Navy in Love [18/?]

Tittle        : Navy in Love Part 18
Author     : MSA
Genre      : Action, Romance, Sad, Family, Friendship
Length     : Chapter
Rate         : PG 15

Main Casts              :
General Cho Kyu Hyun
Fleet Admiral Sofia Flynn

Support Casts       :
Captain Choi Siwon
Captain Nick Byrne
Captain Kim Jong Woon
Fleet Admiral Alan Bradley
Carl Hagen
OTHERS

Duh! Maaf ya part 18 baru bisa di post sekarang. Udah lama gak lanjutin jadi agak bingung, anyway, I need your (readers) opinion. Which ending do you want, happy ending or sad ending. Anyone who has opinion for this story may send me an email or put your suggestion/opinion on my comment box. Happy reading ^^. You may visit my blog : stjatradiningrat.wordpress.com ^^

WARNING! TYPO ANYWHERE

Navy Military Building of Republic of South Korea, Seoul, March 26th 2000
19.18 PM

What do you mean with ‘I just got an idea’? Nick bertanya mewakili dua orang laki-laki lain yang ada di ruangan itu.

“Bagaimana jika kita mengirimkan mata-mata di perbatasan? Kau tahu, mungkin kita bisa mengerahkan NIS untuk mengawasi keadaan atau CIA jika kalian mau. Tetap buat rencana Korea Utara berjalan seperti yang mereka rencanakan, seraya kita mengatur strategi untuk menyelamatkan keadaan. Do you understand what was i talking about?” Sofia memandang ketiga lelaki itu dengan pandangan ceria bercampur bingung. Ia sendiri tak yakin dengan rencananya sendiri.

Yeah, I got it. Menurutku itu bukan ide yang buruk” Choi Siwon yang pertama kali mengutarakan pendapatnya. Nada suaranya seolah-olah ia baru saja memenangkan lotre sebesar satu juta dollar. Sementara Nick dan Cho Kyuhyun masih tampak memikirkan ide yang diutarakan gadis itu.

Cho Kyuhyun menghela napas, “Mungkin kita bisa rundingkan ini besok dengan perwakilan negaramu. Setelahnya kita akan bicarakan ini dengan pihak kami, lalu mengambil jalan keluar terbaik. Apakah itu dengan mengikuti usulmu atau usul yang lain” sikap seorang Jenderal yang sesungguhnya mulai ia tunjukkan.

Sofia mengangkat bahunya, menyetujui ucapan Cho Kyuhyun dalam diam.

“Bagaimana jika kita makan malam bersama hari ini? Aku yang traktir” Nick mencoba mencairkan suasana yang begitu tegang.

Navy Military Building of Republic of South Korea, Seoul, March 27th 2000
08.00 AM

Keesokan paginya, Sofia sudah bertengger manis di ruangannya dan kembali berkutat dengan segelintir dokumen-dokumen yang ada, ketika Cho Kyuhyun masuk ke ruangannya dengan membawa kotak bekal.

Sofia menatap Cho Kyuhyun dari balik layar komputernya, “Hai” sapanya singkat lalu kembali ke layar komputernya.

Cho Kyuhyun memberengut seperti anak kecil, entah kenapa ia tak suka dengan sapaan yang singkat itu. “Selamat pagi. Apakah kau sudah sarapan? Aku membuat panekuk dengan sirup maple jika kau mau” Cho Kyuhyun mendudukan dirinya dihadapan Sofia.

Sofia menatap Cho Kyuhyun, lalu tersenyum. “Terima kasih Jenderal Cho, atas tawaranmu. Kebetulan aku belum sarapan”.

Cho Kyuhyun tersenyum senang, “Beruntung aku membuat panekuk dalam jumlah banyak hari ini. Cah! Makanlah, atau kau mau aku untuk menyuapimu?” suaranya terdengar menggoda. Ia menyodorkan kotak bekal yang berisi 3 lembar panekuk hangat lengkap dengan siraman sirup maple yang terlihat berkilau.

Sofia terkekeh, pipinya langsung merona. “Sepertinya tidak perlu Jenderal Cho. Aku bisa makan sendiri. Thank you so much”. Sofia langsung mengalihkan fokusnya sejenak dari komputernya ke panekuk yang dibawakan Cho Kyuhyun.

Cho Kyuhyun kembali tersenyum saat melihat Sofia menyuap panekuk buatannya dengan lahap. Entah kenapa ia merasa sangat senang bahwa gadis yang ia sukai menyukai masakan buatannya. “Kau suka?” tanyanya.

Sofia tersenyum polos, seperti anak kecil. “Ya. Mungkin, kau bisa membuatkanku panekuk untuk sarapan setiap hari. Seperti yang Luke dulu pernah lakukan” nadanya sedih di akhir.

Cho Kyuhyun langsung mengangguk bersemangat, “Tentu saja aku mau! Aku akan buatkan panekuk, atau mungkin kau ingin makan roti isi atau nasi goreng kimchi, apapun yang kau mau”.

Sofia terkekeh, “Tidak perlu, aku hanya bercanda. Aku bisa membuat sarapanku sendiri. Tadi pagi aku hanya tidak sempat membuat sarapan karena, aku bangun telat” ia kembali menyuap panekuk buatan Cho Kyuhyun.

Cho Kyuhyun mengusap puncak kepala Sofia dengan lembut, “Tak apa jika kau mau aku membuat sarapan untukmu setiap hari. Aku tidak kerepotan sama sekali. Aku justru senang melakukannya. Lagipula, aku lebih sering membuat sarapan untukku dan sepupuku itu saja, aku juga ingin membuat sarapan untuk orang lain”.

Perhaps, you can make it for Nick and Mr. Bradley as well” gurau Sofia.

Cho Kyuhyun langsung cemberut, “Kurasa Mr. Bradley bisa mengurus sarapannya sendiri”.

Sofia tertawa lepas, yang langsung diikuti Cho Kyuhyun. ‘Astaga, ini adalah pagi yang sungguh menyenangkan’ batin Cho Kyuhyun.

At the same time in different place

“Apakah kita harus mendiskusikan ini terlebih dahulu dengan pihak Korea Selatan, Sir?” Carl Hagen bertanya pada salah satu petinggi Pentagon, Alan Denniston.

“Kurasa sebaiknya kita rundingkan ini terlebih dahulu dengan Mr. Bradley dan anak-anak buahnya disana. Setelahnya kita baru putuskan langkah selanjutnya” Mr. Denniston berujar bijak.

Carl mengangguk patuh. “Aku tak menyangka akan ada rencana seperti ini. Bodohnya aku tak bisa tahu siapa target sesungguhnya. Ini terlalu rumit. Ada banyak orang-orang penting yang bisa menjadi target mereka” ia mendesah sedih.

That’s why we have to discuss it first before we choose which way to get them out from this trouble. I hope everything will be alright. Omong-omong jam berapa kita akan berangkat kesana?”.

“Sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan sekitar pukul 7 malam ini, Sir. Jadi, berdasarkan jadwal kita bisa langsung menemui pihak Mr. Bradley disana sesaat setelah kita tiba disana. So, we won’t waste so much time”.

Mr. Denniston mengangguk paham, “Baiklah Agen Hagen, terima kasih. Kau boleh pergi. Jangan lupa untuk mengabari Mr. Bradley tentang jadwal penerbangan kita kesana”.

Carl mengangguk hormat lalu pergi meninggalkan ruangan itu.

Navy Military Building of Republic of South Korea, Seoul, March 27th 2000
10.15 AM

Sofia dan Nick baru saja menerima kabar dari Mr. Bradley tentang rencana kedatangan para petinggi Amerika Serikat ke Korea Selatan. Mereka langsung berinisiatif untuk mengabari Cho Kyuhyun dan Choi Siwon perihal ini juga, lalu setelahnya mereka akan menjelaskan kepada Mr. Bradley tentang kerjasama ‘ilegal’ mereka dengan Cho Kyuhyun dan Choi Siwon.

“Nick, you’re 3 years older than me. What if you’ll be the one to tell Mr. Bradley about this?” ujar Sofia.

Nick menatap Sofia jengkel, “Jangan mencari alasan karena aku yang lebih tua darimu maka harus aku yang menceritakan ini pada Mr. Bradley! Kau yang pertama kali menyampaikan hal ini pada mereka, bukan aku. Kupikir, ada baiknya jika kau yang menyampaikannya. Bukan aku!” ia membalikkan kata-kata Sofia dengan nada yang sedikit terdengar kejam.

Sofia mendengus, “Come on, we’ve to tell them about this!” Ia berkata dengan ketus.

Nick terkekeh, “Terkadang kau bertindak sebagai anak kecil, Kapten Flynn”.

Sofia mendelik tajam pada Nick. “What if you go tell them about this and I’ll go meet Mr. Bradley to talk about our plan?” usulnya yang langsung di acungi jempol dan senyum lebar oleh Nick. “Kalau begitu, kau temui mereka sekarang”.

Mereka langsung berpisah untuk melaksanakan tugas masing-masing.

Fleet Admiral Alan Bradley’s Office, Navy Military Building of Republic of South Korea, Seoul, March 27th 2000
10.19 AM

Sofia mengetuk pintu ruangan Mr. Bradley dengan ragu, lalu masuk ke dalam ruangan itu dengan perasaan yang lebih ragu bercampur gugup setengah mati.

“Kapten Flynn, ada perlu apa?” Mr. Bradley langsung mempersilahkan Sofia untuk duduk dihadapannya.

“Ada yang perlu aku sampaikan, Sir” Sofia meremas ujung kemeja seragam Angkatan Laut yang ia kenakan.

Sure, go ahead. What is it?”.

Sofia menarik napas panjang sebelum berbicara, “Aku telah membicarakan tentang masalah Kim Jong Woon dengan Jenderal Cho Kyuhyun dan sepupunya, Kapten Choi Siwon. Mereka telah menyetujui permintaanku untuk membantuku menyelesaikan masalah ini, dan mereka melakukan ini dengan suka rela tanpa paksaan apapun. Aku, Kapten Nick, Jenderal Cho dan Kapten Choi juga sudah berbicara dengan Kapten Kim Jong Woon. Maafkan aku jika aku bertindak gegabah dan tidak meminta izin anda terlebih dahulu Mr. Bradley”.

“Oke, Luke selesailah sudah. Jika hari ini menjadi hari terakhirku di Angkatan Laut aku akan pulang dengan hormat” batin Sofia bersuara, seolah tengah menceritakan harinya pada Luke, yang seolah-olah ada disana.

Mr. Bradley tampak diam, dan mencerna ucapan Sofia baik-baik. Lima menit kemudian ia menghela napas berat, dan itu berhasil membuat Sofia gugup setengah mati.

Captain Flynn..”.

TBC

 

 

3 Comments (+add yours?)

  1. lieyabunda
    Sep 06, 2015 @ 03:14:59

    apa yg bakalan terjadi tuh,,,,,,
    lanjut

    Reply

  2. Laili
    Sep 06, 2015 @ 15:20:51

    ahhh…. penasaran apa yg bakal terjadi habis itu. author lama bgt ya up date nya, nyampe lupa part sebelumnya. klo aku sih pinginnya happy ending. kyuhyun dan sofi bisa bersama. keep writing, thor…

    Reply

    • soofiatj
      Sep 07, 2015 @ 14:02:04

      Hai hai terima kasih sudah berminat membaca ya🙂 aku juga kepengennya happy ending nih tapi masih 50:50. Semoga aja bisa dapet alur buat bikin ceritanya jadi happy ending ya.

      Maaf banger updatenya lama Karena aku juga sibuk kuliah nih kekeke. Thanks for waiting🙂

      Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: