Please, Don’t Be Sick Again!

photogrid_1424102234198

Double_A

Cho Kyuhyun l Song Jieon l and many others

Oneshot

PG-13

 

 

 

Hai semuanya!! apa kabar? masih ingat aku gak? atau masih ingat sama pasangan kocak Kyuhyun-Jiyeon? well, aku hadir kembali dengan kelanjutan series dari CRIME PARTNER.

Well, tanpa mengulur-ulur wktu lebih pnjang lagi silahkan check this out guyss ^_^ hope you like it.

Jangan lupa kritik dan sarannya yang membangun ya chingu!! satu komentar dari kalian sangat membantu untuk menambah semangat dn membuat tulisan aku semakin bagus untuk kedepannya. thanks before, loph u muach :*

FF ini udah pernah aku post di WP-ku pribadi ya https://sparcloud.wordpress.com/ jadi cerita ini hasil karya aku sendiri dan bukan plagiat J

 

 

Sesuia dengan janji Kyuhyun, hari ini ia akan menjemput Jiyeon ditempat les ballet-nya, dan sekarang gadis itu sedang menunggu dengan ditemani oleh ketiga sahabatnya. Nara, Hyunji dan juga Hyerin. Mereka bertiga sangat mengagumi ketampanan Kyuhyun, begitu tahu kalau Jiyeon akan dijemput oleh kekasihnya, dengan senang hati ketiga gadis itu menemani sahabatnya. Jiyeon melirik jam tangan bermerk ditangan kirinya, pemberian dari Kyuhyun.

 

Ini sudah lebih dua puluh menit dia menunggu, tapi Kyuhyun masih belum memunculkan dirinya juga. Khawatir? Tentu saja, dulu Kyuhyun pernah datang terlambat menemui Jiyeon karena suatu kecelakaan kecil yang terjadi. Meskipun tidak terjadi apa-apa pada Kyuhyun, tetap saja itu membuat Jiyeon kalang kabut merasa takut.

 

“Jiyeon-ah, bukankah itu temannya Kyuhyun Oppa?”. Jiyeon mengikuti arah pandang yang ditujukan oleh Hyerin. Disana seorang pria keluar dari mobil Audi silver dan menuju kearah mereka. Jiyeon berharap kalau itu Kyuhyun, tapi ternyata yang datang malah Jonghyun.

“Kyuhyun tidak bisa menjemputmu, Jiyeon”. Itu kalimat pertama yang Jiyeon dengar saat Jonghyun sudah berdiri dihadapannya.

Wae?”. Rasa khawatir menghantui Jiyeon. Kyuhyun tidak datang menjemputnya. Kyuhyun bukan tipe pria yang pengingkar janji dia hanya sering ngaret dalam urusan waktu. Dia sering datang terlambat dalam janji pertemuan mereka ataupun menjemput Jiyeon, tapi meskipun terlambat Kyuhyun tetap akan datang. Padahal sore ini mereka akan berjalan-jalan sebentar setelah kelas ballet Jiyeon selesai.

“Kyuhyun sakit, eum…dia demam”.

MWO?? Kenapa bisa? sejak kapan? kenapa dia tidak memberitahuku?”. Jiyeon berteriak kaget kepada Joghyun diikuti dengan pertanyaan beruntunnya.

 

“Sejak tadi pagi, dan sekarang sudah semakin parah. Jadi dia menyuruhku untuk menjemputmu pulang, dan dia juga minta maaf karena tidak bisa menepati janjinya”.

“Ayo kita kerumah Kyuhyun”. Jiyeon menarik tangan Jonghyun begitu saja, tidak memperdulikan lagi ketiga sahabatnya yang masih berdiri mematung mendengar kabar bahwa idola mereka sedang sakit.

“Kyuhyun menyuruhku untuk mengantarmu pulang. Kerumahmu”. Ucap Jonghyun menjelaskan apa yang diperintahkan Kyuhyun.

“Rumah Kyuhyun itu rumahku juga”. Sungut Jiyeon.

“Hey! Kami ikut boleh tidak?”. Jiyeon mengangguk pelan memberikan izin kepada ketiga sahabatnya untuk menjenguk Kyuhyun.

*********

“KYUHYUN!!!”.Jiyeon berteriak begitu saja ketika sudah tiba dirumah Kyuhyun, berlari menaiki tangga dengan desain lingkaran itu menuju kekamar Kyuhyun.

BRAKK!!

Kyuhyun tersentak dari tidurnya ketika mendengar suara dentuman keras. Sial! Siapa yang mengganggu waktu istirahatku? Kyuhyun mendesis kesal. Seingatnya dia baru saja beristirahat, tapi harus terjaga kembali karena suara keras itu. Perlahan Kyuhyun membalikkan badannya dimana suara berisik itu berasal, belum sempat dia tahu apa yang terjadi, tiba-tiba saja tubuhnya dihantam kuat oleh beban berat lainnya.

“Kau kenapa sakit?”. Suara itu, rasa kesal dan marah Kyuhyun menguap begitu saja. Suara Jiyeon bergetar, dia menangis. Bagaimana bisa Kyuhyun marah kepada seseorang yang sangat mengkhwatirkannya? Kyuhyun tersenyum kecil, senang mengetahui betapa khawatirnya Jiyeon kepadanya.

Kyuhyun membalikkan badannya menjadi terlentang, menatap Jiyeon lembut yang masih sesegukan dengan tangisnya. Perlahan tangan putih pucatnya itu menghapus air mata itu.

“Cengeng sekali. Aku hanya sakit bukan mati”. Gurauan Kyuhyun dibalas dengan pukulan keras dibahu pria itu. Pertanda Jiyeon tidak senang dengan candaan Kyuhyun kali ini.

“Kau membuatku takut. Kenapa tidak mengabariku jika sakit, huh?”. Jiyeon masih saja menangis, entah apa yang begitu dikhawatirkannya. Kyuhyun hanya sakit, demam biasa, tidak perlu sampai harus dirawat inap dirumah sakit. Tapi reaksi Jiyeon seperti dirinya sedang dijemput malaikat maut saja.

“Dia memaksaku untuk membawanya kesini, Kyu”. Kyuhyun mengalihkan pandangannya kearah pintu, Jonghyun yang dikelilingi dengan tiga gadis muda. Kyuhyun tersenyum, lalu mengangguk mengerti.

Gwaechana”.

“Kyuhyun Oppa kau sakit apa?”. Gadis pertama yang masuk dan langsung duduk dipinggir kasur Kyuhyun itu bertanya dengan tampang khawatirnya, jangan lupakan juga dengan tatapan memujanya itu.

“Aku hanya demam, tidak terlalu serius Nara”. Ujar Kyuhyun lemah. Nara menghembuskan nafasnya lega.

“Syukurlah. Melihat ekspresi Jiyeon tadi seperti mendengar kau sedang sekarat Oppa”. Lanjut Hyunji yang disambut dengan kekehan Kyuhyun dan yang lainnya.

So ladies, berikan waktu istirahat untuk Kyuhyun dan…. waktu untuk mereka berdua”. Jonghyun menunjuk Kyuhyun dan Jiyeon bergantian. Jonghyun dan ketiga sahabat Jiyeon langsung keluar dari kamar bernuansa putih itu.

“Kau tidak ingin keluar juga, Song? Makan bersama mereka mungkin. Jung ahjumma sudah menyiapkan banyak makanan”. Bukan perintah, dia hanya berbasa-basi saja meskipun sudah tahu kalau Jiyeon tidak akan melangkah sedikitpun jika sudah berdekatan dengannya, baik sedang sakit maupun sehat.

“Aku ingin makan denganmu saja”.

“Aku akan makan bubur sampai pulih, kau mau juga?”. Jiyeon mengangguk. Asalkan bersama Kyuhyun yang tidak enak dan tak disukanya pun akan berbeda rasanya.

“Kau sendiri dirumah?”. Tanya Jiyeon yang menyadari betapa sunyinya rumah Kyuhyun. Tapi memang rumah pria itu selalu sunyi, semuanya sibuk dengan aktivitas masing-masing.

“Ada Jung ahjumma. Ahra noona masih di Jepang, dan appa eomma sedang di Jeju”. Jiyeon mengangguk mengerti. Keadaan rumah Kyuhyun tidak berbeda jauh dengan keadaan rumahnya yang begitu sunyi juga. Tapi setidaknya rumah Jiyeon masih sedikit ramai dengan ada beberapa pekerja dirumahnya.

“Kenapa tidak memberitahuku kalau kau sakit? Kau sengaja?”.

“Tidak Song. Aku pikir demamku akan hilang sendirinya, tapi malah bertambah parah saja”. Ujar Kyuhyun lemah

“Kau terlalu menyepelakan kesehatanmu”. Omel Jiyeon

“Ya, kurasa begitu. Tapi setelah melihat reaksi khawatirmu yang berlebihan itu aku akan menjaga kesehatanku dengan baik”.

“Aaaaa….”. dengan semangat dan begitu telaten Jiyeon terus saja menyuapi bubur yang sudah disiapkan Jung ahjumma untuk Kyuhyun, pria itupun dengan senang hati menerima suapan dari Jiyeon dan juga perlakuan gadis itu yang sangat manis.

“Ini yang terakhir, oke?!”. Kyuhyun berbicara dengan bubur yang masih penuh didalam mulutnya. Kerongkongannya tidak enak, kering, dan makanan apapun yang akan masuk kemulutnya akan pahit bahkan tidak ada rasa sama sekali, hambar.

Dia sudah ingin berhenti makan saat suapan kelima dari Jiyeon, seperti tuli atau memang tidak mau perduli Jiyeon terus saja menyuapkan bubur yang sudah ditolak berkali-kali oleh Kyuhyun. Gadis itu mendadak semangat merawat orang sakit seperti seorang suster saja, bahkan saat dia demam saja tidak mau makan sama sekali.

“Song, aku sudah benar-benar kenyang. Berikan obat saja untukku”. Sela Kyuhyun saat melihat Jiyeon akan mengambil sesendok bubur lagi dari mangkuk oval yang berada ditangan gadis tersebut.

“Tapi ini belum habis”.

“Kau habiskan saja, tadi kau bilang ingin makan apa yang aku makan”. Jiyeon cepat-cepat meletakkan mangkuk itu kembali diatas nampan yang terletak diatas nakas disamping tempat tidur Kyuhyun. Makan bubur? Dia tidak suka dengan makanan lembek, cair yang abstrak seperti itu.

“Omonganmu besar sekali. Tadi saja kau mengangguk setuju untuk makan bubur”. jiyeon hanya tertawa kecil, mengakui kebodohannya itu.

“Sekarang minum obatnya!”. Titah Jiyeon, memberikan obat kepada Kyuhyun dan juga segelas air. Dalam sekali tegukan Kyuhyun sudah meminum ketiga pil obat itu sekaligus.

“Daebak!! Bagaimana bisa kau minum obat seperti itu? Aku satu saja sangat susah”.

“Hanya orang dewasa saja yang bisa melakukannya. Kau itu bocah, kau ingat?”. Kyuhyun tersenyum mengejek melihat ekspresi kesal Jiyeon.

“Sekarang makan, Song. Jangan sampai kau yang sakit nantinya”. Seru Kyuhyun setelah merasa nyaman dengan baringannya. Jiyeon mengangguk singkat, lalu membetelukan letak selimut Kyuhyun sebelum keluar menuju ruang makan.

**********

“Bagaimana Kyuhyun?”. Tanya Jonghyun yang pertama kali melihat Jiyeon memasuki ruang makan yang dipenuhi dengan makanan dan juga orang.

“Sudah tidur dan Kyuhyun menyuruhku untuk makan”. Ujar Jiyeon singkat. Dia langsung mendudukkan bokongnya disamping tempat Changmin, tidak sadar dengan tatapan memuja yang dilayangkan kepadanya itu.

“Nara, Hyunji dan Haerin mana?”. Menyadari ketiga sahabatnya tidak disana, Jiyeon bertanya kepada Jonghyun.

“Mereka baru saja pulang. Tidak berpamitan kepadamu karena kau sedang sangat serius merawat Kyuhyun”. Jelas Jonghyun yang dibalas anggukan Jiyeon.

“Kau tidak menyadari kehadiran kami, Jiyeon?”. Donghae yang merasa diabaikan oleh gadis cantik seperti Jiyeon itu tidak terima. Jiyeon mengalihkan pandangannya kearah Donghae yang duduk disamping Jonghyun, dan Changmin yang duduk disampingnya.

“Hehe. Annyeong oppa!”. Sapa Jiyeon dengan senyuman lebarnya.

“Sejak kapan Oppa disini? Tadi hanya ada Jonghyun Oppa saja”. “Sejak kau sedang sibuk merawat dan mengomeli Cho Kyuhyun yang jatuh sakit”. Jiyeon mengusap-usap tengkuknya yang tidak gatal, merasa malu dan tersipu dengan perkataan Donghae seakaan menunjukkan dirinya itu kekasih yang sangat perhatian dan juga protektif.

“Kalau begitu nikmati makananmu! Kami akan mengawasimu dan akan memberikan laporannya kepada Kyuhyun”. Jiyeon terkekeh geli dengan ucapan Changmin.

Jiyeon tidak mendapati Kyuhyun di atas kasurnya seperti terakhir kali dia keluar dari kamar itu untuk makan. Awalnya dia sangat khawatir kemana Kyuhyun, takut terjadi apa-apa kepada pria itu. Tapi setelah mendengar gemercik air dari dalam kamar mandi dia bisa bernafas lega. Sakit bukan berarti tidak membutuhkan toilet, kan? Pasti Kyuhyun sedang melaksanakan panggilan alamnya, pembuangan air.

Setelah makan yang ditemani oleh ketiga sahabat Kyuhyun, Jonghyun, Changmin dan Donghae, dia tidak langsung kembali kekamar Kyuhyun. Awalnya dia sudah berniat untuk cepat-cepat menyelesaikan makannya lalu kembali menjaga Kyuhyun, tapi niat nya dilarang oleh Donghae. Disaat sakit atau sedang kesusahan, Kyuhyun membutuhkan waktu untuk sendiri tanpa ada gangguan orang lain. Sampai dia merasa sudah cukup dengan kesendiriannya, Kyuhyun akan menceritakan apa yang terjadi atau mengadu sakit dengan sangat manja.

Begitu yang dikatakan Donghae tadi selaku sahabat dan sepupu bagi Kyuhyun. Lagipula Kyuhyun juga sedang tidur, biarkan dia beristirahat dengan tenang.Daripada dirinya kebosanan menunggu Kyuhyun terbangun, ketiga pria itu mengajak Jiyeon untuk mengobrol santai ditaman belakang rumah Kyuhyun.

Ini sudah pukul delapan malam. Jonghyun dan Changmin berpamitan pulang, kecuali Donghae yang lebih memilih menginap saja. Dan dirinya sendiri juga tidak berminat sama sekali untuk pulang, dia akan menginap dirumah Kyuhyun, dan memastikan sampai kekasihnya itu sehat seperti semula.

Jiyeon menaiki kasur Kyuhyun yang berukuran King Size itu, menidurkan tubuhnya dan menarik selimut berwarna biru itu sampai keatas dadanya. Nyaman sekali. Ceklek

“Kau sedang apa?”. Tanya Kyuhyun kaget melihat Jiyeon yang sedang berbaring nyaman diatas tempat tidurnya sambil memainkan Ipad miliknya.

“Tidur”.

“Bukan, maksudku kenapa kau tidur dikamarku?”. Tanya Kyuhyun lagi memperjelas maksudnya.

“Terus aku harus tidur dimana?”. Tanya Jiyeon balik yang enggan untuk bangun dari baringannya.

“Ini sudah malam, kau tidak pulang?”. Tanya Kyuhyun tidak menggubris pertanyaan Jiyeon yang sebelumnya. Dia masih sibuk mengeringkan rambut basahnya menggunakan handuk kecil. Dia baru saja selesai mandi, setelah terbangun tadi dia merasa sangat gerah. Lalu memutuskan untuk menyegarkan tubuhnya.

“Tidak. Donghae Oppa juga menginap”. Beritahu Jiyeon.

“Kalau begitu biar kusuruh Donghae Hyung mengantarmu pulang”. Jiyeon langsung terbangun dari tidurnya, ingin menunjukkan aksi protesnya kalau dia tidak ingin pulang. Tapi belum sempat melayangkan penolakannya dia malah disajikan dengan pandangan yang sangat memukau.

Rambut basah Kyuhyun, kaos putih tanpa lengan ditambah dengan celana biru muda sebatas lutut Kyuhyun. Pria itu terlihat sangat fresh meskipun wajah pucatnya masih sangat kentara terlihat, Kyuhyun berkali-kali luar biasa tampan dan memukau jika selesai mandi, dan ini kali pertama melihat Kyuhyun dalam keadaan sesegar itu.

“Kenapa melihatku seperti itu?”. Tanya Kyuhyun heran yang melihat Jiyeon memandangnya tanpa kedipan.

“Aku tidak percaya saat Joong Ki oppa bilang kalau pria itu terlihat lebih sexy jika selesai mandi, karena aku tidak melihat itu didiri Joong Ki oppa. Sekarang aku percaya, kau sangat sexy Kyuhyun oppa”. Langsung saja Kyuhyun melemparkan handuk putih yang digunakan untuk mengerikan rambutnya itu kearah Jiyeon, tepat mengenai wajah gadis itu.

Kyuhyun mendengus kesal, bagaimana bisa seorang kakak berbicara dengan santai kepada adiknya yang masih bocah seperti Jiyeon mengenai hal yang menurut Kyuhyun dewasa untuk gadis itu.

“Tapi kenapa kau mandi? Kau masih sakit, oppa”. Tanya Jiyeon yang mulai sadar, bahwa pria itu tidak hanya tampan dan sexy setelah mandi. Tapi dia mandi disaat yang tidak tepat, dia sedang sakit.

“Aku gerah. Aku ini bersih, tidak kotor sepertimu yang malas mandi”. Sungut Kyuhyun sambil memilih-milih baju yang layak digunakannya, dia tidak bisa berpakaian tanpa lengan seperti ini dihadapan Jiyeon.

“Tetap saja tidak bisa oppa, nanti sakitmu bertambah parah”.

“Apa gunanya obat jika tidak ada yang sakit, huh?”. Jiyeon mengangguk membenarkan, lalu melempar asal Ipad yang dipegangnya tadi, beranjak dari kasur Kyuhyun dan menuju kearah pria itu.

“Berikan aku pakaian ganti, aku juga mau mandi”. Jiyeon mengarahkan telapak tangan kanannya kearah Kyuhyun, sebuah kode dia meminta baju dari pria itu.

“Kau akan pulang, Song”. Sahut Kyuhyun sambil menutup pintu lemari berwarna putih itu. “Aku tidak mau pulang. Aku akan menginap disini sampai kau sembuh”.

“Aku akan sembuh, tidak perlu khawatir. Apa aku saja yang mengantarmu?”. Jiyeon menggeleng lemah. Dia hanya ingin disini, bersama Kyuhyun. Memastikan bahwa kekasihnya itu sembuh total, apa itu salah?

“Tidak ada siapa-siapa dirumah, aku juga sudah beritahu Joong Ki oppa akan menginap disini”. Ujar Jiyeon lemah. Dia sudah mendapatkan izin dari kakaknya, jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

“Oke. Tapi kau akan tidur dikamar Ahra noona”. Putus Kyuhyun.

“Aku tidur denganmu”. Jiyeon memeluk manja tubuh Kyuhyun sebagai penolakannya untuk tidur dikamar Ahra.

“Mandi dulu! Aku akan mengambil baju noona untukmu”. Ujar Kyuhyun dan cepat-cepat melepaskan tubuh Jiyeon darinya. Hanya sekedar pelukan, tapi membuat jantung Kyuhyun seperti akan meledak saja.

Dia sangat jarang, bahkan terbilang tidak pernah menerima sebuah pelukan terlebih dahulu dari Jiyeon, biasanya dia yang akan terlebih dahulu untuk memulai. Jadi pantas saja jika Kyuhyun shockdan merasa senang bahagia sekaligus.

“Kau mandi?”. Tanya Donghae saat melihat Kyuhyun yang baru saja keluar dari kamar Ahra. Kyuhyun hanya mengangguk sebagai jawaban, lalu mengikuti langkah Donghae yang memasuki kamar pria tersebut yang memang berada didepan kamar kakaknya.

Donghae sangat sering kerumah Kyuhyun, tidak hanya sekedar mampir atau berkunjung, tapi dia juga sering menginap. Sehingga orangtua Kyuhyun memutuskan untuk merombak salah satu kamar tamu mnejadi kamar pribadi Donghae.

“Aku tidur denganmu, bagaimana?”. Donghae mengerutkan keningnya tidak mengerti.

“Jiyeon tidak ingin tidur dikamar noona, dia ingin tidur..”.

“Denganmu”. Potong Donghae cepat. Kyuhyun terbelalak, bagaimana Donghae bisa tahu? Atau mungkin dia mendengar semua percakapan dirinya dengan Jiyeon?.

“Jangan mencurigaiku! Kalau bukan denganmu, mana mungkin dia akan meminta tidur denganku”. Sahut Donghae menjawab rasa penasaran Kyuhyun.

“Ya, jadi aku akan tidur denganmu malam ini hyung”.

“Lalu kita akan tidur bertiga disini? Dikamarku?”. Kali ini Kyuhyun yang tidak mengerti dengan pernyataan Donghae.

“Kau dan aku saja, hyung. Memang siapa satu orang lagi yang akan tidur dengan kita?”. Donghae tersenyum tipis. Lucu sekali melihat Kyuhyun saat sedang bodoh seperti ini. Selain tampan, kaya dan juga kelebihan lainnya, Kyuhyun juga dikenal dengan otak geniusnya itu. Dia akan cepat tangkap dengan permbicaraan mengenai apapun, bahkan sudah cepat mengetahuinya sebelum diberitahu sampai selesai. Tapi malam ini otak cerdas Kyuhyun bekerja dengan sangat lamban, efek sakit atau efek Jiyeon yang meminta tidur dengannya?

“Jiyeon. Dia ingin tidur denganmu, bukan dikamarmu”. Jelas Donghae

“Dikamarmu dan tidur denganmu dua hal yang berbeda, Kyu. Tidur denganmu itu tidak harus dikamarmu, dimana saja asalkan denganmu”. Sambung Donghae memberikan penjelasan, meskipun sebenarnya dia tidak perlu menjelaskan sepanjang lebar itu kepada Kyuhyun. Pria itu juga dapat memahaminya sendiri.

“KYUHYUN OPPA!! PAKAIANKU MANA?”. Terdengar teriakan nyaring dari luar kamar Donghae. Kyuhyun menepuk keningnya agak keras, bagaimana dia bisa lupa untuk mengantarkan baju noona nya untuk Jiyeon. Gara-gara gadis itu meminta tidur dengannya, pikirannya jadi kalang kabut.

Memang hanya sekedar tidur biasa, tidak melakukan apapun yang lebih dari itu. Tapi siapa yang tahu sesuatu hal aneh akan terjadi nantinya? Secara Jiyeon itu sangat tidak terduga. Donghae melirik piama merah muda ditangan Kyuhyun, Donghae terkekeh geli saat melihat pakaian dalam berwarna yang sama itu juga sedang dipegang Kyuhyun. Pakaian ganti untuk kekasih, huh? Manis sekali.

“Kekasihmu pasti sangat kedinginan, cepat antar pakaiannya Kyu”. Goda Donghae dengah tawa yang tak hilang dari bibirnya. Kyuhyun mendelik tajam kearah pria itu, lalu mendesis pelan sebelum benar-benar menghilang dibalik pintu kamar Donghae.

“Kau beruntung karena aku sedang sakit, Lee Donghae”. Donghae tertawa lagi mendengar decakan kesal Kyuhyun.

*********

“Lama sekali, aku sudah kedinginan tahu”. Dengus Jiyeon dari dalam kamar mandi.

“Maaf. Tadi aku berbicara dengan Donghae hyung sampai lupa waktu”.

“Apa piamanya pas?”. Tanya Kyuhyun yang masih berdiri didepan pintu kamar mandi, tidak berniat untuk pindah ketempat lain.

“Ya. Semuanya baru, sampai pakaian dalamnya juga”. Sahut Jiyeon yang sekarang sudah siap mengenakan piamanya.

Noona mempunyai banyak pakaian baru yang belum digunakannya”. Sahut Kyuhyun pelan. Agak risih juga berbicara mengenai pakaian seperti ini.

Mulai merasa tidak nyaman, Kyuhyun berjalan kearah sofa hitam yang terletak dipojok ruangan. Mendudukkan bokongnya disana sambil menunggu Jiyeon keluar dari kamar mandi.

“Segarnyaaa~ mandi dikamar mandi Kyuhyun oppa, pakai shampo dan juga sabun Kyuhyun oppa dan sekarang tidur dikamar Kyuhyun oppa”. Jiyeon keluar dari kamar mandi sambil berbicara entah kepada siapa, tidak perduli dengan Kyuhyun yang sedang mengerjapkan matanya berkali-kali kepada Jiyeon, gadis itu langsung saja berguling-guling diatas kasur Kyuhyun.

“Yakk!! Siapa bilang kau boleh tidur disitu?”. Teriak Kyuhyun tidak tahan lagi. Bukan marah, hanya tidak tahan saja melihat tingkah Jiyeon yang begitu menggemaskan dan juga mempesona.

“Tadi kau bilang boleh”.

“Kapan? Aku tidak mengizinkanmu. Tidur dikamar noona, sekarang!!”.

“Shireo. Aku tidur denganmu saja oppa”.

“Ck, hari ini kau terlalu banyak menyebutku dengan sebutan oppa”. Decak Kyuhyun sebal.

“Pria dan wanita dewasa tidak boleh tidur dalam satu kamar apalagi satu ranjang”. Tambah Kyuhyun.

“Aku ini masih bocah dan gadis kecil bagimu, jadi tidak masalah”. Sahut Jiyeon enteng. Sekarang dia sedang meletakkan bantal untuknya dan Kyuhyun dengan rapi.

“Song, pokoknya pria dan wanita itu tidak boleh tidur bersama, oke?”.

“Aku dan Joong Ki oppa sering tidur bersama, tidak terjadi apa-apa”. Jiyeon tidak mengerti kenapa Kyuhyun sangat melarangnya untuk tidur bersama.

“Dia kakakmu, jadi tidak masalah. Aku juga sering tidur dengan Ahra noona”. Kyuhyun beranjak dari sofa dan berjalan kearah tempat tidurnya.

“Kau juga kakakku Kyuhyun oppa. Kau sendiri yang bilang, kalau kau itu kekasih sekaligus oppauntukku”. Ohh!! Song Jiyeon pandai sekali berkata-kata.

“Tidak, Song. Kau tidak mengerti apa maksudku yang sebenarnya. Sekarang tidur dikamar noona saja, ya?”. Jiyeon menggeleng keras.

“Aku tidak terbiasa tidur sendiri ditempat asing”. Kyuhyun tersenyum miring. Tempat asing? Jiyeon bahkan terlalu sering menginap dirumahnya dan tidur dikamar Ahra, memang tidak sendiri, berdua dengan noona nya.

“Di pub dua tahun lalu, kau ingat? Kau tidur pulas dipangkuanku, tidak terganggu sama sekali dengan kebisingan yang ada”. Kyuhyun tersenyum kemenangan, kali ini pasti Jiyeon kalah telak. Tidak akan bisa lagi mendebatnya.

“Karena kau ada disampingku, Kyuhyun. Kenapa sulit sekali mengerti sih?”. Senyum Kyuhyun perlahan menghilang, sekarang dia yang kalah.

“Tidur denganmu itu tidak harus dikamarmu, dimana saja asalkan denganmu”. Perkataan Donghae tadi terlintas dipikiran Kyuhyun. Jadi benar, kalau gadis itu akan bisa tidur dimana saja jika dengan dirinya?

“Aku demam, demam itu salah satu penyakit. Jadi kau tidak bisa tidur dengan orang yang sedang sakit, karena nanti takutnya akan menular padamu”. Ini satu-satunya cara untuk membuat Jiyeon patuh dengan perintahnya untuk tidur dikamar Ahra.

“Eiiiyy, apa gunanya obat jika tidak ada yang sakit, huh?”. Bagus!! Song Jiyeon bertambah hebat saja sekarang bermain dengan kalimat yang Kyuhyun utarakan kepadanya dan gadis itu kembali menyerang Kyuhyun dengan kalimat-kalimatnya sendiri. Kyuhyun sudah benar-benar pusing memikirkan cara untuk membujuk Jiyeon, ditambah lagi sakit kepalanya yang semakin menjadi-jadi.

Dengan hembusan nafas panjang dan kasar, Kyuhyun membaringkan tubuhnya disamping Jiyeon lalu menarik selimut menutupi kedua tubuh mereka sampai sebatas leher. Jiyeon yang merasa menang atas Kyuhyun, dia tersenyum lebar. Menarik tangan Kyuhyun dan meletakkan kepalanya diatas lengan pria itu.

“Joong Ki oppa selalu melakukan seperti ini saat kami tidur bersama”. Ungkap Jiyeon. Kyuhyun menarik Jiyeon untuk lebih dekat dengannya, membenamkan wajah gadis itu didepan dadanya yang sekarang sedang berdetak cepat. Kehadiran Jiyeon sangat berpengaruh besar baginya, terutama jantungnya.

“Sekarang tidur, Song. Sleep tight”. Bisik Kyuhyun pelan diikuti dengan senyuman manis yang tersungging dari bibirnya.

Jaljayo, oppa”. Jiyeon mengeratkan pelukannya. Dia sangat bahagia jika selalu dekat dengan Kyuhyun, mencium wangi tubuh pria itu dan juga mendengar suara detak jantung Kyuhyun yang indah.

“Cho oppa”. Setelah beberapa menit hening, Jiyeon bersuara lagi. Memaksakan Kyuhyun untuk membuka kedua matanya yang baru saja terpejam. Senyuman dari bibir Kyuhyun tersungging lagi mendengar Jiyeon memanggilnya dengan sebutan ‘Cho oppa’ ini kali pertama gadis itu memanggilnya seperti itu. Panggilan yang sangat manis menurut Kyuhyun.

“Ya?”. Jawab Kyuhyun serak.

Don’t be sick again, love you”. Bisik Jiyeon. Kyuhyun tersenyum lembut, lalu mengecup kening Jiyeon.

Love you more”. Balas Kyuhyun dengan senyuman. Lalu mereka berdua terlelap dalam tidur panjang mereka yang saling berpelukan satu sama lain.

 

 

~END~

 

12 Comments (+add yours?)

  1. shoffie monicca
    Sep 02, 2015 @ 20:33:23

    ooohhh sosweet bngt ak mau donk kyu dipluk km…

    Reply

  2. esakodok
    Sep 02, 2015 @ 22:16:41

    yeyyyy..haduh….song jiyeon imut banget dah
    feel cintanyabsama kyuhyun dapet bangett

    Reply

  3. arni07
    Sep 03, 2015 @ 09:59:19

    oh manis sekali mereka,,song sangat polos bgt,,

    Reply

  4. vhiy zaza
    Sep 03, 2015 @ 11:57:45

    hahaha, jiyeon pintar banget ngebalikin kata2 kyuhyun, sampai kyuhyun nyerah dan mau tidur di samping jiyeon

    Reply

  5. chocogrill
    Sep 03, 2015 @ 21:23:24

    njirr sweetnya cho kyuhyun {}

    Reply

  6. fuzi98
    Sep 04, 2015 @ 01:35:45

    Ow ow so sweet nya.. ^^
    Jiyeon menggemaskan banget, bikin Kyuhyun makin cinta ^^

    Reply

  7. Laili
    Sep 04, 2015 @ 03:55:11

    kya… so sweet bgt… gk nyangka kyuhyun bakalan kek gitu
    keep writing, thor…

    Reply

  8. gembul_kyu
    Sep 04, 2015 @ 09:43:24

    Jiyeonnya lucu… bikin gemes…
    CEritanya manis banget
    Sukaa 👍👍

    Reply

  9. aupaupchan
    Sep 05, 2015 @ 08:48:02

    sweeet:’) feel nya kerasa kakxD ditunggu next story nya wkwk

    Reply

  10. vannyradiant
    Sep 05, 2015 @ 15:15:02

    lucuuu… sweet banget mereka.. heeeemmm 🙂

    Reply

  11. changtaeupy
    Sep 11, 2015 @ 17:53:45

    R0mantisnya ,. Manis sekali

    Reply

  12. Monika sbr
    Oct 25, 2015 @ 07:46:44

    Manis banget………

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: