Everyday with Evil

Everyday with Evil

 

Author by : Young Jihae (http://youngjihae19.wordpress.com/)

Title : Everyday with Evil

Genre : Sad, School-life, Romance, Angst

Main Cast : Shin Mi Yeon (OC) . Super Junior . Other Cast~

Rating : PG-14

Length : Oneshoot

Disclaimer : Mine. No Plagiarism! No CoPas! Jika ada kesamaan dengan ff lain itu ketidaksengajaan ^^

A/N : ini merupakan ff keduaku yg aku share disini (yg pertama judulnya ‘Fiction’ kalo inget *lupain aja gapapa :D). ini ff terinspirasi dari berita tahun 2007, dulu yang seorang gadis 15 tahun bunuh diri karena dihujat ELF karena masalah berfoto sama Kangin Oppa. Tapi disini aku sedikit bedain ceritanya dengan yang asli. Aku juga baru tahu baru-baru ini beritanya. Disitu aku bisa belajar kalo jadi seorang fans yang mengidolakan idolnya itu harus bersikap dewasa, bukan kekanakkan. Harus rendah diri kalo misal ada seorang fans berinteraksi dengan idolnya, bukannya mengatai ini-itu hingga berakhir mengenaskan. Aku cukup prihatin juga baca beritanya. Walaupun aku sangat sangat kudet sekali bacanya 😀 . Maavin yapps kalo kurang nyenengin ^^ Gomawoyo~~

 

 

Happy Reading!!

 

 

Shin Mi Yeon POV

 

Memakai seragam sekolah Keonkuk High School serta lengkap dengan tas punggung biru pemberian hadiah eomma-ku. Menata rambut dengan rapi dan memakai sepatu sekolah yang pas. Jika kalian mengira aku akan sekolah itu salah besar. memang benar aku berangkat sekolah, namun bukan itu tujuanku.

 

Hari ini aku bolos sekolah. Tak ada yang kupentingkan atau kuperlukan di pelajaran-pelajaran hari ini. kalian tahu mengapa aku bolos sekolah? Karena aku merasa dikucilkan oleh banyak teman disekolahku. Tak ada satupun kawan yang menemaniku ataupun sekalipun mengajak ngobrol denganku. itupun aku berusaha mengajak mengobrol dengan mereka, namun apa balasannya?? Mereka sama sekali tak mendengarku seperti aku ini seorang pelaku besar dengan mereka. Jika aku melakukan kesalahan pada mereka aku tak pernah melakukannya. Benar! selama bersekolah tak pernah ada yang namanya membuat onar didalam diriku. Aku bukan gadis semacam itu.

 

Aku tak pernah tahu mengapa semua teman mengucilkanku seperti ini. membiarkanku, tak memperdulikanku yang sendirian tanpa satu teman pun dikelas bahkan satu sekolah. Tidak ada. Mereka semua membenciku entah perbuatan dan kesalahan apa yang kulakukan. Sungguh jika matang-matang kupikir tak ada yang salah dengan diriku.

 

“kurasa kau salah jalan menuju sekolah, ”ucap seseorang dibelakangku tanpa kutoleh sekalipun. satu katapun aku sudah hafal siapa seseorang dibalik punggungku namun aku membiarkannya. Seolah tak ingin mendengarnya. Dia lelaki yang sekarang menjadi namjachingu-ku, Cho Kyuhyun oppa.

 

Tentu kalian sangat familiar dengan nama pria itu. dia salah satu personil boygrup tenar bernamakan Super Junior yang sudah merilis banyak album tiap tahunnya dan tak pernah asing di seluruh dunia. Namun yang menjadikan kalian terasa janggal ialah seorang pemuda Cho Kyuhyun yang sudah berumur 27 tahun mengencani gadis 16 tahun. aku.

 

Sangat sulit dipahami bagaimana bisa Kyuhyun oppa memiliki pacar seorang pelajar. Apa dia pedofil atau sebangsanya? Apa dia tak peduli dnegan resiko yang terjadi pada karirnya ke depan nanti? tidakkah semua fans akan menjauhinya karena Kyuhyun orang yang tak waras mengencani gadis yang sangat berbeda jauh dengannya?

 

Secara diriku sendiri, akupun tak memahami apa yang dipikirkan pria jangkung itu. kami berkenalan lewat sebuah acara yang mengundang beberapa sekolah termasuk sekolahku untuk menjawab 100 kuis pertanyaan untuk menunjukkan seberapa IQ siswa. Sekolahku pun menuntutku untuk mengikuti acara tersebut, dan jika berhasil maka akan mendapatkan beasiswa dan satu hadiah paling istimewa, yaitu menghadirkan idol yang digemari pemenang tersebut. Tak tahunya akulah pemenang di kuis tersebut sehingga aku meraih sebuah beasiswa sebanyak 2 juta. Salah satu host mengatakan bahwa aku berhak memilih salah seorang idol yang aku gemari saat ini. jujur saja aku tak begitu mengikuti aliran fans yang mengidolakan idolanya. Aku bukan seorang fans dari siapapun. Aku hanyalah gadis polos yang tak tahu bagaimana dunia K-Pop dan tak ingin mengetahuinya. Bahkan ketika teman-temanku sering berteriak melihat idolnya menyanyi didalam televisi kelasku akupun tak peduli dengan mereka dan cukup bertanya ‘apa yang kau lihat itu?’

 

Hingga aku teringat dengan adikku yang saat ini berumur 12 tahun begitu menggilai salah satu boyband yang sudah melejit ke dunia musik sejak 2005 lalu lewat album Twins yang kudengar dari adikku. Mi Young, adikku saking tergilanya dengan Super Junior, ia rela menempeli banyak poster besar disekeliling kamarnya, bahkan pintunya ia coret dengan tulisan-tulisan yang menandakan ia begitu menyukai boyband tersebut. Dulu ia pernah bercerita padaku bahwa ibuku tak mengijinkan adikku mengikuti konser tur Super Junior karena biaya tiketnya yang sangat mahal dan sudah yakin pastinya ibuku ataupun ayahku tak bisa menyanggupinya. Keluargaku sangatlah berkecukupun, kami hidup disebuah kampung yang berada di pinggiran kota Seoul dan sangat jauh dari kata mewah. Ayahku pun tak bisa membelikanku sepeda untuk berangkat sekolah hingga langkah demi langkah kugunakan dengan kedua kakiku tak mempedulikan betapa lelahnya 2,5 km itu. ibuku hanyalah seorang pencuci keliling yang hanya dibiayai 15 ribu won, ayahku sebagai pengantar semen yang membuatnya berkeliling ke beberapa pelosok desa menggunakan gerobak awetnya. Aku tak tega melihat mereka yang bekerja keras untuk menyekolahkanku dan Mi Young.

 

Dan dikesempatan kuis inilah aku mengutarakan untuk ayah, ibu, dan adikku. Uang beasiswa itu kuberikan pada ibuku untuk membenahi rumah yang sudah hampir bobrok itu dan tak layak dinamakan rumah. Uang itu masih tersisa dan digunakan sebagai penghidupan keluargaku. Dan tentang idol yang kugemari, sudah kukatakan aku tak memiliki siapapun yang kugemari. Akupun memberikan kesempatan itu untuk adikku yang menggilai Super Junior dan tahun lalu tak bisa menyaksikan konser Super Junior. Aku yakin adikku tak akan menyia-nyiakan kesempatan ini.

 

aku menyukai Super Junior!

 

===000===

 

Banyak sekali hujatan para fans Super Junior yang mengataiku secara blak-blakkan, tak kenal tata krama atau etika berbicara. Mereka membanjiriku dengan perkataan kotor, keji, dan kejam lainnya sehingga aku tak berani membuka akun sosial mediaku. Mereka begitu cerdas menemukan akunku dengan cepat dan langsung saja lewat SNS mereka mengomentariku ini-itu hanya karena masalah aku berfoto dengan salah satu personil dari Super Junior ‘Kyuhyun’ .

 

Seperti singa yang tak ada habisnya memangsa mangsanya, semua penggemar Super Junior itu masih terus meneroriku habis-habisan . Mereka semua tahu bahwa aku hanyalah gadis pinggiran yang cerdas dan berhasil memenangkan kuis dan bertemu dengan idol-ku. Pernah aku menanggapi beberapa komentar pedas mereka dengan mengatakan bahwa sesungguhnya aku tak mengidolakan siapa-siapa dan itu semua karena sebuah kesempatan cemerlang untuk adikku yang menggilai Super Junior. Tapi dari tanggapanku itu, mereka tak menganggapku dan terus mengguyurku dengan komentar pedasnya.

 

Tak hanya di media sosial saja, mereka berani-beraninya melacak ponselku dan memngirimiku banyak pesan yang semuanya berisi olok-olokkan segala binatang mereka sebut seperti anjing, babi, monyet, tikus, kancil, dan lainnya. Intinya saja aku adalah seorang gadis yang hanya mengandalkan kecerdasanku demi mempertemukanku dengan idol tersebut. Dadaku sesak merasakan itu semua. Mereka semua tak bisa membaca dengan cermat apa yang kutulis di akunku saat itu. mereka benar-benar keterlaluan sehingga aku menghapus akunku dengan sebelumnya menulis sebuah kalimat, ‘ aku hanya mencintai ayah, ibu, dan adikku ’.

 

Sejak itu aku membohongi keluargaku. Tiap pagi aku selalu memakai seragam sekolahku, namun aku tak pergi kesekolah dan berbelok kearah berlawanan dengan sekolah. Semua hari bolosku ku diisi dengan kehadiran Kyuhyun oppa. Dia tahu semuanya dan tak bisa melakukan apa-apa, hanya melindungiku dengan caranya sendiri. dia tak bisa melakukan apa-apa bukan berarti dia pria brengsek yang hanya menggoda gadis sepertiku saja. dia tak ingin aku terlibat dengan masalah dunia entertainment dan tak ingin menambah masalah lagi dengan kedekatanku dengannya. Semua teman-temanku tak ada yang tahu bahwa aku jadi pacarnya Kyuhyun oppa. Sejak acara itu, Kyuhyun oppa tertarik denganku dan akhirnya kami saling kenal satu sama lain sehingga sering berkomunikasi banyak dan pada akhirnya kami berpacaran tanpa sepengetahuan siapa-siapa. Aku juga sudah mulai jatuh cinta dengannya karena sikapnya yang dewasa, ia bisa menjaminiku dengan segala cara perlindungannya.

 

“Oppa, mereka semua masih mengataiku. Aku harus apa?” tanyaku membuyarkan lamunanku setelah lama aku berdiam dengan langkah gontaiku menyusuri taman kota Seoul ini. kami berjalan berdua dan tentu saja banyak orang disini yang tak asing dengan wajahku. Bagaimana dengan Kyuhyun oppa?? Tenang saja, ia menggunakan masker penyamar sehingga tak membuatnya merasa khawatir jika ada yang mengenali wajahnya.

 

“hmm, kau masih memikirkannya, ya? Sudahlah itu semua hanya mereka yang tak punya sifat dewasa saja. kenapa kau khawatirkan lagi?”jawabnya seraya menggandengku menyuruhku duduk disebuah kursi tak jauh dariku.

 

Benar. sebenarnya semua fans yang mengataiku hanya mereka yang tak bisa berfikiran lebih jernih dan hanya berfikiran kecil. Mereka hanya berpikir bahwa aku yang salah karena berfoto dengan Kyuhyun oppa. Saat itu bukan aku yang memintanya, tapi Kyuhyun oppa sendiri yang tiba-tiba memanggilku dan mengajakku berfoto bersama sebagai kenang-kenangan. Dan masalah mengapa foto itu tersebar karena adikku salah memposting yang seharusnya fotonya dengan seluruh anggota Super Junior yang mengunjungi tempat kami saat itu. sungguh itu momen yang memalukan. Namun waktu itu aku sadar bahwa mereka semua sangatlah rendah hati dan tak melihat keluargaku dengan pandangan jijik atau kotor sebagaimana seperti temanku yang sering mengejek rumahku. Semua anggota Super Junior sekaligus manager-nya begitu baik dan sederhana pada keluarga kami.

 

Lanjut yang tadi, Mi Young salah memposting foto dan justru fotoku bersama Kyuhyun oppa- lah yang muncul di SNS . aku dan Mi Young menggunakan akun yang sama. Mi Young menuliskan ‘terimakasih Tuhan yang memberiku kesempatan ini. aku mencintaimu’ . hingga saat sekolah mereka – semua temanku- menjauhiku hanya karena postingan adikku. Dan saat aku pulang sekolah aku membuka akunku dan sudah begitu banyak penggemar dari penjuru kota yang mengataiku dengan gamblang. Banyak perkataan yang iri padaku, menjelek-jelekkan namaku, menjelek-jelekkan keluargaku, dan mengataiku sembarangan tak peduli pada apapun yang terpenting selalu mengundang emosiku pada mereka. Benar, aku memang marah pada mereka. Tak bisakah mereka bersikap sedikit lebih leluasa? Apa otak mereka sekecil bungkus permen?? Hingga mereka selalu mengataiku dnegan mudahnya menambah amarahku hingga menangis seharian.

 

“aku takut, Oppa. Mereka benar-benar membuatku marah. rasanya aku ingin mati saja jika sudah seperti ini”pecahku hingga mendatangkan setetes air mataku perlahan turun namun hingga beberapa tetesan dan akhirnya aku tak bisa menahannya lagi. Aku menangis dalam diam menunduk. Aku menyadari banyak orang yang memandangku tajam, sudah kuyakin mereka sudah mengenalku lewat acara kuis itu dan mengenaliku karena fotoku bersama Kyuhyun Oppa.

 

Arraseo. Kumohon berhentilah memikirkan hal itu. jangan hadapi omongan mereka. Kau tahu aku sangat mencintaimu, kan? Uljima~Kyuhyun Oppa menangkupkan tangannya diwajahku, menghapus air mataku dan tersenyum manis padaku. Aku tak bisa menolak senyuman itu lalu kubalas dengan mengusap pipinya juga dengan satu tanganku. Aku juga mencintaimu, Oppa. Aku tak ingin mati jika bukan karenamu dan keluargaku yang kusayangi. Aku hanya ingin bersamamu. Tapi maafkan aku yang tak bisa menghentikan ini semua. Mereka semua telah menghunuskanku hingga membuatku seperti setan. Kau akan tahu jika kau jadi diriku.

 

Gomawo, Oppa!”desisku pelan karena jarak kita tak lebih dari 5cm. Membuatku bisa merasakan deru napasnya yang lembut dan mengalun indah kudengar. Bagaimana bisa aku mencintai pria yang berbeda sangat jauh denganku. bagaimana bisa Kyuhyun oppa mencintai gadis malang sepertiku dan menjaminiku bisa bersamanya selamanya.

 

Tiba-tiba aku merasakan bibirnya menyentuh pipiku lembut dan lama.

 

Dia masih dengan posisinya dan terus menciumku seakan memberikanku kekuatan dalam menghadapi masalah ini. perlahan aku menutup mataku dan menampung tanganku dipundaknya. Aku masih menangis dan tubuhku sudah tak kuat lagi sehingga aku harus mencengkeram erat pundak kokoh itu. mungkin aku sudah mati sejak aku dikucilkan jika saja tak ada Kyuhyun oppa yang menemaniku dan mendengarkanku tiap saat. Kupikir aku tak bisa meninggalkan dunia ini karena pria yang masih menciumku lembut dan manis ini. tak peduli dengan pandangan orang-orang sekitar lagi seakan dunia ini hanya milikku dan Kyuhyun oppa.

 

Kyuhyun oppa mengakhiri ciumannya dan mengambil ponselnya yang sejak tadi bergetar. Karena ciuman tadi, akupun mulai menghapus air mataku menahan tangisku yang sebenarnya ingin kukeluarkan semuanya. Sebagai rasa kecewaku pada semua fans Super Junior yang bersikap kekanakkan itu. tak mengenaliku dan mendengarkan penjelasanku sekalipun. aku tahu bahwa suatu saat mereka akan kecewa dan merasakan bagaimana rasanya jadi diriku. Kutahu itu pasti.

 

“hmm, arraseo!”ucapnya menutup sambungan teleponnya lalu menoleh seksama padaku. Ada pandangan kekhawatiran yang kulihat dari matanya. Dan tatapan seperti mengasihaniku.. mengapa kau menatapku seperti aku ini harus dikasihani? Aku tak suka dengan orang-orang yang mengasihaniku, oppa.

 

“ada meeting sebentar untuk konser 2 minggu lagi di Jepang. Ayo kuantar kau pulang.”ajaknya sembari berdiri dan mengarahkan tangannya padaku. Spontan aku menggeleng cepat masih menunduk seolah pandangan kebawah adalah pandangan yang menarik bagiku.

 

Pulang? Ini bahkan masih jam sekolahku. Aku takut ibuku memarahiku yang bolos sekolah. Aku masih belum siap untuk itu. aku hanya ingin menghabiskan waktu denganmu, Oppa. Kumohon jangan ikut meeting itu dan kumohon jagalah aku.

 

Jagalah aku jika sewaktu-waktu aku bisa mengakhiri semuanya.

 

“ck! Pulang ke apartemenku, sayang~”

 

===00===

 

Berhari-hari aku masih terus membohongi kedua orangtuaku dan kabur dengan Kyuhyun oppa. Tiap hari dialah temanku satu-satunya yang kumiliki. Tidak! dia juga teman hidupku yang sangat aku cintai. Dia sangat memahamiku dan menjadi pendengar baikku. Cho Kyuhyun, pria sebelas tahun lebih tua denganku yang benar-benar memberikan cintanya padaku dan sikapnya yang selalu membuatku bisa bertahan hidup sampai sekarang.

 

Kyuhyun oppa sudah mulai mengurangi jadwalnya karena dia tahu aku adalah tamu langganannya tiap hari di apartemennya. Bahkan semua hyung-hyungnya tak mengetahui tentangku sama sekali karena Kyuhyun oppa sangat telaten menutupi rahasia pribadinya dari semua orang. Dia sudah berjanji padaku bahwa tak akan ada orang yang mengetahui Shin Mi Yeon berpacaran dengannya. Aku mempercayainya.

 

Aku mengambil segelas air didapur. Ini sudah siang dan aku masih ingin terus tinggal di apartemen milik Kyuhyun oppa. Disini aku bisa bebas apapun sekaligus sedikit melupakan masalahku dengan penggemar itu. tohh, aku juga sudah mengganti ponselku sehingga tak ada satupun dari mereka yang menghubungiku. Akun sosial media-ku sudah kuhapus. Tak akan ada yang berhasil menemukan nomer baruku saat ini sehingga aku nyaman dengan situasi saat ini. tak ada yang menghantuiku tiap harinya. Mereka semua benar-benar menakutkan dengan selalu mengataiku sebarang.

 

Dering sms di ponselku berbunyi tanda ada pesan masuk. Dengan cepat aku mengambil satu apel didalam kulkas dan menggigitnya sambil berjalan kearah meja makan, tempat ponselku berada. Kulihat terpampang nama adikku ‘Mi Young’ di layar ponselku. Segera kubaca pesan dari adikku itu dan baru beberapa detik kubaca aku sedikit terkesiap dengan tulisannya.

 

 

‘heyy tikus tak tahu diri!! Kupikir kau sudah mati. Ternyata kamu masih betah dengan kami?? Mengapa kau menggantinya?? Takutkah kau dengan kami? Asal kamu tahu anjing jalang! Semua orang akan tahu bahwa kau hanyalah gadis penggoda pria dewasa dan kau hanyalah orang yang tak tahu diri dan tak bertanggung jawab. Dasar perekat gila!!’

 

 

Tanganku bergetar setelah selesai membaca pesan itu. si pengirim itu bukan adikku, melainkan orang lain yang memanfaatkan adikku sebagai umpannya. ternyata mereka belum lelah menanggapiku buruk seperti itu. mereka seperti air terjun yang tak ada hentinya mengalir deras dan terus mengalir sampai dunia ini runtuh. Apa aku akan seperti dunia itu? mereka terus membanjiriku dengan kata-kata pedas mereka yang membuatku ingin membunuh mereka. Namun aku bukanlah gadis penyerang yang mudah begitu saja, aku masih normal dan masih punya harga diri dan pikiran untuk menanggapi itu semua. Aku tidaklah sama dengan mereka.

 

Tapi, perlahan hatiku runtuh seketika melihat tulisan itu lagi. ‘gadis penggoda pria dewasa’?? apa aku gadis semacam itu??? memang benar, tapi kalian memahaminya salah. Bukan aku yang menggodanya, Kyuhyun menyukaiku sejak pertemuan pertama kami diacara dulu. Seolah harga diriku sudah dijatuhkan begitu saja dengan olokkan itu saja. itu cukup menyakitkan bagiku. Ada meja dibalik punggungku yang menampung tubuhku yang sudah selembek daun pisang. ‘kau hanyalah orang yang tak tahu diri dan tak bertanggung jawab’ ?? apa yang perlu kulakukan lagi jika sudah berpuluh-puluhan kali aku mengetik meminta maaf pada semuanya dan apa yang harus kulakukan lagi selain meminta maaf??

 

Semua perkataannya mewakili perasaanku yang sudah kacau balau ini. aku tak tahu apa yang harus kukatakan pada mereka semua yang tak tahu apa-apa. Akupun pergi beringsut kembali kerumah orangtuaku. Kini keadaanku sudah benar-benar tak bisa kuceritakan lagi. Aku tak tahu harus mengatakan apa lagi pada mereka yang tak bisa mengerti aku. Mereka yang benar-benar dibodohi oleh pikiran sederhana mereka. Kurasa menghentikan semuanya adalah cara terbaik. Sebelum pergi aku menulis sebuah surat untuk Kyuhyun oppa dikertas note merah yang kutempelkan ke pintu kulkas.

 

..

 

Malamnya,

Sudah sekitar 235 pesan yang memasuki ponselku dan isinya tentu sama seperti ponsel duluku. Mereka, fans Super Junior. Tak ada henti-hentinya mereka mengataiku. Banyak juga yang mendoakanku mati secepatnya agar tak mengganggu mereka lagi. Mereka bilang sangat muak denganku yang tak pernah membalas pesan mereka. Yahh memang aku tak pernah membalasnya sekalipun. percuma saja aku mengatakan mereka juga tak akan peduli dengan perminta maafku. Mereka terus mengirimiku dengan banyak pesan

 

kenapa tidak mati saja? tidakkah kau lelah, gadis perekat??!!

 

jika aku jadi kau, mungkin aku sudah mati karena tak kuat dengan olokkan itu. jadi, matilah sekarang kau, iblis gila

 

sekali kau bertemu dan tersebar lagi fotomu dengan uri oppa . tanggal kematianmu berada ditanganku, bodoh!

 

 

Mengakhiri semuanya.

 

 

Aku akan menutup semua permasalahan ini tanpa terlibat seseorang siapapun. Baiklah, aku akan bertanggung jawab oleh semua yang kulakukan yang membuat mereka tersakiti dan begitu menyedihkan karena tak punya kesempatan sama halnya denganku. sekarang aku akan memberikan semuanya pada kalian. Aku tak akan mengganggu kalian lagi. Yang ada, kalian lah yang akan terganggu sendiri dengan kesalahan kalian sendiri, dengan keputusan yang kalian buat. Aku tak akan membuat kalian iri lagi.

 

Karena semua ini kuakhiri dengan nyawaku. Sebagai rasa tanggung jawabku dan rasa bersalahku pada kalian semua. Aku tak akan bertele-tele lagi untuk memutuskannya. Kalian tak perlu kapan aku akan mati dan kalian tak perlu menentukan tanggal untuk membunuhku. Yang ada nanti kalian akan dipenjara karena membunuh orang yang tak bersalah, aku.

 

 

 

 

hari ini aku berjanji akan bertanggung jawab. Aku tak akan mengganggu kalian semua seperti kalian yang setiap harinya menggangguku. Maafkan aku yang telah membuat kalian sakit hati dan iri padaku. Baiklah, aku salah. Aku akan menuruti perkataan kalian baru-baru ini. akan kulakukan.

Untuk ibu, ayah, Mi Young-ah . . aku menyayangimu sebesar tuhan menyayangi kalian. Maafkan anakmu ini yang benar-benar bodoh. Maafkan aku yang berbohong pada kalian. Sejak acara kuis yang memberiku uang 2 juta won itu, aku berhenti sekolah karena tak ada lagi orang yang memperdulikanku disana. Kalian tak perlu marah pada mereka. Aku melakukan semua ini karena aku mencintai kalian dan tak ingin kalian terlibat dalam masalahku. Kalian tak perlu menyalahkan Mi Young, dia masih kecil dan tak tahu apa-apa. Serahkan semuanya padaku. Maafkan aku sekali lagi.

Aku yang menyayangi kalian, Shin Mi Yeon ❤

 

 

 

===000===

EPILOG

 

Dari kejauhan yang orang-orang tak akan melihatku. Tempat yang menurutku sangat nyaman. Berada dipangkuan tuhan yang bisa menenangkanku. Perasaan senang, bahagia, menyejukkan, dan indah yang tak pernah kubayangkan sebelumnya selama 16 tahun aku hidup sebagai manusia. Kini aku berada disebelah Tuhan. Membicarakan banyak hal sekaligus menanyakan tentang apa salahku selama ini. dan semua orang sebenarnya memihakku, tetapi mereka yang setiap harinya menggangguku seperti setan itu selalu menjerumuskan orang-orang itu agar memihak mereka dan menyalahkanku. Hingga akhirnya Tuhan memberikanku pria yang cukup menemaniku tiap hari disaat tak ada yang mempercayaiku. Hanya dia-lah yang mempercayaiku sampai kapanpun. Semua itu bukanlah salah siapa-siapa. Bukan salah Mi Young, adik manisku dan juga bukan salah Kyuhyun oppa yang memintaku berfoto. Semua hanyalah kesalahan orang-orang yang tak bisa berfikir lebih jernih lagi. Tak bisa memikirkan ke depannya dan ingin melibatkan semua orang dipihaknya. Bukan berarti aku menyalahkan orang-orang itu, hanya saja cara berpikir mereka saja yang belum bisa paham. ingin memenangkan kesalahpahaman dibandingkan memenangkan keadilan.

Disini, aku bisa melihat Kyuhyun oppa yang melakukan aktivitas seperti biasanya tanpa beban apapun. Yahh, itu semua karena pesanku padanya sebelum pulang kerumah dulu. Aku bisa melihat Kyuhyun oppa yang benar-benar humoris, menyenangkan, selalu membuat orang tertawa, dan selalu mengandalkan image evil-nya. Dia pria sejati yang pernah kutemui dan baru beberapa saat aku sudah mencintainya. Aku ingin menjaganya dan melindunginya sepenuh hatiku. Dia cinta pertamaku, Cho Kyuhyun.

 

 

 

Kyuhyun Oppa, kau tahu aku mencintaimu sejak pertama kali kita bertemu. Aku ingin bahagia denganmu tanpa memikirkan seberapa jauh jarak umur kita. Kau pria sejati yang pernah kutemui didunia ini. jika boleh aku ingin kau menuruti permintaanku ini.

Kumohon jadilah pria seperti ini dan jangan melibatkanku dalam kehidupanmu. jangan banyak berpikiran berat tentangku. Aku tak menyuruhmu melupakanku, aku hanya ingin kau memperlakukan istrimu kelak sama sepertiku. Mencintai dengan seluruh perasaanmu. Aku akan terus melihatmu dimanapun kau ada.

Karena hatiku tak mau jauh denganmu, Oppa.

 

Terima kasih telah menemaniku dan mencintaiku,

Shin Mi Yeon..

 

 

 

~END~

9 Comments (+add yours?)

  1. navyCho21
    Aug 30, 2015 @ 13:09:31

    Kok sedih? Kok sedih? Uwaaaa😭 Baper mode on!
    Semoga cerita ini bisa mewakili perasaan mereka yg tersakiti dan menyadarkan yang lainnya. Aaa~ ngefeell bangetttttttt uhuk uhuk

    Reply

    • Young Jihae
      Sep 05, 2015 @ 18:51:16

      ehehee~ iya tuh, biar tau rasa gimana perjuangan kita itu udah gak pernah ada ujungnya.
      gomawo udah baca, yaa~ 🙂

      Reply

  2. shoffie monicca
    Aug 30, 2015 @ 18:14:44

    hiks hiks hiks sdih bngt knpa ko gtu sih bkn slh miyong mrka sma2 sling mncintai.. huh klo blh ak jujur awalnya ak jg ngga trima sungmin nikh tp gmna lg itu dh takdir mrka.. kta aj blh mnikh sm orng lain knpa idol kita ngga blh…

    Reply

    • Young Jihae
      Sep 05, 2015 @ 18:59:17

      iya, kadang ELF cintanya sampek gak rela lah ngelepasin apa yang udah jadi miliknya. meang dasarnya gitu kali ya, cinta.
      hehee~ thanks udah baca, shoffie 🙂

      Reply

  3. Laili
    Aug 30, 2015 @ 21:04:16

    aah… sedih… mereka gk bisa bersama. semoga orang2 yg berpola pikir sempit kek gitu segera sadar…
    keep writing…

    Reply

    • Young Jihae
      Sep 05, 2015 @ 19:05:18

      all. gomawo udah baca. karena aku masih jadi author muda jadi sedikit nyeleneh ceritanya. maaf yha kalo kurang jelas ff-nya.

      Reply

  4. esakodok
    Aug 30, 2015 @ 21:09:05

    minyoung ah. akhirnya kau memilih untuk menyerah…
    fans disini garis keras banget yak…

    Reply

  5. febrikim2247
    Aug 31, 2015 @ 08:41:49

    eeeh.. bukannya bunuh diri itu dosa dan masuk neraka ya? kok bisa dipangku tuhan? berada disisinya lagi

    Reply

  6. Jung hye min
    Aug 31, 2015 @ 15:29:06

    Ide cerita nya bagus, tapi dsn si kyuhyun kurang berkharisma 🙂

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: