There’s No

Tittle : “There’s No”

Author : lailynurfauziyah

Genre : Mysterious, Thriller, Horror (maybe}

Rate : PG-15

Length : Oneshot

Main Cast : Lee Donghae Super Junior, Jang Geun Hyo

Disclaimer : Plot cerita murni hasil khayalan author. Jangan diseriusin :v . cast hanyalah milik Sang Pencipta, management, keluarga serta orang-orang yang mencintainya. (Termasuk author. Cataat, termasuk author!) :v

Author’s Note : mulailah membaca dengan perasaan yang jernih… supaya melekat kuat kesannya. Kalo nggak faham juga, ulangi bacanya. Dengan perasaan yang jernih…

+++ Happy Reading. Don’t Be A Silent Reader+++

Yang tidak kau lihat, bukan berarti kau bisa mengingkarinya. Yang tidak kau lihat, bukan berarti kau bisa mengabaikannya. Yang tidak kau lihat, bukan berarti kau bisa tak memercayainya. Yang tidak kau lihat, bukan berarti tidak ada. Kau percaya itu?

+++

Jika takdir mengatakan kau tak bisa mendengar, kau tak bisa berkata-kata. Jika takdir berkata kau hanya bisa mengetahui sesuatu hanya dengan penglihatan dan perabaan, kau bisa apa? Bukankah kau hanya bisa percaya pada apa yang kau lihat bukan? Tetapi, bagaimana jika sesuatu menuntutmu percaya, bahkan oleh sesuatu yang tidak kau lihat dank au raba! Mengapa begitu tidak adil?

Jika saja harga sebuah rasa percaya tidak semahal nyawa, kau pasti tidak percaya. Tapi jika harga sebuah percaya itu maha-mahal, sangatlah mahal, kau tidak punya pilihan selain percaya. Kau dipaksa percaya apa yang tak kau percayai.

Tapi tidak dengan gadis buta dan tuli itu, dia tidak pernah percaya pada apa yang harusnya ia percaya. Karena apa? Tentu karena ia tak pernah melihatnya. Merasakannya pun tidak.

Jang Geun Hyo.

+++

Harusnya kisah manis kita berlanjut sampai sekarang. Jika saja kau tak menghilang, atau jika saja aku mampu mencarimu tapi, apalah dayaku? Dimana sebenarnya dirimu? Kenapa kau menghilang bahkan pada detik-detik pergantian tahun yang akan kita lewati? Berjuta pertanyaan lain tersumpal di hatiku, dan aku tak akan mungkin bisa mengutarakannya. Baiklah, mungkin kau dibelakangku, memanggil namaku. Tapi, kau lupa… Berdiri dibelakangku adalah larangan yang kau tahu, aku tak akan bisa melihatmu bahkan jika kau memanggil namaku, aku tak bisa mendengarmu. Maka, kemari, kehadapanku, karena hanya disana aku bisa merasakanmu nyata…

Bahkan, jika kau hanyalah sesosok bayangan mengerikan, kemarilah kehadapanku, karena hanya dengan itu, aku memercayaimu…

Jang Geun Hyo. 31 Desember 2014.

+++

Kau salah, kau melakukan kesalahan. Jangan ulangi atau kau menyesal.

Geun Hyo masih terkesiap memandangi sebuah coretan kecil yang tergurat di lembar terakhir buku hariannya, tempatnya menumpahkan segala pertanyaan kenapa, dimana, dan bagaimana. Guratan aksara itu dalam, penuh emosi dan Geun Hyo bisa merasakan hal itu. Satu pertanyaan lagi tecetus di benak gadis muda itu.

Siapa? Siapa yang iseng masuk kamarnya dan menulis di bukunya?

Jemari lentik Geun Hyo perlahan meraba barisan aksara tak berbentuk itu. Tulisannya buruk sekali, seperti anak kecil yang tertatih-tatih belajar menggores kertas dengan pena. Geun Hyo tidak mengenali tulisan itu, lagipula memang siapa yang Geun Hyo kenal selain orang yang tiba-tiba menghilang itu?

Basah. Tintanya masih basah, seseorang baru saja mengguratkan penanya diatas kertas Geun Hyo. Tapi, siapa? Tidak ada yang masuk kamarnya sejak kemarin. Geun Hyo juga tak meninggalkan kamarnya sejak kemarin.

Siapa kau?

+++

Bosan. Geun Hyo iseng membuka-buka album kenangannya, ada banyak memori yang tersimpan indah disana. Ah, betapa manis dulu hidupnya. Tertawa, bercanda, walau ia juga menangis, tetapi setidaknya ada tempat untuk bersandar.

Ingatannya tidak mengalami gangguan, dia tidak bodoh. Tapi, kenapa difoto ini dia sendiri? Ia ingat bahwa ia duduk di kursi taman bersamanya. Bersama orang itu. Tapi, kenapa ia duduk sendiri difoto? Kenapa?

PRAAKK. Album foto terlempar daritangannya.

Darah.

Siapa?!!!

Geun Hyo tersengal. Jantungnya berpacu seribu kali lebih cepat. Ia baru saja melihat darah pekat menetes di album foto yang digenggamnya barusan. Geun Hyo memastikan bahwa itu bukan darah miliknya.

Siapa kau?!

Ssshhh…

Geun Hyo menahan napas, jantungnya serasa meledak.

Siapa disana?

Sunyi. Hening. Tanpa suara.

+++

‘Kau percaya hantu?’ Tanya Geun Hyo. Tentu saja dengan menggerakkan tangannya.

Pemuda di depannya menggeleng.

‘Kenapa?’

‘Tidak tahu. Aku tak memercayainya saja. Kau percaya?’

‘Aku tak percaya apa yang tak aku lihat. Itu sebabnya kau tak boleh berada di belakangku.’

‘Lagipula, untuk apa memercayai hal yang tak kau percaya. Meski kau memaksa percaya, kau tak bisa benar-benar percaya. Hanya sebuah pura-pura. Pura-pura percaya. Menyedihkan.’ Kalimat itu yang Geun Hyo pegang sampai mati. Kalimat yang salah.

‘Kau percaya padaku?’

“…” Geun Hyo tak bisa mendengar. Pemuda itu mengatakannya langsung, bukan dengan tangannya. Yang Geun Hyo tahu, dia tersenyum bahagia setelah mengatakannya.

Geun Hyo anggap itu jawabannya. Ya.

+++

Kaki-kaki jenjang Geun Hyo melangkah tak beraturan, tabrak sini, tabrak sana. Tapi, apa pedulinya, jika ia dilanda kekalutan sekarang. Ia tidak tahu apa yang ia rasa, harus senang atau harus takut. Yang jelas, ia hanya ingin berlari, berlari sejauh-jauhnya. Keluar kamarnya, keluar rumah besarnya, mengabaikan para pelayan pribadinya menyerunya agar kembali. Ia sungguh kalut.

Ia tak tahu harus merasa apa. Geun Hyo mendengar. Ia mendengar suara mendesis dikamarnya. Ia mendengar pelayannya menyeru padanya. Tetapi, semua kosong. Hanya bergaung-gaung di kepalanya menyeramkan.

Lari. Dia hanya bisa lari dari suara itu, berharap suara itu akan hilang seiring jauh posisinya dari kamar.

Tapi, ia salah.

“Kau harus percaya. Bahkan pada apa yang kau tak melihatnya…”

+++

Kau dimana?

Geun Hyo meringis. Udara dingin diluar menggigit pori-pori kulitnya. Tidak ada yang sudi pula duduk diam menunggu di halaman rumah bertemankan salju membeku disekelilingnya. Ini tahun baru, semua bergembira, bergerak kesana kemari mengusir dingin, atau berpelukan bersama orang terkasih, atau bersiap menghitung mundur di dalam ruangan. Di kafe, restoran, rumah, dimana saja.

Tapi tidak untuk Geun Hyo. Ia sedang menanti, menanti bahagianya di penghujung tahun 2002. Meski dandanan manisnya sudah luntur terpapar salju, ia tidak berniat berbalik. Ia akan melewati malam pergantian tahun bersama pemuda itu. Pemuda yang berjanji sehidup-semati bersamanya. Menerima apapun kurangnya Geun Hyo. Tapi tidak dengan kali ini. Dia mengingkari janji mereka.

Tinggal sepuluh detik lagi.

Sepuluh. Sembilan. Delapan. Tujuh…

Belum muncul juga.

Enam. Lima. Empat…

Geun Hyo bergidik. Dingin serta luapan rasa kecewa.

Tiga. Dua. Satu…

Kembang api meluncur di angkasa. Susul-menyusul antara satu dan yang lain, indah sekali. Dan akan lebih indah jika janji mereka terwujud. Tapi Geun Hyo hanya bisa menelan bulat-bulat rasa kecewa itu, tanpa bisa ia mengadu,karena besok ia tahu, sosok yang dinantinya tak pernah muncul lagi.

Geun Hyo meraih buku hariannya.

+++

Siapa kau…”

Geun Hyo hampir menjerit. Jika saja ia tak melihat dimana ia sekarang, ia akan menjerit keras. Ia berada di ujung kompleks rumah besarnya, di tempat pepohonan yang rimbun menghalangi sinar matahri yang menembus masuk. Ia terpaku, ia mendengar suaranya. Suaranya, Geun Hyo mengucap kata-kata. Kata-kata yang jelas. Astaga, keanehan apa lagi ini…

“Siapa kau…” masih sama. Ia bisa bicara!

“Kenapa aku bisa mendengar… Kenapa aku bisa berkata-kata?”

Malam menua, tak lama lagi gegap gempita tahun baru akan mengukung seluruh penjuru kota. Dan ia terkucil, terkucil di ujung kompleks rumahnya sendiri.

“Kau percaya?” suara itu! Suara yang bergaung di tempurung kepala Geun Hyo, berat, kasar, seperti ia telah disekap bertahun-tahun. Suara itu penuh kengerian yang menakutkan.

Aku tidak percaya apa yang aku lihat! Perlihatkan dirimu!”

“Kau bisa mendengarku…”

Geun Hyo bergetar, semuanya menakutkan. Sejenak, ia hanya ingin menikmati apa yang selam ini tak pernah ia dapat. Suara. Tapi, setengah mati ia ingin lenyap dari apa yang ia hadapi. Karena suara yang ia dengar, hanya suara mengerikan itu dan suara mencicitnya yang menyedihkan.

“Apa yang kau minta?”

Kesadaran Geun Hyo seperti tertampar. Hatinya seperti tertusuk sembilu ketika menyadarinya, perih. Namun ia bisa apa ketika justru ia sendiri yang menerima jawabannya dengan cara menakutkan seperti ini. Apa yang ia lakukan selama ini? Harusnya ia sudah menduganya. Harusnya ia sudah mengiranya. Kaukah itu? Karena hanya kau yang mau bertanya soal keinginanku…

“Lee Donghae, kaukah itu?” Geun Hyo mencicit, ia menahan tangisnya. Tetapi airmatanya sudah berlinangan.

Donghae tidak mengingkari janjinya. Ia datang, sekarang, meski dalam waktu yang sangat lama, dan dalam dimensi yang berbeda. Sekarang ia percaya. Percaya pada keberadaan alam lain yang juga ada. Dan Donghae-nya berada di alam lain itu.

“Donghae-ya, aku ingin melihatmu…”

Sejenak angin berbembus ganjil, menggerakkan dedaunan tinggi diatas kepala Geun Hyo, membuatnya bergeletak seram. Apapun,bagaimanapun, aku merindukannya.

Ia disana. Lehernya tercakar dan menghitam. Sebuah luka cakaran besar yang aneh. Dia tersenyum.

Geun Hyo mengerang. Jeritan melengkingnya disambut ribuan kembang api pertanda pergantian tahun.

2015

+++

“Kau harus percaya…”

Donghae mengerang. Jeritan menyayatnya disambut ribuan ribuan kembang api pertanda pergantian tahun. Lehernya mengucurkan darah dari luka cakaran ganjilnya.

2003

.

.

.

.

FIN_

 

Eotteohkhae? Ngerti nggak? Hehehe? Jangan tegang, jangan tegang.. maaf yah, karena author juga penulis amatiran.. nggak terlalu pandai ngukir kata-kata… jangan lupa komen, menghargai author yang susah payah nahan merinding buat nih ff. makasih mau baca. Makasih juga buat silent reader yang tega banget nggak ninggalin jejak…

Awas, dibelakangmu….

 

Ada udara..

(serius amatt)

Bye ^^

3 Comments (+add yours?)

  1. ff71ocean
    Aug 21, 2015 @ 22:13:37

    Menurutku bagus .. aku suka ff yg bahasanya rapi kaya gini , cuma masih ada beberapa typo ya tp keseluruhan bagus kok ^^ klo bisa jangan terlalu berbelit kadang ada yang susah nangkepnya .. ff nya buat yang panjang yaaaaa /? Jangan pendek pendek /? Hehehe peace .. keep writing ya !

    Reply

  2. exbaekhyun
    Aug 22, 2015 @ 10:00:57

    ceritanya bagus, pilihan katanya juga rapi cuma saya gak ngerti thor(?) jadi donghae setan?.. apa gimana? terus geunhyo dia buta? kok bisa liat foto?? thor saya bingung ‘-‘? somebody help me please,, sumpah ini bukan salah author, ff nya bagus kok, ini sepunuhnya salah saya wkwk

    Reply

  3. NaGyuELF1004
    Aug 30, 2015 @ 19:08:42

    Ceritanya bagus thor,, bgus bngt malahan,, cara penulisannya juga rapi.. Lumayan paham…Itu donghae jadi hantu??

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: