Are You Ghoul? [1/?]

ARE YOU GHOUL?

Title : Are You Ghoul? PART 1

Author : Fanynda Kim

Leght : Long Story

Cast :

  • Lee Dong Hae
  • Song Ji Ae (OC)
  • Super Junior’s Members
  • Etc

Genre: Romance, Fantasy, Kekerasan

PG : 15

“FF ini terinspirasi dari sebuah Anime yang baru saja saya tonton. Tokyo Ghoul. Thanks for My friend Donghae’s GF hahaha. Yang sudah memberikan saya Anime ini \*-*/ Arigatou Gozaimasu , Dan kepada member SJ gw pinjam namanya dulu yaa *-* Gomawoo~ Aishiteruyo

 

“A..Apa yang kau lakukan disana?”

Pria itu menatapnya tajam wanita yang ada didepannya, lalu mengusap darah yang ada dibawah bibirnya.

“Bukan urusanmu!”

“Kau.. Kau Lee Donghae bukan? Kenapa kau berdarah?”

“Sudah kubilang bukan urusanmu!” Teriak pria itu. Lalu pergi meninggalkan wanita itu.

Wanita itu terdiam. Dirinya masih bertanya-tanya. Ada apa sebenarnya?

**

“Sudah berapa orang kau mangsa hari ini?”

Donghae langsung menatap pria yang ada didepannya.

“Hanya satu Hyung”

“Seharusnya kau tidak mencari makan seperti itu Lee Donghae, jika kau benar-benar lapar, kau bisa meminta bantuan Jong Woon untuk membantumu mencari makanan. Kita seharusnya tidak mengganggu orang-orang” Pria itu tersenyum.

“Maafkan aku Hyung. Tiba-tiba saja tubuhku mengendalikan diriku. Aku tidak tahu harus berbuat apa”

Pria itu tersenyum lagi, menunjukkan dimplenya yang berada didekat bibirnya.

“Aku mengerti.Yasudah. lebih baik kau istirahat saja. Kau sudah banyak mengeluarkan energimu malam ini”

Donghae tersenyum, Senyuman Hyungnya itu benar-benar membuat hatinya tenang.

**

“Ibu~ Aku pergi” Ucap Ji Ae sambil menutup pintu rumahnya. Keningnya mulai berkerut. Kenapa dia tadi malam bertemu dengan Lee Donghae? Kenapa wajah pria itu banyak sekali ditemukan bercak darah?

“Song Ji Ae! Selamat pagi~”

Ji Ae membalikkan tubuhnya. Kerut didahinya seketika menghilang. Senyumnya mengembang.

“Selamat pagi Ming!”

Pria itu tersenyum, lalu berlari kecil menghampirinya.

“Kenapa jalanmu lama sekali tadi? Aku yakin, kau pasti sedang memikirkan sesuatu. Apa itu?”

“Ah tidak~ aku hanya memikirkan hal yang tidak penting”

Pria itu langsung tersenyum lagi. “Jika itu membebanimu. Kau bisa menceritakannya kepadaku. Siapa tahu sahabatmu ini akan membantu”

“Haha, tentu saja aku akan menceritakannya Lee Sungmin”

**

“Kau sudah mendengar berita pagi ini Hae?”

Donghae menggeleng pelan. Tangannya terus mengaduk-aduk Juice jeruk yang ada dihadapannya.

“Kau tahu Ghoul?”

Donghae langsung tersedak, pria itu lalu menghirup nafas panjang, dan kembali menormalkan tubuhnya.

“Aku tidak tahu. Apa itu?”

Pria yang bernama Sehun itu langsung menatap Donghae bingung. Apakah sahabatnya itu tidak memiliki televisi dirumahnya? Bukannya berita ini sudah tersebar diseluruh penjuru Korea Selatan?

“Oh Lee Donghae. Makanya sesekali kau melihat televisi. Baiklah aku akan menjelaskannya kepadamu. Hmm~ sebenarnya aku sudah tahu Ghoul sebelum ditayangkan di televisi. Aku hampir tidak percaya. Aku baru saja menonton Animenya. Aku mendapatkannya dari Sungmin. Kau tahu kan dia penggila Anime?” Sehun menghentikan kalimatnya.

Donghae mengangguk pelan, dia terus menggigit bibir bawahnya.

“Judul Anime yang kulihat itu adalah Tokyo Ghoul. Ghoul itu sejenis monster pemakan manusia. Yah bisa dibilang dia juga Kanibalisme. Sangat mengerikan bukan? Apalagi kalau dia mengeluarkan Quinquenya. Semacam senjata bagi para Ghoul. Oh itu sangat menyeramkan. Akhir-akhir ini kulihat banyak sekali tulang belulang manusia ditemukan. Tubuhnya benar-benar tidak utuh. Apakah para Ghoul sekejam itu?” Sehun lalu menghentikan kalimatnya ketika melihat wajah Donghae “Hei Lee Donghae! Kenapa wajahmu pucat seperti itu? Kau sakit?” Sehun langsung memandang Donghae dengan tatapan heran.

“Tidak.. Tidak apa-apa. Aku hanya sedikit kelelahan saja”

“Lebih baik kau memakan ini. Minuman ini dapat mengurangi lelahmu. Ayo minumlah”

Donghae menatap sebotol minuman berwarna hijau yang ada dihadapannya.

“Mengapa kau hanya memandangnya saja? Ayo minumlah, tak usah sungkan seperti itu”

Donghae lalu menatap Sehun yang berada didepannya.

“Baiklah aku akan meminumnya. Terima kasih” Tangan kanan Donghae lalu mengambil botol air minum hijau itu, membuka tutupnya lalu meneguknya perlahan.

“Bagaimana? Kau menjadi lebih segar bukan?”

“Ya. Terima kasih atas minumannya. Oh ya, aku ketoilet dulu ya” Ucap Donghae lalu berdiri dari kursinya.

“Aku mau masuk kekelas. Jika kau sudah selesai langsung kekelas saja ya”

Donghae mengangguk, lalu melangkahkan kakinya pergi dari meja itu.

**

“Aku mohon, ayo keluarlah..”

Sekali lagi Donghae memukul dadanya. Tubuhnya sudah bergetar hebat.

‘Huek’

Donghae menghela nafas, perasaannya sudah lega. Cairan hijau itu sudah keluar sekarang. Kenapa minuman itu terasa sangat menjijikkan? Setelah selesai mengeluarkan cairan hijau itu dari dalam tubuhnya Donghae lalu keluar dari dalam toilet itu.

“Benarkah Ghoul itu sangat menjijikkan dimata manusia? Siapa yang telah membuat kehebohan dikotanya ini? Apakah kelompok itu lagi?” Donghae menghentikan kalimatnya saat menyadari dia sudah berada didepan kelasnya.

“Aku akan mencari tahu hal itu” Gumamnya lagi, lalu melangkahkan kedua kakinya memasuki ruang kelas.

“Whoaaa~ Ini semua koleksimu?” Ucap Ji Ae takjub. Dia benar-benar sangat terkejut melihat apa yang ada dihadapannya sekarang.

“Ya, itu semua koleksiku. Jika kau tertarik, kau boleh meminjamnya dan membawanya pulang”

“Sejak kapan kau mengumpulkan semua ini?”

“Sejak aku mulai menyukai buku-buku”

“Wah wah~ kau benar-benar hebat Lee Sungmin!” Ucap Ji Ae, matanya terus memandang seisi ruangan itu. Beberapa rak buku ekstra besar berjejer rapi . Semuanya dipenuhi oleh buku-buku maupun komik. Didindingnya tertempel beberapa lemari kaca yang cukup besar yang berisi segara jenis DVD.

“Ji Ae, kau boleh melihat-lihat dulu. Aku akan menyiapkan minuman untukmu”

Ji Ae mengangguk, lalu Sungmin pun berjalan pergi meninggalkannya.

“Sherlock Homes, Naruto…. Wha~ dia punya segalanya. Komik, Novel, dan buku-buku lainnya. Darimana dia mendapatkan ini semua? Sungmin benar-benar menakjubkan!” Ji Ae terus bergumam, sambil melihat-lihat semua koleksi Sungmin.

‘Bruk’

Ji Ae sedikit terkejut, saat dia hendak mengambil salah satu Novel koleksi Sungmin tangan kirinya tak sengaja menjatuhkan beberapa buku lainnya.

“Oh tuhan Ji Ae~ kenapa kau ceroboh sekali?” Tanya Ji Ae kepada dirinya sendiri. Wanita itupun berjongkok untuk mengambil buku-buku yang jatuh tadi. Tiba-tiba kedua tangannya terhenti saat melihat sebuah buku tebal.

“A Ghoul?”

Ji Ae terus memandang buku tebal itu.

“Kenapa buku ini covernya sangat menyeramkan? Ghoul? Sepertinya aku pernah mendengar tentang ini sebelumnya. Tapi dimana?”

“Ji Ae~ Jika kau sudah selesai memilih buku-buku itu, keluarlah. Aku sudah selesai membuatkan minuman untukmu”

Ji Ae tersentak kaget mendengar suara Sungmin. Dengan cepat disusunnya kembali buku-buku itu. Tak lupa, dia meminjam buku tebal yang berjudul ‘A Ghoul’ itu.

**

“Sekarang kenapa semua stasiun televisi menyiarkan tentang Ghoul? Ada apa sebenarnya?” Pria yang bernama Hyuk Jae membuka pembicaraan.

“Aku tidak tahu. Sepertinya kelompok Kurogo mulai beraksi lagi” Seorang pria lain yang bernama Ryeowook menjawab.

“Wah! Jika benar kelompok Kurogo itu mulai beraksi lagi ini bisa gawat!” Pria bertubuh besar yang sedang membersihkan meja ikut dalam pembicaraan tersebut.

“Kau benar Shindong Hyung!. Bagaimana jika mereka menyebabkan pemburu Ghoul datang mengawasi kota kita ini?”

“Itu sudah terjadi Hyuk Jae” Seorang pria berjalan mendekati mereka bertiga.

“Jung Soo Hyung?”

“Aku dari luar. Kulihat sekarang kota sedang panic, Polisi-polisi para pemburu Ghoul itu sudah datang kekota kita”

“Jadi bagaimana kita sekarang? Apakah kita harus menutup kafe ini dan pindah kedaerah lain?”

Jung Soo tersenyum “Kau tidak perlu panik seperti itu Wookie. Kita akan aman jika kita tidak membuat masalah. Kafe Aidee ini tidak akan kita tutup”

‘Kring’

Seketika keheningan terjadi. Sekarang mata keempat orang itu tertuju kepada pintu. Siapa yang datang? Pelanggan kah? Apakah dia mendengar semua pembicaraan tadi?

Seorang pria berjaket hitam muncul dari balik pintu.

“Ada apa?” Tanya pria berjaket hitam itu setelah menutup pintu, menatap heran keempat orang yang ada didepannya.

“Oh Jong Woon Hyung! Kau membuat kami berdebar!”

“Kenapa kalian posisinya seperti itu? Apa yang sedang kalian bicarakan?”

“Kami sedang membicarakan tentang para Ghoul yang sudah membuat keributan di Seoul ini” Jawab Shindong.

“Keributan? Maksudmu berita tentang ditemukannya banyak mayat akhir-akhir ini?”

“Ya”

“Kau tidak membunuh banyak orang akhir-akhir ini kan Hyung?”

Jong Woon menatap Ryeowook dingin.

“Tentu saja tidak, bodoh!”

“Aku yakin, kelompok pengacau itu telah melakukan semua ini” .

“Kau tidak perlu berburuk sangka Hyuk Jae. Kelompok Kurogo sudah lama menghilang. Tidak mungkin mereka datang lagi” Ucap Jung Soo.

“Kudengar juga ketua kelompok itu sudah mati. Lebih baik kalian bubar saja. Tidak perlu memikirkan hal ini” Ucap Jong Woon

“Jong Woon benar. Lebih baik kalian meneruskan kerja kalian. Sebentar lagi pelanggan akan datang” Ucap Jung Soo

“Ya.. Ya. Baiklah Hyung” Jawab Hyuk Jae. Lalu kumpulan orang tadi bubar seketika.

**

Donghae terus melangkahkan kakinya, matanya terus tertuju kedepan. Melihat orang-orang yang berlalu lalang. Tercium aroma yang sangat membuatnya menjadi berdebar. Sekarang tubuhnya benar-benar mulai bergetar.

“Bedebah! Kenapa aku merasa lapar lagi?” pekiknya dalam hati.

“Oh tubuhku..” Donghae lalu berlari kearah gang yang gelap.

“Aku benar-benar sudah tidak tahan lagi! Ini gila!” Donghae berteriak keras. Sekarang kedua kakinya tak kuat menahan tubuhnya. Tubuhnya menjadi melemah.

“Oh tidak~ jangan sekarang..” Teriak Donghae lagi. Matanya menjadi berubah warna menjadi merah menyeramkan.

“Aku butuh daging! Hhh~ Hhh~ Daging..”

Donghae menatap sekitarnya. Gelap. Seketika itu tubuhnya menjadi tersentak.

“Oh Lee Donghae! Sadarlah! Kau tidak boleh melakukan ini. Jung Soo Hyung pasti marah kepadamu. Sadarlah” Pekik Donghae dalam hatinya.

Donghae menarik nafas perlahan, dan menutup kedua matanya. Berusaha menetralkan tubuhnya.

“Hei! Apa yang kau lakukan disana?”

Dada Donghae langsung berdebar. Dengan refleks pria itu langsung membuka matanya.

“Kau tak apa disana? Keringatmu deras sekali keluar”

Donghae masih menatap seseorang yang tidak jauh darinya itu. Beruntung matanya sudah kembali normal. Bukankah itu teman sekelasnya?

“Perlu kubantu?”

“Jangan mendekat!” Teriak Donghae kepada wanita itu.

“Ke.. Kenapa?”

“Sudahlah! Lebih baik kau pergi saja!” Teriak Donghae.

“Waeyo?” Wanita itupun berjalan mendekat kearahnya.

Donghae menelan salivanya. Aroma lezat sudah tercium dihidungnya yang tajam. Tubuhnya mulai bergetar.

“Aku mohon~ jangan mendekat” Ucapnya lagi. Tetapi wanita itu terus berjalan kearahnya.

“Ji Ae!”

Wanita itu langsung menghentikan langkah kakinya, dan berbalik kebelakang.

“Sungmin?”

“Apa yang kau lakukan disana?”

“Aku hendak menolong pria ini. Teman sekelas kita”

“Pria? Yang mana?” Tanya Sungmin bingung.

“Ini…” Kalimat Ji Ae terhenti ketika melihat pria yang tadi dibelakangnya sudah menghilang.

**

“Jong Woon Hyung!” Teriak Donghae ketika tangannya sudah membuka pintu kafe, dan itu membuat semua orang yang ada didalam kafe itu menatap Donghae heran.

“Lee Donghae! Bisakah kau tidak berteriak seperti itu?” Ucap Hyuk Jae setelah mengantarkan pesanan pelanggan.

“Dimana Jong Woon Hyung?” Tanya Donghae buru-buru.

“Dia ada diatas. Ada urusan apa kau…” Kalimat Hyuk Jae terhenti saat melihat lawan bicaranya sudah berlari keatas.

“Ada apa dengan Donghae? Kenapa dia buru-buru seperti itu?” Tanya Shindong heran.

“Aku tidak tahu” Jawab Hyuk Jae, lalu melanjutkan aktivitasnya.

“JongWoon Hyung! Eodisseoyo?” Teriak Donghae.

“Lee Donghae! Jangan berisik seperti itu!” Terdengar suara pria dari balik pintu kamar mandi.

“Arrasseo Jung Soo Hyung! Oh ya kau tahu dimana Jong Woon Hyung?”

“Mungkin dia ada didalam kamarnya”

“Oh Thanks Hyung” Teriak Donghae lalu berjalan kearah ruangan Jong Woon.

“Jong Woon Hyung! Kau didalam?” teriak Donghae sambil memukul-mukul pintu Jong Woon.

Beberapa detik kemudian pintu itupun terbuka.

“Kenapa kau berisik sekali?”

Donghae menghela nafas, lega.

“Maafkan aku. Hyung tolong temani aku ketempat kau biasa mendapatkan makanan. Aku sangat kelaparan sekarang. Aku sungguh tidak tahan lagi”

Jong Woon menatap mata Donghae. “Bukankah kau tadi malam sudah makan?”

“Aku tidak tahu. Aku merasa sangat lapar sekarang. Apakah ini disebut masa pertumbuhan?”

Jong Woon hanya memandang diam.

“Hyung~ Ayolah…”

Jong Woon menghela nafasnya “Baiklah. Aku akan menemanimu. Lebih baik kau ganti dulu seragammu itu”

Donghae tersenyum. Dengan cepat dia berlari kekamarnya.

**

“Hyung. Mau kemana kita?”

Jong Woon hanya diam. Matanya masih fokus kedepan.

Donghae mendengus pelan. Memang, dari mereka berenam yang tinggal di Aidee itu hanya Jong Woonlah yang tidak banyak bicara, dan juga dia yang paling kuat diantara mereka berenam. Jong Woon sangat misterius.

“Sudah sampai”

Donghae memandang sekelilingnya. Sepi. Terlihat disisinya adalah tebing yang terjal.

“Mau apa kita kesini?”

“Kau mau makan bukan?”

Donghae mengangguk pelan. “Tapi tidak ada siapapun disini”

Jong Woon menatap Donghae.

“Lihat disana. Kau melihat seorang pria yang sedang berdiri bukan?”

Donghae mengangguk.

“Makanlah”

Donghae langsung menatap mata Jong Woon.

“Kau mau aku membunuhnya? Tapi Jung Soo Hyung bilang…”

“Kau mau daging yang segar bukan? Lagipula sebentar lagi dia juga akan mati”

Donghae menatap Jong Woon lagi. Setelah itu dia berlari kecil menuju pria itu.

1 menit kemudian terdengar erangan keras. Jong Woon hanya melihat dari dalam mobil. Setelah itu, diapun menginjak pedal gasnya dan mendekat kepada Donghae.

Pria itu terlihat sangat menyeramkan. Pakaiannya penuh darah. 3 buah ekor besar muncul dipunggungnya. Matanya memerah. Giginya sudah menyerupai taring.

Setelah Donghae menyantap tulang terakhir. Dirinyapun langsung terduduk diatas pasir disamping jalanan itu.

Jong Woon lalu keluar dari mobil. Matanya menjadi memerah. Dipunggungnya keluar seperti akar-akar pohon besar yang sangat banyak.Akar-akar itu lalu menusuk perut Donghae sehingga pria itu berteriak kesakitan.

“Hyung.. Kau..” Teriak Donghae, ketiga ekor merahnya mulai bereaksi. Berusaha untuk menghancurkan Jong Woon.

Jong Woon berhasil mengelakkan serangan Donghae tanpa bergerak sedikitpun. Pria itu memang sangat kuat. Akar-akar besar dari tubuh Jong Woon berhasil melilit tubuh Donghae sehingga sekarang tubuh pria itu sudah berada diatas. Didalam lilitan Jong Woon. Beberapa detik kemudian, Jong Woon langsung menghempaskan tubuh Donghae keaspal, sehingga membuat tubuh Donghae terpental, dan mengakibatkan pria itu tidak sadarkan diri.

Jong Woon berjalan kearah Donghae. Lalu menarik tubuh pria itu, memasuki mobilnya.

**

“Jong Woon Hyung! Ada apa dengan Donghae?” Tanya Ryeowook heran setelah membukakan pintu belakang untuk Jong Woon.

“Dia makan terlalu banyak, jadi..”

“Kau tidak benar-benar menghancurkan tubuhnya bukan?”

Jong Woon memandang Ryeowook “Hampir” Jawabnya. Lalu menyerahkan tubuh Donghae kepada Ryeowook. Ryeowook hanya memandang heran Jong Woon.

**

A Ghoul

Ji Ae terus memandang buku besar yang ada dihadapannya. Dirinya masih penasaran, Ghoul? Tangan kanan Ji Ae pun langsung mengambil buku besar itu. Tangannya mulai membuka halaman pertama.

Ghoul, seorang monster yang menyerupai manusia…

Kening Ji Ae berkerut. Monster menyerupai manusia? Dongeng apalagi ini?

“Ji Ae.. Kau tidak makan malam?” Teriak seorang wanita dari balik kamar Ji Ae.

Ji Ae langsung menutup buku besar itu dan keluar dari kamarnya.

“Diberitahukan kepada seluruh masyarakat Seoul agar berhati-hati ketika keluar rumah. Sekarang Ghoul ada dimana mana. Sekarang para polisi dan juga pembasmi Ghoul sedang berjaga-jaga disetiap sudut kota”

Ji Ae langsung melihat televisi yang tertempel didinding.

“Ghoul? Issue apalagi itu? Ibu, apakah benar ada Ghoul?” Tanya Ji Ae heran.

“Entahlah. Tetapi lebih baik kita berjaga-jaga saja”

“Tetapi bukankah Ghoul itu juga seperti manusia? Kenapa kita harus mengusik mereka? Bukankah mereka mendapatkan hak hidup yang sama dengan kita?”

“Ji Ae. Lebih baik kau makan saja makananmu. Jangan banyak bicara. Ghoul itu makhluk yang paling dibenci didunia ini. Apakah kau sudah tidak waras sehingga menyamakan Ghoul dengan manusia?”

Ji Ae langsung terdiam saat mendengar kalimat dari ibunya.

**

“Aku merasa harus menyiksa seseorang. Bisakah kau bawakan seseorang kehadapanku sekarang?”

“Baiklah. Akan saya carikan seseorang”

“Saya tidak mau wanita! Dia terlalu lemah. Kau tahu? Pria bertubuh besar dan tampak kuat”

“Tetapi.. Sepertinya para polisi sudah berjaga-jaga diseluruh sudut kota”

“Kau takut kepada polisi-polisi lemah itu? Mereka hanyalah seekor nyamuk yang selalu tampak kuat dari luarnya. Sekarang kau lebih takut denganku atau dengan polisi-polisi dungu itu?”

“Saya mengerti!” Ucapnya, lalu pergi.

“Hei kau! Sepertinya persediaan makan malam kita sudah habis. Bisakah kau carikan beberapa tulang?”

“Ya. Saya mengerti”

**

“Telah ditemukannya mayat tanpa tulang didekat sungai. Diduga ini adalah ulah dari para Ghoul”

Mata Donghae langsung melihat televisi yang tertempel didinding sudut kafe.

“Wah~ Ghoul memang tidak memiliki perasaan ya” Ucap seorang wanita kepada kedua teman wanitanya yang ada didepannya.

“Aku setuju. Mengapa para Ghoul itu harus ada dimuka bumi ini? Sangat menjijikkan. Menyusahkan manusia saja”

Tubuh Donghae refleks bergetar hebat saat mendengar kalimat itu. Hyuk Jae yang sedang membersihkan meja langsung berlari kearah Donghae ketika melihat wajah pria itu sudah sedikit berubah. Hyuk Jae tahu, Donghae mendengar kalimat yang dikatakan wanita tadi.

“Donghae, kau sudah pulang? Bagaimana jika kau cepat bertukar baju lalu membantu kami disini? Shindong Hyung hari ini tidak bisa masuk. Katanya dia sedikit pusing”

“A.. Aku mengerti” Ucap Donghae tersadar. Bersyukur Hyuk Jae membuat dirinya tersadar. Jika tidak, dia akan mengeluarkan Quinque nya dan sudah pasti membunuh para wanita tadi. Donghae pun langsung berlari keatas,untuk mengganti pakaiannya.

“Dia memang susah mengendalikan emosinya” Ucap Jung Soo.

“Kau benar Hyung”

**

Donghae masih merasa heran, kenapa akhir-akhir ini banyak sekali mayat ditemukan? Jika Ghoul lain melakukannya, itu tidak mungkin sebanyak itu. Donghae masih sangat penasaran, siapa pelaku sebenarnya?

Setelah selesai berganti pakaian, Donghae langsung berjalan menemui Jung Soo yang sedang membuat Coffee.

“Hyung?”

“Mmm?”

“Aku mau bertanya”

“Tentang apa?” Tanya Jung Soo, setelah meletakkan Coffee tadi kenampan dan langsung diantar oleh Ryeowook.

“Kelompok kematian itu”

“Maksudmu Kurogo?” Jung Soo mulai membuat Coffee lagi.

Donghae mengangguk.

“Kenapa kau mau bertanya soal mereka?”

“Ah tidak~ ini tidak terlalu penting. Tetapi aku sangat penasaran. Feeling ku, merekalah yang membuat masalah besar ini”

“Feeling para Ghoul memang sangat kuat Hae, tetapi sepertinya itu mustahil. Kudengar, ketua kelompok itu sudah mati terbunuh”

“Terbunuh?”

“Ya, tapi ah~ tidak tahulah. Aku juga kurang tahu tentang itu. Antara terbunuh sama bunuh diri”

“Hyung, ketuanya itu tidak mungkin bunuh diri”

Jung Soo mengangguk. “Ya kau benar. Berarti dia terbunuh”

“Oleh siapa?”

“Aku tidak tahu” Jung Soo lalu menghentikan aktivitasnya, karena coffee yang tadi dibuatnya sudah selesai. Kedua tangannya langsung meletakkan segelas coffee itu kenampan, dan kali ini Hyuk Jae yang mengantarkan nampan itu.

“Kau penasaran dengan mereka?”

Donghae mengangguk.

“Lebih baik kau tidak berurusan dengan mereka Hae. Walaupun Kurogo benar-benar pemain dibalik kasus ini”

“Tapi Jung Soo Hyung, aku benar-benar ingin mencari tahu tentang mereka”

Jung Soo tersenyum “Jika itu kemauanmu, aku tidak bisa melarang. Tetapi ingatlah. Nyawamu hanya bisa dijaga oleh tubuhmu sendiri”

Donghae mengangguk. Lalu pergi untuk membantu Hyuk Jae dan Ryeowook.

**

Ghoul adalah seorang pemakan manusia, mereka akan sangat jijik jika melihat makanan para manusia. Seperti ibaratkan kita memakan daging sapi, bagi mereka daging sapi itu seperti daging mayat yang sudah membusuk, sedangkan daging mayat terlihat seperti daging sapi panggang dimata mereka…

Ji Ae menarik nafas perlahan. Benarkah? Mayat? Apakah itu tidak salah?

Ghoul bisa dimana saja, dan bisa bersatu dengan para manusia. Sangat susah membedakan antara manusia dengan Ghoul, karena mereka sudah mengetahui bagaimana menjadi manusia. Jika kalian memberi mereka makan, mereka akan senantiasa menerimanya tanpa melihat makanan yang kalian sediakan itu terlihat menjijikkan, walaupun sebenarnya mereka mual melihatnya. Itulah Ghoul.

Para Ghoul biasanya bisa bertahan selama seminggu tanpa makan, setelah memakan daging manusia. Jika mereka sudah sangat lapar, para Ghoul tidak akan bisa mengendalikan tubuhnya.

Ji Ae membalik kertas buku itu, membaca halaman selanjutnya.

Kau tahu Quinque? Itu adalah semacam senjata bagi para Ghoul. Ibaratkan sebuah pistol bagi para polisi. Tetapi Quinque itu adalah bawaan lahir para Ghoul dan kekuatannya sangat besar. Quinque itu dapat berupa sayap, ekor, dan sebagainya.

Tanda-tanda jika mereka sudah kelaparan adalah mata mereka berubah menjadi merah menyeramkan. Tubuh mereka akan mengeluarkan banyak keringat..

Ji Ae menghentikan bacaannya. Diliriknya Jam yang menggantung diatas pintu kamarnya. 11.30 PM. Sudah sangat larut malam. Dia harus tidur sekarang.

“Ghoul? Benarkah itu nyata? Darimana si penulis mengetahui semua itu? Quinque? Nama aneh apa itu? Mengapa aku menjadi penasaran begini?” Gumam Ji Ae dalam hati.

“Benarkah Ghoul wajahnya menyeramkan?” Gumamnya lagi, dan akhirnya Ji Ae pun terlelap.

**

“Donghae! Apakah kau sudah selesai mengerjakan tugas Matematika?”

Donghae melirik pria yang duduk disampingnya. “Tugas yang mana?”

Pria itu membelalakkan matanya “Kau tidak mengerjakan tugas itu? Kau tahu! Soal-soalnya sangat sulit. Aku aja sudah setres mengerjakannya semalaman. Aku hanya mampu mengerjakan sampai 5 Soal”

“Matematika jam keberapa?”

“Pertama”

“Berapa menit lagi jam masuk?”

“Hmm…” Pria itu melirik Jam diatas papan tulis. “10 menit lagi”

“Sehun, Aku pinjam buku cetak matematikamu”

“A.. Apa? Kau mau mengerjakannya sekarang? Kau serius?”

“Sudahlah, jangan banyak tanya. Aku pinjam sebentar”

Dengan cepat pria yang bernama Sehun itu langsung mengambil buku yang ada didalam tasnya dan memberikannya kepada Donghae.

Sehun hanya memandang Donghae, sambil sesekali melirik jam yang terus berputar. Mana mungkin dia bisa menyelesaikan 10 soal sulit itu.

“Sehun?”

“Ya?” Ucap Sehun membalikkan tubuhnya.

“Aku sudah selesai. Kau bisa melihat milikku sekarang”

Sehun menatap Donghae tidak percaya, sekali lagi diliriknya Jam. Betapa terkejutnya Sehun ketika melihat jarum di jam itu, 5 Menit. Donghae hanya mengerjakan Soal itu selama 5 menit. Ini benar-benar gila. Pantas saja dia selalu menjadi juara satu disekolah ini.

**

“Terima kasih banyak Lee Donghae! Aku sangat beruntung memiliki teman sepertimu. Semua orang dihukum karena tidak selesai mengerjakan PR. Aku benar-benar bersyukur”

Donghae hanya tersenyum, sesekali memasukkan kentang goreng pesanannya kedalam mulutnya.

“Kau sudah mendengar berita? Para Ghoul gila itu beraksi lagi”

Donghae langsung tersedak ketika mendengar kalimat itu, dengan cepat diraihnya Coffee pesanannya dan langsung meminumnya.

“Kau tidak apa-apa?”

Donghae mengangguk . “Tak apa. Lanjutkanlah ceritamu. Ada apa dengan para Ghoul gi.. gila itu?”

Sehun meminum jus strawberry pesanannya, lalu menatap Donghae lagi. “Tentang ditemukannya mayat tidak bertulang. Kau sudah dengar berita itu?”

“Ya, aku mendengarnya”

“Siapa yang telah melakukan semua itu? Ghoul apakah sekejam itu?”

“Ghoul memang kejam”

Donghae dan Sehun langsung melirik kesumber suara.

“Lee Sungmin?”

“Bolehkah kami bergabung?” Tanya Sungmin.

“Ya, silahkan saja” Jawab Sehun sambil tersenyum.

“Ji Ae, kita duduk disini saja” Ucap Sungmin kepada wanita yang ada dibelakangnya.

Setelah mereka berdua duduk, dengan posisi Sungmin berada disamping Sehun, dan Donghae berada disamping Ji Ae.

Ji Ae menatap Donghae, apakah pria disampingnya ini termasuk Ghoul? Tiba-tiba saja dia tersenyum sendiri. Itu sangat tidak mungkin. Tetapi Donghae adalah orang yang paling pendiam dikelas, tidak banyak bicara dan sangat dingin. Bahkan Ji Ae tidak tahu apakah pria itu mengetahui namanya atau tidak.

Mereka memang sekelas dari awal Ji Ae masuk sekolah ini sampai mau tamat seperti ini. Tetapi sekalipun dia tidak pernah mendengar bahwa Donghae memanggil namanya.

Tiba-tiba saja mata Donghae menatap mata Ji Ae yang sedang menatapnya. Seketika dada Ji Ae berdebar keras. Oh tuhan~ malunya dia.

“Baiklah, tadi apa yang sedang kalian bicarakan? Tentang Ghoul? Sepertinya seru” Ucap Sungmin memulai pembicaraan.

“Masalah Ghoul yang membuat mayat tidak bertulang itu. Sekejam itukah para Ghoul?”

“Tentu saja! Dari semua buku yang kupunya tentang Ghoul, Ghoul itu adalah sosok yang sangat menyeramkan. Tidak punya perasaan dan..”

“Ghoul pasti punya perasaan!”

Seketika tiga orang pria itu menatap Ji Ae. Donghae memandang bingung wanita itu.

“Ghoul itu juga makhluk hidup bukan? Kenapa kalian terus menjelek-jelekkan para Ghoul? Bagaimana jika yang membuat mayat tak bertulang itu bukan dari Ghoul?”

Sungmin menaikkan sebelah alisnya, lalu tertawa.

“Oh tuhan Ji Ae~ Bagaimana seseorang yang memakan daging manusia kau bilang memiliki perasaan?”

“Ghoul juga butuh makanan bukan? Bagaimana jika kau tidak bisa makan? Tetapi kehidupan para Ghoul itu lebih berat daripada kita”

Donghae terdiam melihat Ji Ae. Wanita ini.. kenapa membela Ghoul? Apakah memang ada didunia ini manusia tidak membenci Ghoul?

“Sudahlah. Kau mungkin belum mengetahui lebih dalam bagaimana Ghoul itu sebenarnya” Ucap Sehun.

Sungmin mengangguk “Ya, kau benar. Oh ya Donghae, bagaimana tanggapanmu mengenai Ghoul?” Tanya Sungmin, berbalik menatap Donghae.

Donghae terdiam.

“Kau tidak apa-apa?” Tanya Sehun.

“Ah tidak. Apa tadi yang kau tanyakan?”

Sungmin memandang heran, lalu mengulangi pertanyaannya.

“Bagaimana menurutmu Ghoul itu?”

“A.. Aku tidak tahu. Tetapi menurutku mereka sedikit ceroboh jika memang benar merekalah pelakunya, meletakkan.. meletakkan mayat disembarang tempat yang terlihat oleh orang banyak”

Sehun dan Sungmin lalu tertawa mendengar jawaban Donghae, sedangkan Ji Ae menatapnya heran. Mengapa pria ini tampak gugup sekali?

“Beginilah fikiran orang yang dirumahnya hanya belajar saja. Ming, Donghae memang seperti ini. Dia tidak tahu apa-apa tentang berita di televisi. Mungkin dirumahnya dia hanya belajar saja”

“Hahaha, kau ada-ada saja”

Donghae tersenyum, beruntung temannya itu bisa mengalihkan pembicaraan.

“Maafkan aku, aku memang tidak tahu apa-apa tentang berita itu”

“Sudahlah. Tidak perlu minta maaf seperti itu. Bagaimana jika kau menonton anime Tokyo Ghoul? Tenang saja, translatenya HangulSub, jadi kau tidak susah-susah melihat kamus”

“Sungmin, walaupun filmmu itu Engsub atau huruf kanji jepang sekalipun dia tetap bisa membacanya”

Sungmin tertawa lagi, “Bagaimana Donghae? Kau berminat menontonnya?”

Donghae tersenyum, lalu menggelengkan kepalanya “Tidak, aku tidak tertarik dengan cerita seperti itu”

Sekali lagi, Ji Ae melirik Donghae dengan tatapan heran.

**

“Kira-kira dimana letak markas kurogo?” Donghae terus berjalan menyusuri jalanan yang ramai itu. Lalu dia teringat sesuatu, dengan cepat dia melangkahkan kaki, berlari.

“Apa yang membawamu kesini Lee Donghae?” Ucap seorang pria sambil meletakkan segelas Coffee diatas meja.

“Henry, aku hanya ingin bertanya sesuatu” Ucap Donghae.

“Tentang apa? Wah aku masih kaget melihatmu datang ketempatku. Sudah lama sekali kau tidak kemari. Bagaimana dengan Jung Soo hyung? Dia sehat?”

Donghae mengangguk.

“Dengan Aidee Kafe? Apakah baik-baik saja? Kudengar, kotamu sedang rusuh sekarang”

“Kafe kami masih aman. Tetapi kau benar, tempatku sekarang sedang rusuh”

Pria yang bernama Henry itu langsung mengambil posisi duduk disamping Donghae, sambil menggenggap Coffee panas miliknya.

“Pasti kau ingin bertanya sesuatu yang sangat penting”

Donghae mengangguk lagi “Ya kau benar”

“Lalu, kau mau bertanya apa?”

“Kurogo”

Henry terdiam sejenak.

“Aku penasaran dengan mereka. Begini, kotaku sedang kacau karena banyak sekali ditemukan mayat akhir-akhir ini. Aku tahu, bagi kita mayat itu sudah biasa, tetapi sekarang masalahnya, mayat-mayat itu sangat aneh. Terkadang hanya daging tidak memiliki tulang, terkadang tubuhnya tetap, tetapi organ-organ dalamnya berhilangan”

“Jadi, kau berfikir bahwa Kurogo dibalik semua ini?”

“Mmm~.. ya”

“Kau ingin bertanya tentang kurogo kepadaku?”

Donghae mengangguk lagi.

Henry menghirup nafas panjang.

“Lebih baik kau tidak mencari tahu tentang mereka”

“Ke.. Kenapa?”

“Mereka sangat mengerikan”

“Jika aku berusaha, aku pasti bisa mengalahkan mereka”

Henry tertawa mendengar jawaban Donghae.

“Kau tidak usah sombong seperti itu”

“Henry! Aku mohon, kau pernah menyelidiki tentang mereka, kau pasti tahu bagaimana markas mereka”

“Dan penyelidikan itu membuatku hampir saja kehilangan tanganku, bahkan nyawaku. Untung saja penyembuhan tangan itu sangat cepat terjadi”

“Aku mohon, beritahu aku petunjuk tentang keberadaan mereka”

Henry berfikir sejenak, lalu berjalan menuju lemari hitam yang ada disamping barnya.

“Ambil ini”

“Apa ini?”

“Berkas-berkas tentang keberadaan mereka. Penyelidikanku dahulu”

Donghae tersenyum. “Terima kasih banyak! Yasudah kalau begitu aku pergi dulu ya”

“Donghae!” Teriak Henry sebelum pria itu keluar dari pintu.

“Ya?”

“Aku berharap sebaiknya kau tidak berurusan dengan mereka”

“Tenang saja. Akan kubuktikan. Aku akan datang lagi kesini. Bye Henry~” Donghae lalu menutup pintu bar pria itu, dan berjalan perlahan.

Henry hanya tersenyum melihat Donghae. Sungguh dia tidak berbohong. Kurogo itu benar-benar kelompok yang sangat mematikan. Terdiri atas Ghoul-ghoul kuat yang sudah terlatih. Apakah Donghae benar-benar akan menemui Kurogo?

**

Tempat lokasi favorit : Atas gedung yang tidak terpakai. Lantai atas yang luas dan gelap, dan tempat sepi.

Note : Para korugo menyukai tempat yang tinggi.

Donghae tersenyum. Akhirnya dia menemukan informasi tentang Korugo. Dengan cepat Donghae menutup buku yang ada digenggamannya. Karena kereta yang dinaikinya sudah berhenti, di stasiun kotanya.

“Gedung tinggi yang tidak terpakai…”

Mata Donghae melihat gedung-gedung pencakar langit yang ada didepan matanya.

“Tempat yang sepi..”

Donghae lalu tersenyum. Ada satu tempat yang mungkin menjadi markas mereka. Bangunan tua yang ada dipinggiran kota. Ya, bangunan itu dulunya ingin dijadikan sebuah kantor, tetapi sayang, penyelesaiannya terhambat, menjadikan gedung itu menjadi gedung yang tidak terpakai.

Donghae menatap gedung yang ada disampingnya. Bibirnya mulai menyunggingkan seulas senyum. Kedua kakinya lalu bergerak lagi, mengamati gedung itu.

“Siapa dia?” Tanya seseorang bersuara berat kepada orang yang ada disampingnya.

Orang yang ada disampingnya tersenyum.

“Apakah dia harus disingkirkan? Bagaimana jika dia tahu ini tempat persembunyian kita?”

“Jangan lakukan itu sekarang”

Seseorang bersuara berat itu langsung memandang orang yang berkata tadi

“Ke.. kenapa?”

“Kita lihat saja. Apa tujuannya kesini”

Dari kejauhan Donghae melihat dua orang berdiri seperti melihat kearahnya, tetapi wajah kedua orang itu tidak terlalu jelas. Benarkah itu Kurogo? Donghae hanya melihat kedua orang itu sekilas. Lalu dirinya membalikkan tubuhnya. Bukan saatnya dia berurusan dengan mereka.

**

“Hari ini kita bagi nilai test matematika kemarin”

Seketika suasana kelas menjadi gaduh.

“Baiklah, akan saya panggilkan namanya” Ucap pria berkaca mata itu.

Para siswa yang ada dikelas itu hanya memasang wajah pasrah.

“Lee Sungmin, silahkan maju kedepan”

Sungmin langsung maju kedepan, setelah mengambil kertasnya. Dia hanya terdiam melihat nilai yang tertulis didalam kertas itu.

“Lee Donghae..”

Dengan malas Donghae pun berjalan kearah meja guru dan mengambil kertasnya.

“Song Ji Ae…”

Wanita itu berdiri dan mengambil kertas jawaban miliknya

Setelah semua orang sudah dipanggil, pria berkacamata itu langsung berdiri.

“Song Ji Ae..”

Wanita itu langsung menjawab “Ya?”

“Nilaimu lagi-lagi yang paling rendah dikelas”

Ji Ae langung menunduk malu.

“Bagaimana jika kau membuat kelompok belajar mengajar bersama Donghae?”

Ji Ae langsung membelalakkan matanya “Donghae?”

“Ya, Lee Donghae. Semua nilainya sangat bagus. Makanya saya memasangkan kamu dengannya”

Donghae lalu berdiri

“Maaf Seongsangnim, bisakah dengan orang lain saja? Saya merasa saya tidak bisa”

“Lee Donghae, nilai matematika dikelas ini, hanya kamu yang terbaik. Kalian kan teman sekelas, nilai Ji Ae sudah sangat buruk. Jadi saya minta tolong bantuanmu”

“Ta.. Tapi..”

“Tidak bisakah saya minta tolong kepadamu?”

Donghae langsung diam, dan kembali duduk dikursinya.

“Song Ji Ae, saya harap hari ini kalian bisa memulainya. Donghae, buatlah laporan tentang perkembangan Ji Ae” Pria berkaca mata itu memandang seluruh muridnya “Sekian pelajaran dari saya hari ini. Jangan lupa tugas dirumah. Selamat sore”

“Selamat sore” Ucap semua orang dikelas itu serempak. Setelah pria berkacamata itu keluar, semua orang yang ada dikelas itu langsung berlarian keluar, untuk pulang kerumah.

“Goodluck ya teman. Kau sudah menjadi guru sekarang hahaha. Aku pulang duluan ya. Bye hae~” Ucap Sehun, lalu meninggalkan Donghae.

“Jadi, kau pulang duluan saja. Aku tidak apa-apa”

“Kau serius?” Tanya Sungmin cemas.

Ji Ae tersenyum “Donghae tidak akan memakanku. Dia bukan Ghoul. Tenang saja. Kau terlalu banyak membaca buku Ming”

Sungmin hanya tersenyum sekilas, lalu keluar kelas meninggalkan Ji Ae.

Beberapa menit mereka saling diam.

“Jadi kita mulai belajar dimana?”

Donghae hanya diam.

“Donghae?”

“Ditempatku saja” Ucap Donghae lalu meninggalkan kelas, diikuti oleh Ji Ae dibelakangnya.

**

‘Kring’

“Selamat datang. Oh Donghae, kau sudah…” Kata-kata Ryeowook terhenti saat melihat seseorang dibelakang Donghae.

“Si.. Siapa dia?” Tanya Ryeowook.

Ji Ae lalu membungkukkan badannya

“Annyeonghasseo, Song Ji Ae imnida”

Ryeowook hanya tersenyum “Ryeowook imnida” Balasnya.

“Hyung. Aku akan menjelaskan tentang ini nanti. Hei kau bisa duluan, naikilah tangga itu, aku berada dikamar paling ujung”

Ji Ae langsung mengangguk lalu melangkahkan kakinya menaiki anak tangga.

“Kau membawanya kedalam ruanganmu?” Tanya Ryeowook lagi.

“Aku menjadi kelompok belajar mengajarnya. Jika kau fikir aku menerimanya dengan senang hati, kau salah hyung. Aku sudah berusaha menolaknya”

“Aku khawatir melihatmu. Dia manusia bukan?” Tanya Ryeowook, berbisik ditelinga Donghae.

Donghae mengangguk.

“Sudah kuduga! Aku sudah mencium aromanya. Jadi bagaimana bisa kau berdua dalam satu ruangan bersamanya? Apa kau yakin?”

“Aku akan menahannya Hyung, dia teman sekelasku. Tidak mungkin aku memangsanya”

Ryeowook menghela nafas “Jika aku sudah mendengar sesuatu, aku akan langsung keatas. Memastikan kalau wanita itu baik-baik saja”

Donghae hanya tersenyum, lalu berjalan menyusul Ji Ae.

**

“Jadi apa yang tidak kau mengerti?”

Ji Ae menggaruk kepalanya dengan pensil yang ada ditangannya.

“Yang mana kau tidak mengerti?” Tanya Donghae lagi. Pria itu sudah mulai dongkol.

Ji Ae menundukkan wajahnya “Semuanya”

Donghae refleks membulatkan matanya. “Se.. Semuanya?”

“Ya. Semuanya. Aku memang sangat lemah dalam pelajaran ini”

Donghae menghela nafas “Baiklah. Aku akan ajarkan semuanya”

“Lee Donghae..”

Donghae menaikkan alisnya, tanpa menatap Ji Ae karena matanya terfokus pada soal-soal yang ada didepannya. “Ya?”

“Kau mengenalku?”

“Kau Song Ji Ae bukan?”

Senyum Ji Ae mulai mengembang.

1 jam kemudian

“Terima kasih”

“Kau berhati-hatilah dijalan”

Ji Ae tersenyum “Tenang saja. Aku akan baik-baik saja. Sampai bertemu besok” Ucap wanita itu, lalu mulai melangkahkan kakinya.

Donghae hanya memandang punggung wanita itu yang mulai menjauh. Setelah bayangan wanita itu sudah tidak terlihat lagi, Donghae langsung masuk kedalam kafe.

“Donghae?”

Donghae langsung membalikkan tubuhnya. “Ada apa Hyukjae?”

“Kau membawa manusia masuk keruanganmu?”

Donghae mengangguk. “Lalu?”

“Kau hebat, bisa menahan nafsu makanmu”

Donghae tersenyum “Tentu saja”

“Kuharap kau tidak jatuh cinta dengan wanita itu. Kalian berbeda.” Ucap Hyuk Jae lalu berlari meninggalkan Donghae.

“Ja.. Jatuh cinta? Itu tidak mungkin” Jawab Donghae, tetapi Hyuk Jae sudah berlalu meninggalkannya.

**

Hyuk Jae benar. Ternyata dia benar-benar jatuh cinta kepada Ji Ae. Ini sudah satu bulan sejak dia mengadakan belajar mengajar bersama Ji Ae. 30 hari? Secepat itukah dia bisa merasa jatuh cinta? Apakah dia benar-benar jatuh cinta? Dalam sejarah hidupnya sampai sekarang, dia belum pernah merasakan debaran begitu keras didadanya saat wanita itu berada dekat dengannya. Apakah perasaan ini benar-benar perasaan cinta? Oh tidak, ini bisa gawat!

“Ini ada cake untukmu. Buatanku tadi pagi” Ucap Ji Ae, lalu meletakkan sepiring cake berwarna cokelat vanilla keatas meja.

Donghae hanya memandang cake itu.

“Hei! Ini bisa dimakan. Tenang saja. Aku tidak akan meracunimu”

Donghae lalu tertawa “Aku mengerti. Baiklah aku akan memakannya”. Donghae lalu mulai menyantap cake yang ada dihadapannya.

Ji Ae tersenyum. Akhir-akhir ini Donghae menjadi terbiasa dengan kehadirannya dan itu membuat hatinya menjadi sangat senang. Jika kau bertanya, Ji Ae ada perasaan dengan Donghae? Ya tentu saja. Dari awal dia mengenal pria itu dikelasnya, dia memang benar-benar penasaran dengan sosok Lee Donghae yang dingin. Ji Ae tidak menyangka, Donghae ternyata sosok yang sangat menyenangkan, lebih dari apa yang difikirkannya selama ini. Apakah Ji Ae benar-benar terpikat oleh pria tampan yang ada dihadapannya ini?

‘Drttt Drttt’

Ji Ae langsung mengambil ponselnya yang diletakkannya diatas meja.

Song Ji Ae~ kenapa kau sangat jarang mengirim pesan kepadaku sekarang? Apakah karena kau sudah bersama Donghae? Hahaha. Aku hanya bercanda. Belajarlah dengan giat! ^^~

Sender : Sungmin Lee

Ji Ae tersenyum, dengan cepat dia mengetik balasannya.

“Ji, sepertinya aku harus pulang sekarang. Sudah larut malam. Kau sudah mengerti tentang apa yang kujelaskan hari ini kan?”

Ji Ae tersenyum “Tentu saja” Ucapnya, lalu berjalan mengantarkan Donghae sampai kepintu.

“Ji Ae, kau tampak cantik malam ini”

Wajah Ji Ae langsung memerah mendengar itu.

“Yasudah. Aku pulang ya. Sampai bertemu besok” Ucap Donghae, langsung meninggalkan Ji Ae yang wajahnya sudah sangat memerah.

**

“Bagaimana menurutmu Lee Donghae itu?” Tanya Ji Ae sambil mengaduk-aduk minuman yang ada digenggamannya.

Sungmin mendengus kesal. Kenapa Ji Ae selalu bertanya tentang Donghae? Sebegitu cinta-kah dia dengan Donghae?

“Lebih baik kau jangan dekati dia”

Ji Ae refleks menaikkan sebelah alisnya “Kenapa?”

“Menurutku dia tipe pria yang buruk”

Ji Ae langsung terdiam. Benarkah? Buruk? Apa-apaan Sungmin itu? Tidak mungkin. Donghae tidak mungkin sosok yang buruk.

“Mysterious…”

“Mungkin dia seorang Ghoul” Ucap Sungmin lagi.

‘Brug’

Ji Ae langsung berdiri “Sungmin! Sudah cukup! Sepertinya salah aku berbicara denganmu. Buruk, Misterius, dan sekarang Ghoul? Bagaimana kau bisa berfikir seperti itu? Aku merasa sekarang kau tampak aneh!”

**

Donghae terus berjalan mengintari lingkungan gedung yang tidak terpakai itu.

‘Tes.. Tes..’

Air hujan tiba-tiba menetes dikepala pria itu

Tempat itu semakin menyeramkan, dibelakang gedung itu terdapat genangan darah yang banyak. Sekarang Donghae semakin yakin, bahwa ini benar-benar markas Kugoro.

‘Plak’

Donghae langsung menghentikan langkahnya. Tiba-tiba saja tetesan air hujan tadi menjadi berwarna merah. Darah mengalir deras dikepalanya.

Donghae langsung mengusap kepalanya. Terasa sesuatu yang lengket ditangannya.

“Darah?”

‘Tap tap tap’

Suara cipratan air dan langkah kaki terdengar jelas ditelinganya. Seseorang sedang menuju kearahnya!

“Hahaha….”

Donghae terdiam.

“Wah.. Wah.. berani sekali kau datang kesini”

“Bagaimana sambutan kami terhadapmu? Kami sangat baik bukan?”

Donghae langsung membalikkan tubuhnya mendengar suara itu.

“Hai? Apa kabar? Lee Donghae?….”

Donghae langsung membulatkan matanya. Dadanya berdebar keras. Bagaimana bisa? Bagaimana bisa ini terjadi?

“Ka.. Kau..?!”

TBC

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1 Comment (+add yours?)

  1. nadia
    Jul 16, 2016 @ 09:42:10

    kayaknya telat baca nihh..
    ceritanya seru..^^b
    lanjutin thor sampai selesai!

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: