Don’t Say Love Me

Don’t Say Love Me

 

Author by : Young Jihae (www.youngjihae19.wordpress.com)

Cast : Cho Kyuhyun

Park Si Hyeon (OC)

Genre : Romance, Sad (maybe)

Length : Oneshoot

Rating : PG-15

Disclaimer : it’s my imagination and the story purely is mine.

A/N : ini sedikit GAJE ceritanya. Kalo dibikin part nanti malah tambah absurd , jadi aku buat Oneshoot aja. Ini merupakan ff kedua yang aku share disini. Sebenarnya aku udah punya wp punyaku, tapi reader’nya masih sepi pamrih jadi disini aku perlu dukungan atau komentar kalian tentang tulisanku. Karena disini aku mungkin nemuin banyak kesalahanku atau apalah tentang ff ku. Maaf banget kalo aku baru magang gabung jadi author disini. Aku juga masih SMP jadi rada garing ff nya. Aku selalu usahain yg terbaik kokk.. moga ff ini kalian paham. dan aku perlu pendapat kalian para author-nim dan reader-nim J

 

Sorry of typo, okee J

 

 

Happy Reading

 

 

 

****

 

Kesalahpahaman tak akan bisa berubah menjadi Kenyataan,

Jika saja tak ada kenyataan itu secara singkat,

Dan mulut kenyataan itu kemungkinan berguna suatu nanti

Jika didasari kepercayaan batin dan tatapan tulus mengatakan

 

 

 

~ooOoo~

 

 

Aroma kopi Americano menyeruak sekitar lantai atas dari gedung putih kokoh itu. Seorang pria asyik memandangi pepohonan berguguran di luar sana. Musim gugur yang buruk baginya menjalani segala aktivitasnya. Tak ada hal yang ia cegah saat ini, seburuk itukah dia harus menerima apa adanya.

 

Setelan jas hitam ditambah celana putih nya dibiarkannya bergerak mengikuti aliran angin berhembus kencang kota Seoul ini. tangannya masih memegang ujung cangkir kopi itu kemudian menyesapnya lagi. bersantai disini terasa menenangkan sembari menunggu kedatangan seseorang yang akan menjadi teman hidupnya beberapa jam lagi.

 

Kyuhyun-nama pria itu- yang dulunya suka mengelak kini hanya bisa menutup rapat mulutnya dan tak ada sama sekali organ tubuhnya yang mendukung system pembicaraannya. 7 tahun lalu ia mengalami sebuah tragedi yang membuat dirinya tak berkutik dari rumahnya hingga saat ini umurnya yang menginjak 25 tahun. Tragedi dimana dirinya kehilangan pita suara akibat lehernya terkoyak pisau yang ditudingkan oleh pembunuh adiknya 7 tahun lalu, tepat saat dirinya sepulang sekolah waktu itu.

 

Untung saja ia hanya kehilangan suaranya walaupun ia harus mengubur cita-citanya sejak kecil dulu saat di gereja. Ia tak pernah keluar lagi dari rumah semenjak kecelakaan dirinya itu karena tak ada orang yang mengetahui dirinya bisu sampai sekarang. terpaksa ia memberhentikan kuliahnya yang belum lulus itu dan mengikuti perintah kedua orangtuanya untuk menikah saja dengan seseorang yeoja yang begitu sederhana, katanya.

 

Kyuhyun menengok kebelakang mendengar deritan pintu memasuki teras gedung atas itu, seorang yang ditunggunya datang. Gadis yang akan dinikahinya secara terpaksa dan diatas orangtua mereka berdua. Ini semua bahkan bukan juga keinginan Kyuhyun sendiri untuk menikahi gadis yang tak diketahui asal-usulnya secara pribadi dan iapun juga tak tahu seperti macam apakah gadis tersebut. Yang selama ini dikatakan oleh ayah Kyuhyun sendiri, gadis itu memiliki orangtua yang telah sukses membangun sebuah mall terbesar di Seoul dan gadis itu juga telah lulus kuliah di Jerman dan melanjutkan membuka usaha pertokoan di daerah Insa-dong.

 

“Hai, aku Park Si Hyeon” sapa yeoja itu mendekati Kyuhyun dengan senyum sumringahnya, Kyuhyun tak peduli dan kembali menyesap kopinya pelan. Kyuhyun yakin pasti wanita yang ada disampingnya itu akan mati bosan melihat Kyuhyun yang hanya menyesap kopi dan diam mendengarkannya dan selagi tak menatapnya langsung. Benci? Mungkin saja terjadi jika itu karena kepaksaan kan? Ia pun masih belum menerima kenyataan yang membuatnya seperti bocah cadel 5 tahun yang setiap kali harus menuruti perintah orangtuanya. Dia bukan seperti pria dewasa seperti sekarang ini dan iapun tak akan berarti apa-apa selama mulutnya dan hatinya tak pernah ia pedulikan.

 

“kudengar dari ayahmu, kau orang yang super pendiam dan tak pernah keluar rumah, benarkah itu?” Si Hyeon mendekatkan wajahnya sekedar mempertanyakan hal itu.

 

 

Kyuhyun tersenyum tipis memikirkan hal kepalsuan orangtuanya itu. apa mereka tak suka Kyuhyun dibilang bisu? Dulu ayahnya juga pernah mengatakan kepada teman rekan bisnis ayahnya ketika berkunjung ke rumahnya dan melihat Kyuhyun, saat diajak berbicara Kyuhyun pun tak menjawab dan hanya mengangguk, menggeleng, bergumam, lalu berpamitan pergi. Tak dikiranya saat sebelum ia memasuki kamarnya ia pun mendengar suara ayahnya yang cukup membuatnya hanya bisa membeku menahan amarahnya yang bisa saja keluar tanpa aba-aba. Ibunya telah salah memilih ayah sebagai ayahnya karena tak pernah menganggap apa adanya diri keluarganya dan selalu menyempurnakan dirinya sendiri.entah daya pikiran seperti apa yang dimiliki ayahnya namun ia pun tak bisa mengelak dan menerima kenyataan apapun.

 

Kyuhyun mengangguk pelan sedikit menggeserkan jarak bahu dirinya dengan gadis itu yang menempel begitu saja. Katakan saja jika gadis ini ingin sekali cari perhatian terhadap pria berkelahiran 1988 ini.

 

‘dasar gadis murahan!’

 

 

Park Si Hyeon adalah gadis yang akan dinikahkan beberapa jam lagi bersama dengannya. Bagaimana bisa? Tentu saja atas bujukan orangtua Kyuhyun yang menyembunyika kecacatan Kyuhyun itu rapat-rapat dan Si Hyeon menerimanya begitu saja karena ia jujur mengatakan bahwa ia menyukai pria semacam Kyuhyun. Setelah mengatakan itu, ia pun tak menolak apapun perintah orangtuanya dan mau-mau saja menikah dengan pria itu tanpa pengecualian lagi dan terlebih harus menuruti perintah ayahnya untuk membuka sebuah usaha dalam bidang apapun dan.. tentu saja tak ada penolakan.

 

“super pendiam bukan berarti kau tak menggumamkan sepatah katapun, Bicaralah!” perintah Si Hyeon memainkan buku-buku jarinya menunggu jawaban Kyuhyun. Bodoh!

 

Tak mendengar jawaban dari bibir pria itu, gadis itu mendengus kesal mencoba mencari pembicaraan lain. Sebesar itukah sikap Kyuhyun selama ini? apa ia tak pernah berbicara atau mungkin ia bisu? Si Hyeon menghapus pemikiran-pemikiran yang bergentayangan di otaknya. Menengok kearah Kyuhyun rasanya lebih menenangkan ketimbang mengajak bicara seperti tadi. tak ada sahutan dan hanya helaan dan bibir Kyuhyun yang menyeruput kopi hitam itu.

 

 

Rambut dark brown –nya yang bergerak mengikuti angin, mata teduh namun yang dilihatnya tampak dingin membuat Si Hyeon berpikir ia tak pantas menjadikan mata itu kembali menjadi teduh, mungkin karena perjodohan konyol ini, hidungnya yang mancung mendatar itu menambah kesan betapa keras pria itu dan bibirnya pink pucat yang menyayangkan tak pernah sekali minatnya membuka satu kata saja ataupun gumaman. Si Hyeon terhenyak betapa sempurna wajah pria disampingnya itu yang akan menjadi suaminya sesaat lagi namun ia tak yakin bisa menghilangkan sikap pendiam Kyuhyun tersebut, rumit.

 

‘menikahlah dengan putraku sesukamu, asalkan kumohon jaga dia dalam keadaan apapun dan bangunkan sikap agresif dan terbukanya lagi, Si Hyeon-ah’

 

 

Merasa wajahnya dinikmati oleh tatapan Si Hyeon, Kyuhyun memalingkan wajah dan kembali menyesap kopinya yang tanpa ia sadari sudah habis. Bukankah sejak tadi merasakan hangat di sekujur tangannya memegang kopi? Matanya membulat menyadari tangan satunya menyentuh tangan Si Hyeon lain, ia pun menjauhkan tangannya dari gadis itu dan bergegas mengambil kopi lagi.lama- lama mendekati gadis itu membuatnya ingin menangis rasanya jika mengingat Gyu Min.

 

‘senyum mereka sangatlah sama’ .

 

sungguh semenjak sepeninggal ibu dan adiknya itu, Kyuhyun tak pernah mendekati seorang gadis lagi sebelum Si Hyeon hadir dalam sebuah perjodohan ini. Semakin lama menatap gadis dibelakangnya saat ini, maka sama saja ia menunjukkan sisi lemahnya. Tidak! Ia tak akan pernah menunjukkan sisi lemah itu kepada siapapun terkecuali ibu dan adiknya sendiri. ia pun secepat mungkin menjauhi gadis itu namun terhentak sesudah mendengar perkataan gadis itu yang menohoknya,

 

“aku tau kau membenciku, tapi-“ kata Si Hyeon setengah terisak, gadis itu akan menangis?

 

Kyuhyun menengok kearah Si Hyeon yang menundukkan wajahnya.

 

“ijinkan aku untuk mencintaimu”

 

Seolah ada badai petir menyentuh permukaan kulit putihnya, Kyuhyun berdiri tak jauh dari gadis itu sebelum dirinya akan pergi mengambil kopi atau mungkin mencari alasan pergi dari gadis itu. Tohh bukankah mereka akan menikah sesaat lagi? Apa gadis itu mengatakan perasaannya? Sesungguhnya? Bisa saja!

 

Cukup! Dia tak membutuhkan sama sekali cinta dari siapapun dan ia hanya milik ibu dan adiknya, SEORANG!. Tak ada lainnya. Ayahnya? Bagaimana jika ia membencinya? Tak salah bukan?

 

 

‘jangan! Jangan pernah lakukan itu!’

 

 

 

-ooOoo-

 

 

Kyuhyun’s POV

 

7 tahun lalu,

 

aku kehilangan semuanya

 

“apa aku akan jadi adikmu selamanya?”

 

aku dan adikku, Gyu Min berjalan pelan menuju perumahan Gyeogu setelah pulang sekolah sore tadi. perjalanan dari sekolah kami dan rumah sangatlah jauh sehingga aku dan adikku tiap pulangnya berjalan sambil sesekali pergi ke taman kota disepanjang perjalanan kami atau pergi ke mall sekedar melihat-lihat atau mungkin membeli sesuatu.

 

“sejak kau lahir kau memang adikku, jadi alasan apalagi aku meninggalkan adikku ini”lantangku kemudian membuat senyum manisnya terukir di bibir mungilnya.

Gyu Min adikku yang hanya berbeda 2 tahun denganku dan sekarang dia masih kelas 1 SMA sedagkan aku kelas tiga dan dalam hitungan empat bulan aku akan meninggalkan sekolah dan melanjutkan ke universitas tujuanku.

 

“tapi kenapa ada seseorang yan mengatakan bahwa aku ini adiknya juga?”

 

“Hahaaa, itu hanya sekilas. Semua akan menganggap kau adik mereka”

 

“jadi sebenarnya aku ini adiknya siapa?”tanyanya polos. Ketakutan.

 

“Eissshh!! Adikku! Kau hanya jadi bulan-bulanan mereka saja. kau kan adik kelas baru disekolahku, sayang. Jadi anggaplah mereka Oppa dan Eonni-mu. Arra??”

 

“Eummm, arra! Arra!”

 

“kau hanya adikku seorang. Dan jangan pernah merajuk pada siapapun kecuali aku. Hanya aku Oppa-mu! Dan hanya kau yang berhak melakukan sesukamu pada Oppa. Jangan pernah mengatakan kau menngkhianati Oppa, arraseo?”

 

“Eummm, Arraseo Oppa”ucapnya lalu sedetik kemudian ia menarik pipiku dan menciumnya cepat

 

“kau yang aku cintai, Oppa. Hehehee”

 

Aku sangat menyayangi Gyu Min. Gadis kekanakkan itu selalu saja bisa menghiburku dengan segala cara yang ia miliki dan kuakui dia benar-benar tak pernah pandai dalam berbohong pada seseorang karena ia orang yang sangat jujur. Ia cantik dan lumayan cerdas juga. Aku cukup beruntung ibuku melahirkan gadis ini dan ia tumbuh sebagai gadis yang baik dan penurut juga padaku. Ia periang yang baik dan terkadang tiap pulang sekolah denganku ia selalu menjailiku dengan alasan kakinya keram tiap pulang sekolah yang jaraknya beratus-ratus meter itu.

 

“apa kau kena keram saat ini?” tanyaku tiba-tiba memecahkan keheningan kami berdua. Ia cepat menolehku dan sedikit berpikir-pikir dengan memutar-mutar matanya memikir kebohongan apa yang akan ia lakukan. Ohhh Gyu Min-ah!!

 

“eummm,sakit disini,oppa”rujuknya mencebik bibirnya dan menunjukkan kaki kirinya kedepan lalu jalannya yang semula biasa menjadi sedikit berjinjit. Tentu saja itu awal permainannya.

 

“apa Oppa harus memijatnya sekarang?”

 

“tidak usah. Aku ingin cepat pulang, oppa”tolaknya

 

“cepat bagaimana, katamu kakimu keram?!” aku cukup tahu saat ini ia butuh tenagaku.Gyu Min memang polos dan bodohnya ia sangat bodoh dalam hal membohongi seseorang tak terkecuali aku, Oppa-nya.

 

“benar. aku tak tahu harus apa”ia berjalan pelan sambil menunduk mencoba mengambil perhatianku.

 

“ya sudah,”ucapku tercekat dan kulihat ia menengadahkan wajahnya kearahku. Seperti menginginkan jawabanku selanjutnya, menanti jawaban yang selalu kuturuti permintaannya. Tapi, TIDAK untuk sekarang! Hahahaa biar saja dia mengeluh ataupun merengek padaku dan akan merujuk eomma dengan manjanya dan melihatku diomeli oleh eomma.i don’t care, childish girl!!

 

“akan kubelikan krim untuk keram, pulang nanti. Sini, katamu kau ingin cepat pulang”ucapku lalu menuntunnya dan kami berjalan sedikit cepat dan tentu saja Gyu Min bisa berjalan cepat.wajahnya tampak muram setelah gagal ingin mengelabuiku dan ia pun hanya terus-terusan mencebik tipis bibirnya.

 

“oppa!! Bukankah oppa selalu menggendongku jika sudah kukatakan kakiku pegal?”

 

“hari ini tenagaku sudah habis untuk kegiatan di sekolah dan mendorongmu bermain ski tadi di arena ski”

 

“oppa!!!!” manjanya dengan nada panjang namun tak kuhiraukan dan tetap menuntunnya sehingga akhirnya ia pun menyerah dengan kejailannya dan memilih berjalan sendiri menjauhiku dan dia sudah berada 4 meter didepanku.

 

Sepulang sekolah bersama adikku, tidak jauh setelah membuka pagar rumah aku melihat pintu rumah itu terbuka setengah. Kupikir ada tamu sehingga ayah lupa menutup kembali pintunya, itu salah satu kebiasaannya. Adikku berjalan melaluiku menuju pintu itu namun aku mengikutinya saja melihat siapa tamu malam-malam remang seperti ini.

 

“CEPAT KATAKAN CHO HYUN JAE!!” teriak seorang wanita yang samar pernah kudengar beberapa bulan ini, kekasih ayahku.

 

Aku menarik Gyu Min pergi untuk tidak mendengarkan ataupun masuk kedalam rumahnya saat ini. Gawat! Ibu dan Gyu Min tak boleh tau rahasia ayah selama ini. Tidak!

 

“Ah, barusan aku mendapat pesan dari Soo Young temanmu itu ditinggal orangtuanya bekerja ke luar negeri dank au disuruh menemaninya sekarang, pergilah kerumahnya sekarang, eohh” ucapku cepat dan beringsut berlari masuk rumah namun tangan adikku mencegahku,

 

“tadi suara siapa?” tanyanya polos

 

Hatiku setengah bergetar mendengar Gyu Min mengatakan itu dan tak akan mungkin jika aku mengatakan bahwa ia dalam keadaan bahaya. Maksudku keluarga kami. Tidak! gadis itu tak boleh mengetahui kebenaran yang terjadi beberapa bulan ini dan terkadang sering mengganggu sistem pendengaranku dan pikiranku menjadi kacau hanya karena masalah ayah, ibu, dan wanita itu!. maafkan oppa Gyu Min-ah!!

 

“ibu! Ibu terkena radang tenggorokan”bohongku cepat

 

“mwo? Eottohke? Aku harus membelikannya obat dulu, aku pergi sebentar” ujarnya lalu pergi dengan santai. Ouhhh, untung saja ia tak menurun bakat IQ diriku. Akupun menyusuri ruangan tamu sembari berdoa agar tak terjadi apa-apa. Awas saja jika wanita itu menyentuh ibuku dan berani-berani membuat kekacauan tak berarti dirumah. Kupastikan dia akan mati jika sampai wanita itu membunuh ibuku. Aku berjalan sudah mendekati tembok samping dan berbelok sehingga pandanganku terpaku pada satu sosok tanpa kupedulikan sosok-sosok lain yang ada diruangan itu.

 

Sebuah pisau menyentuh kening ibuku dan aku ternganga melihat perlakuan wanita jalang itu dengan cara menyentuh ibuku semenanya. Ayah hanya memundurkan tubuhnya sebelum melihat aku di belakangnya dan semakin kaget dengan tatapanku.

 

“Appa, mengapa kau diam saja? SELAMATKAN EOMMA!!!” ucapku lantang dan berlari kearah ibuku yang disekap oleh kekasih ayahku. Ibuku berusaha mengucapka sepatah katapun karena lehernya yang dicekik oleh wanita itu. siapa yang tega melihat ibunya dicekik oleh seseorang yang… tak berperikemanusiaan itu.

 

“wanita jalang! Jauhkan tangan kotormu dari leher ibuku” ucapku dingin setelah berjalan cepat mendekatinya

 

Wanita itu hanya tertawa geli yang cukup membuat sepatuku ingin keluar lalu melemparkan ke mulutnya.

 

“kau lebih tampan daripada ayahmu, sayang! Akan kulepaskan ibumu jika kau mau menikah denganku”

 

Sial! Bukan itu yang kupinta jawabannya! Apa? Menikah dengannya? Apa dia pedofil atau sejenis lainnya? Yang benar saja aku menikahi wanita yang merupakan kekasih ayahku! Walaupun dia lebih muda daripada ibuku, tapi jangan harap aku akan melakukannya.

 

“oppa! Eomma! Ap-“ Gyu Min terkejut melihat pemandangan yang ia lihat didepannya saat ini. aku memanggil namanya lirih dan berharap ia berlari dari rumah ini.

 

 

Tiba-tiba dari belakang 2 orang yang rupanya anak buah kekasih ayah menyekap Gyu Min yang kini sudah menangis keras meronta-ronta meneriakkan namaku. Kulihat ibu yang masih disekap juga oleh wanita itu, mataku menyala dingin menatap wanita itu.

 

“apa yang kau inginkan, hah? Malhaebwa!” ucapku sinis

 

“dan jangan menyakiti mereka yang tak bersalah!” lanjutku lagi namun dengan segannya wanita itu masih tertawa sinis namun memuakkan itu

 

“pertama, aku ingin ayahmu segera memberikan sahamnya seperti janjinya dulu”

 

“kedua, aku ingin ayahmu meninggalkan ibumu karena ia sudah berjanji akan menikahiku bulan lalu tapi nyatanya ia masih dengan ibumu yang gila ini”

 

“ketiga, aku telah hamil anak dari Cho Hyun Jae, Kyuhyun!” tutupnya

 

 

Aku terperangah dengan apa yang dikatakan wanita itu, entah itu benar apa tidak. Penjelasannya cukup keras sehingga semua orang disini mendengarnya tanpa pengecualian termasuk adikku.

 

 

Aku mengambil pisau yang diletakkan dekat leher ibuku lalu kuarahkan ke wanita itu dan berjalan cepat kearahnya dan menarik rambutnya. Aku tak peduli persetan apa yang memasuki tubuhku yang terpenting wanita ini harus pergi dari sini.

 

“KAU BOHONG, AHJUMMA!!!”

 

Matanya menyorotkan ketakutannya dan bibirnya gemetaran atas apa tindakan yang kulakukan. Tangannya memegang tanganku yang kugunakan untuk menekan pisau ke lehernya.

 

“kupikir kau wanita mata duitan dan kau sendiri yang memaksa ayahku untuk bersamamu dan meninggalkan ibuku! Seekor anjing tak akan mau diperintah oleh orang yang asing dan kembali dengan majikannya” sarkasku langsung sedikit memberikan sentuhan tajam pisau itu ke kulit wanita itu.

 

aku pun pergi meninggalkannya yang meringis kesakitan lalu menggenggam tangan ibuku jauh darinya dan berjalan sesudah membuang pisauku ke sembarang tempat. mendekati adikku tanpa memperdulikan ayah.

 

Kudengar wnaita itu menggumamkan namaku yang membuatku jijik mendengarnya hingga suara itu mendekat di belakangku.

 

 

Aku merasakan tangan adikku sudah tak ada digenggamanku. Aku berbalik arah dan melihat ia disandera oleh wanita jalang itu. sial!

 

“berikan wanita bodoh itu jika kau ingin adikmu masih sekolah!” marahnya sembari memegang lehernya yang tersayat karena ulahku.

 

Ohh persetan!

 

Aku pun menyeret Gyu Min dari tubuh wanita itu, sebelumnya kubiarkan ibuku yang sudah pingsan sejak tadi, mungkin syok berat tadi. dan, cairan berwarna merah pekat mengalir di sekujur leherku. Banyak. tubuhku tak kuat berdiri dan tanganku melemah menggenggam tangan Gyu Min. kulit leherku terbuka mengeluarkan banyak cairan itu hingga aku tak kuat dan tergeletak seusai melihat adikku dan ibuku telah dibawa oleh dua orang seperti pengawal wanita ayahku, sedangkan ayahku sendiri entah apa yang dipikirkannya sehingga ia berjalan mundur seakan yang membuat seperti ini bukanlah dia, ohhh apa ini permainan yang dipikirannya?

 

Tanganku mengambang meminta pertolongan kepada ayahku namun apa daya tubuhku tak merespon setiap sistim darahku ataupun ototku hingga tak membutuhkan 5 detik pandanganku mengabur hingga semakin gelap, gelap, dan gelap

Namun aku samar mendengar suara dentuman lalu aku tak sadarkan diri tanpa melihat apa suara dentuman keras itu.

 

Saat itulah, kebahagiaanku sudah tak ada. Tak ada yang bisa membuatku sebahagia dulu. Tak ada yang bisa membuatku merasa harus mencintai orang lain lagi. Bisa saja aku mulai menumbuhkan perasaan cinta, namun aku tak bisa dengan Si Hyeon. Karena dialah yang membuatku tak bisa merasakan kebahagiaan. Kehadirannya lah membuat keluarga kami jadi runtuh. Karena dia, ibu dan adikku terbunuh jika bukan karena ulah ibunya.

 

Park Si Hyeon-ssi, jangan pernah mencintai orang yang membencimu. Maafkan aku.

 

-END-

 

6 Comments (+add yours?)

  1. changtaeupy
    Aug 30, 2015 @ 07:00:28

    Msh nggantung?

    Reply

  2. Laili
    Aug 30, 2015 @ 10:28:27

    ooh… ternyata si hyeon anaknya wanita itu… miris sekali hidupnya kyuhyun

    Reply

  3. shoffie monicca
    Aug 30, 2015 @ 11:00:52

    omo jd siyeon itu ank dri wnita yng buat kyu jd mndrita ksian kyu…

    Reply

  4. esakodok
    Aug 30, 2015 @ 21:18:16

    wow..bener bener harus konsentrasi berat baca ff ini
    q juga g mengira endingnya bakal seperti ini
    jd eomma sama adiknya kyu meninggal
    hahhh
    trs appanya kyu takut sama selingkuhanny

    Reply

  5. Monika sbr
    Sep 02, 2015 @ 14:09:55

    Bagus ceritanya. Tapi masih butuh sequel deh…

    Reply

  6. Young Jihae
    Sep 05, 2015 @ 19:03:39

    iya, maaf ya klo kurang nyenengin. aku usahain lagi🙂 gomawo udah baca ff bobrok-ku ini. masih banyak kekurangannya padahal.. tp gpp, makasih banget sarannya.. aku usahain buat sequel-nyaa

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: