Faith – The Second Time [2/?]

poster chapter 1 - 3

Judul               : Faith – Chapter 2: The Second Time

Main Cast       :

Cho Kyuhyun

Han Chae Gyeong (OC)

Choi Siwon

Sub Cast          :

Park Jung Soo

Lee Yong Woo (OC)

Kim Ryeowook

And others find it by yourself J

Genre              : Romance, Comedy, Fashion

Rating              : 13+

Length             : Chaptered

Catatan            : Annyeong!!!

Lanjutan dari chapter pertama, apa masih pada nungguin? Hehe (percaya diri banget kalau ada yang nungguin). Please enjoy and visit my blog: elfaithstory.wordpress.com

 

Chapter II

The Second Time

 

“Chae Gyeong-ah, hari ini kau akan kemana?”

“Hmm?” Chae Gyeong memandang temannya dengan mulut penuh makanan. Sepertinya ia tidak mendengar pertanyaan dari Yong Woo karena terlalu asyik dengan sarapannya.

“Aishh, kau ini!! Habiskan dulu makanan di mulutmu itu!” omel Yong Woo sambil mendecakkan lidahnya.

Yee” kata Chae Gyeong malas, masih dengan mulut penuh makanan.

Sudah 3 tahun Chae Gyeong dan Yong Woo tinggal bersama. Mereka memang sahabat yang benar-benar akrab, namun kini kelihatannya Yong Woo seperti sedang mengurus bocah berumur 10 tahun yang harus dibilangi untuk makan dengan benar.

Saat ini mereka berdua sedang sarapan sandwich yang dibuat oleh Yong Woo. Sudah menjadi kebiasaan kalau Yong Woo yang membuatkan makanan karena Chae Gyeong tidak pintar memasak. Sebagai gantinya Chae Gyeong kebagian membersihkan apartemennya dan karena terbiasa berada di tempat bersih, ia paling tidak tahan bila melihat sesuatu yang kotor. Ia akan langsung dengan cepat mengomel dan bertindak cepat untuk membersihkannya.

“Tadi kau bertanya apa?” tanya Chae Gyeong sekali lagi setelah makanan di mulutnya telah habis dan sambil menenggak segelas susu.

“Hmm, kau mau melakukan apa hari ini? Bukankah kuliahmu sudah selesai? Jadi, apa yang mau kau lakukan?” tanya Yong Woo santai.

Chae Gyeong terlihat berpikir sejenak. “Oh iya, aku baru ingat. Aku ada janji wawancara kerja hari ini, untung kau mengingatkanku.” Jawab Chae Gyeong sambil menjentikkan jarinya.

“Mwo? Kau baru balik dari Paris, bagaimana bisa ada wawancara kerja?” Mata Yong Woo membelalak tidak percaya.

Wae? Meskipun di Paris, aku juga sibuk mencari-cari pekerjaan tahu! Makanya aku cepat-cepat balik ke Korea.” Chae Gyeong mendengus kesal mendengar Yong Woo tidak percaya padanya.

“Aku hanya bercanda. Memang kau mau wawancara dimana?”

“CK-Star Group. Appa bilang itu perusahaan yang bagus dan sepertinya lumayan juga jika aku bisa bekerja di sana.”

Jinja? Bagaimana bisa kau mendapatkan wawancara kerja di CK-Star Group? Setahuku perusahaan itu sangat selektif dalam memilih karyawan bahkan untuk wawancara saja sangat susah. Apa kau menggunakan koneksi untuk masuk ke sana?” selidik Yong Woo. Gayanya sudah seperti polisi yang menuduh tersangkanya yang tidak-tidak.

Yaak!!” Chae Gyeong menjitak kepala sahabatnya itu. Ia benar-benar kesal kalau Yong Woo sudah mulai kebiasaanya berbicara seenaknya tanpa pandang bulu jika ia melihat atau mendengar sesuatu yang mengganjalnya.

Appo! Aku hanya bertanya, mengapa kau menjitakku?” rintih Yong Woo sambil mengusap-usap kepalanya yang dijitak dengan kencang oleh Chae Gyeong. “Kau ini badan kecil, tapi tenagamu seperti badak!” ledek Yong Woo kesal.

Chae Gyeong langsung mendelikkan matanya, “Salah kau sendiri! Berbicara seenaknya saja. Memangnya kau tidak tahu apa kalau sahabatmu ini sangat pintar, huh?” cerocos Chae Gyeong kesal sambil mengangkat dagunya tinggi-tinggi.

Mata Yong Woo yang kecil kini terbuka lebar. “Aigo, kau ini! Aku tahu kau memang bisa empat bahasa,” cibir Yong Woo, “Tapi, bagaimana ceritanya kau bisa ke CK-Star Group?”

Seperti yang dikatakan oleh Yong Woo, Chae Gyeong memang bisa empat bahasa selain bahasa Korea yaitu bahasa Inggris, Indonesia, Jepang, dan Perancis. Ia menguasai semuanya dengan fasih karena orangtuanya yang selalu berpindah-pindah tugas dari negara satu ke negara yang lain dan itu membuatnya harus bisa berbahasa asing dimana tempatnya tinggal. Selain itu, Chae Gyeong memang mahasiswa pintar saat kuliah di Seoul University. Ia mengambil jurusan hubungan internasional, hasilnya ia meraih nilai cumlaude dan mendapat gelar mahasiswa teladan.

Sedangkan Yong Woo sendiri juga kuliah di Seoul University, ia mengambil jurusan ekonomi dan perdagangan internasional. Yong Woo bisa masuk karena beasiswa yang ia terima berkat kepintarannya dalam hitung-menghitung.

Kembali ke Chae Gyeong, ia sebetulnya memang berminat kerja di CK-Star Group karena alasan pribadi. Mungkin di sana ada ia bisa menemukan seseorang yang sudah lama ini ia kagumi namun ia hanya bisa memendamnya. Ya seorang namja bernama Choi Siwon, seorang namja tampan yang menarik perhatiannya. Ia mengenalnya ketika berkunjung ke Inha University dalam rangka lomba debat bahasa asing. Chae Gyeong merasa Choi Siwon benar-benar seperti malaikat baginya. Waktu itu ia sempat kebingungan karena tidak tahu dimana letak tempat lombanya, namun Siwon yang melihatnya kebingungan membantunya menemukan tempat lomba.

 

Flashback

 

Chae Gyeong terlihat berputar-putar di taman Inha University. Ia bingung dimana tempat lombanya padahal lomba sudah akan dimulai 15 menit lagi. Ia hanya bisa mengeluh kesal sambil berjalan mondar-mandir tidak jelas.

Seoran pria tampan yang sedari tadi memperhatikan Chae Gyeong kebingungan kini menghampiri gadis itu perlahan. “Agassi, kau terlihat kebingungan. Ada apa? Apa ada yang bisa kubantu?” tanyanya ramah.

Chae Gyeong mendongakkan kepalanya untuk melihat wajah pria yang menanyainya tadi, karena pria itu begitu tinggi. Saat melihat wajah pria itu, seketika mata Chae Gyeong membulat melihat pria yang ada di depannya ini sekarang. Ia begitu terpana dengan tampannya wajah pria itu.

“Ehem, kau tidak apa-apa?” tanya pria itu sambil berdehem. Ia merasa tidak enak dilihati seperti itu, seperti ada yang aneh dengan wajahnya.

“Eh,” Chae Gyeong tersadar dari lamunannya yang sesaat, “Aku tidak apa-apa, aku hanya tersesat saja.” Jawab Chae Gyeong sambil menggaruk-garuk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal.

“Tersesat?” Pria itu menaikkan alisnya, “Memang kau mau kemana di Universitas ini?” tanyanya heran.

“Aku mau ke tempat lomba debat, tapi aku tidak tahu dimana tempatnya. Mereka hanya memberitahuku tempatnya berada di Auditorium, tapi aku tidak tahu itu dimana,” jawab Chae Gyeong pasrah. Jika ia memang harus terlambat untuk datang atau bahkan tidak datang sama sekali ke lomba ini, Chae Gyeong sudah pasrah dengan resiko itu semua.

“Oh, aku tahu dimana tempatnya. Kebetulan temanku ikut lomba itu, aku bisa mengantarmu ke sana,” tawarnya tiba-tiba sambil menunjukkan senyumnya yang ramah.

“Wah, kamsahamnida,” kata Chae Gyeong senang sambil membungkukkan badannya untuk mengucapkan rasa terima kasihnya.

Pria itu hanya tersenyum simpul melihat tingkah Chae Gyeong yang polos sekali. Di matanya ia bisa merasakan kalau gadis itu -Chae Gyeong- benar-benar menarik dan lucu. Apalagi ia sempat terkejut melihat wajah gadis itu dari dekat, ia begitu terpesona dengan mata Chae Gyeong yang besar dan ditambah wajahnya yang terlihat seperti boneka.

Kemudian mereka berdua berjalan seirama menuju tempat lomba di Inha University. Awalnya mereka berdua terlihat canggung namun karena sikap ramah dari pria itu, Chae Gyeong jadi merasa nyaman. Mereka terlihat asyik mengobrol dan akhirnya Chae Gyeong mengetahui nama namja itu adalah Choi Siwon. Ia adalah alumni Inha University, ia datang hanya untuk mengunjungi temannya di Inha. Chae Gyeong juga mengetahui kalau Siwon sudah bekerja perusahaan elektronik besar di Korea, tapi ia tidak tahu apa itu karena ia tidak mau bertanya lebih jauh lagi bisa-bisa ia dikira seorang penguntit lagi. Apakah itu CK-Star Group? tebaknya dalam hati.

“Ngomong-ngomong, mengapa kau bisa ada disini? Bukankah sekarang seharusnya kau berada di sekolah?”tanyanya Siwon tiba-tiba.

Langkah Chae Gyeong langsung terhenti tiba-tiba. Choi Siwon yang sadar kalau Chae Gyeong berhenti juga ikut menghentikan langkahnya. Ia membalikkan tubuhnya dan melihat wajah gadis itu terlihat cemberut.

“Ada apa?” Siwon bingung melihat wajah Chae Gyeong yang cemberut tiba-tiba. “Ah, apa aku mengatakan sesuatu yang salah?”

“Siwon-ssi, apa aku terlihat seperti anak sekolah?” tanya Chae Gyeong sebal, bibirnya yang kecil kini manyun.

“Eh,” Siwon bingung ditanyai seperti itu. Bukankah kau memang masih sekolah? pikirnya bingung. Dilihat dari cara berpakaian Chae Gyeong yang santai dengan kaos putih dan hoodie kebesaran warna putih dan celana jeans, ia memang terlihat seperti anak sekolah yang sedang melihat-lihat kampus ini. “Memangnya kenapa? Bukankah kau masih SM…” Siwon memberhentikan kata-katanya. Ia sadar kalau ia sudah salah sangka dengan usia Chae Gyeong sebenarnya. “Jangan bilang kau…”

“Aish, menyebalkan!” Chae Gyeong mendecakkan lidahnya, “Aku ini sudah 20 tahun dan aku sudah kuliah bahkan akan lulus bulan depan. Kalau kau tanya bagaimana aku sudah kuliah padahal aku terlihat seperti anak…, ah menyebalkan, yang jelas wajahku ini sudah dari sananya seperti ini.” Chae Gyeong berusaha menjelaskan bahwa ia memang benar sudah kuliah. Karena terbiasa orang mengira dia adalah anak kecil maka ia pasti akan langsung menjelaskan dengan panjang lebar kalau ia bukan anak kecil, atau anak dibawah umur seperti yang disangka banyak orang. Sebenarnya salahnya sendiri karena gaya berpakaiannya benar-benar terlihat seperti anak kecil.

“Wajahku ini memang baby face dan imut,” tambah Chae Gyeong yakin sambil menunjuk wajahnya sendiri, “Tapi, kalau orang sampai sering salah mengira aku sebagai anak kecil itu benar-benar membuatku sebal.” Ia masih berusaha meyakinkan Siwon untuk percaya padanya.

Siwon yang sedari tadi mendengarkan Chae Gyeong berbicara panjang lebar hanya bisa melongo dan tersenyum pada akhirnya. Gaya Chae Gyeong menjelaskan seperti anak kecil saja dan ditambah rasa percaya dirinya yang tinggi membuat Siwon berusaha untuk tidak tertawa karena takut menyinggung perasaan gadis itu.

“Lalu ada lagi yang harus kuketahui mengapa kau bisa dikira anak kecil?” Siwon memasang senyumnya yang menawan di wajahnya, ia ingin sekali tertawa tapi tidak enak hati dengan Chae Gyeong.

“Aaah, Siwon-ssi… Kau bertanya atau mau meledekku huh? Kalau mau tertawa, tertawa sajalah.”

Dan akhirnya Siwon pun tertawa lepas. Ia sudah tidak bisa menahannya lagi dan Chae Gyeong yang tadinya agak sebal kini juga ikut tertawa bersama dengan Siwon. Ia tidak akan kesal jika orang seperti Siwon mengiranya anak kecil karena orang itu begitu tampan seperti malaikat, ia tidak sanggup untuk kesal padanya.

 

End of Flashback

 

“Kalau kau sendiri apa yang mau kau lakukan?” Kali ini giliran Chae Gyeong yang bertanya pada Yong Woo.

Yong Woo tidak langsung menjawab, wajahnya terlihat gelisah. Ia tidak enak hati menjawabnya. “Sebenarnya, aku ingin bilang ini padamu saat kau masih di Paris, tapi karena biaya menelpon ke sana sangat mahal jadi aku urung memberitahumu.”

Waeyo?” tanya Chae Gyeong penasaran.

“Aku akan kembali ke Jeju.”

Mwo?” Mata Chae Gyeong langsung membesar, ia tidak percaya sahabatnya akan pergi dari apartemennya. “Kenapa Yong Woo-ya?”

“Aku ingin membantu ayah dan ibuku mengurus penginapan di Jeju. Mereka sudah tua dan aku tidak mau mereka repot untuk mengurusi penginapan. Mianhae Chae Gyeong-ah, seharusnya aku memberitahumu lebih awal, tapi kau sedang di Paris.”

Chae Gyeong terlihat sedih, sejak awal ia tinggal di apartemen Yong Woo sudah menemaninya. Ia tidak pernah benar-benar tinggal sendiri dan keadaan ini membuat Chae Gyeong merasa benar-benar sedih. Tapi, ia juga tidak mungkin memaksa Yong Woo untuk terus menemaninya karena ia tahu Yong Woo sayang sekali dengan keluarganya dan sejak awal sahabatnya itu pernah mengatakan bahwa suatu saat pasti ia akan kembali ke Jeju.

Gwaenchana. Kalau kau mau kembali ke Jeju, kembalilah! Aku tahu benar kau pasti rindu setengah mati dengan ayah ibumu.” Chae Gyeong berusaha untuk tidak terlihat sedih, ia tidak ingin membuat Yong Woo merasa berat pergi karenanya.

Mianhae, Chae Gyeong-ah. Aku tahu kau tidak suka tinggal sendiri, tapi aku malah meninggalkanmu.” Kali ini Yong Woo sudah tidak kuat menahan air matanya, ia sedih harus berpisah dengan sahabat baiknya tapi ia juga harus pergi.

“Yong Woo-ya, babo! Jangan menangis! Mestinya aku yang menangis, tapi kau malah menangis,” ejek Chae Gyeong tertawa namun kini air mata juga keluar dari matanya.

“Yaa! Kau juga babo!” balas Yong Woo sambil menahan air matanya.

 

Jam 09.00 KSTG

“Kapan kau kembali ke Jeju?” tanya Chae Gyeong dengan suara agak kencang. Karena ia sedang mengambil sepatu high heels warna coklat di rak sepatu dekat pintu keluar sedangkan Yong Woo masih berada di dapur. Hari ini ia mengenakan kemeja putih berenda yang dipadu dengan blazer putih gading dan rok selutut berwarna senada untuk wawancara pertamanya.

“Hari Rabu besok,” jawab Yong Woo yang tiba-tiba muncul di samping Chae Gyeong dengan pakainnya yang sudah rapi.

Mwo?? Itu berarti dua hari lagi?” Mata Chae Gyeong membulat sempurna karena terkejut. “Kau seharusnya benar-benar menelponku saat di Paris! Biar sebesar apapun tagihan teleponmu, aku tak peduli! Kau ini lebih sayang pulsamu atau sahabatmu ini, huh?” sungutnya kesal.

“Aish, kau ini masih saja! Kau mau terlambat pergi ke wawancara pertamamu? Kalau aku jadi kau, aku tidak akan diam di sini saja.”

Chae Gyeong hanya mendelik kesal. Bisa-bisanya ia diceramahi di saat seperti ini.

Kajja!”

Yong Woo langsung menarik tangan Chae Gyeong. Daripada mendengarkan ocehan bocah itu, lebih baik cepat-cepat menyeretnya pergi dari sini, pikir Yong Woo.

***

Jam 10.00 KST di gedung SM Entertainment.

Kilatan-kilatan cahaya dari ratusan kamera menghiasi kedatangan sesosok pria tinggi yang mengenakan t-shirt putih dengan blazer warna gading dan celana jins hitam serta kacamata hitam masuk ke dalam ruang konferensi pers. Ia ditemani oleh seseorang yang dikenal sebagai CEO SM Entertainment, Lee Soo Man, dan manajernya. Seorang model Asia ternama yang tiba-tiba kembali ke Korea kini akan menjelaskan semuanya pada wartawan, Cho Kyuhyun.

Annyeong haseyo!” sapa Kyuhyun sambil membungkukkan badannya dan diikuti oleh yang lain.

Setelah menyapa para wartawan, Kyuhyun langsung duduk di tengah dan diapit oleh Lee Soo Man dan Park Jung Soo, manajernya, serta beberapa staff SM Entertainment.

Kamsahamnida! Semuanya telah datang dan menunggu konferensi pers ini. Aku, Cho Kyuhyun, senang sekali bisa kembali ke Korea dan bertemu kalian semua di pagi hari yang cerah ini.” Kyuhyun menyapa semua wartawan sekali lagi dengan ramah dan tersenyum, menunjukkan deretan giginya yang rapih. “Hari ini aku akan mengumumkan sesuatu yang penting dan tentang alasan yang membuatku kembali ke Korea.”

Wartawan langsung terlihat heboh, mereka sudah gatal ingin bertanya langsung. Namun, mereka menghormati aturan dari SM Entertainment untuk tetap diam sampai Kyuhyun selesai berbicara.

“Aku…” Kyuhyun mulai menjelaskan dengan tenang, “Menyukai pekerjaanku sebagai model dan juga aktor sekaligus penyanyi. Mungkin bagiku pekerjaan ini lebih mengasyikkan daripada apapun, aku bisa bebas mengekspresikan diriku.

“Aku juga sangat berterimakasih kepada Lee Soo Man seungsangnim karena telah membuatku sukses seperti sekarang ini. Beliau yang menyuruhku pergi ke Paris, dia menyuruhku pergi cepat-cepat. Dia bilang, ‘Pergi kau ke Paris! Jangan kembali sebelum kau sukses, kalau kau kembali sebelum waktunya, habis kau!’ Itu yang dia bilang padaku, padahal aku masih ingin berada lama di sisinya.” kata Kyuhyun bercanda sambil menirukan gaya Lee Soo Man saat mengusirnya pergi. Ia membuatnya terlihat lucu karena bibirnya yang tebal dibuat berlagak marah seperti ibu-ibu Korea yang sering marah-marah jadi terlihat aneh.

Semua orang tertawa dan Lee Soo Man yang disinggung oleh Kyuhyun tadi hanya tersenyum dan tertawa terkekeh. Ia memandang anak asuh kesayangannya itu dengan tatapan sayang dan bahkan matanya sudah mulai berkaca-kaca mengingat kejadian dulu dan teringat juga dengan keadaan sekarang.

“Aku menyayanginya seperti appa-ku sendiri,” kata Kyuhyun sambil menatap Lee Soo Man dengan pandangan penuh kasih sayang, “Aku juga menyayangi semuanya, orang-orang yang telah membantuku sampai sesukses ini. Manajerku, Jung Soo hyung,” kali ini Kyuhyun gantian menatap manajernya itu dengan pandangan jahil, “Kau pasti benar-benar kerepotan mengurusku dan juga jadwalku yang gila itu. Gomawo Jung Soo hyeong.

“Lalu juga untuk para penggemar, kalian terus menemaniku hingga aku sesukses ini. Kamsahamnida! Aku bukan apa-apa tanpa dukungan kalian. Aku mencintai kalian semuanya.”

Kata-kata pembuka Kyuhyun terasa sangat mengharukan. Semua wartawan yang hadir juga ikut terharu namun setelahnya menjadi bertanya-tanya. Mengapa suasananya seperti mengadakan perpisahan? pikir mereka.

“Sebenarnya, alasanku kembali ke Korea adalah…” Kyuhyun berhenti sejenak, ia terlihat mengambil napas panjang dan membuangnya perlahan, “Aku akan berhenti dari dunia hiburan Korea. Aku akan menghentikan semua aktivitasku sebagai public figure dalam waktu dekat ini.

Kata-kata Kyuhyun sukses membuat semua orang yang ada di ruang konferensi pers kaget setengah mati. Semua menjadi heboh dan langsung mengajukan pertanyaan-pertanyaan, lupa dengan protokol yang sudah disiapkan.

“Semuanya mohon tenang dulu!” pinta Kyuhyun.

Perlahan wartawan mulai tenang. Meskipun penasaran tapi mereka masih ingat dengan protokol yang sudah disiapkan, akhirnya mereka pun bisa tenang.

“Aku sudah memutuskan untuk berhenti jika saatnya tiba nanti. Dan sekaranglah waktunya itu,” kata Kyuhyun yakin, “Aku tidak bisa harus menjadi model selamanya, ada saatnya suatu hari nanti aku akan berhenti dari semua ini. Aku juga tidak bisa membiarkan Appa ku yang sudah tua mengurus semua usahanya sendiri, sebagai anak aku harus membantunya dan aku tidak mungkin menjalankan dua pekerjaan sekaligus. Maka dari itu aku memutuskan untuk berhenti menjadi model,

“Tapi, ada beberapa kontrakku yang masih tersisa dan harus diselesaikan. Jadi, kalian tidak perlu khawatir aku menghilang tiba-tiba,” tambahnya dengan nada bercanda dan menunjukkan senyumnya yang khas.

Walaupun Kyuhyun telah menjelaskan alasannya ia kembali ke Korea dengan jelas. Tetap saja para wartawan ingin tahu lebih dalam lagi, mereka sudah mulai bertanya macam-macam. Membuat staff SM Entertainment kewalahan mengatasi pertanyaan wartawan.

“Terima kasih kepada semua wartawan, sekarang Kyuhyun-ssi harus pergi dari sini. Ia harus menghadiri jadwal selanjutnya.” kata Jung Soo tiba-tiba.

Kyuhyun, Jung Soo, dan Lee Soo Man berdiri dan membungkukkan badan mereka ke arah wartawan.

Kamsahamnida!” kata Kyuhyun sambil melambaikan tangannya dan kemudian langsung berjalan meninggalkan ruang konferensi pers, diikuti Lee Soo Man, Jung Soo, dan juga staff SM Entertainment lainnya.

Semua wartawan langsung berusaha mengabadikan foto Kyuhyun. Mereka terus menekan tombol shutter kamera mereka berkali-kali demi mendapatkan hasil foto yang terbaik. Mereka juga masih berusaha bertanya untuk mendapatkan informasi yang lebih jelas. Tapi, Cho Kyuhyun terus berjalan dan tidak menanggapi. Ia hanya tersenyum dan sesekali melambaikan tangannya.

“Jadi, kau akan kemana setelah ini?” tanya Lee Soo Man setelah sampai di ruang meeting SM Entertainment.

“Aku akan menemui appa di kantor sekalian bertemu dengan eomma. Aku belum bertemu mereka setelah aku tiba di Korea.” jawab Kyuhyun sambil melepas kacamata hitamnya yang dari tadi dipakai untuk mengatasi kilatan cahaya blitz.

“Oh, sampaikan salamku untuk mereka. Bilang pada mereka, mengapa mereka mengambil bintangku yang berharga? Bukankah kedua orangtuamu sudah punya segalanya.” kata Lee Soo Man bercanda. Sebenarnya, ia memang tidak rela Cho Kyuhyun berhenti dari karirnya yang sekarang. Tapi mau bagaimana lagi, ia sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi sekarang.

“Hahahaha. Bisa-bisa aku mati kalau aku menyampaikan salammu itu seungsangnim.” timpal Kyuhyun.

“Kyuhyun-ah, semuanya sudah siap. Kau bisa berangkat sekarang, para wartawan masih berkumpul di depan jadi tenang saja.” kata Jung Soo yang sedari tadi ternyata sibuk menerima telepon yang terus berbunyi.

Gomawo, hyung! Kau benar-benar malaikat bagiku!” puji Kyuhyun sambil memeluk Jung Soo dan menepuk-nepuk punggungnya.

“Aku tahu itu! Aku memang malaikat. Kau tidak tahu itu?” balas Jung Soo percaya diri.

“Hahahaha. Dasar kau hyung! Baiklah, aku pergi dulu. Annyeong seungsangnim, hyung!” pamit Kyuhyun.

“Kau harus kembali nanti jam 1 siang! Ingat itu!” teriak Jung Soo tiba-tiba ketika Kyuhyun sudah hampir menutup pintu ruang meeting.

Arraseo!” Kyuhyun mengacungkan jempolnya dengan posisi tetap membelakangi Jung Soo dan Lee Soo Man, tanda ia mengerti dengan jadwalnya.

***

“Fiuuuhh.”

Han Chae Gyeong menghela napas panjang. Ia baru saja melakukan wawancara pertamanya di Hyundai Group. Ia gugup setengah mati saat namanya dipanggil untuk masuk ke dalam, namun kini ia sudah bisa bernapas lega. Wawancaranya telah selesai dan berjalan sukses. Nilai plus untuknya mengapa ia bisa diterima bekerja karena kemampuan berbahasa asingnya yang bagus. Ia akan mulai bekerja dua hari lagi di bagian pemasaran. Tapi, ia belum tahu siapa yang akan menjadi atasannya nanti.

“Terima kasih Tuhan! Aku bisa keterima langsung. Yeah!” seru Chae Gyeong senang.

Teriakan Chae Gyeong langsung membuat orang-orang yang berada di sekitarnya menatapnya dengan pandangan heran.

“Oops!” Chae Gyeong langsung menutup mulutnya, sadar kalau ia sudah berteriak tidak jelas dan mengganggu orang yang berada di sekelilingnya. “Maaf!” Chae Gyeong langsung membungkukkan badannya, “Silakan lanjutkan pekerjaan kalian.”

Sambil menutup wajah dengan tangannya, Chae Gyeong buru-buru kabur dari situ. Ia merasa malu dengan kejadian tadi, kebiasaannya mengekspresikan segala sesuatu dengan teriakan tak pernah hilang darinya.

“Chae Gyeong babo! Baru keterima saja kau sudah teriak seperti itu,” gumannya tidak jelas.

Kini gadis itu sedang menunggu di depan lift. Ia menunggu lift untuk turun ke bawah dari lantainya sekarang yangberada di lantai 20. Sambil menunggu, Chae Gyeong memikirkan sesuatu untuk merayakan keberhasilannyaini. Ia tidak sabar ingin memberitahu sahabatnya secepat mungkin. Ia ingin mengadakan pesta kecil-kecilan untuk merayakan hari ini sekaligus perpisahan buat Yong Woo nanti. Chae Gyeong sudah membayangkan apa yang nanti akan dia buat untuk Yong Woo, ah tidak, Chae Gyeong menggelengkan kepalanya, ia lupa kalau ia tidak pintar memasak.

TING

Pintu lift terbuka dan Chae Gyeong langsung masuk ke dalam. Ia tidak sadar kalau ia memasuki lift yang akan membawanya ke lantai atas, bukan ke bawah. Pikiran gadis itu masih terus saja berjalan dan dalam kondisi tersebut, ia tidak menyadari bahwa ada pria berdiri di dalam lift tersebut memperhatikannya dengan tajam.

Dan kalian semua tahu apa yang terjadi? Alhasil tubuh Chae Gyeong sukses menabrak tubuh pria itu.“Appo!” rintih Chae Gyeong. Hidungnya terasa sakit karena membentur sesuatu yang keras yang ternyata adalah dada bidang dari pria yang sudah berdiri di depannya dari tadi. Ia mendongakkan kepalanya dan sempat terpana dengan ketampanan wajah pria yang ada di depannya. Sadar ia terlalu lama menatap wajah pria itu, ia buru-buru minta maaf. “Ah, mianhae! Aku tidak lihat kau berdiri di situ. Mianhae!” kata Chae Gyeong membungkukkan kepalanya berulang kali.

“Kau lagi!” decak pria itu dengan suara sedikit berbisik. Ternyata pria yang ditabrak oleh Chae Gyeong adalah Cho Kyuhyun. Pria itu masih ingat betul bahwa tempo hari ia juga pernah mengalami kejadian persis seperti hari ini ditabrak oleh seorang gadis yang sama. Ia bahkan ingat nama gadis itu, Chae Gyeong yang lagi-lagi melamun, simpulnya. Ia juga ingat dengan wajah gadis itu, wajah yang seperti boneka namun gayanya seperti anak kecil.

Mianhae.”

Ne, gwaenchana!” balas Kyuhyun malas. Ia merasa gadis ini sudah kelewat aneh bin ajaib, padahal jelas-jelas hanya ada dia sendiri di dalam lift dan masih saja ditabrak oleh gadis aneh itu. Sebenarnya kurang besar apa dia sampai tidak dilihat? Apa jangan-jangan gadis ini salah satu fansnya? Fans fanatik yang selalu mengganggunya. Karena Chae Gyeong selalu muncul di depannya dua hari ini.

Wae? Mengapa melihatiku seperti itu?” tanya Chae Gyeong yang merasa tidak enak dilihati seperti itu. Pandangan penuh menyelidik dari Kyuhyun benar-benar seperti orang yang ingin menerkam mangsanya saat itu juga.

Ani.”

Chae Gyeong hendak menekan tombol angka menuju lantai dasar, tapi ia baru menyadari bahwa lift yang ia naiki harus menuju ke atas terlebih dahulu. ‘Chae Gyeong-ah, tidak bisakah kau melakukan hal yang benar sehari saja?’ rutuknya dalam hati.

“Apa kau karyawan baru di sini?” tanya Kyuhyun tiba-tiba, memecah keheningan di antara mereka berdua.

Nde?” Chae Gyeong sedikit terkejut ketika pria itu bertanya padanya. Karena di dalam lift ini hanya ada mereka berdua. “Ne! Aku baru saja diterima di sini.” jawab Chae Gyeong mantap.

“Oh, I see,”

Apa dia tidak mengenaliku? Mengapa dari tadi ia bersikap seperti tidak mengenalku? pikir Kyuhyun dalam hati. Ia merasa gadis di depannya benar-benar tidak mengenalinya, kalau gadis itu salah satu fansnya pasti dari tadi ia sudah heboh seperti para fans lainnnya. Lagipula apa gadis ini tidak mengenali pria yang dia tabrak kemarin? Cho Kyuhyun, model terkenal di Asia bahkan dunia. Bukannya ia sombong, tapi memang kenyataannya seperti itu.

“Ada apa? Tatapan matamu benar-benar bisa membuat orang kabur kalau dilihati seperti itu.” celetuk Chae Gyeong dengan polosnya tanpa rasa bersalah.

Mwo? Apa dia bilang? Kyuhyun membelalakkan matanya tidak percaya. Tatapan matanya yang tajam selalu dipuji oleh para fotografer dan juga sutradara ternama, tapi gadis ini berani berbicara seperti itu. Ah, aku lupa! Dia itu yeoja bodoh. Kyuhyun baru mengingat jelas sifat gadis itu.

“Kau tidak mengenalku?” tanya Kyuhyun memastikan bahwa gadis itu memang bodoh menurut perkiraannya.

“Hmm, apakah kita pernah bertemu?” tanyanya dan entah apa yang merasuki Cha Geyong, tiba-tiba gadis itu mendekatkan wajahnya dan berjinjit untuk melihat wajah Kyuhyun dengan jelas.

“Yaak! Apa yang kau lakukan?” tanya Kyuhyun panik ketika wajah gadis itu makin mendekat ke wajahnya. Ia berjalan melangkah mundur, namun gadis itu malah semakin mendekat sampai ia terpojok di sudut lift. Apa yang ada di dalam pikiran yeoja babo ini? pikir Kyuhyun panik. Seolah-olah Chae Gyeong ingin berbuat yang aneh-aneh padanya.

“Sepertinya aku pernah melihat wajahmu, tapi aku lupa dimana. Apa aku pernah bertemu denganmu?” tanyanya polos. Ia memang bukan pengingat yang bagus kalau tentang wajah orang. Apalagi ia jarang melihat wajah Kyuhyun.

Kyuhyun yang sudah merasa panik karena Chae Gyeong terus mendekat padanya langsung merasa seperti orang bodoh karena telah berpikiran seperti itu. “Sudah kuduga!” kata Kyuhyun sambil mendecakkan lidahnya. “Lupakan sajalah!”

TING

Pintu lift terbuka. Kyuhyun mendorong tubuh Chae Gyeong dan melangkah keluar. Sebelum pintu lift benar-benar tertutup, ia membalikkan badannya dan mengatakan sesuatu. “Bagaimana bisa orang sepertimu keterima bekerja di perusahaan ini?” tanyanya sinis.

Mwo? Kau bilang apa?” Mata Chae Gyeong langsung membesar. Ia tidak terima ada orang yang meremehkannya seperti itu. Rasanya ia ingin langsung membalas perkataan orang itu, tapi pintu lift sudah terlanjur tertutup. “Aish, menyebalkan! Memangnya kau itu siapa?” gerutunya kesal.

Deg Deg

Jantung Kyuhyun masih berdebar kencang setelah keluar dari lift tadi. Ia memang sangat terkejut ketika gadis itu tiba-tiba mendekatkan wajahnya, ia takut gadis itu akan berbuat yang aneh-aneh. Tapi, entah kenapa jantung Kyuhyun terus berdebar kencang setelah kejadian itu. Tanpa sadar ia memegangi dadanya dan merasakan debaran jantungnya namun kemudian ia mulai tersenyum sendiri.

“Dasar yeoja aneh, babo!” gumam Kyuhyun, “Kau adalah satu-satunya gadis yang tidak langsung mengenaliku. Mahluk darimana kau itu? Benar-benar babo!”

“Selamat pagi, Tuan Muda Cho!” sapa seorang pria muda berkacamata yang berpakaian kemeja warna putih yang dipadu dengan jas dan celana bahan warna hitam, ditambah dasi warna krem membuat penampilannya terlihat seperti eksekutif muda.

“Oh, Wookie?” tebak Kyuhyun. “Wah, sudah lama sekali! Ternyata kau bekerja di sini juga?” balas Kyuhyun ceria ketika mengetahui yang menyapanya adalah Kim Ryeowook.

Kim Ryeowook adalah teman Cho Kyuhyun ketika SMA. Mereka berteman baik waktu itu namun Kyuhyun harus pergi ke Paris dan hubungan mereka terputus jadi mereka tidak tahu kabar masing-masing.

“Kudengar Tuan Muda baru kembali dari Paris kemarin dan baru saja melakukan konferensi pers tadi. Apa tidak melelahkan? Anda baru saja balik dari Paris.” tanya Ryeowook dengan bahasa formal.

Aigo! Kau ini!” Kyuhyun menepuk bahu Ryeowook dengan keras hingga pria itu hampir terjatuh. “Seperti baru mengenalku saja! Aku ini temanmu, tidak perlu berbicara seformal itu padaku!” suruhnya.

Appo! Ini di kantor dan aku tidak bisa bicara tidak formal padamu sekarang! Bisa-bisa aku dipecat!” kata Ryeowook berusaha menjelaskan situasinya pada Kyuhyun sekarang.

“Bwahahahaha… memangnya kau bekerja jadi apa sekarang?” tanya Kyuhyun dengan nada menggoda. Siapa yang berani memecatnya temannya ini padahal dia sendiri adalah anak pemilik perusahaan ini? Kalau ada yang berani, maka orang itu harus berhadapan dengannya dulu.

“Manajer pemasaran. Aku baru saja mencapai posisi ini setelah 3 tahun,” jawab Ryeowook masih dengan bahasa formal, “Dan mohon kau jangan merusak karirku!” mohonnya berbisik dengan nada memelas.

“Yaaak! Apa hubungannya aku dengan merusak karirmu huh?” Kyuhyun tidak terima diperlakukan seperti itu oleh sahabatnya sendiri. Memangnya apa yang akan dia lakukan sehingga sahabatnya itu berkata seperti itu.

Mata Ryeowook langsung membesar dan ia langsung menutup mulut Kyuhyun. “Ssstt! Kau ini bisa tidak kalau tidak berteriak?” tanya Ryeowook yang terlihat panik ketika Kyuhyun berteriak padanya.

Kyuhyun langsung melepaskan tangan Ryeowook dari mulutnya dan ia langsung membersihkan mulutnya dengan punggung tangannya. “Kenapa kau ini? Tingkahmu aneh sekali!” dengusnya kesal.

“Aaah, mianhae!” kata Ryeowook menyesal, sepertinya tindakan tadi agak kelewatan. “Ini sudah peraturan di perusahaan ini. Menghormati atasanmu dan jangan berbicara tidak formal atau kasar saat di kantor walaupun itu temanmu sendiri, kalau kau melanggar maka kau akan mendapat peringatan karena itu menunjukkan kau bersikap tidak professional dan tidak hormat pada atasanmu dan….”

Ryeowook terus mengoceh tentang peraturan perusahaan CK-Star Group yang memang ketat. Hal itu untuk menunjukkan identitas bahwa karyawan Ck-Star adalah karyawan yang professional, berkelas, dan intelektual. Tapi, hari ini Kyuhyun sedang tidak berminat untuk mendengarkan peraturan perusahaan ataupun hal yang membosankan lainnya.

Chankaman!” potong Kyuhyun.

Ryeowook yang sedari tadi mengoceh langsung berhenti ketika.

“Aku tidak tertarik sama sekali dengan apa yang kau bicarakan,” kata Kyuhyun jujur, “Aku ke sini untuk menemui ayah dan ibuku. Bukan untuk mendengar ocehanmu yang tidak jelas itu!” omelnya dengan nada ketus.

“Ah, iya! Ayahmu sedang ada di ruangannya sekarang. Ibumu juga baru datang tadi.” kata Ryeowook melas. Sadar bahwa ia sudah bicara terlalu panjang dan menyita waktu Kyuhyun.

“Aku tahu! Ya sudah, lanjutkan pekerjaanmu sana! Apa kau mau dipecat kalau kau berdiri di sini terus?” kata Kyuhyun menyindir Ryeowook yang dari tadi terus membahas tentang pemecatan.

Andwae!!!” seru Ryeowook langsung bereaksi mendengar kata ‘dipecat’. “Baiklah, aku kerja dulu!” Ryeowook langsung pergi meninggalkan Kyuhyun, ia berlari untuk segera mengejar pekerjaan berikutnya yang terlupakan olehnya.

“Masih saja, sama seperti dulu!” Kyuhyun hanya geleng-geleng kepala dan tersenyum, tidak percaya dengan tingkah sahabatnya yang tidak berubah sejak SMA.

-TBC-

1 Comment (+add yours?)

  1. lieyabunda
    Sep 06, 2015 @ 21:23:31

    bakalan ketemu ama kyu terus nih…..
    lanjut

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: