya. It won’t be that long Kim RyeoWook. I’ll be back soon.

***

1 TAHUN KEMUDIAN

*HyeNa’s POV*

“Kang HyeNa! What is that?” tanyanya mengganggu kegiatan membacaku.

“This is a book, you don’t even know that. And try to speak Korean! I’ve taught you hundred times! You’ll need that Marcus.”

“Aish! Korean is just too hard, besides, you can help me.”

“So that I became your private translator?” ia mengangguk “Don’t ever wished to!” aku menjitak kepalanya.

“Aish, arraseo! Tapi aku tidak pantas untuk jitakkan itu!”

“Tentu saja kau pantas!”

“Kemari kau biar kubalas!”

“Hey, hey, we’re in the library.” Aku mengingatkannya. Ia berpikir sejenak.

“Okay then.” Ucapnya lalu menarikku keluar.

“Hya! Marcus Cho! Let go of me! Marcus!” teriakku sambil berusaha melepaskan tanganku darinya. Ia Marcus, iks pertukaran RyeoWook. Jujur ia tidak berbeda jauh dengan RyeoWook. “Macus! I’m warning you!” ancamku namun ia terus membawaku entah kemana, yang pasti tidak keluar dari kampus ini. “Hya Cho KyuHyun!” jeritku, seperti yang kuduga ia berhenti. Dengan cepat ia mendorongku ke tembok.

“Sudah kubilang untuk tidak memanggilku begitu. Namaku Marcus.” Ia menatapku. Rasanya aneh. Lalu ekspresinya berubah. Matanya tidak menatap mataku lagi, ia memperhatikanku dari ujung kepala sampai ujung kaki. Rasanya sangat tidak nyaman.

“Mwo? Wae irrae?” aku berusaha pergi, namun ia menahan pundakku “Let go! I’m warning you!!” sangat sulit untuk mengancamnya. Ia malah semakin mendorongku ke arah tembok lalu menatapku tajam, tatapan yang sulit dijelaskan.

“Do you wanna be my lover?” bisiknya

“Cih,” aku membuang muka “kidding me!”

“No, I’m serious.” Ucapnya. . Aku begitu terkejut sampai aku hanya bisa merasakan pupilku membesar. “I’ll ask you once more, do you wanna be my lover?” aku tidak bisa mengendalikan detak jantungku yang begitu cepat. Lalu suatu jawaban melintas dipikiranku.

“Why not?”

“That’s not an answer to me.”

“How can I reject you?” ia menggeleng. “Okay, let’s try it. I do.” Jawabku.

***

2 TAHUN KEMUDIAN

*RyeoWook’s POV*

Wah… Sudah lama sekali. Memang tidak ada yang bisa menandingi udara di Seoul. Aku segera melangkahkan kakiku keluar dan memanggil taxi.

“Busan komplek per…” tiba tiba aku ingin mengunjungi café yang biasa kukunjungi dengan HyeNa. “Kita ke Aph café saja.”

“Ne, allgeseumnida.” Ia segera melajukan mobil. Kalau aku beruntung, aku bisa bertemu dengannya nanti.

***

“Gamsahamnida!” ucapku sebelum menutup pintu. Here I go! Bel yang digantung di pintu berdenting.

“Satu americano.” Aku memesan. Hari ini ada banyak tamu yang datang. Mataku menelusuri ruangan, berharap dapat menemukan HyeNa disini. Dan aku menemukannya, benar itu HyeNa namun siapa yang sedang bersamanya? Ia tidak terlihat seperti orang korea.

“Ini americanonya. Jadi 4000 won” aku segera membayar dan mencari tempat duduk di sekitar HyeNa, namun tidak berusaha untuk terlihat. Mereka terlihat begitu senang.

“And you know what? He was  too shock so that he blew the paper on his face!” ucap sang pria yang bersama HyeNa. HyeNa tertawa tebahak-bahak. Mungkin itu hanya teman barunya. Jangan berpikiran negative Kim RyeoWook. Ia sudah berjanji. Yeah, benar. Aku melihat seorang wanita, duduk tidak jauh dariku, matanya bengkak seperti habis menangis. Matanya terpaku pada pemandangan yang sama denganku, HyeNa dan pria itu. Ada apa dengannya?

“Ayo kita pergi.” Ajak pria itu.

“Kemana?” Tanya HyeNa

“HanGang.”

“Untuk apa?”

“Yah, sekedar berjalan-jalan?”

“Okay.” HyeNa segera berdiri. Ia berjalan mendekati pria itu dan mengamit tangannya. Aku tidak percaya ini. Aku harus mengikutinya. Aku segera bangkit dari kursiku dan keluar. Pria itu sedang membukakan pintu mobilnya untuk HyeNa lalu berjalan ke tempat pengemudi. Aku segera memanggil taxi dan mengikuti mereka.

***

Okay, aku kehilangan mereka. But they must be around here or somewhere. Got it! Apa yang mereka lakukan? Mungkin sebaiknya aku mendekat.

“Ahk!” jerit seorang wanita yang tak sengaja kutabrak.

“Jweisonghamnida” ucap kami bersamaan.

“Eoh?” aku menunjuknya setelah melihat wajahnya “neo…”

“Apa saya mengenal anda?”

“Tidak, tentu saja tidak. Tapi saya melihat anda di Aph café tadi. Apa anda mengenal orang disana?” tanyaku menunjuk kearah HyeNa dan pria itu.

“Ne, ia namjachingguku.” Akunya.

“Geundae, geu…” aku tidak tahu apa yang harus kukatakan.

“Ne, ia selalu begitu. Saya tidak akan tinggal diam sekarang. Dan anda sendiri? Apa anda mengenal mereka?”

“Ne, HyeNa yeojachingguku, sebelum aku berangkat ke Amerika, awalnya kupikir aku bisa mempercayainya tapi…”

“Mereka memang tidak bisa dipercaya.”

“Iya, benar. Ah iya, Kim RyeoWookimnida.”

“Oh! Park JungMiimnida.”

“Geurom JungMi-ssi, kapan kita akan masuk?”

“Masuk?”

“Ke scene mereka sekarang maksudku. Kau bilang akan mengakhirinya sekarangkan?”

“Aah… entahlah, menunggu waktu yang tepat, kurasa.” Tepat setelah ia berkata begitu aku melihat pria itu memeluk pinggang HyeNa.

“Dan sekaranglah waktunya. Senang mengenal anda.” Aku membungkuk dan meninggalkan JungMi. Aku segera mendekati kedua penghianat itu dan meninju pria itu dengan keras.

“Kurang ajar kau! Berani-beraninya kau! Tidak tahu malu!” ucapku dengan menambahkan tinjuan ditiap akhir kalimat.

“Oppa!” jerit HyeNa, kukira ia memanggilku. “Gwaenchana?” ia membantu pria itu berdiri. “Anda ini apa-ap…” ia tidak melanjutkan perkataannya setelah melihatku. “Kim RyeoWook, apa yang kau lakukan disini?”

“Kau mengenalnya?” Tanya pria itu.

“Ani, ia hanya seorang senior di kampusku.”

“Ah… seorang senior, kurang ajar kau memukulku!” ia bersiap akan memukulku sampai…

“Marcus!” jerit JungMi “I really can’t believe this.”

“Sally, I…” JungMi mengangkat tangannya.

“Enough. I don’t need lies. It’s over!”

“Sally wait…”

“Who’s she?” HyeNa menahan Marcus.

“Who am I? I’m his girlfriend.” Jawab JungMi.

“What? But he…”

“Then, he must have tricked you.” Jawab JungMi santai.

“Marcus! How dare you..” HyeNa terlihat tekejut.

“Don’t act innocent Kang HyeNa!” ucapku dingin “Kau juga melakukan hal yang sama. Senior katamu? Hah! How funny? Kita bahkan berada dikelas yang sama.”

“Apa maksudmu?” HyeNa berpura-pura tidak mengerti.

“Kau lupa? Apa kau pikir dengan aku pergi ke Amerika kita berakhir? Aku sudah bilang tidak akan melepaskanmu. Ha! Stupid me.”

“Jadi, ia pacarmu juga?” Tanya Marcus. “ kau keter..”

“Kau juga melakukan hal yang sama. Don’t act innocent!” HyeNa membentak Marcus.

“Okay then, we’re over.”

“Gladly!” timpal HyeNa.

“Sally I…” Marcus berusaha membujuk JungMi.

“Enough, I told you, it’s over. I don’t need someone like you! It’s nice to know you.” Ucap JungMi lalu meninggalkan Marcus yang terus mengejarnya.

“Oppa, nan…”

“Dwaeta! Philyoapta.”

“Geundae na…”

“Philyooptagu!” bentakku “yeogi keutnahajja.”

“Oppa, itu hanya kesalahpahaman..” aku menamparnya.

“Kesalahpahaman kau bilang? Kau pasti bercanda. Walau hanya salahpaham, aku juga akan mengakhirinya.”

“Oppa sudah berjanji tidak akan melepasku.” Ia meraih tanganku.

“Kau sudah berjanji untuk tidak menghianatiku. Kita impas. Maka dari itu, we’re done.” Ucapku sambil menghempaskan tangannya. Lalu meninggalkannya tanpa melihat kebelakang.

END

Okay, bagaimana? Akhirnya bisa sempet ngirim lgi setela UAS yang membunuh perlahan. Maaf klo terlalu banyak kata2 Inggrisnya, maaf juga klo alurnya kecepetan, jga klo banyak typo… Thanks for reading.. ^^

4 Comments (+add yours?)

  1. wookpil
    Aug 12, 2015 @ 22:11:19

    Ini bakal ada sequel kan? Masih gantung. Wooksama jungmi nya ninggalin kyuhyun sama hyena gitu aja.
    Sequel ya thor 😉

    Reply

  2. ryeosoo_phia
    Oct 14, 2015 @ 17:45:19

    Wae?ceritanya pendek amat thorr..bikin lg yg ryeowook..please…

    Reply

  3. Angelica SparKyu Sakurada
    Dec 29, 2015 @ 19:30:46

    baca ni ff jadi keinget acara tv katakan putus :v

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: