Late to Believe

PicsArt_1434109888190

Author : DoongDoongNemo ^^

Tittle : Late to Belive

Category : PG-16,Sad,marriage life,oneshoot

Cast : Lee Donghae

Kim Seukhye

Lee Yoogeun

Jang Hyori

Lee Sarang

 

Story begin ^^

‘’kau menjebakku lagi,huh?.’’ Pria itu menatap dengan bengis wanita yang sedang terduduk ketakutan di pinggir ranjang.

‘’ti..idak..’’ wanita itu gemetar dan matanya mulai memerah menahan tangis.

‘’arggghh!!! aku tak percaya ini!!.’’ dengan kasar pria itu melepaskan simpul dasi yang sedari tadi serasa mencekiknya.

‘’ Donghae oppa..’’ lirih wanita itu saat mencoba untuk membuka suara.

‘’dengar dan ingat dengan baik, Kim Seukhye!.’’ Donghae menekan dengan keras tulang pipi Seukhye hingga Seukhye kesakitan di buatnya.

‘’ Tak peduli kau sedang mengandung anak siapapun itu, aku tak peduli. Keputusanku sudah bulat aku akan tetap menikah dengan Hyori yang sedang mengandung anak ku.’’

‘’oppa..dengarkan penjelasanku..’’ dengan susah payah Seukhye mencoba berbicara saat tangan Donghae masih saja menekan tulang pipinya.

‘’aku tak butuh penjelasanmu. Kau sungguh menjijikan Kim Seukhye! Kau tak lebih seperti wanita jalang di luaran sana, memanfaatkan aku untuk tujuan busuk mu. Dulu kau mendoktrin keluarga ku untuk menyuruh aku menikahimu, lalu setelah itu kau menjebak diriku untuk menghamilimu. Lalu sekarang, saat aku meminta perceraian pada dirimu kau ingin menipuku dengan mengaku mengandung anakku lagi, begitu??.’’ Seukhye mengeleng dengan terisak. Anak yang ia kandung adalah hasil dari percintaan mereka. Walaupun Seukhye tidak yakin Donghae mengingat kejadian malam di mana ia menyentuh Seukhye kembali.

‘’tidak..tidak..aku tidak seperti itu..’’ tangis Seukhye akhirnya pecah. Sungguh hatinya hancur mendengar ucapan Donghae. Sebesar itu kah rasa benci Donghae padanya?

‘’kau hanya ingin menguasai hartaku. KAU WANITA HINA YANG PALING MENJIJIKAN KIM SEUKHYE!.’’ Seukhye menutup telinganya rapat-rapat ia tak mau mendengar ucapan Donghae yang hanya akan semakin menambah luka di hatinya.

‘’hentikan..hentikan..hentikan..’’ Seukhye memukul dada bidang Donghae yang berada di hadapanya dengan tangis.

‘’KAU DAN KELUARGA MU YANG MISKIN ITU TERNYATA TAK LEBIH DARI SEORANG PENIPU ULUNG! DENGAN UMPAN PUTRI MEREKA YANG LUGU DAN BERWAJAH POLOS INI UNTUK MENIPU AKU DAN KELUARGAKU!!.’’

DEG

Seukhye berhenti berteriak, dengan lemah tangannya berhenti bergerak memukuli dada bidang Donghae. Dengan tatapan terluka Seukhye menatap tepat ke manik mata Donghae yang di penuhi kobaran api kebencian.

‘’jangan menghina keluargaku.’’ Lirik Seukhye dengan tatapan terluka.

‘’mereka tak seperti itu.’’ lanjutnya.

‘’kau boleh menghina ku tapi jangan menghina keluargaku.’’

‘’tak peduli seberapa hina aku di mata mu tapi aku tak sehina perbuatan wanita keji itu.’’ Seukhye mencoba menatap lurus ke manik mata Donghae.

PLAK

‘’tutup mulutmu. Kau tak sebanding dengan Hyori. Jangan samakan dirimu dengan Hyori karna kalian jauh berbeda.’’ Donghae menampar keras pipi mulus Seukhye.

‘’di mataku kau dan keluargamu tak lebih dari sekor tikus penjilat. Perbuatan kalian sungguh hina dan menjijikan.’’ Rahang Donghae mengeras.

‘’aku akan mengurus surat perceraian itu di pengadilan. Dan kau, segera persiapkan dirimu untuk angkat kaki dari rumahku.’’ Donghae melepaskan cengkraman tanganya di tulang pipi Seukhye lalu ia menghempaskan dengan kasar tubuh Seukhye ke atas ranjang lalu pergi meninggalkan Seukhye yang masih terisak.

CKLEK

‘’appa..’’ Seorang bocah lelaki mengerjap menatap Donghae dengan tatapan polosnya. Sementara itu Donghae hanya menatap dengan datar bocah lelaki yang sedang menggenggam mobil mainannya. Tanpa peduli dengan panggilan bocah itu Donghae berjalan melewatinya.

‘’appa..aku hanya ingin bermain bersama.’’ Bocah itu menunduk sedih sambil menatap mobil mainannya.

‘’Yoogeun..’’ bocah itu mendongkakkan kepalanya saat suara lemah Seukhye memanggilnya dari kamar.

‘’Eomma.’’ Yoogeun berjalan memasuki kamar Seukhye. Dengan senyum Seukhye mencoba menutupi kesedihanya di hadapan putra kecilnya. Dibawanya yoogeun dalam pangkuannya, memeluk yoogeun dengan erat seolah mencari kekuatan. Yoogeun lah salah satu alasan ia bertahan dari segala sikap dan prilaku kasar suaminya.

‘’eomma menagis?.’’ Tanya Yoogeun sambil mengerjap dengan tatapan polos.

‘’tidak sayang.’’ Seukhye menggeleng dengan senyum tapi tetap saja air matanya tak berhenti mengalir.

‘’lalu kenapa mata eomma mengeluarkan air mata?.’’

‘’ini karna eomma terlalu senang, sayang.’’ Seukhye mengelus rambut lebat putranya.

‘’apa yang membuat eomma bahagia?’’

‘’eomma bahagia saat memelukmu seperti ini. melihatmu tumbuh besar dengan sehat. Melihatmu tersenyum, eomma bahagia.’’

‘’eomma..saat besar nanti aku akan melindungi eomma agar appa tidak menyakiti eomma lagi.’’ Seukhye menegang saat mendegar ucapan polos yoogeun. Seukhye mengangguk sambil tersenyum lirih lalu kembali membawa yoogeun dalam pelukan hangatnya.

 

***

Enam tahun yang lalu Donghae mengalami depresi berat karna di hianati oleh gadis yang sangat ia cinta. Masa-masa itu adalah masa paling kelam di keluarga Lee. Melihat putra mereka hancur seperti itu hati orang tua mana yang tak sakit. Kang Inyoung yang paling terpukul saat itu. sebagai seorang ibu pasti ia lah yang paling merasakan penderitaan itu. Inyoung sangat meyesali perbuatan gadis yang di cintai putranya itu.

Gadis itu meninggalkan Donghae di malam saat Donghae melamarnya. Gadis itu menolak dengan kejamnya, dengan alasan bahwa ia bosan dengan hubungan mereka dan tidak mau menjalin hubungan apalagi menikah dengan Donghae yang saat itu masih magang di sebuah bank swasta.

‘’kau gila?? Mengajakku menikah saat kau hanya seorang pegawai rendahan seperti ini?.’’ itulah kalimat yang Jang Hyori ucapkan saat Donghae berlutut sambil memberikan cincin pertunangan padanya.

‘’percaya padaku, kita akan hidup bahagia, sayang. Bersabarlah, Ini adalah persyaratan yang abojie berikan sebelum aku memimpin perusahaan.’’ Donghae terus saja meyakinkan Hyori saat itu.

‘’haha bahagia katamu? Hidup serba kekurangan dengan mengadalkan gajimu yang tak lebih mahal dari harga shampoo ku itu? aku tak mau menunggu.’’ Hyori mencemooh Donghae. Sedangkan Donghae hanya bisa menunduk malu, bagaiman tidak, saat ini ia melamar Hyori di depan sahabat-sahabatnya.

‘’sudalah kita akhiri saja hubungan membosankan ini, Lee Donghae.’’ Itulah kalimat terkahir yang Donghae dengar dari bibir tipis milik Hyori sebelum wanita itu pergi meninggalkan Donghae dengan Sejuta rasa malu yang seolah meguburnya hidup-hidup.

Lalu saat di mana Donghae masih belum bisa melupakan Hyori dalam hatinya, sebuah kabar mengerikan hinggap di telinganya. Kabar yang membuatnya tumbang hingga depresi. Jang Hyori gadis yang sangat ia cinta memilih bertunangan dengan seorang pria yang saat itu lebih segala-galanya di bandingkan dengan Donghae. Hyori memilih sahabat baik Donghae, Cho Kyuhyun. Itulah yang membuat Donghae hancur tak tersisa.

Tapi, kala itu di saat Donghae masih berkubang dalam kegelapan, seorang gadis berhati mulia dengan tulus merawat Donghae. Kim Seukhye, junior Donghae di ANSAN UNIVERSITY. Sebenarnya Seukhye adalah gadis yang sangat Donghae benci. Karna dengan beraninya gadis miskin itu menyimpan rasa padanya. Donghae selalu memperlakukanya dengan kasar. Terlebih Hyori juga saat itu sangat membenci Seukhye tentu saja hal itu membuat Donghae semakin memupuk kebencian itu pada Seukhye.

Seukhye tak pernah bosan dan lelah saat merawat Donghae. Ia tulus melakukan itu semua. Walapun kehadiran sama sekali tak diindahkan oleh Donghae tapi Seukhye tetap bertahan. Karna terlalu besarnya rasa benci Donghae pada Seukhye, saat sedang depresi pun Seukhye adalah orang yang selalu menjadi pelampiasan amarahnya.

‘’PERGI DARI SINI BODOH!!.’’

‘’SIALAN! UNTUK APA KAU KEMARI.’’

‘’CEPAT AMBILKAN BENDA ITU, BERENGSEK.’’

‘’DASAR BODOH, MELAKAUKAN INI SAJA KAU TAK BECUS.’’

Itulah kata-kata mutiara yang setiap harinya Donghae berikan padanya. Tapi Seukhye tak pernah di ambil hati kata-kata dan perlakuan Donghae yang kelewat kasar itu. mungkin karna rasa cintanya yang amat besar pada Donghae yang menjadi pengobat rasa sakit itu.

Dan setelah lima bulan masa pemuliahn akhirnya Donghae di nyatakan sembuh, walaupun harus menjalankan serangakian terapi. Kabar itu di sambut suka cita oleh keluarga Lee tak terkecuali Seukhye yang bahkan sampai menagis saking terharunya.

Seukhye sudah membuat perhatian keluarga Lee tertuju padanya. Mereka sangat menyukai Seukhye yang dengan tulus merwat Donghae. Hingga kalimat perjodohan itu keluar dari mulut Inyoung. Ia sangat menginginkan Seukhye sebagai menantunya. Tentu saja hal itu di tentang habis-habisan oleh Donghae. Ia tak sudi menikahi Seukhye, karna dalam pikiranya Hyori akan kembali dalam peluknya. Tapi apa daya Donghae kalah telak dengan seluruh keluarganya. Dan hingga dengan terpaksa amat terpaksa akhirnya Donghae menikahi Seukhye.

**************

Dan Tiga bulan lalu wanita kejam itu kembali. Kembali mengusik kehidupan Donghae dan tentu saja Seukhye. Donghae yang masih sangat mencintai Hyori tentu saja senang bukan kepalang. Seukhye masih ingat dengan jelas, saat di mana Donghae begitu gembira dan seolah hidup kembali saat Hyori datang menghampirinya.

Dan Seukhye sudah memperkirakan hal ini terjadi, Donghae dan Hyori kembali menjalin hubungan. Hati istri mana yang tak sakit? Saat melihat suami tercinta kembali ke pelukan cinta lama. Dan bagai di hempas batu karang Seukhye sangat hancur saat Donghae dan Hyori duduk di hadapanya, mengugat perceraian padanya,karna Donghae ingin segera menikahi Hyori yang sudah hamil tiga bulan. Dan hal itu terjadi tepat saat Seukhye baru mengetahui bahwa ia sedang mengandung empat bulan.

**

Saat ini usia kandungan Seukhye genap menginjak usia enam bulan. Di kehamilanya kali ini Seukhye tidak mengalami banyak kendala tak seperti saat mengandung Yoogeun. Hanya saja ia lebih mudah mengantuk.

‘’KIM SEUKHYE!!!!!.’’

BRAKKK

‘’bangun kau!!.’’ Desis Donghae sambil menarik kasar selimut yang menutupi tubuh Seukhye.

‘’oppa..’’ Seukhye terlonjak kaget, matanya mengerjap saat melihat Donghae yang menatapnya dengan kejam. Lalu Seukhye merutuki dirinya saat melihat jam yang menunjukan pukul tiga sore.

‘’dasar pemalas. Kau lihat anakmu membuat Hyori kesusahan.’’

‘’yoogeun.’’ Dengan bergegas Seukhye menuruni ranjangnya lalu berlari keluar kamar.

‘’ayo sayang buka mulutmu.’’ Yoogeun hanya mengeleng sambil menutup mulutnya dengan kedua tanganya.

‘’buka mulutmu.’’ Ucap Hyori dengan lembut sambil menyodorkan sendok pada Yoogeun.

‘’aaaa..’’

PRANKKKKK

‘’LEE YOOGEUN!!.’’ Bentak Donghae saat melihat Yoogeun membanting piring yang berada di tangan Hyori.

‘’eomma.’’ Yoogeun yang ketakutan berlari kearah Seukhye yang masih terdiam di depan pintu kamar.

‘’lihat kelakuan anakmu itu, tidak sopan. Ck harusnya lihat saja siapa yang mendidik anak itu hingga tumbuh jadi bocah nakal.’’ Seukhye tidak memperdulikan ucapan Donghae. Ia terus saja menangkan Yoogeun yang terus saja menangis.

‘’berhenti menangis Yoogeun.’’ Bentak donghae kembali.

‘’oppa, aku tak apa. Yoogeun hanya anak kecil ia tak mengerti apa-apa.’’ Hyori mencoba menenagkan Donghae.

‘’tapi bagaimana jika piring itu jatuh tepat mengenai perutmu. Anak kita bisa terluka.’’ Seukhye memejamkan matanya saat melihat adegan mesra itu. lalu ia mengendong Yoogeun lalu mengusap air matanya dengan lembut.

‘’jangan menagis,sayang. Eomma di sampingmu.’’ Dengan tersedu-sedu lemah Yoogeun mengangguk patuh.

***

Donghae pov

Kututup pintu mobil ku lalu meninggalkan parkiran di sebuah club malam yang dulu biasa aku kunjungi untuk menghilangkan penat. Tapi kali ini bukan itu tujuanku ke tempat ini. sore tadi, bajingan –Cho Kyuhyun- menghubungiku untuk bertemu dan membicarakan hal penting. Menjijikan, setelah menghianatiku dan menelantarkan Hyori-ku, bajingan itu masih mempunyai muka untuk bertemu denganku.

Dua orang bertubuh kekar yang menjaga di depan pintu club membungkuk hormat padaku saat aku memasuki Club ternama ini. ku edarkan pandanganku ke seluruh penjuru club yang sangat bising dan minim pencahayaan. Aku menemukan bajingan itu sedang duduk termenung dengan keadaan sangat kacau sambil memandangi segelas wine di hadapannya. Aku mendengus lalu mulai berjalan menghampirinya. sesekali beberapa teman yang ku kenal menyapaku tapi aku tak terlalu mempedulikan mereka.

‘’cepat katakan apa yang kau inginkan.?’’ Tanyaku tepat saat sudah berdiri di hadapanya. bajingan itu mendongkak ke arahku dengan tatapan sayu. Ia menyeringai saat melihatku.

‘’kau datang.’’ Dengan kepala yang mulai memberat bajingan itu menuangkan wine kedalam gelas berukuran kecil lalu menawarkanya padaku. Aku mengeram kesal pada pria pecundang di hadapanku.

‘’kau membuang waktuku. Cepat katakan apa yang kau inginkan.’’

‘’huh~ ternyata kau sangat membenciku.’’

‘’aku dengar kau dan wanita rubah itu kembali bersama.’’

‘’tutup mulutmu berengsek!!.’’ Aku mengepalkan tanganku menahan untuk tak memberikan bogem mentah pada bajingan tengik di depan ku ini. ingin sekali merobek mulutnya saat menghina Hyori-ku.

‘’kau tak suka aku menyebutnya seperti itu?.’’ ia menyeringai sambil meneguk kembali minumannya.

‘’kau harus berhati-hati. Wanita jalang itu punya seribu macam cara untuk menghancurkan mangsanya.’’ Ia menatapku dengan datar.

‘’kau menyedihakn, Cho Kyuhyun. Kau mengatakan itu karna kau tak bisa menerima kenyataan bahwa Hyori masih sangat mencintaiku dan kembali padaku. Dan kau ingin membuat kami terpisah kembali. Cihh mimpi saja kau Cho. Saat ini Hyori sedang mengandung buah cinta kami, dan kami akan hidup bahagia. Jadi berhentilah berusaha untuk menghancurkan cinta kami.’’

‘’hahahaha. Bahagia katamu.’’ Bajingan itu tertawa hambar sambil menatapku penuh iba.

‘’mengandung buah cinta kalian. mengelikan.’’ Lanjutnya terkekeh geli. Aku mulai jengah dengan pembicaraan ini. selagi emosiku belum terpancing lebih baik aku meninggalkan pecundang ini. saat aku hendak berbalik ia kembali membuka suara.

‘’Lee Donghae. Aku tau kau menganggapku ini bajingan. Tapi nanti, saat di mana kau tau apa yang sebenarnya terjadi kata ‘bajingan’ itu akan kau sematkan pada dirimu sendiri. Lebih baik kau berpikir seribu kali untuk melepaskan istri mu yang terlalu bodoh karna dengan setulus hati mencintaimu. Sebelum semuanya terlambat.’’ Ia berbicara sambil memandang kosong ke dalam gelasnya.

‘’wanita jalang itu hanya akan membuatmu berkubang dengan penyesalan. Sama seperti yang aku rasakan saat ini. aku mempertaruhan orang yang mencintaiku dengan tulus demi wanita jalang seperti Jang Hyori.’’ Kali ini ia memandangku dengan tatapan pilu dan terluka.

‘’jadi aku harap kau mau mempercayaiku. Berhentilah dan kembali lah pada istri dan anakmu, sebelum semuanya terlambat.’’

‘’omong kosong!.’’ Aku mendengus pada bajingan itu lalu dengan emosi yang mulai tersulut aku meninggalkan bajingan yang masih terus memanggil nama ku.

***

Memasuki bulan kedelapan, sebenarnya tidak ada kesulitan sama sekali di kehamilanya. Hanya saja kondisi kesehatan Seukhye semakin menurun akibat beban pikiran yang ia tanggung.

‘’ingat, saat kau melahirkan. Kita akan segera melakukan sidang perceraian secepatnya.’’ Itu lah ucapan selamat pagi yang tak pernah lupa Donghae ucapkan padanya setiap harinya. Sedangkan Seukhye hanya bisa terdiam sambil mengelus perutnya yang semakin membuncit.

‘’dan satu lagi, Yoogeun akan ikut bersama ku.’’

DEG

Seukhye menegang di tempat saat ucapan yang baru Donghae lontarkan.

‘’ap__apaa?.’’ Lutut Seukhye terasa lemas seolah tak bisa menopang tubuhnya.

‘’saat bercerai nanti, aku ingin di persidangan pertama Yoogeun sudah menjadi hak asuhku dan Hyori.’’ Seukhye membelalakan matanya saat mendegar nama wanita kejam itu.

‘’tidak..itu tak boleh terjadi.’’ Seukhye mengelengkan kepalanya dengan gelisah.

‘’kenapa? Yoogeun anakku. Dan ia akan tumbuh dengan baik bersamaku. Jika bersama mu kau akan beri makan apa dia? Keluarga mu saja miskin mana mungkin bisa membantu.’’

‘’kau tak boleh mengambil Yoogeun.’’ kali ini seukhye menjerit histeris sambil menanggis. Kehamilan membuat wanita itu sulit mengendalikan emosinya.

‘’baik, kalau begitu anak yang akan kau lahirkan itu saja yang bersama ku. Bagaimana?.’’ Donghae menyeringai melihat Seukhye yang semakin kalang kabut.

‘’pilihanmu hanya ada dua, Kim Seukhye.’’ Donghae berbisik dengan nada mengejek pada Seukhye.

***

Seukhye membelai dengan lembut rambut lebat Yoogeun yang sedang tertidur lelap dalam pangkuanya dengan tangis pilu.

‘’maafkan eomma, sayang. Eomma ingin membawamu, tapi eomma juga tak mungkin bisa meninggalkan adik bayi yang masih sangat kecil.’’ Ia mengecup dahi Yoogeun lama.

Rasanya Seukhye ingin sekali menjerit. Ia ingin segera melepaskan tali tak kasat mata yang seolah mencekik dirinya saat ini. mengapa ia mencintai pria kejam seperti Donghae? Mengapa ia terjebak dalam lingkaran permainan keji Hyori? Mengapa kedua buah hatinya harus menjadi korban semua ini?

***

‘’eomma kenapa?.’’ Tanya Yoogeun saat melihat Seukhye sedang meringis menahan sakit di pantry dapur.

‘’sayang, bisa kau bantu eomma?.’’ Seukhye terseyum untuk tidak membuat Yoogeun panik.

‘’apa itu?.’’ Tanya Yoogeun antusias.

‘’sepertinya adik kecil tak sabar melihat kakaknya yang hebat ini.’’

‘’benarkah??.’’ Yoogeun semakin kegirangan.

‘’hmm. Dan bisa kah calon kakak yang hebat ini membantu eomma untuk menghubungi rumah sakit.’’

‘’tentu saja eomma.’’

‘’anak pintar. Sekarang kau pergi ke kamar eomma dan ambil buku telepon di dalam laci dekat ranjang.’’ Dengan cepat Yoogeun berlalri menuju kamar. Sedangkan Seukhye sedang berjuang menahan sakit yang teramat sakit itu. sesekali ia mengatur nafasnya. Seukhye kembali mengatur senyumnya saat Yoogeun datang membawa buku telepon.

‘’coba kau hubungi nomor ini sayang. Kau bisa menggunakan telepon?.’’

‘’tentu saja aku bisa eomma.’’

‘’bagus. Dan katakan pada dokter agar segera membawa ambulance kemari.’’

‘’nde.’’

***

Seukhye menatap dengan haru sosok mungil yang sedang mencari asi itu dengan penuh kekaguman. lelehan air mata tak berhenti mengalir dari sudut matanya. Bayinya lahir dengan selamat.

‘’eomma.. kapan adik kecil bisa aku ajak bermain bersama?.’’

‘’kau harus bersabar sayang.’’ Seukhye mengalihkan pandanganya pada Yoogeun yang terduduk di atas ranjang rumah sakitnya.

‘’apa adik bayi seorang perempuan.’’ Yoogeun menatap bayi kecil di hadapanya dengan penuh minat.

‘’hmm. Dan kau harus melindunginya, arrachi?.’’ Seukhye tersenyum dengan lembut sambil mengelus rambut Yoogeun dengan sayang.

‘’tentu saja aku akan melindungi adik bayi dan eomma saat aku besar nanti, ani saat ini pun aku akan melindungi kalian.’’ Yoogeun dengan riang menghambur kedalam pelukan hangat Seukhye. Seukhye tersenyum bahagia melihat kedua buah hatinya yang berada dalam peluknya saat Ini.

CEKLEK

Donghae berjalan dengan angkuh kea rah ranjang tempat Seukhye. Sedangkan Seukhye harus menelan ludahnya karna takut akan apa yang akan Donghae lakukan padanya.

‘’Baguslah jika kau melahirkan lebih cepat, dan cepat selesaikan ini.’’ Donghae melemparkan map bertuliskan ‘KANTOR PENGADILAN TINGGI KOTA SEOUL’ dengan kasar ke arah Seukhye yang masih duduk lemas bersandar pada dashboard ranjang rumah sakit. Dan tanpa mau melihat putri mereka yang baru saja lahir Donghae sudah pergi meninggalkan Seukhye dan Yoogeun.

‘’eomma.’’ Yoogeun menatap sendu Seukhye. Sedang Seukhye hanya bisa memberinya senyuman sebagi jawaban bahwa ia baik-baik saja. Walaupun airmata yang membasahi pipinya mengartikan hal lain.

***

Seukhye berjalan perlahan di kegelapan kamar milik Yoogeun. Di benarkan letak selimut Yoogeun, lalu dengan sayang Seukhye menciumi seluruh wajah putra tercintanya itu.

‘’maafkan eomma sayang.. maafkan eomma..maafkan eomma…’’ ini adalah keputusan terberat dalam hidupnya. tapi apa daya ia tak bisa melakukan hal lain untuk saat ini. yang bisa ia lakukan hanya lah berdoa pada sang pencipta agar bisa mempersatuakan ia dan kedua buah hatinya kembali.

***

Tiga bulan kemudian…

Donghae pov

‘’mana Yoogeun?.’’ Tanyaku pada Hyori yang sedang mengoleskan selai pada rotinya.

‘’ia masih tertidur. Ck kenapa putramu itu sangat menyebalkan oppa.’’ Hyori mendengus sebal.

‘’maafkan aku sayang, kau pasti lelah menghadapi bocah itu?.’’ aku mengelus rambutnya dengan lembut.

‘’dia selalu saja merajuk ingin bertemu dengan ibunya.’’

‘’nanti aku akan memarahinya. Dan jangan kau ambil pusing sayang. Kau tak ingat ada buah hati kita di dalam sini.’’ ku belai dengan lembut perut yang masih terlihat rata milik Hyori.

Sebenarnya aku ingin segera menikahi Hyori tapi keluarga ku menentang keras. Tapi kali ini aku tak sebodoh enam tahun yang lalu, kali ini aku harus memperjuangkan cinta kami yang sudah terlalu lama menunggu untuk bahagia. Kendalaku bukan hanya perihal keluarga saja, sidang perceraian ku yang selalu tertunda karna kesibukan ku pun ikut menjadi kendala.

Sudah tiga bulan Yoogeun tinggal bersamaku dengan Hyori, ia sangat rewel setiap harinya ia hanya menangis dan menangis ingin bertemu dengan Seukhye. Sebenarnya aku juga tidak terlalu berminat mengurus bocah itu. hanya saja aku tau dengan pasti tabiat buruk wanita miskin dan keluarga yang penjilat itu, mengingat Yoogeun adalah cucu laki-laki satu-satunya keluarga Lee bisa saja bukan saat besar nanti wanita itu memanfaatkan Yoogeun untuk menguasai harta keluargaku kembali. Jadi sebelum itu terjadi aku sudah melakukan antisipasi terlebuh dahulu.

***

‘’appa ingin berbicara denganmu.’’ Aku memasuki kamar bocah itu yang amat berantakan. Bocah itu hanya duduk diam sambil memeluk lututnya di sudut kamar.

‘’kenapa kau sangat nakal sekali Lee Yoogeun? Siapa yang mengajarimu seperti ini,huh? Ibumu? Kau tau kau sudah membuat susah Hyori eomma dan adik bayi.’’ Aku berdiri di hadapannya. Yoogeun semakin memeluk erat lututnya.

‘’kau mendengarkan appa?.’’

‘’LEE YOOGEUN!.’’ Bentakku akhirnya.

‘’AKU INGIN EOMMA!! AKU INGIN EOMMA!!! AKU TAK INGIN BERSAMA APPA!! APPA JAHAT!! APPA JAHAT!!! AKU BENCI APPA!!!! EOMMA!!!.’’ Aku memijit pelipisku dengan kesal. Tangisan bocah nakal ini hanya membuat emosiku meluap saja.

‘’berhenti menangis!.’’

PLAKK

‘’appa bilang berhenti menangis.’’ Aku terus memukuli bokong Yoogeun.

‘’APPO!! APPA APPO!!! APPA!! EOMMMAAA!!.’’ Entah mengapa Yoogeun menagis histeris padahal aku tidak memukulnya dengan keras. Walaupun tak terlalu jelas aku bisa melihat lebam-lebam yang membiru di beberapa bagian tubuh Yoogeun, tapi aku tak terlalu mempedulikan itu.

‘’berhenti menagis dan jadilah anak penurut.’’ Aku meninggalkanya yang masih menangis di dalam kamar lalu menguncinya dari luar.

***

Seukhye pov

‘’jangan menangis sayang.’’ Aku terus saja mengendong dengan gusar Sarang putri kecilku yang terus saja menagis tanpa henti padalah ia baik-baik saja, suhu badannya pun normal.

‘’eomma ada di sini,sayang.” Entah mengapa air mata ini jatuh seketika. Jantung ini berdegup dengan kencang. Hati ini selalu merasa tak tenang. Sebenarnya perasaan ini sudah timbul semenjak tiga bulan yang lalu, saat di mana aku meninggalkan Yoogeun bersama Donghae oppa dan wanita itu.

‘’Yoogeun.’’ Lirihku sambil terisak dan entah mengapa tangisan Sarang pun semakin menjadi.

‘’pergilah untuk melihat putramu, sayang.’’ Ucap eomma sambil mengelus bahuku untuk memberi kekuatan. Semenjak meninggalkan rumah itu aku kembali tinggal bersama keluargaku, awalnya mereka kaget dengan keputusanku tapi setelah aku menceritakan alasanya akhirnya dengan perasaan kecewa mereka menerima apapun keputusanku. Keluarga Donghae oppa pun demikan, bahkan eomonim sampai harus di rawat beberapa hari karna tekanan darah nya yang naik.

Sebenarnya aku pun tak ingin berakhir seperti ini. terlebih melihat Donghae oppa di bodohi habis-habisan oleh wanita keji itu. tapi apa daya, Donghae oppa terlalu membenciku jadi aku tak bisa mencegahnya. Mungkin Donghae oppa benar. Ia baru bisa bahagia jika hidup bersama Hyori. Dan aku harus melerakan itu.

‘’eomma, aku merindukanya.’’

‘’aku ingin bertemu dengannya.

‘’kalau begitu tunggu apalagi? Cepat kau temui putramu itu. biar Sarang eomma yang urus’’

‘’tapi apa boleh?.’’

‘’tentu saja, kau ibunya.’’

***

Malam semakin larut rumah Donghae masih terlihat sepi karna Donghae belum pulang dari kantornya. Saat ini Hyori sedang bersantai di sofa sambil menghias kuku cantiknya dengan TV ia biarkan menyala.

“YOOGEUN!!!.’’ Teriaknya.

‘’LEE YOOGEUN!!!!.’’ Teriaknya lagi.

‘’aishhhh bocah nakal itu.’’ dan dengan penuh amarah Hyori berjalan menghampiri kamar Yoogeun.

BRAKK

Dengan kasar Hyori mendobrak pintu kamar Yoogeun. Lalu dengan serampangan ia menarik selimut yang sedang menutupi tubuh Yoogeun yang tertidur pulas.

‘’YAK BOCAH NAKAL MENGAPA KAU TAK MENJAWAB PANGGILANKU.’’ Yoogeun terlonjak kaget saat mendegar teriakan Hyori.

‘’ahjumma.’’ Yoogeun sangat ketakutan saat melihat Hyori yang sedang mengamuk di depannya.

‘’mengapa kau tak menjawab panggilanku,huh?.’’ Hyori menyeret tubuh Yoogeun turun dari atas ranjangnya.

‘’aku mengantuk ajumma.’’ Yoogeun mengucek-ucek matanya yang masih sangat mengantuk.

‘’akan ku buat kau tak mengantuk lagi, Lee Yoogeun.’’ Dengan kasar Hyori membawa tubuh mungil Yoogeun ke kamar mandi.

BYURRR

BYURR

BYURR

Di siram tubuh Yoogeun dengan air di dalam bathtub.

‘’bagaimana? Apa kau masih mengantuk.’’ Hyori terus saja menyiram tubuh Yoogeun.

‘’ampun ahjumma..ampun..eomma tolong aku…’’ Yoogeun berontak di dalam bathtub.

‘’panggil terus eommamu yang bodoh itu karna ia tak akan datang.’’

‘’eomma..eomma..eomma..’’ Yoogeun yang sudah basah kuyup terus saja berteriak tak mau diam.

‘’DIAM!!!’’ amuk hyori.

BUGHHH

Yoogeun yang terkaget mendengar teriakan Hyori akhirnya terjatuh hingga kepalanya membentur pingiran bathtub.

‘’YOOGEUN!!!!!!!.’’ Teriakan suara itu berasal dari luar kamar mandi. Dengan cepat Hyori menolehkan kepalanya. Matanya membelalak saat melihat sosok di depannya.

***

‘’APA YANG KAU LAKUKAN PADA PUTRAKU!!!!!.’’ Dengan histeris Seukhye masuk kedalam kamar mandi. Tangannya dengan asal mengambil handuk lalu berjalan ke arah bathtub mengangkat tubuh Yoogeun yang pucat tak sadarkan diri.

‘’Yoogeun ini eomma.’’ Seukhye memeluk tubuh tak berdaya Yoogeun dengan bergetar. Sementara Hyori hanya bisa terdiam di tempat.

‘’KAU..’’

PLAKKK

PLAKKK

PLAKKK

BUGHH

‘’KAU WANITA KEJAM!!!! KAU TAK PUNYA HATI JANG HYORI!!!!.’’ Seukhye menampar berkali-kali Hyori yang diam tak melawan dan yang terakhir ia mendorong tubuh Hyori dengan kasar.

‘’KIM SEUKHYE APA YANG KAU LAKUKAN????.’’ Teriakan Donghae yang baru saja datang sukses membuat kedua wanita itu menoleh ke arahnya. Seukhye menatap tajam ke arah Donghae sedangkan Hyori langsung menangis histeris di hadapan Donghae.

‘’APA YANG KAU LAKUKAN PADA HYORI?? KAU MELUKAINYA?.’’

‘’wanita jalangmu itu pantas mendapatkannya!.’’ Desis Seukhye sambil terus menatap Donghae tajam.

PLAKK

‘’JAGA UCAPANMU KIM SEUKHYE!! KAU MENDORONG HYORI DENGAN KEJAM! BAGAIMANA JIKA ANAK KAMI TERLUKA.’’ Donghae menampar Seukhye dan terus saja berteriak di hadapan Seukhye.

‘’Aku tak peduli dengan anak kalian. Dan setelah ini aku akan mengurus hak asuh Yoogeun. Aku tak mau Putraku yang malang menjadi korban perbuatan keji ayah dan wanita kejam seperti kalian!!!.’’ desis Seukhye dengan nafas memburu dan mata memerah menahan tangis yang hampir pecah. Lalu dengan berlari ia membawa tubuh ringkih Yoogeun yang hanya terbungus handuk yang mulai basah.

Sementara itu Donghae hanya bisa terdiam di tempatnya. Mencerna setiap kalimat yang Seukhye ucapkan. Lalu ia mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru kamar Yoogeun yang berakhir pada bathtub kamar mandi yang berantakan. Dan ia memandang nanar Hyori yang sedang menyeringai melihat kepergian Seukhye.

‘’Yoogeun.’’ Ucapnya dengan pelan.

***

‘’tidak ada luka yang serius pada putra anda nyonya. Ia pingsan karna ia sedang demam. Kau tenang saja putramu akan segera sadar. Kalau begitu saya permisi terlebih dahulu.’’ Dokter yang merawat Yoogeun pun akhirnya pergi meninggalkan Seukhye yang masih menangis.

‘’maafkan eomma sayang..maafkan eomma.’’ Seukhye terus saja mengelus dengan lembut dahi Yoogeun yang memang tersa panas.

‘’eomma janji tidak akan meninggalkamu lagi.’’

‘’eomma akan membawamu bersama adik bayi.’’

‘’eomma berjanji sayang.’’

***

‘’ayo buka mulutmu, sayang.’’ Seukhye tak lelah membujuk Yoogeun untuk makan.

‘’aku tidak mau eomma. Aku ingin pulang bersama eomma.’’

‘’jika kau ingin cepat pulang bersama eomma kau harus makan dan meminum obat agar kau cepat sembuh.’’

‘’eomma.’’ Rengek Yoogeun.

‘’sayang..’’

‘’hmm baiklah.. aku juga sudah tidak sabar bermain bersama adik bayi.’’

Seukhye tersenyum senang melihat Yoogeun yang mulai membaik.

‘’eomma aku tak ingin bertemu dengan appa.’’ Yoogeun tertunduk sedih saat mengatakanya.

‘’appa selalu memarahiku. Appa akan sangat marah jika aku tidak menuruti Hyori ahjumma.’’

‘’eomma lindungi aku, aku takut eomma.’’ Yoogeun akhirnya menangis kencang dan dengan hati yang perih Seukhye memeluk tubuh mungil Yoogeun.

Seukhye tak berani membayangkan kehidupan seperti apa yang putra tercintanya itu lalui selama tinggal dengan Donghae dan wanita keji itu. tapi melihat apa yang dilakukan wanita keji itu kemarin sudah menjawab semuanya. Hati Seukhye bergemuruh, perih rasanya jika membayangkan Donghae yang tak lain ayah dari putranya pun ikut menyakiti. Seukhye tak habis pikir, Donghae tega melampiaskan kebencianya pada Yoogeun yang tak tau apa-apa.

‘’jangan menagis sayang. Eomma ada di sampingmu. Kau akan eomma lindungi.’’

‘’aku benci appa..aku benci appa..’’

‘’kau tidak boleh seperti Ini sayang. Karna appa sangat menyayangimu.’’ Seukhye mengusap air mata Yoogeun dan mencoba menenangkanya.

‘’tapi appa selalu memarahiku dan ia juga selalu membentak eomma.’’

‘’eomma berjanjilah padaku untuk tidak kembali pada appa,eoh?.’’ Aku hanya mengangguk dengan air mata yang mulai membasahi pipiku.

‘’nde, eomma berjanji.’’

***

‘’aigoo aigoo Sarangie berhenti menagis nak.. eomma mu sedang merawat Yoogeun oppa di dalam.’’ Pria parubaya itu terus saja menenangkan bayi kecil yang terus saja menangis dalam gendonganya. Sebenarnya beberapa kali ia di tegur oleh suster penjaga untuk menenangkan cucunya itu.

‘’oh? Donghae-ya kau kemari.’’ Pria tua itu terlihat girang saat melihat Donghae yang berjalan dengan tampang yang kusut ke arahnya.

‘’Annyeonghaeseyo abojie.’’ Donghae memberi salam dengan kaku pria tua itu.

‘’kau ingin menjenguk Yoogeun. Masuk lah Seukhye pun sedang berada di dalam saat ini.’’ pria tua itu berbicara sambil terus menenangkan bayi yang terus menangis. Donghae hanya bisa menunduk malu saat pria tua itu bersikap baik seperti biasa pada dirinya. Padahal apa yang Donghae perbuat pada putri pria tua itu cukup untuk ia mendapatkan bogem mentah dari tangan pria tua itu.

‘’sarangie harabojie mohon berhenti menangis, ne? lihat matamu sudah bengkak karna terlalu banyak menangis.’’ Pandangan Donghae seketika teralihkan pada bayi perempuan yang menangis tersedu-sedu di dalam pelukan pria tua itu.

Betapa berengseknya Lee Donghae ini, putri kecilnya sedang menagis tapi ia hanya terdiam saat melihatnya. Hati Donghae bergemuruh hebat saat mengingat perilaku kejinya selama ini saat melihat bayi perempuan itu. Bayi itu putrinya, putri yang ia cela habis-habisan saat masih dalam kandungan Seukhye. Putri yang tak ia tatap bahkan saat pertama kali ia terlahir ke dunia. Seketika Donghae merasa dadanya terhimpit saat mengingat-ingat perbuatan kejamnya.

‘’boleh aku mengendongnya, Abojie?.’’ Ucap Donghae pelan dengan tatapan mata yang tak teralihkan dari bayi perempuan itu.

‘’tentu saja, kau ayahnya.’’ Pria tua itu dengan suka cita menyerahkan Sarang pada Donghae. Dan dengan ajaib tangis Sarang seketika berhenti saat berada dalam gendongan Donghae.

‘’oh ternyata uri Sarangie ingin di gendong oleh appa, eoh?.’’

Donghae dan Sarang saling bertatapan. Donghae menatap dengan lekat bayi berusia tiga bulan itu. sedangkan Sarang menatap Donghae dengan tatapan berbinar. Dengan lembut dan bergetar Donghae mengusap air mata Sarang dan seketia Sarang tersenyum sambil memukul-mukul girang wajah Donghae.

***

‘’dan dengan ini sidang perceraian saudara Lee Donghae dan Kim Seukhye telah selesai.”

TOK TOK TOK

Suara ketukan palu hakim itu seketika memenuhi ruang sidang. Seukhye mengehela nafas lega. Sedangkan Donghae tertunduk dengan lemah. Dengan tersenyum Seukhye melangkah kearah kursi pesakitan Donghae.

‘’Oppa..’’ panggil Seukhye lembut. Donghae mendongkakan kepalanya dengan enggan.

‘’terimakasih.’’ Seukhye mengulurkan tanganya pada Donghae. Dengan ragu Donghae membalasnya sambil menganggukan kepalanya lemah.

‘’apa setelah ini aku masih bisa bertemu dengan Sarang dan Yoogeun?.’’ Tanya Donghae dengan tatapan sendunya pada Seukhye.

‘’tentu saja, kau ayahnya.’’ Seukhye tersenyum lembut pada Donghae. Seukhye tidak pernah menaruh dendam pada Donghae atas apa yang telah Donghae perbuat padanya. Bahkan ia sudah memaafkan Donghae walaupun permintaan maaf berlum terucap dari bibir Donghae. Karna bagi Seukhye berkubang dengan kebencian dan dendam masalalu hanya akan menghambat kebahagiaan yang sedang menunggu di depan sana.

‘’kalau begitu aku pamit, oppa. Annyeong.’’ Seukhye membukukan badannya lalu pergi meninggalkan ruangan sidang dengan hati yang lega, seolah tak ada lagi beban di hidupnya. walaupun tidak di pungkiri bahwa hati kecilnya menjerit menangis karna harus melepaskan cintanya.

Sementara itu Donghae hanya bisa memandang pungung ringkih Seukhye yang berjalan menjauh meninggalkan dirinya yang masih terdiam di ruang sidang.

‘’maafkan aku.’’ Ucap Donghae dengan air mata yang entah sejak kapan terjatuh membasahi pipinya.

 

*

*

*

*

DUA TAHUN KEMUDIAN.

‘’aku tak menyangka Sarang tumbuh dengan begitu cepat.’’ Senyum gembira tak pernah luntur dari wajah tampan Donghae saat melihat Sarang berlari-lari mengejar kupu-kupu di sekitarnya.

‘’hmm aku juga tidak sabar melihatnya tumbuh lebih besar lagi.’’ Seukhye ikut tersenyum sambil terus menyiapkan makanan untuk Donghae dan Sarang. Sore ini Donghae ingin mengajak Sarang bermain di taman bunga.

‘’oh ia, bagimana sekolah Yoogeun?.’’ Tanya Donghae sambil mengunyah buah anggur yang Seukhye hidangkan untuknya.

‘’entahlah, guru pembimbingnya mengatkan bahwa Yoogeun itu siswa yang cerdas tapi ia juga termasuk siswa yang nakal.’’

‘’haha itu hal wajar.’’

‘’kau selalu begitu oppa.’’

***

Donghae dan Seukhye berjalan berdampingan dalam perjalanan pulang. Sarang sedang tertidur lelap di gendongan Donghae.

‘’hari ini Yoogeun sedang berlatih judo, jadi ia tak ikut bersama kami.’’

‘’benarkah?.’’

‘’hmm.. ia bilang ia terpilih untuk mengikuti perlombaan judo tingkat nasional. Jadi ia harus lebih giat berlatih.’’

‘’wah aku ingin melihatnya bertanding judo.’’

‘’kemarin aku di beri surat undangan untuk menonton pertandingan itu oleh pelatih judonya. Jika kau mau aku kan memintanya untuk mu.’’ Donghae mengangguk antusias.

‘’eohh tidak terasa kami sudah sampai.’’ Mereka berhenti tepat di depan gerbang rumah sederhana keluarga Kim Seukhye.

‘’kau benar, benar-benar tidak terasa.’’ Dongae tesenyum walaupun hatinya sedikit tak rela.

‘’EOMMA!!!.’’ Dari kejauhan Yoogeun berteriak girang sambil berlari kearah Seukhye.

‘’wah tepat sekali, kau sudah pulang saat eomma sudah pulang. Cepat beri salam pada appa.’’

‘’emmm appa annyeong.’’ Yoogeun membukuk dan berbicara dengan kaku. Donghae hanya bisa tersenyum sambil mengacak-acak rambut Yoogeun. ia sangat mengerti mengapa Yoogeun bersikap demikian padanya.

‘’eomma ayo masuk aku sudah lapar.’’ Yoogeun merengkek pada seukhye.

‘’oppa..’’ Seukhye menunjuk Sarang yang masih terlelap dalam gendongan Donghae. Donghae yang mengerti maksud Seukhye pun menyerahkan dengan hati-hati Sarang dalam pelukan Seukhye.

‘’eomma biar aku yang mengendong Sarangie.’’ Yoogeun meyerahkan tasnya pada Seukhye lalu dengan tak sabaran mengambil Sarang dalam pelukanyan.

‘’hati-hati, sayang.’’

‘’aku kuat eomma.’’

‘’oppa kami masuk dulu. Terimakasih untuk hari ini. Annyeong.’’ Seukhye tersenyum pada Donghae lalu berjalan beriringan bersama Yoogeun memasuki pintu gerbang.

‘’Annyeong.’’ Balas Donghae pelan.

Donghae masih terdiam memandang kepergian Seukhye dan kedua buah hatinya dengan perasaan yang sulit di jelaskan. Sebenarnya ia masih ingin bermain bersama Sarang dan mungkin Yoogeun. tapi ia harus bersabar menunggu sampai bulan depan, karna setiap satu bulan sekali kunjungan rutinnya pada kedua bauh hatinya.

‘’bersabarlah Lee Donghae, bulan depan kau masih bisa bertemu dengan kedua buah hati mu. Dan.. wanitamu.’’ Ucap Donghae pada dirinya sendiri mencoba memberi semangat. Lalu dengan langkah di gusur ia berbalik dan dengan perlahan meninggalkan rumah sederhana keluarga Seukhye.

Sementara itu di balik tirai jendela Seukhye sedang meperhatiakn Donghae yang mulai menjauh meninggalkan rumahnya.

‘’besabarlah Kim Seukhye, bulan depan kau dan buah hati kalian akan bertemu denganya.’’ Ucap Seukhye pada dirinya sendiri mencoba menghibur hatinya.

END

Maaf kalau kepanjangan ^^ maaf kalau feelnya ga dapet ^^ maaf kalau alurnya kecepetan ^^ tapi makasih ya buat readers yang udah sudi membaca ff aku ini. makasi juga buat admin yang udah post ff aku *bow ^^ dan seperti biasa komentar yang membangun akan sangat membantu aku untuk lebih baik kedepannya ^^

 

 

 

18 Comments (+add yours?)

  1. yulia
    Aug 19, 2015 @ 19:05:10

    need squel nih thor…
    sampe nangis bacanya…

    Reply

  2. haekyulie
    Aug 19, 2015 @ 19:12:29

    apa yg terjadi sama hyorin????
    kyukyu??

    nice…ff ^^

    Reply

  3. cici
    Aug 19, 2015 @ 19:38:08

    Asli baca.nih berasa bnget ke hati

    Reply

  4. bikyu96
    Aug 19, 2015 @ 20:31:54

    butuh sequel nih eon masih penasaran sama hyori nya masa tau” donghae berubah jd baik gt ajaa hehe pasti udh ketauan kan kasih flashback nya dong eon

    Reply

  5. aiueo
    Aug 19, 2015 @ 20:49:25

    Sequell thorr. Plisss
    Nyesek banget waktu klimaksnyaa.. T_T

    Reply

  6. aryanahchoi
    Aug 19, 2015 @ 22:19:27

    sbnrnya krg panjang eon >< seq dong gx rela bgt klo ending nya kyk gini wlaupun gx ma hae yg penting seukhye bahagia

    Reply

  7. esakodok
    Aug 19, 2015 @ 23:05:35

    iya saengalurnya agk kecepetan..perubahan perasaan setiap tokoh kirang runtut ceriteanya

    Reply

  8. arni07
    Aug 19, 2015 @ 23:29:59

    pasti donghae menyesal setelah menceraikan istrinya,,rasakan tuh salah sendiri seperti it

    Reply

  9. Frozen
    Aug 20, 2015 @ 07:56:02

    Loh kok gantung ya gimana Hyori nya terus jadi nikah ngak tuh sama Donghae????????????????????

    Reply

  10. chyenalyn
    Aug 20, 2015 @ 08:58:05

    Donghae ya ampun sebel huhuhu akhirnya terlambat buat mengerti terlambat buat tau kalo istrinya memang wanita-nya

    Bagus bgt ffnya dapet banget feelnya >< ditunggu karya selanjutnya ya ^^

    Reply

  11. tabiyan
    Aug 20, 2015 @ 21:48:19

    Perlu sequel! Klo msh bisa diperbaiki perbaiki ja hehehheheh, tp donghae dah nikah kan? Dan yoogeun ga mau appa nya lg,

    Reply

  12. Rhara yekyu
    Aug 21, 2015 @ 01:26:28

    sguel thor…. iya nih udah nyesek tapi malah menggantung kq gini, masih penasaran dgn hyorin.

    Reply

  13. DHaru86
    Aug 21, 2015 @ 04:56:45

    aku udah lama ngga mampir kesini pas kesini baca ff donge.
    aaah ini sad ih, penasaran sama kisah mereka selanjutnya 😦
    mudah mudahan ada sequel ya hehe

    Reply

  14. chingublogplace
    Aug 23, 2015 @ 01:45:59

    Waaaaa
    Keren!!!
    Tapi lbh keren lg kalo ada sequel nya hahahahha
    Sequel di tunggu ya thor 😁

    Reply

  15. uchie vitria
    Aug 24, 2015 @ 07:10:07

    Lahhh si iblis hyorin kemana
    Apa donghae masih dibutakan cintanya ke wanita jahat itu
    Syukur lah kalo sukhye dan kedua anaknya
    Bisa bahagia walau tanpa ada donghae disisi mereka
    Donghae gk pantes berdampingan ama sukhye
    Orang jahat dapetnya ya ama yang jahat

    Reply

  16. Monika sbr
    Aug 24, 2015 @ 13:19:41

    Woaah…. Aku bacanya sambil berderai air mata. Kenapa mereka tetap cerai ya kalo msh cinta???

    Reply

  17. Desi Anggraini
    Aug 26, 2015 @ 01:12:54

    aku malem2 nangis gara2 baca nih ff thor
    keren ff.nya donghae kejam sekali .. nyesek bacanya 🙂
    buatin sequelnya ya thor ditunggu ,, hehe
    kepo hyori nya kemana tuhh ..

    Reply

  18. haewina15
    Sep 04, 2015 @ 09:46:45

    nangis gilaaaaa bacaa ff ini astaga sampe merinding sendiri. memangnya alurnya kecepetan sekali bahkan berharap Hyori dapet balasannya XD
    NEED A SEQUEL !!!

    sequelnya yaa authooooorrrr. segeraaaaa

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: