UNEXPECTED LOVE

UNEXPECTED LOVE

Author            : gluu

Title               : Unexpected Love

Genre                         : Romance

Rating            : PG 15

Length            : Oneshot

Cast                :

  • Kang Hyu Won
  • Cho Kyu Hyun of Super Junior
  • Cho Jino of SM The Ballad

Notes              : Assalamualaikum, hallo semua! Ini FF kesekian yang aku kirim ke sini. Sebelumnya makasih buat all admin yang udah publish cerita aku. Makasih juga buat readers di sini yang udah baca, komen, like. FF ini baru dipublish di sini sama blog pribadi aku. Sekalian mau promosi buat dateng ke alamat blog aku yg baru, www.gluuarea.wordpress.com hehe. Yang lama udh gak dipake lagi. Oke deh langsung aja, happy reading!

 

***

“Aishh Cho Jino! Perhatikan jalan di depan…” gerutu Hyu Won sambil menaburkan bunga sepanjang jalan menuju altar. Kedua bocah kecil itu berjalan saling berdempetan. Jino menatap Hyu Won dengan sebal sementara yang ditatap berusaha tampil cantik dengan keranjang bunga di tangannya.

“Cho Jino dan Kang Hyu Won memang sangat serasi! Aku yakin besar nanti kalian akan menikah,” suara Ahra terdengar penuh semangat. Ia menatap kedua bocah kecil yang sedang berlatih menjadi pengiring pengantin dengan semangat. Ahra lantas melanjutkan kembali aktivitasnya mendekorasi gedung.

“Jino tidak menyukaiku, Jino menyukai Minji!!” teriak Hyu Won dengan keras. Tanpa ia sadari para orang tua dan calon pengantin tertawa mendengar kelakar gadis mungil itu. Jino hanya mendengus mendengar teriakan Hyu Won. Dia bersumpah akan merusak taman bunga milik Ahra kalau kakak perempuannya itu tidak berhenti menggodanya.

Jino menyenggol tangan Hyu Won hingga membuat gadis itu kesal. “Kau melakukannya dengan sengaja, kan? Kau mau menjatuhkan keranjangnya? Bersikaplah dengan baik, anggap saja ini pernikahan kita.” sinis Hyu Won.

Jino memutar mata lalu tanpa sengaja menatap Kyu Hyun. Senyum konspirasi mencuat dari bibir tipis Jino. Kyu Hyun mengedipkan matanya pada Jino lalu berjalan menuju Hyu Won yang kini tengah berkonsentrasi berlatih berjalan menuju altar.

BRUKK

Hyu Won terjatuh setelah tubrukan keras dari seseorang, tubuh mungilnya terjerembab ke lantai. Kyu Hyun tertawa kecil. Ia lantas dengan cepat mengolesi pipi mungil gadis itu dengan lumpur yang sejak tadi telah ia siapkan. Ia juga mengolesinya pada gaun putih gadis itu.

“Jino-ya…” bisik Kyu Hyun kecil pada Jino memberi isyarat. Seolah mengerti dengan bisikan Hyungnya, laki-laki kecil itu dengan cepat merebut keranjang Hyu Won lalu menumpahkan seluruh isinya pada Hyu Won. Gadis mungil itu menatap tubuhnya yang kini kotor dan berbau lumpur, sedetik kemudian tangis keras memenuhi gedung pernikahan.

“Eonnie!! Ahra Eonnie!” Isak Hyu Won dengan keras.

Kajja Jino-ya!” teriak Kyu Hyun lalu menarik adik laki-lakinya meninggalkan Hyu Won yang kini menangis di lantai gereja. Ahra segera berlari menuju Hyu Won yang kini terisak di lantai.

“CHO KYU HYUN! CHO JINO!”

Hyung kajja! Noona akan mengamuk, adik tercintanya menangis.” Kekeh Jino. Kyu Hyun menyeringai lalu menatap adik laki-lakinya itu.

Kajja!” Balas Kyu Hyun lalu berlari menuju pintu gedung pernikahan. Sebelum keluar ia menatap Hyu Won yang kini tengah berada di dalam pelukan kakak perempuannya.

Kau tidak akan bersanding dengan Jino, Hyu Won-ah. Aku punya seribu cara untuk menggagalkan pernikahan impianmu itu. Gumam Kyu Hyun di dalam hati. Ia lantas keluar setelah mendapat tatapan membunuh dari ibunya yang baru saja berjalan menuju altar.

****

Fourteen Years Later…

Hyu Won menutup mulutnya menahan isakan agar tidak keluar dari bibir mungilnya. Pemandangan di halaman belakang rumah Jino benar-benar menyesakan dadanya. Gadis itu menggelengkan kepalanya mencoba untuk tidak percaya pada apa yang baru saja ia lihat. Gambaran Jino yang sedang memagut bibir gadis lain membuat hatinya hancur berkeping-keping. Tubuh gadis itu merosot di dekat tembok tempatnya berdiri bersembunyi. Isakan kecil mulai keluar dari bibir mungilnya. Ia memukul-mukul dadanya mencoba mengeluarkan rasa sesak di dalam dada. Tanpa Hyu Won sadari sejak tadi seorang pria yang mengenakan jaket army dan celana jeans hitam menatapnya dengan tajam. Pria itu menikmati setiap isakan Hyu Won. Ia tidak ikut merasakan kesakitan gadis itu. Ia justru marah melihat tingkah gadis itu yang menangisi saudara kandungnya.

“Hai Princess.” Panggil pria itu akhirnya.

Hyu Won terkejut setengah mati mendengar seseorang memanggil panggilan kecilnya. Itu sudah lama berlalu sejak mereka kecil. Sejak kecil ia adalah Princess, Jino Prince, Ahra Queen lalu Kyu Hyun adalah King. Mereka bermain bersama meski pun ia cenderung lebih dekat dengan Jino. Hyu Won segera menolehkan kepalanya ke segala arah mencari siapa yang memanggilnya. Ia merasa malu dan ketakutan secara bersamaan. Demi apa pun seseorang telah melihatnya menangisi pangeran masa kecilnya. Apa yang lebih memalukan selain seseorang mengetahui perasaan terpendammu pada sahabat kecilmu?

“Aku di sini,” suara itu berujar lagi. Hyu Won mendongakan kepalanya ke atas. Seketika itu nafasnya tercekat dan matanya membulat dengan besar.

“Kyu Hyun oppa?” pekik Hyu Won setengah menjerit. Kyu Hyun duduk dengan santai di atas pohon. Kaki pria itu menjulang panjang melewati beberapa batang pohon. Pohon itu tidak terlalu tinggi tapi cukup jauh dari tanah. Hyu Won segera menghapus air matanya dengan menarik lengan sweater merah yang ia kenakan. Rasa malu seketika menjalar, ia tak pernah dekat dengan Kyu Hyun setelah usia delapan tahun. Sepanjang hidupnya hanya dihabisi bersama Jino. Jadi mendapati fakta kakak dari pria yang ia sukai kini tahu tentang perasaannya membuatnya takut setengah mati.

“Menangisi Jino?” sindir Kyu Hyun.

Hyu Won menggelengkan kepalanya mencoba mengelak. “Anniyo.” Balas Hyu Won singkat. “Aku harus pergi.” Ucap Hyu Won gusar.

Baru selangkah Hyu Won berjalan, tiba-tiba Kyu Hyun sudah berdiri tepat di hadapannya. Pria itu baru saja melompat dari atas pohon. Hyu Won tercekat sekali lagi. Wajah pria itu begitu dingin. Hyu Won tak pernah akrab dengan Kyu Hyun. Ia bahkan mengungkapkan dengan terus terang pada Jino bahwa ia takut dan tidak suka dengan kakak dari pria itu. Ia merasa setiap kali Kyu Hyun menatapnya, pria itu selalu melempar tatapan kebencian yang mendalam walaupun ia tahu itu hanya perasaannya saja. Tapi Kyu Hyun benar-benar selalu mengintimidasinya. Pria itu tidak pernah berbicara panjang atau sekedar menyapanya. Itulah mengapa ia jauh lebih suka bergaul dengan Jino dan Ahra dibanding dengan Kyu Hyun.

Op-pa?” gugup Hyu Won. Nafas Kyu Hyun menabrak pipi Hyu Won. Hyu Won bahkan tidak berani bernafas, ia menahan nafasnya karena dekatnya jarak wajah pria itu dengan wajahnya.

“Sudah cukup lama aku menunggu, sekarang aku lelah. Sangat lelah Kang Hyu Won.” Bisik Kyu Hyun penuh penekanan. Ia benar-benar mengintimidasi Hyu Won.

“Apa mak-…”

SRETTT

Daun-daun berwarna coklat berguguran dari atas pohon. Angin bertiup membuat bulu kuduk Hyu Won meremang. Tubuhnya bergetar hingga membuat kakinya terasa begitu lemas. Jantungnya berdetak dua kali lebih kencang dari biasanya. Ia merasakan gelenyar aneh di sekujur tubuhnya. Bibirnya terasa begitu basah dan panas. Bahkan rasa panas itu menjalar hingga seluruh wajahnya. Kyu Hyun dengan tanpa tanda-tanda sebelumnya menarik kerah baju Hyu Won hingga membuat tubuh gadis itu menempel pada dada bidangnya. Bahkan tanpa membiarkan gadis itu untuk mencerna semuanya, ia mengecup lembut bibir mungil gadis itu. Awalnya hanya kecupan lembut lalu berubah menjadi semakin dalam dan menuntut. Hyu Won kewalahan menerima serang bertubi-tubi dari pria itu. Dorongan dari dalam dirinya untuk melakukan penolakan membuatnya memberontak dan meronta. Ia mencoba mendorong tubuh besar Kyu Hyun. Nihil. Pria itu justru merengkuh leher gadis itu, ia bahkan meremas rambut gadis itu lalu menarik gadis itu lebih dekat dengan menekan pinggang gadis itu hingga menempel pada tubuhnya. Seolah ia tak membiarkan gadis itu untuk lepas dari sisinya.

HYUNG!”

Suara Jino membuat Hyu Won tersentak. Seringai licik mencuat dari bibir tebal Kyu Hyun, ia segera melepas pagutannya pada Hyu Won. Hyu Won mencoba melepaskan diri dari pelukan Kyu Hyun sambil terengah-engah. Gadis itu mencoba mengatur nafasnya yang tersenggal-senggal. Dengan cepat Kyu Hyun menarik gadis itu lalu merangkul bahu gadis itu.

“Apa?” Tanya Kyu Hyun santai saat ia berhasil membuat tubuh mereka berdua berbalik menghadap Jino. Hyu Won membuang tatapannya ke arah tanah. Ia benar-benar merasa panik dan malu sekarang. Ia baru saja berciuman dengan kakak dari pria yang ia sukai. Sekarang apa yang ada di dalam benak pria itu?

“Kalian…” tanya Jino dengan jari yang menunjuk bergantian antara Kyu Hyun dan Hyu Won. “Kalian bersama?” tanya Jino dengan kerlingan mata. Ia menatap jahil pada sahabatnya dan kakaknya. Hyu Won membenci tatapan Jino yang seperti itu. Ia berharap sedikit saja pria itu marah atau pun cemburu padanya.

“Ti-…”

“Ya. Aku dan Hyu Won bersama. Kami tak perlu ijin darimu, kan?” tanya Kyu Hyun. Tangannya bergerak semakin menarik Hyu Won ke sisinya. Hyu Won hanya diam terpaku saat melihat gadis di samping Jino. Ia tak memiliki tenaga untuk sekedar menyangkal ucapan Kyu Hyun. Gadis di samping Jino, ia manis dan cantik. Dan berada beberapa tahun di bawah usia mereka. Benar-benar gadis impian Jino.

“Ah… Tentu saja tidak perlu, Hyung.” Jawab Jino dengan senyuman. “Dan kau,” ucap Jino lalu menunjuk pada Hyu Won. “Kau berhutang penjelasan padaku, Wonie.” Ucap Jino lalu merangkul bahu gadis di sampingnya.

Kajja Hyo Jin-ah!” Ucap Jino pada gadis itu. “Aku pergi dulu Hyung. Kami ada kencan, jaga Hyu Won. Sampai Jumpa Hyu Won-ah. Selamat bersenang-senang…” ucap Jino lalu berjalan menuju gerbang rumah mereka. Hyu Won menatap Jino yang sudah menghilang di balik gerbang.

“Jino-ya. Cho Jino.” Lirih Hyu Won. Seketika itu juga tubuhnya merosot ke tanah. Air mata tak bisa ia bendung lagi. Kyu Hyun menatap Hyu Won dengan emosi yang mulai memuncak tapi ia segera meredakan kembali emosinya.

“Berdiri.” Ucap Kyu Hyun singkat.

Wae? Mengapa oppa melakukan hal tadi? Sekarang… sekarang Jino semakin jauh.” Ucap Hyu Won dengan isakan. “Mengapa oppa selalu jahat padaku? Mengapa oppa selalu jahat? Mengapa kau tak suka kalau aku berdekatan dengan Jino? Sejak kecil kau selalu mengacaukan kedekatan kami. Mengapa? MENGAPA!” Teriak Hyu Won dengan tangisan. Ia menjadi marah dan benci dengan semuanya.

“Karena aku mencintaimu.” Ucap Kyu Hyun tenang namun penuh dengan penekanan.

Hyu Won membulatkan matanya seketika. Ia mendongakan kepalanya dan menatap Kyu Hyun dengan tidak percaya. Pria berwajah dingin yang selalu mengintimidasinya yang beberapa menit lalu baru saja menciumnya di depan pria yang ia sukai, pria dengan kata-kata yang paling minim, pria yang tak pernah menyapanya. Pria ini… pria ini baru saja mengatakan apa?

“Apa?” Tanya Hyu Won tak percaya.

“Aku mencintaimu. Sejak kita kecil.” Ucap Kyu Hyun dengan tatapan tajamnya. Hyu Won merasakan tubuhnya bergetar. Ia benar-benar terkejut sekarang.

“Tidak mungkin…” geleng Hyu Won.

Kyu Hyun tersenyum tipis lalu meraih tangan Hyu Won. Pria itu lantas menyeret langkah keduanya memasuki rumah. Hyu Won merasa seolah dirinya tak memiliki jiwa lagi, yang ada hanya raga. Pengakuan pria itu benar-benar membuatnya sangat terkejut. Tidak pernah ada tanda sebelumnya, tak pernah ada tanda yang ditunjukan pria itu. Benarkah pengakuan pria itu, pria yang sudah ia anggap sebagai kakaknya sendiri menyatakan cinta padanya? Benarkah pria itu mencintainya? Jika benar, maka pria itu sama tersiksanya dengan dirinya. Ia memendam cintanya pada Jino lalu pria itu memendam cinta padanya. Ia tahu seperti apa rasanya sakit memendam cinta. Benarkah pria itu juga melakukan hal yang sama?

BLAMM

Pintu tertutup kencang. Hyu Won terkejut saat menyadari ia sudah berada di dalam kamar pria itu. Bahkan ia tak menyadari sejak kapan ia berada di sana. Pikirannya terlalu berkecamuk. Sekali lagi, semua ini terlalu tiba-tiba.

Aroma khas kamar anak lelaki langsung tercium oleh hidung Hyu Won. Ini pertama kalinya ia masuk ke dalam kamar pria itu. Aroma kamar pria itu berbeda dengan kamar Jino. Ini tercium begitu dewasa. Berbeda dengan aroma kamar Jino yang terlalu lembut. Beberapa poster Band Coldplay terpampang di sekitar dinding kamar pria itu.

“Ke marilah.” Panggil Kyu Hyun. Hyu Won berjalan dengan ragu mengikuti Kyu Hyun menuju sebuah pintu. Ia tak takut dengan apa yang akan Kyu Hyun lakukan. Pria itu tak akan melakukan hal buruk padanya.

Ceklek

Suara gagang pintu diputar setelah Kyu Hyun membuka kunci pintu itu. Hyu Won menunggu dengan cemas. Ia meremas kedua tangannya dengan gugup.

Kyu Hyun oppa tak akan mengunciku di dalam sini, kan? Gumam Hyu Won di dalam hati. Ia benar-benar tak pernah berada begitu dekat dan lama di samping pria itu. Jadi ini semacam kemajuan ia bisa berada dekat dengan pria itu.

“Tenanglah, aku tak akan melakukan apa pun hal buruk yang ada di dalam kepalamu. Hanya berjalan dan lihat isi ruangan ini.” Ucap Kyu Hyun dengan lembut. Tak ada sosok dingin dan mengintimidasi seperti tadi. Hyu Won merona merah merasa malu dengan pikiran buruk di dalam kepalanya.

Hyu Won memasuki ruangan dengan pelan, kakinya melangkah gugup melewati garis pintu. Kyu Hyun membiarkan Hyu Won berjalan duluan setelah itu dirinya mengekor di belakang. Sedetik setelah Hyu Won memasuki ruangan tersebut, tangannya bergerak menutupi mulutnya yang kini menganga lebar. Hampir semua dinding terpampang wajahnya. Mulai dari tersenyum, marah, menangis, melamun, dan berbagai ekspresi yang Hyu Won bahkan tak pernah sadar pernah melakukan semua itu. Seseorang telah membidik wajahnya. Dan tepat di sisi kanan ruangan, lukisan besar wajahnya tengah tersenyum lebar. Itu membuatnya sedikit terharu.

“Apa ini?” tanya Hyu Won dengan tergagap-gagap. Ruangan ini terlihat seperti galeri seni. Tapi tak ada benda seni lain selain berbagai potret dirinya. Hyu Won melangkah lebih jauh pada meja di tengah ruangan dengan kursi sofa di sekelilingnya. Ada tumpukan album foto di atas meja tersebut. Ia lantas membuka album foto tersebut. Seperti dugaannya, itu semua adalah dirinya. Sejak ia kecil, remaja, hingga memasuki usia dewasa. Ia bahkan tak ingat ia pernah berpose seperti itu.

“Kyu Hyun oppa?” tanya Hyu Won setelah dirinya berbalik dan menatap Kyu Hyun yang kini berdiri di ambang pintu. Pria itu berjalan dengan ringan ke arahnya. Hyu Won menjadi sedikit gugup. Ia berpikir tentang dirinya yang sibuk mengejar Jino sementara Kyu Hyun juga melakukan hal yang sama padanya. Mengapa ia tak pernah peka dengan apa yang Kyu Hyun lakukan? Atau memang pria itu yang tak pernah menunjukannya secara terang-terangan?

“Kyu Hyun oppa, apa maksud semua ini?”

“Aku mengagumimu sejak kecil. Menyukaimu. Mencintaimu. Saat tahu pangeran masa depanmu adalah Jino, hatiku hancur. Aku mencoba mengobati hatiku dengan menganggap itu hanya harapan gadis kecil tapi semua berbeda saat memasuki usia remaja. Kau menunjukan rasa sukamu dengan terang-terangan pada Jino tapi ia bahkan tak menyadarinya. Ia bodoh… dan aku bersyukur atas hal itu. Kau begitu dekat dengan Jino dan begitu takut padaku. Benar?” suara Kyu Hyun terdengar sendu. Hyu Won ikut merasakan pedih dari suara pria itu.

Hyu Won bersemu merah, “Ya.” Balasnya pelan. “Maafkan aku,” sambung Hyu Won lagi.

Kyu Hyun terkekeh. “Gweanchanna, sekarang kau sudah tahu semuanya. Aku lelah memendam rasa cintaku padamu. Aku lelah bila hanya diam di dalam ruangan ini dan mengangumi hasil fotoku. Aku lelah hanya memandang Hyu Won virtualku. Aku ingin kau. Kau yang nyata.” Ucap Kyu Hyun dengan penuh perasaan.

Oppa, ini sangat menyetuhku. Ini semua sangat membuatku terkejut. Kau menyimpan semuanya. Semua potret diriku. Sedalam itukah? Aku dan kau sama-sama tahu bagaimana sakitnya memendam perasaan. Maafkan aku karena tidak peka, aku bodoh sama seperti Jino.” Ucap Hyu Won lirih. Perasaannya berkecamuk. Beberapa jam yang lalu ia masih memuja Jino dan kini rasa kagumnya menumpuk pada pria di depannya. Ia tak bisa mengatakan ia jatuh cinta pada pria itu tapi ia memiliki perasaan bergetar di dalam dadanya.

Kyu Hyun meraih tangan Hyu Won. Ia lantas mencium buku-buku jari gadis itu. Hyu Won hanya membeku tak tahu harus berbuat apa. Dengan lembut Kyu Hyun menarik tubuh Hyu Won ke dalam sisinya. “Ya. Kau benar, kita sama-sama tahu beagaimana rasanya memendam perasaan. Sekarang kau sudah tahu bagaimana perasaanku. Aku mohon mulai sekarang lihatlah aku. Jangan pernah menoleh ke belakang. Jangan pernah melihat Jino lagi. Ada aku. Ada aku sekarang, Hyu Won-ah. Lihatlah aku. Hanya aku.” Ucap Kyu Hyun dengan penuh perasaan. Hyu Won mengepalkan tangannya dengan ragu sebelum akhirnya ia membalas pelukan Kyu Hyun.

“Ya. Aku mungkin bisa mencobanya. Gomawo, oppa.” Ucap Hyu Won sebelum akhirnya menempelkan kepalanya tanpa beban pada dada Kyu Hyun. Kyu Hyun tersenyum setelah mendengar ucapan gadis itu. Sekarang Kyu Hyun tahu, ia hanya harus berjuang untuk membuat gadis itu selalu melihat padanya. Hanya padanya. Seperti bunga matahari yang akan selalu melihat ke satu arah, ke arah matahari.

THE END

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

11 Comments (+add yours?)

  1. naulidessy
    Aug 08, 2015 @ 18:38:50

    Huaaaaaa…ini manis seperti gula…
    Aku suka author…adakah sequelny

    Reply

  2. shoffie monicca
    Aug 08, 2015 @ 19:53:57

    athorr ada sequel nya ngga..ini ff bkin trharu huaaa ak mau donk kyuppa

    Reply

  3. uchie vitria
    Aug 08, 2015 @ 20:34:04

    ohhh pantes aja blog yang lama kamu gk bisa saengi jadi begitu ya
    heummm akhirnya happy ending juga
    kyuhyun bisa menyakinkan hyu won buat menerima cintanya
    cinta yang lama terpendam

    Reply

  4. esakodok
    Aug 08, 2015 @ 22:32:24

    ayo bang kyuu..perjuangkan terus kisah cintamu

    Reply

  5. aryanahchoi
    Aug 09, 2015 @ 05:43:20

    oh kyu sweet bgt^^ hallo eon ktmu gue lgi

    Reply

  6. sratna
    Aug 09, 2015 @ 10:55:09

    Waaah…keren banget ceritanya bagus🙂
    Kyu sweet banget
    Sequelnya boleh tuh diadain

    Reply

  7. arni07
    Aug 09, 2015 @ 20:16:54

    lucu pas kyuhyun menjailin mereka waktu kecil,akhir kyuhyun menyatakan perasaannya yg terpendam sejak kecil

    Reply

  8. haekyulie
    Aug 10, 2015 @ 07:31:06

    sweet!!!! love the story line❤
    suka! suka!

    Reply

  9. liiaacho
    Aug 10, 2015 @ 20:45:13

    sepertinya harus ada sequel nya kyuhyun diam” sweet bnget

    Reply

  10. Laili
    Aug 10, 2015 @ 23:49:49

    so sweet….
    kayak judulnya “unexpected love”

    Reply

  11. Memey
    Aug 12, 2015 @ 10:47:55

    Mrinding bacanya 😁 kyu sweett 💞

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: