Fate [3/?]

fate (2)

Nama : Vartstory

Judul Cerita : Fate [3/?]

Author : GaemVi

Cast : Park Hyejin | Lee Donghae | Cho Kyuhyun

Rating: PG-15

Genre: Romance

Leght: Chapter

Catatan Author (bila perlu): FF ini sudah pernah di publish di wp pribadi saya vartstory.wordpress.com harap tinggalkan komentar sekedar kritik/saran untuk membantu saya melihat kekurangan ff saya ^^

 

 

I want to hate you,

I’m tired of seeing you happy with another person

I had to send you away without you knowing why

It happened so long ago, the feelings are probably all gone now

I want to hate you

I’m tired of watching you pretend that you’ve forgotten me

I hate myself for living each day without any strength

I try my best to change but it just won’t

 

Nothing’s changed except that I’m alone

I tried to believe that I would find another love

But now it’s even hard to breath

My sorrow over you keeps getting bigger and bigger

I just can’t seem to erase you from my head

 

– Super Junior – Hate U Love U –

 

“kau tunggu sini sebentar, aku ingin mengganti bajuku.” ujar Donghae kepada Hyejin sambil menepuk pundaknya. Hyejin tersenyum sembari menganggukkan kepalanya, walau sebenarnya senyum yang ditampilkannya adalah senyuman palsu. Karena sejak melihat Kyuhyun lutut Hyejin serasa melemas dan tidak lagi bisa menopang tubuhnya, sebenarnya jika mau Hyejin bsia saja langsung pergi dari ruangan ini tapi dia menghargai Donghae dan juga member Super Junior lainnya.

 

Setelah mengganti bajunya, Donghae terlebih dulu dirias oleh penata rias yang biasa menangani Super Junior. Selama menunggu Donghae, Hyejin berbincang-bincang dengan member Super Junior. Leeteuk yang memang sudah lama mengenal Hyejin berusaha membuat Hyejin nyaman berada di dekat dongsaengdeulnya dengan cara membuat lelucon dan menceritakan kebiasaan lucu member Super Junior walau itu akan lebih tepat jika dikatakan sebagai ‘aib’.

 

Dan hanya Kyuhyun saja yang tidak bergabung dengan hyungdeulnya untuk berbincang-bincang dengan Hyejin. Dia hanya memainkan pspnya dengan pikiran melayang-layang, Kyuhyun mencoba tenang dengan tidak terpengaruh dengan kehadiran Hyejin namun sepertinya itu sia-sia. Bahkan permainan game Kyuhyun sangat berantakan padahal Kyuhyun hampir tidak pernah kalah dalam permainan apapun.

 

Hyejin sendiri berusaha se-relax mungkin saat berbincang-bincang dengan member Super Junior. Walau sebenarnya Hyejin sangat tegang dan takut, ini semua karena pandangan yang Kyuhyun berikan kepadanya. Kyuhyun sesekali memandang Hyejin yang berada 1 meter dihadapannya dengan tatapan tajam dan menusuk, Kyuhyun ingin memastikan jika yeoja yang sekarang berada seruangan dengannya dan ‘diakui’ oleh hyungnya sebagai kekasihnya itu bukanlah Park Hyejin orang yang selama ini dicarinya namun sepertinya itu semua tidak akan terjadi. Yeoja yang berada seruangan dengannya ini dan diakui sebagai kekasih hyungnya adalah sungguh Park Hyejin, yeoja yang selama bertahun-tahun ini dicarinya. Yeoja yang membuatnya terpuruk, yeoja yang meninggalkannya begitu saja tanpa mengucapkan sepatah katapun, yeoja yang dulu dicintainya dan akan segera menjadi yeoja yang paling dibencinya.

 

“Hyejin-ah kau harus hati-hati jika Donghae memegang barangmu. Kau tahu, Donghae adalah seorang perusak. Barang apapun yang disentuhnya pasti akan rusak, Kyuhyun pernah mengalaminya. Benar kan Kyuhyun-ah?” Eunhyuk bertanya kearah Kyuhyun yang menurutnya sedang asik dengan pspnya itu.

 

“ah ye….” Ucap Kyuhyun asal padahal Kyuhyun sama sekali tidak mengetahui apa yang Eunyuk tanyakan padanya.

 

“Kyuhyun-ah kemarilah, ikut dengan kami berbincang dengan Hyejin-ssi.” Sungmin yang melihat Kyuhyun hanya duduk sendiri di pojok ruangan langsung mengajaknya bergabung namun sepertinya usaha Sungmin sia-sia.

 

Kyuhyun kembali menatap Hyejin dengan tatapan dingin, tajam dan menusuk, “dia bukan presiden yang harus kita sambut dengan hangat hyung.” Ujar Kyuhyun lalu meninggalkan ruangan begitu saja. Ucapan Kyuhyun membuat Hyejin merasa serba salah.

 

“Hyejin-ah mianhae, Kyuhyun memang seperti itu.” ucap Leeteuk member penjelasan kepada Hyejin, ya disaat ini Leeteuk lah yang posisinya juga kurang mengenakkan karena dia adalah leader Super Junior dan bertanggung jawab atas apapun yang dilakukan oleh dongsaengdeulnya.

 

Hyejin tersenyum lembut, berusaha membuat sang leader tidak merasa bersalah “ne gwechana oppa.”

 

Tidak beberapa lama, Donghae pun kembali membuat Hyejin merasa sedikit tenang. Mereka kembali melanjutkan perbincangan tadi, dan kali ini Donghae menjadi ‘bahan’ pembicaraan mereka yang membuat Donghae berkali-kali menutup telinga Hyejin agar yeojanya itu tidak mendengar hal aneh yang dikatakan dongsaedeul dan hyungdeul tentang dirinya.

 

“Donghae-ya aku ingin ke toilet, apa kau tahu letak toiletnya dimana?” bisik Hyejin kepada kekasihnya itu.

 

“toilet berada di ujung ruangan sana, apa mau ku antar?”

 

Hyejin menggelengkan kepalanya lalu tersenyum, “tidak usah, aku bisa sendiri.” Ujarnya lalu berjalan keluar dari ruangan Super Junior, saat Hyejin berjalan kearah toilet tiba-tiba ada seseorang yang menariknya ke dalam sebuah ruangan dan ternyata orang itu adalah Cho Kyuhyun.

 

Tubuh Hyejin menegang saat melihat Kyuhyun berdiri dihadapannya dengan tatapan tajam seolah Hyejin adalah tersangka dalam sebuah kasus pembunuhan dan Kyuhyun adalah jaksanya.

 

“apa maksud dari semua ini?” Kyuhyun mengeluarkan suaranya sambil terus menatap Hyejin dengan tatapan menusuk.

 

Hyejin sama sekali tidak menjawab ucapan Kyuhyun, yang membuat Kyuhyun mendengus kesal lalu berjalan kearah Hyejin yang terpaksa membuat Hyejin mundur sampai akhirnya sebuah tembok mengakhiri langkah mundur Hyejin. Kyuhyun yang tidak ingin lagi melihat Hyejin menghindar akhirnya mengunci Hyejin dengan kedua tangannya sehingga saat ini jarak mereka hanya terbentang beberapa centi.

 

“kau benar-benar yeoja hebat Park Hyejin, dulu kau mencampakkanku begitu saja dan sekarang kau datang sebagai yeojachingu Donghae hyung lalu dengan mudahnya kau tersenyum dihadapan semua hyungku seakan kau malaikat.?”

 

Tatapan Kyuhyun serta ucapan Kyuhyun seperti pisau yang mengiris hatinya, Hyejin bahkan tidak berani menatap Kyuhyun.

 

“Sebenarnya apa yang kau inginkan? Apa kau juga ingin membuat Donghae hyung tergila-gila denganmu seperti dulu ku tergila-gila padamu lalu kau akan mencampakkannya sama seperti dulu kau mencampakkanku?”

 

Mendengar kalimat Kyuhyun tadi membuat telinga Hyejin memanas dan akhirnya Hyejin memberanikan diri menatap Kyuhyun dan membalas rentetan kalimat tajam yang tadi Kyuhyun ucapkan padanya.

 

“aku tidak menyangka pikiranmu menjadi sepicik ini. Seandainya tujuanku menjadikan Donghae oppa sebagai namjachinguku hanya untuk menyakitinya, lalu untuk apa aku kembali ke Korea dan meninggalkan popularitasku di Paris hanya untuk bisa lebih dekat dengan Donghae oppa? Dan sebaiknya kau ralat ucapanmu jika aku mencampakkanmu, kau tahu aku sama sekali tidak ada niat untuk mencampakkanmu.”

 

Kyuhyun melepaskan kedua tangannya dari dinding lalu membalikkan badannya, melihat Hyejin sedekat itu membuat hatinya terasa sakit.

 

“tidak ada niat mencampakkanku? APA KAU LUPA KAU MENINGGALKANKU BEGITU SAJA SAAT PESTA KELULUSAN TANPA MENGUCAPKAN APAPUN, APA ITU YANG KAU SEBUT TIDAK ADA NIAT MENCAMPAKKANKU?” Kyuhyun kembali menatap Hyejin dengan tajam dan membentak Hyejin yang membuat suaranya menggema di seisi ruangan.

 

“kau membuatku tergila-gila dengan semua hal yang berhubungan denganmu, bahkan kau membuatku menentang ayahku hanya karena kau menginginkanku menjadi seorang penyanyi.”

 

“Kyuhyun-ah aku sama sekali tidak….”

 

Kyuhyun memotong ucapan Hyejin lalu menarik tangan Hyejin dengan kasar membuat Hyejin merintih kesakitan, “dengar aku Park Hyejin, aku tidak akan membiarkan hyungku merasakan hal yang sama denganku. Dan akan ku pastikan, Donghae hyung lah yang akan mencampakkanmu seperti kau mencampakkanku.”

 

Kyuhyun melepas genggamannya dari pergelangan tangan Hyejin dengan kasar lalu meninggalkan Hyejin yang shock dan terduduk di ruangan. Hyejin menangis. Dia sama sekali tidak menyangka Cho Kyuhyun, namja yang dulu tidak pernah sekalipun memarahinya atau pun membentaknya, namja yang tidak pernah sekalipun menyakitinya sekarang telah berubah 180 derajat. Kyuhyun membentaknya bahkan Kyuhyun bersikap sangat kasar padanya. Hyejin seperti melihat orang lain. Apa waktu sudah merubah seorang Cho Kyuhyun atau popularitas yang mengubahnya. Atau malah kehadirannyalah yang membuat Kyuhyun berubah menjadi sangat dingin dan menyeramkan seperti tadi?

 

Hyejin kembali ke ruangan Super Junior dengan langkah ragu, ucapan Kyuhyun tadi selalu terngiang di otaknya. Ketakutan masih menguasai dirinya, ketakutan atas bentakan Kyuhyun, tatapan mengerikan Kyuhyun serta sikap kasar Kyuhyun. Itu semua mempunyai alasan, dulu sejak masih berhubungan dengan Kyuhyun, Kyuhyun tidak pernah sekalipun menyakiti Hyejin. Kyuhyun memperlakukan Hyejin bagaikan permata yang hampir retak, jika sedikit saja kau menyentuhnya permata itu akan hancur tapi jika kau merawat permata itu dengan baik maka permata itu akan tetap berada di tempatnya.

 

“kau kenapa? Kenapa matamu merah? Apa terjadi sesuatu” tanya Donghae saat melihat Hyejin kembali dengan mata merah dan wajah yang murung.

 

“aku tidak apa-apa, tadi aku hanya sedikit kelilipan.”

 

Donghae menatap Hyejin dengan ragu, “benarkah?” tanyanya kemudian dibalas anggukan kepala oleh Hyejin. Donghae memutuskan tidak bertanya lebih lanjut pada Hyejin karena dia yakin Hyejin mempunyai privasi dan tidak menginginkan Donghae masuk ke dalamnya.

 

“Hyejin-ah mianhae, kami harus menculik namjachingumu sebentar.” Ujar Leeteuk sambil merangkul Donghae dan tersenyum kepada Hyejin.

 

“acaranya sudah ingin dimulai?” tanya Hyejin, entah kenapa diam-diam Hyejin menatap Kyuhyun yang sedang memakai tuxedonya di ujung ruangan.

 

Leeteuk tersenyum kembali kearah Hyejin, “ne acaranya sudah ingin dimulai, kau ingin tetap berada di sini atau ikut melihat di bangku penonton?”

 

“bagaimana kau ikut melihat acaranya? Hitung-hitung sebagai pemanasan sebelum kau nantinya akan lebih sering mengikuti acara yang menampilkan seluruh artis di manajemenku.” Donghae merangkul Hyejin dan sungguh berharap Hyejin mengikuti keinginannya itu.

 

“ne baiklah aku mau.”

 

“kalau begitu biar manajer hyung yang mengantarmu ke kursi yang disediakan.” Ujar Donghae lalu memanggil manajernya dan membiarkan Hyejin berjalan meninggalkannya bersama managernya.

 

Acara showcase I Am berjalan lancar semua yang hadir baik itu artis SMent ataupun penonton terlihat sangat menikmati acara ini tapi tidak dengan Hyejin, dia merasa terintimidasi dengan tatapan tajam yang Kyuhyun berikan kepadanya. Kalau saja tidak karena Donghae, mungkin dia sudah pergi dari tempat ini sejak tadi. Keadaan Hyejin berbalik dengan Kyuhyun, dia terlihat sangat menikmati acara ini bahkan beberapa kali Kyuhyun tersenyum kearah wartawan dan fansnya yang hadir. Dan jujur saja melihat Kyuhyun tersenyum seperti itu membuat Hyejin kembali mengingat saat-saat kebersamaannya dulu bersama Kyuhyun, memang Kyuhyun yang dulu tidak setampan dan semapan sekarang akan tetapi Hyejin lebih menyukai Kyuhyun yang dulu. Kyuhyun yang selalu tersenyum hangat kepadanya, Kyuhyun yang selalu mengecup keningnya dengan lembut dan Kyuhyun yang selalu memberikan pelukan disaat Hyejin merasa lelah.

 

Tapi sepertinya Hyejin harus menghilangkan bayangan itu jauh-jauh, disisinya kini sudah berdiri seorang Lee Donghae yang memiliki cinta yang sangat besar untuknya. Bahkan perhatian dan sikap yang diberikan Donghae padanya hampir sama seperti yang dulu Kyuhyun berikan kepadanya bahkan sepertinya Donghae 2x lebih menjaga Hyejin daripada Kyuhyun dulu. Dan hal inilah yang membuat Hyejin nyaman berada di dekat Donghae.

 

“apa kau lelah?” tanya Hyejin kepada Donghae saat mereka sudah berada di dalam mobil. Sebenarnya tadi Leeteuk beserta member Super Junior lainnya kecuali Kyuhyun, mengajak Hyejin untuk ikut bersama mereka dalam acara makan malam yang melibatkan seluruh artis SMent yang bergabung dalam film I Am tapi karena Hyejin masih merasa canggung, dia pun menolak ajakan itu. ya sebenarnya alasan lain yang membuat Hyejin menolak ialah adanya Kyuhyun diantara mereka, rasanya dia sudah tidak sanggup terus menerus diberikan tatapan tajam dari Kyuhyun.

 

“anni, kau tahu jika kau berada di dekatku entah mengapa rasa lelah yang kurasakan menguap begitu saja.” ujar Donghae sambil tersenyum kearah Hyejin, memang ini terdengar seperti gombalan yang keluar dari mulut seorang Lee Donghae tapi gombalan inilah yang disukai Hyejin dari Donghae. Menurutnya semua ucapan gombalan serta rayuan yang diberikan Donghae adalah tulus, tidak ada bualan sama sekali yang terdapat disetiap kata yang dikeluarkannya.

 

“aku tahu itu.” ucap Hyejin lalu menyenderkan kepalanya ke bahu Donghae yang sedang menyetir. “aku tidak mengganggu konsentrasi menyetirmu kan oppa?”

 

“anni, justru kau membuatku semakin konsentrasi untuk menyetir.” Ucap Donghae lalu tersenyum hangat kearah Hyejin. Dan disaat seperti ini entah kenapa Hyejin kembali mengingat ucapan Kyuhyun tadi.

 

“dengar aku Park Hyejin, aku tidak akan membiarkan hyungku merasakan hal yang sama denganku. Dan akan ku pastikan, Donghae hyung lah yang akan mencampakkanmu seperti kau mencampakkanku.”

 

Ucapan Kyuhyun atau yang lebih tepatnya adalah ancaman untuk Hyejin membuat Hyejin langsung dilanda ketakutan, dia takut jika ancaman yang Kyuhyun lontarkan kepadanya akan terealisasikan. Dia tidak rela jika harus kehilangan orang yang dicintainya untuk kedua kalinya. Tidak akan. Cukup satu kali dia merasakan itu, dia akan mempertahankan Donghae apapun yang terjadi. Dan Hyejin juga tidak akan membiarkan Kyuhyun merealisasikan ucapannya itu. Dia bersumpah.

 

“saranghae oppa, jheongmal saranghae.” Gumam Hyejin sambil menghirup wangi maskulin dari tubuh Donghae.

 

“nado saranghae Hyejin-ah.” balas Donghae sambil mengelus rambut Hyejin dengan tangan kanannya.

 

Keesokan harinya, Donghae menemani Hyejin untuk mencari sebuah apartemen. Donghae membujuk Hyejin agar mau menempati apartemen yang dekat dengan dorm Super Junior dengan alasan agar dia bisa lebih dekat untuk menemui Hyejin. Hyejin akhirnya menyetujui permintaan Donghae dengan menyewa sebuah apartemen yang sangat dekat dengan dorm Super Junior yaitu Sharp City Tower A. Sangat dekat bukan?

 

“mulai kapan aku bisa menempati apartemenku.” Tanya Hyejin pada pengelola Sharp City Tower saat melakukan transaksi pembayaran. Sebenarnya Donghae yang ingin membayar uang muka pembayaran apartemen namun Hyejin menolak dengan alasan, manajemennya yang akan menanggung semua biaya penyewaan apartemen.

 

“anda bisa menempati apartemennya hari ini juga.” Ujar sang pengelola membuat Hyejin tersenyum senang.

 

Sebenarnya jika Hyejin mau, dia bisa saja tetap tinggal bersama bibinya namun Hyejin tidak ingin semakin merepoti bibinya itu. Itu semua karena pekerjaannya dan hubungannya dengan Donghae, karena jika nanti hubungan mereka sudah diketahui public pasti wartawan akan mengejar Hyejin sampai ke kediamannya. Dan hal itu pasti membuat sang bibi terganggu apalagi rumah bibinya hanya mempunyai beberapa penjaga tidak seperti di apartemen yang mempunyai puluhan penjaga yang bisa menahan para wartawan.

 

“apa kau yakin dengan keputusanmu ini?” tanya bibi Hyejin saat Hyejin meminta izin untuk pergi meninggalkan kediamannya karena sudah menyewa sebuah apartemen.

 

“ne gomo, kau tahu bukan bagaimana pekerjaanku? Aku hanya tidak mau merepotkanmu lebih banyak lagi.”

 

Sesaat bibi Hyejin melirik kearah Donghae seakan meminta Donghae untuk membujuk Hyejin tapi Donghae hanya menggedikkan bahunya pertanda kalau dia pun tidak bisa membujuk nona Park yang keras kepala itu.

 

“baiklah kalau ini keputusanmu, tapi kapanpun kau ingin main. Pintu rumah ini selalu terbuka untukmu.”

 

Hyejin kemudian berpamitan kepada bibinya lalu masuk ke dalam mobil Donghae dan meninggalkan kediaman bibinya. Ya sebenarnya jika bisa memilih dia akan memilih untuk tetap tinggal bersama bibinya namun pekerjaannya yang memaksanya untuk lepas dari bibinya itu. Hyejin menatap Donghae yang sedang menatap jalanan di depannya, semakin Hyejin terus bersama Donghae semakin Hyejin tidak bisa lepas dari Donghae dan semakin Hyejin takut dengan ancaman yang di lontarkan Kyuhyun.

 

-o-

 

“Eunhyuk mengajak kita untuk datang ke acara musical Kyuhyun, kau mau ?” tanya Donghae sesaat setelah mereka merapikan apartemen Hyejin.

 

Entah Hyejin harus menolak ajakan Donghae atau malah sebaliknya, mendengar nama Kyuhyun saja sudah membuatnya berfikir yang tidak-tidak. Tapi Hyejin berpikir, untuk apa dia menghindari Kyuhyun toh pasti nanti dia akan ditakdirkan untuk terus bertemu dengan masa lalunya itu. Dan lagipula jika Hyejin menghindar, Kyuhyun akan menganggapnya pengecut.

 

“ne aku mau….tunggu sebentar, aku akan mengganti bajuku.” Ujar Hyejin sambil tersenyum kearah Donghae dan berjalan ke kamarnya.

 

Beberapa menit kemudian Hyejin keluar dengan menggunakan cardigan sweater, kaus, hot pants dan sepatu boot tinggi. Ya mau pergi kemanapun, Hyejin selalu terlihat modis. Dan inilah yang membuat Donghae sangat sulit berpaling darinya.

 

Sekitar 45 menit mereka sampai di tempat diadakannya musical Kyuhyun, sesampainya disana mereka langsung menuju backstage untuk bertemu dengan Kyuhyun dan Eunhyuk yang sudah menunggu mereka sejak tadi. Saat melihat Hyejin bersama Donghae, wajah Kyuhyun yang tadinya hangat langsung berubah dingin.

 

Entah kenapa Hyejin merasa ada sesuatu yang buruk akan terjadi, dan benar saja seseorang memanggil Donghae dan Eunhyuk agar menghampirinya. Donghae pun meminta ijin untuk meninggalkan Hyejin sebentar dan saat itu lah Kyuhyun datang menghampirinya sambil tersenyum dan menatapnya dengan tajam.

 

“aku tidak menyangka kau berani datang.” Ujar Kyuhyun yang menurut Hyejin lebih terdengar meremehkan.

 

“memangnya kenapa sampai aku tidak berani datang? Lagipula aku datang bukan karenamu, melainkan karena Donghae oppa. Aku tidak tega jika harus menolak keinginannya.”

 

Ucapan Hyejin entah kenapa membuat Kyuhyun merasa geram dan langsung meninggalkannya. Dalam hatinya, Kyuhyun merasa sakit yang teramat dalam karena hingga saat ini rasa cintanya kepada Hyejin belum menghilang. Bisa dibilang rasa cinta dan benci yang Kyuhyun rasakan pada Hyejin seimbang.

 

“kulihat kau tadi berbincang dengan Kyuhyun.” Tanya Donghae saat mereka sedang menuju bangku penonton.

 

“ah ye, tadi Kyuhyun-ssi mengatakan kalau dia tidak menyangka kalau aku datang untuk melihat pertunjukannya.”

 

“oh begitu.” Entah kenapa Donghae merasakan jika Hyejin sedang berbohong padanya. Saat Kyuhyun dan Hyejin berbicara tadi, diam-diam Donghae memerhatikan dari kejauhan. Tatapan mata Kyuhyun, gesture tubuh Hyejin saat berbicara dengan Kyuhyun tidak seperti orang yang baru saja kenal dalam satu hari. Tapi Donghae langsung menampik pikiran itu, dia tidak boleh berfikiran yang tidak dengan yeojachingu dan dongsaengnya sendiri.

 

-TBC-

—-

 

fiuhh ternyata bikin ff dengan Kyuhyun jadi antagonis gini susah juga selalu kebayang mukanya yang lucu itu >< Jangan lupa reviewnya ya. Review dari kalian itu berharga banget buat saya sebagai author untuk tau dimana kelemahan ff saya.

2 Comments (+add yours?)

  1. Laili
    Aug 08, 2015 @ 19:44:35

    keren bgt nih ff…

    Reply

  2. ida
    Aug 09, 2015 @ 17:03:08

    Baru baca part ini. Harus baca dua part belakang. Siap maraton!

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: