From Me to You [2/?]

Title         : From me to you

 

Chapter 2

Kesalahpahaman

 

Han Chae Kyung Point Of View

“Aku bersedia membantu kalian!!! A-aku akan menjadi hantunya. Aku merasa buruk karena tidak dapat membantu apapun, karena itu izinkan aku membantu kalian kali ini. Kumohon!!” Ucapku dengan lantang.

“K-kau bersedia menjadi…hantu?” Ucap salah seorang gadis didepanku.

“N-ne…jika itu membantu, aku bersedia. Aku akan berusaha semampuku.” Ujarku pelan. Aku takut mereka akan menolakku.

“Tentu saja kau boleh menjadi hantunya! Itu akan sangat membantu, pasti besok malam akan jadi malam yang panjang. Hohoho…” Seru gadis berambut pendek dengan tawa misterius yang menurutku cukup menyeramkan.

“Terima kasih!!!” Ucapku sambil membungkukkan badan. Akhirnya ada yang bisa kulakukan untuk membantu seseorang.

**

Author Point Of View

Malam uji keberanian…

 

Siiiinggg….

Angin dingin yang menusuk kulit menyambut para siswa yang akan mengikuti acara uji keberanian malam ini. Saat ini para siswa tengah berkumpul didepan gedung sekolah lama yang sudah tidak terpakai lagi.

“Baiklah, apa semua sudah berkumpul? Disini akan kita akan dibagi menjadi sepuluh kelompok yang masing-masing beranggotakan 2 orang dan akan masuk secara terpisah melalui beberapa pintu yang ada di bangunan ini. Semuanya, ayo tentukan pasangan masing-masing sekarang.” Ujar seorang pria bernama Lee Dong Hae.

“Semuanya sudah punya pasangan?? Teriaknya lagi.

“Yaaaa!!!” Teriak semua teman sekelasnya.

“Baiklah, garis finishnya adalah atap gedung ini. Jika kalian sudah sampai digaris finishnya kalian akan menemukan sebuah lonceng yang sudah aku letakkan disana. Bunyikan loncengnya dan kalian akan dinyatakan lulus uji keberanian malam ini. Semuanya mengerti??” Teriak Lee Dong Hae dengan lantang.

“Ya!!!” Teriak semua siswa.

Semuanya pun telah bersiap ditempat masing-masing. Dan ketika peluit dibunyikan, maka malam uji keberanian pun dimulai.

**

Han Chae Kyung Point Of View

Di lantai 2 gedung sekolah lama…

Ternyata berada di sini lumayan menyeramkan. Walaupun aku terbiasa hidup sendiri dan menyukai keadaan yang sepi, tapi aku yang sekarang sedang berdandan seperti sadako pun merasa bahwa hawa diruangan ini begitu menyeramkan. Aku sedang menunggu peserta yang lewat menuju ruangan ini dan akan datang untuk menakut nakuti mereka.

Drap… drap… drap…

Terdengar suara langkah kaki dari luar ruangan ini. “Kelihatannya itu salah satu peserta”, gumamku. Akupun berjalan dan berdiri di depan kaca kelas yang terarah ke lorong lantai 2 sekolah ini. Aku melihat tiga orang laki-laki yang sedang berjalan kea rah dimana aku berada. Dan begitu mereka mendekat, dengan perlahan aku membuka pintu kelas dan menampakkan muka paling menyeramkan yang pernah aku punya.

“Hihihihihi… Hihihihihi…” Ujarku perlahan.

Dan…

1

2

3

“HHUUUUUUWWWAAAAAAA!!!”

“Eomaaaaaaaaaaaa…!!!!!”

“Hantuuuuuuuuuu…!!!!”

Ketiga laki-laki itu kompak menjerit dan lari pontang-panting setelah melihat perwujudanku sebagai hantu sadako. Aku terkekeh pelan begitu mengetahui ternyata aku berhasil menakuti mereka bertiga. Aku merasa bangga pada diriku sendiri karena ternyata aku bisa juga melakukan hal seperti itu.

Menunggu kembali ada orang yang lewat lagi ternyata melelahkan juga. Sudah bebrapa kali aku menguap karena tidak ada orang lagi yang kunjung datang melewati jalan ini. Sepertinya mereka melewati jalan lain menuju lantai atas.

“Hoaammmmm” Untuk kesekian kalinya aku menguap karena hari juga semakin malam. Sepertinya aku perlu sedikit istirahat. Lima menit rasanya cukup. Nanti aku akan mencari mereka lagi dan menakut nakuti mereka lagi, pikirku. Akhirnya, karena terlalu lelah tanpa sadar mataku menutup sempurna.

**

Lee Dong Hae Point Of View

Tidak dapat pasangan karena jumlah peserta yang ganjil dan Han Chae Kyung tidak ikut. Ya, aku sendirian sedang menyusuri lorong-lorong menyeramkan di sekolah ini. Saat ini aku sedang ada di lantai 2 gedung ini. Hanya dengan senter kecil ditanganku, aku menyusuri setiap kelas yang ada disini. “Menyeramkan sekali disini”, gumamku. Tiba-tiba pandanganku menangkap seorang dengan gaun putih dan rambut hitam panjang tengah duduk dengan posisi menelungkupkan tangannnya di atas meja di salah satu kelas.

Glek…

“Mungkinkah itu… hantu?” Kini aku sudah gemetar dan bulu kudukku sudah merinding, tapi aku tidak bisa mengalihkan pandanganku dari sosok itu. Selama 15 tahun hidupku, aku tidak pernah percaya akan adanya hantu atau makhluk-makhluk seperti zombie, vampire atau yang sejenis dengan itu. Dan itu yang membuatku penasaran. Dengan segenap sisa keberanian yang aku punya, aku mendekati sosok itu. Semakin dekat… dekat… dan kini aku berdiri dihadapannya.

Tunggu, sepertinya aku mengenal sosok ini. Dan wajahnya seperti tidak asing…

“Han… chae Kyung?” Ujarku berbisik.

Sepertinya dia tertidur. Tapi, apa yang dilakukannya malam-malam begini sendirian di gedung yang menyaramkan seperti ini? Bukankah dia tidak ikut uji keberanian? Begitu banyak pertanyaan dibenakku tentang gadis ini. Dan tanpa sadar, aku terus memandanginya yang tengah terlelap dalam tidurnya.

“Manis…” Senyumku mengembang begitu saja melihat wajah damainya yang tengah terlelap. Dan entah dorongan dari mana, tiba-tiba saja aku telah mendekatkan wajahku padanya, dan…

Chup!

Aku mengecup bibir merahnya, dan seketika wajahku memanas mengingat apa yang baru kulakukan beberapa detik yang lalu.

“Nghhh!”

Dia menggeliat dan perlahan membuka mata cantiknya. Sedikit menyesuaikan matanya dengan keadaan sekitar dan tiba-tiba terbelalak lebar begitu melihatku berada tepat didepan wajahnya.

Begitu melihatnya akan berteriak, refleks aku membungkam mulutnya dengan tangan kananku.

Ssssttt!!!! Desisku padanya berharap dia mengerti dan kembali diam.

Saat kurasa dia tak lagi memberontak, aku pun melepaskan tangan kananku di mulutnya.

“Maaf membuatmu terkejut” Ujarku pelan.

“Han Chae Kyung-ssi, apa yang kau lakukan disini? Bukankah kau tidak ikut acara malam ini?Dan kenapa kau tidur disini? Apa kau tidak takut?” Aku memberondongnya dengan semua pertanyaan yang saat ini ada di otakku.

Kulihat dia sedikit terkejut, tapi kemudian menjawab dengan wajah yang tetap -selalu—menuduk, “Aku hanya ingin membantu.”Ujarnya pelan.

“Membantu?” tanyaku.

“Hm, kata Lee Rumi-ssi kalau aku menjadi hantunya semua orang pasti akan takut dan acaranya akan jadi lebih menyenangkan. Jadi tak apa jika aku jadi hantu, asalkan semuanya merasa senang.” Ujarnya pelan.

“Jadi, kau yang mengajukan diri menjadi hantu?” Agak heran dengan tingkahnya.

“Kau tidak merasa takut sendirian disini?” tanyaku.

“Tidak, karena aku suka dengan suasana malam hari yang sepi, apalagi saat ini sudah memasuki musim panas.” Ujarnya dengan senyum tipis, yang entah kenapa begitu manis untukku.

“Hehehe… kau ini lucu sekali” Ujarku sambil mengelus kepalanya lembut.

**

 

 

Han Chae Kyung Point of View

Haaahhh…melelahkan sekali. Semalam aku pulang jam 1 pagi. Dengan terpaksa aku pulang sambil mengendap-endap menuju kamar tidurku karena aku tidak memberi tahu kedua orang tuaku. Beginilah jadinya mengantuk sepanjang pelajaran pagi ini.

“Hei semuanya!!! Baiklah, ayo kita umumkan pemenang dari uji nyali sebelum keluar ruangan.” Teriak Lee Dong Hae didepan kelas.

“Ya! Dong Hae-ya kau harusnya mendapat hukuman. Bukankah kau tidak dapat menyelesaikannya?” Ujar salah seorang temannya.

“Ah, Ketahuan ternyata.”Ujar Lee Dong Hae sambil terkekeh.

“Lee Jong Suk, kau juara satu. Hadiahmu penghapus sebanyak 60 buah.” Ujar salah seorang temannya lagi.

Kulihat semua orang tertawa mendengar gurauannya dan pria bernama Lee Jong Suk itu hanya menggerutu tidak jelas.

“Baiklah Dong Hae-ya, karena kau tidak dapat menyelesaikannya, maka kau dapat hukuman. Dan hukumannya… berkencan dengan Sadako selama seminggu !!! Hahahaha”

A-apa yang dia katakan?! Seruku dalam hati.

“Bukankah kudengar semalam kau bersama Sadako?”

“Kelihatannya dia ingin mendekatimu… hihihi…”

“Sebaiknya kalian pacaran saja, kekeke…” Satu persatu teman-teman Lee Dong Hae mulai menggodanya.

Bagaimana ini?? Pikirku semakin panik.

“Kalian semua keterlaluan. Aku akan melakukan apapun selain itu. Tidak sepantasnya kalian bersikap tidak sopan seperti itu terhadap Han Chae Kyung. Bagaimanapun dia adalah seorang gadis, tidak bisakah kalian menghargainya sebagai seorang wanita?! Han Chae Kyung-ssi, jangan pedulikan mereka.”Ujar Lee Dong Hae dengan suara tegas.

Seketika kelas menjadi gaduh dengan suara bisik-bisik yang dengan jelas terdengar kalau mereka menuduh Lee Dong Hae dan aku melakukan sesuatu.

Tidak… Kau tidak boleh melindungiku… Lee Dong Hae-ssi… nanti reputasimu akan…

Brakk!!

“Ini hanya salah paham! Semalam, aku memang bersama Lee Dong Hae-ssi. Tapi itu tidak seperti yang kalian bayangkan. Hal itu karena Lee Dong Hae-ssi adalah orang yang senang berbicara dengan siapapun. Itu saja. Tapi, sebenarnya aku tertarik dengan sifatnya yang ceria, aktif, baik kepada siapapun dan juga integritasnya. Itulah sebenarnya yang terjadi.”

Akhirnya… Aku bisa menyalesaikan kesalahpahaman ini…

Kuambil tas yang tergeletak diatas mejaku dan membungkukkan badanku untuk pergi.

“Permisi.”

Aku telah melakukan hal yang benar. Dengan begini reputasi Lee Dong Hae tidak akan menurun. Dengan begini aku telah menjelaskan kesalahpahaman ini. Walaupun mungkin aku akan merasakan kesepian lagi. Aku mungkin tidak akan bisa menatap matanya lagi setelah ini. Dan mungkin setelah ini dia tidak akan pernah mengatakan ‘Selamat pagi’ lagi padaku. Dia mungkin akan mulai menghindariku…

Tanpa terasa air mataku terus mengalir sepanjang perjalanan pulang. Aku—

“Han Chae Kyung-ssi!!!”

Suara itu… Aku membalikkan tubuhku dan mendapati seorang Lee Dong Hae berlari menghampiriku.

“Lee Dong Hae-ssi?” Ujarku pelan. Aku menundukkan kepalaku karena tidak ingin dia melihatku menangis.

“Teman-teman telah menyesal dan menyuruhku menyampaikan permintaan maaf mereka kepadamu.” Ujar Lee Dong Hae.

“Maaf, Lee Dong Hae-ssi hanya bersikap baik padaku tapi itu justru menimbulkan kesalahpahaman. Maafkan aku.” Ujarku sambil membungkukkan badanku untuk meminta maaf.

“Tidak masalah sama sekali.” Ujarnya sambil tersenyum.

“Kau ingat… tempat ini adalah tempat pertama kalinya kita bertemu.” Ujarnya sambil menerawang.

Aku baru sadar kalau aku sekarang berada di persimpangan tempat pertama kali aku bertemu dengan Lee Dong Hae-ssi.

“Sejak hari itu… aku—“

“A-aku ingat! Karena… sejak hari itu kau mulai mencuri perhatianku.” Ujarku gugup.

“Perhatian?” Tanya Lee Dong Hae.

Segera kujawab, “Aku mengagumimu. Lee Dong Hae-ssi selalu tampak ceria dan bersemangat, aku selalu ingin menjadi sepertimu. Sampai saat ini pun aku selalu menghormatimu. Te-terima kasih banyak Lee Dong Hae-ssi.” Aku menunduk sekilas dan langsung berlari meninggalkannya.

 

Lee Dong Hae Point of View

“Menghormati?” Sedikit kecewa dengan kata-katanya saat dia bilang hanya mengagumi dan mengormati. Aku menatap nanar punggungnya yang telah menjauh dari pandanganku.

“Kapan… Aku bisa menggapaimu?” Ujarku lirih.

Sejak hari pertama aku bertemu denganmu… perasaan ini…telah bersemi dan tumbuh begitu besar…

“Bagaimana ini… Han Chae Kyung-ssi?”

To be Continue…

 

 

 

 

 

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: