DEVIL

DEVIL

[ONESHOT] DEVIL

Author                  : SOSSO

Cast                       : Super Junior Member (in DEVIL MV) , Han Jingsu (OC)

Genre                   : Comedy, Frienship.

Rating                   : PG*15

Length                  : Oneshot

Note                      : Tidak sesuai Tema MV aslinya! || Sebelumnya sudah ku bublish di blogku sendiri >> ddangkomafiction.wordpress.com << kunjungi juga bila ingin membaca ff khusus Yesung karyaku ^^. Terimakasih.

***

Suara musik begitu keras terdengar. Lampu-lampu bulat memancar cahaya kerlap-kerlip semakin menambah suasana meriah dalam keremangan club malam nomor satu di Seoul ini. Belum lagi suara sorakan para pengunjung yang menari mengikuti music yang dibuat sedemikian menyenangkan oleh sang DJ professional. Tak kalah menarik dari itu, seorang barista tampan juga menjadi pusat perhatian kalangan wanita.

Pradise Club, seperti namanya, ini adalah surga bagi kaum pecinta malam. Tempat bagi kalangan atas menghamburkan pundi-pundinya hanya untuk mencecap satu gelas Whisky termahal yang pernah ada. Dan yang paling umum adalah untuk berkencan atau sekedar mencari teman One Night Stand.

Seorang pria memisahkan diri dari lantai dansa, berjalan dengan tangan kanan membawa botol minuman beralkohol kearah teman-temannya berkumpul. Dia terkekeh puas lalu bersorak sebelum ambruk disofa tempat teman-temannya berkumpul.

Salah satu temannya yang lain mengambil botol tesebut dari tangannya, lalu menepuk punggungnya, “Sudah cukup minum-minumnya, Lee Hyukjae. Kau hampir membajiri club dengan air liurmu.” Kyuhyun mengejek sambil menyesap Winenya.

“Dia selalu berlagak sok kuat minum, padahal dia yang paling buruk.” Pria lain yang sedang memangku seorang wanita berkomentar. Pria itu biasa dipanggil Siwon. Kemudian semuanya tertawa.

Terhitung ada 9 pria –seharusnya-. Namun yang terlihat di sofa tersebut hanya Lee Hyukjae yang sudah terkapar karena mabuk. Cho Kyuhyun yang tidak hentinya menyesap Wine tahun 90’an favouritenya. Choi Siwon yang sedang asyik bermesraan dengan wanitanya. Lalu ada Lee Donghae yang tengah meladeni Hyukjae yang mabuk. Dan yang terakhir ada Kim Jongwoon yang terlihat tidak bersemangat.

Kemudian keempat temannya yang lain sudah memisahkan diri dari mereka. Kim Ryeowook sebelumnya meminta izin untuk pulang lebih cepat karena keponakannya berulang tahun. Lalu sisanya, Park Jungsoo, Kim Heechul, Kim Youngwoon –atau biasa di panggil Kangin- , mereka yakin ketiga temannya tersebut pasti sudah tersebar di beberapa kamar hotel untuk menikmati ‘service’ pribadi mereka –kalian-tahu-pasti-.

Menjadi segerombolan pria bersaku tebal memang menyenangkan. Sedari tadi mereka terus menyungging senyum dan membalas setiap kedipan wanita yang dilayangkan untuk kelimanya. Tak jarang bahkan ada wanita yang nekat menarik mereka untuk berdansa, namun yang menanggapi hanya Hyukjae dan berakhir dengan dirinya yang tergoler mabuk.

Hyung~ kau terlihat tidak bersemangat.” Donghae melempar wajah kearah Jongwoon. Diantara yang lain, pria itu memang satu-satunya yang terlihat tidak senang.

“Apa perusahaanmu sedang bermasalah?” Siwon menelsik. Pria itu sebelumnya menyuruh wanitanya untuk pergi setelah puas bercumbu dan memberi beberapa lembar seratus ribuan.

“Dia pasti kesepian, Khh~” kali ini Lee Hyukjae yang mabuk itu terkekek memamerkan gusi-gusinya. Keempatnya menggeleng prihatin. Kemudian Donghae meraih jasnya, melemparkannya ke wajah Hyukjae. Berharap agar pria itu sebaiknya tidak bicara.

Kyuhyun mengangkat alisnya, lalu kembali menuang gelas Winenya yang kembali kosong. Dia menenggak cairan merah itu saat segerombolan gadis berpakaian mini lewat dihadapan mereka. Kepalanya bergerak mengikuti irama music.

Siwon bersiul sementara yang lainnya mengekori bokong-bokong gadis itu dengan mata tak berkedip. Donghae bersorak girang. Sementara suara music semakin membuat para pengunjung menggila.

“Apa mereka orang baru atau aku baru kali ini melihat mereka?” Komentar Siwon masih memandangi empat gadis tersebut menuju barista muda yang terkenal tampan. Memperhatikan kaki indah wanita tersebut dengan mulut terbuka hingga para gadis itu menempelkan bokong seksinya di kursi tinggi.

Kyuhyun ikut memperhatikan dengan senyum tersungging.

“Jangan memperdulikan tiga gadis lainnya. Dewi yang sebenarnya adalah gadis yang duduk tepat didepan barista.” Kyuhyun menunjuk pada seorang gadis cantik memakai baju kuning langsat. Dan kini dia menjadi pusat tatapan teman-temannya.

Siwon melepaskan wanita dipangkuannya setelah memberinya beberapa lembar seratus ribuan. Kemudian dia menunggu Kyuhyun melanjutkannya.

Kyuhyun menyandarkan punggungnya dengan tangan kanan menjulur diatas punggung sofa, dan tangan kiri memegang gelas Wine berisi setengahnya. “Ehey~ jangan bilang kalian tidak tahu apa-apa. Dan menurutku, dia adalah typemu, hyung.” Kali ini dia melempar dagu kearah Jongwoon.

Hya~ Cho Kyuhyun, secara fisik dia juga termasuk kedalam type wanitaku.” Siwon berdecak protes. Sementara Donghae menikmati cemilannya.

“Kalau yang kau maksud type-wanita-untuk-ditiduri mungkin aku setuju.” Jongwoon menambahkan. Pria itu sepertinya mulai tertarik dengan pembicaraan tersebut. Pria itu berucap yakin seolah sangat tahu Siwon lebih menyukai wanita yang setara dengan model pakaian dalam yang sering muncul di majalah pria dewasa. Sedangkan wanita yang sedang dibicarakannya ini, jauh dari kata model celana dalam, dia mamiliki kecantikan dan gaya tersendiri yang membuat mata lelaki menatapnya haus.

“Tidak, tidak, tidak seperti itu. Kau tidak akan bisa menidurinya, bahkan mengajaknya kencan sekalipun.” Kyuhyun kembali menginformasi. Sontak ketiganya –tanpa Hyukjae yang sudah tidak sadar- mebelalak tidak percaya. Sehebat apa wanita itu hingga tak satupun bisa mengajaknya kencan. Sesuci apa dia hinggan tak satupun pria bisa mengajaknya tidur.

“Apa dia sudah bersuami?”

Eiy~ Kau bercanda Donghae-ya. Dilihat kaki jenjangnya saja aku sangat yakin kalau dia sama sekali belum pernah ‘membuka’ kakinya untuk pria manapun.” Siwon berucap seolah membela wanita itu.

“Kalian tidak akan tahu kalau kalian belum pernah menidurinya.” Jongwoon mengutarakan pendapatnya, tiba-tiba saja menjadi tertarik dengan objek yang jadi perbincangan. Sejujurnya dia juga mulai penasaran.

Kyuhyun menjentikkan jarinya kemudian membungkukkan punggungnya dengan kedua tangan memegang gelas, menatap lekat-lekat ketiga temannya. “Kita mulai taruhan saja, bagaimana?”

Keempatnya saling beradu pandang, Kyuhyun berdecak ketika melihat sebuah keraguan diwajah teman-temannya. “Eiy~ kalian tidak akan jatuh miskin hanya karena kehilangan salah satu dari asset kalian.”

Jongwoon mendesah lalu melempar punggung pada punggung sofa. “Lupakan saja. Kau pasti akan berbuat curang.”

Kyuhyun menggeleng kuat, “Aniya, aku tidak ikut dalam taruhan ini. Karena sebelumnya aku sudah mencoba mendekatinya dan hasilnya aku malah dipermalukan didepan umum.” Pria itu mencoba meyakinkan teman-temannya. Namun sepertinya mereka masih ragu dan menimbang. “Ayolah, apa kalian tidak mau menjadi yang pertama untuk gadis itu. rasanya… mungkin akan berbeda….” Dia menggantung ucapan menggiurkannya.

Siwon terlihat mengepal tangannya lalu berlonjak bersemangat ketika bayangan-bayangan cabulnya berputar dikepalanya , “Sial! Baiklah aku ikut.”

“Aku akan mencobanya.” Donghae ikut setuju dengan seringainya. Sementara Jongwoon seperti tengah memandangi gadis itu dari tempatnya. Wanita itu tertawa bersama barista muda, mengobrol akrab.

Gadis itu memiliki bibir kecil yang dipoles lipgloss mengkilap, hidungnya mungil tapi mancung, rambutnya bergelombang mengayun seraya tubuhnya bergerak. Matanya bulat dikekelilingi bulu mata lentik mengerjap-ngerjap seperti mata anak kecil. Wajah wanita itu memang terlihat polos, namun siapa sangka dia bisa masuk ke Paradise? Secara fisik, gadis itu masuk kedalam kriterianya –dalam arti sesungguhnya-.

Kyuhyun memperhatikan Jongwoon dengan cengiran nakalnya, kemudian mulai menjelaskan “Gadis itu, Han Jingsu. Dan barista muda itu adalah adik kandungnya, Han Jiwoo. Kakak beradik itu adalah anak dari seorang chaebol…. Eng~ kalian pasti tahu Han Nation…”

“Apa kau baru saja bilang perusahaan HN?” Siwon terkejut dengan pendengarannya sendiri, lalu Kyuhyun hanya membalasnya dengan sebuah anggukan. Donghae terlihat putus asa setelah mendengar kebenaran tersebut. Kalau itu HN berarti diantara kakak beradik itu adalah yang mengelola Paradise Club.

Bingo! Anak kecil itu,” Kyuhyun menunjuk ke barista muda yang baru saja Kyuhyun bilang ‘Adik dari Han Jingsu’. “Dia yang mengelolah langsung Paradise Club.

Ketiganya terperangah. Yang mereka tahu club ini memang salah satu usaha legal milik HN dan tidak pernah menyangka kalau dibaliknya ada campur tangan remaja berumur duapuluh tahun. Dia tidak bisa dibilang sebagai anak kecil. Anak kecil mana yang mengelola club malam?

Tidak lebih terkejut dari Siwon, Donghae tertunduk sambil memijat dahinya, “Hya~ Kyuhyun-ah, kau mau melihatku mati ditangan Ibuku? Ayahnya adalah pen-supply produk-produk di Mall Ibuku.”

“Dan Ibunya adalah penyumbang terbesar dalam kegiatan social yang diusung oleh Ibuku.” Tambah Siwon tidak kalah frustasi. Kyuhyun mendesah, menggaruk dahinya sebelum beralih menatap Jongwoon.

Ketiganya menunggu keputusan Jongwoon. Sementara pria itu mengerjap dengan pandangan aneh, “Apa?” katanya.

“Bagaimana denganmu, apa perusahaanmu berkaitan dengan HN?” tanya Kyuhyun penasaran. Setidaknya dia harus tahu dulu tentang itu, agar tidak beresiko dengan rencana kenaikkan saham perusahaan.

Jongwoon berdekham lalu menghela nafas, “Ya, setidaknya tadi pagi aku baru saja berjabat tangan dengan ayahnya.”

Akh~” ketiganya kemudian mendesah bersama. Seolah tidak ada harapan untuk mendekatiwanitas itu. Belum memulai saja wanita itu seperti sudah dilindungi, dipagari oleh pagar besar yang tidak terlihat. Ketenaran perusahaannya mampu membuat siapapun ciut mendekatinya.

“Tapi aku akan mencobanya.” Jongwoon tiba-tiba kembali berucap yang sontak membuat ketiga temannya mengangkat kepala penuh semangat. Lalu detik berikutnya mereka bertepuk tangan, bersorak gembira melebur dalam suara music. Akhirnya akan ada salah satu dari mereka yang akan mendapatkan hati Dewi yang terkenal dingin tersebut. Akhirnya, akan ada diantara mereka yang akan berlagak seperti Iblis saat menghadapi gadis itu.

Tepat ketika Jongwoon mendeklarasikan untuk menerima taruhan tersebut, iblis didalam tubuhnya bersorak berkumpul mengelilinginya hingga mengalahkan sisi malaikatnya. Berbisik padanya kalau dia akan melakukan apapun untuk menaklukkan gadis itu. Bersumpah kepada seluruh dewa kalau dia akan menjadi yang ‘pertama’ untuk gadis itu. Bersumpah akan membuat gadis itu membuka kakinya dengan sukarela kepada Jongwoon. Dia akan membuktikannya.

***

Seperti malam-malam sebelumnya 9 pemuda itu selalu berkumpul di sebuah ruangan disalah satu gedung milik Hyukjae pribadi. Sepulang bekerja tepat pukul enam, mereka terbiasa berkumpul. Sebenarnya bukan sebuah keharusan, karena mereka adalah seorang pekerja kantoran yang sangat sibuk, dan jarang berkumpul bersama. Dan tidak harus digedung milik Hyukjae, tergantung kesepakatan bersama.

Jika ingin melepas penat dan menikmati Wine, biasanya mereka akan memilih tempat pribadi Kyuhyun. Jika ingin menikmati coffee espresso dengan nuansa tenang, tempat Jongwoon adalah tujuannya. Dan… jika ingin berada di tempat yang bergelimang benda-benda modern dengan teknologi terbaru yang harganya mencapai langit, maka disinilah tempat itu. gedung pribadi Hyukjae.

Terdiri dari beberapa petak rumah, tanah luasnya dijadikannya tempat usaha sampingan sekaligus tempat tinggalnya. Diantaranya ; Gym, Restaurant, dan Spa. Namun diatap yang menaungi mereka saat ini adalah khusus area pribadinya.

“Whoa~ kau beli teropong baru?” Ryeowook langsung menghampiri sebuah teropong besar begitu menginjakkan kakinya di ruangan tersebut. Sementara yang lain memilih untuk mengambil sofdrink, dan berbaring di sofa empuk. Seperti tidak tertarik dengan pembicaraan Ryeowook.

Yah Kyuhyun~ah, ambilkan aku bir.” Kangin mengacungkan tangannya memerintah. Dia adalah salah satu yang tidak tertarik dengal hal berbau benda-benda langit. Terlalu kekanakan menurutnya.

“Sampai mana kita bisa melihat dengan teropong ini?” Reyeowook menempelkan matanya pada sebuah tabung kecil di sisi teropong tersebut, lalu berjengit takjub.

“Sampai mana?… Hya~ teropong itu hampir setara dengan Several Telescope yang ada di Jepang.” Hyukjae menghampiri teropongnya lalu menepuk-nepuk benda tersebut. Teropong tersebut berada dibawah Jendela kaca hingga memudahkannya untuk mengarahkan benda tersebut kelangit.

Ryeowook kemudian mengangguk, percaya dengan ucapan Hyukjae. Karena barus saja dia melihat Saturnus melaluli teropong yang dipegangnya ini.

Hya~ Kalian disana, berhenti bermain.” Jungsoo menggerakkan jemarinya, menyuruh kedua pria yang tengah membicarakan teropong tersebut berkumpul di sofa. “Bukahkah sebaiknya kita mulai saja? Gadis HN itu mungkin sudah datang.”

Keseluruhan dari mereka sudah tahu mengenai permainan gila antara Jongwoon dan Kyuhyun. Itu sebabnya mereka terlihat bersemangat sekali. Hyukjae mengambil sebuah remote didekatnya, lalu mengarahkannya pada sebuah layar tv besar diatas perapian.

Tv itu memunculkan sebuah gambar dari beberapa lokasi Gym, Resto, dan Spa milik Hyukjae yang dipisah menjadi kotak-kotak. Gambar itu adalah sebuah CCTV yang sengaja dipasang untuk mengontrol tempat usahanya. Kemudian Hyukjae men-zoom lokasi Gym-nya, membuat pria-pria itu tersenyum. Gadis itu sudah ada disana.

“Whoa~ dia tepat waktu sekali.” Kyuhyun menengok ke arloji Briguenya. Sementara Jongwoon keluar dari ruang ganti. Dia sudah siap dengan celana training dan kaos lengan pendeknya. Handuk kecil melilit dikepalanya, membuat gelak tawa teman-temannya.

“Mau ke Sauna, Abeonim?” Kangin beracting dengan suara dibuat-buat seolah dia adalah seorang anak, membungkuk sopan pada Jongwoon yang berujung dengan dia-dilempar-dengan-handuk-tersebut.

“Aku pergi!” ucap Jongwoon singkat meninggalkan kumpulan teman-temannya yang memberinya semangat.

Selepas kepergiannya, kedelapan pria yang masih berada dibawah atap ruang itu serempak memandang kelayar Tv menunggu Jongwoon masuk kedalam lokasi. Sementara gadis yang terlihat dilayar itu nampak santai dengan celana pendek dan tank-top-nya. Rambutnya dia gulung keatas hingga tengkuk indahnya terlihat dari segala arah. Belum lagi dadanya, bokongnya, betis mulusnya.

“Jadi… apa yang dipertaruhkan?” Jungsoo menoleh kearah Kyuhyun yang sejak beberapa detik lalu terlihat tenang menonton layar didepannya.

“Mobil sport untuk bokong.”

“Gedung Golf untuk sebuah ciuman.”

“Dan, sebuah pulau dihawai jika dia tidak bisa memegang dadanya.”

Donghae, Siwon, dan Kyuhyun bersorak girang. Ketiganya berdiri lalu saling tos dan berteriak seperti orang kesetanan. Sementara yang lain terkikik melihat tingah ketiganya.

“Dan kalau beruntung, kita bisa melihat adegan 18++ secara live. Wohooo~.” Ketiganya kembali bersorak, kali ini Hyukjae ikut berteriak mendengar adegan 18++ mengingatkannya pada koleksi filmnya.

“Dasar kalian setan kecil, saekki.” Kalimat itu terdengar seperti sebuah teguran, namun kemudian berubah menjadi cengiran penuh arti, “Kalian melakukan yang terbaik.” Jungsoo mengangkat dua jempolnya dan ikut bersorak bersama.

“Lalu kalau Jongwoon berhasil?” suara Ryeowook mampu membuat sorakan tersebut terhenti. Mata pria mungil itu membulat ketika dirinya ditatap sebal oleh Kyuhyun-Siwon-Donghae, lalu ketiganya terlihat menghela nafas tidak bersemangat dan kembali pada layar televisi. Ryeowook menggedikkan bahunya tidak faham.

Jongwoon mulai masuk ke area, kedelapan pria yang menyaksikan lewat layar tv menegakkan punggung mereka.

“Kurasa… Jongwoon akan berhasil.” Heechul yang sedari tadi tidak bersuara tiba-tiba saja menjadi pusat perhatian. “Han Jingsu… puteri dari keluar HN itu… dia lebih licik dari pada setan-setan seperti kalian.”

Detik berikutnya layar didepan menampilkan Jongwoon yang tengah memeluk gadis itu alih-alih menjabat tangannya.

Wooooo~.” Mereka bersorak terkejut. Lalu kembali menolehkearah Heechul, seperti kalimat Heecul barusan akan terkabul. Seperti Heechul sangat mengenal gadis itu. Kyuhyun menatapnya curiga, sementara pria itu bersedekap santai sambil mengunyah keju potongnya.

Ah! madta!” Hyukjae menepuk tangannya seperti teringat akan sesuatu. “Kau pernah dijodohkan dengan saudari kembarnya, Soojin, Han Soojin.”

“Kembar?!” seru mereka bersamaan. Terkejut. Heechul kembali jadi pusat perhatian, namun pria itu sepertinya enggan mengulang bercerita lagi tentang hal itu. Lalu tiba-tiba saja mereka seperti ingat tentang kisah paling memalukan yang pernah terjadi pada Heecul dua tahun lalu.

Meskipun kembar, Soojin-Jingsu adalah pribadi yang berbeda. Seperti yang terlihat saat ini, Jingsu sangat pandai bergaul dan berinteraksi dengan orang sekitar. Dia bahkan tidak sungkan memberikan nomor ponselnya pada Jongwoon malam itu meskipun mereka tidak tahu trik apa yang dipakai Jongwoon. Sementara Soojin, gadis ini cenderung tertutup-serius-dan memilih untuk menjadi wanita kantoran dengan kacamata khasnya.

Perjodohan itu lancar-lancar saja pada awalnya, meski saling tidak memiliki perasaan paling menggelikan yang anak remaja menjulukinya ‘cinta’, namun keduanya terlihat menikmati satu sama lain. Sampai akhirnya Jingsu menunjukkan wajahnya menyamar sebagai Soojin. Lalu keesokan harinya, Heechul harus sedikit kecewa dengan sebuah surat kabar yang membuat namanya menjadi judul utama bercetak tebal ‘Buruknya Perilaku CEO CL Group’ , sontak judul tersebut mengarah padanya. Belum lagi surat kabar tersebut mencetak sebuah foto mesra dirinya dengan seorang wanita diatas ranjang. Sudah pasti dia kalah telak dan berakhir dengan dirinya-yang-menjadi-sorotan wartawan. Belum lagi pembatalan perjodohannya dengan Soojin yang malah membuat ayahnya menjadi kecewa karena gagal menadapat seorang menantu Chaebol.

“Lalu… apa kali ini mereka bertukar posisi juga?” pertanyaan Ryeowook tersebut seolah mewakili pertanyaan yang berputar dikepala mereka. Namun tidak ada yang menjawab karena merekapun tidak tahu. Sementara Jongwoon kini mulai bergerak diatas Treadmil tepat disebelah Jingsu.

“Kau sering kemari?” Jingsu memulai pembicaraannya setelah mengatur kecepatan alat olah raga tersebut. Jongwoon menggeleng. Jingsu mengerutkan dahinya, kalau begitu untuk apa pria ini mengajaknya kemari. Maksudnya, kalau pria ini tidak menyukai Gym, bisa saja mereka bertemu ditempat lain ‘kan? Di hotel bergaya Eropa milik pria ini, misalnya.

Jongwoon menaikkan alisnya, memilih untuk tidak menjawab kebingungan wanita itu sebelum keduanya memilih untuk berlari diatas Treadmil setelah keduanya menambah kecepatan.

Well, untuk seorang wanita yang tidak menggunakan make-up, Jingsu cukup menarik dimatanya. Dengan bulir keringat yang mulai menetes, merosot ke celung lehernya dan terus turun hingga menghilang ditengah-tengah dadanya yang tertutup tank-top ungu.

Ah~ dada! Dia harus menyentuh ‘itu’ jika tidak mau kehilangan pulau pribadinya. Namun hal yang menarik lainnya selain bokong, dada, betis, dan paha, nafas wanita itu terdengar seperti sebuah rayuan ditelinganya. Rayuan yang sering ia dengar ketika tidur bersama wanita One Night Stand-nya. Namun jelas suara nafas tersengal yang terdengar seperti desahan dari wanita ini justru sangat menggelitik bagian dalamnya. Dan dia mulai membayangkan bagaimana jika gadis ini melompat diatas tubuhnya dengan nafas tersengal seperti itu dan keringat yang malah membuat gadis ini terlihat ya…. Menggairahkan.

“Dia seperti kelaparan menatap buah apelnya.” Kangin berkomentar dengan kalimat mesum. Membuat teman-temannya tertawa beberapa saat sebelum kembali pada tontonan mereka.

Jingsu menoleh ketika dia rasa hanya dia yang bergerak diatas Treadmil. Dia menekan tombol minus untuk memperlambat laju Treadmilnya saat mendapati Jongwoon memandanginya puas. Lalu lantai Treadmil berhenti dan Jingsu balas menatap Jongwoon.

Jongwoon tersenyum kemudian menyodorkan handuknya pada Jingsu. Meski enggan menerima pada akhirnya wanita itu mengambil juga dan mulai mengelap keringat disekujur tubuhnya dengan handuk Jongwoon.

“Kau tidak suka berolah raga?” tanya Jingsu kemudian, keduanya masih berdiri diatas Treadmil yang mati. Jongwoon berusaha untuk tidak langsung menyeret wanita ini ke kamar hotel. Suara wanita itu tersengal hampir membuat dirinya terbawa dalam adegan panas dalam sebuah film dewasa yang dia tonton semalam.

Alih-alih menjawab dan memperdengarkan suara beratnya yang terangsang, pria itu menggedikkan bahunya dan berusaha untuk bersikap biasa. Bagaimana bisa dia terangsang hanya dengan mendengar suara tersengal gadis ini, sedangkan gadis ini masih berpakaian lengkap.

Bahkan dalam keadaan pakaian lengkappun, gadis itu mampu membuat iblis-iblis didalam tubuh Jongwoon berterbangan karena senang. Anggap sajalah Jongwoon memiliki fantasi lebih terhadap wanita ini. Fantasi liar yang seharusnya sudah membawanya kedalam sebuah ‘pelepasan’ didalam tubuh wanita ini.

Dia menatap arlojinya, pukul 8 malam. Pria itu mendengus mentertawai dirinya sendiri. Bagaimana mungkin dia bisa merasa terangsang dibwah pukul 10 hanya karena wanita dihadapannya ini.

Terlepas dari itu, hal tersebut membuktikan bahwa wanita itu benar-benar berpengaruh besar terhadap setiap organ intim dalam tubuhnya. Terlalu lugu kalau menebaknya sebagai cinta pada pandangan pertama, ini tidak lebih seperti hormonnya yang mendesak ingin membawa wanita itu keatas ranjang. Mencium bibir kecilnya, mendengar desahannya, mengecup bagian-bagian tubuhnya, Jongwoon bersumpah tidak akan melewatinya satu mili pun.

“Kim Jongwoon~ssi?”

Jongwoon mengerjap ketika wanita itu memanggil namanya. Pria itu berdekham sebelum mendapatkan suaranya kembali, “Ah! maaf.” Dia akan membunuh iblis didalam tubuhnya yang hampir menghilangkan kesadarannya tadi.

Sementara ditempat lain teman-temannya yang menontonnya melalui layar CCTV mentertawainya.

“Aku berani bertaruh, dia pasti sangat berhasrat ingin ‘memasuki’ tubuh gadis itu.” Kyuhyun melempar seringaiannya pada layar. Dan mereka masih memperhatikan Jongwoon hingga pria itu bergerak menjauh dari pandangan CCTV.

Eoh? Kemana dia?” Siwon menunjuk kelayar Tv saat Jongwoon dan gadis itu menghilang.

“Mencari kamar hotel lalu melakukannya.” Jungsoo menjawab jahil. Dia tertawa geli bersama Donghae. Sementara Hyukjae mulai menekan tombol menu untuk melihat seluruh lokasi dan menunggu untuk keduanya terekam kamera lagi.

Sampai detik ini Jongwoon belum berhasil melakukan satu tantanganpun. Wajah berseri jelas terpancar diwajah Siwon-Donghae-Kyuhyun, mobil sport, gedung golf, dan pulau pribadi sudah mengiang dikepala ketiganya sejak beberapa detik lalu. Meskipun mereka mengharapkan Jongwoon ‘menyentuh’ tubuh gadis itu, ketiganya masih mengharapkan 3 asset Jongwoon yang menggiurkan juga.

“Aku rasa ramalanmu tentang dia-akan-berhasil itu meleset, Kim Heechul sajangnim.” Suara Kangin telak mewakili teman-temannya. Diantaranya mengangguk. Heechul hanya tersenyum sambil mengangkat bahunya.

“Aku harap begitu. Karena kalau aku benar,” Heechul menggantung kalimatnya. “Mungkin besok akan ada kabar… yang aku yakin kalian pasti akan suka.” Kemudian dia tertawa.

“Dia itu kenapa?” Hyukjae menatapnya aneh, sama seperti yang lainnya. Seperti sudah karakternya, Heechul selalu tertawa disaat menurut yang lain itu tidak lucu. Fakta mengenai Golongan Darah AB yang terkenal dengan keabsurd-annyapun semakin meyakinkan mereka kalau golongan darah AB memerlukan perlakuan’khusus’.

“Mereka kembali.” Tunjuk Donghae kelayar. Dilanjutkandengan Hyukjae yang mengarahkan control layar pada petak bergambar Jazzuci dimana Jongwoon berada. Pria itu men-zoom layarnya.

Jongwoon bertelanjang dada dengan handuk putih melingkar di pinggulnya. Dia mengacak rambutnya sambil memandangi air yang ditaburi mawar dari pinggir Jazzuci.

“Mereka akan mandi bersama atau ini sudah selsai? Kenapa dia sendirian disana?” Jungsoo memekik, penasaran sekaligus menebak keadaan disana. Sementara yang lain tetap memperhatikan dalam diam, kemudian berubah menjadi riuh saat tiba-tiba Jingsu muncul dan masuk kedalam Jazzuci menggunakan handuk yang sama dengan Jongwoon sebatas dada.

“Ommooo~.” Ucap mereka serentak. Terkejut, terpukau sekaligus menantikan adegan selanjutnya.

“Ini dimulai. Ini dimulai.” Tambah Hyukjae tak sabar.

Jongwoon mengikuti wanita itu masuk kedalan Jazzuci yang terbuat dari batu-batu alam. Rasa hangat air itu langsung menyengat tubuhnya yang malah menambah rasa panas seluruh bagian tubuhnya. Harusnya dia meminta untuk di sediakan air dingin saja. Air hangat malah memperburuk suasana.

Wanita itu sudah menempatkan diri, bersandar santai menikmati aroma lilin therapy dipadukan dengan kelopak mawar yang ditebar didalam air. Jongwoon ikut membenamkan diri menyebabkan bunyi gemerisik air.

Suasananya tenang hingga membuat wanita itu ingin memejamkan mata. Namun itu tidak berlaku untuk Jongwoon.

Sebelumnya pria itu telah memberi sebuah pilihan pada Jingsu. Menyelesaikan pertemuan hari ini begitu saja atau menikmati Spa. Tapi wanita itu tidak memilih keduanya, Tempat ini terkenal dengan pemandian Jazzucinya, mau mandi bersamaku? Kalimat itu keluar dengan sangat mulus dari bibirnya dan nyaris membuat Jongwoon melemparkan dirinya kekolam piranha.

Seharusnya dia senang, karena dengan begitu dia bisa dengan mudah menyelesaikan tantangan yang diberikan untuknya. Tapi dia juga merasa sangat buruk karena mulai tertekan dengan wanita itu. Bagian sensitivenya mulai sesak melihat tubuh wanita itu yang hanya terlilit handuk mini yang bahkan Jongwoon bisa langsung menarik benda tidak berguna itu dan bercinta didalam Jazzuci.

Dia mungkin bisa saja melakukannya, tapi pada akhirnya itu berarti dia akan kalah dengan pertahanannya sendiri. Wanita itu berusaha menggodanya, dan Jongwoon harus mempertahankan kesadarannya. Iblis sialan, batinnya meronta. Setelah tadi disuguhkan dengan keringat yang meluncur masuk kedalam dadanya, dan suara wanita itu yang terdengar seperti mendesah, sekarang dia disuguhkan dengan tubuh wanita itu yang nyaris telanjang kalau saja tidak terhalang handuk.

Dia harap semoga tidak akan ada puting beliung yang akan menerbangkan handuk tersebut, atau lebih sialnya paku yang akan menahannya dan membuat handuk itu melorot dari tubuhnya. Karena jika itu terjadi, ia bersumpah akan menyelesaikan penyiksaan ini secepatnya.

“Kim Jongwoon~ssi, boleh aku tahuapa alasanmu ingin bertemu denganku?”

Jongwoon menoleh lalu mengumpat dalam hati saat melihat dengan jelas lekukan dada wanita itu. Dia menghela nafasnya berusaha untuk tenang. Sampai saat ini, dia masih terlihat baik-baik saja dari luar.

Eng~ karena aku sedang bertaruh.” Jawabnya nyaris jujur. Ya , dia tidak mengatakan apa saja isi dari taruhan tersebut. Jingsu mendengus dan terkekeh pelan, seolah kalimat tadi sudah biasa ia dengar , seolah dia sudah biasa dirinya dijadikan bahan taruhan.

“Kalau begitu selamat, kau memenangkan taruhannya.” Ucap wanita itu tak acuh. Dia memainkan air di telapak tangannya yang membentuk mangkuk, lalu mengalirinya kesepanjang tangan mulusnya.

Jongwoon menggeleng, “Anhi. Aku bahkan belum melakukannya.”

Jingsu menoleh dengan alis terangkat. Menatap Jongwoon lekat-lekat seperti mencari sebuah penjelasan diwajah santainya. Dia sudah biasa menjadi bahan taruhan para pria, jika berhasil mengencaninya maka pria itu akan memenangkan taruhan. Namun Jongwoon mengapa mengelaknya dan mengatakan kalau dia belum melakukan apapun untuk taruhannya.

“Memang…. Apa yang kau pertaruhkan?”

Em~ sebuah Mobil Sport untuk bokongmu, kemudian Gedung Golf untuk sebuah ciuman, dan Pulau pribadi di hawai untuk dadamu.”

“Whoa, whoa… dia mengatakannya.” Ryeowook membelalak kagum saat Jongwoon mengatakan kalimat tersebut. Sementara yang lain seperti kecewa. Mengapa pria itu mengatakan rencananya?

“Aku rasa dia bersikap jujur untuk mendapat kepercayaan gadis itu. meski sangat kurang ajar, yah… sebagian wanita menyukai kejujuran.” Jungsoo mengutipnya dari sebuah majalah pria dewasa. Memang benar ‘kan, wanita selalu mengidam-idamkan pria yang jujur. Dengan begitu Jingsu akan luluh dan Jongwoon akan memenangkan taruhannya.

Jingsu masih terdiam setelah kalimat terlampau jujur tersebut masuk kedalam telinga kanannya. Dia mencoba meprosesnya dalam kepala kecilnya namun detik berikutnya dia memilih untuk membuangnya.

Wanita itu sangat terkejut mendengar tubuhnya dihargai dengan asset ya, memang harus diakui itu sangat menakjubkan. Tapi siapa yang peduli dengan asset saat mengetahui bahkan bokongmu di hargai dengan sebuah sebuah mobil atau dadamu yang hanya seharga pulau pribadi dihawai. Sinting. Wanita itu mendengus kemudian.

“Apa kau terkejut?”

“Sangat. Tapi aku menghargai kejujuranmu Jongwoon~ssi.” Dia terkekeh pelan menyembunyikan keterkejutannya. “Lalu, apa kau akan melakukannya sekarang?”

Jongwoon memutar bola matanya seperti menimbang. Wanita itu menatapnya, menunggu. Seolah menantang Jongwoon. “Aku… sedang berfikir saat ini. Apa menurutmu aku harus melakukannya sekarang?”

Sayang Jazzuci ini dangkal, kalau tidak mungkin wanita itu sudah melelapkan Jongwoon kedasar hingga menembus tanah. Apa pria ini selalu-kurang-ajar-seperti ini? Bagaimana mungkin pria sepertinya bisa terlahir. Apa didalam tubuhnya dilingkupi ribuan iblis? Kalau benar, pantas saja dia memiliki wajah yang jelas sekurang-ajar iblis dari neraka paling tinggi. Pria ini terlalu sial karena dilahirkan dengan wajah tampan. Wanita manapun pasti akan terpikat dengan ketampanannya tanpa memperdulikan sifat setannya. Namun itu tidak berlaku untuknya, dia tidak terpikat, tidak akan pernah.

“Kau pasti mengira aku sangat mudah, ya?”

Oh, apa aku sangat lancang? Maafkan aku.”

Wanita itu menggeleng kemudian tertawa hambar, “Kau harus melakukannya segera tentu saja agar kau tidak kehilangan assetmu.” Wanita itu kembali dengan nada awalnya santai dan tetap menantang. “Tapi kurasa itu tidak akan mudah.”

Wanita itu tersenyum kearah Jongwoon sebelum dia bangkit lalu melangkahkan kakinya meninggalkan Jongwoon. Pria itu menyungging senyum, wanita itu menghindarinya. Ada kemungkinan dia ketakutan atau malah semakin menggodanya untuk melakukan tantangan tersebut. Jongwoon menjadi bersemangat tiba-tiba, setan didalam tubuhnya berjengit, berpesta semakin menggebu.

Untuk seorang wanita yang baru ditemuinya sekali dan dua kali jika dihitung hari ini, wanita itu berhasil membuat Jongwoon menjadi Iblis yang sesungguhnya, buas dan menyeramkan. Namun disisi lain wanita itu juga berhasil membuatnya menahan semua godaan yang jelas dilayangkan padanya. Menggoda Jongwoon? Wanita itu bahkan tidak begitu mengenalnya untuk apa dia menggoda. Tapi wanita itu memang selalu menggoda, kita tidak sedang membicarakan kaki, bokong ataupun dadanya. Menggoda dalam artian menarik. Sifat wanita itu yang begitu santai, tidak agresif, menyenangkan. Wajah angkuhnya menjadi point plus. Pria seperti Jongwoon menyukai wanita seperti itu. bukan sok-jual-mahal, tetapi lebih kepada wanita itu menjaga dirinya sendiri dengan wajah sombong sebagai pagarnya. Namun itu malah semakin membuat para pria melompat mengerubunginya. Entahlah, wanita itu menggoda secara alami dengan caranya sendiri.

Hyukjae dan Jungso menghela nafas kecewa saat melihat wanita itu meninggalkan Jongwoon. Ramalan Heechul yang mengatakan kalau Jongwoon akan menang benar-benar salah. Meskipun mereka sangat berharap melihat Jongwoon melakukan tantangannya, tapi kalau wanita itu saja sudah meninggalkan Jongwoon bagaimana mungkin misi akan tercapai.

Sementara Kyuhyun-Siwon-Donghae bersorak, mereka akan mengambil alih asset Jongwoon tersebut.

Perlahan mereka membubarkan diri, sekedar kedapur untuk mengambil minuman kaleng –lagi-. Dan Hyukjae memilih untuk bersandar disofanya sambil terus memantau. Begitupun dengan Ryeowook yang masih menatap layar Tv.

“Kita akan berlibur ke hawai minggu depan. Aku akan mentraktir kalian.” Ucap Kyuhyun berbinar. Pria itu tersenyum lebar dengan kaleng bir ditangannya. Sudah sangat lama dia mengingan pulau pribadi Jongwoon tersebut, namun Jongwoon tidak pernah memberikannya kesempatan untuk memilikinya. Sementara Siwon akan mengambil alih gedung golf untuk adiknya Jiwon, dan Donghae mengambil mobil sport yang akan menjadi koleksi pribadinya.

Permainan telah selesai, tidak ada yang lebih bahagia dari Kyuhyun-Siwon-Donghae sebelum suara teriakan Hyukjae menggema, membuat semuanya kembali pada layar Tv.

“Mwoya mwoya? Apa dia melakukannya?”

Tepat saat keterkejutan Kangin tersebut, sosok pria dilayar Tv muncul. Kali ini di ambil dari CCTV Basement. Jongwoon berhasil meraih tangan wanita itu sebelum dirinya berhasil membuka pintu mobil.

Sebelumnya Jongwoon memuntuskan untuk mengejar wanita itu, setidaknya dia harus mengucapkan ‘sampai jumpa’ atau ‘sampai bertemu lagi’.

Wanita itu bersandar pada pintu mobilnya yang tertutup, sementara Jongwoon berdiri tegap menatapnya.

“Ada yang ingin kau katakana, Kim Jongwoon~ssi?”

Jongwoon tidak langsung menjawab, pria itu menangkup bahu Jingsu dan sedikit menunduk . menekan wanita itu hingga punggungnya benar-benar menempel dimobil, dia menatap wanita itu lekat-lekat.

Perlahan tangan Jongwoon mengendur namun tidak terlepas dari tubuh wanita itu dan malah turun hingga tepat didadanya. Wanita itu menahan nafasnya. Pria itu berhasil menyentuh dadanya. Kemudian Jongwoon tersenyum tanpa berniat menyingkirkan tangannya ataupun melakukan hal lebih pada dada wanita ini.

“Aku menyesali ini. Tapi aku ingin melakukannya.”

Detik berikutnya dia meringrek memanggut bibir wanita itu hingga membuatnya tersentak. Wanita itu tidak menolak dan hanya berdiam seolah menahan amarahnya dalam wajah datarnya. Dia juga tidak membalas seolah membiarkan Jongwoon berpuas diri dengan ciumannya yang kini semakin kasar.

Jingsu tidak membuka mulutnya, tidak memberikan akses pada pria tersebut untuk menjelajah lebih dalam. Tidak masalah, karena jika wanita itu memberi akses Jongwoon tidak akan bertanggung jawab jika dia menyetubuhi wanita ini disini.

Bibirnya terasa panas ketika Jongwoon memporak porandakan bibirnya. Perih, ketika pria itu mengigit-gigit kecil bibir tipisnya. Dan basah, saat liur mereka saling membasahi satu sama lain.

Tangan Jongwoon yang semula tidak melakukan apa-apa didadanya kini mulai bergerak turun, perlahan meraba kepunggungnya yang dilapisi minidress selutut, dan terus turun hinggan mencapai puncak itu. Bokong Jingsu. Dan dia tetap tidak berani melakukan apapun disana. Hanya menyentuhnya saja.

“Dada, ciuman, dan bokong. Perfect!” Jungsoo dan teman-temannya bersorak meriah menonton adegan –lumayan- panas tersebut secara live. Kyuhyun, meskipun dia gagal mendapatkan pulaunya, dia cukup senang dengan keberhasilan Jongwoon. Temannya itu behasil menaklukkan wanita yang selama ini tak pernah terjamah seorang pria.

Ciuman itu terhenti pada detik ke 10. Jongwoon membuka matanya lalu menatap wanita itu yang terdiam tenang. Kemudian wanita itu tersenyum padanya Jongwoon melepaskan tangannya dari bokong wanita itu lalu menyelipkan jemarinya dikantung depan jeansnya. Dia mengerutkan dahinya kearah Jingsu.

“Kau mau menamparku?” tawarnya santai. Dia sangat siap jika wanita ini ingin menamparnya sekarang. Namun reaksi wanita itu diluar dugaan, dia tertawa.

“Lain kali saja.”

Wah~ dia benar-benar wanita yang keren. Menolak tawaran yang bahkan belum pernah Jongwoon lakukan untuk wanita manapun. Wanita ini berbeda, dan Jongwoon rela mempertaruhkan assetnya lagi untuk mengulang adegan yang berlangsung selama 10 detik tadi.

Wanita itu masih menyungging senyumnya hingga dirinya masuk kedalam Audy biru metallic miliknya. Dia membuka kaca mobilnya, “Oh, selamat. Kau berhasil menyelamatkan assetmu.” Wanita itu jelas sedang menyinggungnya.

“Terimakasih.”

Kemudian wanita itu melambai lalu memberikan senyum terakhirnya sebelum melesat pergi dengan suara derung mobil yang berdecit.

Jongwoon menghela nafasnya masih mengamati kearah wanita itu pergi tadi. Sambil meraba bibirnya yang beberapa saat lalu berhasil mencecap bibir wanita itu. Dia terkekeh pelan mentertawai dirinya sendiri saat adegan ciumannya terngiang di kepala.

Bagaimana mungkin hanya karena sebuah ciuman dapat menciptakan rasa panas yang luar biasa mengganggu. Bagaimana mungkin sebuah ciuman mampu menciptakan rasa pening yang menyakitkan di kepalanya. Dan bagaimana mungkin ciuman 10 detik tersebut mampu membangunkan setan-setannya.

Untuk pertama kalinya dia bangga memiliki sentan-setan didalam tubuhnya. Setidaknya ‘mereka’ sangat membantu dalam menyelesaikan taruhannya. Sejujurnya ini bukan karena taruhan, dia bisa saja merelakan 3 assetnya tersebut tanpa harus merasa kehilangan. Yang membuatnya melakukan hal itu hanya karena dia menginginkannya. Seperti yang kita tahu, wanita itu sangat menggoda Jongwoon secara alami. Lagi pula Jongwoon tidak ‘mengambil’ banyak dari wanita itu.

Jongwoon menggerakkan tubunya dan mengarah pada camera CCTV. Dia menatap camera yang berkedip itu lekat-lekat seolah sedang menatap tamn-temannya yang sedang menontonnya dirinya dari tempat lain. Seolah memberitahu pada si penantang kalau dia harus bersiap dengan hukumannya.

***

Jongwoon berjalan santai dijalan setapak taman sebuah panti jompo. Seharusnya, hari ini dia menjadi salah satu relawan dalam sebuah aksi social yang diadakan di panti jompo ini. Dia sangat bersyukur memenangkan taruhan tersebut, karena dia tidak akan jadi badut atau bantal cubitan dari para penghuni panti.

Dan sebagai pengganti dirinya, Kyuhyun-Siwon-Donghae yang melakukannya dengan terpaksa tentu saja. Mereka sedang menjalani masa hukuman yang akan berlangsung selama dua minggu. Ketiga pria itu akan menjadi pembantu pribadi Jongwoon. Selamat.

Semalam dia menghabiskan berkaleng-kaleng bir usai memenangkan taruhannya. Dia tidak mengira kalau efek dari ciuman yang menurutnya biasa saja itu malah membuatnya terserang gelisah. Bagian bawah tubuhnya berkedut minta dilepaskan, sementara tidak ada satu wanitapun yang ingin dia tiduri.

Ah, kecuali wanita itu. Han Jingsu.

Jongwoon menatap horror saat menemukan ketiga temannya. Siwon dan Donghae memakai kostum kakak beradik dari sireal animasi Frozen lengkap dengan wig, sementara Kyuhyun memakai kostum pangerannya. Apa-apaan ini, apa dia salah tempat? Tapi ketika melihat sekeliling yang didominasi oleh lansia, pria itu yakin kalau dirinya ada di tempat yang benar.

Ia hendak melangkah menghampiri teman-temannya, sekedar mengucapkan selamat untuk pertunjukkan ini dan berfoto bersama setelahnya, tapi getaran ponsel menunda langkahnya.

Dia merogoh ponsel disaku celananya, kemudian menatap layar 13 senti itu dengan alis bertaut. Pesan dari Group Kakaotalk, grup yang berisi kedelapan teman-temannya. Dia membuka pesan tersebut yang langsung menampilkan kalimat-kalimat yang tidak dimengertinya.

Lee Hyukjae : Heechul hyung benar. ‘dia’ mendapatkan jackpotnya hari ini.

Park Jungsoo : Itu seperti sebuah hadiah tanda pertemanan antara mereka.

Kim Heechul : Sepertinya mereka baru memutuskan untuk memiliki hubungan yang special.

Lee Donghae : Kami sedang melaksanakan hukuman kami 😥

Kangin : Aku sangat menikmati berita pagi ini. Hey~ bersemangatlah!

Choi Siwon : Tolong rawat Jongwoon kami :^)

Cho Kyuhyun : Em~ aku terlalu bahagia untuk sebuah hukuman seperti ini. Kkk~

Kemudian seperti mengerti, Ryeowook mengirimkan gambar-gambar yang menjadi bahan obrolan teman-temannya itu. Jongwoon berjengit, terkejut bukan main. Sebuah foto artikel yang diambil dari majalah hari ini berjudul “Sisi Iblis Wakil Direktur King’s Group” , kemudian sebuah link youtube.

Pria itu menelan ludahnya keluh, merasa cemas saat dia meng-klik tulisan biru tersebut. Layar ponselnya berganti kehalaman web yang langsung memutarkan sebuah video, nyaris membuatnya membanting benda pintarnya.

Video berdurasi 30 detik yang dirinya sendirilah sebagai objek dalam video itu. Itu adalah adegan ciumannya semalam dan gambarnya sangat jelas. Dia yakin ini bukanlah dari CCTV karena hanya wajahnya saja yang terlihat, sedangkan wajah wanita itu di beri mozaik. Dan di ambil dari arah samping.

Dimulai dari tangannya yang memegang dada wanita itu, kemudian ke ciuman tanpa balasan, lalu berakhir pada tangannya yang kurang ajar meraba bokong wanita itu. sementara komentar para viewers menuliskan kata-kata makian dan sejenisnya yang di tunjukkan untuknya.

Jongwoon mengepalkan tangannya lalu menarik nafasnya dalam-dalam. Apa ini ulah wanita itu? bagaimana mungkin dia kecolongan dan tidak bisa membaca wajah rubah wanita itu semalam. Wanita itu jelas sengaja membiarkan Jongwoon menyelesaikan taruhanya untuk mendapatkan bahan berita panas pagi ini.

Dia telah ditipu oleh wanita itu. Dan walau dia memenangkan taruhannya, kenyataannya dialah yang kalah, dari wanita yang lebih licik dari yang dia kira.

Belum sempat Jongwoon meghembuskan nafasnya, ponselnya kembali bergetar. Presedir Kim, kali ini ayahnya menelfon.

Tamat sudah riwayat Jongwoon hari ini juga. Dewa kematian akan menjemputnya tanpa sempat dia membalas wanita itu. Tanpa sempat dia mencium dahi ibunya. Dan tepat saat itu, dia merasa kalau setan-setan dalam tubuhnya telah meninggalkannya tersebih dahulu.

Jangan menyalahkan para iblis. Manusia yang menciptakannya sendiri didalam tubuh mereka. Manusia yang mengundang mereka. Dan manusia membutuhkan mereka.

Terkadang, manusia bisa berprilaku lebih gila dari pada iblis. Dan bisa lebih kuat dari pada iblis. Manusia yang mengontrolnya, itu mengapa kadang manusia merasa kalau iblis didalam tubuh mereka hilang kemudian bisa kembali lagi tanpa sadar.

-END-

 

2 Comments (+add yours?)

  1. sesanti
    Aug 30, 2015 @ 08:06:43

    waaah menang sekaligus kalah. seru banget ffnya tapi dilanjut bisa kan thor. jongwoon pasti malu banget tuh. aku setuju kalau kita yang menciptakan iblis itu sendiri.

    Reply

  2. ayu diyah
    Aug 31, 2015 @ 09:11:55

    han jinsu bner2 keren…
    dia licik bngt… aku kira jongwoon yg menang,, eh trnyta pmenangnya jinsu 😀

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: