My All Is In You [5/?]

Author: nha_wina

Title : My All Is In You (Chapter 5)

Cast :

  1. Kim Jong Woon (Yesung)
  2. Lee Shayna
  3. Kim Ji Hyeon
  4. Member SJ

Genre : Romance, Angst

Rating : PG-15

Length : Chapter

Catatan : FF ini juga dipublish di blog pribadi author www.nhawina.wordpress.com

Selamat menikmati.. J

 

Author’s POV

“Shayna sayang, kenapa kau melamun dari tadi?” Tanya Nyonya Lee pada anak gadis semata wayangnya menggunakan bahasa Indonesia.

Shayna menggeleng lemah matanya masih menatap ke luar jendela rumahnya. Ya, Shayna dan keluarganya langsung pulang ke Cheonan setelah foto pra wedding tadi. Karena setelah Shayna pulang dari Indonesia, ia belum pulang ke rumahnya sendiri di Cheonan, ia tinggal di rumah Yesung dan keluarganya. “Tidak apa-apa Bunda.” Jawab Shayna tidak bersemangat.

Nyonya Lee menggenggam tangan Shayna. Membuat anak gadisnya menatapnya. “Bunda sudah tau kau mencintai Jong Woon sejak dulu. Kau bisa menyembunyikan hal ini dari semua orang. Tapi tidak dengan Bunda dan Appa, sayang.” Kata Nyonya Lee sambil tertawa kecil.

Shayna terkejut dan hendak menyangkal, tapi percuma saja, karena ia memang tidak bisa menyembunyikan hal sekecil apapun dari Bunda dan Appanya.

“Bunda yakin, kalian akan bahagia dengan pernikahan ini. Walaupun Bunda tahu, kalian belum mempunyai hubungan khusus. Yakinlah, Nak. Kami ingin yang terbaik untuk kalian.” lanjut Nyonya Lee berusaha meyakinkan Shayna.

Shayna hanya mengangguk kecil dan merangkul tangan Nyonya Lee. Tuan Lee tersenyum simpul melihat istrinya yang sabar dan juga anak gadisnya yang harus ia relakan untuk Jong Woon sebentar lagi. Tuan Lee pun duduk disebelah Shayna dan merangkul Shayna dengan penuh kasih sayang.

”Shayna, bagi Appa, seorang Kim Jong Woon adalah yang terbaik untukmu, Nak.” Kata Tuan Lee dengan senyum hangatnya yang ia turunkan pada Shayna.

Shayna menatap Tuan Lee, tampak ingin menangis. “Appa, aku… Tapi aku bukan yang terbaik untuk Jong Woon oppa.” Katanya menahan tangis.

“Shayna-ya, Jong Woon masih dekat dengan mu hingga saat ini. Itu sudah membuktikan bahwa hanya kamu yang bisa bertahan dengannya. Sudahlah, kau akan mengerti suatu saat nanti. Kalian berdua akan mengerti. Karena kami sebagai orang tua tahu apa yang terbaik untuk kalian.” Kata Tuan Lee menarik Shayna dalam pelukkannya.

Shayna hanya terisak dalam pelukkan Tuan Lee. Nyonya Lee pun ikut memeluk Shayna dan menitikkan air mata.

^_^

Hyung, kau sungguh-sungguh akan menikahi Shayna? Apakah kau mencintainya? Bagaimana dengan Ji Hyeon?” Tanya Jong Jin pada Yesung dengan beruntun.

Yesung yang sedang bermain dengan kedua anjingnya hanya mengangguk.

Jong Jin gemas dengan jawaban asal-asalan hyungnya. “Hyung!” teriaknya.

Yesung pun berdiri dan menatap adiknya yang duduk di pantry kafe mereka yang sudah tutup. “Kenapa kau seperti ragu aku akan menikah dengan Shayna? Apakah kau menyukai Shayna?” Tanya Yesung dengan nada yang serius.

Jong Jin pun menahan tawa mendengar Yesung mengatakan hal yang aneh menurutnya. “Wae? Memang kau akan cemburu jika aku menyukainya?” Tanya Jong Jin balik.

Yesung mengatupkan mulutnya. Entahlah, rasanya ia sangat ingin marah mendengar Jong Jin seperti itu. Baginya, tidak ada yang boleh menyayangi Shayna melebihi rasa sayangnya pada gadis itu. Tapi ia tegaskan ini bukan rasa cemburu. Ini hanya karena rasa over protectivenya pada Shayna, pikirnya.

“Aku akan menikahinya dan kau malah menyukai calon kakak iparmu sendiri? Apakah itu tidak terdengar sangat aneh Jong Jin-ah?” Tanya Yesung berusaha menahan amarahnya yang ia sendiri tidak tahu mengapa.

Jong Jin hanya mengangkat bahunya. “Kasihan bukan, Shayna, adik yang kita sayangi menikah dengan orang yang tidak mencintainya sepenuh hati? Kau pikir aku sebagai kakak keduanya tega membiarkan ia hidup seperti itu?” tegas Jong Jin.

Yesung pun terkejut mendengar argument Jong Jin. “Ara.. Ara.. Sudahlah, kita lihat saja nanti. Toh aku menjalankan keinginan eomma dan appa. Ah, masalah Ji Hyeon tidak perlu kau khawatirkan. Sepertinya ia sudah melupakan aku.” Kata Yesung dengan tatapan yang terluka.

Jong Jin pun menggendong Kkoming dan menepuk bahu Yesung, “Aku berharap kalian bisa belajar saling mencintai ketika menikah nanti, hyung.”

Yesung hanya tersenyum kecil. ‘Saat ini aku hanya mencintai Ji Hyeon, Jong Jin-ah. Lagipula, Shayna sudah ku anggap adikku sendiri. Tidak mungkin aku mencintainya lebih dari itu.’ Kata Yesung dalam hati.

^_^

“Ada lagi yang ingin dibicarakan?” Tanya Prince Manager pada member Suju.

Mereka sedang rapat bulanan di dorm saat ini. Mengingat banyak yang harus dipersiapkan untuk album terbaru mereka tahun depan serta Super Show 6, membuat mereka harus sering rapat bersama agar dapat mencapai satu suara.

“Hm.. Aku..” Yesung menggantung kalimatnya, ragu untuk berbicara.

“Ne Yesung-ah? Waegurae?” Tanya Prince Manager.

Yesung menghela nafasnya dan mengusap mukanya kasar. “2 minggu lagi aku akan menikah.”

Semua member yang sudah mengantuk pun membuka mata mereka lebar-lebar mendengar perkataan Yesung.

“MWO??” Teriak mereka bersamaan.

Leeteuk menepuk pundak Yesung. “Ya! Aku tidak salah dengarkan? Kau akan menikah? Dengan Ji Hyeon?”

Yesung menggeleng dan menunduk. “Aku akan menikah dengan Shayna, Lee Shayna.”

“Shayna?? Lee Shayna?? Kau gila Yesung-ah!” teriak Heechul.

Yesung menatap Heechul dengan mata elangnya. “Apa maksudmu aku gila, hyung?” tidak terima dengan pernyataan Heechul.

Heechul balik menatap Yesung dengan tajam. “Kenapa kau tiba-tiba menikahi Shayna? Minggu lalu kau masih berciuman panas dengan Ji Hyeon disini! Di depan Shayna! Kau lupa, hah?” bentak Heechul.

Yesung terdiam. Wajahnya pucat mengingat kejadian itu.

“Apakah kau mencintai Shayna?” Tanya Leeteuk dengan lembut. Leader yang berwibawa itu mengedipkan mata pada Heechul, agar tidak menekan Yesung lagi.

Yesung menggeleng. “Aku menyayanginya sebagai adik. Dan kami terpaksa menikah karena kedua orang tua kami. Kami hanya memenuhi permintaan mereka. Apalagi eommaku sedang sakit, hyung. Setidaknya dengan adanya pernikahan ini eomma sudah tidak mengalami sakit kepala lagi. Kata dokter, itu artinya batinnya sedang bahagia.” Jelas Yesung dengan lesu. Ia sadar, ia tidak bisa berbohong pada teman-teman satu grupnya ini. Ia pun memilih menceritakan semuanya.

“Shayna benar-benar tidak apa-apa dengan hal ini?” Sungmin angkat suara.

Yesung tersenyum tipis. “Ya, kurasa ia baik-baik saja. Toh kami sudah sangat dekat dan tidak saling mencintai. Jadi tidak akan ada masalah nantinya jika kami menemukan pasangan kami sesungguhnya dan berpisah.”

Kyuhyun menghela nafas kasar dan pergi menuju dapur. Semua member menoleh kearahnya, bingung dengan tingkahnya yang gelisah sejak Yesung berkata akan menikah. Siwon, Ryeowook dan Donghae hanya saling pandang, mereka dan Kyuhyunlah yang tahu masalah Yesung dan Shayna. Terutama tentang perasaan Shayna yang ‘terbaca’ oleh mereka. Kyuhyun mengambil sebotol air mineral di kulkas, menutup pintu kulkas dengan kasar dan langsung meminum air tersebut hingga habis.

“Jika kau memang berniat menceraikannya suatu hari nanti. Lebih baik kau batalkan saja penikahan ini dari sekarang! Kau benar-benar pria yang.. ARGH!” Kata Kyuhyun dengan nada yang sangat ketus dan kesal, memecah kesunyian diantara mereka semua. Ia pun masuk ke kamar dan membanting pintu kamarnya.

“YAK! BILANG SAJA KAU CEMBURU!” Yesung meneriaki Kyuhyun dengan sangat marah. Ia semakin curiga dengan kedekatan Shayna dan Kyuhyun belakang ini.

Ryeowook mengusap punggung Yesung agar tenang. Yesung mengusap wajahnya kasar dan beranjak dari sofa. “Aku pulang. Maaf memberi kalian masalah. Aku tidak akan mempublish semua ini pada media. Tapi ku harap kalian datang ke pernikahanku. Hanya kalian dan keluarga kami.”

Yesungpun pulang ke rumahnya, menyisakan sepi yang mencekam di dorm Suju.

^_^

“Shayna-ya.. Kau yakin dengan keputusan ini?”

Terdengar tawa renyah Shayna di ujung telepon seorang namja di suatu siang. “Kyuhyun oppa. Kau terdengar sangat depresi!”

Kyuhyun menggeram kesal. “Ya! Lee Shayna! Jawab pertanyaanku!”

Shayna berdeham untuk meredakan tawanya. “Aku harus bagaimana? Jong Woon oppa sudah cerita keadaan sebenarnya bukan?” tanya Shayna lembut.

Kyuhyun mengangguk mengiyakan. Ia pun tersadar Shayna tidak melihatnya. “Iya. Dia sudah cerita semuanya. Tapi.. Apakah kau menerima pernikahan gila ini karena kau mencintai hyungku?”

Kyuhyun terdiam mendengarkan tawa dan jawaban Shayna yang masih sama seperti kemarin ini. Shayna juga mengatakan ini demi kesehatan ibunya Yesung dan juga untuk menuruti permintaan oragtuanya. Kyuhyunpun menghela nafas, “Baiklah. Ingat! Jika ada apa-apa cerita padaku Lee Shayna! Atau setidaknya pada Siwon, Donghae atau Ryeowook. Hmm.. Ne.. Gomawo.. Anyeong..”

Siwon, Ryeowook, Donghae menatap Kyuhyun. Ya, mereka berempat berkumpul di kamar Kyuhyun untuk berdiskusi tentang Shayna dan Yesung.

“Ia masih belum jujur tentang perasaannya?” Tanya Donghae.

Kyuhyun mengangguk. “Kurasa Yesung hyung juga mencintai Shayna. Hanya saja ia tidak mau atau enggan mengakui pada dirinya sendiri.”

Ryeowook menepukkan tangannya. “”Ya. Kurasa juga begitu.”

“Tapi bagaimana jika Yesung hyung benar-benar hanya menyanyagi Shayna sebagai adik? Lebih baik Shayna untukku saja!” kata Siwon setengah serius setengah bercanda.

Donghae memukul Siwon dengan cukup keras. “Ya! Aku yakin Shayna akan lebih memilih aku daripada kau Siwon-ah! Shayna tidak terlalu suka dengan namja berperut six-pack! Lihat saja namja yang ia sukai kan berperut rata seperti Yesung hyung! Hahahaha…”

Semuanya tertawa membayangkan perut Yesung yang memang tidak berbentuk seperti Siwon, Leeteuk ataupun Eunhyuk.

“Berarti ia lebih memilih aku! Perutku hampir sama dengan milik Yesung hyung. Ah, Yesung hyung sangat cemburu jika aku dekat dengan Shayna.” Kata Kyuhyun sambil tertawa, teringat reaksi Yesung yang sangat lucu sekaligus menyeramkan ketika ia menarik tangan Shayna di depan mata hyungnya itu.

“Ahaha.. benar! Kemarin saja Yesung hyung teriak padamu kan? BILANG SAJA KAU CEMBURU! Hahaha.. Aku tidak habis pikir, sebenarnya siapa yang cemburu?” kata Ryeowook disambut tawa yang lainnya.

“Ah, bagaimana jika kau tetap membuat Yesung hyung cemburu, Kyuhyun-ah? Sepertinya dengan begitu lama-lama ia akan menyadari perasaan yang sebenarnya pada Shayna mungkin.” Cetus Siwon memberikan ide yang diamini semua member. Kyuhyun pun memamerkan senyum evilnya, memikirkan banyak rencana jahil untuk Yesung hyungnya.

^_^

Coffe Shop, Myeongdong

“Kenapa kau memintaku menemuimu disini?” tanya Yesunug pelan, tanpa mau menatap yeoja yang sudah menunggunya sejak satu jam yang lalu.

Yeoja cantik dan seksi dihadapan Yesung hanya tersenyum kecil. Tahu penyebab namjanya lesu dan seperti menahan amarah adalah karena dirinya. Kim Ji Hyeon, yeoja itu pun meraih tangan Yesung, membuat Yesung menoleh padanya.

Oppa.. Aku merindukanmu.. Maafkan aku karena aku tidak bisa menikah denganmu. Aku tahu kita tidak akan menikah sekarang. Tapi aku sungguh-sungguh tidak ingin menikah. Apakah kita bisa memulai semua dari awal? Apakah oppa bisa mengerti aku?” tanya Ji Hyeon lembut.

Yesung menghela nafasnya kasar.

Oppa..” Ji Hyeon menggenggam erat tangan Yesung.

“Aku mencintaimu. Masih mencintaimu.” Yesung menatap mata sipit Ji Hyeon dengan lembut. Membuat Ji Hyeon tersenyum senang.

“Aku juga oppa.” Kata Ji Hyeon dengan manja.

Yesung menggeleng. “Tapi aku akan menikah. Eomma dan Appa memintaku menikah. Aku sudah dijodohkan.” Kata Yesung pelan.

Ji Hyeon melepaskan tangannya dari genggaman Yesung. “Mwo? Kau berbohong kan oppa? Kau berkata seperti ini agar aku mau menikah denganmu suatu saat nanti kan?”

Yesung hanya diam menatap tajam Ji Hyeon. Wajah Ji Hyeon merah padam, ia menatap Yesung dengan kesal. “Siapa? Dengan siapa kau aka menikah?”

“Shayna. Lee Shayna. Dan pernikahanku akan dilaksanakan minggu depan.” Kata Yesung pelan, tidak mampu menatap Ji Hyeon lebih lama.

“APA? Shayna? Perempu..” Ji Hyeon tersadar dan menahan kata-kata kasar yang akan ia keluarkan. Sunggguh ia sangat tidak menyukai Shayna sejak awal pertemuan mereka. Ani. Bahkan saat Ji Hyeon belum mengenal Shayna, ia sudah sangat sering mendengar nama itu dari Yesung dan keluarganya serta anggota Super Junior, terutama Heechul, Siwon dan Kyuhyun. Ia membenci yeoja mungil itu walau hanya mendengar namanya.

Yesung menatap Ji Hyeon yang tengah mengatur nafasnya. Yesung pun memberanikan diri untuk berbicara apa yang ia dengar selama ini. “Lagipula, bukankah selama hamper 2 minggu ini kau berkencan dengan Park Gu Dong, model yang sedang naik daun itu? Banyak sekali foto kencan kalian yang beredar, Ji Hyeon-a.”

Ji Hyeon menggeram kesal, mengutuki para wartawan yang sempat mengabadikan momennya bersama Park Gu Dong. Otaknya berpikir cepat. “Kamu tahu itu hanya pengalihan isu? Kita hampir ketahuan, oppa! Hubungan kita tidak bisa di publish begitu saja sampai SM menyetujui, bukan? Aku menyelamatkan kamu, oppa!” kata Ji Hyeon terdengar putus asa.

Yesung menatap Ji Hyeon dengan sangsi. Tetapi Ji Hyeon terlihat sangat meyakinkan. “Maaf..” hanya itu yang akhirnya Yesung katakan. Ji hYeon menangis. Yesung pindah duduk disebelah Ji Hyeon dan memeluk wanita cantik itu dengan erat. “Maafkan aku, hum?”

Ji Hyeon terisak dalam pelukan Yesung. “Bisakah kita tetap bersama?” tanya Ji Hyeon lirih diantara isak tangisnya.

Yesung bingung harus menjawab apa. Disatu sisi ia akan menikah dengan Shayna, tetapi ia merasa bersalah memutuskan Ji Hyeon secara sepihak seperti ini. Lagi pula sepertinya hatinya memang masih unuk Ji Hyeon. Walaupun ia sadar, jantungnya berdegup kencang saat berdekatan dengan Shayna, sejak Shayna kembali dari Indonesia, entah karena apa.

Ji Hyeon memeluk Yesung dengan erat. Tahu pikiran Yesung terbagi antara dirinya dan Shayna. “Aku.. Aku tidak apa-apa kau menikah dengan Shayna, tapi..”

“Jangan teruskan, Hyeon-a.. Tolong jangan teruskan.” Yesung tahu arah pembicaraan Ji Hyeon.

Ji Hyeon duduk tegak, mengusap air matanya dan menatap Yesung. “Tapi.. Aku ingin tetap bersamamu. Aku.. Aku pikir Shayna tidak akan keberatan bukan? Bukankah kalian menikah karena terpaksa?”

Yesung terdiam, tampak berpikir keras. Ji Hyeon tersenyum dalam hati, ia yakin bahwa umpan pertamanya berhasil ia lemparkan. “Lagipula, kita berhubungan seperti biasa. Aku tidak meminta lebih, oppa.” Bujuk Ji Hyeon dengan memelas.

“Aku mencintaimu. Sangat mencintaimu, oppa.” Bisik Ji Hyeon dengan suara bergetar.

Yesung yang tidak tahan melihat Ji Hyeon menangis perlahan menganggukkan kepalanya, “Baiklah. Aku akan bicara dengan Shayana tentang hal ini.”

Ji Hyeon tersenyum senang dan memeluk Yesung erat-erat. “Gomawo oppa.”

Yesung hanya dapat mengusap rambut panjang Ji Hyeon dengan sayang. Senang rasayna melihat perempuan cantik didepannya tersenyum kembali.

TBC

 

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: