[FF Of The Week] Mr. Math Genius

math

Author : KeNamGiL

Genre : friendship? comedy? absurd…… >,<

 

“If people do not believe that mathematics is simple, it is only because they do not realize how complicated life is.” ( Jon Luis von Neumman )

1+xn=1+nx1!+nn-1x22!+… 

At the classroom

*Shim Oh Young’s POV

Lagi-lagi aku terdiam… lama aku termangu setelah membaca rentetan soal di mejaku. Tiba-tiba…

BRUKK!!!!!!!!!!

Diktat Matematika setebal kamus Oxford milik Kim seongsaenim, guru Matematika paling killer se-Korea Selatan, mendarat tepat di atas lembar soal yang dari tadi hanya kupandangi, membuyarkan film pendek yang sedang terputar di kepalaku. Hah, film pendek?! Bukan yadong lo….

“Shim Oh Young…! Kenapa melamun hah?! Cepat maju, kerjakan soal di papan tulis!!!!” bentak guru killer ku yang satu ini, membuat lututku lemas seketika.

Aku berjalan dengan lunglai menuju papan tulis diiringi seringai teman-teman yang mulai berbisik-bisik, dasar babo… dasar babo…

“Aku bukannya BABO!!! Kalau aku babo, aku tidak mungkin menduduki peringkat pertama di kelas selama 2 tahun berturut-turut!!!!” teriakku dalam hati yang hanya bisa menoleh dan melemparkan (*oops, author tangkap!) death glare pada mereka semua sambil mengepalkan tangan.

Kutatap rentetan angka di papan tulis dengan termangu, di otakku, aku sudah menemukan jawabannya, tapi ada hal lain yang sangat menggangguku, yang membuatku tidak bisa menggerakkan kapur (*wew, jaman smartboard masih pake kapur?) untuk mengerjakan soal sialan itu!

KRIIIIIIIIIIIIIIIING……………!!!!!!!!!!!!

“Saved by the bell! Siapapun petugas pemencet bel penyelamat itu, aku berhutang nyawa! Hahaha….” gumamku dalam hati, tak harus mengerjakkan soal cerita yang sungguh menyiksa batin. (*hadew…)

Tapi tetap saja, Kim seongsaenim tidak mau melepaskanku. Setelah semuanya berhamburan keluar, perlahan guru killer yang sebenarnya sangat ku kagumi itu mendekatiku.

“Ohyoung ah.., bapak tidak habis pikir. Kenapa kau selalu saja gugup menghadapi soal cerita. Sebenarnya apa yang kau pikirkan?” tanya beliau dengan nada cemas.

“Ah…, mianhae…, itu… karena aku…,” aku hanya bisa menjawab pertanyaan Kim seongsaenim dengan terbata-bata, mengingat jawaban sesungguhnya yang pasti terdengar tidak rasional.

“Ne, sudahlah. Kau harus menemukan cara untuk mengatasinya, kalau tidak, pupuslah harapan Shinil High School untuk meraih medali emas tahun ini. Arra?”

“Ne, arraseo…, aragesseumida Kim seongsaenim,” jawabku cepat sambil mengangguk berkali-kali.

Aku terima-terima saja perlakuan Kim seongsaenim yang sedikit lebih keras padaku ketimbang murid-murid lain karena aku memang babo…, ah, ani! Kurasa, karena beliau sangat berharap padaku. (*ge’er kali kau Ohyoung! Bruukkk! Author ditimpuk diktat Matematika!)

x+an=k=0nnkxkan-k 

After school, Math Club Basecamp

*Lee Dong Hae’s POV

Aku mondar-mandir seperti setrikaan di depan pintu base camp, menunggu juniorku di kelas 2 yang lagi-lagi datang terlambat. Beberapa menit kemudian.

“Aahh.., mianhae oppa.., mianhae.., aku terlambat lagi,” jawab Ohyoung dengan nafas yang masih terengah-engah.

“Ne.., Young ah.., kau dapat masalah lagi di kelas?” tanyaku geli melihat yeoja berambut cepak seleher yang masih berusaha mengatur nafasnya itu.

“Ne.., Kim seongsaenim lagi-lagi memarahiku oppa..,” jawabnya dengan muka menggerutu.

“Sudahlah, cepat masuk! Yang lain sudah menunggumu..,” kataku sambil mengusap kepalanya dan eittss.., apa itu tadi? Aku menangkap ekspresi wajahnya berubah seketika, pipinya semerah kue cucur (*emang di Korea ada kue cucur? Emang kue cucur merah?), ralat, semerah apapun yang berwarna merah. Wkwkwkw…. (*author cubit pipi Donghae! Plak!)

Sesaat kemudian, setelah semua anggota Club yang hanya bersepuluh sudah berkumpul, aku pun mulai membuka rapat.

“Jadi bagaimana…? Olimpiade Matematika antarSMA se-Seoul tahun ini, siapa yang akan berpartisipasi?” tanyaku membuka diskusi.

Hening. Tidak ada jawaban….

“Eh, kenapa kalian diam saja…?” tanyaku heran melihat dongsaengku yang hanya saling memandang.

“Bukan begitu hyung..,” kata salah satu namja anggota club bernama Yesung yang bermata kucing.

“Lawan kita tidak bisa dianggap enteng. Mereka adalah Leeteuk, Siwon dan Heechul, trio TeukWonChul dari Seoul High School yang terkenal sadis dan tak kenal ampun dalam melahap soal dan sudah memenangkan medali emas 2 kali berturut-turut!” kata Yesung mendramatisir.

“Yesung ya.., bukannya aku tidak tau hal itu! Tapi apa kita akan diam saja? Jadi siapa kali ini yang mau berpartisipasi?” tanyaku dengan nada mendesak.

Semua anggota mundur teratur kecuali Ohyoung yang celingak-celinguk melihat teman-temannya ‘kabur’. Sudah terlambat untuk menghindar.

“Kau, Shim Oh Young! Kau akan ikut lagi tahun ini! Arra? Semuanya setuju?” tanyaku retoris pada semua anggota yang langsung disambut ribuan jempol (*minjem jempol siapa?) dan tepuk tangan meriah tanda setuju. (*ketua Club yang aneh… Plak! Author ditimpuk Donghae, rela^^)

Shim Oh Young yang tidak siap dengan ‘kehormatan’ yang kini diberikan padanya itu terlihat miserable dengan mulut menganga…

“Ne.., arraseo oppa. Tapi.., aku rasa kita perlu memikirkan strategi baru!” jawab yeoja bermata bulat itu menambahkan.

“Strategi baru seperti apa maksudmu?” tanyaku pada Ohyoung.

“Untuk menghadapi trio TeukWonChul itu, kurasa sudah saatnya kita…,” ucapannya menggantung.

“Mwo? Katakan Young ah,” tanyaku diikuti dengan tatapan interogatif dari semua anggota club.

Suasana menjadi tegang….

“Aahh.., jangan-jangan.., kau mau bilang kalau…,” kata yeoja salah satu anggota club yang duduk di sebelah Ohyoung dengan senyum absurdnya.

“Mwo? Katakan, apa kau tau?” tanyaku menebak-nebak jika yeodongsaengku yang satu ini psychic!

“Kau mau melibatkan…, namja dari kelas 2C yang misterius nan tampan sekaligus agak ‘autis’ itu?!”

Ohyoung yang ditanya hanya bisa meringis dan mengangguk pelan tanda mengiyakan.

“Maksudmu.., Cho Kyu Hyun? Dari kelas C?” tanyaku penasaran.

“Ne…,” jawabnya yakin dengan mata yang berbinar seperti telah menemukan harta karun. (?)

Mendengar jawaban itu entah kenapa aku merasa sedikit sebal…

“Ye.., aku tau Kyuhyun memang terkenal seantero sekolah sebagai jenius Matematika, tapi kurasa kita semua juga tau, dia sama sekali tidak pernah mau diikutkan dalam perlombaan apapun. Boro-boro ikut lomba, menginjakkan kaki di club ini saja tidak mau,” kataku berusaha obyektif.

“Ne.., oppa. Tapi kalau kita mau menang, kita harus bisa membujuknya. Sudah saatnya kita merekrut anak bernama Cho Kyu Hyun itu!” jawabnya dengan semangat 45. (?)

Hening sejenak sebelum aku membuka suara.

“Arra.., tapi bagaimana caranya?” tanyaku lagi, tak memecahkan persoalan.

“Serahkan padaku oppa, aku akan melakukan apapun agar kita bisa menang tahun ini, apapun!” jawab Ohyoung dengan penekanan pada tiap katanya.

Mendengar jawaban itu lagi-lagi aku merasa lebih sebal…

“Okay, itu bisa diatur nanti. Sekarang kita membutuhkan 1 participant lagi. Nugu?” tanyaku lagi.

Kali ini dongsaeng-dongsaengku yang biasanya bersikap manis ini menujukan tatapan evil mereka padaku. Whhoooaaa….. apa aku benar-benar terlihat tampan saat sedang memimpin rapat? (*gubrak)

“Apa-apa an kalian! Berani menatapku seperti itu?!” kataku murka.

Kini mereka hanya bisa tertunduk dengan wajah tertekuk seperti roti penekuk, oops pancake? Oh well, whatever…. Hening sejenak sebelum aku mengeluarkan maklumat.

“Ehem, ehem.., Arra..,” kataku sambil menyibakan poni. (*author ngiler sampe Subuh… >,<)

 “Mau bagaimana lagi.., sepertinya aku harus turun tangan sendiri kali ini. Sebenarnya aku mau fokus ke ujian masuk universitas, tapi demi kalian…, aku terpaksa mengiyakan. Bagaimana? Kalian puas?” tanyaku retoris masih dengan tampang jumawa andalanku, walaupun sebenarnya aku merasa gugup.

Dan semua dongsaengku telah berubah kembali menjadi malaikat yang manis dengan tawa kemenangan karena telah berhasil mengumpankan seniornya yang tampan nan rupawan ini ke kandang harimau! Kyaaaa…. Omma…. >,< Save me! Save me!

Rapat yang absurd ini pun sudah berakhir dengan keputusan yang tak kalah absurd. (?)

Ohyoung membuka kunci stang sepedanya hendak pulang.

“Young ah.., hari sudah mulai gelap. Kau pulanglah bersamaku, arra?” kataku sambil mengangkat dan menggoyangkan kunci mobilku. (*bisa bayanginnya kan?)

“Anio.., aku pulang sendiri saja oppa. Gomawo,” katanya sambil membungkukkan badan dan berbalik hendak mengayuh sepedanya ketika tiba-tiba dia berhenti dan berbalik menatapku.

“Oppa.., apa kau yakin kita bisa menang kali ini…?” tanyanya dengan nada cemas.

“Apa kau tidak?” jawabku cepat berusaha menyembunyikan perasaanku yang tak kalah cemas.

“Ahh…, Ne. Annyeong!” katanya sambil melambaikan tangan dan berbalik mengayuh sepedanya menjauh. Sekali lagi aku harus melihatnya pergi meninggalkanku sendiri.

A=πr2 

The next day, during the break time, on the school’s rooftop

*Shim Oh Young’s POV

“Kyuhyun.., Kyuhyun.., Kyuhyun.., seperti apa kau sebenarnya? Apa benar kau memang agak ‘autis’? (*author ditimpuk semua Sparkyu!) Apa kau semisterius itu sehingga tidak ada yang berhasil mendekatimu?”, ­pertanyaan demi pertanyaan bertubi-tubi menghampiri benakku yang sudah sepanjang jam istirahat ini berkeliling sekolah mencari sosok namja yang menjadi TO(target operation) ku kali ini.

Satu-satunya bagian sekolah yang belum terjamah adalah ruang kosong di atap sekolah. Merasa tidak ada pilihan lain, aku pun menuju tempat itu. Voilla! Dan benar saja, di sanalah sosok namja yang kata kebanyakan murid perempuan di sini, tampan dan rupawan itu. Huuffth…, aku semakin penasaran!

Aku perlahan menghampiri namja yang sedang asik duduk dengan tampang serius dan manyun (?) bersandar di pojokan lengkap dengan ‘PSP abadinya’ dengan volume yang sengaja tidak dikecilkan karena memang tidak ada orang di sekitar situ.

“Ehemm.., permisi.., annyeonghasseyo…,” sapaku seramah dan sepelan mungkin.

Malang. Yang disapa sama sekali tak menghiraukan.

Aku tak lantas menyerah begitu saja. Kusapa lagi dia, kali ini lebih keras.

“Annyeonghasseyo…, Shim Oh Young imnida dari kelas 2A…, kau… Cho Kyu Hyun kan?!”

Masih tidak ada jawaban. Dia malah semakin serius dengan PSP nya!

Dalam hatiku aku sudah mengumpat habis-habisan tapi aku tetap fokus pada tujuan awal: menjerat Mr. Math Genius ini! (?)

“Dasar bocah BABO…! Kau ini TULI atau memang ‘autis’ hah???!!!” rasanya ingin kusemprot mukanya yang manyun itu dengan kata-kataku ini tapi kuurungkan niatku. Aku masih membutuhkannya.

“Yaaak! Cho Kyuhyun….!” kali ini aku sedikit meninggikan suaraku memanggilnya.

Tetap saja yang dituju sama sekali tidak menghiraukan.

Habis sudah kesabaranku. Namja babo ini sudah menyia-nyiakan waktuku yang berharga. Aku tabok pundaknya dan memanggilnya lebih keras. (*ampun Sparkyu…)

“CHO KYU HYUN……………..!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”

Ternyata teriakanku yang tidak kalah dengan suara 8 oktafnya Mariah Carey berhasil membuatnya melompat terkejut. Yes!

“Arrgghhh…, kau ini berisik sekali!!!! Lihat, GAME OVER! GAME OVER!” ratapnya padaku sambil memerlihatkan layar PSP nya yang tertulis ‘game over’.

Dalam hati aku tertawa dengan penuh kemenangan! Hahahaha… oops, tapi kasihan juga melihat dia meratapi layar PSP nya sambil menghentak-hentakkan kaki dan bergulung-gulung. (*author lebay!)

“Kalau sudah begini kau bisa tanggungjawab hah?! Aku harus mengulanginya dari awal…,” katanya dengan tidak kalah murka dan langsung beranjak pergi.

Sebelum dia menjauh, aku langsung menarik tangannya.

“Eh.., mianhae.., mianhae.., siapa suruh kau tidak menjawab tadi!” kataku setengah memohon dia tetap tinggal.

Dia menatapku sekilas tapi langsung melepaskan tanganku dan berbalik pergi. Aku kembali menariknya.

“Aisshh…, kau ini benar-benar…, ada yang ingin kukatakan padamu Cho Kyuhyun,” mulai putus asa, aku memasang wajah memelas.

Tak disangka-sangka, namja babo ini berbalik dan perlahan mendekatkan wajahnya padaku. Kini mata kami berpandangan. Deg.

“Suara apa itu? Tidak mungkin aku deg-deg an! Dengan namja babo ini, aigoo…! Ohyoung babo!” gumamku dalam hati, tak kuasa menepis tatapan evil itu. (*halah…)

“Waeyo? Apa kau salah 1 pengagum rahasiaku?” katanya sambil memicingkan bola mata.

Kalau bukan karena Olimpiade Matematika, sudah kutimpuk namja babo ini dengan boots Doc Marten ku! (*author ditimpuk high-heels semua Sparkyu!) Tenang Ohyoung…, tenang… misi belum berhasil.

Deg! Namja itu semakin mendekatkan wajahnya.

“Shim Oh Young dari kelas 2A…., ponimu itu…. terlau panjang. Hati-hati, kau bisa menabrak tiang karenanya!” katanya ketus dan langsung pergi meninggalkanku yang masih speechless.

“Kau, berdamailah dulu dengan soal cerita, baru kau bicara lagi padaku!” ucapnya sambil terus melangkah pergi menuruni tangga.

Glek! Apa-apa an itu tadi? Aku tidak salah dengar kan? Darimana dia tau aku ‘bermasalah’ dengan soal cerita??? Aku hanya bisa melihatnya pergi menjauh meninggalkanku yang terduduk lemas….

Flashback….

The day before, on the school’s rooftop

*Cho Kyu Hyun’s POV

Seperti biasa, aku sedang asik dengan PSP ku di ‘singgasana’ favoritku ini ketika tiba-tiba Kim seongsaenim menghampiriku.

“Hey.., Kyuhyun ya! Kapan aku akan melihatmu tanpa PSP?” tanyanya sambil duduk di sampingku sedikit mencuri lihat game yang sedang kumainkan.

Aku, bukannya bermaksud tak menghiraukan, menjawab pertanyaannya itu dengan seadanya.

“Ne.., mungkin saat ada gadget lain yang menurutku lebih keren dari PSPku, aku akan melepaskannya Kim seongsaenim,” jawabku tanpa menoleh.

“Hey…, Kyuhyun ya! Aisshh.., jinjjaro… anak ini benar-benar,” katanya sambil menepuk punggungku pelan.

“Tidak ada siapa-siapa, kau tidak perlu memanggilku Kim seongsaenim…”

“Ne, atau harus ku panggil Cho Kim Joon seongsaenim ya appa???” kataku dengan melirik nakal pada appaku ini.

“Aigoo.., anak ini benar-benar! Kau sudah kelas 2, sebentar lagi kelas 3! Kapan kau akan dewasa?!” kata appaku dengan raut muka yang berkerut sambil mengelus dada.

“Gwaenchanha appa.., jangan khawatirkan aku, arra?” kataku sambil tersenyum lebar menepuk pundak appa ku yang terlihat semakin jengkel tapi tak berdaya menghadapi anaknya yang manis ini.

“Aisshh.., terserah kau saja!”

Dan akupun kembali pada PSPku. Beberapa saat kemudian barulah appa melanjutkan ucapannya.

“Kyuhyun ya, kau kenal murid kelas 2A bernama Shim Oh Young?” tanyanya padaku.

“Eh.., anio…, bukannya aku tidak punya chingu ya appa?” jawabku seadanya tanpa menoleh.

“Itu karena kau tidak pernah sedetik pun lepas dari PSP mu!” katanya jengkel dengan menimpuk kepalaku pelan.

“Awww.., sakit appa… Anakmu yang pandai nan tampan ini bisa amnesia nanti. Memang kenapa dengannya? Shim Mo.., nugu?” tanyaku penasaran setelah menekan tombol pause.

“Shim Oh Young!”

“Ne. Siapa Shim Oh Young?”

“Dia murid kelas 2A yang sangat berbakat dalam hal Matematika, sama sepertimu. Tapi…”

“Waeyo? Tapi kenapa appa?” tanyaku makin penasaran dengan makhluk antah berantah ini.

“Entah kenapa, terkadang dia bisa menjadi sangat gugup terutama saat menghadapi soal cerita. Sungguh aneh bukan?” kata appaku menjelaskan seluk beluk makhluk antah berantah ini.

“Ne.., mungkin dia terlau banyak nonton dorama appa,” jawabku ngawur sambil mengangguk.

“Yaak! Apa hubungannya Kyuhyun ya…?!”

“Tidak ada,” jawabku cepat dengan senyum evilku. Pok! Timpukan sayang kedua pun mendarat dengan manis di kepalaku.

“Appa…!” gerutuku kesal.

“Sudah.., sudah.., tekanan darah ayah bisa naik jika berlama-lama di sini,” kata appaku masih dengan nada jengkel dan pasrah sambil berdiri hendak pergi.

“Kau pulanglah cepat! Jangan berlama-lama di sini Kyuhyun ya…”

“Arraseo appa.., biarkan aku menyelesaikan game ini dulu baru aku pulang. Arra? Omma dan noona suka marah-marah jika melihatku di rumah bermain PSP terus. Arra?” kataku setengah memohon dengan mimik yang lebih manis.

“Ne…, terserah kau saja. Ayah pulang!”

Flashback end

a2+b2=c2 

The following day, after school

*Shim Oh Young’s POV

“Hujan deras, ban sepedaku bocor, jas hujan ketinggalan, huuffth…, sungguh hari yang sempurna!” gumamku dalam hati sambil tersenyum sarkastik.

Aku hanya bisa menunggu di gerbang sekolah yang sudah mulai sepi sampai hujan agak reda. Kalau saja Donghae oppa masih di sini, aku tidak akan menolak jika dia menawariku tumpangan gratis.

Tanpa memerbaiki keadaan, tiba-tiba saja namja babo yang kemarin sukses membuatku gigit jari itu dengan cueknya duduk di sampingku dengan tampang manyun. Kali ini tanpa PSPnya.

*Cho Kyu Hyun’s POV

“Sial!” gerutuku dalam hati ketika menyadari ‘singgasana’ku yang tak beratap ini mulai basah terguyur hujan. Hal pertama yang kuselamatkan pastinya adalah yeojachinguku yang tak lain dan tak bukan adalah… my precious PSP! (*author rela jadi PSPnya Kyuhyun, plak!)

“Kemana appa? Bisa-bisanya dia meninggalkan anaknya yang manis ini di sekolah dengan hujan yang lebat seperti ini?” kataku sambil celingak-celinguk mencari Kim seongsaenim.

Perhatianku teralihkan ketika melihat sosok yeoja dari antah berantah yang kemarin sukses membuatku ‘game over’ menggerutu dengan muka melas, duduk di gerbang sekolah.

“Hey kau…, tunggu sampai aku membuat perhitungan!” gumamku sambil memikirkan rencana-rencana evil untuk balas dendam.

Sengaja ingin melihat reaksinya, akupun duduk di samping yeoja yang sama sekali tidak terlihat feminim dengan potongan rambut yang sangat pendek dan boots Doc Martennya itu.

“Yaaak! Cho Kyuhyun, apa yang kau lakukan di sini hah!?” jelas yeoja ini tidak senang dengan keberadaanku. Berarti aku berhasil membuatnya terganggu. Yes!

Aku sengaja tidak menjawab. Membiarkan dia semakin menggerutu.

“Aisshh.., sudahlah. Lebih baik aku yang pergi daripada harus duduk dengan ‘siluman PSP’!” (*Ohyoung ditimpuk author!) katanya dengan nada sengit dan langsung berdiri hendak pergi.

Sebelum dia beranjak, aku menarik tangannya dan melancarkan jurus ‘puppy eyes’ku yang selalu terbukti ampuh memadamkan ‘kebakaran’ di hati appa, omma dan noona ku selama ini.

“Andwae! Kau di sini saja…, kau tidak tau, gedung sekolah ini kabarnya berhantu…, kau yakin mau keluyuran sendiri?” kataku berusaha menakut-nakutinya. Padahal aku sendiri juga takut. Huaaa…….

Raut wajahnya mulai berubah. Tanpa mengurangi tatapan matanya yang jengkel, dia melepaskan tanganku.

“Lelucon macam apa itu?! Kau sendiri ‘siluman PSP’, harusnya kau senang bertemu sesama spesies!” jawabnya yang sekarang sudah kembali duduk, masih dengan muka menggerutu.

Hening sejenak. Hujan belum juga reda.

“Jadi kenapa?” tanyaku tiba-tiba memecah keheningan tanpa ada petir dan geledek pada Ohyoung.

“Mwo??? Kenapa apanya?” tanyanya dengan alis terangkat.

“Kau dan soal cerita. Kenapa kau ‘bermasalah’ dengan soal cerita?” tanyaku sambil meliriknya sekilas.

Ohyoung terlihat sedikit salah tingkah mendengar pertanyaanku. Dalam hati aku gembira!

“Dari mana kau tau tentang hal itu hah?! Itu hanya gossip!” jawabnya berusaha mengelak.

“Shim Oh Young.., hampir semua anak kelas 2 juga tau, murid kelas 2A yang katanya jenius itu selalu mati gaya menghadapi soal cerita Matematika!” kataku sambil memicingkan mata menatapnya.

“Aisshh.., jinjja? Jinjja?” tanyanya dengan raut muka yang tampak gugup.

“Ne, jadi kenapa hah?” tanyaku padanya lagi. Kali ini raut muka yang tadinya tampak konyol itu berubah menjadi murung. Ohyoung terdiam sejenak. Tiba-tiba aku merasa sedikit bersalah.

“Shim Oh Young…, gwaenchanha? Kenapa kau diam saja? Waeyo?” tanyaku agak cemas.

Yang ditanya masih menerawang. Setelah menghela nafas, baru dia angkat bicara.

“Dulu omma selalu membacakan dongeng sebelum tidur, Sleeping Beauty, Snow White, Rapunzel, Cinderella… Itu dulu sekali, sebelum…, sebelum omma pergi…,” terdengar getaran di suaranya.

“Entah kenapa, setiap aku membaca soal cerita, aku teringat omma…”

Baru saja aku mau menyela, Ohyoung melanjutkan kalimatnya.

“Seorang wanita hendak pergi ke Busan dengan kereta dari Seoul. Kecepatan kereta 200 km/jam. Jarak dari Seoul ke Busan 500 km. Jika wanita itu berangkat dari rumah jam 7 pagi, dan kereta berhenti untuk transit hingga 4 kali (@30menit), pukul berapa dia akan sampai?”

Aku terdiam mendengar ucapannya.

“Di kepalaku, aku sudah menemukan jawabannya. Tapi aku tak bisa berhenti memikirkan.., kenapa wanita itu pergi ke Busan? Dengan siapa dia pergi? Apa yang dilakukannya di kereta? Apa yang akan dilakukannya setelah dia turun? Di benakku seperti terputar film pendek tentang tokoh dalam soal cerita itu. Dan settingnya selalu berganti-ganti untuk tiap soal cerita,” katanya sambil menerawang dengan tatapan kosong.

Hujan sudah mulai reda. Ohyoung berdiri hendak pergi.

“Dulu saat kami masih bertiga, aku, appa, omma, hal-hal seperti ini tidak pernah kupikirkan. Sekarang hanya tinggal aku dan appa, jadi lebih sepi…,” Ohyoung terlihat mengusap matanya sekilas sebelum dia mengunci stang sepedanya yang bocor dan berjalan pergi meninggalkanku.

Aku yang secara reflek mengulurkan tanganku dari belakang hendak menggapai pundaknya, hanya bisa melihatnya pergi menembus rintik hujan menuju halte.

*Shim Oh Young’s POV

 “Dulu saat kami masih bertiga, aku, appa, omma, hal-hal seprti ini tidak pernah kupikirkan. Sekarang hanya tinggal aku dan appa, jadi lebih sepi…,” kataku sambil berdiri menyembunyikan mataku yang mulai berlinang dan pergi meninggalkannya menembus rintik hujan menuju halte.

On the bus

“Babo.., apa yang kubicarakan tadi? Kenapa aku bisa menceritakan hal itu padanya? Aahh…, siluman PSP, awas kau ya!” gerutuku dalam hati setelah menyadari hal bodoh yang baru saja kulakukan.

Aku merogoh saku blazer untuk mengambil ponsel. Betapa terkejutnya aku mengetahui bahwa ponselku tidak ada di sana.

“Oohh.., ponselku! Dimana? Dimana?” kataku gusar dan terus mencari di dalam tas. Tetap tidak ada.

“Jangan-jangan.., tertinggal di sana…, aigoo…, sungguh hari yang sempurna!” kataku sambil menoleh ke belakang lewat jendela. Sudah terlambat untuk kembali. Bus tetap melaju kencang.

x=b±b2-4ac2a 

After school, Math Club Basecamp

*Lee Dong Hae’s POV

Seperti biasa, sepulang sekolah, semua anggota berkumpul untuk latihan persiapan Olimpiade Matematika. Semuanya tampak serius mengerjakan soal kecuali Ohyoung yang tampak melamun dengan raut muka yang agak cemas.

“Young ah.., gwaenchanha? Ini bukan soal cerita kan..,” tanyaku membuyarkan lamunannya.

“Ah.., anio…, ponselku ketinggalan kemarin. Aku tidak bisa menemukannya,” jawabnya dengan raut muka yang muram.

“Mwo? Bagaiman bisa? Aahh.., ya sudah. Nanti kita cari bersama, arra? Sekarang kau fokuslah pada latihan kita,” kataku menenangkannya.

Baru selesai aku bicara tiba-tiba muncullah sosok itu di pintu basecamp. Namja bernama Cho Kyuhyun dengan polosnya memunculkan batang hidungnya di basecamp, celingak-celinguk seperti orang hilang.

“Hey kau…, apa yang kau lakukan di sini?” tanyaku padanya dengan nada yang agak ketus.

Kyuhyun mengeluarkan sebuah ponsel dan menggoyang-goyangkannya.(*bisa bayanginnya kan?)

“Kurasa pemiliknya ada di sini,” katanya dengan muka manyun sambil menatap Ohyoung.

“Aahh.., aigoo ternyata kau! Hey Cho Kyuhyun, ikut aku sekarang..,” Ohyoung langsung berdiri dan menarik namja itu keluar menjauh dari basecamp.

“Eh.., eh.., apa-apa an ini! Lepaskan aku, lepaskan!” Kyuhyun bukannya tidak memberontak, tak kuasa melepaskan diri. (?)

Aku lantas mengikuti mereka sampai pintu basecamp. Dari sini terlihat jelas jika mereka sedang terlibat dalam argumen sengit yang melibatkan sumpah serapah (*oops, Donghae lebay!). Entah kenapa, aku sedikit terganggu melihat pemandangan itu. Tak mau berlama-lama, aku pun kembali masuk dan mendapati semua dongsaengku juga diam-diam mengintip di belakangku.

“Hey!!!! Apa-apa an kalian ini! Cepat kembali!!!” bentakku murka yang segera diikuti dengan raut muka ketakutan dari para dongsaengku yang labil ini.

*Shim Oh Young’s POV

“Aahh.., aigoo ternyata kau! Hey Cho Kyuhyun, ikut aku sekarang..,” kataku langsung berdiri dan menarik namja itu keluar menjauh dari basecamp.

“Eh.., eh.., apa-apa an ini! Lepaskan aku, lepaskan!” Kyuhyun mencoba melepaskan diri tapi aku tetap menyeretnya keluar dari basecamp.

Aku mengambil ponselku dan mencengkeram kerah bajunya, memojokkannya ke dinding.

“Hey kau, Cho Kyuhyun…,” kataku dengan berapi-api.

“Aahh…., kau…… mau apa kau?!” ratapnya dengan muka memelas.

“Gomawo!” kataku cepat mengesampingkan segala gengsi.

“Mwo? Apa, aku tidak dengar?” tanya Kyuhyun retoris pura-pura tuli.

“GOMAWO!!!” kataku sambil berteriak 8 oktaf di telinganya yang terlihat sedikit bengkak itu.

“Aahh.., ne, ne, diterima! Sudah, itu saja?” ratapnya masih dengan muka memelas.

Aku semakin memerkuat cengkeramanku di kerah bajunya.

“Kau.., awas ya kalau kau berani membocorkan tentang hal kemarin!” kataku dengan penegasan pada tiap kata.

“Mwo? Tentang apa?” tanyanya pura-pura babo. Padahal memang babo! (*author dijitak Sparkyu!)

“Selain kau Cho Kyuhyun, hanya Donghae oppa yang tau tentang hal itu. Jadi kalau sampai ada orang lain yang tau, tentu saja itu kau pelakunya!” jawabku masih dengan nada yang sama.

“Aahh.., Donghae oppa.., namja yang flamboyan tadi? Haha.., Donghae oppa..,” jawabnya dengan nada mengejek dan gesture kemayu. (*bisa bayanginnya kan?)

“Cho Kyu Hyun!!! Kau sudah bosan hidup rupanya!” kataku sambil mengepalkan tangan bersiap meninju wajahnya yang jika diamati dari dekat memang tidak terlalu jelek.

Target penganiayaanku hanya bisa berteriak ketakutan ketika tiba-tiba perhatianku teralih pada sepeda yang terparkir di sekitar tempat kami beradu mulut. Ah, itu sepedaku!

“Kau.., kau yang membawanya?” kutarik kembali kepalan tanganku.

Yang ditanya, seperti biasa tak merespon secara verbal, hanya mengangkat bahunya. Yakin bahwa itu perbuatannya, akupun segera melepaskan cengkeramanku.

“Jadi.., aku sudah bebas?” tanyanya dengan ekspresi yang sumringah.

“Belum, sekarang ikut aku!” jawabku cepat dan segera menyeretnya kembali menuju basecamp. Yang kuseret tentu saja meronta-ronta seperti tahanan yang tak rela dijebloskan ke penjara.

Back to the basecamp

*Lee Dong Hae’s POV

Setelah beberapa saat terlibat dalam argumen sengit, akhirnya Ohyoung kembali dengan menyeret Kyuhyun yang tampak meronta-ronta.

“Donghae oppa.., teman-teman semua, aku sudah berhasil!” kata Ohyoung dengan yakin pada kami semua.

Kyuhyun yang masih berusaha melepaskan diri, menatapnya dengan seribu tanda tanya.

“Apa maksudmu Young ah?” tanyaku padanya.

“Cho Kyuhyun akan ikut serta dalam Olimpiade Matematika!” jawabnya mantap dengan mata yang berbinar tanpa menoleh sedikitpun pada obyek pesakitan di sampingnya.

“Mwo???!!! Apa-apa an ini Shim Oh Young?! Kapan aku pernah bilang mau ikut Olimpiade bodoh itu? Kapan? Kapan?!” kata Kyuhyun dengan murka dan seketika itu juga berhasil melepaskan diri.

“Hey Cho Kyuhyun.., kau sudah di sini! Kau tidak punya pilihan lain!” kata Ohyoung dengan paksa menyeretnya kembali untuk duduk bersama anggota lain.

Tampak beberapa yeoja di sini berbisik-bisik dengan senyum yang absurd. (?)

“Aku tidak mau!” kata Kyuhyun menolak dan berdiri ketika tiba-tiba Ohyoung mendudukkannya kembali.

“Sudah! Kau duduk manis saja di sini, apa susahnya!” kata Ohyoung dengan tatapan horornya.

“Ne! Aku duduk di sini, kau puas!” jawab Kyuhyun dengan ketus yang langsung dilanjutkan dengan aksi PSP nya.

Ohyoung tanpa izin, langsung merebut PSP kesayangan Kyuhyun. Yang selanjutnya terjadi adalah, mereka terlibat dalam pergulatan sengit dalam memerebutkan PSP keramat itu. Aku amat sangat terganggu dengan adegan brutal ini.

BRUUUKKKK!!!!

Semua tiba-tiba hening setelah aku membanting diktat Matematika yang tidak setebal milik Kim seongsaenim. Tidak ada yang berani bersuara.

“Suduh cukup, hentikan! Kalian berdua ini…, Shim Oh Young kembali pada latihanmu! Dan kau Cho Kyuhyun, jika kau mau tinggal, bantu kami dalam Olimpiade kali ini, tapi jika tidak, silahkan kau keluar!” kataku dengan tegas setengah berharap Kyuhyun tetap mau tinggal demi Olimpiade.

“That’s exactly what I’ll do!” jawabnya ketus sok pakai bahasa Inggris. (*author dijitak Kyuhyun! rela)

Baru saja Kyuhyun mau beranjak, Ohyoung menariknya kembali sambil menggelengkan kepala memberi isyarat ‘please don’t go.., please don’t go…’. Dan yang mengejutkan, Kyuhyun walaupun masih dengan raut muka tak rela, duduk kembali walaupun tetap tak menunjukkan antusias.

“Ya sudah, ayo kita lanjutkan. Yesung ya.., jadi bagaimana solusi deret aritmetika itu?” tanyaku.

“Aahh…, begini hyung… jadi … ~∝∜∞” jawab Yesung menjelaskan panjang lebar kali tinggi. (?)

Soon after that

*Shim Oh Young’s POV

Seusai latihan yang absurd itu, Kyuhyun gantian menyeretku.

“Hey Shim Oh Young, kau sudah bosan hidup rupanya!” katanya dengan melemparkan death glare yang tidak mempan menakutiku.

“Waeyo? Bukannya kau sendiri yang datang ke sini!” kataku dengan nada tinggi.

“Aisshh…, bocah ini. Kapan aku bilang padamu mau ikut Olimpiade atau apa lah, kapan?!”

“Hmm.., memang tidak pernah.., tapi bagaimana lagi, kami membutuhkanmu, amat sangat membutuhkanmu, kau tau?!” ratapku padanya sambil meniru jurus ‘puppy eyes’ namja babo itu.

“Jinjja…?” tanyanya erotis, eh… retoris dengan ekspresi wajah yang berubah menjadi evil, membuatku agak merinding. Sepertinya ucapan terakhirku telah menginspirasinya untuk berbuat ‘jahat’.

Aku hanya bisa mengangguk pelan.

“Hmm.., aku suka itu. Arra! Aku mau ikut. Tapi dengan 1 syarat!”

Belum sempat aku melompat kegirangan mendengarnya setuju, raut mukaku kembali mengkerut mendengarnya mengajukan syarat. Tidak, tidak, perjanjian dengan ‘setan’ selalu berakhir buruk kan!

“Sya.., syarat apa? Apa maksudmu?” ratapku setengah memohon.

Yang ditanya, entah karena refleknya yang memang lambat atau dia memang babo (*author ditimpuk Kyuhyun! masih rela^^), tak langsung menjawab.

“Hey Cho Kyuhyun…!” teriakku lagi.

“Aigoo.., bisa tidak turunkan sedikit oktafnya! Aku bisa tuli tau!” gerutunya kesal tanpa menjawab.

“Jadi apa syarat yang kau maksud? Apa maumu?” tanyaku desperate.

“Hmm.., belum kupikirkan! Tapi kau tetap berhutang padaku ya, ingat itu! Aku pergi…,” jawabnya dengan raut muka innocent dan langsung kabur pergi.

“Hey Cho Kyuhyun…!!!! Kembali kau!” teriakku yang tentu saja tidak ditanggapi.

“Syarat? Hah, apa-apa an anak itu! Kau harus bertahan Ohyoung. Kau akan melakukan apapun demi Olimpiade. Semangat!” gumamku dalam hati berusaha menyemangati diri sendiri yang sudah merasa seperti tawanan perang.

fx=a0+n=1ancosnπxL+bnsinnπxL 

At school, the following day

*Shim Oh Young’s POV

Seusai jam pelajaran, aku bergegas menghampiri Kim seongsaenim untuk menyampaikan kabar baik, hmm… aku masih belum yakin ini kabar baik atau bukan, pada beliau.

“Kim seongsaenim.., aku berhasil!” kataku dengan nafas yang terengah-engah setelah mengejarnya.

“Ne.., kenapa kau ini? Berhasil apanya?” tanya beliau heran.

“Plan B! Aku berhasil merekrut ‘siluman PSP’ dari kelas C itu untuk ikut Olimpiade kali ini,” jawabku dengan mata berbinar.

“Mwo? Siluman PSP katamu?” tanya beliau dengan alis terangkat.

“Ne, namja bernama Cho Kyuhyun itu Kim seongsaenim. Dia sudah berhasil kutaklukkan. Aku hebat bukan?” jawabku dengan memasang tampang jumawa.

“Aahh.., Ne, ne, baguslah kalau begitu. Aku tidak perlu mengkhawatirkan kalian. Siluman PSP katamu tadi? Haha.., kau benar sekali Young ah, bapak pamit,” jawab beliau dengan senyum yang absurd.

Math Club Basecamp

*Shim Oh Young’s POV

Latihan rutin sudah berjalan kurang lebih setengah jam tapi namja babo itu belum juga memunculkan batang hidungnya yang mancung. (?) Aku tak bisa konsentrasi, terus melirik pintu basecamp.

“Tidak boleh begini, anak itu harus kuberi pelajaran!” gumamku dalam hati dan langsung berdiri hendak pergi mencari Kyuhyun di tempat persembunyiannya.

“Eh…, mau kemana kau Young ah?” tanya Donghae oppa padaku.

“Aku akan menyeret anak itu, oppa! Dia sudah berjanji mau ikut. Tidak bisa seenaknya sendiri!” jawabku cepat dan langsung bergegas menuju pintu ketika tiba-tiba…

BRUUKKKK!!!!

“Awww….!!!!” %^&@$%&*(%#@*%$%>,<

“Hey Shim Oh Young, belum cukup kah kau membuatku hampir tuli? Sekarang kau juga mau aku amnesia!?” gerutu namja babo yang baru saja bertabrakan denganku sambil memegangi kepalanya.

“Ne.., mianhae… siapa suruh kau datang terlambat!” jawabku membela diri.

“Aku menyelesaikan game ku dulu! Memangnya kau mau aku di sini masih berkutat dengan PSP ku?”

“Sudah-sudah.., Cho Kyuhyun terimakasih kau sudah mau datang, duduklah. Yang lain, kembali pada latihan!” kata Donghae oppa berusaha melerai kami.

Latihan berjalan seperti biasa. Namja babo yang duduk di sampingku ini hanya terlihat membolak-balik tumpukan soal dengan muka manyun. Aku mulai bertanya-tanya, apa dia memang sehebat itu.

“Hyung, coba lihat soal ini,” kata Yesung pada Donghae oppa sambil menunjukkan soal pertidaksamaan linear yang sedari tadi coba dipecahkannya.

“Jika a, b, c > 0 dan a2 + b2 + c2 = 3, maka buktikan bahwa:

11+ab+ 11+bc+11+ca32 ”

“Berdasarkan prinsip AM-GM, a2 + b2  2ab ; a2 +c≥2ac dan b2 + c2 2bc, tapi belum terbukti,” tanya Yesung dengan menuliskan langkah-langkahnya di papan tulis secara runtut.

11+ab+ 11+bc+11+ca 11+ a2+b22+ 11+ b2+c22 + 11+ a2+c22 , …………………………………

Aku cermati langkah-langkahnya tidak ada yang salah.

“Rumus yang kau gunakan benar, perhitunganmu juga tidak keliru. Tapi kenapa tidak terbukti? Aahh.., mungkinkah ada cara lain?” jawab Donghae oppa setelah menganalisa pekerjaan Yesung.

“Kau melewatkan 1 langkah,” tiba-tiba namja babo yang terlihat sedang mengorek-ngorek kuping itu memecah keheningan.

“Caranya sudah benar. Kau hanya harus melanjutkannya dengan prinsip AM-HM,” katanya dengan raut muka yang terlihat lebih serius dan segera mengambil kapur untuk memecahkan soal itu.

a2 + b2 + c23 31a2 +1b2  +1c2 →  1a2 +1b2  +1c29a2 +b2 +c2    maka:

11+ a2+b22 + 11+ b2+c22 + 11+ a2+c22 93 + a2 +b2 +c2   = 93+3 = 96 = 32

Jadi terbukti:  11+ab+ 11+bc+11+ca32 

Semuanya hening setelah menyaksikan Kyuhyun berhasil menyelesaikan pertidaksamaan linear yang belum berhasil dipecahkan Yesung. Tiba-tiba terdengar suara tepuk tangan memecah keheningan.

“Hebat-hebat!” kata Donghae oppa sambil bertepuk tangan tanda salut.

“Young ah, kau tidak salah pilih orang. Kyuhyun ya, welcome to the club ‘Bro!” kata Donghae oppa sambil membuka tangannya lebar-lebar hendak memberi pelukan penyambutan yang langsung ditolak mentah-mentah oleh Kyuhyun.

“Eh.., eh.., apa-apa an kau ini! Bukan muhrim!(*nah lo???)” jawabnya berusaha menghindar.

“Kyuhyun ya.., kau sudah resmi menjadi salah satu dari kami sekarang. Tidak perlu gengsi lagi. Arra?” jawab Donghae oppa sambil menepuk pundak Kyuhyun sekilas.

Sekarang aku baru percaya gossip yang mengatakan kalau Cho Kyuhyun tidak pernah mendapatkan nilai kurang dari 100 untuk Matematika. Siluman PSP itu memang istimewa. Bertapa di mana dia? (?!)

Latihan hari ini berjalan cukup lancar, ditambah lagi ‘siluman PSP’ itu sudah mulai bisa dijinakkan.

Aku mebuka kunci stangku ketika tiba-tiba Donghae oppa datang menghampiri.

“Young ah.., kau mau langsung pulang?” tanya Donghae oppa.

“Ne, oppa?”

“Hmm.., aku.., kau ada waktu? Masih ada beberapa soal yang belum kupecahkan. Aahh.., kita bahas sambil makan, arra?” tanya Donghae oppa dengan wajah sumringah.

“Aahh.., aku sudah makan. Tapi baiklah…,” belum selesai aku menjawab tiba-tiba ada celetukan dari suara yang sangat familiar.

“Shim Oh Young…., aku lapar…,” kata Kyuhyun dengan ekspresi memelas ‘menodongku’ dari belakang.

“Hey Cho Kyuhyun, apa-apa an kau ini!” kataku berusaha menghindar tapi ‘siluman PSP’ ini malah menggamit lenganku, membuat suara itu muncul lagi. Deg!

“Kau sudah menyiksaku seharian, sekarang traktir aku makan!” katanya dengan nada memaksa.

“Yaak! Cho Kyu…,” belum selesai aku mengatainya, namja babo itu membalikan badan dan membekap mulutku.

“Shim Oh Young, ingat perjanjian kita! Kau mau aku berhenti di tengah jalan hah?!” bisiknya padaku.

Untuk beberapa saat terjadi percekcokan yang melibatkan gesture-gesture aneh (?) sebelum akhirnya aku berbalik lagi pada Donghae oppa.

“Oppa, mianhae.., sepertinya aku harus pergi sekarang. Lain kali aku traktir kau makan. Annyeong,” kataku dengan rasa bersalah pada Donghae oppa dan segera pergi menyeret ‘siluman PSP’ pengacau.

*Lee Dong Hae’s POV

“Hmm.., aku.., kau ada waktu? Masih ada beberapa soal yang belum kupecahkan. Aahh.., kita bahas sambil makan, arra?” tanyaku pada akhirnya.

“Aahh.., aku sudah makan. Tapi baiklah…,” belum selesai Ohyoung menjawab tiba-tiba Kyuhyun muncul.

“Shim Oh Young..,  aku lapar…,” kata Kyuhyun dengan ekspresi memelas.

“Hey Cho Kyuhyun, apa-apa an kau ini!” jawab Ohyoung dengan nada sengit.

“Kau sudah menyiksaku seharian, sekarang traktir aku makan!” kata Kyuhyun dengan nada memaksa.

“Yaak! Cho Kyu…,” belum selesai Ohyoung mengatainya, Kyuhyun membalikan badan dan membekap mulutnya.

Beberapa saat kemudian, mereka terlibat dalam percekcokan yang absurd. Pemandangan ini jelas sangat mengganguku. Bukan karena Ohyoung terganggu tapi karena mereka berdua terlihat lebih dekat dari yang ku kira. Oops.., apa ini? Jangan-jangan aku…

“Oppa, mianhae.., sepertinya aku harus pergi sekarang. Lain kali aku traktir kau makan. Annyeong,” jawab Ohyoung yang diiringi dengan kepergiannya menyeret Kyuhyun.

“Lagi-lagi kau meninggalkanku Shim Oh Young. Mau sampai kapan…,” gumamku dalam hati

Ramyun Restaurant, somewhere around the school

*Cho Kyu Hyun’s POV

“Jadi ini yang kau maksud dengan ‘syarat’ itu, hah?” tanya Ohyoung padaku.

“Apa kau mau aku berubah pikiran dan mengajukan syarat yang lebih berat?”

“Aahh.., anio.., anio…!” ratapnya sambil menggelengkan kepala.

“Saat ini aku sangat lapar hingga bisa menelanmu hidup-hidup, kau harus menraktirku sepuasnya kau tau?!” kataku berlagak psycho.

“Ne, siluman memang sangat rakus,” jawabnya ketus.

“Kalau aku ‘siluman PSP’, kau pasti biksuni pembasmi siluman PSP. Hahahaha…!” kataku nglantur.

“Husssh.., diamlah kau dan habiskan ramyun mu, jebal! Aku tidak mau berlama-lama di sini dengan ‘siluman PSP’ sepertimu!” jawabnya dengan menggerutu.

Hening sejenak.

“Yang kemarin itu.., aku minta maaf. Mianhae,” kataku memecah keheningan.

“Mwo?”

“Tidak seharusnya aku menanyakan hal itu, mianhae..,” jawabku sambil terus menyantap ramyun.

“Aahh.., ne, gwaenchanha,” jawabnya cepat dengan nada datar.

“Jadi.., sejak kapan kau jadi jenius Matematika?” tanyanya mengganti topik pembicaraan.

“Aku tidak tau. Aku rasa aku tidak sejenius itu. Aku hanya menghitung. Semua orang juga bisa menghitung, jadi apanya yang istimewa?” jawabku.

“Hey Cho Kyuhyun.., jawab saja pertanyaanku, tidak usah berbelit-belit!” tanyanya lagi.

“Aigoo.., kau ini benar-benar! Arra, akan kujawab. Aku, Cho Kyuhyun, tidak terlalu berbakat dalam mata pelajaran lain, aku tidak atletis seperti Donghae oppa mu itu, aku juga bukan orang yang bisa dengan mudah memahami seluk beluk budaya atau indahnya sastra filsafat. Aku hanya tau kemampuan menghitungku sedikit lebih baik dari anak-anak lain. Jadi itu yang kulakukan. Kau puas?!”

Yeoja yang kuajak bicara malah terdiam dengan mulut menganga. Konyol sekali tampangnya ini.

“Hey…, kau dengar tidak!?”

“Aahh.., ne, ne, oh.., begitu rupanya, kupikir kau sudah menghabiskan ribuan tahun untuk bertapa.”

“Shim Oh Young…! Awas kau! Kau sendiri, sejak kapan kau tertarik padaku?”

“Mwo?! Kau bilang apa tadi?????” tanyanya dengan lirikan tajam mengembalikan lagi kesadaranku.

“Aisshh.., maksudku, tertarik pada Matematika! Ya, pada Matematika…,” jawabku cepat dengan salah tingkah meralat pertanyaan babo yang baru saja terucap tanpa sadar. Atau memang dengan sadar kuucapkan?

“Aaahh.., ku rasa aku hanya suka pada hal yang pasti,” jawabnya cepat dengan nada datar.

“Shim Oh Young, kau tau, semua hal yang berwujud di dunia ini tidak ada yang absolute.”

“Mwo?” tanyanya bingung.

“Jika ada sesuatu yang absolute, pasti itu tidak berwujud.”

“Kau ini bicara apa Cho Kyuhyun?”

“Lihatlah dirimu, bagaimana bisa murid sepertimu menduduki peringkat pertama selama 2 tahun berturut-turut? Memahami ucapanku yang mengandung filosofi tingkat tinggi saja kau tidak bisa, hah!” kataku sambil mengusap kepalanya sepintas.

“Yaaaaak! Cho Kyuhyun…..!!!!”

Plok! Entah itu timpukan sayang seperti yang biasa appaku berikan atau bukan, tapi aku merasa ada kepuasan tersendiri jika bisa membuat Shim Oh Young terganggu. Mungkin karena ini pertama kalinya aku merasa punya ‘chingu’, yang bisa kusiksa tentunya. Hahahaha…! (*tawa evil nan horror)

sinα±sinβ=2sin12α±βcos12α∓β 

 

Pre the D Day, Math Club Basecamp

*Lee Dong Hae’s POV

Aku memimpin briefing terakhir sebelum Hari H. Semua dongsaengku kecuali Kyuhyun tentunya, tampak tegang menghadapi pertempuran sesungguhnya yang akan terjadi hanya dalam hitungan jam.

“Besok adalah hari penentuan. Sampai saat ini, semua sudah bekerja keras. Usaha kita tidak akan sia-sia. Kita akan bantai trio TeukWonChul! Tahun ini, kita akan memenangkan medali emas!” kataku berapi-api berusaha membangkitkan semangat para dongsaengku yang diiringi dengan kepalan tangan dari hampir semua anggota seperti serdadu yang mau maju ke medan perang.

“Shim Oh Young, kau sangat akurat dan teliti terutama dalam logaritma dan trigonometri walaupun terkadang kau bisa membuat soal yang sebenarnya sederhana menjadi terasa lebih sulit karena analisamu yang kadang terlalu mendalam. Kau hanya perlu menenangkan pikiran dan fokus pada angka. Kelemahanmu dalam soal cerita akan kami back up. Kau harus yakin pada dirimu sendiri dan percaya pada kami, arra?” kataku pada Ohyoung yang diikuti dengan anggukan darinya tanda setuju.

“Cho Kyuhyun, sejak kau datang, kau telah menimbulkan banyak kekacauan…”

Komentarku yang belum selesai praktis disambut dengan tatapan sinis oleh Kyuhyun.

“Tapi kau juga telah berhasil meyakinkan kami bahwa kau memang istimewa sekaligus memberi dirimu sendiri kesempatan untuk membuka diri pada hal baru. Apa aku benar?” tanyaku tiba-tiba dengan tampang jumawa, membuat semua anggota jadi il-feel. (*Donghae jitak diri sendiri!)

“Aisshhh…, apa yang kau bicarakan?! Sudah-sudah, lanjutkan ceramahmu,” jawabnya ketus.

“Ne.., Kyuhyun ya, kemampuanmu sudah tidak perlu diragukan lagi. Kau selalu punya ‘cara’ sendiri untuk memecahkan soal. Jaga emosimu, jangan sampai kau terlau percaya diri. Arra!?”

“Arraseo…., puas?!” jawabnya masih dengan nada yang sama.

Seketika itu juga Ohyoung langsung menginjak kaki Kyuhyun dengan boots Doc Marten andalannya. Aku hanya bisa meringis melihat adegan penganiayaan singkat itu.

“Yesung ya, walaupun tahun ini kau tidak ikut, kau tetap harus siap. Kita masih belum tahu apa yang mungkin terjadi besok. Mengerti?” kataku pada Yesung, dongsaengku yang paling alim.

“Ne, aragesseumida hyung!” jawab Yesung mantap.

“Dan kalian semua, club ini tidak akan bisa bertahan tanpa kalian. Aku, Ohyoung dan Kyuhyun akan sangat membutuhkan dukungan kalian besok. Jadi, jangan pernah menyerah pada kami!” kataku pada semua anggota yang diiringi dengan sesenggukan kecil. Huaa… huaa… dongsaengku yang manis…😥

“Mungkin kalian jauh lebih berbakat daripada aku, tapi setidaknya aku punya kemampuan menghapal rumus yang bisa dipertanggungjawabkan ditambah pesonaku yang bisa mengintimidasi lawan (*gubrak),” aku bisa mendeteksi beberapa ekspresi ‘menganga’ di sini, hahahaha…..

“Dan yang terpenting, aku bisa menjadi wasit penengah jika sewaktu-waktu Ohyoung dan Kyuhyun terlibat perang dingin! Bukan begitu?” kataku sambil merangkul mereka berdua yang disambut dengan senyum lebar Ohyoung dan ekspresi mau muntah dari Kyuhyun. (*Kyuhyun ditimpuk Donghae & Ohyoung!)

Dalam hati aku menyayangi semua dongsaengku yang sudah kuanggap seperti adik sendiri tak terkecuali Kyuhyun. Anak itu sudah mengalami banyak kemajuan sejak pertama kali dia datang. Aku juga sudah mulai bisa merelakan kedekatan absurd antara Ohyoung dan Kyuhyun. Sebagai ketua, di saat seperti ini, aku tidak boleh mementingkan perasaan pribadi. Olimpiade Matematika harus jadi prioritas!

ex=1+x1!+x22!+x33!+…,  -∞<x<∞ 

 

“THE D DAY” war in the battle field

*Shim Oh Young’s POV

Pagi itu, kami bertiga memasuki Hall tempat berlangsungnya Olimpiade Matematika antar SMA se-Seoul diiringi semua anggota club, beberapa supporter dari Shinil High School dan tentunya Kim seongsaenim. Di ruang tunggu, kami berpapasan dengan trio TeukWonChul dari Seoul High School yang sepertinya akan menjadi saingan terberat kami. Atmosfir berubah seketika saat kami berpapasan di koridor. Trio TeukWonChul, lepas dari postur mereka yang tegap dan wajah yang rupawan, mereka memang terlihat seperti boyband! Eh.., anio.. anio.. mereka memang bukan lawan yang bisa diremehkan. (*Ohyoung khilaf!)

“Aahh.., ternyata ada anggota baru. Apa mengubah formasi termasuk dalam strategi kalian untuk menghadapi kami?” kata Leeteuk, leader trio TeukWonChul merujuk pada Kyuhyun.

“Tidak usah banyak komentar! Kali ini, bukan kalian yang akan membawa pulang medali emas,” jawab Donghae oppa dengan mantap.

“Hyung.., lihat saja nanti. Mungkin dia akan menangis lagi seperti tahun lalu, hahaha…,” kata Siwon, magnae trio TeukWonChul yang paling rupawan, merujuk pada Donghae.

“Jangan khawatir, aku justru sudah menyiapkan sapu tangan jika kalian nanti yang menangis,” kata Donghae oppa sambil melambai-lambaikan sapu tangannya.

Suasana semakin panas seiring dengan dimulainya babak pertama!

*Author’s POV

Olimpiade ini dibagi menjadi 5 tahapan yaitu; Preliminary Round, Octo Final, Quarter Final, Semi Final dan Final. Pada babak Preliminary Round, semua team perwakilan dari 20 SMA di Seoul yang telah terpilih melalui tes seleksi setelah menyisihkan perwakilan dari SMA lain, harus menyelesaikan serangkaian soal dalam waktu maksimal 1,5 jam. Dari tahap ini akan terpilih 16 team terbaik untuk mengikuti Octo Final yang masih akan ditandingkan lagi dengan mengerjakan soal tertulis dengan waktu yang lebih singkat yaitu 1 jam. Delapan team terbaik akan langsung melaju ke Quarter Final dengan soal tanya jawab yang dilanjutkan dengan tahap Semi Final dengan peserta 4 team terbaik. Pada akhirnya, 2 team terbaik yang berhasil lolos akan menuju babak Final.

Waktu sudah berjalan lebih dari setengah hari. Olimpiade Matematika antar SMA se-Seoul tahun ini telah sampai pada tahap penentuan yaitu babak Final. Setelah berhasil menyisihkan 18 team dari SMA lain, pada akhirnya terpilih 2 team terbaik untuk melaju ke babak final yang tak lain dan tak bukan adalah…. (*backsound: Jeng…Jeng…!) trio TeukWonChul dari Seoul High School dan trio HaeYoungHyun (*nama dadakan) dari Shinil High School.

Ke dua team telah mengatur strategi dan bersiap pada posisi masing-masing. Untuk setiap jawaban benar akan diberikan 100 poin dengan pengurangan 100 poin untuk tiap jawaban salah. Trio TeukWonChul dari Seoul High School terpilih sebagai Grup A dan trio HaeYoungHyun terpilih sebagai Grup B.

Soal pertama:

Diketahu prisma segitiga tegak ABC.DEF.

Panjang rusuk-rusuk alas AB = 5 cm, BC = 7 cm,

dan AC = 8 cm.

Panjang rusuk tegak 10 cm.

Berapakah volum prisma tersebut?

Beberapa saat kemudian…, teeetttt! Bel dari Grup B.

“100 3 cm3” jawab Donghae mantap, 100 poin untuk Grup B.

Berapakah luas segi 12 beraturan jika diketahui panjang jari-jari lingkaran luar 8 cm?

Teeetttt!!!! Bel dari Grup A.

“192 cm2” jawab Leeteuk mantap, berusaha mengejar ketinggalan, 100 poin untuk Grup A.

Hitunglah himpunan penyelesaian dari persamaan: cos 2x – sin x = 0, untuk 0 ≤ x ≤ 2π !

Teeetttt!!!! Bel dari Grup B.

π6 , 6 , 2” jawab Ohyoung sambil mengangkat papan jawaban. Trigonometri memang bagiannya.

Hitunglah hasil dari: cos45-a°+ cos45+a°  sin45+a°+ sin45-a°  

Teeetttt!!!! Bel dari Grup B.

“ 1 ” jawab Ohyoung sekali lagi membawa teamnya lebih unggul 200 poin.

Hal ini tentu saja membuat trio TeukWonChul sedikit gusar.

Diketahui p dan q adalah sudut lancip dan p – q = 30o

    Jika cos p.sin q = 16 , berapakah nilai sin p .cos q ?

 

Teeetttt!!!! Bel dari Grup A.

46 ” jawab Leeteuk, 100 poin untuk Grup A.

Berapakah nilai dari  limx→22x-28x2– 4?

Teeetttt!!!! Bel dari Grup B.

12 ” jawab Kyuhyun, 100 poin untuk Grup B.

Berapakah nilai limx→0sinx + sin5x6x?

Teeetttt!!!! Bel dari Grup A.

“ 1 ” jawab Siwon, berusaha mengejar ketinggalan.

Diketahui  Berapakah nilai  ?

Teeetttt!!!! Bel dari Grup A.

“ 1 ” jawab Heechul mantap, menyamakan poin. Suasana semakin tegang.

Dari suatu barisan aritmetika, suku ketiga adalah 36, jumlah suku kelima dan ketujuh adalah 144.

   Berapakah jumlah 10 suku pertama deret tersebut?

 

Teeetttt!!!! Bel dari Grup B.

 

“ 660 ” jawab Kyuhyun, 100 poin untuk Grup B.

 

Empat buah bilangan positif membentuk barisan aritmetika. Jika perkalian bilangan pertama dan keempat adalah 46, dan perkalian bilangan kedua dan ketiga adalah 144, berapakah jumlah keempat bilangan tersebut?

 

Teeetttt!!!! Bel dari Grup B.

 

“ 50 ” jawab Kyuhyun lagi, membawa Grup B unggul 200 poin.

 

Trio TeukWonChul mulai penasaran dengan ‘anak baru’ bernama Cho Kyuhyun ini.

Hitunglah matriks X berordo ( 2 x 2 ) yang memenuhi  !

Teeetttt!!!! Bel dari Grup A.

 

6554 ” jawab Leeteuk sambil mengangkat papan jawaban.

 

Selanjutnya adalah soal cerita. Raut wajah Ohyoung langsung berubah seketika. Mengetahui hal tersebut, Donghae langsung menutup telinga Ohyoung agar konsentrasinya tidak buyar dan memberi isyarat pada Kyuhyun untuk tetap fokus. Pemandangan itu sedikit mengganggu konsentrasi Kyuhyun.

Seseorangberangkat dari Seoul ke Chungcheongbuk melalui Gyeonggi kemudian kembali lagi ke Seoul juga melalui Gyeonggi. Rute dari Seoul ke Gyeonggi dilayani oleh 4 bus dan dariGyeonggi ke Chungcheongbuk oleh 3 bus. Jika saat kembali dari Chungcheongbuk ke Seoul, ia tidak maumenggunakan bus yang sama, maka banyak cara perjalanan orang tersebut adalah …. ?

 

Teeetttt!!!! Bel dari Grup A.

 

“ 72 ’’ jawab Siwon, menyamakan kedudukan sementara.

 

Kyuhyun sangat geram karena kecolongan 100 poin. Ohyoung memberi isyarat pada Donghae untuk tidak mencemaskannya dan kembali fokus pada soal.

 

Pada suatu ladang terdapat ayam dan kambing berjumlah 13 ekor yang seluruh kakinya ada 38 buah. Berapakah jumlah kambing di ladang tersebut?

 

Teeetttt!!!! Bel dari Grup B.

 

“ 6 ekor ” jawab Kyuhyun menambah 100 poin.

 

Siswa SD A mempunyai waktu 10 hari untuk menjual tiket di acara amal. Jumlah tiket yang terjual setiap harinya akan berkurang sebanyak 20 buah. Berapa banyak tiket yang harus terjual di hari pertama jika mereka memiliki total 900 tiket yang harus terjual dalam 10 hari?

 

 Teeetttt!!!! Bel dari Grup A.

 

“ 180 tiket ” jawab Leeteuk kembali menyamakan poin.

 

Dalam kantong I terdapat 5 kelereng merah dan 3 kelereng putih, dalam kantong II terdapat 4 kelereng merah dan 6 kelereng hitam. Dari setiap kantong diambil satu kelereng secara acak. Peluang terambilnya kelereng putih dari kantong I dan kelereng hitam dari kantong II adalah …?

 

Teeetttt!!!! Bel dari Grup A.

 

940 ” jawab Leeteuk membawa Grup A unggul 100 poin.

 

Ada dua buah bilangan. Bilangan yang besar ditambah empat kali bilangan yang kecil sama dengan 99. Bilangan yang kecil ditambah dengan tiga kali bilangan yang besar sama dengan 110. Berapakah nilai dari tiga kali bilangan yang kecil jika ditambah empat kali bilangan yang besar?

 

Teeetttt!!!! Bel dari Grup B.

 

“ 175 ” jawab Ohyoung dengan aura balas dendam. Grup B telah ‘kembali’ dalam permainan.

 

Suatu kelas terdiri dari 40 orang. Peluang seorang siswa lulus tes Matematika adalah 0,4. Peluang seorang siswa lulus Fisika adalah 0,2. Banyaknya siswa yang lulus tes Matematika atau Fisika adalah…?

 

Teeetttt!!!! Bel dari Grup B.

 

“ 24 ” jawab Kyuhyun mantap, 100 poin untuk Grup B.

 

Sebuah stasiun radio membagikan T-Shirt gratis pada pendengar selama 3 hari masa promosi. Pada hari pertama, setengah dari jumlah keseluruhan T-Shirt ditambah 1 telah dibagikan dan sisanya ditambah 1 telah dibagikan di hari ke 3. Pada akhirnya, hanya ada 1 T-Shirt yang tersisa. Ada berapa banyak T-Shirt yang tersedia di awal promosi?

 

Teeetttt!!!! Bel dari Grup B.

 

“ 22 ” jawab Donghae menambah 100 poin lagi.

 

Trio TeukWonChul mulai terlihat geram mengetahui mereka tertinggal 200 poin.

 

Seorang ibu membeli buah jeruk dengan harga 1.500/kg dan buah apel 3.000/kg, ibu tersebut harus membayar 45.000. Jika banyak buah yang tersedia 20 kg, maka berapa banyak buah jeruk dan buah apel yang dibeli ibu tersebut?

 

Teeetttt!!!! Bel dari Grup A.

 

“ jeruk: 10 kg , apel: 10 kg ” jawab Heechul berusaha mengejar ketinggalan.

 

Tibalah saat penentuan. Jika Grup A dapat menjawab soal terakhir, maka skor akan sama dan juri akan mengajukan pertanyaan tambahan namun jika Grup B yang berhasil menjawabnya, maka hampir bisa dipastikan, medali emas akan dibawa pulang trio HaeYoungHyun.

 

Di Paibong Bakery, dijual kue-kue dengan harga sebagai berikut; 30 untuk setiap setengah lusin kue, 25 untuk setiap setengah lusin berikutnya, dan 10 untuk bilamana ada tambahan kue yang akan dibeli. Jika kamu membayar 10, berapa kembalian yang akan kamu terima setelah membeli 3 lusin kue?

 

Teeetttt!!!! Bel dari Grup A.

 

4.20 ” jawab Leeteuk yakin.

JAWABAN SALAH! Minus 100 poin untuk Grup A. Kesempatan menjawab dilempar pada Grup B.

 

4.30 ” jawab Kyuhyun berapi-api!

 

JAWABAN BENAR!!!!

 

Dengan perolehan skor terakhir, jawaban tersebut akhirnya membawa Shinil High School memenangkan medali emas Olimpiade Matematika antar SMA se-Seoul tahun ini. Hall langsung dipenuhi tawa dan haru dari seluruh supporter Shinil High School karena ini pertama kalinya mereka membawa pulang medali emas setelah sebelumnya selalu berada di peringkat ke dua.

 

Begitu hasil diumumkan, Ohyoung dan Kyuhyun secara spontan berpelukan namun setelah 3 detik mereka tersadar dan langsung menjauhkan diri. Namun pada akhirnya mereka tidak bisa menghindar dari ‘group hug’ setelah Donghae merangkul mereka berdua.

 

Tiba-tiba, Kim Heechul, salah satu anggota trio TeukWonChul yang terkenal dengan death glare nya yang horor itu mendekati mereka dengan tatapan dingin.

 

“Hey, mau apa kau?!” kata Donghae hendak melindungi dongsaengnya.

 

Heechul hanya terdiam menatap mereka bertiga sebelum dia mengatakan sesuatu.

“Kalian hebat, aku ucapkan selamat. Terutama kau anak baru. Kalian memungutnya dari mana?” kata Heechul sambil memeluk Donghae sekilas.

 

Seketika itu juga ketegangan langsung mencair dan mereka semua saling berpelukan memberi selamat.

 

*Shim Oh Young’s POV

 

Aku masih tidak percaya kami berhasil memenangkan medali emas tahun ini. Ditambah lagi dengan ‘kesepakatan damai’ antara kami dan trio TeukWonChul. Karena situasi sudah membaik, ku rasa sekarang adalah saat yang tepat untuk mengatakannya. Yah, kapan lagi kalau bukan sekarang! Di saat ada kesempatan, aku perlahan mendekati salah satu anggota trio TeukWonChul yang sudah lama ku kagumi. Siapa lagi kalau bukan…. Choi Siwon! (*gubrak! Ohyoung jitak diri sendiri)

 

“Annyeonghaseyo Siwon oppa…,” sapaku sok akrab.

 

“Aahh.., Shim Oh Young? Chukaeee.., kau tampil hebat kali ini,” katanya membalas sapaanku dengan senyumnya yang ‘priceless’ itu. Huaaaa….. melting! (*author juga melting)

 

“Gomawo oppa.., aah.., aku… sebenarnya aku…,” kataku dengan tersipu (*blushing mode on) tak berani menatapnya langsung. Baru saja aku mau melanjutkan ucapanku tiba-tiba…

 

“Aaahh…, sebenarnya dia sudah dari tadi menahan sakit perut!” kata Kyuhyun tiba-tiba merusak moment ‘pengakuan’ku!

 

“Percaya padaku, kau tidak mau berada di dekatnya saat kondisi seperti ini. Annyeong!” dan seketika itu juga, ‘siluman PSP’ itu langsung menarikku yang meronta-ronta menjauh dari kerumunan.

 

“Cho Kyuhyun!!!! Kau sudah bosan hidup, hah! Kau baru saja mengacaukan semuanya, kau tau!” kataku dengan murka.

 

“Siapa suruh kau kecentilan mendekatinya, norak tau?! Pakai manggil-manggil oppa segala, Siwon oppa… Siwon oppa…,” jawabnya dengan gesture kemayu dan tampang manyun.

 

“Yaaaaaak! Cho Kyuhyun!!!!!!!!” teriakku padanya dengan tangan mengepal siap meninju wajah innocentnya itu saat tiba-tiba Kim seongsaenim datang menghampiri.

 

“Hey, kalian berdua ini! Kenapa selalu bertengkar terus, hah…” kata beliau berusaha melerai kami.

 

“Siluman PSP ini selau cari masalah denganku Kim seongsaenim. Dia sudah bosan hidup!” kataku masih dengan emosi tingkat tinggi.

 

“Ne, jangankan kau Ohyoung. Aku yang sudah mengasuhnya selama 16 tahun pun tak tau harus berbuat apa,” kata beliau merujuk pada Kyuhyun.

 

“Mwo…? Apa maksud Kim Seongsaenim?” tanyaku tidak berani menebak maksud ucapan terakhirnya.

 

“Selama ini memang tidak ada yang tau bahwa sebenarnya Cho Kyuhyun yang kau panggil ‘siluman PSP’ ini adalah putraku. Jadi, bisakah kau menjaga rahasia Ohyoung ah? Tapi aku suka dengan julukan yang kau buat, cocok sekali!” kata beliau menjelaskan sambil menimpuk kepala Kyuhyun sepintas.

 

Aku, tak bisa lebih merasa konyol dari saat ini, hanya bisa speechless mendengar fakta itu. Cho Kyuhyun, Kim seongsaenim, siluman PSP, huaaaa…..!!!!!

 

“Arrrgghh.., appa, sudah kubilang berhenti menimpuk kepalaku. Ne, Shim Oh Young, kau sudah tau sekarang. Aku ini putra Kim seongsaenim, jadi kau jangan berani macam-macam padaku, arra?” kata Kyuhyun dengan tampang jumawa yang langsung disambut manis dengan timpukan sayang ke dua dari Kim seongsaenim. Pok!

 

Aku merasakan lututku semakin lemas….

 

cosα+cosβ=2cos12α+βcos12α-β 

 

The following day, at school

 

*Lee Dong Hae’s POV

 

Siang itu saat jam istirahat, Ohyoung menghampiriku dengan kotak makan siang.

 

“Young ah.., aku baru saja mau mencarimu. Ini untukku?” tanyaku padanya.

 

“Ne, mianhae oppa, aku belum sempat menraktirmu. Jadi aku buatkan ini saja,” katanya dengan tersenyum dan memberikan kotak makan itu padaku.

 

“Aaahh.., gomawo Young ah.., sepertinya enak!”

 

Ohyoung, duduk di bangku taman, menemaniku menghabiskan makan siang darinya.

 

“Oppa.., sudah terpikir mau kuliah di mana?” tanyanya tiba-tiba.

 

“Ne, aku akan kuliah di US. Orangtuaku akan membuka cabang perusahaan di sana,” jawabku cepat.

 

“Mwo? US, jauh sekali…,” katanya dengan tampang manyun.

 

“Waeyo? Kau pasti akan merindukanku, geurae?” tanyaku menggodanya.

 

“Aisshh…, oppa…,” jawabnya dengan  raut muka menggerutu.

 

“Young ah, saat aku sudah tidak di sini, aku harap kau sudah bisa berdamai dengan soal cerita.”

 

“Ne, oppa. Gomawo,” jawabnya dengan mengangguk pelan.

 

“Kau dan Kyuhyun, jangan berkelahi terus. Kalau aku tidak ada, siapa yang akan melerai kalian? Anak itu selalu membuat masalah mungkin karena dia kesepian.”

 

“Jinjja oppa? Jinjja? Begitu menurutmu?” tanyanya dengan sangat antusias.

 

Aku hanya mengangguk pelan dan tersenyum sekilas. Dalam hati, aku sudah mengucapkan selamat tinggal pada Shim Oh Young, yeoja yang sudah diam-diam kusukai sejak kelas 2.

 

“Ahh.., oppa. Aku tiba-tiba ingat, aku masih ada urusan. Aku pergi dulu, habiskan makan siangnya oppa. Anyyeong!” katanya dengan tiba-tiba dan berdiri pergi meninggalkanku.

 

“Aigoo…, dia bahkan tidak membawa kotak makannya,” gumamku sambil terus menghabiskan makan siang terakhir yang Ohyoung buatkan untukku sambil tersenyum miris.

 

Beberapa saat kemudian, aku berpapasan dengan Yesung di koridor.

 

“Hyung.., kau ada waktu sore ini? Aku ingin membahas proposal ini denganmu,” tanya Yesung.

 

“Ne.., yesung ya. Ada sesuatu yang ingin kukatakan padamu,” kataku sambil memegang bahunya.

 

“Saat aku tidak ada nanti, kaulah orang pertama yang kuharap bisa menggantikan posisiku. Kau, teruslah berjuang demi Club Matematika kita. Aku yakin kau bisa. Arra?!” kataku padanya.

 

“Mwo…? Hyung…, hyung…, apa maksudmu…???” teriak Yesung yang terus memanggilku dari kejauhan setelah aku berjalan pergi.

 

On the school’s rooftop

 

*Shim Oh Young’s POV

 

Kata-kata Donghae oppa tadi sedikit banyak menginspirasiku untuk berjalan menaiki tangga menuju atap sekolah tempat persembunyian ‘siluman PSP’ itu. Entah apa tujuanku sebenarnya. Tapi satu hal yang pasti, aku ingin melihat wajah manyun namja babo itu.

 

“Cho Kyuhyun…,” kataku pelan sambil duduk di sampingnya yang sedang fokus pada PSP.

 

“Ne?” jawabnya cepat tanpa menoleh sedikitpun.

 

“Mianhae…”

 

“Mwo? Apa kau mau membuat pengakuan dosa?” tanyanya masih tak beralih dari PSP.

 

Di saat lain, aku pasti sudah menjitaknya. Tapi kali ini, kuurungkan niatku.

 

“Kau dan PSP mu itu…, apa kalian benar-benar tidak bisa dipisahkan?” tiba-tiba terlintas pertanyaan konyol ini di benakku.

 

Seketika itu juga, Kyuhyun langsung menekan tombol pause dan menatapku. Membuat suara itu muncul lagi. Deg!

 

“Shim Oh Young……., kenapa kau tidak mencobanya?” katanya dengan memamerkan evil smirk nya.

 

“Yaaak, Cho Kyuhyun! Tamat riwayatmu!” jawabku dengan murka.

 

Seketika itu juga, saat dia lengah, aku langsung menyambar PSP nya dan berusaha membawanya kabur. Tapi namja babo itu tentu saja tidak rela PSP kesayangannya berpindah tangan. Kami terlibat dalam kejar-kejaran seperti di adegan film India (*oh no….) dalam memerebutkan PSP keramat itu!

 

Mengingat sejarah kelam hubungan kami, aku tak pernah menyangka adegan yang selanjutnya ini akan terjadi. Saat dia hampir berhasil merebut PSP nya kembali, aku dan Kyuhyun berada di posisi yang ‘rawan’. Dan saat itu juga dia mendekatkan wajahnya dan…, you know what……………………

 

 

~Chu~

 

 

Entah sudah berapa kali aku ‘menganiaya’nya dan entah sudah berapa kali juga dia membuatku kehilangan kesabaran karena tingkah ‘ajaib’nya. Pada kenyataannya, Cho Kyuhyun a.k.a Mr. Math Genius, ‘siluman PSP’ tertampan yang pernah kukenal, memintaku untuk menjadi yeojachingu nya. Aku pikir aku pasti sudah gila jika menerimanya. But hey.., do I have another choice?

 

Aku tidak punya pilihan lain, kan?! J

 

 

***END***

 

 

 

Acknowledgment

 

Great thanks to:

         My dear friend Rindi, for being the first reader of my 2nd fanfic and for your ‘mathematic’ wisdom (which makes me really jealous!) >,<

         One of my lecturers, for the “Semua hal yang berwujud di dunia ini tidak ada yang absolute” quotation

         ELF4SUJU, simply for the same love we share J

 

89 Comments (+add yours?)

  1. kimyoungwoonssi
    Dec 23, 2011 @ 07:51:17

    Like!!! Like!!!! Like !!!!!!

    Reply

  2. xna_cloudsjewelspumpkins
    Dec 23, 2011 @ 08:22:24

    Aigooo….ne. bc ff p bc soal math ya…
    Good ff chingu…
    Joha…
    D afstor na g??

    Reply

  3. megan chynthia dewi
    Dec 23, 2011 @ 09:24:02

    keren ceritanya…..
    soal matematiknya mantep deh thor…
    tapi sayng banget ungkapan author dalem kurung itu sedikit membuyarkan konsentrasi membaca…haha…
    tapi overallnya bagus…
    hwaiting!!!:)

    Reply

  4. Weny Jung
    Dec 23, 2011 @ 09:49:16

    Waaa keren2 !!:D
    Tapi endingnya ga detail >..<)
    1 materi yg kurang thor, dimanakah VEKTOR ?? *clingak clinguk:D

    Reply

  5. naomia0906
    Dec 23, 2011 @ 09:54:16

    hyaa~ itu si kyu emang gila pinternya -_- huahahah sebenernya ini cerita menjurus ke comedy :p

    Sebelumnya aku mau perkenalin diri ^^ Hehe :p Annyeong Naomia imnida, 16yo, ELF & Bana
    Follow twitter aku all @tiffanyssi hahaha :p #pedegila

    Kunjungin blog aku ya
    http://sjb1a4.wordpress.com/
    buat pecinta B1A4 dan SJ ayo! Dateng ke blog
    aku ^^
    Aku share macem-macem!
    Dari ff, lyrics, news, foto, dll~
    Untuk sementara ini authornya emang lagi pada hiatus .. Jadi lebih sering ke news ..
    Tapi kita lagi adain event ff freelance ^^
    Kunjungin aja blog kami buat info ya
    Jangan sungkan-sungkan buat komen, ok! ;D
    Soal ff kalian bisa baca ff kami yang sudah
    terbit ^^
    Tapi ingat! Komen jangan lupa! Hehe
    Setiap bulan kami adain event” berbeda
    Dan bulan ini kami lagi adain ”FF FREELANCE SPECIAL”
    Jadi kalian ga akan kecewa🙂
    Gomawo perhatiannya ^^
    Maaf ya kalo cerewet hehe
    Annyeong :*

    Reply

  6. zkyu
    Dec 23, 2011 @ 09:57:51

    meskipun gak mudeng *ketauan deh kalo babo
    tapi daebakkk thor!!! sukka deh *cium author

    Reply

  7. Aria kudo
    Dec 23, 2011 @ 10:10:19

    keren..

    Reply

  8. rinchunn
    Dec 23, 2011 @ 10:55:29

    Bagusss ceritanyaa.. Kasian Donghae (˘̩̩̩ε˘̩̩̩ƪ)
    Tp si KYUHYUN emg bnr2 terlalu tuh.. (‾˛‾”)ƪ(˘-˘) kyuhyun😀

    Teruskan berkarya thor😉

    Reply

  9. Hizuri kyubum
    Dec 23, 2011 @ 12:02:56

    Ffnya bagus, lucu jg, daebak deh. ngga bs berhenti senyum2 sendiri dari awal baca *bukan gila loh ya*

    Reply

  10. Kim Hyora
    Dec 23, 2011 @ 13:56:00

    o.o Kyu minta otak mu dong setengah, huaaaaa!!!
    Daebak thor ff nyaaa ^^

    Reply

  11. sophiemorore
    Dec 23, 2011 @ 14:00:21

    ahahahahahhahaahaa apa ini ep ep pake rumus segala? masa olohhh
    anatara serius, pengin ngakak, dan frustasi liat ceritanya
    ngocol dapet
    matematikanya jossss xD

    Reply

  12. Devi
    Dec 23, 2011 @ 15:58:09

    Humor sekaligus puyeng hahaha pabonya diriku,bagus authornya niat banget rumus bertebaran kelihatan kyu nya pinter wkwkwk

    Reply

  13. minerva
    Dec 23, 2011 @ 16:21:38

    hossh hosshh pnjang…
    kyak lari keliling lapangan monas (?)

    kyakkkk gue suka gaya lho thorr haha😄
    bner2 dah tumben aku baca ff kyak gini…
    beserta soal’nya pun di cantumin
    ketauan nie readernya babo😄
    apalagi endingnya ga jlas tapi aku ngerti kok hehehe😄

    kyakkk pkoknya perfect dehhh
    good jobs #wink

    Reply

  14. fatihatunnisa
    Dec 23, 2011 @ 18:00:12

    huwaaaa…
    keren thor..
    apalagi endingnya..
    *ngacungin jempol bareng YeHaeKyu*

    Reply

  15. ChaeyeonCho
    Dec 23, 2011 @ 19:08:46

    Neomu johaaaaa

    Reply

  16. arnamelia
    Dec 23, 2011 @ 19:37:13

    Gak ngomooong lagi. keren serius😀

    Reply

  17. nungkz
    Dec 23, 2011 @ 20:16:52

    i like it like it like it..
    Aq sk detail cerita ny..
    Tp mnrtku,endingny krg gimanaaa gtu

    Reply

  18. @Rhea_ElForever
    Dec 23, 2011 @ 21:33:44

    Like this thorr ..

    Masalah* soal nya ak kga tau soal apaan tuhh ?? Bru msk smp jd kga tau soal yng kyk begituan -__-

    Reply

  19. beky
    Dec 23, 2011 @ 22:12:32

    Kecewa endingnya ga detail !!!
    DONGHAE BUAT GUE AJA!! *ganyante
    Nice ff🙂

    Reply

  20. rizkakudoelf
    Dec 23, 2011 @ 22:18:30

    mantap ff nya author! Sangat berisi!

    Reply

  21. Ryena
    Dec 23, 2011 @ 22:24:37

    Aaaa aku suka ffnya~ authornya keren nih, soal2nya ditulis lengkap, haha😀 lanjut ya thor~ oh ya, aku sempet ngitungin soal2 yg aku bsa kerjain loh, hehe ^^ #gakadaygnanya #curhat😄

    Reply

  22. lovely kyu
    Dec 23, 2011 @ 23:05:17

    Asli, keren banget ceritanya..
    bener2 mengeksplor ‘bakat tersembunyi’ kyu ,,
    wkwk
    ;p great author

    Reply

  23. Flo
    Dec 24, 2011 @ 01:56:38

    sumpah ngakak abis pas baca bagian kyu niruin oh young manggil oppa😄
    bagus ffnya, tapi kurang puas endingnya….
    bikin lanjutannya dong, thor…

    Reply

  24. tere
    Dec 24, 2011 @ 02:30:11

    aaaaaaaaaaaaa *puyeng* soal math nya daebak abis deh thor! kereennn, jarang ada ff kaya gini! lanjutkan😀

    Reply

  25. niqclif_1027
    Dec 24, 2011 @ 13:28:53

    uwaaah…
    bagus thor… I like this FF…
    luchu smpe bkin aku trtawa smbil guling-guling..
    “hug author

    Reply

  26. niqclif_1027
    Dec 24, 2011 @ 13:31:00

    sekuel thor…

    Reply

  27. Sabina Johnson
    Dec 24, 2011 @ 14:15:54

    thor, ini soal math kelas berapa sih? tapi kok ada soal smp kelas 9? #maap saia baru keals 9 eheheheheee#
    btw, ceritanya bagus thor, tentang math lagi.. ahahahahhahaaaa..
    .

    Reply

    • KeNamGiL
      Dec 26, 2011 @ 13:23:47

      Soal diambil dari kumpulan soal olimpiade Matematika SMA

      tp aku tambahin soal SMP jg, so yes U’re right!

      Ceritanya milih soal2 yg bisa author kerjain jg, hehehe….😀

      Reply

  28. Lethi
    Dec 24, 2011 @ 15:44:43

    Like banget deh😀

    Reply

  29. KeNamGiL
    Dec 25, 2011 @ 18:46:22

    Gomawo dear readers😀
    Yg dah comment, aku doain banyak pahala, amin………………..

    Unfortunately, banyak equation symbol yg ga kebaca, beberapa soal jd agak ‘aneh’, huhu

    *ralat: yg betul Seonsaengnim ya, bukan seongsaenim, mianhae!

    Just wait for the After Story!🙂

    Reply

  30. adimuliapradana
    Dec 25, 2011 @ 23:37:22

    sejatinya tuh orang – orang korsel tuh pinter2… ada semacam trend kyk anak2 jepang pada dekade 80-an yang super pinter2 gtu

    tapi kemudian, ada suatu hal dimana kebutuhan identitas (ber)budaya harus menjadi jati diri warga korea, seperti halnya dulu ada J-Pop pada 90an – 2000an awal

    jadi, muncullah K-Pop😀

    well, sekalipun nge-K-Pop, orang2 Korea Selatan memang pinter2 matematika sih, diluar kepala😀

    Reply

  31. rizkyalmadinah
    Dec 26, 2011 @ 09:31:53

    Itu soal2 sama rumusnya beneran?? :O hebat!!!! *tepuktangan* keren!! *mangap* waaaah kyuu emng mr math genius !!! Ajarin dong kyuu *plak! Ffnya keren!! Suer -,-v hehehe

    Reply

  32. Choi Rin Di
    Dec 26, 2011 @ 13:12:36

    Ken gave me this FF before it was published here,,
    My first impression was she studied and did the experiment before she wrote it. (She was not good at counting actually hahahaha..)
    Based on those works, she proved the great writing that definitely two thumbs I would give for her…
    Hwaiting and Keep up the good work!!!!

    Reply

  33. KyuHaeYongwonhi
    Dec 26, 2011 @ 14:45:44

    Aigoo…., daebak thor!😀

    100 thumbs up! (or more….)

    Jd pengen di privat matematika sama Kyu!😀 *ditolak mateng2!

    Reply

  34. Mrs. Park Shi Hoo
    Dec 26, 2011 @ 15:22:52

    I like it though I hate MATH😉

    Reply

  35. KyuHaeYongwonhi
    Dec 26, 2011 @ 17:21:56

    Aigoo…. daebak thor!😀

    Two thumbs up! (or more….) >,<

    Jadi pengen di privat Matematika sama Kyu. *ditolak mateng2!

    Reply

  36. Mrs. Park Shi Hoo
    Dec 26, 2011 @ 17:25:08

    I like it though I hate MATH!😉

    Reply

  37. alfialonew
    Dec 27, 2011 @ 09:42:07

    huah asik thor ff nya! >.<

    Reply

  38. KyuHaeYongwonhi
    Dec 27, 2011 @ 12:43:37

    Aigoo…, daebak thor!😀

    100 thumbs up! (or more…) >,<

    Jadi pengen di privat Kyu😉 *ditolak mateng2!

    Reply

  39. Choi Rin Di
    Dec 27, 2011 @ 15:54:28

    When the first time I read this FF (before it published here), I believed that this FF must be the great and lovely story..

    Dear Ken, Keep up the great job…!!!!

    Reply

  40. KyuHaeYongwonhi
    Dec 28, 2011 @ 11:32:46

    Aigoo…, daebak thor!😀

    100 thumbs up! (or more…) >,<

    Jadi pengen di privat Matematika sama Kyu. *ditolak mateng2!

    Reply

  41. Sora Jang
    Dec 29, 2011 @ 18:03:52

    Eonni keren banget…
    Eon ngasih aku dua hal sekaligus: Pertama cerita yang bagus, kedua cara ngadepin ilmu MTK yang biasanya selalu jadi musuh aku…
    Lewat FF nie eon gak cuma pen ngasih cerita ato sekedar FF buat readers, tapi ngasih pemahaman juga ke readers kalo MTK ntu gak sesulit ntu saat kita tau gimana cara buat nyeleseinnya. aku rasa makna ini tersampein lewat tokoh ceweknya..

    Aku selalu suka bagian akhirnya, kayak yang di Vanilla ajah…

    Ada AS nya kan eon? Aku tunggu lho…

    Reply

  42. itou
    Jan 02, 2012 @ 08:37:54

    in math, you have to count the value of x, in life, you just have to forget your x and move on.
    by the way, soal limitnya, itu limit x mendekati berapa ya?

    Reply

    • KeNamGiL
      Jan 02, 2012 @ 17:08:00

      Damn right!😀 thanx a lot dear!

      limit x mendekati berapa ya….? hmmmm…..
      (*mikir lama………………………………………)

      zzzz……zzzzz……zzzzz……zzzzz….. T,T

      Reply

  43. Adyn TB
    Jan 02, 2012 @ 16:55:26

    LIKE,,LIKE,,LIKE,,1900 x
    1900 Thumbps😀
    gak nyangka bisa buat FF kayak gini,,
    :p

    Reply

  44. leesungmin126
    Jan 11, 2012 @ 19:26:05

    Huaaaa gue masih SMP sihya jd kaga ngerti sama semua soal mat di ffnya :”””””((((( -,,-

    Reply

  45. sungminchelle
    Jan 15, 2012 @ 22:14:10

    aduh thor… endingnya gantung…. donghae oppa gimana nasibnya??? kacian bgt dia!! oh young ga peka dan malah sama kyuhyun *gimana kalo ddonghae oppa sama aku aja? #plak* tapi bagus kok!

    Reply

    • KeNamGiL
      Jan 17, 2012 @ 17:52:19

      hehe boleh, asal kau bisa menjaring ikan se-Mokpo😀

      Thanx a lot! just wait for the after story😉

      Reply

  46. Paramitha
    Jan 25, 2012 @ 07:44:44

    Mantaaaaap thor ceritanya apalagi soal matematikanya (y) haha😀

    Reply

  47. villainovia
    Feb 06, 2012 @ 18:55:26

    It’s my ultimate favorite!😀

    Reply

  48. Trackback: Mr. Math Genius « cloudyspark
  49. Trackback: Nado Saranghae « cloudyspark
  50. Trackback: V A N I S H « cloudyspark
  51. niken
    Mar 09, 2012 @ 09:33:25

    annyeong, niken imnida, aku readers baru di blog ini.. Hehe
    salam kenal admin, author, ‘n readers senior.. Hehe

    hanya 1 kata yg aku pengen bilang… HEBATTTTT..
    Keren admin FFnya.. Keren deh pokoknya..

    Reply

  52. uru
    Mar 10, 2012 @ 17:10:36

    I like like like it

    Reply

  53. SJ861015970209
    May 05, 2012 @ 22:07:06

    Suka (y)
    Sambil baca ff sambil belajar matematika juga😀
    Nice story ^^

    Reply

  54. Lee
    May 06, 2012 @ 15:21:07

    sumpah keren abis nie ffny,jarang banget nemu ff kyk ginian.
    authorny hebat.2 thumbs wat authorny.

    Reply

  55. jongjeestick
    Jun 16, 2012 @ 20:25:16

    hey! am i late??
    ken eonni : yeah *melempar tatapan death glare nya

    Reply

    • cloudysparkyu
      Jun 16, 2012 @ 21:29:35

      yaaaak! knapa pindah ke sini bacanya😄
      semoga gak pusing ma rumus2 yg bertebaran ><
      Thanx 4 reading😀

      Reply

      • jongjeestick
        Jun 16, 2012 @ 21:39:07

        jangan salahkan aku><
        emm tenang kok eon gak akan pusing namun langsung tepar==,
        dan jujur! ini jujur eon!
        pas lagi pertanyaan berebut itu agak skip bacanya==v
        dan masa aku ngebayanginya pas soal udah selesai dibacain mereka detik itu juga langsung jawab????!!! ==,
        haha==,

      • cloudysparkyu
        Jun 16, 2012 @ 21:53:03

        mwahaha…, jangankan kamu😄
        saya yg bikin aja rasanya pengen nyekip bagian itu! ><
        ya emang kaya' gitu dear😄
        ceritanya kn mereka jenius matematika gitu… (-_-) *lempar-kalkulator*
        anyway, sorry 4 hard time ^^

  56. MethaSparkyuELF
    Jun 27, 2012 @ 10:07:56

    keren banget !!!!!! bener-bener speechless baca nya hua seru abis deh😀

    Reply

  57. kiki chan
    Nov 11, 2013 @ 20:01:17

    ceritanya lucu! ceria n kocakny ky lg baca komik! ekspresif ^^
    i like this so much ^^

    Reply

  58. desta kurnia
    Jan 11, 2014 @ 21:05:26

    wahh awalny mau baca vanish tpi pas liat ternyata vanish sequel dari Mr. Math Genius jdi baca dlu ah~~~
    rumus matematika ny bnyk thor sorry di skip bca ny biar fokus ke alur muehehehe
    ~daebak

    Reply

  59. melindacuty
    Jan 16, 2014 @ 21:47:47

    itu ending nya ga jelas

    Reply

  60. yunwoo
    Jan 11, 2015 @ 13:25:21

    Ooooww oww ternyata ini tohh awall mulanya… huwaaa sweet bgt… wkwkwkkw seperti biasa author ff mu bnr” kerennnnnn
    Kerennn sekerenn kerennya…..
    Huaaaaa ak penge baca yg lain… ak ijin baca ya author… gomawo

    Reply

  61. Kimy Chee
    Aug 19, 2015 @ 20:33:28

    untung aku ngerti matematika plus bisa jawab soal dan ngerti rumus2nya. ga perlu puyeng juga deh. selain untuk istirahat ternyata juga bisa sambil belajar baca ff ini hihi keren deh

    Reply

  62. esakodok
    Aug 19, 2015 @ 23:03:05

    jadi malu sensiri baca ffini..hehehehe..habis matematikaki parah bangett

    Reply

  63. soyou
    Aug 20, 2015 @ 18:48:01

    ffnya keren sihh terus ceritanya juga saya suka… cuma saya rada gak suka ada kata autis di sana.. kata autis gak bisa asal2 di pakai itu bisa menyinggung perasaan orang yang punya anak atau saudara yang autis.. menurut orang yang gak punya anak atau saudara yg autis itu lucu atau biasa aja tapi menurut orang punya anak atau saudara autis itu sangat menyinggung. . maaf ya author itu sekedar pendapat saya aja

    Reply

  64. Trackback: [Fanfic Of The Week] V A N I S H [Sequel of Mr. Math Genius] | Superjunior Fanfiction 2010

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: