Faith – Annyeong! [3/?]

poster chapter 1 - 3

Judul               : Faith – Chapter 3: Annyeong!

Main Cast       :

Cho Kyuhyun

Han Chae Gyeong (OC)

Sub Cast          :

Park Jung Soo

Lee Yong Woo (OC)

And others find it by yourself J

Genre              : Romance, Comedy, Fashion

Rating              : 13+

Length             : Chaptered

Catatan            : Annyeong!!! If you want read my blog. Please enjoy and visit my blog: elfaithstory.wordpress.com

 

Chapter III

Annyeong

 

Jam 14.00 KST- Restoran Unamjeong

Kini Kyuhyun sedang makan siang dengan orangtuanya di restoran Unamjeong, restoran tradisional Korea Selatan yang sangat terkenal. Mereka telah memesan tempat VIP agar privasi mereka tidak terganggu oleh wartawan yang sepertinya berusaha mencari tahu tentang Kyuhyun dan keluarganya.

“Jadi, kau telah memutuskan untuk berhenti dari dunia hiburan?” tanya appa Kyuhyun.

Ne! Seperti janjiku lima tahun yang lalu padamu appa.” jawab Kyuhyun dengan senyum yang sedikit dipaksakan di wajahnya.

“Kukira kau akan melupakannya dan tetap asyik dengan pekerjaanmu itu.” sindir appa Kyuhyun. Ia masih ingat betul saat Kyuhyun bersikeras untuk bergabung di SM Entertainment hanya untuk membuktikan bahwa ia bisa hidup sendiri tanpa campur tangan keluarganya. Walaupun dengan pertengkaran hebat, akhirnya ia menyetujui permintaan Kyuhyun dan mengajukan syarat. Bahwa ia harus berhenti jika suatu saat nanti ia sudah tidak bisa mengurus CK-Star Group sendirian dan Kyuhyun menyetujuinya. Ia minta diberikan waktu lima tahun dan sudah lima tahun berlalu.

“Astaga, suamiku! Ini pertama kalinya sejak lima tahun keluarga kita bisa berkumpul kembali. Jangan membuat suasana menjadi tegang!” kata eomma Kyuhyun yang berusaha mencairkan suasana. “Lebih baik kita makan sekarang dan jangan membicarakan hal itu lagi.”

Kyuhyun tertawa. Eomma-nya memang selalu tidak suka jika terjadi pertengkaran keluarga di depan matanya. Walaupun appa orang yang keras, tapi ia bersyukur ada eomma-nya yang selalu bersikap bijak dan selalu menengahkan mereka. “Dimana Ahra eonni? Bukankah ia seharusnya sudah kembali dari luar negeri?”

“Kakakkmu masih berada di Austria. Ia masih harus menyelesaikan beberapa pekerjaan di sana, sebentar lagi ia juga kembali.” jawab eomma-nya.

Jinja? Dia bilang padaku akan kembali sebelum aku tiba di Korea?” Kyuhyun terlihat agak kecewa ketika kakaknya belum kembali.

“Ia mengurus kontrak kerjasama di Austria. Jadi, ia tidak akan pulang dalam waktu dekat.” jawab appa Kyuhyun datar. “Mengapa kau selalu begitu senang sekali jika membicarakan kepulangan Ahra eonni?”

“Memangnya kenapa?” balas Kyuhyun tidak terima perkataan ayahnya.

Aigo! Kalian ini benar-benar! Sifat kalian berdua itu mirip sekali. Keras kepala.” Eomma berusaha melerai Kyuhyun dan ayahnya yang selalu terlibat adu mulut.

Lalu ketiganya terlihat asyik mengobrol bersama sambil menikmati makan siang mereka. Meskipun Kyuhyun dan ayahnya selalu terlibat adu mulut, tapi sebenarnya mereka saling menyayangi namun sifat keras kepala dan harga diri yang tinggi membuat mereka seperti itu. Ayah Kyuhyun sebenarnya bisa memahami hobi anaknya itu dan apa yang dia sukai, tapi ia harus tetap memilih anaknya untuk membantunya. Karena Cho Kyuhyun adalah pewaris dari CK-Star Group.

“Kyuhyun, apa kau sudah punya yeoja chingu?” tanya ibunya tiba-tiba.

Kyuhyun yang sedang minum segelas air langsung tersedak saat ibunya menanyakan pertanyaan itu tiba-tiba. Wajahnya sampai memerah karena efek tersedak. “Eomma! Pertanyaan macam apa itu?” protes Kyuhyun ketika ia sudah berhasil meredakan tenggorokannya yang tersedak.

Wae? Apa kau sudah punya yeoja chingu? Eomma hanya bertanya, mengapa kau terkejut seperti itu.” Ibu Kyuhyun merasa aneh ketika Kyuhyun langsung tersedak, apa jangan-jangan anaknya itu sudah punya pacar?

Aniyo! Kalau adapun pasti sudah kuperkenalkan pada kalian sejak dulu,” bantah Kyuhyun cepat. Namun, entah kenapa ketika menjawab itu wajah gadis yang tadi ditemuinya di lift, langsung terlintas. Wajah yang seperti boneka dan mata besarnya yang menghipnotis, membuat siapapun yang melihatnya akan jatuh hati padanya. Tiba-tiba ia sendiri terkejut ketika memikirkan itu, buru-buru ia langsung menepis pikiran itu. “Aku pasti sudah gila!” gumannya pelan tanpa sadar.

“Gila kenapa? Kau ini aneh sekali.” Sindir Ayah Kyuhyun yang tidak sengaja mendengar gumaman anaknya sendiri.

“Kau pasti menyembunyikan sesuatu kan?” tanya ibu Kyuhyun yang sekarang mulai penasaran dengan tingkah anaknya yang tidak biasa.

Eomma? Mengapa kalian jadi curiga padaku huh?”

“Kau harus memilih wanita yang dari keluarga baik-baik. Appa tidak akan terima jika ia hanya bisa membawa pengaruh buruk padamu. Jika sampai itu terjadi, maka appa akan mengatur perjodohan untukmu!”

Appa!.” Kyuhyun tidak terima dengan keputusan appa-nya yang akan menjodohkannya dengan gadis pilihan ayahnya jika gadis yang ia pilih tidak sesuai dengan harapan ayahnya.

“Tapi, dengan perjodohan kita bisa memilihkan wanita yang baik-baik untukmu!” Appa Kyuhyun masih tetap bersikeras dengan pendapatnya.

“Kalian mulai lagi! Berhentilah bertengkar.” suruh Ibunya yang sudah merasakan adanya hawa perpecahan.

Tiba-tiba, ponsel Kyuhyun berdering dan dengan sigap ia langsung menjawab telepon tersebut. “Yeoboseyo?

“Ya, hyung. Aku tahu, aku akan pergi.” Kyuhyun langsung menjauhkan ponselnya dari telinganya. “Yak! Hyung, tidak perlu berteriak seperti itu. Aku akan sampai tepat waktu.”

Nugu? Manajermu?” tanya eomma-nya.

“Yup. And I have to go now. Bye!” pamit Kyuhyun. Ia langsung membersihkan mulutnya dan langsung pergi. Ada untungnya juga Jung Soo hyung menelponnya walaupun manajernya itu berteriak-teriak karena belum datang juga, setidaknya ia tidak harus mendengarkan ocehan ayah dan ibunya tentang statusnya yang ujung-ujungnya ia akan dijodohkan karena ayahnya sangat selektif sekali tentang masalah ini.

***

“Yong Woo-ya, aku senang sekali! Aku bisa keterima di CK-Star Group!!!” seru Chae Gyeong senang.

“Chae Gyeong-ah, kau sudah mengatakan itu ribuan kali,” sindir Yong Woo yang lelah mendengar kalimat yang sama sejak mereka datang ke café sore tadi hingga malam ini. Ia sebenarnya juga senang mendengar sahabatnya keterima di CK-Star Group, tapi sungguh Chae Gyeong akan mengulang kalimat itu berapa kali?

“Hahaha. Aku hanya tidak percaya saja, jangan memasang tampang seperti itu Yong Woo-ya.” canda Chae Gyeong. Ia tahu sebenarnya tidak sulit baginya untuk masuk ke CK-Star Group, tapi bisa masuk sendiri ke perusahaan tersebut tanpa bantuan siapapun itu sungguh hal yang membanggakan karena ia selalu dibandingkan dengan latar belakang keluarganya yang merupakan salah satu pejabat penting di Negara ini.

“Oh iya, kau tahu aku mengalami kejadian menyebalkan saat di kantor CK-Star,” kata Chae Gyeong tiba-tiba yang teringat akan pertemuannya dengan pria aneh di lift tadi siang.

“Memangnya apa yang terjadi?” tanya Yong Woo penasaran. Tidak biasanya Chae Gyeong bermasalah dengan orang baru yang ditemuinya.

“Aku bertemu dengan pria aneh. Aku tidak sengaja menabraknya dan ia melihatiku seperti akan menerkamku.” Chae Gyeong mulai bercerita dengan sedikit sebal, “Aku sudah minta maaf, tapi ia malah mengataiku ‘Bagaimana bisa kau bisa keterima bekerja di CK-Star Group?’ Sikap apa itu!” Chae Gyeong mendecakkan lidahnya. Baru kali ini ia dipandang hina seperti itu.

“Aku tahu apa penyebabnya. Pasti kau pasti melamun lagi?” tebak Yong Woo yang hapal betul sifat Chae Gyeong yang bisa menabrak orang karena ia melamun. Masa orang sebesar itu dia tidak melihat.

“Aah, aku tahu itu Yong Woo-ya,” Chae Gyeong hanya tersenyum lebar menyadari sifatnya yang suka melamun, “Tapi, apa perlu dia sampai berkata seperti itu?” protesnya tidak terima. “Lagipula ia terlihat seperti mengenalku, tapi aku tidak ingat pernah melihatnya dimana.”

“Aish!!!” Yong Woo mulai gemas dengan sifat Chae Gyeong. Walaupun pintar, tapi sahabatnya ini benar-benar ceroboh sekali. “Kau ini! Pasti dia mengenalmu sampai-sampai dia melihatmu seperti yang kau ceritakan tadi!” kata Yong Woo sambil menyentil pelan kening Chae Gyeong.

Appo!” Chae Gyeong mengusap-usap keningnya. Walaupun sentilan Yong Woo pelan, tapi ia bisa merasakan bahwa keningnya sudah berubah merah karena ulah Yong Woo. “Aku sudah bertanya padanya, tapi ia bilang ‘Lupakan saja!’.” ujarnya membela diri.

“Memangnya seperti apa rupanya? Barangkali aku tahu siapa dia.” tanya Yong Woo sambil meminum capucinonya. Ia biasanya ingat dengan kenalan Chae Gyeong karena hampir setiap bertemu dengan orang baru pasti dia menceritakan pada dirinya.

“Hmm,” Chae Gyeong terlihat berpikir, “Dia tinggi, wajahnya familiar sepertinya ia seorang artis dan wajahnya sangat tampan. Yeah, walaupun dia begitu menyebalkan.” Terangnya polos.

Ia masih ingat betul saat ia dengan refleks mendekatkan wajahnya untuk melihat wajah pria itu. Ia hanya ingin melihat lebih jelas, tapi sadar perbuatannya sedikit agak berani ia jadi salah tingkah sendiri. Ia juga tersadar bahwa wajah lelaki itu sangat tampan dengan hidungnya yang mancung, rahang yang tegas dan tatapan matanya yang tajam. Namun ternyata setelah itu jantungnya terus berdebar-debar walaupun pria itu sudah menghilang dari pandangannya.

Babo, kalau dia artis mana mungkin dia mengenalmu. Kau saja tidak tahu satupun tentang artis Korea.” ejek Yong Woo sambil menoyor kening Chae Gyeong. Tidak habis pikir mengapa sahabatnya yang pintar ini mempunyai ingatan yang buruk tentang wajah orang yang baru ditemuinya.

“Yaak!” Chae Gyeong langsung menyingkirkan tangan Yong Woo dari keningnya.

“Tapi, sepertinya pria itu berhasil menarik perhatianmu. Karena dari tadi kau terus membicarakannya.” kata Yong Woo mengalihkan pembicaraan. “Kau ‘kan tidak pernah berbicara tentang namja selain Choi Siwon-mu itu. Pasti dia benar-benar tampan sampai bisa menarik perhatianmu.”

“Dia mempunyai sifat yang buruk dan itu sama sekali tidak tampan!” jawab Chae Gyeong ketus. Meskipun ia mengakui namja itu tampan, tapi kelakuannya membuat minus dirinya di matanya. “Aaah, sudahlah! Kita disini untuk merayakan pesta perpisahanmu dan keterimanya aku di CK-Star Group. Mengapa jadi membahas namja menyebalkan itu?” gerutunya kesal. Ia sudah merencanakan ingin membuat pesta yang meriah untuk dirinya dan Yong Woo, tapi malah terlibat pembicaraan yang menyebalkan ini.

“Kau sendiri yang mulai!” kata Yong Woo tajam.

“Baiklah, ayo kita bersenang-senang!”

***

Hari Rabu telah tiba.

Yong Woo akan meninggalkan Seoul dan kembali ke kampung halamannya di Jeju. Chae Gyeong tentu saja mengantarkan sahabatnya ke bandara. Mereka berdua naik taksi menuju bandara karena Chae Gyeong tidak bisa membawa mobil sendiri begitu juga dengan Yong Woo. Namun kini mereka harus terjebak macet karena ada kecelakaan di depan dan mereka harus sabar menunggu.

“Chae Gyeong-ah, sekarang sudah jam berapa?” tanya Yong Woo yang terlihat sedikit gelisah karena sudah setengah jam mereka terjebak macet.

Chae Gyeong langsung mengecek jam tangannya dan wajahnya yang sudah panik kini bertambah semakin panik. “Omo, sudah jam setengah dua!” teriak Chae Gyeong yang malah semakin membuat keadaan menjadi tegang.

Jinja? Bagaimana ini?” Yong Woo sudah tidak bisa menahan rasa paniknya karena pesawatnya akan berangkat jam dua dan dia masih tetap terjebak kemacetan yang tidak tahu kapan akan normal kembali.

“Pak supir, bisa tolong lebih cepat? Temanku harus sampai bandara sebelum jam dua,” pinta Chae Gyeong memelas. Ia mengerti benar bahwa Yong Woo sudah sangat bersemangat saat membereskan barang-barangnya tadi malam dan ia juga tidak ingin melihat Yong Woo menjadi sedih karena tidak jadi berangkat karena kemacetan sial ini.

“Maaf nona, tapi aku juga tidak bisa berbuat apa-apa,” jawab Pak Supir pasrah, ia juga tidak mengerti harus berbuat apa lagi.

“Bagaimana ini?” guman Yong Woo setengah berbisik. Wajahnya sudah menampakkan kepasrahan dan terlihat hampir menangis.

Tidak tega melihat Yong Woo yang sepertinya benar-benar sudah ingin pulang ke Jeju, Chae Gyeong berusaha mencari akal agar ia da sahabatnya bisa tiba di bandara tepat waktu.

“Aah,” Tiba-tiba terlintas ide di pikiran Chae Gyeong, “Lebih baik kita turun di sini saja!” seru Chae Gyeong.

Mwo?” Mata Yong Woo membelalak tidak percaya, “Kau gila?”

“Kau mau sampai tepat waktu di bandara kan? Dari sini ke bandara paling butuh lima belas menit lagi jika kita berlari dari sini!” kata Chae Gyeong bersemangat. Ia langsung mengambil uang di dompetnya yang berwarna krem dan memberikannya pada Supir taksi.

“Pak, kita turun di sini saja!” kata Chae Gyeong buru-buru dan langsung memegang tangan Yong Woo untuk ikut turun dari taksi.

“Nona, kembaliannya!” seru sang supir dari dalam taksi.

“Ambil saja kembaliannya!” balas Chae Gyeong sambil menurunkan koper Yong Woo dari bagasi mobil.

“Chae Gyeong-ah!” Yong Woo tidak percaya ia harus melakukan ini demi mengejar pesawatnya.

“Kau bawa koper ini dan aku bawa yang ini,” kata Chae Gyeong sambil menyerahkan koper berwarna hitam pada Yong Woo dan dirinya membawa koper yang coklat muda. “Kajja! Kita harus cepat!” seru Chae Gyeong yang langsung berlari.

“Yak! Chae Gyeong-ah, tunggu aku!” Yong Woo berusaha menyusul Chae Gyeong yang sudah jauh berada di depannya.

***

“Apa yang terjadi? Mengapa dari tadi kita hanya berjalan pelan sekali?” tanya Kyuhyun yang duduk di kursi belakang mobil sedan mewahnya sambil mendengarkan musik melalui headphone-nya.

“Sepertinya ada kecelakaan di depan,” jawab sang supir.

Cho Kyuhyun hanya menghela napas. Di saat seperti ini mengapa harus ada kecelakaan? batinnya dalam hati. Hari ini ia harus ke Jeju untuk pengambilan gambar untuk High Cut magazine, tapi sepertinya ia tidak akan sampai tepat waktu. “Hyung, kurasa kita harus memberitahu mereka bahwa kita tidak akan sampai tepat waktu.”

Arraseo! Aku juga berjaga-jaga untuk memesan tiket selanjutnya jika kita tidak sampai bandara tepat waktu.” sahut Jung Soo yang duduk di sebelah Kyuhyun.

Selagi Jung Soo mulai sibuk menelpon staf yang ada di Jeju. Kyuhyun memandangi ke arah luar jendela mobilnya dan tiba-tiba ia menangkap suatu pemandangan yang menarik. Ia melihat seorang gadis berlari-lari sambil membawa koper yang lumayan besar melewati mobilnya. Apa hari ini ada sesuatu yang begitu penting sampai-sampai gadis itu terlihat sangat terburu-buru dan terlihat begitu menikmati olah raga larinya.

Kyuhyun mengamati gadis itu dan tersenyum, ia merasa gadis itu seperti dikejar-kejar oleh anjing. Gadis itu mengenakan topi wol berwarna merah putih, kaus putih kebesaran yang dipadu dengan jaket berwarna hitam dan celana panjang jeans berwana hitam. Larinya sungguh cepat, pikirnya.

“Sepertinya aku pernah melihat gadis itu,” guman Kyuhyun pelan. Ia menurunkan sedikit jendela mobilnya untuk melihat gadis itu lebih jelas. Tapi, ia terkejut ketika tiba-tiba ada gadis yang lain berhenti tepat di samping mobilnya. Gadis itu terlihat terengah-engah.

“Chae Gyeong-ah, tunggu aku!” serunya sambil berusaha mengambil napas.

Chae Gyeong? Kyuhyun tidak sengaja mendengar gadis yang berhenti itu memanggil nama temannya yang ada di depan. Sesaat ia merasa pernah mendengar nama itu, tapi dimana ia pernah mendengar nama itu?

Gadis yang bernama Chae Gyeong itu berbalik dan menghampiri temannya. “Yong Woo-ya, kau tidak apa-apa? Kita masih ada lima belas menit lagi.” tanya Chae Gyeong khawatir dengan napas terengah-engah.

Gwaenchana! Kau itu lari cepat sekali, aku susah menyusulmu!”

Chae Gyeong hanya tertawa lebar. Ia memang berusaha untuk berlari secepat mungkin untuk sampai di bandara tepat waktu. Tidak sadar bahwa temannya tertinggal sangat jauh.

Kedua gadis itu terus berbincang tanpa sadar bahwa seseorang yang berada di dalam mobil di sebelahnya turut menyaksikan kejadian yang terlihat menyenangkan ini. Kyuhyun begitu menikmati cara gadis bertopi wol merah putih itu tersenyum dan tertawa. Jantung Kyuhyun tanpa sadar berdebar-debar ketika melihat tawa gadis itu. Tawa yang terlihat tulus dan senang sekali membuat wajah gadis itu menjadi semakin bertambah cantik di matanya.

Kini Kyuhyun ingat betul pernah mendengar nama itu dimana dan wajah yang tidak asing lagi di matanya, wajah yang kini sedang ia kagumi. Ia memang pernah melihat gadis itu bahkan ia tidak akan lupa dengan wajah gadis itu. Wajah yang cantik seperti boneka dan membuat siapapun yang melihatnya akan terpesona.

Kyuhyun bahkan hapal betul dengan gadis itu karena ia sudah dua kali ditabrak oleh gadis itu karena melamun. Gadis yang tidak mau disebut anak kecil dan gadis yang meneriakkan namanya bahwa namanya adalah Han Chae Gyeong. “Ah, jadi kau Han Chae Gyeong itu?” bisik Kyuhyun lebih ke dirinya sendiri.

“Kyuhyun-ah, apa yang sedang kau lihat?” tanya Jung Soo penasaran dengan dongsaeng-nya yang asyik melihat pemandangan di luar jendelanya.

“Ah, ani!” jawab Kyuhyun kaget dan refleks langsung menutup jendelanya. Ia sangat terkejut wajah Jung Soo tiba-tiba sudah ada di sampingnya dan ikut menyaksikan pemandangan yang ada di samping mobilnya.

“Kau ini! Aku tahu dari tadi kau begitu asyik sekali memandangi kedua gadis itu sampai-sampai kau tidak tahu aku berbicara padamu.” kata Jung Soo menyindir.

“Aku hanya merasa kedua gadis itu aneh sekali berlari-lari sambil membawa koper besar.” balas Kyuhyun tidak terima disindir seperti itu.

“Benarkah?” tanya Jung Soo tidak percaya, “Aku lihat kau tersenyum-senyum sendiri saat memandagi gadis bertopi wol merah putih itu.” sindirnya lagi.

“Kau pasti salah lihat hyung!” elak Kyuhyun.

“Gadis bertopi wol merah putih itu sangat cantik. Pantas saja kau dari tadi melihatinya!” kata Jung Soo meledek, tidak menghiraukan kata-kata Kyuhyun barusan.

“Yak! Hyung!”

Jung Soo terus meledeki Kyuhyun sampai wajah dongsaeng-nya berubah merah. Sebenarnya, Kyuhyun memang tertarik dengan gadis itu dan entah mengapa ia selalu melihat keberadaan gadis itu belakangan ini. Apa yang sedang direncanakan Tuhan dalam hidupnya sehingga ia bisa sering melihat gadis itu belakangan ini?

Padahal Kyuhyun ingat jelas bahwa gadis itu bodoh karena tidak mengingat dirinya yang tampan ini, wajah yang selalu menghiasi majalah dan televisi, tapi gadis bodoh itu benar-benar tidak tahu siapa dirinya setelah dua kali bertemu secara langsung.

***

“Kyaaa! Tunggu!” teriak Chae Gyeong yang langsung berlari menghampiri petugas wanita yang akan menutup gate untuk penerbangan ke Jeju. Ia sampai memegang kedua tangan petugas wanita dan memohon. “Tolong tunggu sebentar, temanku harus naik penerbangan ini!” pinta Chae Gyeong dengan napas terengah-engah. Ia melepas topi wolnya dan mengelap keringat yang membasahi keningnya.

“Ba..baiklah,” kata petugas wanita itu yang terlihat kasihan dengan Chae Gyeong yang terlihat sangat kelelahan.

“Chae Gyeong-ah!” panggil Yong Woo yang berhasil menyusul Chae Gyeong yang telah sampai duluan.

“Nah, itu dia temanku!” seru Chae Gyeong, “Yong Woo-ya, cepat!”

Yong Woo berhasil sampai dan bergegas menyerahkan tiket dan tanpa sadar menyerahkan semua yang ada di tangannya. Petugas wanita itu hanya tersenyum dan ia memeriksa satu-persatu tiket dan kartu identitas Yong Woo. Setelah beres petugas itu mempersilakan Yong Woo masuk.

“Cepatlah, pesawat akan berangkat dalam beberapa menit lagi.” kata petugas itu ramah.

“Baiklah,” Yong Woo langsung mengambil koper yang ada di tangan Chae Gyeong. “Sampai jumpa!” katanya sambil memeluk Chae Gyeong. “Jaga dirimu baik-baik! Jangan lupa makan yang teratur!” ceramah Yong Woo dengan cepat.

“Iya, aku tahu. Hati-hati!” seru Chae Gyeong.

Yong Woo langsung berlari memasuki pesawatnya.

“Yong Woo-ya, telepon aku ketika kau sampai! Jangan lupa untuk terus menghubungiku!” seru Chae Gyeong dan tidak tahu apakah kata-katanya itu bisa didengar atau tidak oleh Yong Woo.

“Yong Woo-ya,” panggil Chae Gyeong yang terlihat sedih. Ia merasa perpisahannya begitu cepat sekali. Ia belum sempat mengatakan apa-apa pada sahabatnya itu. Tiba-tiba mata Chae Gyeong terasa panas, air matanya keluar begitu saja. Mulai hari ini ia akan tinggal sendiri di apartemennya yang besar itu dan hal itu membuatnya seperti merasa kehilangan.

Agassi, kau tidak apa-apa?” tanya petugas wanita yang terlihat bingung melihat Chae Gyeong yang tiba-tiba menangis.

Chae Gyeong menggelengkan kepalanya. Ia buru-buru menghapus air matanya, “Terima kasih, sudah mau menunggu sahabatku tadi.” kata Chae Gyeong sambil membungkukkan badannya.

“Eh, tidak perlu sungkan.” balas petugas itu.

Lalu Chae Gyeong segera meninggalkan tempat itu dan berjalan perlahan. Ia berjalan sambil menundukkan kepalanya, rasanya ia tidak bersemangat untuk menjalani hari ini. Ditambah lagi air matanya kini tidak mau berhenti mengalir, ia benar-benar merasa berat setelah tiga tahun bersama kini sahabatnya telah pergi.

***

Hyung! Ppali!” seru Kyuhyun yang mengenakan masker hitam dan topi berwarna coklat. Ia berlari untuk mengejar ketinggalan pesawatnya namun tiba-tiba ia tidak sengaja menabrak bahu seorang gadis mungil yang ada di depannya.

Gadis bertopi wol merah putih itu langsung jatuh terduduk. Kyuhyun yang tadi menabraknya merasa bersalah karena gadis itu tidak kunjung berdiri. Apakah ia menabraknya terlalu keras? pikirnya.

Agassi, gwaenchana?” tanya Kyuhyun yang merasa bersalah.

Gadis itu hanya menggeleng menjawab pertanyaan pria yang ada di depannya dan kepalanya tetap tertunduk untuk menyembunyikan air matanya.

“Benarkah tidak apa-apa?” tanya Kyuhyun tidak yakin karena gadis itu terlihat tidak baik-baik saja di matanya.

Tidak ada jawaban lagi dari gadis itu.

“Kau bisa berdiri?” tanya Kyuhyun dan lagi-lagi tidak ada jawaban dari gadis itu. Sesaat Kyuhyun seperti mendengar gadis itu terisak, tapi mungkin ia salah dengar karena berikutnya ia tidak mendengar apa-apa lagi.

Karena gadis itu tidak kunjung berdiri, Kyuhyun langsung memutuskan membantu gadis itu berdiri. Ia sedikit terkejut ketika bisa melihat wajah gadis itu dengan jelas, ternyata gadis itu adalah gadis yang bernama Chae Gyeong yang tadi berlari-lari bersama temannya. Jantungnya berdegup kencang seketika saat ia memandang mata gadis itu. Tapi, mengapa ia menangis? pikirnya bingung.

Agassi, mengapa menangis? Apa ada yang sakit?” tanya Kyuhyun khawatir, cemas dengan efek tubuhnya yang telah menabrak tubuh gadis mungil itu lumayan keras.

Aniyo!” jawab Chae Gyeong menggeleng, tapi tanpa sadar tangisannya malah bertambah kencang dan membuat Kyuhyun panik. “Hwaaa!!” isaknya.

“Hya, jangan menangis!” Kyuhyun mencoba menangkan Chae Gyeong. Tapi, bukannya mereda tangisan gadis itu malah bertambah kencang. “Cup, cup! Jangan menangis! Apa ada yang sakit? Kumohon, jangan menangis!” kata Kyuhyun berusaha menenangkan. Ia merasa seperti seorang appa yang berusaha menenangkan gadis kecilnya yang terjatuh namun tidak kunjung berhenti.

“Yak! Kyuhyun-ah, kau apakan gadis itu?” tanya Jung Soo yang baru saja tiba setelah berhasil menyusul Kyuhyun.

“Aku tidak sengaja menabraknya dan sekarang ia menangis.” jawab Kyuhyun panik. “Hyung, sebaiknya kau urus dulu penerbangan kita ke Jeju.”

“Baiklah, kau juga tenangkan dia! Awas saja kalau kau membuat keributan!” saran Jung Soo sedikit agak menekan yang kemudian pergi dari hadapan mereka.

“Aish, hyung! Di saat seperti itu masih bisa berceloteh saja,” keluhnya kesal, “Agassi, jangan menangis. Aku tahu aku bersalah, tapi kumohon jangan menangis.” pintanya sedikit memaksa pada gadis yang bernama Chae Gyeong ini.

Namun, Chae Gyeong tetap saja menangis. Ia tidak bisa mengendalikan air matanya sendiri karena baru kali ini ia akan tinggal sendiri dan ia tidak menyukai kenyataan itu. “Hiks. Hiks! Hwaaa!”

Orang-orang ada yang ada di sekeliling mereka jadi berhenti dan melihati mereka berdua. Mereka terlihat berbisik-bisik dan memandang Kyuhyun dengan tatapan menuduh. Seolah-olah Chae Gyeong sudah diperlakukan jahat olehnya. Kini Kyuhyun mati-matian menutup wajahnya dengan tangan walaupun masker telah terpasang sempurna di wajahnya, ia tidak ingin mengambil resiko dengan ada orang yang akan mengenalinya dan bisa terjadi berita menghebohkan di Korea.

“Aish, kumohon jangan menangis!” pintanya sekali lagi. Ia tidak ingin terjadi hal yang tidak diinginkan sekarang ini. Akhirnya, Kyuhyun terpaksa merangkul bahu gadis itu dan membawanya ke tempat sepi. Ia tidak ingin menjadi pusat tontonan orang-orang di bandara dan menimbulkan kekacauan jika ketahuan kalau dirinya adalah Cho Kyuhyun, seorang supermodel sekaligus aktor Korea yang terkenal hampir ke seluruh dunia, telah membuat seorang gadis menangis. Apalagi jika berita tersebut langsung menyebar lewat internet dan dirinya diperbincangkan macam-macam oleh orang-orang. Ah, itu tidak akan kubiarkan itu terjadi! Keluhnya frustasi dalam hati.

Kini Kyuhyun dan Chae Gyeong duduk di kursi bandara. Mereka berdua duduk bersebelahan. Kini tangisan Chae Gyeong juga sudah mulai mereda setelah berusaha ditenangkan oleh Kyuhyun yang mati-matian berusaha agar gadis itu berhenti menangis.

“Ini untukmu, minumlah!” kata Kyuhyun sambil menyerahkan sebotol air mineral.

Kamsahamnida,” balas Chae Gyeong sambil meminum air mineral yang diberikan Kyuhyun. “Maaf, merepotkanmu. Aku benar-benar tidak bisa mengendalikan air mataku sendiri, sekali lagi maaf telah membuatmu susah,” katanya menerangkan dan sedikit agak menyesal mengapa tadi ia bersikap sungguh kekanak-kanakkan. Tapi, sungguh ia sudah tidak bisa menahan air matanya lagi tadi dan ditambah ia ditabrak cukup keras oleh pria yang ada di depannya ini jadilah ia menangis tidak terkontrol.

“Aku mengerti,” sahut Kyuhyun, “Memang apa yang membuatmu sedih sampai seperti itu?”

Chae Gyeong menghela napasnya. “Aku mengantarkan sahabatku saja yang tadi harus kembali ke Jeju. Kami sudah tiga tahun bersama dan aku merasa sedih ketika sadar bahwa mulai sekarang aku harus tinggal sendiri.” kata Chae Gyeong menjelaskan dan tanpa sadar telah berkeluh kesah pada pria yang tidak dikenal.

Oh, jadi yang tadi ikut berlari bersamanya itu sahabatnya? tebak Kyuhyun dalam hati. Tapi, mengapa lagi-lagi gadis ini tidak mengenali dirinya lagi? Astaga, ini sudah ketiga kalinya dan lagi-lagi hanya Kyuhyun sendiri yang mengingat gadis ini dengan jelas. Sebenarnya, gadis itu sebodoh apa sampai ia tidak bisa mengenali wajah tampan ini untuk yang ketiga kalinya, pikirnya penuh percaya diri.

Agassi, kau tidak mengenaliku?” tanyanya penasaran.

Chae Gyeong melihati wajah Kyuhyun dengan heran. Sepertinya ia merasa pernah mendengar seseorang pria juga menanyakan ini padanya. Mengapa namja ini menanyakan hal itu? pikirnya bingung. “Maaf, tapi apakah kita pernah bertemu?” tanyanya polos.

Bagai kilat menyambar di siang hari. Kyuhyun menatap mata gadis itu tidak percaya, lagi-lagi gadis itu tidak mengenalnya dan pertanyaannya sama dengan yang pernah diajukannya tempo hari yang lalu. “Kau ini benar-benar!” desis Kyuhyun sebal dan nyaris tidak terdengar. Ia tidak terima dengan kenyataan bahwa wajah tampannya yang selalu menghiasi dunia hiburan Korea tidak dengan mudah diingat oleh gadis bodoh ini.

“Bagaimana aku bisa mengenalmu kalau kau mengenakan masker bodoh itu?” celetuk Chae Gyeong dengan suara pelan.

Kyuhyun sedikit terkejut mendengar celetukan Chae Gyeong. Walaupun pelan tapi ia bisa mendengarnya dengan jelas. Pantas saja gadis itu tidak mengenalnya ketika pertama kali bertemu. Tapi, ia cukup tersinggung ketika gadis itu mengatakan tentang maskernya. Apa perlu ia mengatakan itu? dengusnya dalam hati. Ia juga tidak akan mau memakainya kalau bukan karena terpaksa untuk menghindari fansnya atau orang-orang yang akan mengenalinya dan kemudian akan terjadi kehebohan yang akan membuat kepalanya pusing tujuh keliling.

“Tuan, apa aku mengenalimu? Atau kita pernah bertemu?” tanya Chae Gyeong sekali lagi, memecah suasana sepi di antara mereka berdua. “Maaf jika aku tidak mengenalimu, karena ingatanku kurang bagus mengenai wajah orang yang baru kutemui.”

“Benarkah?” tanya Kyuhyun tidak percaya. Matanya kini tidak lepas dari gadis yang ada di depannya ini. Ia tidak yakin dengan ucapan Chae Gyeong, apa ada orang yang seperti itu sekarang? Tidak mengenali langsung orang yang baru ditemuinya? Tapi, ia sendiri kan bukan orang biasa yang bisa ditemui seperti ini, pikirnya heran. Kyuhyun mengamati mata Chae Gyeong yang besar dan berusaha mencerna bahwa kata-kata gadis itu tidak bohong dan ternyata gadis itu memang jujur. Tidak terlihat sorot mata pura-pura dari Chae Gyeong. “Aku mengerti. Tapi, apa kau tidak tahu tentang wajah artis Korea? Supermodel Korea yang terkenal saat ini?” tanyanya penasaran karena tidak mungkin gadis itu tidak tahu seperti apa wajah artis-artis Korea yang selalu menghiasi televisi.

“Maksudmu Cho Kyuhyun kah?” tebak Chae Gyeong.

Jawaban Chae Gyeong berhasil membuat Kyuhyun terkejut setengah mati. Gadis itu tahu tentang Cho Kyuhyun tapi mengapa tidak mengenali dirinya? “Ne, kau tahu dia?” tanya Kyuhyun berbasa-basi, berusaha mengorek lebih dalam pengetahuan gadis itu tentang dirinya.

“Aku hanya tahu dia Supermodel Korea, tapi selebihnya aku tidak tahu apa-apa.” jawab Chae Gyeong santai. Ia sebenarnya agak tidak tertarik untuk membicarakan tentang hal-hal yang berbau dunia hiburan Korea karena pengetahuan sedikit tentang hal itu.

“Lalu kau tidak tahu seperti apa rupanya?”

“Aku pernah melihatnya beberapa kali di tv, tapi aku lupa seperti apa wajahnya. Memangnya kenapa tiba-tiba menanyakan dia?” tanya Chae Gyeong penasaran. Ia merasa aneh karena tiba-tiba pembicaraannya melenceng ke membicarakan Cho Kyuhyun yang tentu saja dia tidak mengerti.

“Tidak, aku hanya penasaran dengan apa yang baru saja kau katakan tadi tentang mengingat wajah orang baru.” jawab Kyuhyun bohong. Padahal ia ingin mengetes gadis itu tentang dirinya. Ah, tapi sepertinya gadis ini sudah tidak tertolong lagi jika ia benar-benar tidak tahu siapa aku. Ingatannya buruk sekali.

“Tuan, kau belum menjawab pertanyaanku. Apa kita saling mengenal? Atau pernah bertemu sebelumnya?”

Apa aku harus memberitahunya bahwa aku ini adalah Cho Kyuhyun? Tapi, diberitahu juga percuma sepertinya dia juga tidak akan tahu kalau aku ini beneran Cho Kyuhyun atau tidak karena gadis itu bahkan tidak tahu seperti apa rupa wajahku ini. Kyuhyun terus membatin dalam dirinya. Apakah perlu ia memberitahunya?

“Tuan,” panggil Chae Gyeong.

“Ehm, kita tidak saling mengenal. Aku hanya pernah kebetulan bertemu denganmu di bandara ini juga.” kata Kyuhyun akhirnya. Ia tidak mengungkapkan identitasnya karena menurutnya itu percuma.

“Oh,” Chae Gyeong tampak mengerti. Pantas saja ia merasa mengenal wajah pria yang ada di depannya ini, walaupun tertutup masker tapi tampak familiar di matanya. Hanya saja ia lagi-lagi lupa pernah lihat dimana saat di bandara.

“Akhirnya aku menemukanmu!” kata pria yang tiba-tiba muncul di depan Chae Gyeong dan Kyuhyun. Ia terlihat terengah-engah mencari Kyuhyun kemana-mana.

Hyung?” Kyuhyun menatap heran pria yang adalah manajernya itu. “Kau sudah berhasil mendapatkan tiket?”

“Sudah, dan penerbangannya akan berangkat lima belas menit lagi,” jawab Jung Soo yang terlihat masih kelelahan, “Aku mencarimu kemana-mana dan ternyata kau ada di sini. Cepat, kita tidak punya banyak waktu lagi!”

Arra! Baiklah, Agassi aku pergi dulu.” pamit Kyuhyun pada Chae Gyeong.

“Hati-hati di jalan.” balas Chae Gyeong.

Namun sebelum benar-benar pergi, Kyuhyun menundukkan kepalanya dan mendekatkan wajahnya ke wajah Chae Gyeong, mengamati mata besar milik gadis itu. Hal itu tentu saja sukses membuat Chae Gyeong mendapat serangan jantung karena kini jantungnya berdetak tidak keruan. Oh Tuhan, apa yang akan dia lakukan? batin Chae Gyeong dalam hati.

Wajah Kyuhyun makin mendekat dan membuat Chae Gyeong langsung memejamkan matanya tanpa sadar. Ia takut Kyuhyun akan berbuat yang tidak-tidak padanya.

“Jangan menangis lagi Chae Gyeong-ssi, karena wajahmu sangat jelek saat menangis,” bisik Kyuhyun dengan nada meledek.

Mwo?” Mata Chae Gyeong langsung membuka lebar, tidak percaya dengan yang baru saja di dengarnya.

“Sampai jumpa!” Kyuhyun langsung berjalan meninggalkan Chae Gyeong yang masih terpaku di tempatnya.

“Yaak! Kau!” teriak Chae Gyeong kesal.

Kyuhyun hanya tertawa jahil, tidak menyangka menggoda gadis itu terasa menyenangkan baginya. Ditambah ekpresi Chae Gyeong yang benar-benar menggemaskan membuatnya tidak akan bisa melupakan wajah gadis itu dengan mudah.

“Kyuhyun-ah, bukannya dia gadis bertopi wol merah putih tadi?” tanya Jung Soo setelah berjalan agak jauh dari Chae Gyeong.

Kyuhyun mengangguk. “Dia gadis yang tidak sengaja kutabrak tadi,” tambahnya.

Aigo! Kau pasti sengaja menabraknya supaya bisa berkenalan dengannya kan?” goda Jung Soo.

Hyung!” protes Kyuhyun.

Arra, arra!” kata Jung Soo mengerti, “Tapi, mengapa tadi kau menggodanya? Kau memang berniat ingin berkenalan dengannya ‘kan? Kalau tidak tidak mungkin kau berbuat seperti itu tadi.” Kali ini Jung Soo tidak bisa menahan rasa penasarannya.

Aniyo! Dia itu terlalu bodoh makanya aku menggodanya.” kata Kyuhyun asal. Sebenarnya, ia hanya ingin membalas perbuatan gadis itu terhadapnya tempo hari yang lalu. Saat di lift dengan seenaknya gadis itu mendekatkan wajahnya tanpa tahu bahwa jantungnya bisa saja meledak kapan saja dan sekarang ia ingin gadis itu merasakan apa yang dirasakannya. Tanpa sadar dirinya tersenyum mengingat wajah gadis itu.

-tbc-

3 Comments (+add yours?)

  1. lieyabunda
    Sep 09, 2015 @ 03:52:59

    kyu udah mulai tertarik tuh,,,,
    lanjut

    Reply

  2. changtaeupy
    Sep 09, 2015 @ 09:30:42

    Next un,. Bagus

    Reply

  3. kyunnie28
    Sep 23, 2015 @ 22:46:06

    Hohohoooo,,ada yg mulai kejebak ma mata bulatny Chae gyeong tuuu…dua2nya mulai tertarik.
    astagaaa,,daya ingatny chae gyeong parah bgt.perlu mnum multivit penambah daya ingat tuuu…wkwkwkkk….
    Next….

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: