Sepihak

sepihak 

Title                : Sepihak

Author            : Putri Indah s

Cast                 : Kyuhyun dan Hyebin

Genre              : Sad romance

Length             : Oneshoot

Note                : Tiga judul dabble dengan macam fariasi cerita tentang cinta sepihak. Semoga bisa membawa anda semua ke dalam sisi seorang perempuan yang cintanya hanya cinta sepihak, merasakan sakitnya ketidak mampuan seorang perempuan untuk mendapatkan balasan atas cintanya. Maaf jika tidak sesuai EYD.

Apa Harus Aku?

Cinta sepihak…

**

            “ apa kamu masih menyimpan perasaan padanya?” pelan aku dengar pertanyaan yang menyayat itu keluar dari mulutmu.

Aku dah tak miliki perasaan apapun Kyuhyun, justru aku bingung mengapa akhirnya aku berbelok jatuh cinta padamu.

            “ harusnya kamu hancurkan semua perasaan itu dan mulai hidup baru, dengarkan apa yang kucakap ini, Hyebin!”

            “ harusnya kamu pergi jauh dan jangan pandangi ia lagi!”

Apakah kamu mengatakan itu supaya aku benar-benar menjauhi kehidupan kalian? Apakah akhirnya hanya aku yang harus pergi?

            “ berhenti mencintainya, Hyebin!”

Akukah yang harus berhenti? Ketika kamu berusaha mengajakku untuk tegar supaya aku tak sakit hati lagi, pada akhirnya kamu yang membuatnya bertambah sakit.

            “ mengertilah ini hanya cinta sepihak!”

Tidakkah kau sadar bahwa itu menyakiti lebih? Aku memang hanya selalu menjadi ‘sepihak’ Kyuhyun, dengan itu pula akhirnya hatiku kembali jatuh, jatuh padamu. Justru orang yang harusnya paling kubenci.

            “ berhentilah, Hyebin! Jangan mencintainya lagi!”

Aku sudah berhenti sejak lama untuk tidak mencintainya, kukira aku dah harus pergi tetapi aku mencintaimu Kyuhyun, orang yang harusnya kupandang dengan tatapan jijik.

            “ mengertilah!”

Aku dah mengerti Kyuhyun, aku dah mengerti benar, bahwa akhirnya aku hanya jatuh pada cinta sepihak, dua kali dan takdir itu hanya berputar pada aku, kamu dan dia. Apa aku bisa katakan aku mencintaimu?

            “ biar kami bahagia dengan melihatmu berhenti mencintainya!”

Apakah hanya kalian berdua yang boleh bahagia? Lalu bagaimana dengan aku? Aku yang harus berhenti demi kalian? Begitukah? Begitukan harus kujalani hidup ini? Kyuhyun seandainya kau tahu….

            “ cobalah untuk mengatur perasaanmu, Hyebin!”

Aku bahkan sudah hampir penat dan mati konyol hanya demi mengatur perasaanku terhadapmu, Kyuhyun, tidakkah kau pernah tebak semua itu?

            “ biar ia tersenyum lega tanpa harus memikirkanmu!”

Hanya diakah yang berhak tersenyum lega? Apakah tidak ada yang mengharapkan senyumku? Aku selalu menanti senyummu Kyuhyun, yang hanya tertuju padaku.

            “ biar aku mencintainya tanpa ada orang lain yang mencintainya juga, Hyebin!”

Begitukah? Cintailah! Tetapi biar aku juga mencintaimu, biar aku mencintamu diam-diam Kyuhyun.

Dengan mengkambing hitamkan ‘cinta tak harus memiliki’ biar aku mencintaimu diam-diam Kyuhyun. Apakah jika aku menyatakan hal ini, kau akan mengatakan semua itu juga terhadapku? Supaya aku berhenti mengharap, berhenti mencintai? Walau hanya sepihak, ijinkan aku untuk mencintaimu diam-diam Kyuhyun! Ijinkan aku! Biarkan aku!

            “ tinggalkan kami, Hyebin!!”

            “ aku akan pergi tetapi ijinkan aku mencintaimu diam-diam, Kyuhyun!”

Aku pergi dan tak pernah melihat wajahnya lagi untuk yang terakhir kali.

Saranghaeyo….

####

Aku Kyuhyun!

 

Cinta sepihak…

****

“ siapa kiranya yang mengirim ini, Hyebin?”

Seuntai bunga itu. Aku, aku Kyuhyun yang mengirim. Aku memang tidak punya adap, seorang perempuan pantasnya menerima bukan mengirim, aku memang tidak punya adap untuk mencintaimu.

            “ apakah perempuan itu? Mengapa tidak datang langsung padaku saja?”

Perempuan itukah? Perempuan itukah yang ada di hatimu, justru aku yang di sampingmu tiada artinya apa-apa, tiada pernah kau anggap. Aku Kyuhyun, aku selalu datang padamu.

            “ mengirim bunga seperti ini, seharusnya aku yang lakukan… yakan, Hyebin?”

Aku harusnya dah tau apa yang bakal terjadi setelah ini, aku harusnya menyingkir saja, karena Kyuhyun tidak mungkin berfikir bahwa itu adalah aku. Jika saja aku mampu berteriak, aku akan bilang padanya bahwa itu aku, aku Kyuhyun!

Pada akhirnya aku lebih memilih menyiksa diriku, pergi memilihkan bunga untuk perempuan itu, aku memang selalu tidak punya adap, bahkan adap untuk diriku sendiripun tak pernah ada. Lily kuning, bunga itu adalah bunga yang cantik, akhirnya kupilihkan sebuket bunga itu.

            “ cantik, Hyebin…”

Tersenyum seperti itu, hatiku rasanya seperti ditumbuhi ribuan lily kuning, musim semi, seperti musim semi.

            “ Ia terlihat seperti gadis itu, kuning dan jelita….”

Tidakkah kau kira aku pilih bunga lily karena kau pernah beri aku setangkai bunga itu, dulu ketika kita masih kanak-kanak.

            “ Hyebin, do’akan aku ya, semoga aku bisa utarakan tujuanku… trimakasih bunganya….”

Tidakkah kau lihat senyumku ini sesungguhnya adalah tangis, Kyuhyun. Aku Kyuhyun, aku sedang menangis sekarang.

Haruskah aku terus bertahan pada perasaan ini, apakah aku harus tetap bersembunyi dalam ketidakmampuan seorang perempuan?

Aku tidak!

Aku tidak boleh…

Maka hari berikutnya kembali kukirim sepucuk surat padamu Kyuhyun.

            “ ia benar-benar perempuan yang berbeda, Hyebin…. ia kirimkan surat padaku, aku tahu, ia tidak mampu berpisah denganku barang satu detikpun….”

Apakah hanya dia yang ada dalam hatimu bahkan fikiranmu? Tidak terlintas sedikitpun diriku ini, yang bahkan selalu berada di sampingmu, memandangmu tiada henti sepanjang hari?

            “haruskah aku menyusulnya dan menemaninya pergi ke sana?”

Jangan Kyuhyun! Begitukah kau mau menghancurkanku? Kau bahkan tidak mengenali tulisanku, aku yang selalu berjalan tertatih hanya demi mengikutimu, ingin di sampingmu. Apakah aku harus merangkak untuk bisa terus di sampingmu? Masih adakah sedikit tempat di hatimu, atau bahkan tak tersisa lagi tempat di sampingmu.

            “ yah…. mungkin aku harus menyusulnya…. laki-laki harus lebih romantis, ia bahkan mengirim surat jauh-jauh dari sana, aku akan membuat kejutan, Hyebin….”

Air mata ini, air mata ini menetes, aku bahkan dah tak bisa menahan gejolak dalam hatiku yang berdenyut sakit. Akulah Kyuhyun, akulah perempuan yang mengirimu surat!

            Datanglah hari di mana nafasku akan mulai tersenggal, pernikahannya bersama perempuan itu. Apakah aku harus menyerah sampai di sini? Kalau aku masih boleh mencoba di hari terakhir ini, ijinkan aku Tuhan, meski aku tak akan pernah berani menyatakannya langsung, ijinkan aku bicara dalam seuntai kata pada kertas yang sedang kugenggam erat ini.

Kutulis, aku mencintainya…

            “ Ya Tuhan, bahkan menjelang pernikahan kita, ia masih sempat memberiku memo ini, aku benar-benar memilih perempuan yang tepat. Hyebin, maukah kau ikut bersyukur denganku…. kau bahkan yang selalu di sampingku… menyaksikan semua…”

Jadi inilah yang kudapat, Kyuhyun dan perempuan itu benar-benar berjodoh hingga di saat-saat terakhir diriku ini mencoba menjelaskan bagaimana sekelumit friksi-friksi dalam tubuhku ini terus bergejolak kala berdekatan denganmu Kyuhyun, tidakkah kau fikir itu aku? Itu adalah tulisanku….

            “ ia bilang ia mencintaiku….”

Aku Kyuhyun, akulah yang bilang ‘aku mencintaimu’

Aku Kyuhyun, aku yang kirimkan surat itu…

Aku Kyuhyun yang mengirim setangkai bunga itu….

Semua itu adalah aku yang mencintaimu dalam diam, dalam cinta sepihak.

            “ biarkan aku menulis balasan sebentar, apakah kau mau mengantar balasanku ketempatnya?”

Haruskah aku mengantarkannya dan membiarkan ia mengira semua dari perempuan itu? pada akhirnya aku harus terus bersembunyi dalam kepayahanku sendiri.

            “ aku menulis, aku juga mencintainya… kutambahkan kata ‘sangat’…”

Kugenggam kertas memo itu, tanpa bicara sepatah katapun aku berbalik hendak mengantar kertas itu. apakah aku harus berakhir seperti ini Tuhan?

            “ aku Kyuhyun”

Aku berhenti dan tanpa ada persiapan apapun, mulutku ini mengucap kata yang bahkan tidak bisa kupahami.

            “ aku yang mengirim memo ini, bahkan surat dan bunga itu, aku yang mengirim, aku Kyuhyun….”

Yah… walau tak berani memandang wajahnya ketika mengatakan semua itu setidaknya pada saat terakhir aku tidak membiarkan diriku lagi kalah dalam ketidakmampuan dan kepayahan seorang perempuan, cinta sepihak itu sangat sakit terlebih jika harus mengikuti adap seorang perempuan, semua tidak adan pernah selesai.

#####

 

The One I Love

Cinta sepihak….

****

            Tahukah ia bahwa selama ini, ialah yang menjadi satu-satunya cintaku? Menjadi satu-satunya yang terus menumbuhkan perasaan hangat di hatiku. Mungkin Tuhan hanya mebiarkan aku jatuh cinta padanya selama hidupku agar ia yang menjadi satu-satunya cintaku, bukankah itu takdir yang indah?

Jika saja….

Jika saja aku juga menjadi satu-satunya yang ia cinta, mungkin ini adalah takdir yang indah. Tetapi bagiku ia mau menatapku saja sudah menjadi hal yanga kusyukuri, bagaimana aku terus berusaha agar bisa di sampingnya. Tidak masalah jika harus menjadi seseorang yang terabaikan jika itu berada di sampingnya, tidak masalah karena ia satu-satunya yang kucinta.

            Ia adalah Cho Kyuhyun. Satu yang kucinta dalam hidupku. Aku tidak tahu kapan aku menjadi seperti ini, mencintainya tanpa tahu cara menghentikannya, karna aku tahu ini hanyalah sepihak jadi aku ingin menghentikannya, tetapi aku sudah bilang aku tidak bisa menghentikannya.

Jadi beginikah hidupku akan berakhir nantinya? Mencintai seseorang tanpa pernah mendapat balasan. Apakah pada akhirnya aku hanya akan menerima cinta sepihak ini? Bahkan aku sudah mengira bahwa Tuhan hanya mengijinkanku untuk jatuh cinta padanya, lalu bagaimana aku bisa menerima bahwa ini hanya sepihak? Aku bisa saja menikah dengan orang lain, tetapi kujamin sampai jasadku ini membusuk nanti dan ruh ini kembali pada Sang Rabb, cinta ini, yang diberikan Tuhan akan tetap utuh bersarang.

Jadi ialah satu-satunya yang kucinta, apakah kalian memiliki hal yang sama denganku? Apakah kalian memiliki satu yang kalian cinta? Seseorang yang kalian harap bisa menemani sisa hidup kalian? Barang kali ibu atau ayah, tetapi ini berbeda, seseorang seperti kekasih mungkin, aku yakin pasti kalian juga punya tetapi dengan kisah kalian sendiri dan inilah kisahku, cinta sepihak…

“ Chogiyo, neo han sarammaneuliyeyo…. saranghamnida….”

 

#####

-THE END-

Apakah ada yang mengerti tentang cerita yang pertama?

7 Comments (+add yours?)

  1. cici
    Aug 09, 2015 @ 12:59:46

    Belum mengerti

    Reply

  2. esakodok
    Aug 09, 2015 @ 20:46:44

    bener bener konsentrasi berat kalo baca ff ini
    hahhhh
    sesak langsung perasaanku
    knapa hyebij dijadikan pihak yg salahh
    lebihvbaek pergi menghindar saja

    Reply

  3. anonim
    Aug 10, 2015 @ 16:10:54

    Cinta sepihak menjadi satu makanan keseharianku…. hahaha like this story

    Reply

  4. exbaekhyun
    Aug 10, 2015 @ 22:40:04

    sorry author orang malaysia ya.. tulisannya agak ada logat melayunya soalnya ehehe .. but it’s good enough

    Reply

  5. shoffie monicca
    Aug 11, 2015 @ 06:09:24

    ak blm ngrti

    Reply

  6. aidenlee
    Aug 11, 2015 @ 22:35:25

    Kereeenn…kalimatnya,ceritanya sangat kerenn…
    I like this…nyentuhhh bangetttt…

    Reply

  7. vannyradiant
    Aug 12, 2015 @ 13:47:58

    Ini… seperti sastra melayu angkatan 20-an, ngingetin aku baca buku buku lama di perpus sekolah. Ga nyangka author buat ff semacam itu. Saluuut🙂 keep writing🙂

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: