Set Me Free! [5C/6]

setme

Author            : Jhyosun13

Tittle : Set Me Free! [Part 5C/6]

Tag : Cho Kyuhyun, Kim Hyesun (OC)

Genre : Family, Angst, AU

Rating: PG-15

Length : Series

Author’s Note :

Annyeong^^ Hope you’ll like this fanfic, if you like? I am HAPPY hehe..

My personal blog : junghyosun13.wordpress.com

 

-Happy Reading-

 

 

2 years later

 

Jinhyuk terllihat sangat bahagia melihat putrinya kembali seperti sedia kala. Sepertinya jinhyuk harus memberi hadiah kepada hweji yang berhasil membuat anaknya kembali normal(?) jinhyuk selalu berpikir bahwa yang tinggal dengannya waktu yang lalu itu bukanlah anaknya Kim Hyesun ntah siapa yang menjadi anak nya satu itu. Jinhyuk tengah bersiap-siap untuk segera pergi ke kantor. Berdiri di depan kaca dengan tangan yang mengurus dasi.

“Appa, apakah masih lama?” tanya hyesun teriak dari luar. Jinhyuk mendecak lidah nya kesal.

“Bawa saja mobil sendiri. Kenapa kau harus menumpang dengan appa, huh?” kata jinhyuk kesal.

 

Cklek

 

“Jinjja, appa seperti apa appa ini! Mengantar anak nya ke kampus saja perhitungan! Ck.” Kata hyesun mendelik tajam kearah jinhyuk yang juga menatap kesal ke arahnya.

 

Begitulah suasana pagi 2 tahun terakhir ini. Hyesun telah masuk ke SNU jurusan bisnis dan sang ayah tentunya mengurus perusahaannya. Bagaimana keadaan hyesun 2 tahun terakhir ini? Tentu saja semakin membaik. Hyesun sudah menjadi hyesun yang ceria seperti tanpa beban hidup itu yang kita lihat dari luar. Tetapi, tidak dari dalam. Diam-diam hyesun sering memikirkan kyuhyun. Apakah kyuhyun baik-baik saja disana? Apakah kyuhyun sudah menemukan penggantinya? Ouch, pertanyaan yang terakhir itu membuat hyesun merasa mual.

Hyesun yang sudah lebih dewasa dengan rambut panjangnya, sikapnya, bahkan hyesun lebih banyak tersenyum. Hyesun akan tersenyum jika ada yang menyapanya. Dengan menggunakan jins warna putih yang menutupi kaki jenjang nya dan kemeja tanpa lengan yang berwarna soft pink menjadi pilihan busana hyesun hari ini.

“Bagaimana kalau kau belajar menyetir, huh?” tanya jinhyuk yang saat ini telah ikut masuk ke mobil dan duduk di samping hyesun.

“Untuk apa belajar mobil jika masih ada appa dan paman song yang masih bisa mengantarku? Dan juga sepertinya si ikan dan si monyet dengan senang hati mau mengantar ku pulang haha.” Kata hyesun dengan bangga. Jinhyuk membenarkan perkataan hyesun. Lee Donghae dan Lee Hyukjae memang kerap sekali mengantar anaknya itu. Terkadang jinhyuk sering kali berpikir, apakah hyesun sudah melupakan kyuhyun? Tentu saja jinhyuk sedikit kecewa jika itu memang terjadi. Tetapi jika itu memang yang terbaik buat anaknya, dia harus memendan keinginannya untuk menjadikan kyuhyun menjadi menantunya.

“Appa dengar lee donghae dan lee hyukjae itu kakak beradik, benar?” tanya jinhyuk sambil melihat layar ipad nya serius.

“Di bilang kakak beradik si tidak appa, mereka saudara sepupu saja. Eh, appa masih ingat temanku yang bernama hweji itu?” tanya hyesun, jinhyuk mengangguk. “Dia berpacaran dengan donghae! Akhirnya donghae berhasil mendapatkan hweji setelah sekian lama. Wah, mereka sangat cocok appa! Astaga!” kata hyesun senang sekali.

“Dan kau kapan? Masih menunggu kyuhyun?” tanya jinhyuk tanpa mengalihkan pandangannya.

“Appa membuat mood ku hilang pagi ini!” kata hyesun kesal. Donghae? Hyukjae? Hweji? Yup. Mereka bertiga melanjutkan pendidikannya di SNU dan satu jurusan dengan hyesun. Dan temannya yang lain waktu sma ada yang melanjutkan di SNU juga tapi beda jurusan dan ada juga di Harvard? Harvard? Tentu saja itu changmin, minho dan jonghyun. Mereka memang sudah sangat dekat sejak kecil dan selalu satu sekolah jadi mereka selalu mengikuti dimana kyuhyun melanjutkan pendidikannya. Dan untungnya kapasitas otak mereka mampu untuk mengikuti kyuhyun yang kelewat jenius itu.

“Xiexie, baba. See yaa!” pamit hyesun dan menutup pintu mobil.

 

*****

 

Hyesun berjalan santai memasuki perkarangan SNU pagi ini. Dengan earphone putih yang bercorak hijau menutup kedua daun telinganya. Sesekali hyesun menunduk kepalanya sedikit sambil tersenyum jika ada yang menyapanya. Bahkan ada yang memberi kado terhadapnya. Coklat dan boneka beruang dari yang berukuran besar sampai miniatur beruang. Barang-barang tersebutlah yang seringkali hyesun dapatkan dari para penggemarnya.

“Annyeonghaseyo, hyesun-ssi.” Sapa seorang pria dan temannya menghadang jalan hyesun. Hyesun tersenyum dan melepaskan earphone.

“Annyeonghaseyo sunbae. Ada yang bisa saya bantu?” kata hyesun. Terlihat sunbae tersebut terlihat gugup dan langsung memberikan kotak bekal kepada hyesun.

“Untukku sunbae?” tanya hyesun girang.

 

Dengan ini aku bisa menghemat uang jajan bulananku. Assa.

 

“Emm. Ambillah.” Jawab sunbae baik hati itu.

 

“Arrasseo, sunbae. Khamsahamnida.” Kata hyesun senang sambil membungkukkan badannya dan meninggalkan sunbae tersebut.

 

Hyesun memang berbeda sekali dengan kyuhyun. Kyuhyun akan mengabaikan apa yang diberikan fansnya untuknya, dan hadiah-hadiah tersebut para sahabatnya lah yang seringkali memakannya ataupu mengambilnya. Tetapi tidak dengan hyesun. Hyesun dengan senang hati menerima bekal makan dari para fansnya maupun hadiah berupa barang. Bahkan hyesun meminta kepada appa nya membuat ruangan khusus untuk meletakkan barang-barang itu. Dan juga para pelayan dapur terkadang bingung dimana harus meletakkan tempat bekal tersebut karena tidak ada ruang lagi untuk meletakkannya.

“Kau juga mendapatkan bekal makan gratis?” tanya hweji ketika ia telah duduk di samping hyesun. Hyesun menganggukkan kepalanya.

“Kau juga?” tanya hyesun. Hweji menganggukkan kepalanya sambil menggoyang-goyangkan sebuah kotak makan yang berukuran kecil.

“Donghae tidak marah?” tanya hyesun.

“Tentu saja tidak. Kau tahu sendiri, bahkan donghae senang jika aku mendapatkan bekal makan gratis. Jadinya kita bisa makan bekal itu bersama-sana. Kau, aku, donghae dan hyukjae. Keutchi?” kata hweji. Hyesun mengangguk kepalanya lucu. Yup. Mereka berempat adalah primadona SNU saat ini. Jadi kejadian seperti itu sudah menjadi kegiatan mereka sehari-hari menerima hadiah dari fansnya.

“Ini sudah 2 tahun ya?” kata hweji. Hyesun tersenyum miris. “Berarti 2 tahun lagi. Tapi, kurasa dia bisa menyelesaikan nya kurang dari 4 tahun.” Sambung hweji. Hyesun menelungkupkan kepalanya diatas meja. Hweji terjengit kaget melihat respon hyesun. Begitulah hyesun. Jika ada yang membicarakan tentang kyuhyun dengannya, hyesun kerap sekali merasa bersalah. Merasa bersalah? Yup. Hyesun menyalahkan dirinya sendiri atas keputusan kyuhyun untuk melanjutkan pendidikannya diluar.

Jika saja waktu itu hyesun lebih tenang sedikit. Mungkin saja kyuhyun ada bersama dengannya saat ini. Hyesun merasa sangat egois. Seharusnya dia mengerti kenapa kyuhyun dulu memperlakukannya tidak seperti pasangan pada umumnya. Itu cara kyuhyun membuktikan rasa cintanya dengan nya. Kau bodoh, kim hyesun. Seharusnya kau lebih tenang menghadapi kyuhyun. Berbicara baik-baik dengan kyuhyun, katakan jika kau sangat tertekan dengan apa yang dia lakukan. Perlahan-lahan kyuhyun pasti akan mengerti. Penyesalan selalu datang terlambat.

“Kau baik-baik saja?” tanya hweji khawatir. Hyesun mengangguk memiringkan kepalanya menghadap hweji dengan pipi yang menjadi tumpuan di atas meja. Hweji mengepalkan kedua tangannya, ditumpuknya dan meletakkan dagunya diatas kepalan tersebut menghadap wajah hyesun.

“Sangat terlambat bukan? Aku menyesal hweji-ah. Eottheke? Apakah aku masih bisa memperbaiki semuanya?” tanya hyesun lirih. Hweji menghembuskan nafasnya kasar dan menggeleng lemah.

“Geuresse. Ini terlalu rumit.” Kata hweji. Keadaan hyesun tambah buruk mendengar perkataan hweji. “Ah! Hyesun-ah! Bagaimana kau menyusul kyuhyun ke london? Temui dia.” Kata hweji tiba-tiba. Hyesun tampak berfikir dan lama-lama tersenyum. Tak lama kemudian senyum itu pudar.

“Jika dia tidak mau menemuiku, bagaimana?” tanya hyesun. Hweji menggelengkan kepalanya.

“Kalau itu terjadi, kau sewa seorang pria menjadi pacar mu. Dan katakan kepada kyuhyun, bahwa kau sedang berlibur dengan pacarmu bukan untuk menemuinya. Ah, aniya! Aku akan menelpon changmin, untuk membantumu. Eotte?” kata hweji.

“Kau yakin dengan semua ini?” tanya hyesun khawatir. Hweji memukul kepala nya frustasi.

“Aku yakin. Ikuti saja apa kataku, eoh? Segera pesan tiket menuju london sore ini! Aku akan mengatakan pada paman bahwa kau izin selama beberapa minggu karena ada keperluan mendadak. Ppalli!” kata hweji. Hweji lantas berdiri, menuju ruangan direktur SNU. Direktur SNU? Direktur itu adalah paman hweji. Hyesun menghembuskan nafasnya kasar.

“Selalu saja seperti itu. Tidak mendengar perkataan ku dulu terlebih dahulu.” Gumam hyesun seraya menelpon rahyun pengawal pribadinya.

 

“Ya, Miss Kim?”

 

            “I wanna go to London this afternoon.”

 

            “This afternoon? Ah, i’m understand miss. But, Miss Kim. Mr. Kim knows about your departure this afternoon miss?”

 

            “Don’t worry about that. I believe, daddy will be happy if he knows i go to london this afternoon.”

 

            “I’m understand miss kim”

 

Hyesun memutuskan teleponnya tanpa membalas ucapan ra hyun. Apakah dia harus memberitahukan ayahnya. Tentu saja kau harus melakukannya, kim hyesun.

 

To: Bad Daddy

 

Appa, aku akan ke London sore ini. Tidak ada apa-apa bukan? Aku akan mengajak rahyun.

 

Hyesun menekan tombol send. Bagaimana kalau kyuhyun telah memiliki kekasih? Hyesun mengacak rambutnya frustasi.

“Awas saja kau cho kyuhyun! Aku akan benar-benar membunuhmu jika kau selingkuh di belakangku!” kata hyesun. Hyesun tak sadar jika sedari tadi, apa yang ia lakukan dan apa yang ia katakan bisa di dengar dengan teman-teman kelasnya. Bahkan, mereka semua berbisik-bisik mendengar perkataan hyesun yang terakhir. Hyesun tersenyum canggung sambil memegang lehernya melihat teman-temannya sedang melihatnya saat ini.

 

Drrt Drrt

 

From: Bad Daddy

 

Kau akan menemui kyuhyun? Benarkah itu? Kalau itu benar, appa memberi mu izin. Bawalah berita bahagia jika kau kembali ke korea, eo? Love You my princess.

 

Hyesun menghempaskan iphonenya di atas meja setelah membaca pesan dari ayahnya. Menjijikkan, apa benar kau ayahku? Benar apa yang dikatakan hyesun. Ayahnya begitu saja memberikan izin kepadanya. Menyebalkan. Tak lama kemudian hyesun tersenyum.

“Hah. Hah. Untung saja aku masuk ke kelas sebelum kim songsaengnim masuk.” Kata hweji tiba-tiba sambil mengatur nafasnya. Hyesun melihat kedepan, dan benar saja kim songsaengnim telah masuk ke kelas.

 

 

*****

 

Hyesun melihat foto dirinya dengan kyuhyun. Di foto tersebut hyesun dan kyuhyun terlihat sangat bahagia. Apakah hyesun akan mendapatkan kebahagiaan itu lagi? Entahlah, hyesun saat ini hanya bisa berharap. Hyesun memasukkan foto tersebut di dalam koper kecil nya lagi setelah melihat mobil telah berhenti di airport. Hyesun turun dan melangkahkan kakinya menuju ruang tunggu VIP. Sesampainya disana hyesun terlihat sangat gugup.

 

“Miss, 5 menit lagi kita kan masuk ke pesawat.” Kata rahyun.

 

Hyesun tampak tambah gugup mendengar perkataan rahyun. Hyesun takut jika kyuhyun tak mau menerimanya lagi bahkan bisa saja kyuhyun telah mendapatkan penggantinya. Hyesun memeluk tanaman yang tak jauh darinya untuk menutupi kegugupannya. Rahyun tampak bingung melihat anak majikannya tersebut.

“Miss, are you okay?” tanya rahyun cemas. Hyesun menganggukkan kepalanya. Dan rahyun mengerti. Anak buah rahyun membisikkan sesuatu kepadanya dan rahyun mengangguk mengerti.

“Nona, sudah waktunya.” Kata rahyun. Hyesun melepaskan pelukannya itu dan berjalan gontai. Rahyun dan anak buahnya mengikuti hyesun. Hyesun menghirup nafas nya dalam-dalam dan menghembuskan nafasnya perlahan-lahan.

“Think positive!” gumam hyesun dan tersenyum percaya diri. Hyesun berjalan lebih percaya diri menuju pesawat pribadi miliknya. Miliknya? Pesawat pemberian kyuhyun. Kado ulang tahun.

 

*****

 

Drrt Drrt

 

“Siapa?” tanya minho yang berada disamping changmin. Minho dan changmin saat ini berada di kantin harvard. Kyuhyun dan jonghyun sedang berada di perpustakaan dan akan segera menyusul mereka ke kantin.

“Aku tidak tahu. Ini nomor dari korea.” Kata changmin bingung sambil melihat layar iphone nya.

“Angkat saja.” Usul minho. Changmin tampak ragu. Changmin meletakkan iphone diatas meja dan menatap nya saja tanpa berniat untuk mengangkatnya.

“Kenapa tidak di angkat? Kurasa itu orang yang kau kenal.” Kata minho. Changmin melihat minho sebentar dan kembali melihat iphone nya yang bergetar kembali. Nomor yang sama.

“Jika ini penting. Dia akan terus menelpon bukan? Kita tunggu saja sampai panggilan yang ke 3.” Kata changmin sambil menyunggingkan bibir nya sedikit. Minho menggelengkan kepalanya saja melihat tingkah kekanakkan sahabatnya itu.

 

“Oh. Dia mengirimi pesan!”

 

“Baca!”

 

From: 021-xxx-xxxx

 

BEDEBAH KAU SHIM CHANGMIN! ANGKAT TELEPONKU! DASAR JERAPAH TANPA CORAK!!

 

“Jerapah tanpa corak?” gumam minho dan changmin serentak. Mereka berdua tampak berfikir dan seketika mereka membulatkan mata mereka.

“DO HWEJI!” teriak mereka serentak. Sontak changmin menelpon kembali nomor do hweji. Tangan changmin nampak bergetar.

“Mati kau Shim Changmin!” ejek minho. Minho tersenyum senang melihat changmin ketakutan. Tentu saja changmin takut. Dia masih ingin tetap hidup ketika kembali ke korea.

 

            “Yo…Yo.. Yobseyo?”

 

            “BERANI-BERANINYA KAU TAK MENGANGKAT TELEPONKU?! HUH? KAU HANYA MEMANDANGI NYA SAJA, HAH?! Awas kau kalau kembali ke korea!” Changmin menjauhkan teleponnya. Minho memuncratkan jus jeruknya mendengar teriakkan hweji. Wah, daebak. Suara hweji memang benar-benar mengagumkan.

 

“Jangan salahkan aku. Kau menelpon dengan nomor baru. Aku tidak tahu kalau kau menelponku. Memang nya kau artis yang terus menukar-nukar nomor.” Bela changmin. Minho membenarkan perkataan changmin.

“Siapa?” tanya kyuhyun yang tiba-tiba duduk di samping minho. Jonghyun menatap ngeri changmin yang terus-terusan menjauhkan iphone nya dari telinga.

“Hweji.” Jawab minho. Kyuhyun mengernyitkan dahinya, dan menatap changmin.

 

“Aku perlu bantuan mu.”

 

            “Bantuan apa?” tanya changmin. Jonghyun, minho dan kyuhyun sontak melihat changmin.

 

“Ada apa dengan hweji?” tanya jonghyun. Minho menggelengkan kepalanya tidak tahu.

 

“Hyesun akan ke london sore ini dari korea. Mungkin dia akan tiba di london malam hari.”

 

            “Jinjja?!” teriak changmin kaget. Sontak membuat kyuhyun, jonghyun dan minho menutup telinga nya masing-masing.

 

“Eo. Aku ingin kau menjemputnya, aku akan memberikan nomor rahyun pengawal pribadinya kepadamu. Jangan berteriak seperti itu. Aku tahu, 3 sahabatmu yang lainnya ada di dekatmu.” Changmin melihat para sahabatnya bergantian. Changmin memutuskan untuk memisahkan diri dari para sahabatnya.

            Minho mengerutkan dahinya bingung melihat changmin yang tiba-tiba memutuskan untuk menjauh.

“Kenapa dia pergi? Apakah kita tidak harus tahu apa yang mereka bicarakan?” tanya jonghyun.

“Entahlah. Mungkin saja. Nanti pasti dia akan memberitahu kita. Tunggu saja.” Kata kyuhyun santai. Jonghyun menganggukkan kepalanya setuju. Tetapi tidak dengan minho. Minho merasa ada yang hal yang sangat menarik. Minho menyunggingkan senyum dengan penuh arti.

 

“Apakah hyesun ingin menemui kyuhyun?”

 

            “Yup.” Changmin menutup matanya mendengar apa tujuan hyesun ke london. “Ada masalah? Halo? Shim Changmin? Kau masih disana?”

 

            “Ah, aku masih disini. Baiklah aku akan menjemputnya. Dia mempunyai rumah bukan disini?”

 

            “Kurasa iya. Paman Kim pernah tinggal beberapa tahun di london dengan hyesun, kurasa mereka memiliki rumah pribadi disana. Kau tanya saja dengan rahyun atau kau minta nomor handphone hyesun dengan rahyun eo?”

 

            “Arrasseo. Hey, ku dengar kau berpacaran dengan Lee Donghae, benarkah?”

 

            “Apa urusanmu?!”

 

            “Tentu saja ada urusannya denganku, nona. Kau dulu pernah menolakku. Ah, aku merasa dibawah Lee Donghae jika kau berpacaran dengannya.”

 

            “Ah, molla. Keuno.”

 

Tut

 

Changmin tersenyum lucu setelah hweji memutuskan teleponnya. Tak lama kemudian senyuman changmin pudar digantikan dengan raut muka khawatir.

“Aku tak yakin ini bisa berjalan dengan lancar.” Gumam changmin.

 

 

 

Changmin meletakkan iphone nya begitu saja di atas meja dan duduk kembali di kursinya. Bahkan saus steak nya pun tumpah diatas layar iphone nya.

“Wae? Ada masalah apa?” tanya jonghyun. Minho mengangguk setuju. Kyuhyun hanya menatap changmin sebentar dan kembali memfokuskan kembali dengan buku bacaannya.

“Biasa. Adikku berulah kembali.” Jawab changmin santai sambil menatap ngeri layar iphone nya. Changmin mengambil tissue.

“Tto? Astaga. Adikmu itu memang benar-benar ajaib. Kurasa memang benar kataku changmin-ah, adikmu itu setengah wanita setengah laki-laki. Ckck.” Kata minho. Changmin melemparkan tissue yang habis dipakai untuk mengelap layar iphone ke wajah tampan minho.

“Jaga mulutmu.” Kata changmin sambil menyipitkan matanya.

 

 

*****

 

Hyesun masih belum percaya bahwa dia telah menghirup udara yang sama dengan kyuhyun. Selama di pesawat, hyesun telah bertekad bulat. Apapun yang terjadi hyesun akan mendapatkan kyuhyun kembali. Hyesun menyunggingkan senyumnya penuh arti. Memakai kacamata, hyesun melangkahkan kakinya yang jenjang itu menuju mobil yang telah menunggu kedatangannya.

Hyesun masuk ke mobil setelah salah satu anak buah rahyun membukakan pintu untuknya. Hyesun membuka kacamatanya dan segera menghidupkan handphone nya selama ia berada di London.

“Miss, Mr. Shim telah menghubungi saya. Mr. Shim berkata ia meminta maaf karena tidak bisa menjemput anda.” Kata rahyun. Hyesun mendelik kesal mendengar perkataan rahyun. Hyesun yakin pasti changmin lupa untuk menjemputnya. Menyebalkan. Entah apa yang terjadi jika ia melaporkan kejadian ini dengan hweji. Dipastikan changmin tidak bisa kembali ke korea karena ketakutan. Hyesun tersenyum lucu jika hal itu terjadi.

“Katakan padanya untuk menemuiku besok pagi jam 8. Apapun yang terjadi dia harus datang tepat waktu.” Kata hyesun sambil memejamkan matanya.

“Saya mengerti, miss.” Sepertinya hyesun mengalami jetlag. Jetlag? Tentu saja. Dia telah lama tidak berpergian jauh seperti ini. Tidak seperti dulu, saat ia dan dirinya sering mengikuti ayahnya dinas di luar negeri.

Cinta itu memang mengubah semuanya. Yang sebelumnya hyesun membenci kyuhyun sampai ingin sekali mencekik kyuhyun dan saat ini hyesun ingin bisa memeluk kyuhyunnya lagi sebelum ia tidur. Hyesun membuka matanya, dan melihat jalanan yang dilewati mobil yang membawanya ini. Hyesun tentu saja tak merasa asing dengan london. Hyesun pernah tinggal di london selama 2 tahun di umur 10 tahun. Dan itu berarti terjadi 10 tahun yang lalu.

 

*****

 

Di salah satu club terelit di London terlihat kyuhyun, jonghyun dan minho sedang duduk di salah satu ruang VIP. Kyuhyun menggoyang-goyangkan gelas yang berisikan wine nya tersebut. Di sisi kiri dan kanan nya terlihat wanita malam yang sedang mencoba merayu kyuhyun. Begitu pula dengan jonghyun dan minho. Mereka memang ikut minum-minum tetapi tidak dengan wanita malam. Minho dan Jonghyun masih perjaka. Mereka belum pernah tidur dengan satu wanita manapun. Tetapi tidak dengan bibir dan tangan mereka.

Ini yang ditakutkan dengan changmin. Kyuhyun benar-benar berubah. Kyuhyun yang sekarang kerap sekali gonta-ganti kekasih. Bukan hanya itu, kyuhyun juga sering meniduri wanita manapun jika kyuhyun menginginkannya. Tetapi, tidak untuk saat ini. Kyuhyun sedang tidak dalam keadaan yang baik.

“Marcus, what’s wrong with you?” tanya salah satu wanita yang berada di sisi kanan kyuhyun.

“I’m okay, dear. But, i was in a very bad mood. You are better get out from this room, dear.” Kata kyuhyun       halus, dan mengecup bibir salah satu wanita malam nya.

 

“But, marc..”

 

“Get Out, please.” Kata kyuhyun dingin. Sontak wanita malam tersebut segera keluar dari ruangan itu. Minho dan jonghyun menatap kyuhyun ngeri. Sepertinya kyuhyun memang dalam kondisi mood yang sangat buruk.

“Ada apa denganmu? Tidak seperti biasanya kau mengusir keluar mereka.” Kata jonghyun tanpa melihat kyuhyun. Kyuhyun melirik jonghyun sekilas, menghembuskan nafasnya kasar dan meletakkan kasar gelas wine nya.

 

“Tidak berselera.” Kata kyuhyun dan meninggalkan mereka.

 

“Lihat sahabatmu itu. Bukannya dia yang mengajak kita untuk ke sini? Kenapa dia yang meninggalkan kita? Menyebalkan.” Gerutu minho.

“Hanya satu orang yang bisa membuat kyuhyun seperti itu. Kau tahu siapa bukan?” kata jonghyun.

“Kim Hyesun.” kata minho sambil menyunggingkan senyum nya. “Ada apa dengan hyesun? Apakah mereka bertemu?” tanya minho. Jonghyun menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.

“Aku juga masih tidak mengerti. Jika kutanya tentang hyesun dengannya, kyuhyun pasti tidak akan menjawabnya.” Kata jonghyun tersenyum kecut.

 

 

*****

 

Hyesun membuka matanya perlahan-lahan. Melirik jam yang berada di sampingnya, 7.30 a.m. Pagi di london. Sesampainya di rumah ayahnya, hyesun langsung masuk ke kamarnya dan tidur setelah ia mengganti bajunya dan mencuci muka nya terlebih dahulu. Kebiasaan hyesun jika mengalami jetlag yang berat.

Hyesun duduk di pinggir kasur sambil mencoba untuk mengumpulkan nyawa nya secara utuh. Setelah ia merasa nyawanya telah terkumpul hyesun memutuskan untuk segera mandi. Tentu nya ia tidak bisa bermalas-malasan selama di London. Karena hyesun memiliki tujuan untuk datang ke london.

“Aisshh, jinjja. Aku masih mengantuk.” Gumam hyesun seraya mentup mulutnya yang terbuka. Hyesun berjalan perlahan menuju kamar mandinya yang berada di kamarnya. Jujur saja hyesun merasa sangat merindukan kamar nya yang satu ini. Dia merasa kembali ke umur 10 tahun tidur di kamar ini.

Sekitar 20 menit kemudian hyesun selesai untuk mandi. Hyesun merasa lebih segar setelah ia mandi. Hyesun menghentikan kegiatan tangannya yang sedang mengeringkan rambutnya melihat foto dirinya dan kyuhyun di samping tempat tidurnya.

“Mian.” Gumam hyesun. Hyesun mengusap pelan foto tersebut tersenyum miris. “Ini semuanya tidak terjadi bukan jika aku tidak terlalu egois, cho? Pasti kita tidak mengalami hal-hal yang pahit telah kita lalui.” Sambung hyesun. Hyesun menangis untuk kesekian kalinya. Di pagi pertamanya di London, hyesun telah memberikan pengalaman yang buruk. Entah apa lagi hal yang buruk yang akan di dapatkannya nanti.

 

Tok

Tok

 

“Ya?” kata hyesun seraya menghapus air matanya.

 

“Mr. Shim telah datang, miss.” Kata rahyun. Hyesun melihat jam, ah jam sudah menunjukkan jam 8.15 pantas saja changmin telah datang. Selalu seperti itu. Hyesun selalu sangat terlarut dalam kesedihannya tentang kyuhyun.

“Aku akan segera keluar.” Jawab hyesun. Hyesun segera memakai baju dan setelah itu hyesun akan menemui changmin.

 

 

*****

Mengunakan dress polkadot berwarna merah berbintik putih menjadi pilihannya baju nya pagi ini. Sebenarnya hyesun ingin sekali sarapan terlebih dahulu. Karena tidak mau membuat changmin menunggu. Hyesun menyuruh rahyun membawa changmin ke balkon kamarnya dan sarapan pagi nya.

“Hanya telat 15 menit. Rekor terbaru, huh?” kata hyesun menatap changmin yang baru saja datang ke balkon kamarnya.

“Aku memasang alarm.” Kata changmin jujur setelah mengatakan terimakasih dengan rahyun yang telah mengantarnya. “Pengawal pribadimu yang ini lebih cantik daripada jessie.” Kata changmin dan duduk di kursi yang ada di balkon tersebut. Duduk menghadap hyesun.

Changmin merasa kyuhyun sangat beruntung bisa mendapatkan hati wanita yang sedang ia lihat ini. Jika wanita ini bukan milik kyuhyun, dipastikan changmin akan mencoba menarik hati hyesun. Hanya saja changmin masih memikirkan hubungan persahabatannya dengan kyuhyun. Hyesun ikut duduk di samping changmin yang hanya saja dihalangi dengan sebuah meja bulat kecil yang berisikan makanan sarapan pagi hyesun.

“Kau belum sarapan?” tanya changmin melihat meja yang berada disampingnya yang berisikan sandwich isi tuna dan air jeruk hangat yang masing-masing tinggal setengah. Hyesun menggelengkan kepalanya tersenyum polos.

“Aku baru memakannya setengah.” Kata hyesun. Changmin termenung dengan jawaban hyesun. Jawaban hyesun baru saja ia dengar juga dari mulut kyuhyun pagi ini. Maklum saja, changmin tinggal satu rumah dengan kyuhyun. Yang lebih tepatnya changmin yang menumpang.

“Well, kau tampak berubah changmin-ah.” Kata hyesun sambil melihat changmin dari ujung rambut sampai kakinya. “Tampak lebih dewasa.” Sambung hyesun. Changmin tersenyum.

“Kau juga tampak beda. Tampak dewasa.” Kata changmin menimpali perkataan hyesun.

“Tentu saja. Aku tidak mau terus mendengar ocehan appa yang mengatakan aku masih anak kecil nya. Menyebalkan.” Kata hyesun kesal sambil menyuruh pelayan membawa sarapan pagi nya kembali ke dapur.

“Ah, paman kim. Aku sangat ingin bertemu dengan ayahmu itu. Aku hanya bisa melihat gambarnya saja di internet. Apa yang bisa kubantu, huh?” tanya changmin.

“Kau masih dekat dengan kyuhyun kan?” tanya hyesun. Changmin mengangguk. “Apakah kyuhyun sudah melupakanku?” tanya hyesun takut. Changmin menghembuskan nafasnya kasar. Changmin tampak bingung. “Wae? Kyuhyun telah memiliki kekasih?” tanya hyesun lagi.

 

Apakah aku harus menceritakan keadaan kyuhyun yang sebenarnya?

 

“Aku juga tidak tahu. Jika aku, minho dan jonghyun menyinggung tentang kau kyuhyun selalu diam tanpa kata. Dan seketika mood nya akan menjadi buruk.” Kata changmin membayangkan bagaimana keadaan kyuhyun dengan mood yang sangat buruk.

“Benarkah? Itu buruk.” Kata hyesun lirih. Changmin menatap sendu hyesun. melihat keadaan changmin sekarang. Changmin memang dilingkup perasaa ragu. Antara apa dia kan menceritakan keadaan kyuhyun yang sebenarnya atau tidak.

“Apakah juga sangat buruk jika aku menemuinya?” tanya hyesun dengan raut muka tak bisa dibaca sama sekali.

“Kau ingin menemuinya? Kau yakin?” tanya changmin memastikan. “Apakah dengan hyesun menemuinya kyuhyun akan berubah menjadi sedia kala?” batin changmin.

“Kau pikir aku jauh-jauh kesini untuk apa, huh? Tentu saja untuk menemui kyuhyun. Bodoh.” Kata hyesun kesal.

“Kau masih saja sering mengumpat.” Kata changmin tak percaya. Hyesun menyungging bibirnya bangga.

 

“Kau mau menemukanku dengan kyuhyun?”

 

“Entahlah.”

 

“Jawaban apa itu!”

 

“Bukan seperti itu, aku sebenarnya memikirkan nasibku jika aku mempertemukan kau dengan kyuhyun.”

 

“Maksudmu?”

 

“Kyuhyun pasti akan mengusirku dari rumahnya. Kau tahu bukan dia paling tidak suka jika ada yang mengurus masalah pribadinya. Uhh, aku tidak bisa membayangkan.” Kata changmin sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Hyesun membenarkan perkataan changmin. Jujur saja hyesun juga tak ingin membuat changmin bermusuhan dengan kyuhyun hanya karena dirinya.

“Begini saja. Kau hanya perlu membantuku dengan memberitahukan ku jadwal kuliah kyuhyun hari ini. Aku kan menemui kyuhyun di harvard.” Kata hyesun yakin. Changmin menolehkan kepalanya cepat.

“E.. Eoh? Hari ini juga?” tanya changmin tidak percaya. Hyesun mengangguk kepalanya yakin.

“Tentu saja. Kau pikir kapan, huh? Ini sudah 2 tahun lebih dan kau menyuruhku untuk menunggu lagi. Maaf saja Mr. Shim aku tidak melakukannya lagi.” Kata hyesun.

“Arrasseo. Sebaiknya kau menemui kyuhyun jam 11.” Kata changmin pasrah. Dia juga akan merasa sangat berdosa jika menghalangi hubungan mereka.

“Arrasseo. Gomawo changmin-ah.” Kata hyesun senang dan memeluk changmin. Changmin terkejut dan tak lama kemudian changmin dapat mengendalikan keterkejutannya dan balas memeluk hyesun.

 

Semoga berjalan dengan baik. Changmin hanya bisa berharap tidak terjadi hal yang buruk dengan hyesun.

 

*****

 

At Seoul

 

“Bagaimana perkembangan hotel di daerah gangnam?” tanya jaehyun tanpa memandang sekretaris nya itu.

“Berjalan dengan baik, presdir. 3 hari lagi kita akan akan menyelenggarakan pesta membuka hotel tersebut secara resmi.” Jawab sang sekretaris.

“Wakilkan aku di acara tersebut. Kau bisa keluar.” Kata jaehyun. Sepertinya kita tahu darimana kyuhyun mendapatkan sifat dingin dan cuek nya itu. Bukan dari ayahnya maupun ibunya. Tak lain adalah sang paman. Itu lah yang dibicarakan oleh pegawai-pegawai Xina Corp L.td ini. Mereka kerap sekali menyamakan jaehyun dan kyuhyun yang disadari atau tidak memang paman dan keponakkannya itu memang benar-benar mirip hanya saja jaehyun lebih bisa mengendalikan mimik wajahnya dengan dimana dia berada dan dengan siapa ia bicara.

 

Drrt

Drrt

 

From: 021-xxx-xxxx

 

Tuan, kami lagi-lagi mendapatkan tuan muda cho datang ke club malam. Apa yang harus kami lakukan, tuan?

 

“Ck. Bagaimana dia bisa berubah drastis seperti itu?” kata jaehyun tak percaya. Setelah ia melihat albert berada di Xina Corp. L.td beberapa hari yang lalu dia merasa bahwa ada yang tidak beres dengan kyuhyun disana. Karena tidak mungkin kyuhyun menyuruh albert untuk meninggalkannya sendirian di sana. Jaehyun melihat lagi ponsel nya dengan nomor yang sama dari mata-matanya yang berada di london.

 

From: 021-xxx-xxxx

 

Saat ini kami melihat Nona Hyesun berada di harvard, tuan.

 

Kali ini jaehyun tersenyum senang membaca pesan dari mata-mata nya. “Obat kyuhyun telah datang.” Gumam jaehyun dengan senyum yang masih tersemat di wajahnya. Jaehyun kembali memasangkan kacamatanya dan kembali memfokuskan dalam pekerjaannya.

 

 

*****

 

Hyesun turun dari mobil. Melihat ke sekitarnya yang dipenuhi mahasiswa harvard university. Hyesun bergidik ngeri melihat seluruh nya memegang sebuah buku yang sangat tebal. Hyesun tak perlu belarah, memang hyesun terlahir dengan otak yang sangat encer jadi satu kalimat yang ia baca akan ia ingat seumur hidupnya tetapi jika ia ingin untuk mengingatnya.

 

Drrt Drrt

 

From: Mr. Giraffe

 

Kau sudah sampai? Kami masih di dalam kelas, Prof. Smith sering mengkorupsi waktu dalam mengajar. Kau tunggu saja, eo?

 

Hyesun menggembungkan pipinya kesal. Hyesun benci menunggu. Tapi, biarlah dia menunggu untuk kali ini. Kali ini dia akan mengalah. Untuk kali ini saja. Hyesun melangkahkan kakinya untuk masuk ke perkarangan harvard university. Tatapan kagum dari mahasiswa harvard university hyesun abaikan. Karena hyesun tidak dalam keadaan mood yang baik untuk membalas senyuman mereka. Karena hyesun akan melakukan hal yang sangat ia benci yaitu menunggu.

Hyesun akan menunggu di perpustakaan saja. Dipastikan di perpustakaan harvard university akan lebih baik untuk menjadi tempat acara menunggunya daripada dia menunggu di koridor. Hyesun dalam kondisi mood yang tidak baik, tidak perlu disarankan untuk menunggu di tempat yang penuh dengan orang. Hyesun membuka sebuah ruang yang berada di perpustakaan dan duduk di satu-satu nya kursi di sana. Meminta iphone nya dengan rahyun karena dirinya tidak membawa tas bentuk apapun untuk meletakkan iphonenya.

 

To: Mr. Giraffe

 

Aku menunggu di salah satu ruang di perpustakaan. Sepertinya ini ruang khusus, entahlah apa namanya disini menyenangkan.

 

Hyesun mengembalikan iphone kembali dengan rahyun. Rahyun mengundurkan diri dari ruangan tersebut meninggalkan hyesun sendirian disana.

 

 

*****

 

“Sepertinya kita harus melaporkan ini ke polisi. Prof. Smith telah melakukan kejahatan dengan mengkorupsi waktu mengajar.” Keluh minho sambil meregangkan badannya.

“Kau benar. Ah, jinjja. Pasti di berpikiran bahwa kita sangat menikmati cara nya dia mengajar.” Sambung changmin yang memegang lehernya.

 

Drrt

Drrt

 

From: Mrs. Kim

 

Aku menunggu di salah satu ruang di perpustakaan. Sepertinya ini ruang khusus, entahlah apa namanya disini menyenangkan.

 

Changmin menyunggingkan senyumannya membaca pesan dari hyesun dan memasukkan iphone di saku celana jean nya. “Hey, ayo kita ke basecamp. Besok ada kuis, tidak ada salahnya bukan kita belajar? Kita juga telah lama tidak mengunjungi basecamp.” Kata changmin sambil merangkul jonghyun dan kyuhyun.

“Kau benar. Ayo, kita kesana.” Kata kyuhyun yang setuju. Mereka berempat pun segera menuju basecamp mereka.

“Hey, kalian tahu hweji dan donghae berkencan?” tanya minho. Jonghyun dan changmin mengangguk.

“Darimana kalian mengetahuinya?” tanya minho tak percaya.

“SNS donghae.” Jawab jonghyun dan changmin serentak. Minho mempoutkan bibirnya. Karena kali ini dia ketinggalan berita yang sangat penting menurutnya. Menyedihkan. Mereka berjalan seperti biasanya. Tetapi tidak dengan kyuhyun. Kyuhyun yang memang instingnya sangat tajam merasakan ada yang berbeda dengan kampus mereka hari ini.

“Kalian merasa ada yang aneh?” tanya kyuhyun.

“Aneh bagaimana?” tanya jonghyun. Kyuhyun mengedikkan dagu nya ke orang-orang yang sedang berkumpul sambil membicarakan sesuatu. Jika itu perempuan, kyuhyun pasti tidak heran. Tetapi ini para pria. Minho juga merasakan ada yang aneh.

“Hey, john! There’s something wrong this day? I feel you are very excited to talk about something with your friend.” Kata changmin yang menghampiri teman yang ia kenal diantara salah satu pria yang sedang bercengkerama.

“Ah, it’s okay max. You don’t know?” tanya john bingung. Changmin, jonghyun, minho dan kyuhyun saling bertatapan.

“About what?” tanya changmin.

“At library there was a very pretty girl and..”

“And?” kata changmin dan minho. Kyuhyun dan jonghyun juga ikut mendengarkan saja. Mereka berdua juga penasaran.

“Sexy.”

“Oh, really??” tanya changmin, jonghyun dan minho. Kyuhyun menghembuskan nafasnya kasar. Ia kira ada hal yang lebih penting dari itu.

“Really. I think that girl from asia especially korea just like you. Oh, i must to go right now. If you don’t believe, just check it.” Kata john seraya meninggalkan mereka dengan yang melihat john dengan tatapan tanda tanya besar. Tak lama kemudian changmin dan minho berlari menuju perpustakaan.

“Oh, shit. Yah!” teriak kyuhyun dan juga ikut berlari menyusul minho dan changmin. Sedangkan jonghyun masih terlarut dalam pikirannya.

“From korea? Oh my god, who is she?” kata jonghyun sambil mengikuti cara taylor swift menyanyikan lirik itu dalam lagu Blank Space.

“Lee Jonghyun!” teriak kyuhyun. Seketika jonghyun tersadar dan segera menyusul kyuhyun.

Mereka berempat pun sampai di perpustakaan. Mereka mencari-cari wanita mana yang berbeda dengan penghuni perpustakaan saat ini. Tidak ada yang aneh dengan perpustakaanya. Hanya saja banyak sekali orang yang mengumpul di depan pintu basecamp mereka.

“Ku kira siapa, ternyata wanita itu dia. Sial.” Batin changmin kesal melihat orang-orang itu di depan basecamp mereka. Kyuhyun segera menuju ke gerombolan itu. Sesampainya di sana, semua orang yang berada di sana terlihat terdiam melihat kyuhyun dan teman-temannya berdiri. Kyuhyun menatap tajam mereka, dan tak lama kemudian mereka semua segera menjauhkan diri dari kyuhyun. Kyuhyun menatap beberapa wanita yang berpakai jas rapi seperti pengawal ia yakin.

“Who are you?” tanya kyuhyun tepat di depan rahyun. Rahyun melihat kyuhyun bingung. Rahyun seketika mengerti ketika ia melihat changmin juga berada di sana. Rahyun mengangguk mengerti dan menyuruh anak buah untuk membukakan pintu.

“Ini bukannya basecamp kita?” tanya minho bingung. Jonghyun mengangguk menyetujuinya.

“Come in please Mr. Cho, Mr. Shim, Mr. Lee and Mr. Choi.” Kata rahyun seraya tersenyum. Minho, jonghyun dan kyuhyun tampak bingung. Sedangkan changmin berharap cemas. Jonghyun yang memutuskan untuk masuk terlebih dahulu.

“Oh My, KIM HYESUN?!” teriak jonghyun. Minho dan kyuhyun terkejut mendengar jonghyun berteriak dan ikut masuk ke dalam. Sedangkan changmin, berharap dalam hati supaya nasibnya tidak akan menjadi buruk setelah ini.

“WOW. This is more fun than jus pretty and sexy, Miss Kim.” Kata minho melihat hyesun yang sedang duduk menyamping dengan kaki yang diatas pinggiran kursi sambil memegang sebuah majalah.

 

Kyuhyun menegang melihat wanita itu kembali. Dan nyata sedang berada di hadapannya. Hyesun merasa ada seseorang yang masuk, menutup majalahnya dan berdiri melihat minho dan jonghyun masuk dan hyesun bertambah terkejut melihat kyuhyun juga berada di sana. Dan yang terakhir changmin memasuki ruangan.

“Sangat menyenangkan disambut di basecamp sendiri dengan wanita cantik seperti mu.” Kata minho dengan menaikkan alisnya berulang kali.

“Dan juga..”

 

“Untuk apa kau kemari?” tanya kyuhyun sarkatis memotong perkataan jonghyun. Minho dan jonghyun terkejut dengan respon kyuhyun. Changmin menatap ngeri kyuhyun sedangkan hyesun menatap lirih kyuhyun.

 

“A.. Aku..”

 

-tbc-

 

 

 

 

SALAM

JHYOSUN13

 

 

 

 

 

 

 

 

 

11 Comments (+add yours?)

  1. khalepa
    Aug 17, 2015 @ 14:31:41

    Daebak…
    Author next part.a d tunggu segera nih..
    Bikin deg2an..
    Gg sabar nunggu klanjutan.a..

    Reply

  2. blackjackelfsone
    Aug 17, 2015 @ 15:36:03

    Huow kyu kyu-_- what happend wth you hah????? Adehhh. Tbc disaat ga tepat. Thor gw penasarann!!!
    Ditunggu next partnya. Smangattttt

    Reply

  3. shoffie monicca
    Aug 17, 2015 @ 16:17:20

    ya author tbcnya ngga tpat huhuhu knpa kyu mlh nya gtu sn nyesun kn nyesun ke london nyusul km kyu…author jngn lama2 part slnjutnya pnsrn nih…

    Reply

  4. antikairawan
    Aug 17, 2015 @ 17:54:24

    ohh, next next next. kepo kepo.
    ini menyenangkan

    Reply

  5. Monika sbr
    Aug 17, 2015 @ 19:07:31

    Aahhhh…. Bikin deg2an.
    Semoga aja kyuhyun gak marah deh sama hyesun

    Reply

  6. esakodok
    Aug 17, 2015 @ 20:56:22

    tbc nya bikin frustasi danbgregetan
    jd ikut dag dig dug nunggu reaksi kyuhyun
    hahaha
    aigoojd penasaran secantik apa hyesun sampai semua cowok seheboh itu

    Reply

  7. Risna
    Aug 17, 2015 @ 21:31:21

    Kyuhyun telah berubah tpi tidak dengan hatinya yg hnya di milika oleh hye sang.. Tapi apa yg akan dilakukan kyuhyun stlh bertemu hye sang?

    Reply

  8. v chan
    Aug 17, 2015 @ 22:05:55

    Daebak thor…
    Cpet bgt….
    Next chap x cpet jga thor yaa…
    Pnasaran tingkat dewa sma nasipx changmin, tpi btw knpa kyu kya gtu yaa ??
    Rsax gk rela bgt dy berubh, jdi kyu yg dlu donk kyu….

    Reply

  9. Yeoja Cupcake
    Aug 18, 2015 @ 10:51:56

    maaf buat authornya ada yg salah dari ff nya..
    Harvard bukan di london tapi di cambridge, Amerika serikat. tlong buat part yang selanjutnya penulisan tempat jgn salah..
    udah itu masukan dari ku aja..
    keep writing..

    Reply

  10. bubblesilr7
    Aug 18, 2015 @ 22:44:10

    daebak sangat2 daebak
    lanjutin ya thor
    karakter kyuhyun ya bikin geregetan bgt
    pokoknya lanjut ya thot fighting

    Reply

  11. lieyabunda
    Aug 19, 2015 @ 03:22:26

    kyu kok jadi berubah gitu,,,,,,,
    lanjut

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: