Complicated Mission [1/2]

complicatedmission

Title : Complicated Mission (1/2)

Author : seijurossi (@chantyolk)

Main Cast : Cho Kyuhyun, Park Seena (OC)

Other Cast : Lee Donghae, Eunhyuk, Eli Kim, Raena (OC), Minchan (OC)

Genre : Romance, Humor, School-Life

Length : Two-Shot

Rating : PG-15

A/N : published in my own WP before http://hellosillo.wordpress.com

ENJOY!

You have 1 mission. Mind to accomplished it?


Park Seena mengambil secarik kertas kecil yang ditempelkan di depan lokernya. Di belakang kertas tersebut terselip sebuah surat. Tanpa ragu-ragu Seena langsung merobek amplop itu dan mulai membaca isi suratnya.

Park Seena, berminat untuk menyelesaikan misi dariku?

Aku ingin menawarkan sebuah misi yang menarik untukmu.

Tentu saja akan ada bayaran tinggi jika kamu berhasil menyelesaikan misi ini.

Jika kau tertarik, sepulang sekolah, datanglah ke taman belakang.

~DH~

Seena melipat surat itu kembali lalu memasukannya ke dalam tas. “Kali ini misi apa yang akan dia berikan padaku?” Seena menggigit kukunya, tanda bahwa dia berpikir keras. Satu lagi misi yang ditujukan untuknya.

Misi. Seena. Misi untuk Seena.

Di balik sosok pelajar SMA biasa, Park Seena diam-diam melakukan pekerjaan sampingan. Entah apa nama pekerjaan yang dia lakukan, yang jelas pekerjaan ini lebih pantas disebut ‘permainan taruhan’. Bila misi yang diterima tidak bisa terlaksana, maka orang itu harus membayar kekalahannya dengan nominal uang yang telah disepakati terlebih dahulu. Jika terlaksana, maka orang yang memberi misi lah yang harus membayar.

Misi yang ditawarkan berbeda-beda, bisa misi yang sulit dilakukan atau misi yang sangat konyol seperti mencari kucing yang hilang. Seena pernah diberi misi konyol seperti itu, dan sialnya dia kalah. Tetapi seberapa besar bayaran tergantung pada misi yang diberikan. Semakin susah tentu saja bayarannya akan semakin mahal, begitu juga sebaliknya.

Selain Seena, masih ada beberapa teman-temannya yang juga melakukan pekerjaan seperti ini. Mereka tergabung dalam suatu perkumpulan yang disebut Mission Lady’s, karena semua anggotanya perempuan. Dan perkumpulan ini termasuk perkumpulan rahasia. Hanya orang tertentu yang tahu dan diberitahu.

Tidak mudah untuk bisa menjadi anggota Mission Lady’s. Syarat utamanya, harus berasal dari kalangan orang tua yang mempunyai penghasilan di atas 8 juta Won. Yang kedua, harus siap menanggung resiko bila harus kehilangan uang dalam jumlah besar, jika tidak bisa menyelesaikan misi penting.

Seena tidak terlalu memikirkan syarat kedua, yang dia pikirkan ketika masuk ke dalam Mission Lady’s adalah karena Seena ingin menghilangkan kepenatan dalam hidupnya.

Seena adalah anak dari pasangan bisnis dua perusahan besar, yaitu keluarga Park dan Cho. Jadi tidak heran kalau kedua orang tuanya hampir setiap hari tidak pernah berada di rumah. Mereka mempunyai kesibukan masing-masing. Kehadiran kedua orang tua Seena di rumah dalam setahun bahkan bisa dihitung jari. Jadi wajar jika Seena merasakan kebosanan yang teramat sangat, berada di rumah mewah sendirian. Apalagi Seena adalah anak tunggal.

Jadi, walaupun seandainya Seena tidak bisa menyelesaikan misi penting, dia tidak khawatir harus membayar uang dalam jumlah yang banyak. Toh, harta milik keluarganya tidak akan habis semudah itu.

Pikiran Seena buyar ketika dirinya didorong oleh seseorang dari samping, Untung Seena segera mencari pegangan, kalau tidak bisa-bisa dia terjatuh.

Mata Seena berkilat begitu mengetahui siapa yang mendorongnya, “Bisa tidak bersikap lebih sopan terhadap seorang perempuan, Cho Kyuhyun?” Seena menatap tajam ke arah laki-laki tinggi berambut cokelat itu.

Laki-laki tinggi berambut cokelat yang dipanggil Kyuhyun itu membuka loker miliknya, “Kau menghalangi lokerku, Seena-ssi.” kata Kyuhyun dengan bahasa formalnya, dengan maksud untuk menyindir Seena.

Seena mengepalkan tangannya, lalu dia menarik nafas dan menghembuskannya berulang-ulang. Berusaha untuk mengatur emosinya. Hampir setiap hari dia selalu dibuat kesal oleh laki-laki sialan bernama Cho Kyuhyun. Padahal setahunya, dia sama tidak pernah berbuat suatu kesalahan yang fatal terhadap Kyuhyun, tetapi entah mengapa sikap Kyuhyun selalu saja ketus dan dingin terhadapnya.

“Apa? Mau marah? Silahkan saja.” Kyuhyun tertawa mengejek lalu melangkahkan kedua kakinya menjauhi Seena.

“Astaga..” Seena menghembuskan nafas lega begitu Kyuhyun sudah menjauh dari pandangannya, “Kenapa aku bisa mempunyai teman sekelas yang menyebalkan seperti dia?” keluh Seena. Tiga tahun berada di SMA, entah karena apa Seena selalu sekelas dengan Kyuhyun, jadi Seena sudah tahu persis sifat Kyuhyun itu seperti apa. Tetapi anehnya, kenapa Kyuhyun tidak bosan-bosannya selalu bersikap ketus kepada Seena? Sekali lagi Seena berfikir, memangnya dia pernah berbuat suatu kesalahan?

Oke, lupakan tentang Kyuhyun. Saat ini yang perlu dipikirkan adalah misi yang barusan ditujukan olehnya.

Seena sudah hapal dengan insial pengirim misi ini, ‘DH’. Orang itu adalah salah satu pengirim misi yang sering meminta Seena untuk menyelesaikan misinya. Setiap pengirim misi memang harus mencantumkan nama insial masing-masing, dan biasanya di dalam surat yang mereka tulis langsung mengarah kepada isi misi yang diberikan. Sebelumnya DH juga selalu to the point, tetapi kali ini ada yang berbeda.

Pertama, DH tidak langsung memberitahukan misi untuk Seena. Kedua, baru pertama kali ini DH akan memperlihatkan sosoknya yang sebenarnya kepada Seena, karena biasanya dia memilih berkomunikasi melalui SMS atau chatting.

Seena jadi penasaran, kira-kira siapa sosok DH yang sebenarnya? Apa dia perempuan atau laki-laki? Apa dia..seseorang yang Seena kenal?

Istirahat.

Seena tidak ada niat untuk keluar dari kelas. Memang itu kebiasaannya, Seena hanya keluar kelas jika ada pertemuan Mission Lady’s atau ada keperluan yang mendesak.

Seperti biasa, Seena hanya duduk diam di kursinya sambil membaca majalah. Walaupun dia sama sekali tidak mengangkap isi dari majalah tersebut, lagi-lagi pikirannya terfokuskan oleh surat dari DH.

BRAK. Tiba-tiba sebuah buku mendarat tepat di atas kepalanya.

“Aishh..” Seena memegangi kepalanya. Dia menoleh ke belakang. Sudah bisa ditebak. Cho Kyuhyun lagi.

“Kyu—“ Seena sudah ingin bangkit dan segera memberi pelajaran kepada Kyuhyun, ketika dia melihat buku tebal di atas lantai yang bertuliskan ‘Korean-English Dictionary’

Mata Seena membelalak lebar, “—YA, KAU MELEMPARIKU DENGAN KAMUS?” teriak Seena, shock. Dia memikirkan kemungkinan kepalanya akan langsung memar karena lemparan buku tebal itu. Gila! Cho Kyuhyun sudah gila!

Kyuhyun sama sekali tidak menanggapi perkataan Seena, dia justru tersenyum sinis, tipe senyuman yang sudah diperlihatkan kepada Seena selama 43624678251 kali.

“Bodoh,” ucap Kyuhyun akhirnya, ucapan yang semakin membuat darah Seena mendidih, “Kau dicari oleh dua orang perempuan yang sejenis denganmu.” Lalu Kyuhyun beranjak keluar dari kelas.

Seena melihat ke arah daun pintu. Memang benar. Dua anggota Mission Lady’s terlihat di situ, dan mereka sama-sama sedang melongo. Seena bertaruh pasti mereka yang meminta Kyuhyun untuk memanggilnya tanpa mengira bahwa cara memanggil Kyuhyun berbeda dengan orang kebanyakan—dengan melempar kamus—kau tahu.

Tetapi, hei, apa maksudnya Kyuhyun menyebut sekumpulan perempuan yang sejenis dengannya? Ingin menyindirnya?

“Seena, cepatlah,” panggil Raena, salah satu anggota Mission Lady’s yang satu-satunya seumur dengan Seena. Kebanyakan anggota Mission Lady’s baru kelas satu dan dua.

Walaupun seangkatan, tetapi Seena tidak terlalu akrab dengan Raena, dia lebih memilih menyendiri. Tetapi justru Seena yang paling jarang gagal dalam menyelesaikan misi, makanya secara tidak langsung ketua Mission Lady’s adalah Seena.

Seena mendekat ke arah sesama anggota, “Ada apa?” tanyanya singkat. Dia masih merasa kesal dengan perilaku Kyuhyun barusan.

“Kau dapat misi?” Minchan tiba-tiba menyeruak. Seena sudah memaklumi tingkah hoobae sekaligus maknae di Mission Lady’s yang tidak pernah berlalu layaknya hoobae. Minchan sama sekali tidak pernah mau memanggil Seena ataupun Raena dengan sebutan unnie. Entah karena apa.

Seena mengangguk kecil, “Dari orang itu lagi.” Seena berkata dengan bosan. Satu-satunya alasan Raena dan Minchan mendatanginya ke kelasnya hanya untuk menanyakan soal misi terbaru. Selain itu tidak ada.

“Sudah kuduga.” Raena terkekeh, “Sepertinya orang itu belum puas menantangmu ya. Kali ini apa misi darinya?”

“Nggak tahu. Dia menyuruhku menemuinya sepulang sekolah nanti. Sepertinya kali ini dia akan menunjukan sosoknya di hadapanku.”

Raena dan Minchan saling berpandangan, lalu Raena menatap Seena, “Itu tandanya dia akan memberikan misi yang benar-benar sulit untukmu. Kutebak pasti bayarannya tinggi kan?”

Lagi-lagi Seena mengangguk, “Dia bilang akan membayar tinggi jika aku bisa menyelesaikan misinya.” Seena terkekeh, “Oh ayolah, paling juga dia akan kalah taruhan lagi. Bukankah selama ini dia selalu kalah dariku?” lanjut Seena.

“Siapa tahu keadaan akan berbalik. Nasib akan selalu berubah, ingat?” Minchan menggurui.

Seena mendengus mendengar perkataan Minchan, “Tetapi kenyataannya aku selalu berhasil menyelesaikan misi darinya,” kata Seena membela diri.

“Aku tahu, tetapi aku cuma ingin memberitahumu kalau ti—“

“Ryu Minchan, sebenarnya kau ingin memojokkanku atau apa?” Seena menatap Minchan sebal. Dia paling benci digurui seperti itu, apalahi oleh hoobae-nya sendiri.

Minchan mengangkat bahu, “Fine, whatever. Kami kembali ke kelas dulu, ayo Raena.” Minchan menarik lengan Raena menjauhi kelas Seena.

Seena tidak memperdulikan ucapan Minchan. Dia optimis akan berhasil menyelesaikan misi apapun yang akan diberikan oleh DH.

DING DONG

Akhirnya! Park Seena segera memasukan buku pelajarannya lalu beranjak dari tempat duduknya. Saat dia ingin melangkah keluar kelas, tiba-tiba keseimbangannya terganggu. Hal yang terjadi selanjutnya adalah Seena yang tersungkur di lantai. Untung saja isi tasnya tidak keluar, kalau tidak Seena terpaksa harus membereskan buku-buku tebal nan tidak menarik itu lagi.

Cho Kyuhyun melewati Seena dengan santai, seolah di depannya tidak terlihat seorang perempuan yang terjatuh. Sebelum dia keluar kelas, Kyuhyun melirik ke arah Seena dan tersenyum sinis, “Makanya jangan terburu-buru keluar kelas.” Lalu Kyuhyun berjalan menjauhi Seena yang dalam hati sudah mengutuk dirinya habis-habisan.

Seluruh teman sekelasnya tahu bahwa Kyuhyun yang menjegal kaki Seena sehingga dia jatuh—begitu juga dengan Seena—tetapi tidak ada satupun yang tertawa ataupun menolong Seena. Dan hal itu semakin membuat Seena kesal. Oh ayolah, di mana rasa kepedulian antar sesama?

Seena tidak berusaha memaki atau apapun yang berbau negatif terhadap Kyuhyun, karena dia harus segera menemui DH. Dan siap menerima misi yang diberikan olehnya saat ini.

Sesampainya Seena di taman belakang, ternyata orang yang ditunggunya belum datang. Seena memutuskan untuk duduk menunggu orang itu. Tetapi tidak sampai lima menit, seseorang menepuk bahunya. Seena reflek menoleh ke belakang, dan seketika matanya membelalak kaget.

“Astaga, DH… Donghae! Kenapa aku tidak memikirkan kemungkinan itu namamu?” Seena menepuk keningnya begitu melihat seorang laki-laki berambut hitam serta wajahnya yang khas, menyapu pandangan Seena.

Donghae hanya tertawa kecil melihat kekagetan dari diri Seena, “Padahal yang berinisial DH di sekolah ini hanya aku dan Donghyun.”

“Aku tahu,” Seena memalingkan wajahnya ke arah lain, “tetapi aku hanya benar-benar tidak menyangka bahwa seorang laki-laki yang hobi mengganggu dan juga maniak basket bisa tertarik dengan permainan seperti ini.”

“Dan aku juga tidak menyangka bahwa seorang perempuan introvert yang sepertinya tidak tertarik dengan laki-laki bisa menjadi salah satu pelaksana permainan seperti ini.” Donghae menatap Seena seraya tersenyum geli karena ekspresi perempuan itu semakin lucu.

“Kau tidak berubah, masih sama seperti dulu.” Seena mendengus sebal menatap wajah tetangganya itu. Sudah sejak kecil hingga sekarang Park Seena bertetangga dengan Lee Donghae. Sejak kecil mereka berdua cukup akrab, tetapi begitu masuk SMA, mereka sudah memiliki kesibukan masing-masing. Jadi wajar Seena berkata demikian, karena dia tidak ingat kapan terakhir kali bertemu dan berbicara dengan Donghae.

“Kau juga, masih ketus seperti biasa.” Donghae tertawa lalu segera berdehem, “Jadi, kembali ke tujuan awal aku memanggilmu di sini..”

“Oh iya, apa misi yang ingin kau berikan?” Seena bertanya langsung. Dia tidak ingin terlalu lama dibuat penasaran apalagi oleh sosok DH yang ternyata adalah tetangganya sendiri.

“Eitss, jangan terburu-buru Seena. Biarkan aku menjelaskan secara pelan-pelan.”

Seena mencibir pelan. Donghae mulai berbicara lagi, kali ini ekspresi wajahnya berubah menjadi serius, “Jadi, aku menawarkan bayaran sebesar 20 juta Won kepadamu asal kau bisa menyelesaikan misi dariku.”

Seena mengerutkan keningnya seraya menatap Donghae lekat-lekat, mencoba mengira apa Donghae sekarang sedang bercanda atau tidak. Tetapi yang dilihat adalah sinar mata keseriusan dari wajah Donghae.

“Kau…serius?” hanya itu yang dilontarkan dari mulut Seena. Dia tidak mengerti apa yang ada di dalam pikiran Donghae. 20 juta Won? Bahkan bayaran tertinggi selama ini hanya mencapai 10 juta Won.

“Tentu saja,” jawab Donghae enteng.

“Lalu apa misi yang ingin kau berikan kepadaku?”

“Sebenarnya misi ini benar-benar lain dari pada misi biasanya.”

Seena memutar matanya, “Yeah, apapun itu, dan apa misinya?”

Donghae terdiam sejenak. Dia menyunggingkan senyumnya, “Misinya adalah, dalam jangka waktu seminggu, kau harus bisa mendapatkan sebuah ciuman dari laki-laki bernama Cho Kyuhyun.”

Begitu serentetan kalimat itu diucapkan oleh Donghae, Seena benar-benar tidak bisa menyembunyikan perasaan terkejut—yang mungkin lebih tepat disebut shock—nya. Mulut perempuan itu membentuk huruf O dengan sempurna. Selama kira-kira 10 detik Seena berekspresi seperti itu ketika dia akhirnya bisa sadar akan perbuatannya. Tetapi walau begitu, otaknya tetap masih shock. Apa yang barusan Donghae katakan? Cho Kyuhyun? Mengapa tiba-tiba membawa-bawa nama laki-laki itu ke dalam misi ini? Lebih tepatnya, mengapa harus laki-laki ini? Dan lagi….ciuman..?

Seena berteriak begitu sadar akan hal yang harus dilakukannya dalam misi ini, “Tu—tunggu dulu! Ciuman yang kamu maksud itu…ciuman apa?” Seena bertanya dengan nada was-was.

“Tentu saja yang kumaksud adalah ciuman bibir, Park Seena-ssi. Apa lagi?”

Tubuh Seena langsung lemas begitu mendengar itu. Tetapi Seena berusaha menjaga air mukanya supaya tidak terlihat tidak profesional, walaupun dalam hati sudah ingin meluncurkan protes mengapa harus Kyuhyun yang dilibatkan.

Eh, iya juga ya. Mengapa harus Kyuhyun? Apa Donghae dan Kyuhyun itu saling kenal?

“Mengapa harus Kyuhyun?” tanya Seena akhirnya. Penasaran.

Donghae mengangkat bahu, “Yah, sesukaku mau menentukan siapa orangnya. Lagipula aku ingin melihat kalian berdua akur walau hanya sekali seumur hidup.”

Seena menatap Donghae heran. Kenapa dia bisa tahu kalau dirinya dan Kyuhyun itu tidak pernah akur? Donghae seolah mengerti tatapan Seena, jadi dia melanjutkan perkataannya lagi,

“Aku dan Kyuhyun itu akrab, Seena. Karena kita sama-sama pengurus OSIS.”

Saat itu Seena baru sadar—sekaligus lupa—kalau Kyuhyun memang menjabat sebagai bendahara OSIS, sementara Donghae adalah wakil ketua OSIS.

“Oh, pantas.” Seena mendengus. Pantas sama-sama menyebalkan. Lanjut Seena dalam hati.

“Jadi, kau akan menerima misi dariku ini?” Donghae kembali memandang Seena dengan serius.

Seena berpikir sejenak. Sebenarnya Seena bisa saja menolak misi Donghae karena dia—yang dasarnya sudah hidup berkecukupan—tidak tergiur dengan 20 juta Won. Tetapi jika Seena menolak, mau ditaruh di mana mukanya? Pasti nanti Donghae—dan juga teman Mission Lady’s—akan menganggapnya pengecut, mengingat Seena adalah ketua ‘tidak langsung’ dari Mission Lady’s.

Tetapi, jika Seena menerimanya, bagaimana caranya bisa mendapatkan—uhuk—ciuman Kyuhyun untuknya? Menjadi akrab saja sudah dirasa sangat sulit, apalagi sampai berciuman. Tunggu, sebelum mendapatkan ciuman, itu berarti Seena harus…harus…berpacaran dulu dengan Kyuhyun?

Mendadak perut Seena terasa mulas.

“Bagaimana? Kau tidak sanggup menerima misi ini?” tanya Donghae lagi. Seena tidak memiliki waktu untuk berdebat dengan diri sendiri lagi, jadi dia langsung menjawab, “Aku terima misi darimu, Donghae-ya.”

Kejadian apapun yang akan terjadi nanti, Seena memutuskan untuk tidak menghiraukannya.

7 Days Left

Jika Donghae tidak pernah memberikan misi seperti itu kepada Seena, mungkin sampai saat ini Seena tidak pernah membiarkan seorang Cho Kyuhyun terlintas di pikirannya. Tidak pernah mencoba melihat sosok Kyuhyun dengan baik-baik. Tidak pernah mencoba mencari tahu tentang Kyuhyun.

Tetapi kali ini, Seena melakukan semua itu. Begitu terbangun di pagi hari, yang terlintas di pikirannya adalah Cho Kyuhyun. Bahkan sampai berangkat pun Seena masih saja memikirkan Kyuhyun.

Di loker, Seena menajamkan penglihatannya, berjaga-jaga jika seandainya Kyuhyun juga menuju ke sini. Dia sudah memasang strategi supaya bisa–setidaknya—menuju ke kelas bersama dengan Kyuhyun.

“Kau sedang apa menoleh ke kanan-kiri terus?” suara yang sedari tadi ditunggu oleh Seena akhirnya terdengar juga. Seena tersenyum kecil. Dia berbalik dan mendapati Kyuhyun yang tengah menatapnya dengan tatapan biasanya.

“Aniyo,” Seena masih saja tersenyum kecil. Yang membuat kening Kyuhyun berkerut heran, “Ada apa denganmu?”

“Aniyo,” jawab Seena lagi.

Kyuhyun mendecak pelan, “Dasar perempuan aneh. Minggir. Jangan menghalangi lokerku.” Kyuhyun mendorong Seena menjauhi lokernya. Dorongannya masih kasar seperti biasa.

Seena berusaha untuk tidak terbawa emosi. Jadi dia sama sekali tidak berkomentar apapun dan hanya memandangi Kyuhyun.

Kyuhyun yang merasa dipandangi langsung menatap Seena balik, “Kau mau apa?”

Seena menggeleng pelan.

“Lantas mengapa kau terus memandangiku? Pasti ada hal yang kau inginkan dariku.”

Tepat sekali. Tetapi tidak mungkin Seena menjawab seperti itu.

“Aniyo,” Seena tidak mengerti mengapa dia berulang kali mengucapkan kalimat yang sama.

Kyuhyun memutar matanya, “Percuma saja berbicara dengan perempuan yang hanya bisa menjawab dengan satu kalimat sama terus. Sepertimu.” Kyuhyun berbalik dan meninggalkan Seena.

Seena menekuk wajahnya. Strateginya gagal.

6 Days Left

Seena belum menyerah. Kali ini dia mempunyai strategi lain.

“Kyu, aku boleh pinjam pensilmu?” Seena berbisik kepada Kyuhyun di tengah pelajaran. Kyuhyun menoleh sesaat ke arah Seena sebelum memfokuskan diri di hadapan buku pelajaran.

“Kyu,” panggil Seena lagi. Tiba-tiba Kyuhyun melempar sebuah kertas kecil yang sudah diremas ke arah meja Seena.

‘Kau kaya, tetapi tidak mempunyai pensil satupun? Aku jadi merasa kasihan…’

Seena meremas kembali kertas kecil itu dengan kesal dan langsung membuangnya ke sembarang tempat. Sekali menyebalkan tetaplah menyebalkan! Dan lagi-lagi strategi Seena kembali gagal.

5 Days Left

Benar-benar sulit untuk mendekati Kyuhyun. Bagaimana bisa didekati kalau setiap kali Kyuhyun selalu mengatainya terus? Seena jadi pesimis akan berhasil menyelesaikan misi yang diberikan Donghae.

Tetapi selain sikap Kyuhyun, Seena juga mempunyai hambatan lain.

Dia sama sekali buta mengenai laki-laki. Jadi Seena tidak tahu apa strategi yang cocok untuk mendekati laki-laki seperti Kyuhyun.

Lagi-lagi, Seena mulai merasa pesimis. Waktunya tinggal lima hari lagi. Apa sebaiknya dia meminta bantuan kepada anggota Mission Lady’s yang lain..? Tetapi Seena yakin dia pasti akan ditertawai. Tapi apa ada cara lain yang lebih baik? Tidak. Bahkan hati kecilnya berkata demikian.

Seena mendesah, sepertinya dia memang butuh bantuan.

[to be continued]

5 Comments (+add yours?)

  1. shoffie monicca
    Aug 26, 2015 @ 13:51:12

    apa yng bkln dilkuin sena buat ngdptkn ciumn dri kyu…

    Reply

  2. okinawa
    Aug 26, 2015 @ 17:17:39

    cerita yang menarik
    lanjut thor
    keep writting 😉

    Reply

  3. Laili
    Aug 26, 2015 @ 18:34:03

    wah…wah… bahaya nih
    seena bakal ngapain nih?
    author sukses bikin penasaran
    keep writing… 🙂

    Reply

  4. lieyabunda
    Aug 28, 2015 @ 05:01:15

    ternyata kyu susah ditakluk kan,,,
    lanjut

    Reply

  5. whitedear
    Aug 30, 2015 @ 21:14:35

    Lucu juga lihat Kyuhyun dn Seena, mereka kayak tom and jerry nggak pernah akur jika bersama. Apalgi tingkah mereka juga yg bikin aku baca senyum senyum sendiri..
    Dan sekarang Seena dapat misi yg harus dekat dengan Kyuhyun. Itu pasti misi yg sulit, apalagi posisi mereka yg selalu brantem..

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: