Faith – The First Meeting [1/?]

poster chapter 1 - 3

Judul               : Faith – Chapter 1: The First Meeting

Main Cast       :

Cho Kyuhyun

Han Chae Gyeong (OC)

Sub Cast          :

Park Jung Soo

Lee Yong Woo (OC)

And others find it by yourself J

Genre              : Romance, Comedy, Fashion

Rating              : 13+

Length             : Chaptered

Catatan            : Annyeong!!!

Baru pertama kali ini saya berani untuk publish FF ini setelah sekian lama terpendam. Hehe. Mudah-mudahan pada menikmati semua. Silakan untuk yang ingin berkunjung ke blog saya bisa mampir di https://elfaithstory.wordpress.com/

 

 

“Aku bukanlah gadis cantik seperti kebanyakan gadis di luar sana yang kau temui, tapi mengapa kau memilihku? Aku hanyalah gadis biasa yang bahkan tidak berani berpikir bahwa ternyata aku menyukaimu. Kau terlalu sempurna.”

Han Chae Gyeong

 

“Cukup kau percaya saja padaku bahwa aku melihatmu. Percayalah padaku bahwa aku tulus untuk menyukaimu. Kau hanya perlu menjadi dirimu saja dan lihatlah aku.”

 

Cho Kyuhyun

 

 

Chapter 1

The First Meeting

 

Bandara Incheon,

Seorang gadis terlihat berjalan santai sambil menarik koper miliknya yang terlihat penuh. Ia baru saja tiba di Korea setelah berlibur mengunjungi orangtuanya di Paris. Wajahnya terlihat gembira ketika ia mengetahui dirinya telah tiba di Korea Selatan dengan selamat setelah lama ia meninggalkan negeri tercinta ini.

“Aaah, senangnya bisa kembali lagi ke Korea!” pekik gadis itu senang.

Entah karena terlalu senang atas kepulangannya, sepertinya gadis itu tidak sadar jika ada pria yang sudah berdiri di depan tidak jauh darinya. BRUK. Gadis itu tidak sengaja menabrak seorang pria yang berada di depannya.

“Maaf, maafkan aku!” sesal gadis itu yang sepertinya tersadar dari lamunannya sendiri. Ia berulang kali menundukkan kepalanya.

Pria itu, yang tadi berdiri membelakangi gadis itu kini berbalik dan menatap gadis itu dengan pandangan menyelidik. Walaupun wajahnya tidak terlihat jelas karena tertutup oleh masker dan topi, gadis itu bisa merasakan bahwa orang yang ditabraknya ini terlihat tidak senang dengan perbuatannya.

“Maaf, aku benar-benar minta maaf.”

Gadis itu tertunduk lesu, baru saja ia datang ke Korea tapi ia malah melakukan hal ceroboh seperti ini. ‘Kau ceroboh sekali!’ makinya pada diri sendiri.

“Tidak apa-apa,” sahut pria itu malas yang kini sudah berdiri di depan sang gadis.

Gadis itu mengangkat kepalanya dan menatap pria itu sambil tersenyum ragu. Sedikit lega pria itu tidak marah padanya seperti yang tadi ia pikirkan.

“Tapi, kau tidak lihat dari tadi aku sudah berdiri di sini?” tanya pria itu tiba-tiba. “Kau pasti sudah tahu ‘kan aku berdiri di sini semenjak tadi? Mengapa sengaja menabrakku?” tanyanya tajam lagi dengan nada penuh menyelidik.

“Yaa! Aku tidak sengaja menabrakmu!” teriak gadis itu spontan, kesal karena ditanya seperti itu. “Ah, maaf!” Gadis itu langsung menutup mulutnya, sadar kalau ini bukan haknya untuk marah-marah.

Pria yang berdiri di depannya itu sedikit terkejut ketika gadis itu meneriakinya. Matanya membelalak tidak percaya ketika gadis itu berani membentaknya. Namun, ia tambah heran ketika gadis itu langsung meminta maaf lagi. Gadis yang aneh! pikirnya dalam hati.

“Maaf, aku yang salah. Tapi, aku benar-benar tidak sengaja. Sungguh!” bela gadis itu sambil memasang kedua tangannya dengan posisi minta maaf. “Kejadian itu tadi karena aku…” gadis itu menghentikan kata-katanya.

Pria itu mulai penasaran, mengapa gadis itu memberhentikan kata-katanya. Ia menunggu kata-kata gadis itu selanjutnya sambil memandang gadis itu untuk melanjutkan kata-katanya.

“Karena aku melamun,” sambung gadis itu. “Kebiasaan buruk. Maaf!” tambahnya sambil berusaha tersenyum lebar, namun senyumnya malah terlihat aneh.

“Apa?” Pria itu hanya bisa melongo mendengar jawaban gadis itu, “Kau ini benar-benar…” Pria itu tidak melanjutkan kata-katanya dan mengacak-ngacak rambut gadis itu. Benar-benar gadis bodoh! makinya dalam hati. Tapi entah mengapa pria itu merasa hal tersebut sangat menarik dan tanpa sadar ia tersenyum di balik maskernya.

“Ya! Aku sudah minta maaf, mengapa kau malah mengacak-ngacak rambutku?” gerutu gadis itu sambil membenarkan rambutnya yang telah diacak-acak. Walaupun ia sebal ada pria asing yang berani menyentuhnya tanpa izin, tapi dalam hati ia merasa ada sesuatu berdesir seolah-olah ada aliran listrik yang menjalari tubuhnya. Ia merasa sudah familiar dengan pria asing di depannya ini. ‘Perasaan apa ini?’ pikirnya.

“Sudahlah! Gadis kecil, dimana orang tuamu? Mengapa anak kecil sepertimu sendirian di bandara ini?” tanya pria itu mengganti topik pembicaraan.

Seketika gadis itu langsung kesal, ia merutuki dirinya yang sempat merasakan ada sesuatu yang lain dalam dirinya. “Hei, namja babo! Aku bukan anak kecil, memang darimananya aku terlihat seperti anak kecil, huh?” teriak gadis itu kesal.

“Aish, kau ini! Lihat saja tubuhmu yang seperti anak kecil itu! Aku tidak salah, kau memang terlihat seperti anak kecil!” balas pria itu tidak mau kalah. Sebenarnya, ia hanya bercanda saja pada gadis itu. Tampilannya tidak benar-benar seperti anak kecil hanya saja tubuhnya benar-benar mungil dan ia entah mengapa tidak tahan untuk menggoda gadis itu. Seperti sesuatu yang menyenangkan membuat gadis itu marah, padahal mereka baru pertama kali bertemu.

Tanpa sadar pertengkaran antara gadis dan pria itu mulai menarik perhatian orang-orang di sekeliling mereka. Orang-orang mulai berbisik-bisik membicarakan pertengkaran mereka itu.

Tiba-tiba, seorang pria yang mengenakan kacamata dan topi hitam menghampiri mereka berdua dan menghentikan pertengkaran itu. “Kita harus pergi dari sini sekarang! Kita tidak bisa berada di sini lebih lama lagi,” kata pria itu sedikit menyuruh.

“Baik, hyung!” sahut pria yang dipanggil Kyu itu. “Selamat tinggal, anak kecil!” Pria itu melambaikan tangannya kepada gadis itu dan terlihat seperti tersenyum jahil walaupun tidak nampak karena tertutup oleh maskernya itu.

“Kau ini!!! Aku bukan anak kecil, aku punya nama, Han Chae Gyeong! Ingat itu! HAN CHAE GYEONG!!!” geram gadis itu sambil berteriak penuh emosi ketika pria itu mulai meledeknya lagi dengan sebutan anak kecil.

Pria itu berbalik meninggalkan gadis itu dan hanya terkekeh saat ia melihat sekilas gadis itu berusaha menahan amarahnya. Ia tidak terlalu peduli ketika gadis itu menyebutkan namanya, mungkin ia akan dengan cepat lupa nama itu. Siapa namanya? Han Chae Gyeong? Aah, buat apa juga dia mengatakannya. Percuma, aku tidak akan mengingatnya. Karena aku tidak akan bertemu dengannya lagi, buat apa aku tahu namamu. Tidak akan berguna juga bagiku. Dasar yeoja bodoh! Pikiran pria itu tergelitik sendiri ketika ia memikirkan tentang nama gadis itu. Namun, kini ia tahu sepertinya gadis itu paling tidak suka dibilang ‘anak kecil’, tebaknya sambil tersenyum-senyum sendiri.

“Huh, pria menyebalkan! Untung aku tidak akan bertemu denganmu lagi!” Gadis itu menggerutu kesal. Ia masih saja memandangi punggung pria itu dengan sebal. Ia memang paling tidak suka dibilang ‘anak kecil’.

Yup! Gadis itu memang kecil. Sepertinya tinggi tubuhnya hanya mencapai 160 cm. Jika orang-orang melihatnya, mereka akan berpendapat wajah gadis itu seperti boneka karena ia mempunyai mata yang besar dan bulat, hidungnya juga mancung sempurna ditambah kulit putih susu yang benar-benar membuatnya terlihat seperti sebuah boneka manekin yang hidup. Kulit wajahnya kenyal seperti bayi dan pipinya merah bersemu.

“Fiuuhh!” Gadis itu hanya menghela napas. Ia tidak mau memenuhi pikirannya dengan hal buruk yang baru saja terjadi pada dirinya. “Jangan sampai aku bertemu dengannya lagi!” umpatnya kesal.

***

“KYAAAAAA”

Terdengar suara riuh para gadis yang berkumpul di depan bandara Incheon, tepatnya di terminal kedatangan untuk orang yang datang dari luar negeri. Mereka terus berteriak ketika pintu gerbang mulai terbuka dan muncul sesosok pria bertubuh tinggi, mengenakan celana jeans hitam dan kaus putih yang dipadu dengan blazer warna hitam. Wajahnya tidak terlihat jelas karena ia mengenakan masker warna coklat dan ditambah topi baseball, namun tentu saja itu tidak menutupi ketampanannya yang selalu membuat seluruh gadis yang melihatnya berteriak histeris.

“Cho Kyuhyun oppa, saranghae!!” teriak gadis-gadis yang sudah menunggunya semenjak pagi hari. Meskipun hari sudah malam saat pria itu tiba di bandara, mereka seakan mempunyai energi yang terus meluap-luap karena dengan kencangnya mereka berteriak meneriakkan nama idola mereka dan berusaha untuk mendekatinya dengan gencar.

Namun, tentu saja mereka tidak bisa mendekatinya karena pengawalan ketat telah disediakan dari pihak keamanan bandara juga dari pihak agensi sendiri. Seolah mereka telah terbiasa dengan antusiasme para fans sehingga mereka sudah siap dengan serbuan fans yang berusaha mendekat.

“KYAAAA!!! CHO KYUHYUN OPPA!!!”

Suara teriakan para gadis terus menggema di bandara Incheon seiring dengan langkah pria itu yang makin cepat.

Sesekali idola mereka melambaikan tangan ke arah penggemarnya dan tersenyum, meskipun tidak terlihat, tapi mereka bisa tahu melalui matanya yang menggambarkan bahwa ia sedang tersenyum. Kemudian ia mulai berjalan cepat, berusaha menghindari jumlah fans yang semakin membludak dan membuat situasi bandara menjadi kacau.

Mobil van hitam telah siap menunggu di depan pintu masuk Bandara Incheon, dengan langkah sigap pria itu langsung memasuki mobil tersebut dan mulai meninggalkan bandara. Para penggemarnya terlihat sedikit kecewa, ketika idola mereka sudah tidak berada dalam jangkauan mereka lagi. Mereka masih meneriakkan nama Cho Kyuhyun walaupun mereka tahu suara mereka tentu saja tidak akan didengarnya. Bahkan banyak dari mereka menangis karena terharu bisa melihat idola mereka dari dekat ataupun menangis kecewa karena tidak bisa berlama-lama melihat wajah tampan seorang Cho Kyuhyun.

Ya, ini adalah pertama kalinya bagi seorang namja bernama Cho Kyuhyun menginjakkan kakinya kembali lagi ke Korea Selatan setelah lama berkiprah di luar negeri. Ia adalah seorang model, aktor, dan juga seorang penyanyi. Namun, ia lebih sering dikenal sebagai supermodel Asia yang selalu memperagakan karya desainer ternama dunia dan sering menjadi model bintang iklan beberapa merk terkenal.

Kehadirannya selalu ditunggu-tunggu oleh penggemarnya di seluruh dunia, khususnya Asia. Mengapa? Karena wajahnya yang tampan khas Asia Timur, dengan kulit putih susu, dan tubuh tinggi serta senyumnya yang khas yang dijuluki evil smile telah dengan ampuh membuat banyak yeoja tergila-gila padanya.

Selama tiga tahun lebih Cho Kyuhyun tinggal di Paris, untuk menjalani karirnya sebagai model. Awal mulanya ia mengikuti audisi yang diadakan oleh SM entertainment dan ia berhasil lolos karena para juri tertarik dengan figur Cho Kyuhyun yang sempurna sehingga ia ditawari untuk menjadi seorang model dan akhirnya kini ia menjadi seorang model terkenal.

Setelah menjadi model untuk Armani di Pekan Mode Milan sebulan yang lalu, kini Cho Kyuhyun memutuskan untuk kembali ke tanah kelahirannya dan hal itu disambut hangat oleh penggemarnya di Korea Selatan. Walaupun ada beberapa yang sedikit terkejut juga mengapa Cho Kyuhyun tiba-tiba kembali ke Korea di saat karirnya masih bersinar di Eropa sana.

***

“KYAAAA!!!”

Gadis yang baru saja mengalami hal menyebalkan baru saja kini dibuat terkejut ketika ia mendapati dirinya seperti berada di suatu tempat yang ia tidak tahu ada dimana. Banyak gadis-gadis berteriak meneriakkan nama seseorang dan teriakkan itu sangat memekakkan telinganya. “Bukankah ini bandara Incheon? Mengapa aku seperti merasa berada di sebuah konser?” gumannya bingung. Ia melihat sekeliling dan alisnya naik terangkat. Ia sedikit curiga apakah Incheon sudah berubah menjadi arena konser tanpa sepengetahuannya?

“Han Chae Gyeong! Chae Gyeong-ah!” teriak seorang gadis.

Gadis itu menoleh, merasa bahwa namanya dipanggil oleh seseorang. Ia melihat sekeliling, berusaha mencari orang yang telah memanggilnya.

“Chae Gyeong!” panggil suara itu lagi. Kali ini gadis yang bernama Han Chae Gyeong itu merasa bahunya dipegang oleh seseorang. “Akhirnya aku menemukanmu!” serunya sambil menghela napas panjang.

Chae Gyeong menoleh dan ia mendapati sahabatnya telah berdiri di belakangnya. “Yong Woo-ya! Sudah lama sekali kita tidak bertemu!” Chae Gyeong langsung memeluk erat sahabatnya itu dengan girang.

“Aish, kau ini! Kau hanya pergi selama tiga bulan, tapi kau membuatnya seakan-akan kita sudah puluhan tahun tidak bertemu,” sindir Yong Woo.

Chae Gyeong hanya tertawa riang mendengar sindiran sahabatnya itu. “Tiga bulan rasanya seperti tiga tahun bagiku.”

Yong Woo hanya tersenyum mendengar kata-kata sahabatnya itu. Han Chae Gyeong adalah gadis keturunan Korea-Indonesia-Belanda, ia juga baru menyadari ini ketika ia penasaran dengan mata besar yang dimiliki oleh sahabatnya itu. Ia sempat berpikir apakah mata dan hidung Chae Gyeong yang sempurna itu hasil operasi plastik atau bukan dan pertanyaan itu pernah ditanyakan langsung pada sahabatnya itu. Alhasil Yong Woo terkena jitakan di kepalanya oleh Chae Gyeong dan akhirnya ia baru mendapatkan penjelasan setelahnya.

Sejak lahir Han Chae Gyeong tinggal di Korea Selatan, namun semenjak umur 5 tahun ia harus pergi mengikuti kedua orangtuanya yang bertugas di Jepang sebagai Duta Besar. Setelah lima tahun, ia masih harus mengikuti orang tuanya bertugas ke Indonesia dan masih sebagai Duta Besar Korea untuk Indonesia. Baru setelah usianya menginjak lima belas tahun, Chae Gyeong kembali ke Korea setelah masa jabatan ayahnya berakhir. Tapi, baru 2 tahun ia berada di Korea tiba-tiba ayahnya sudah harus bertugas lagi ke luar negeri, tepatnya Perancis dengan pekerjaan yang sama.

Waktu itu Chae Gyeong memutuskan untuk tidak ikut karena ia merasa dirinya sudah besar dengan umurnya yang sudah menginjak 17 tahun dan ia bisa mengurus dirinya sendiri, lagipula Chae Gyeong lebih suka tinggal di Korea ketimbang di luar negeri yang mengharuskanya selalu berbahasa asing dan ia sedikit tidak suka itu. Apalagi ia harus berusaha dari awal lagi untuk berdapatasi dengan lingkungan yang baru.

Mulanya keinginan Chae Gyeong mendapat tentangan keras dari orangtuanya. Namun pada akhirnya mereka mengizinkannya untuk tinggal di Korea Selatan sendirian setelah setahun tinggal di Paris. Kini ia tinggal sendiri di apartemen mewah yang telah disediakan oleh orangtuanya di Seoul. Ia mengajak sahabatnya, Lee Yong Woo, untuk tinggal bersamanya karena Chae Gyeong tahu kalau Yong Woo berasal dari Jeju dan tinggal sendirian di rumah sewa demi melanjutkan kuliahnya di Seoul. Untuk menghemat biaya hidup, tentu saja Yong Woo bersedia dan sangat berterima kasih pada sahabatnya itu.

“Aaah, apartemen ini masih sama seperti sebelumnya!” seru Chae Gyeong sambil merebahkan dirinya di sofa panjang berwarna putih yang terletak di tengah apartemen itu dan diikuti oleh Yong Woo yang duduk disebelahnya.

“Hei, memangnya kau kira apartemen ini mau kuapakan hah?” dengus Yong Woo kesal. Seolah-olah kalimat Chae Gyeong tadi mengisyaratkan ia akan menghancurkan rumah ini saja.

Chae Gyeong hanya tertawa jahil. Sudah tiga bulan ia meninggalkan Korea untuk mengunjungi orangtuanya di Paris. Jika bukan karena eomma-nya memaksa dirinya untuk datang ke Paris, tentu ia tidak akan mau pergi karena ia lebih suka berada di Seoul.

“Yong Woo-ya, tadi di bandara apa yang terjadi? Mengapa begitu banyak gadis-gadis berkumpul dan berteriak tidak jelas?” tanya Chae Gyeong tiba-tiba, teringat dengan kejadian heboh di bandara dan ia sempat bingung dirinya berada dimana waktu itu.

“Kau tidak tahu?” tanya Yong Woo heran.

Chae Gyeong menggeleng. Ia memang benar-benar tidak tahu. Apa ada hal besar yang terlewatkan olehnya?

“Kau ini sebenarnya makhluk dari planet mana sih?” sindir Yong Woo. Ia merasa sahabatnya itu benar-benar payah tentang dunia hiburan Korea Selatan.

“Yaa! Jawab saja, tidak perlu menyindirku,” cibir Chae Gyeong. Ia memang tidak begitu tahu kalau sudah menyangkut tentang dunia hiburan Korea. Bisa dibilang pengetahuannya tentang hal itu nol besar. Karena baginya hal itu tidak terlalu menarik minatnya dan hanya omong kosong saja, lebih baik ia mengejakan yang lain daripada sibuk mengurusi hal tidak penting.

“Baiklah, aku akan memberitahumu,” kata Yong Woo menyerah. “Saat kau pulang ke Korea, aku baru tahu ternyata kepulanganmu berbarengan dengan Cho Kyuhyun. Aku juga baru mengetahuinya ketika aku sampai di bandara. Kau tahu, aku rela berdesak-desakkan hanya untuk menunggumu bersama para fans menyebalkan itu. Mereka benar-benar menyeramkan.”

“Benarkah?” Mata Chae Gyeong membesar, seakan tidak percaya sahabatnya itu rela berdesak-desakkan demi dirinya.

Yong Woo mengangguk. “Tapi, setidaknya aku sungguh beruntung hari ini. Ketika menunggumu aku bisa melihat sosok Cho Kyuhyun dari dekat. Kyaa, betapa tampannya dia!” Yong Woo masih mengingat jelas saat ia menunggu Chae Gyeong, ia malah terdesak ke depan dekat dengan pintu gerbang yang tiba-tiba terbuka dan muncul sosok pria yang bisa membuat yeoja manapun akan berteriak bahkan jatuh pingsan ketika melihatnya. Sedangkan Yong Woo hanya bisa terpaku ketika melihat pemandangan indah itu. Kini senyum Yong Woo tidak bisa lepas mengingat kejadian tadi itu.

“Cho Kyuhyun? Maksudmu model terkenal itu?” tanya Chae Gyeong memastikan.

Ne! Tumben kau tahu!” ledek Yong Woo sambil terkekeh.

“Kau ini!” Chae Gyeong mendorong bahu Yong Woo sehingga sahabatnya itu sedikit bergeser dari tempatnya.

“Han Chae Gyeong!!” Yong Woo menunjukkan mukanya yang kesal, namun malah terlihat lucu di mata sahabatnya.

“Hahahaha…” tawa Chae Gyeong meledak.

“Dasar anak kecil!” ejek Yong Woo yang tidak tahan dengan sikap kekanak-kanakkan Chae Gyeong.

Tawa Chae Gyeong berhenti, dan ia memeloti sahabatnya itu. Ia benar-benar tidak suka dibilang anak kecil. “Yaa! Yong Woo, cari mati kau!”

Sebenarnya, Chae Gyeong hanya pernah mendengar tentang Cho Kyuhyun tapi ia lupa seperti apa rupanya. Ia selalu mendengar tentang Cho Kyuhyun dari Yong Woo, juga teman-temannya di kampus. Bagaimana ia bisa tidak tahu kalau setiap hari mereka terus mengoceh tentang Cho Kyuhyun yang ia sendiri tidak tahu seperti apa rupanya.

***

Hari sudah malam, namun sepertinya hal itu tidak membuat kesibukkan yang berlangsung di sebuah gedung mewah milik SM Entertainment berhenti hari ini. Semuanya itu disebabkan oleh seorang model asuhan mereka tiba-tiba kembali ke Korea setelah tiga tahun lamanya tinggal di Paris.

Para wartawan telah berkumpul di depan kantor SM semenjak sore tadi dan telepon kantor juga terus berdering. Mereka hanya ingin mendapatkan informasi apapun tentang seorang namja bernama Cho Kyuhyun yang mendadak kembali ke Korea. Namun, sepertinya tidak ada seorangpun dari pihak SMEnt yang ingin mengklarifikasikan hal ini kepada wartawan.

“Kyuhyun-ssi.”

Seorang pria tua berkacamata yang terlihat berwibawa, memanggil seorang namja yang sedang duduk di sofa besar warna krem, ia terlihat melamun sehingga tidak menyadari ada yang memanggilnya.

“Kyuhyun-ssi,” panggilnya sekali lagi. Kali ini pria tua itu memanggilnya sedikit lebih keras.

Namja yang bernama Kyuhyun itu sepertinya tersadar dari lamunannya. Ia melihat siapa yang memanggilnya dan setelah tahu siapa orang yang memanggilnya, ia langsung bangkit berdiri dan memberi hormat pada pria itu.

“Sudah lama sekali kita tidak bertemu Kyuhyun-ssi.”

Kyuhyun tersenyum samar. “Iya, sudah tiga tahun lebih kita tidak bertemu Seonsaengnim.”

Pria yang dipanggil Seonsaengnim hanya tertawa terkekeh khas orang tua. Ia adalah CEO SM Entertainment, Lee Soo Man, ia mengambil andil besar dalam membuat Cho Kyuhyun terkenal sampai sekarang ini. Ia juga yang menyuruh Cho Kyuhyun untuk pergi ke Paris mengembangkan karirnya sebagai model.

“Aku tidak menyangka kau kembali secepat ini, bukankah karirmu di Paris begitu bersinar sekarang?” tanya Lee Soo Man sambil duduk di sofa sebelah Kyuhyun.

Kyuhyun tidak langsung menjawab. Ia hanya berusaha tersenyum untuk mencairkan suasana yang sedikit kaku menurutnya. “Sudah saatnya aku kembali,” jawab Kyuhyun mengambang. Ia yakin Lee Soo Man mengerti maksudnya.

Lee Soo Man mengerenyitkan dahinya. Ia berusaha menangkap maksud Cho Kyuhyun dan akhirnya ia mulai mengerti. “Ah, inikah yang kau maksud lima tahun yang lalu sebelum kau menandatangani kontrak sebagai model?” tebaknya.

Ne! Sudah lima tahun dan appa sudah memanggilku. Aku tidak bisa membantahnya lagi sekarang.”

“Ternyata waktu berjalan begitu cepat,” kata Lee Soo Man sambil menerawang jauh ke masa lalu saat Cho Kyuhyun menandatangani kontrak kerjasama dengan SM Entertainment.

 

Flashback

5 tahun yang lalu…

Seonsaengnim, aku ada satu syarat sebelum aku menandatangani surat kontrak ini,” kata Kyuhyun tiba-tiba ketika ia hendak menandatangani kontraknya.

Lee Soo Man terlihat sedikit terkejut namun ia berusaha untuk bersikap tenang. “Mengapa tiba-tiba Kyuhyun-ssi? Memangnya syarat apa? Aku tidak tahu apakah aku bisa mengabulkannya atau tidak.”

“Tenang saja, aku tidak akan membuatmu susah Seonsaengnim.” Wajah Kyuhyun menampakkan senyum tulus, berusaha meyakinkan ia tidak berbohong untuk hal ini. “Aku hanya minta…” Kyuhyun tidak melanjutkan kata-katanya. Ia terlihat melamun seperti membayangkan sesuatu yang terjadi sebelumnya.

“Minta apa Kyuhyun-ssi?” tanya So Man ahjussi penasaran.

“Jika suatu hari nanti appa-ku memanggil diriku untuk berhenti dari semua ini, aku harap seonsaengnim bisa mengerti dan mengizinkanku mengakhiri ini suatu saat nanti,” jawab Kyuhyun dengan tatapan mata yang susah dimengerti. Sorotan matanya memperlihatkan kesedihan namun juga penuh keyakinan.

Suasana hening tiba-tiba. Lee Soo Man hanya menatap Cho Kyuhyun dengan tatapan tidak percaya namun berangsur-angsur berubah menjadi tatapan pasrah. Lee Soo Man mengangguk, tanda ia mengerti dengan maksud Kyuhyun.

“Aku mengerti maksudmu dan aku menerima persyaratan itu.” Akhirnya Lee Soo Man menyetujui persyaratan itu. Ia mengerti dengan situasi Cho Kyuhyun sekarang ini.

Kamsahamnida,” balas Kyuhyun sambil menundukkan kepalanya.

 

Flashback end

 

Lee Soo Man mengingat semuanya itu. 5 tahun yang lalu saat Kyuhyun hendak menandatangani kontraknya dan bagaimana ia sampai bisa menyetujui persyaratan itu. Ia teringat bagaimana dulu saat Cho Kyuhyun mengikuti audisi dan kemudian membuat semua juri terkesan termasuk dirinya karena suaranya saat menyanyi seperti suara dari surga, ditambah wajahnya yang tampan dan juga tinggi yang membuatnya sangat cocok untuk menjadi model selain menjadi penyanyi.

Tapi baru beberapa hari diterima di SM Entertainment, Lee Soo Man dibuat terkejut dengan identitas asli Cho Kyuhyun yang memang dirahasiakan sejak awal oleh pria itu. Ia baru mengetahuinya ketika Cho Kyuhyun sendiri yang memberitahukan padanya karena utusan dari ayahnya tiba-tiba ingin bertemu CEO SM Entertainment dan mau tidak mau Kyuhyun harus terlibat untuk menjelaskannya.

Akhirnya Lee Soo Man mengetahui siapa Cho Kyuhyun sebenarnya. Ia adalah anak seorang milyarder Korea sekaligus pewaris dari CK-Star Group. Dimana orang-orang tahu bahwa Group tersebut adalah sebuah perusahaan raksasa Korea yang bergerak di bidang elektronik yang juga memproduksi mobil, pemilik department store terbesar di Korea Selatan yang telah tersebar di berbagai daerah maupun di luar negeri seperti Jepang dan Cina. Dan masih banyak lainnya lagi yang dipegang oleh CK-Star Group.

Hal itu tentu saja membuat seorang Lee Soo Man terhenyak. Ia tidak menyangka menerima seorang yang berasal dari keluarga chaebol. Ia juga bisa memaklumi mengapa waktu itu Cho Kyuhyun mengajukan syarat seperti itu.

“Kalau kau bukan pewaris dari CK-Star Group, aku sudah pasti tidak akan melepaskanmu.” Lee Soo Man terlihat seperti tidak rela melepas Cho Kyuhyun yang merupakan artis besar di manajemennya.

“Masih banyak yang lebih baik dariku. Tenang saja Seonsaengnim!” Kyuhyun berusaha menghibur Lee Soo Man yang sedikit kecewa.

“Tapi, sulit untuk mencari bintang sepertimu lagi Kyuhyun-ssi.”

Kyuhyun hanya tersenyum simpul mendengar kata-kata Lee Soo Man yang melemparkan pujian manis padanya. “Aku memang cinta dengan pekerjaanku ini, tapi aku harus tetap mengakhirinya,” kata Kyuhyun tetap pada pendiriannya. Ia tidak mungkin berlama-lama lagi di tetap berada di dunia hiburan karena ia telah berjanji pada Ayahnya.

“Baiklah, aku mengerti. Tapi, bagaimana dengan kontrakmu yang sudah menjalin kerjasama untuk menjadi bintang iklan produk-produk yang kau bintangi itu?”

“Tenang saja, aku akan membereskannya dalam dua-tiga bulan ini. Jung Soo hyung – manajer Cho Kyuhyun – telah mengurusnya dengan baik.”

Meski Lee Soo Man masih berat hati untuk melepaskan Cho Kyuhyun, namun akhirnya ia mengalah. Ia tidak mungkin melawan Cho Kyuhyun, seorang keluarga chaebol di Korea sekarang ini.

“Baiklah, kita akan mengadakan konferensi pers besok untuk menjelaskan semuanya pada wartawan.”

Wajah Kyuhyun menampakkan kelegaan, pembicaraan ini ternyata tidak berjalan alot seperti dugaannya. Lee Soo Man mau mengerti dengan keadaannya.

“Baiklah, selamat malah Seonsaengnim.” Kyuhyun beranjak dari sofa dan keluar dari ruangan milik CEO Lee So Man. Setelah itu ia langsung meninggalkan gedung SMEnt lewat belakang agar tidak diketahui oleh wartawan. Ia ingin beristirahat setelah perjalanan panjang dari Paris ke Seoul.

***

-tbc-

4 Comments (+add yours?)

  1. shoffie monicca
    Sep 03, 2015 @ 21:23:44

    asik ada ff yng genre comedi ak suka author jngn bkin ff yng sedih2nya ak ngga kuat bcnya klo ngga smpai nagis…

    Reply

  2. dyazliz
    Sep 04, 2015 @ 09:16:10

    Kyaaa terimakasih admin Superjunior FF bisa dipublish juga ff saya yang ga tau bagus atau ga tapi modal nekat aja. Hiks.. hiks.. hhehe jeongmal gomawo admin ^^

    Reply

  3. lieyabunda
    Sep 05, 2015 @ 03:32:18

    seru nih,,,,
    lanjut

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: