Complicated Mission [2-END]

complicatedmission

Title : Complicated Mission (2/2)

Author : seijurossi (@chantyolk)

Main Cast : Cho Kyuhyun, Park Seena (OC)

Other Cast : Lee Donghae, Eunhyuk, Eli Kim, Raena (OC), Minchan (OC)

Genre : Romance, Humor, School-Life

Length : Two-Shot

Rating : PG-15

A/N : published in my own WP before http://hellosillo.wordpress.com

ENJOY!

 

4 Days Left

“Apa? Coba katakan sekali lagi, Seena-ya.” Raena memandang Seena tidak percaya. Istirahat, Raena dikejutkan dengan kedatangan Seena ke markas Mission Lady’s. Itu adalah hal yang sangat langka, karena Seena memang lebih suka berdiam diri di dalam kelas sambil membaca buku daripada berkumpul bersama sesama anggota Mission Lady’s

Masih dalam rasa heran, Raena kembali dibuat terkejut karena Seena berkata tentang topik yang paling jarang dibicarakan olehnya. Topik tentang laki-laki.

“Aish, kau kan sudah dengar tadi. Aku butuh bantuanmu untuk menarik perhatian Cho Kyuhyun. Dan sebelum kau bertanya macam-macam, ini karena aku mendapat misi yang berhubungan dengan dia. Jadi jangan sampai kau—dan Minchan, aku tahu kau sedang menguping—mengira yang macam-macam,” jelas Seena panjang lebar. Minchan yang memang berada di belakang pintu langsung masuk ke dalam ruangan sambil memamerkan cengiran kudanya.

“Perasaanmu tajam ya ternyata.” Minchan mengambil tempat di sebelah Raena persis sehingga dia berada di tengah-tengah.

“Tapi, memangnya misinya seperti apa sampai-sampai kau meminta bantuanku segala?” Raena melanjutkan pembicaraannya dengan Seena.

Butuh waktu lumayan lama bagi Seena sebelum akhirnya dia berkata sambil setengah berbisik, “Aku harus bisa mendapatkan ciuman darinya dalam jangka waktu seminggu.”

Dan seperti yang sudah diduga oleh Seena, reaksi Raena dan Minchan adalah terkejut dan tertawa terbahak-bahak. Minchan bahkan sampai memukul-mukul meja.

“Dan maksudmu aku harus membantumu supaya kau bisa berciuman dengannya, begitu? Oke, Seena. Ini lucu sekali.” Raena kembali tertawa. Seena hanya bisa mendengus sebal. Memangnya apa yang lucu dari semua itu?

“Aku tidak menyangka bahwa ternyata kau benar-benar buta mengenai laki-laki. Oh ayolah, masa kau tidak tahu caranya menarik perhatian laki-laki?” kali ini Minchan yang berkomentar. Sepertinya mulai sekarang Seena harus menebalkan telinganya setiap kali mendengar komentar seperti ini.

“Berhenti berkomentar. Saat ini aku sudah sangat frustasi.” Seena mendengus kesal.

“Oke, oke. Cho Kyuhyun ya? Bagaimana jika kamu mengajaknya kencan?” saran Raena. Mata Seena melebar begitu mendengar itu dan spontan menolak, “Kamu gila? Bagaimana bisa mengajaknya kencan sementara sikapnya selalu dingin terhadapku?”

“Karena itu kamu harus memperalatnya. Kudengar dia sangat menyukai game kan? Bagaimana jika kamu bilang akan membelikan semua kaset game—atau PSP sekalian—yang dia sukai, asal dia bisa menemanimu double date bersamaku.”

Seena hampir mengangguk sebelum dia bertanya lagi, “Apa? Double date?” Seena mengangkat sebelah alisnya.

Raena mengangguk antusias, “Temani aku berkencan dengan Eli.”

“Eli? Bukankah dia itu hoobae kita? Jangan bilang kau berpacaran dengannya.” Seena menatap Raena dengan curiga.

“Raena memang berpacaran dengannya,” Minchan justru yang menjawab pertanyaan Seena, “Eli itu teman sekelasku.” tambahnya.

“Ternyata seleramu itu daun muda ya, Raena.” Seena menggeleng-gelengkan kepalanya. Raena hanya meringis lalu memandang ke arah Minchan, “Kau juga mau ikut, Minchannie?”

Minchan tersenyum lebar, “Aku mau. Triple date tidak masalah kan?”

Seena mengalihkan pandangannya ke arah Minchan, “Kau juga punya pacar?” tanyanya heran.

“Ya. Pacarnya itu Eunhyuk, teman sekelasku.” Giliran Raena yang menjawab pertanyaan Seena.

Seena memandangi Raena dan Minchan bergantian dengan alis berkerut. Dia tidak pernah tahu mengenai hal ini sebelumnya. Yah, sebenarnya itu juga kesalahannya sendiri tidak pernah akrab dengan dua anggota Mission Lady’s.

“Kenapa pacar kalian bisa saling terbalik seperti ini?” Kata Seena. Mengingat kedua pacar masing-masing terpaut jarak umur yang sama. Bedanya, ada yang lebih muda, ada juga yang lebih tua.

Raena dan Minchan hanya nyengir lebar.

DING DONG.

Seena melirik ke arah Kyuhyun. Laki-laki itu sedang tertidur pulas. Memang sepanjang pelajaran terakhir dia sama sekali tidak mendengarkan dan memilih tidur. Walau begitu Teuk seonsaengnim tidak berinisiatif membangunkannya. Mungkin karena semua seonsaengnim sudah tahu sifat Kyuhyun. Biarpun Kyuhyun sering tidak mendengarkan pelajaran, tetapi selalu saja dia mendapat peringkat teratas ketika ujian. Entah bagaimana caranya Kyuhyun belajar.

Seena bimbang antara ingin membangunkan Kyuhyun apa tidak. Tetapi bel pulang sudah berdentang kurang lebih lima menit yang lalu dan saat ini yang berada di kelas hanyalah Seena dan Kyuhyun.

Ragu-ragu, akhirnya Seena memutuskan untuk membangunkan Kyuhyun. Dengan hati-hati dia mengguncang-guncangkan badannya, “Ya. Cepatlah bangun…” Seena menyadari bahwa suaranya itu lebih tepat disebut lirihan.

Tentu saja Kyuhyun tidak bereaksi sama sekali. Seena tidak bisa melihat wajahnya karena Kyuhyun membenamkan wajahnya di antara kedua tangannya yang terlipat.

”Kyu, ayolah bangun.” Seena mencoba mengeraskan suaranya.

“Aku sudah bangun dari tadi, ” suara berat Kyuhyun yang tiba-tiba berhasil membuat Seena terlonjak. Kyuhyun mengangkat kepalanya dan memandang Seena dengan tatapan juteknya, “baboya. Tidak usah membangunkanku,” lanjutnya.

Seena tidak berkata apa-apa lagi. Dia bingung ingin berkata apa. Seharusnya ini kesempatan besar untuk segera mengajak Kyuhyun kencan. Tetapi melihat ekspresi Kyuhyun yang seperti itu menciutkan niat Seena.

Baiklah, jujur Seena memang takut jika dipandang seperti itu oleh Kyuhyun.

“Mmm..Kyu,” Seena mulai berbicara. Sebelum dia melanjutkan perkataanya, suara petir yang keras mengagetkannya

CTAAAR!!

PATS.

“Aigo!” Seena menutup telinganya dan menundukkan kepalanya. Akibat petir barusan, listrik sekolah menjadi mati. Termasuk kelas yang saat ini hanya berisikan Kyuhyun dan Seena.

“Hei, tenanglah, itu hanya petir,” Kyuhyun memandang Seena yang saat ini berjongkok sambil menutup telinganya. Walaupun hanya terlihat samar-samar, tetapi Kyuhyun tahu bahwa Seena ketakutan.

“Tetapi lampunya mati!” Seena berkata setengah histeris. Dia itu benar-benar benci dengan kegelapan.

“Ditunggu sebentar lagi pasti juga akan menyala sendiri, tidak usah takut.”

“A—aku tidak—“ Seena sudah ingin membantah ketika mendengar suara petir lagi.

CTARR!!

“AAAH!!”

“Kau ketakutan, Park Seena.” Kyuhyun tetap bersikeras dengan pendapatnya. Seena tidak bisa membantah lagi, toh dia memang sebenarnya sangat ketakutan.

“Kyu.. kau jangan pergi ke mana-mana ya. Tetap di sini.” Seena bahkan tidak percaya bahwa dia yang mengucapkan kalimat itu. Kalimat itu entah mengapa terucap begitu saja dari bibirnya.

Seena tidak tahu, bahwa Kyuhyun menyinggungkan senyumnya begitu mendengar perkataannya. Kemudian dia beranjak dari tempatnya dan segera mengambil tempat di sebelah Seena, yang berarti Kyuhyun dan Seena duduk bersebelahan di lantai kelas.

Seena menganggap Kyuhyun mengiyakan jawabannya. Dan dia sedikit tenang dengan adanya Kyuhyun di sampingnya.

Saat ini, niat Seena untuk mengajak Kyuhyun kencan benar-benar terlupakan.

“Aku tidak menyangka bahwa seorang Park Seena bisa takut dengan petir dan kegelapan.” Kyuhyun terkekeh kecil setelah mengatakan itu. Seena tahu Kyuhyun menyindirnya, tetapi dia berusaha untuk tidak menghiraukan hal itu.

“Sekarang jam berapa?” tanya Seena tiba-tiba yang sebenarnya juga ingin mengalihkan topik.

“Setengah enam sore.”

Seena membelalakan matanya, “Apa? Sudah jam segitu?”

Itu berarti sudah lewat setengah jam semenjak bel berdentang. Dan hujan masih saja turun dengan deras. Dan lampu masih mati.

Benar-benar perpaduan yang sangat tepat sekali.

“Kau bohong, katamu sebentar lagi lampunya akan menyala. Kenapa sampai sekarang tidak menyala juga?” Seena memandang Kyuhyun sebal.

Kyuhyun mengangkat bahu, “Mungkin akan menyala besok pagi..”

“APA?! Kalau begitu bagaimana aku bisa pulang?!” Seena memekik histeris.

“Tinggal pulang saja kan. Apa susahnya?”

“Tapi..tapi…di luar….gelap.” Seena mengecilkan suaranya ketika mengatakan kata terakhir. Tetapi tetap saja Kyuhyun bisa mendengar perkataan Seena.

“Kalau kau menunggu lampu menyala mungkin kau harus bermalam di sini, Park Seena.”

Tentu saja itu bukanlah ide yang bagus.

“Nggak! Aku nggak mau bermalam di sini!”

“Kalau begitu pulang sekarang saja.”

“Aku nggak bisa..” Seena menghembuskan napas panjang. Benar-benar pilihan yang sulit. Dia tidak bisa pulang sekarang karena di luar sangat gelap, tetapi Seena juga tidak mau bermalam di kelas ini.

Kyuhyun mendecak, “Jadi secara tidak langsung, kau ingin aku mengantarkanmu, begitu?”

Seena terdiam sejenak. Itu ide bagus. Tetapi kenapa tidak terpikirkan sama sekali?

“Kalau kau nggak keberatan…” Seena berkata sambil berharap bahwa Kyuhyun bersedia mengantarkannya. Saat ini yang terpenting adalah pulang dengan selamat, dan bukannya menjaga gengsi.

Kyuhyun tidak menjawab. Kira-kira semenit kemudian, dia mendengus pelan, “Benar-benar perempuan yang sangat merepotkan.”

“Kau mau?” mata Seena seketika langsung berbinar.

“Daripada mendengar rengekanmu nanti, lebih baik aku mengantarmu pulang.”

Seena mengerucutkan bibirnya. Memangnya dia ini anak kecil yang selalu merengek jika permintaannya tidak dikabulkan? Tetapi mendengar jawaban Kyuhyun, Seena menghela napas lega. Setidaknya dia tidak harus berjalan keluar sekolah sendirian dalam kegelapan.

“Thanks, Kyu.” Seena tersenyum senang.

“Kalau begitu, lebih baik kita keluar sekolah sekarang.” Kyuhyun berdiri dari tempatnya dan membereskan buku-buku pelajarannya.

“Eh?” Seena ikut berdiri dan menatap Kyuhyun, “tetapi di luar masih hujan deras.” Seena melirik ke arah jendela yang sudah basah karena terkena hujan.

“Baboya, aku kan membawa mobil.” dan perkataan Kyuhyun itu membuat Seena membulatkan kedua matanya. “Kau bisa menyetir mobil?” tanyanya tidak percaya.

“Sejak SMP,” jawab Kyuhyun acuh tak acuh dan mulai menuju pintu kelas, tetapi Seena buru-buru memanggilnya, “Tunggu, Kyu! Di luar gelap sekali..” Seena memang tahu lorong kelas akan gelap, tetapi dia tidak menyangka bahwa akan jauh lebih gelap dari dugaannya. Satu-satunya penerangan hanyalah sinar bulan yang masuk melalui jendela.

Kyuhyun memutar matanya, “Kau ingin pulang atau tidak?”

“Aku ingin, tetapi—“ sebelum Seena selesai berkata, dirasakan genggaman tangan Kyuhyun yang hangat menjalar di tangan kanannya. Seena mengerjap-kerjapkan matanya karena tidak menyangka bahwa Kyuhyun akan menggenggam tangannya dan segera mengajaknya menyusuri lorong kelas.

Kyuhyun tidak berbicara apapun. Tetapi Seena tahu bahwa laki-laki itu ingin membuatnya tidak ketakutan. Dan lagi-lagi Seena tersenyum.

Hari ini, dia menemukan sisi lain dari sosok Kyuhyun yang biasanya selalu bersikap menyebalkan padanya.

3 Days Left

Sampai detik ini Seena masih tidak mempercayai kejadian semalam. Setelah dia dan Kyuhyun berhasil keluar sekolah, dia menyuruh Seena untuk mengambil payung yang ada di dalam tasnya, tanpa melepaskan genggaman tangannya sama sekali. Jadi Seena terpaksa mengambil dengan tangan kirinya. Walau begitu, Seena juga tidak ingin melepaskan genggaman tangan itu, entah mengapa. Jadi, selanjutnya Kyuhyun melepaskan genggamannya sementara untuk membuka payung lalu kembali menggenggam tangan kanan Seena. Karena itu, otomatis posisi Seena benar-benar berdekatan dengan Kyuhyun.

Sampai di parkiran mobil, Kyuhyun berinisiatif membukakan pintu depan mobil untuk Seena duluan sebelum dia masuk ke dalam mobil. Seena sampai harus benar-benar meyakinkan dirinya ini bukan mimpi ketika Kyuhyun membawanya ke sebuah tempat makan. Dia mentraktir Seena sebelum mengantarkannya pulang.

Seena tidak menyangka, bahwa ternyata Kyuhyun bisa bersikap begitu manis kepadanya. Dan kemarin tidak ada satupun sindiran yang terucap dari mulut Kyuhyun. Sikapnya benar-benar berbeda. Seena berpikir, apa itu sebuah lampu hijau untuknya?

Sedetik kemudian Seena sadar bahwa dia sama sekali tidak memanfaatkan peluang terbaiknya untuk mengajak Kyuhyun kencan. Dalam hati dia merutuki dirinya yang bisa begitu bodoh.

Waktunya tinggal tiga hari lagi, Seena harus segera bertindak. Sengaja dia datang agak pagi karena biasanya Kyuhyun selalu menjadi siswa yang datang pertama di kelasnya.

Tetapi sepertinya sia-sia saja datang pagi. Karena sampai bel masuk berdentang pun Kyuhyun sama sekali belum menampakan batang hidungnya.

Seena menyadari bahwa Kyuhyun tidak masuk. Dan ketika Seena berencana untuk menjenguknya, dia dihadapkan oleh kenyataan yang sangat konyol.

Dia tidak tahu di mana rumah Kyuhyun.

Dan satu hari pun berlalu sia-sia.

2 Days Left

Untung saja hari ini Kyuhyun masuk sekolah, karena kalau tidak Seena bisa langsung kalap. Seena tidak ingin membuang waktunya lagi, dia harus segera mengajak Kyuhyun berkencan.

“Kyu,” panggil Seena. Kyuhyun mengalihkan pandangannya ke arah Seena, “Apa?”

DEG. Tiba-tiba saja jantung Seena bekerja ekstra. Seena mulai gelagapan, padahal mengucap satu kata saja belum.

Tetapi Seena berusaha mengendalikan dirinya, setelah mengambil napas beberapa kali Seena berkata, “Kau ada waktu luang besok?”

Kyuhyun mengernyitkan keningnya heran, “Memangnya kenapa?”

“Aku..err..” Seena memikirkan kalimat yang tepat, “Aku ingin mengajakmu ke taman bermain,” katanya, akhirnya.

Kyuhyun tidak menunjukkan reaksinya, lalu dia bertanya, “Pasti ada sesuatu yang memaksamu untuk mengajakku ke taman bermain, benar kan?”

Shoot. Nilai sempurna untuk Kyuhyun.

“Dua orang temanku akan berkencan dengan pacar masing-masing besok, yah kau tahu, double date,” jelas Seena sebelum ia melanjutkan kalimatnya lagi, “Mereka mengajakku untuk ikut supaya bisa menjadi triple date, dan kau tahu sendiri aku tidak mempunyai pasangan. Jadi—“

“Kau mengajakku karena tidak ada laki-laki lain yang ingin pergi denganmu, begitu?” tebak Kyuhyun.

Sebenarnya bukan itu alasannya, tetapi Seena tetap mengangguk. Dan kali ini dia benar-benar resah menunggu jawaban dari Kyuhyun. Seena tahu Kyuhyun itu bukan tipe orang yang tahan berada di taman bermain—pergi saja sudah tidak mau apalagi ikut bermain—selama berjam-jam.

Tetapi jawaban yang diberikan Kyuhyun benar-benar sukses membuatnya tercengang, “Boleh saja, asal kau membelikanku beberapa video game yang saat ini sedang kuincar.”

Seena nyaris terlonjak kegirangan karena rencananya—oke, sebenarnya itu rencana Raena—berhasil.

“Boleh-boleh saja.” ucap Seena seraya tersenyum.

1 Day Left

Seena tidak pernah menyadari sebelumnya bahwa ternyata Kyuhyun terlihat tampan jika sedang mengenakan pakaian bebas. Kyuhyun hanya mengenkan jins hitam, t-shirt putih serta jaket berwarna hitam, tetapi itu justru membuatnya terlihat menarik.

Sementara Seena berusaha mengenakan baju yang tidak terkesan ramai dengan memilih terusan dress, cardigan putih serta sepatu stiletto yang baru dibelinya kemarin. Seena menggerai rambutnya dan sebagian kecil disisakan untuk digelung.

Kyuhyun yang melihat Seena hanya berkomentar, “Memangnya kau ingin pergi ke pesta?”

Ugh. Kenapa komentarnya selalu menusuk? Memangnya salah jika berdandan sedikit—oke sedikit berlebihan—untuk mempersiapkan kencan pertamaya?

“Sesukaku,” Seena membuang muka. Dalam hati dia sedikit kecewa karena tidak mendapatkan pujian apapun mengenai penampilannya hari ini.

Tidak lama, pasangan Raena-Eli dan Minchan-Eunhyuk pun datang. Mereka saling berbincang sebentar dengan Kyuhyun dan Seena lalu Eunhyuk berkata kepada Minchan, “Chagi, kau ingin masuk ke dalam rumah hantu bersamaku?”

Minchan—dengan sikapnya yang berlagak ketakutan—menjawab, “Aku takut, Hyukkie-ah.” Minchan menatap Eunhyuk dengan tatapan yang membuat perut Seena mendadak mual.

“Jangan khawatir, kau kan bisa memelukku jika kau ketakutan.” Eunhyuk terkekeh pelan sambil mengelus rambut Minchan lembut.

“Ah, kalau begitu tidak apa-apa. Selama bisa berdekatan dengan Hyuk apapun akan kulakukan.” Lagi-lagi perut Seena semakin bergejolak. Dia merasa sikap Minchan terlalu dibuat-buat. Tetapi Seena kemudian menyadari bahwa itu adalah hal yang biasa bagi orang yang sudah berpacaran.

Tetapi tetap saja Seena tidak akan bersikap seperti itu jika seandainya ia berpacaran dengan Kyuhyun.

Tunggu. Apa yang barusan dia pikirkan? Berpacaran dengan Kyuhyun? Kenapa justru nama Kyuhyun yang dijadikan contoh?

Setelah Minchan-Eunhyuk menuju ke wahana rumah hantu, Seena menatap Raena, “Apa sifat aslinya seperti itu?” Raena mengerti bahwa yang Seena maksud adalah Minchan.

Raena terkekeh, “Kau belum tahu jika dia sudah berduaan dengan Eunhyuk.”

Mata Seena melebar begitu mendengar itu, “Hei! Kau serius? Kau tahu Eunhyuk itu raja yadong kan?” Seena ingat mengenai gosip bahwa Eunhyuk itu suka mengoleksi dan sering menonton yadong jika dia sedang berkumpul bersama teman-temannya. Seena tidak bisa memikirkan keselamatan Minchan jika dia sedang bersama Eunhyuk.

Raena mengangkat bahu, “Memang. Tetapi kurasa Minchan cukup sadar akan umurnya yang masih terlalu dini.” dan Seena pun menghembuskan napas lega.

“Kau ingin menaiki wahana apa dulu, Seena-ya?” tanya Raena.

Seena menggeleng, “Aku tidak mempunyai ide sama sekali.”

“Kalau begitu, aku akan berputar-putar di taman bermain bersama Eli dulu ya. Sampai nanti.” Raena menggenggam tangan Eli lalu meninggalkan Kyuhyun dan Seena yang langsung melongo.

“Kenapa mereka semua langsung meninggalkanku sih? Kalau begitu apanya yang triple date?” erang Seena kesal. Dia berharap Kyuhyun tidak menjadi kesal dan kemudian langsung memutuskan akan pulang sebelum sempat bermain wahana satu pun.

“Kau benar-benar bodoh,” entah sudah yang keberapa kali Kyuhyun mengucapkan kata itu kepada Seena, “bukan berarti di triple date ini kalian harus menaiki wahana yang sama. Kalau begitu, kapan setiap mereka bisa mempunyai waktu untuk bersama pacarnya masing-masing?”

Iya juga. Lagi-lagi Seena merutuki dirinya. Tetapi bisa tidak Kyuhyun tidak memanggilnya dengan sebutan bodoh? Itu sedikit membuat Seena merasa direndahkan.

“Maka dari itu,” Kyuhyun meraih tangan Seena lalu digenggamnya, “kurasa sudah saatnya kita memulai kencan kita.”

Seena nyaris terlonjak karena lagi-lagi Kyuhyun menggenggam tangannya, “Apa? Kencan?” katanya masih dalam kedaan shock.

Kyuhyun menggumam, “Bukankah kau yang mengajakku berkencan?” Kyuhyun menyinggungkan senyum jahilnya seraya menatap Seena.

Wajah Seena langsung memerah, “A—niyo, aku tidak—“

“Sudahlah, lebih baik kau nikmati saja kencan ini. Apa susahnya?” dan Kyuhyun langsung menyeret Seena menuju wahana roller coaster.

“AAAAAHH!!!” Seena tidak bisa menahan teriakannya ketika kereta sudah melaju kencang dengan kecepatan tinggi. Sementara Kyuhyun justru tertawa senang. Demi Robert Pattinson dan Bella Swan, suara tawa Kyuhyun itu benar-benar sepeti iblis! Dan dia sama sekali tidak merasa takut!

Begitu kereta roller coaster sudah berhenti, Seena keluar wahana itu dengan lemas. Matanya berkunang-kunang serta perutnya mual.

Kyuhyun yang menyadari perubahan tingkah Seena langsung bertanya, “Kau tidak kuat menaiki roller coaster?”

Seena hanya menjawab dengan senyuman yang dipaksakannya. Dan setelah itu, Kyuhyun mengajak Seena ke tempat yang lumayan sepi lalu mengajaknya duduk di sebuah bangku.

“Kau butuh minum?” tanya Kyuhyun. Seena menggeleng, “Mungkin aku hanya butuh istirahat saja,” jawabnya lemah.

Tanpa berbasa-basi, Kyuhyun segera menarik tubuh Seena supaya dia bisa merebahkan diri di atas kedua paha Kyuhyun. Sebelum Seena meluncurkan protes, Kyuhyun berkata, “Kalau kau ingin cepat baikan sebaiknya tidak usah protes.”

Dan akhirnya Seena pun menurut. Tidak lama kemudian, Seena yang merasa nyaman langsung tertidur tanpa sadar. Kyuhyun sadar Seena sudah terlelap, dan dia hanya tersenyum kecil seraya membelai rambut Seena. Dia tidak ingin membangunkan Seena. Biarlah Seena beristirahat.

Selama menunggui Seena, Kyuhyun menatap lekat-lekat wajahnya. Walaupun Kyuhyun tidak berbicara jujur, tetapi sebenarnya saat dia pertama melihat Seena hari ini, pendapatnya hanya satu kata: cantik. Dan ketika Kyuhyun melihat ekspresi Seena yang berubah menjadi kecewa ketika Kyuhyun menyindirnya, sebenarnya Kyuhyun ingin sekali merengkuh Seena dan memeluknya erat-erat. Dia tidak suka melihat wajah kecewa Seena.

Ya…. Kyuhyun memang menyukai Seena. Tetapi dia terlalu gengsi untuk mengungkapkannya, jadi dia selalu bersikap menyebalkan. Hanya itu cara untuk tidak membuat Seena tahu akan perasaannya.

Tetapi lama kelamaan Kyuhyun tidak tahan dengan keadaan seperti ini terus. Jadi, tanpa sepengetahuan Seena, Kyuhyun akhirnya merencanakan hal itu.

“Mmmh..” Seena mulai terbangun dari tidurnya, perlahan kedua matanya terbuka dan Seena langsung membelalakan matanya begitu melihat wajah Kyuhyun yang tepat berada di atas wajahnya.

“Aigo, jangan katakan aku tertidur tadi?” Seena langsung bangkit sehingga dia bisa segera merapikan rambutnya yang sudah berantakan.

“Memang iya, kau tahu. Wajahmu sangat lucu ketika sedang tidur.” Kyuhyun terkekeh pelan. Seena mengerutkan keningnya, “Kenapa kau tidak membangunkanku? Aku tertidur berapa lama?” tanyanya

“Hmm,” Kyuhyun melirik jam tangannya, “kira-kira dua jam.”

“Dua jam?! Aigo, maaf karena mungkin kau akan bosan menungguiku selama itu..” Seena menundukkan kepalanya. Pasti Kyuhyun bosan. Pasti.

“Tidak juga,” Kyuhyun bangkit dari duduknya, “Masih ada sedikit waktu lagi sebelum kita pulang, kau ingin menaiki wahana apa?” tanyanya.

Seena terdiam. Sedikit waktu lagi. Dia harus memikirkan tempat di mana dia bisa melaksanakan misi yang diberikan oleh Donghae. Tetapi di mana…

Seena menjentikkan jari, dia mempunyai ide, “Bianglala.”

Ya, Seena sering melihat drama maupun membaca cerita. Biasanya tempat yang tepat untuk berciuman adalah di dalam bianglala.

Kyuhyun menatap Seena heran, “Kau yakin? Nanti bisa-bisa perutmu mual karena berada di ketinggian.”

“Ah, tidak, tidak. Ayo kita segera menuju ke sana.” Kali ini giliran Seena yang menarik Kyuhyun menuju wahana bianglala.

Karena antreannya lumayan panjang, Seena dan Kyuhyun baru akan menaiki bianglala ketika malam sudah tiba. Mereka berdua sama-sama diam. Masing-masing sibuk dengan pikirannya sendiri. Seena mulai resah karena bingung harus melakukan apa. Seena berpikir, sebelum mendapatkan ciuman dari Kyuhyun, itu artinya dia harus menyatakan perasaannya dulu, bukan?

Tetapi, apa Seena benar-benar serius menyukai Kyuhyun?

Seena memikirkan segala macam kejadian bersama Kyuhyun. Pertama kali dia melihat Kyuhyun bersikap manis terhadapnya, pertama Kyuhyun menggenggam tangannya, pertama kali Kyuhyun bersedia menemaninya pergi..

Tanpa sadar jantung Seena berdegup kencang. Hanya memikirkan kejadian itu saja bisa membuatnya panas dingin. Dan Seena bukanlah orang bodoh yang tidak menyadari perasaannya sendiri.

Sebentar lagi bianglala yang Seena dan Kyuhyun naiki akan sampai di puncak, dan ketika Seena sudah memutuskan akan menyatakan perasaannya, tiba-tiba dia merasakan sentuhan hangat dari bibir Kyuhyun yang menempel di bibirnya.

Seena terkejut. Dia benar-benar tidak bisa berpikir apapun. Pikirannya kosong. Kyuhyun menciumnya dengan penuh perasaan, tidak dilandasi dengan nafsu. Dan itu yang membuat Seena menikmati ciuman tersebut.

Kyuhyun meraih kedua tangan Seena lalu menghentikan ciumannya, “Aku menyukaimu, Park Seena.”

DEG. Hanya dengan satu kalimat seperti itu tetapi mampu membuat perasaan Seena menjadi tidak karuan.

“Sejak awal SMA..” Kyuhyun mendesah pelan sebelum melanjutkan perkataannya, “hingga sekarang. Aku selalu menyukaimu. Dan kalau kamu bertanya mengenai sikapku yang menyebalkan bagimu, jawabannya adalah, karena aku takut salah tingkah jika berada di hadapanmu.”

Seena tidak bisa berkata apa-apa, dia tidak menyangka bahwa Kyuhyun ternyata menyukainya.

Ingin Seena membalas perasaanya Kyuhyun, tetapi dia teringat satu hal. Taruhannya dengan Donghae. Biarpun pada akhirnya Seena menang taruhan, tetapi dia tidak bisa berkata dengan jujur bahwa selama ini pendekatannya kepada Kyuhyun itu semata-mata untuk mendapatkan ciumannya.

Walaupun sekarang Seena menjadi menyukai Kyuhyun.

Seena menatap Kyuhyun lekat, lalu dia membuka mulutnya, “Aku juga menyukaimu, Cho Kyuhyun, tapi…aku harus meminta maaf denganmu.”

Kyuhyun mengerutkan keningnya, “Kenapa?”

Seena menghela nafas panjang, “Sebenarnya aku melakukan sebuah taruhan—ya, memang bisa dibilang suatu taruhan—dengan seseorang. Jika aku bisa menciummu dalam jangka waktu seminggu, aku akan mendapatkan bayaran tinggi dari orang itu.”

Kyuhyun diam, membiarkan Seena melanjutkan perkataannya.

“Makanya akhir-akhir ini kau pasti merasa aneh dengan sikapku yang seolah-olah ingin menarik perhatianmu. Memang tujuanku mendekatimu semata-mat hanya untuk memenangkan taruhan itu. Tapi…”

“Tapi?” Kyuhyun mengulangi perkataannya Seena.

“Tapi setelah melihat sikapmu 3 hari ini..kurasa aku benar-benar telah jatuh cinta denganmu.”

Seena menunduk, tidak berani melihat reaksi Kyuhyun. Tetapi ketika dia memberanikan diri menatap Kyuhyun, yang dia tangkap dari ekspresi Kyuhyun adalah, laki-laki itu tersenyum lebar ke arahnya.

“Kenapa kau..tersenyum seperti itu?” Seena tidak habis pikir. Harusnya ketika tahu dia telah membohongi Kyuhyun, reaksinya tidak seperti ini, kan?

“Sepertinya yang harus meminta maaf itu aku.” Kyuhyun memandang Seena, masih dengan senyumannya.

“Minta maaf? Memangnya kau melakukan kesalahan apa?” Seena mengerutkan keningnya heran.

Kyuhyun terdiam sejenak. Sepertinya dia sedang merangkai kata-kata yang tepat, “Bagaimana jika aku bilang bahwa…aku yang merencanakan taruhan itu?”

Sontak mata Seena melebar, “MWO?”

“Ya, aku tahu seseorang yang kau maksud adalah Lee Donghae. Dan aku tahu berapa bayaran yang akan kau dapatkan jika berhasil menyelesaikan taruhan—ah tidak, misi—dari Donghae, 20 juta Won, kan?”

Mulut Seena menganga. Matanya mengerjap-ngerjap tidak percaya, “Kau..kenapa…misi…?” bahkan Seena mulai meracau tidak jelas. Dia benar-benar tidak tahu harus bereaksi seperti apa.

“Oke, sebelum aku menjelaskan, lebih baik kita turun dulu dari Bianglala ini.” Kyuhyun menarik Seena turun dari Bianglala. Seena bahkan tidak sadar bahwa dia sudah berputar selama dua kali dengan menggunakan Bianglala.

Kyuhyun mengajak Seena ke tempat sepi tadi, dan mereka kembali duduk di bangku yang sama.

Seena, yang mulai bisa mencerna apa yang barusan Kyuhyun katakan, langsung menatap Kyuhyun dengan tatapan intens, “Jelaskan padaku sekarang juga! Selengkapnya!” perintah Seena.

“Baik, baik, Park Seena-ssi.” Seena langsung melotot begitu Kyuhyun mulai memanggilnya dengan panggilan formal. Tetapi Kyuhyun berlagak tidak tahu.

“Jadi, sudah kujelaskan tadi kan, aku sudah menyukaimu sejak awal masuk SMA serta alasan mengapa sikapmu selama ini selalu—“

“Aku sudah tahu itu! Cepat jelaskan mengapa kau bisa terlibat dalam taruhan ini?!” desak Seena. Dia sudah tidak sabar akan penjelasan dari Kyuhyun.

Kyuhyun terlihat memikirkan kalimat yang akan ia ucapkan sejenak. Tidak lama kemudian dia berkata, “Aku ingin menciummu.” katanya dengan datar.

Lagi-lagi mulut Seena menganga, apa yang barusan seorang Cho Kyuhyun katakan? Dia tidak sedang bercanda kan?

“Aku tidak sedang bercanda, Seena.” Kyuhyun berkata seolah mengerti pikiran Seena, “dan sudah sejak dulu aku ingin melakukannya.”

Seena mengerutkan keningnya. Dia menatap Kyuhyun tidak mengerti.

Kyuhyun yang menyadari arti tatapan Seena langsung menjelaskan, “Kau tahu, tidak semua laki-laki bisa menahan—yah kau tahu maksudku—di hadapan perempuan yang disukainya. Aku memang bisa menahannya, tetapi justru karena itu sikapku berubah menjadi menyebalkan. Padahal aku ingin mengobrol denganmu dengan santai.” Kyuhyun terdiam sejenak untuk melihat reaksi Seena. Dia itu tidak mengatakan apapun dan memberikan isyarat supaya Kyuhyun melanjutkan perkataannya.

“Karena itu aku berusaha mencari cara supaya bisa mendekatimu. Kebetulan Donghae sering bercerita denganku mengenai kamu, pekerjaan sampinganmu dan misi yang selalu Donghae buat untukmu. Jadi tanpa pikir panjang aku langsung meminta bantuan Donghae untuk menuliskan misi untukmu..”

Kali ini tubuh Seena terasa lemas. Jadi intinya dia berhasil mengerjai seseorang yang juga mengerjai dirinya. Benar-benar perkembangan yang tidak pernah terlintas di benaknya sama sekali.

“Kau marah?” pertanyaan dari Kyuhyun membuat Seena tersadar dari lamunannya.

“Eh? Aniyo.” Seena berkata dengan sedikit salah tingkah. Dia masih memikirkan rentetan kejadian yang terjadi hari ini, yang juga membuatnya banyak mengetahui tentang hal-hal baru.

Tiba-tiba Seena teringat akan perbuatan Kyuhyun di Bianglala. Sontak Seena langsung menyentuh bibirnya. Masih terasa kehangatan dari ciuman Kyuhyun. Mengingat itu, tanpa sadar wajah Seena perlahan memerah. Untung saja hari sudah beranjak malam, jadi Seena tidak perlu repot-repot untuk menutupi perubahan warna pada wajahnya dari Kyuhyun.

Seena lalu kembali memikirkan tentang misinya. Jika memang Kyuhyun yang memberikan misi tersebut, berarti sejak awal Kyuhyun ingin Seena yang memenangkan misi itu?

Tetapi, tunggu dulu. Kalau tidak salah isi dari misi itu…

“Kau harus bisa mendapatkan sebuah ciuman dari laki-laki bernama Cho Kyuhyun.”

Apakah itu artinya, harus Seena yang mulai mencium Kyuhyun dulu? Bukan Kyuhyun? Lalu mengapa Kyuhyun justru yang mulai mencium Seena terlebih dahulu?

Tidak sampai semenit, Seena sudah tahu jawabannya. Sekaligus mengerti apa maksud sebenarnya dari Kyuhyun. Ditatapnya laki-laki yang sedari tadi tidak memulai pembicaraan dengannya lagi.

“Kau benar-benar sangat pintar, Cho Kyuhyun.” walaupun Seena terlihat memuji, tetapi sesunggunya dia justru menyindir Kyuhyun. Ya, Kyuhyun memang pintar dalam merencanakan sesuatu.

“Kenapa?” Kyuhyun menatap Seena heran

“Misi itu,” pandangan Seena menerawang, “aku baru sadar bahwa aku belum sepenuhnya menang dalam misi itu.” Seena tidak perlu menjadi pintar bahwa ekspresi Kyuhyun berubah begitu mendengar perkataan Seena. Dia perlahan tersenyum simpul.

“Di misi itu, sudah jelas harus aku yang menciummu duluan. Dan aku sempat bertanya-tanya mengapa justru kau yang mulai menciumku duluan, padahal sudah jelas kau yang membuat misi itu, lalu aku mengerti alasannya..” Seena mendesah pelan. Kyuhyun memiringkan kepalanya, dia masih menatap Seena.

Seena mengerucutkan bibirnya, “Kau licik! Memangnya satu ciuman belum cukup untukmu, hah? Apa harus aku yang menciummu duluan baru kau akan merasa puas?”

Dan Kyuhyun langsung terkekeh pelan, “Akhirnya kau tahu juga maksudku yang sebenarnya.” mendengar perkataan Kyuhyun, Seena semakin memajukan bibirnya. Di saat seperti ini saja, Kyuhyun tetap saja menyebalkan. Apa karena sudah terbiasa bertingkah menyebalkan makanya menjadi mendarah daging?

“Jadi, kau ingin memenangkan misi ini atau tidak?” Kyuhyun mengarahkan senyuman jahilnya ke arah Seena. Seena terdiam sejenak. Kalau dia tidak memenangkan misi ini, lagi-lagi harga dirinya yang akan dipertaruhkan. Jadi, Seena bisa berbuat apa lagi selain menyelesaikan misinya?

“Baiklah, aku akan menyelesaikan misi ini sekarang juga.” jawab Seena pelan.

Senyum Kyuhyun semakin mengembang.

“Tetapi kau harus tahu, aku bukan pencium yang baik.” Kata Seena memperingati. Kyuhyun hanya mengangkat bahu, “Terserah.”

Seena menarik napas dalam-dalam lalu menghembuskannya. Dia menatap Kyuhyun lama, lalu perlahan wajahnya mulai mendekati Kyuhyun.

Karena Kyuhyun tidak memejamkan kedua matanya, maka Seena-lah yang memutuskan untuk memejamkan matanya. Wajahnya sudah berjarak kira-kira tiga senti dari Kyuhyun.

Dan selanjutnya, Seena berhasil mendaratkan ciumannya di bibir Kyuhyun. Awalnya ciuman itu hangat dan penuh perasaan, tetapi perlahan semuanya berubah menjadi lebih liar. Kedua tangan Kyuhyun merangkul leher Seena supaya bisa memperdalam ciumannya. Seena tidak bisa berbuat banyak. Akhirnya dia memutuskan untuk mengikuti permainan Kyuhyun.

Ciuman itu tidak berlangsung lama karena Kyuhyun yang pertama melepaskannya. Dia mengangkat kedua kaki Seena supaya posisinya menjadi di bawah Kyuhyun. Ketika Kyuhyun sudah siap untuk melakukan hal yang lebih terhadap Seena, tiba-tiba…

“YA! STOP SAMPAI DI SITU!” dari kejauhan, nampak Raena menunjuk-nunjuk Kyuhyun dan Seena dengan perpaduan antara wajah panik, terkejut, dan shock. Minchan yang berada di belakangnya pun juga berekspresi demikian. Sebenarnya Raena dan Minchan ingin menghampiri Kyuhyun dan Seena, tetapi mereka ditahan oleh pacar masing-masing.

Seena yang juga terkejut melihat dua temannya tiba-tiba memerogokinya langsung melepaskan diri dari Kyuhyun dan merapikan rambutnya yang baru ia sadari sangat berantakan. Seena juga baru sadar atas perbuatan nyaris Kyuhyun padanya barusan.

Seena menoleh ke arah Kyuhyun geram, “Kau..jangan pernah macam-macam denganku.” walaupun Seena berniat memperingati Kyuhyun, tetapi dia tidak bisa menyembunyikan pipinya yang memanas serta degup jantungnya yang mulai bekerja ekstra lagi. Aishh, kenapa tubuh dan perasaannya tidak mendukungnya sama sekali?!

Kyuhyun justru menanggapinya dengan santai, “Aku tidak bisa menjamin.” katanya seraya mengangkat bahu, “lagipula, tadi kau terlihat menikmatinya, bukan?” Kyuhyun tersenyum jahil ke arah Seena.

Sontak wajah Seena memerah lagi, “YA! KAU BENAR-BENAR MENYEBALKAN!”

THE END

EXTRA PART :

“Karena aku berhasil memenangkan misi ini. Jadi, apa aku akan mendapatkan 20 juta Won seperti yang kau janjikan?”

Donghae memandang Seena seraya menautkan sebelah alisnya, “Padahal aku sudah sangat senang karena kamu bisa berkunjung ke rumahku lagi setelah sekian lama. Ternyata karena hal ini?”

Seena menggaruk kepalanya yang tidak gatal, “Ya, memang itu tujuanku datang kemari.”

Donghae memasang ekspresi kecewa yang agak dibuat-buat, tetapi ekspresi itu justru membuat Seena tidak kuat untuk menahan tawanya.

“Jadi, mana uang 20 juta Won-ku?” tanya Seena.

Donghae justru bersiul-siul santai, “Tidak ada.”

“Tidak ada?” Seena mengulangi ucapan Donghae dengan satu nada lebih tinggi

Donghae mengangguk, “Sebenarnya itu salah satu strategi Kyuhyun supaya kamu menerima misi—hei, hei kenapa memasang tampang seperti itu—oh ayolah, jangan menatapku seperti itu, lagipula bukan aku yang merencanakan ini—” Donghae mulai melihat perubahan ekspresi dari Seena menjadi sangat menakutkan dan memancarkan err…aura setan?

“LEE DONGHAE! AWAS KAMU!”

“AWW!! Ya!—jangan mencubitiku seperti ini! Park Seena! Sudah kubilang ini bukan ideku—AWW!! Jangan menginjak kakiku dengan sepatu bootsmu!”

“Rasakan! Kamu dan Kyuhyun sama saja! Dua-duanya menyebalkan! Memangnya enak ditipu terus menerus, hah?!”

“Baiklah! Baiklah! Maafkan aku, Park Seena! Tolong berhenti menyiksaku!”

-THE END-

6 Comments (+add yours?)

  1. shoffie monicca
    Aug 28, 2015 @ 17:34:58

    hahaha jdi diblik semua ini trnya kyu seena km dikerjain kyu buat dpt ciumn dri km.

    Reply

  2. devinizar24
    Aug 28, 2015 @ 18:11:59

    Wahahahahaha bagus endingnya..

    Reply

  3. Jung hye min
    Aug 29, 2015 @ 16:44:40

    Aaaa jadi itu cuma tipuan kyuhyun :3 Ahhhh iri sm senna.
    Over all bagus kok thor, cuma ada tulisan yg nggk sesuai eyd misalnya “nggak”

    Reply

  4. lieyabunda
    Aug 29, 2015 @ 21:02:40

    ternyata semua rencananya kyuhyun……hehehehe

    Reply

  5. whitedear
    Aug 30, 2015 @ 21:50:31

    Ternyata Kyuhyun dalang dibalik semua misi ini. Dia juga curang , mau mengungkapkan perasaanya saja nunggu Seena yg deketin dia dulu kkeke..
    Nnggak nyangka kalau mereka akhirnya bisa jadian juga..

    Reply

  6. ayu diyah
    Sep 02, 2015 @ 12:20:52

    kkkk~
    kyuhyun lucu bngt ya… ga berani deketin malah jdi nyebelin,, kas seorang kyuhyun
    kkk xD

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: