Special Gift [2/?]

Tittle              : Special Gift part 2

Author           : pipit

 

Cast               : Cho Kyuhyun

Park Hye Soo

 

Genre                        : Marrige life, Romance

Rating                        : PG 15

 

Length           : Chapter

 

Mohon maaf sebelumnya di part 2 ini ada revisi, yaitu pengganti cast menjadi Kim eun rim. Semoga berubahnya cast ini tidak mengurangi kenikmatan kalian membaca. Sekali lagi mohon maaf ya…

Ff ini juga sudah di publish di blog pribadi www.duniapipit105.wordpress.com

Hati-hati banyak TYPO bertebaran!!!!!!!!!!!!

 

Happy Reading…

 

***

Hye Soo POV

“kau tidak bermaksud kita tidur terpisah kan hye soo?”

“a..aa..apa maksudmu kyuhyun-ssi?” tanyaku panik

Kyuhyun menjauhkan kepalanya dariku dan menegakkan badannya, masih dalam jarak yang dekat.

“sudahlah.. sekarang kau mandi saja. Besok kita akan bicara lagi.”

Setelah bicara itu kyuhyun pergi keluar. Jujur aku bingung situasi seperti ini. Aku memegangi dadaku yang sempat berdetak tadi. Hahh..apa yang harus aku lakukan?? rim-ah bagaimana aku harus bersikap di situasi ini??!

Setelah mandi dan menenangkan pikiranku, aku langsung merebahkan tubuhku di kasur. Tidak seperti sebelumnya yang rasanya ingin cepat-cepat tidur, kali ini susah sekali untuk memejamkan mata. Kira-kira apa yang akan dibicarakannya besok?? Apa pernikahan ini akan seperti drama-drama yang dibuat perjanjian, yah yang kalian tau ini pernikahan karena perjodohan konyol eun rim. Lalu seperti apa perjanjian itu? Apa yang akan kyuhyun tawarkan?? Tidak.. bagaimana denganku. Apa yang akan aku tawarkan dalam perjanjian itu?!! Ah.. mungkin dengan tidak adanya skinship dalam bentuk apapun. Bisa juga dengan tidur di beda ruangan. Yah itu masuk akal. Akan ku ajukan tawaranku itu besok. Aku tersenyum, Akhirnya dari segala kegiatan lelahku hari ini, ada yang membuatku tersenyum juga. Hah aku lelah..aku ingin tidur. Entah kenapa rasa kantuk ini jadi datang kembali. Tunggu.. tapi dimana kyuhyun?? Bukannya tadi ia yang bilang tidak akan tidur terpisah?? Aishh.. hye soo pabo, sambil memukul kepalaku pelan. Apa pedulimu.. sudahlah tidur saja, tidak usah mempedulikannya. Perang batin ini akhirnya dimenangkan oleh sosok egois dalam diriku. Dan akhirnya aku memilih memejamkan mata.

Silau dari sinar matahari mnyilaukan pandangaku. Aku bangun dan duduk bersender di kepala tempat tidur untuk sekedar mengumpulkan nyawa. “hah.. jam berapa sekarang?” aku melirik jam dinding yang berada di sebelah kananku. Jam 7 pagi. Aku teringat sekarang aku sudah berstatus istri, lalu kemana dia?? Aku bangkit dari kasur menelusuri kamar. Tidak ada.. pikirku. Ia tidak berada di kamar semalaman ini. Kemana dia?? Aku melangkahkan kakiku keluar kamar. Kucari kyuhyun di kamar mandi luar, tidak ada. Aku menuju ruang TV.., ternyata kyuhyun ada di sana masih tertidur di sofa. Ku dekatkan jarak di antara kami, dan berjongkok tepat dihadapannya. Aku melihatnya dari jarak pandang sedekat ini.  Yah.. mantan suami eun rim ini yang sekarang menjadi suamiku terlihat sangat tampan.. ani bahkan jauh lebih tampan jika dilihat dari jarak pandang sedekat ini. Kulitnya yang putih, bentuk rahangnya yang sempurna, kulitnya yang halus, dan bibirnya yang sexy membuatnya jauh lebih sempurna jika dibandingkan dengan makluk namja lainnya. Dulu mungkin aku akan bilang, eun rim sungguh beruntung memiliki suami yang sangat sempurna ini. Tapi apakah sekarang ia harus bilang seperti itu untuk dirinya??? Tidak.. aku langsung menolak pikiran itu. Selamanya kyuhyun adalah milik eun rim. Cinta kyuhyun sungguh besar untuknya.. apalagi mereka sempat akan memiliki anak. Aku hanya seorang istri yang menggantikan kyuhyun, entah sampai kapan. Aku hanya istri yang memastikan bahwa hidup kyuhyun akan terurus dan baik-baik saja. Karena ini maksud dan keinginan eun rim bukan?? Kau tenang saja sahabatku. Aku akan mengurusnya dan memastikan hiupnya baik-baik saja. Dan setelah itu terjadi mungkin aku akan pergi dari kehidupannya.

Setelah cukup lama hye soo berdiam diri memandang kyuhyun, akhirnya ia bangun untuk memulai harinya menjadi istri yang baik. Ya.. hanya itu, tidak untuk yang lain. Hye soo melangkahkan kakinya ke dapur tidak lupa ia membenarkan letak selimut yang kyuhyun gunakan sebelumnya. Tanpa di sadari hye soo, kelopak mata kyuhyun terbuka. Ia hanya diam di tempat tanpa bergerak.

***

Aku menyiapkan dua sandwich isi daging yang sudah ku olah terlebih dahulu serta secangkir kopi untuk kyuhyun dan segelas susu kedelai untukku. Hanya itu yang bisa ku buat karena persediaannya yang terbatas. Ku kira ahra oennie juga akan mengisi isi kulkas, tapi tidak. Dan sepertinya hari ini aku akan keluar untuk belanja kebutuhan kami di rumah ini, mumpung kerjaku masih cuti.

Kulihat kyuhyun datang menuruni tangga, dan menghampiriku. Tadi ketika ku menyiapkan makan, kyuhyun bangun dan langsung menuju kamar di lantai atas.

“pagi kyuhyun-ssi..” tanyaku.

Dia hanya tersenyum padaku, lalu duduk di bangku yang sudah ku siapkan makanan untuknya. Akupun duduk tepat dihadapannya.

“maaf kyuhyun-ssi.. aku hanya bisa membuat sarapan seperti ini.” Kataku mulai berbicara. “oh ya.. aku juga mau minta izin mu untuk keluar sebentar nanti.”

Kyuhyun menatapku “kemana? “ tanyanya tanpa mengalihkan pandangannya.

“hanya ke supermarket terdekat. Aku ingin membeli bahan-bahan makanan dan kebutuhan kita lainnya. Sepertinya untuk hal tersebut, ahra oennie tidak terpikirkan.” Kataku sedikit bercanda. Ucapanku berhasil membuat kyuhyun tersenyum.

“baiklah..” jawabnya. “akan ku antar..”

Dan kalimat seperti itu yang keluar dari mulutnya sudah tidak bisa dibantah lagi. ‘Pantesan karyawannya sangat patuh dan takut padanya.., tatapan dan nada tegas yang ditunjukkannya sungguh akan membuatmu merinding. Lagi pula tidak apa jika kyuhyun akan mengantarnya, toh pasti barang yang akan ia beli sangat banyak. Dengan adanya kyuhyun pasti itu sangat membantu.’ pikirku dalam hati.

“aku sudah selesai. Aku tunggu kau di ruang TV jika sudah selesai.” Kyuhyun langsung berdiri dan meninggalkanku menuju ruang TV. Akupun buru-buru menyelesaikan sarapanku.. ‘ck, tega sekali dia membiarkanku makan sendiri.’

Aku menghampirinya yang sedang duduk menonton televisi yang menurutku tidak menarik sama sekali. Ia menonton berita yang memberikan informasi mengenai saham, dan bla..bla..bla. aku tidak mau tau. Aku duduk di sampingnya, menghempaskan tubuhku sedikit kasar. Agar ia tau keberadaanku. Hihi

“aku sudah selesai ..” ucapku tiba-tiba. Ia menoleh ke arahku.

“kalau begitu ayoo..” jawabnya. Aku bingung apa maksudnya. Bukankah ia mau membicarakan sesuatu, makanya ia menungguku disini. “apa maksudmu kyuhyun-ssi?”

“bukankah kau akan ke supermarket.” Tanyanya yang juga bingung mendengar perkataanku.

“oh itu.. iya maksudku..” aku menggaruk tengkukku yang tidak gatal. Aku jadi malu sendiri sudah salah paham. “huff.. ku kira tadinya kau akan mengajakku berbicara, seperti yang kau ucapkan tadi malam. Kau bilang kita akan bicara hari ini.” Ucapku mejelaskan.

“kita akan bicara.. pasti. Tapi nanti setelah kita dari supermarket.”

“tapi kyu..” tidak sempat melanjutkan kalimatku, kyuhyun menatapku tajam. “bisakah kau tidak membantahku..”

“ck.. selalu saja begitu.” Cibirku pelan.

“apa?? Kau mengatakan sesuatu hye soo.”

“tidak..” kataku gugup. Untung saja dia tidak mendengar. Bakal habislah aku. Aku langsung berdiri..”ayoo, kita jalan sekarang saja.” Kataku mengalihkan perhatian. Kyuhyun mematikan TV dan mengambil kunci mobilnya.

***

“tidakkah itu cukup.” Tanya kyuhyun padaku. Aku terdiam melihat belanjaanku. Hmm apalagi ya yang kurang. Belanjaanku memang sudah penuh, malah sudah dua troli. Satu troli berisi bahan makanan yang aku bawa, satunya lagi berisi kebutuhan rumah yang kyuhyun bawa saat ini. Aku berpikir keras..”kurasa sudah. Tapi aku juga merasa ada barang yang harus kubeli.”

“apa itu?” tanyanya bingung. “entahlah.. aku sendiri juga bingung. Aku lupa..” kataku tersenyum malu. Kyuhyun menarik nafas..”sudahlah.. ini sudah banyak. Kalau ada yang kurang bisa kita suruh asisten rumah tangga yang membelinya.” Kyuhyun langsung pergi ke tempat pembayaran.

Aku berjalan di belakangnya membawa troliku. Dilihat dari belakang, tidak menyangka seorang CEO perusahaan besar seperti kyuhyun mau repot-repot menemaniku berbelanja dan medorong troli membawa barang-barang. Rasanya aku ingin tertawa melihatnya. Apa dulu eun rim juga suka melakukan hal seperti ini?? Hah sungguh romantisnya membayangkan  keadaan mereka dulu. Pastinya mereka berbelanja dengan bahagia, karena mereka belanja dengan hati yang saling mencintai.

Setelah membayar semuanya, kyuhyun membawaku ke restorant terdekat mengingat sekarang sudah pukul dua siang. Sebenarnya aku bisa saja memasak untuk makan siang di rumah, tapi kyuhyun melarangku. Ia beralasan tidak akan sempat untuk memasak terlebih dahulu semetara ia sudah sangat lapar. Aku merasa bersalah karena tidak menyadarinya.

“kau ingin memesan apa?” tanyanya ketika sudah duduk. Aku fokus terhadap menu yang ada dihadapanku untuk dilihat-lihat. “hmm.. samakan saja denganmu. Tapi untuk minum aku mau iced cappuccino with cream.” Kulihat kyuhyun mengangguk dan memesan makanan pada waiters.

“kyuhyun-ssi..” aku mencoba berbicara terlebih dahulu ketika waiters itu sudah pergi. Kyuhyun tidak menjawab panggilanku, tapi kini ia memandang ke arahku.

“tadi kau sempat bilang ada asisten rumah tangga, benarkah itu?? Apa kita akan menggunakan jasa dia? Kalau kau takut aku tidak bisa membersihkan rumah, kau tak usah khawatir. Selama ini aku tinggal sendiri, pastinya aku sudah terbiasa mengurus rumah.”

“ani.. bukan seperti itu. Aku hanya tidak ingin kau kelelahan akibat mengurus rumah. Kau mungkin juga sudah lelah di kantor tempatmu bekerja. Jadi aku tidak ingin pernikahan ini memberatkanmu.”

“tapi itu sudah menjadi tugasku kyuhyun-ssi.” Aku mencoba memberikan logikaku padanya. Aku memang tidak tau jelas tugas seorang istri seperti apa. Tetapi aku paham bahwa mengurus rumah itu menjadi tanggung jawab seorang istri.

“memang itu menjadi tanggung jawabmu, tapi kau tidak perlu turun langsung mengerjakannya.” Ucap kyuhyun tidak mau kalah.

“apa mak..” hye soo menghentikan ucapannya ketika waiters datang membawa pesanan mereka.

“dengar hye soo..” ucap kyuhyun setelah waiters pergi mendahuluiku yang ingin berbicara. “aku mengerti itu menjadi tanggung jawabmu. Sungguh. Aku tidak melarang kau untuk mengerjakan yang lain. Cukup kau memasak untukku, menyiapkan keperluanku. Selebihnya biarkan asisten rumah tangga yang mengerjakannya. Dan kau hanya memantau saja.”

Aku masih terdiam sambil mengaduk-aduk minumanku.

“hye soo..” panggil kyuhyun lebih lembut dibanding tadi ketika ia bicara.

“oke-oke.., kau puas.” Jawabku sebal. Kyuhyun hanya terkekeh mendengar kekesalanku. Aku merasa asing pada situasi ini. Pertama kalinya aku melihat kyuhyun terkekeh.. dan kelakuanku seperti gadis-gadis yang sedang merajuk pada kekasihnya. Oh.. ya ampun, kenapa aku seperti ini.

***

“kita bicarakan disini saja.” Ucap kyuhyun tiba-tiba. Aku yang sudah selesai makanku langsung menatapnya. Aku jadi tidak sabar apa yang akan dibahasnya?! Perjanjiankah? Seperti perkiraanku sebelumnya.

“tidak ada perjanjian atau semacamnya hye soo..” aku terkejut, seperti bisa membaca pikiranku, kyuhyun menebaknya tepat seperti pikiranku. “ jadi jauhkan pikiranmu itu jauh-jauh.”

Ck, pantas sekali ia bisa menguasai perusahaan-perusahaan besar di negeri ini ataupun diluar. Sepertinya ia bisa membaca pikiran orang. Ataukah memang insting dan dengan pikiran jeniusnya bisa membaca wajah seseorang.

“a..aaku tidak.. maksudku bukan seperti itu kyuhyun-ssi…” kataku tergagap.

“hye soo, aku tau pernikahan ini adalah perjodohan dari eun rim. Tapi bukan berarti aku tidak memikirkan pernikahan ini kedepannya. Ketika aku memutuskan menyetujui pernikahan ini, tidak sedikit pun niatku akan berakhir bercerai. Pernikahan bagiku adalah ikatan yang sacral.. tidak bisa main-main kita di dalamnya.”

Aku hanya menyimak apa yang di sampaikan kyuhyun. Memang benar, pernikahan adalah ikatan yang sacral. Tapi dalam diriku, aku masih sangat menolak kehadiran kyuhyun di hidupku. Aku masih menganggap kyuhyun adalah milik eun rim. Kyuhyun bukan untukku.

Kyuhyun berhenti sejenak, seperti memilah kata yang ingin ia ucapkan. Sesekali ia minum entah untuk membuatnya nyaman atau apalah, aku tidak tau.

“jujur saja hye soo.., aku sebenarnya bingung ingin mengucapkan apa. Begitu banyak yang ada dikepalaku sehingga sulit untuk menjelaskannya.” Kyuhyun terlihat bimbang dan gusar ketika mengatakannya. “hye soo, sepertinya yang kita butuhkan adalah waktu. Mungkin sekarang kita tidak saling mencintai, tapi kita bisa berusaha pelan-pelan. Tak pantas mungkin aku mengatakannya, karena baru dua bulan ini aku baru saja kehilangan istri dan anakku. Tapi sungguh, aku tidak ingin pernikahan ini hanya permainan semata. Kita bisa mulai mungkin dengan berteman. Bagaimana menurutmu?”

Ini kalimat terpanjang yang pernah ia ucapkan padaku. Dan ia menanyakan pendapatku? Hei.. bagaimana aku bisa menjawab. Aku sendiri saja bingung.

“kyuhyun-ssi.. apakah kita akan tetap tidur bersama.” Haduh dasar hye soo pabo. Dari sekian banyak pertanyaan yang timbul, kenapa harus pertanyaan ini. Wajahku pasti sudah memerah.

“seperti yang ku ucapkan kemarin.. kita akan tetap tidur di ruangan dan kasur yang sama. Bukankah aku bilang kita akan berusaha pelan-pelan. Dan mungkin salah satu caranya adalah ini.” Seperti tau apa pikiranku, kyuhyun menambahkan.. “kau tidak usah khawatir hye soo, kita tidur di kasur yang sama tapi aku berjanji bahwa aku tidak akan menyentuhmu. Tidak jika kita berdua telah siap dan saling menginginkan.”

***

Setelah pembicaraanku dengan kyuhyun tempo hari, aku mengikuti semua alur yang ia ajukan. Yah mungkin dengan berteman itu akan menjadi lebih baik.., mengingat kita berdua hanya orang asing yang dipersatukan oleh orang yang sama-sama kita cintai. Sudah satu minggu pula aku dan kyuhyun tidur bersama. Hanya tidur, tidak lebih. Ia sangat menepati ucapannya. Hari ini pertama kali aku dan kyuhyun akan pergi ke kantor setelah pernikahan dilaksanakan. Aku menyiapkan sarapan bulgogi untuk menu pagi ini. Dan seperti biasa, ia tidak pernah mengeluh apapun yang aku siapkan. Soal dari menu makan setiap harinya, rasa dari makanannya- bahkan ia tidak pernah memberikanku komentar apapun itu. Dan dari pakaian yang aku siapakan setiap harinya. Hari ini sedikit berbeda, karena pakaian yang aku siapkan adalah pakaian kerja bukan pakaian santai seperti biasanya. Aku sedikit ragu untuk memadupadankan pakaian kerjanya. Aku menyiapkan pakaian ketika ia mandi tadi. Aku memilih jas dan celana bewarna hitam, dipadupadankan dengan kemeja bewarna putih serta dasi bewarna biru dongker yang memiliki motif garis kecil yang elegan. Aku takut kyuhyun tidak menyukai seleraku, tapi aku salah .. kyuhyun ternyata menggunakan pakaian yang aku siapkan. Kecuali dasinya..

“pagi kyuhyun-ssi..” sapakau pertama kalinya ketika ia menuju ke arahku tepatnya meja makan. Kyuhyun hanya tersenyum padaku seperti biasa. “ohh.. kemana dasinya kyuhyun-ssi?? Apa warnanya tidak sesuai seleramu.” Tanyaku penuh rasa bersalah.

“ah ani..” jawab kyuhyun cepat. “aku hanya tidak terbiasa mengikat dasi seorang diri. Makanya dasi itu akan aku bawa ke kantor dan akan meminta asistenku untuk memakaikannya.” Jawabnya sedikit malu. Hanya sedikit.. selebihnya ia tetap memasang wajah yang datar.

Aku menghela nafas.. dia ini kenapa sih. Kenapa meminta bantuan orang yang jauh sementara ada dirinya di rumah ini. “berikan padaku..” kataku mengulurkan tangan di hadapannya.

“hah?” tanyanya bingung

“dasinya kyuhyun-ssi.., aku yang akan memakaikannya padamu.”

Ia sedikit ragu terlihat dari diamnya ia untuk berpikir. “kyuhyun-ssi.. cepatlah.” Aku yang geram menghentakkan kakiku. Kebiasaanku jika sedang kesal, merajuk ataupun tidak sabaran akan hal seperti ini. Kyuhyun yang melihatpun rasanya agak sedikit terkejut atas kelakuanku, tapi akhirnya ia mengambil dasi di dalam tas kerjanya dan menyerahkannya padaku. Segera aku ambil dasinya dan memakaikannya pada kyuhyun. Situasi ini sebenarnya membuatku canggung, apalagi wajah kami saat ini benar-benar dekat. Kurasa kyuhyun pun sama sepertiku yang merasa canggung. Tapi ia bisa menguasainya kembali, dan aku merasakan tatapannya kini sedang memperhatikanku. Aku sendiri terlalu takut dan memilih mengabaikannya tidak peduli.

“sudah..” ucapku setelah berhasil memakaikan dasi pada kyuhyun. “cha..sekarang saatnya kita sarapan.” Aku langsung buru-buru menjauh dari kyuhyun dan segera duduk untuk sarapan. Kyuhyun pun mengikutiku yang duduk di bangkunya untuk makan.

“kau berangkat jam berapa?” Tanya kyuhyun sambil menyendokkan bulgogi ke mulutnya.

“hmmm.. habis sarapan aku akan siap-siap lalu berangkat. Wae?”

“baiklah. Akan ku antar.” Jawab kyuhyun singkat.

“benarkah??”

“hmm.”

“baiklah..,“ aku yang sudah tau perkataanya tidak bisa ditolak, mengiyakan tawarannya. Lagipula aku sedang dalam mood yang baik pagi ini, terlalu malas jika berdepat dengannya. Kalau ku bantah.. yang ada bikin mood ku buruk dan berpengaruh akan kerjaku di kantor.

TBC

 

 

Hahah gimana, membosankan ya??he

Minta komentarnya ya,, untuk memberi semangat.

Maaf kalau terlalu pendek. Dan maaf kalau ada EYD atau kalimat yang tidak sesuai/tidak enak. Sekali lagi ini benar-benar hasil pemikiranku ya.

 

See you next part ^^

 

3 Comments (+add yours?)

  1. Laili
    Aug 25, 2015 @ 20:42:20

    belum kerasa konfliknya… kayak ada yg kurang gitu.. EYD nya perlu diperhatikan lagi… keep writing 🙂

    Reply

  2. lieyabunda
    Aug 27, 2015 @ 03:27:02

    belom ada percikan asmara yaa,, hehehehehe

    Reply

  3. inggarkichulsung
    Apr 07, 2016 @ 18:49:38

    Kyu oppa keren bgt, dia begitu pengertian dgn Hye soo, krn mrk berdua msh canggung satu sama lain

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: