Faith – New Life! [4/?]

poster chapter 1 - 3

Judul               : Faith – Chapter 4: New Life!

Main Cast       :

Cho Kyuhyun

Han Chae Gyeong (OC)

Lee Dong Hae

Sub Cast          :

Park Jung Soo

Lee Yong Woo (OC)

And others find it by yourself J

Genre              : Romance, Comedy, Fashion

Rating              : 13+

Length             : Chaptered

Catatan            : Annyeong!!! If you want read my blog. Please enjoy and visit my blog: elfaithstory.wordpress.com

 

Chapter IV

New Life

 

3 bulan berlalu

Seorang pria dengan setelan jas formalnya yang mahal berjalan dengan mantap, keluar dari gate kedatangan penerbangan internasional di Bandara Incheon. Ia berjalan bak seorang model ternama, kacamata hitam yang bertengger di hidungnya yang mancung membuat penampilannya sempurna. Rambutnya yang hitam kecoklatan tersisir rapih ke belakang memperlihatkan keningnya yang bersih dan mulus. Ia terus melangkahkan kakinya sambil mendorong sebuah kereta yang penuh dengan koper miliknya.

Setiap hentakan langkah pria itu membuat orang-orang yang berlalu-lalang di sekitarnya berhenti untuk melihatnya, seolah mereka terhipnotis dengan karya Tuhan yang terindah yang berada di depan mereka. Banyak yang terkagum-kagum dan bingung. Siapakah orang itu? pikir mereka.

Tiba-tiba langkah pria itu berhenti, ia melihat sekelililng seperti sedang mencari-cari seseorang. Wajahnya yang sedari tadi datar kini berubah sedikit gusar. Ia melirik ke jam tangan Rolex mahal yang berada di tangan kirinya. “Ckk,” Pria itu mendecakkan lidahnya. Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan pagi waktu Korea. “Dimana bocah itu? Mengapa ia belum kelihatan juga?”

“Lee Dong Hae!!!” Seru seorang pria yang tiba-tiba berlari mendekat ke arahnya dan tiba-tiba memeluknya erat.

“Yaa! Lee Hyuk Jae!!! Kau ini, bisakah kau tidak berteriak memanggilku seperti itu?!” Omel pria yang dipanggil Lee Dong Hae tadi dan buru-buru melepaskan pelukan pria itu. Ia merasa benar-benar malu dengan tingkah pria di depannya ini. Mau ditaro dimana mukanya setelah ia tadi dengan kerennya berjalan melenggang ke luar bandara Incheon hancur oleh Lee Hyuk Jae yang bersikap serampangan.

“Hahaha,” Pria itu tertawa dengan napas yang masih terengah-engah, “Mianhae, aku spontan saja melakukan semua itu. Kau tahu aku sudah menunggumu lama dari tadi!”

“Ya sudahlah. Pesawatku mengalami gangguan dan harus berhenti dulu di Jepang,” terang Dong Hae.

“Baiklah, lebih baik aku memberitahu jadwalmu dulu sekarang,” Pria yang dipanggil Hyuk Jae tadi langsung dengan sigap mengeluarkan tab-nya dari balik jasnya. Ya, pria itu adalah sekretaris pribadi Lee Dong Hae sekaligus sahabatnya. Ia diutus oleh perusahaannya sekarang untuk bekerja di bawah Lee Dong Hae. “Sekarang kau harus ke kantor CK-Star Group di Seoul, menghadiri rapat perkenalan Direktur baru. Tapi, kau terlambat dan acara itu dibatalkan. Lalu setelah itu kau harus menghadiri rapat untuk persiapan peluncuran produk baru setelah itu kau bebas,” Hyuk Jae terus mengoceh panjang lebar mengenai jadwal kerja Lee Dong Hae.

“Hei kau ini! Aku baru sampai dan kau sudah mengatur jadwal untuk rapat,” keluh Dong Hae. Bagaimana ia tidak protes, ia baru saja melakukan perjalanan panjang dari Inggris dan tiba-tiba saja sudah disodorkan pertemuan kerja.

“Kau ini seperti tidak tahu saja perusahaan CK-Star Group. Aku hanya menjalankan tugasku Dong Hae-ya,” bela Hyuk Jae sambil tersenyum lebar.

Dong Hae hanya menghela napas kasar, “Kau juga harus ingat sekarang ini aku atasanmu. Jangan suka bertindak seenaknya, huh! Kalau kau bukan sahabatku, aku pasti sudah memecatmu!” ancamnya.

Lee Hyuk Jae hanya tersenyum lebar menampilkan deretan giginya yang rapi. Ia sudah terbiasa dengan ancaman sahabatnya itu dan tidak mempan untuknya karena Lee Dong Hae tidak akan pernah berani memecatnya. Tentu saja kinerjanya sebagai seorang sekretaris pribadi patut diacungi jempol, ia bisa meng-handle pekerjaan yang bahkan di luar bidang yang dikuasainya. Akan sulit mencari seperti Lee Hyuk Jae lagi di luar sana.

“Lebih baik aku cepat pergi dari sini, mobilmu kau parkir dimana?” tanya Dong Hae.

“Di depan sana,” tunjuk Hyuk Jae, “Kemarikan sini kopermu, biar aku saja yang mendorongnya untukmu,” katanya sambil mengambil alih kereta dorong penuh koper milik Lee Dong Hae.

“Gomawo,” Lee Dong Hae tersenyum, setidaknya sahabatnya sekaligus bawahannya bisa diandalkan untuk hal semacam ini.

Kemudian mereka berdua berjalan menuju mobil Audi Hitam milik Lee Hyuk Jae, ah tidak lebih tepatnya mobil milik perusahaan yang dipinjamkan kepadanya. Setelah selesai memasukkan koper milik Lee Dong Hae ke dalam bagasi, Hyuk Jae langsung masuk dan mengemudikan mobilnya. Sedangkan Lee Dong Hae sudah duduk manis di kursi belakang sambil membaca tabletnya.

 

Jam 10.00 KST – Gedung CK-Star Group

Seorang gadis bertubuh mungil dengan mata besarnya kini sibuk menatap layar komputer yang berada di depannya. Ia terlihat serius mengerjakan sesuatu untuk rapat internal departemennya yang akan diadakan sebentar lagi. Oh iya, Chae Gyeong sudah mulai bekerja sebagai seorang marketing manager di departemen Marketing & Sales di CK-Star Group baru seminggu yang lalu..

Ia tidak menyangka akan dipercayakan posisi ini oleh perusahaan yang notabene adalah perusahaan besar dan mempunyai kualifikasi yang ketat untuk seleksi karyawannya. Awal memasuki tempat ini Chae Gyeong hanya sebagai asisten manager saja. Tapi, karena manager atasannya mengundurkan diri tiba-tiba dua minggu yang lalu karena sakit, akhirnya ia langsung ditarik menjadi manager. Mengejutkan memang dan ia bersyukur perusahaan sebesar ini percaya padanya, tapi ia juga harus menanggung beban lebih berat sebagai seorang manager, contohnya hari ini.

Han Chae Gyeong harus membuat konsep untuk peluncuran produk elektronik baru dari CK-Star Group. Sebuah handphone kelas atas yang memiliki feature canggih yang belum pernah diluncurkan oleh handphone manapun. Handphone yang terlihat simple namun juga terlihat elegan. Chae Gyeong telah menyiapkan konsep ini seminggu yang lalu dengan mengorbankan waktu tidurnya berkurang.

Kini ia harus bersiap-siap untuk mempresentasikan konsepnya itu di depan Direktur Marketing yang baru, Lee Dong Hae. Ya, pria yang menjadi atasan Chae Gyeong sebenarnya orang lama di CK-Star Group, hanya saja ia baru ditarik ke Korea Selatan setelah sebelumnya bekerja di kantor cabang yang berada di Inggris. Baru sebulan ia ditarik ke Seoul untuk menjadi Direktur Pemasaran. Menurut gossip yang terdengar dia adalah pria muda yang sangat tampan, tapi mempunyai kinerja yang tidak main-main. Walaupun wajahnya sering tersenyum, ia tidak segan-segan untuk menegur atau bahkan memecat jika ada karyawan yang bekerja tidak kompeten.

“Fiuuh,” Chae Gyeong menarik dan membuang napas sebelum memasuki ruang rapat, “Semoga aku tidak membuat kesalahan. Semangat Chae Gyeong!” Gadis itu memberi semangat pada dirinya sendiri sebelum melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruang rapat.

Satu jam telah berlalu, keadaan di dalam ruang meeting terlihat serius, semua orang terlihat mengangguk-anggukan kepalanya mantap ketika Chae Gyeong presentasi. Terutama Lee Dong Hae, sang Direktur Pemasaran, ia tersenyum puas dan tatapannya dari tadi tidak bisa lepas dari semenjak gadis itu memulai presentasinya.

Kemudian terdengar suara tepuk tangan ketika Chae Gyeong selesai mempresentasikan konsepnya. Semua terlihat puas dan setuju dengan konsep yang diajukan oleh Chae Gyeong. Tidak sia-sia ia mengorbankan segalanya dalam seminggu ini demi konsep peluncuran handphone terbaru ini.

Chae Gyeong membungkukkan badanya sembilan puluh derajat ke arah audience dan kemudian duduk di kursinya yang berada tidak jauh dari tempatnya berdiri untuk presentasi tadi. Gadis itu tersenyum puas mengingat presentasinya cukup memuaskan dan diterima dengan sangat baik.

Setelah itu selesai Chae Gyeong mempresentasikan konsepnya, diadakan diskusi untuk mengkoordinasikan pelaksanaannya. Selama sejam diskusi itu berlangsung dan akhirnya selesai. Semua orang mulai keluar dari ruangan meeting tersebut satu persatu.

Ketika Chae Gyeong hendak keluar, tiba-tiba ada seseorang yang memanggilnya.

“Chae Gyeong-ssi,” panggil Lee Donghae.

Han Chae Gyeong yang sedang berjalan bersama teman kerjanya langsung menoleh ke arah orang yang memanggilnya. “Lee sajangnim?” tanyanya sedikit terkejut. Baru beberapa menit yang lalu ia selesai rapat dengan Lee Donghae dan staf pemasaran lainnya, tapi mengapa sekarang ia mencarinya lagi. Apa ia membuat kesalahan? pikirnya.

“Aku ingin minta tolong padamu,” kata Lee Donghae sambil tersenyum manis.

Mata bulat Chae Gyeong memandang bosnya itu dengan penuh selidik, bantuan apa lagi kali ini. “Apa yang bisa kubantu Lee sajangnim?”

“Bisakah kau menemaniku menemui model yang tadi kita bicarakan saat rapat?” tanya Donghae.

Chae Gyeong membelalakkan matanya, ia agak tidak percaya bosnya mau mengajaknya menemui model terkenal yang pasti akan membuat karyawan yang lain akan iri. Chae Gyeong terus berpikir mengapa harus dia yang menemani bosnya ini, tidak bisakah ia mengajak karyawan lain karena ia sendiri sudah merasa lelah mengerjakan konsep peluncuran ini sendirian dan tidak menaruh minat sama sekali untuk bertemu dengan model itu.

Tapi setelah melihat tatapan mata Donghae yang terlihat berharap dirinya bisa menemaninya. Akhirnya dia menyetujuinya dan lagipula dia tidak terlalu sibuk sekarang.

“Baiklah. Aku juga sedang tidak banyak pekerjaan sekarang.” kata Chae Gyeong akhirnya menyetujui.

Wajah Donghae langsung terlihat senang ketika Chae Gyeong menyetujuinya. “Baiklah, kutunggu kau di lobi setelah jam makan siang. Otte?” serunya sambil berlalu kembali ke ruangannya.

Chae Gyeong mengangguk.

“Hei, coba lihat itu!” seru teman kerja Chae Gyeong setelah Donghae pergi dari hadapan mereka. Sedari tadi mereka hanya berbisik-bisik ketika Donghae berbicara dengan Chae Gyeong. “Kau lihat senyumnya? Astaga, dia benar-benar seperti pangeran!” kata mereka senang setelah bisa melihat wajah Lee Donghae dari dekat.

Ya, Lee Donghae memang tampan. Wajahnya tampan dan ia selalu tersenyum pada orang yang ditemuinya. Orang yang ramah dan juga baik hati membuat yeoja manapun akan dengan mudah jatuh hati padanya.

“Chae Gyeong-ssi, bagaimana kau bisa diajak oleh Lee sajangnim menemui supermodel terkenal itu?” tanya temannya iri.

Chae Gyeong hanya tersenyum. “Aku tidak tahu,” jawabnya malas sambil mengangkat bahunya lalu berjalan pergi meninggalkan teman-teman kerjanya yang masih asyik bergosip. Padahal ia tahu persis mengapa ia bisa diajak oleh atasanya karena tentu saja konsep ide briliannya untuk produk baru perusahaan ini.

“Aku iri sekali dengannya. Dia bisa langsung menemui Cho Kyuhyun-ku dan ditemani sajangnim pula,” kata salah satu teman Chae Gyeong yang asyik bergosip dan pembicaraan itu masih terdengar oleh Chae Gyeong.

“Hmm, kalian pikir aku mau?” dengus Chae Gyeong. Ia lebih memilih beristirahat atau setidaknya pekerjaan lain daripada bertemu dengan artis karena pengetahuannya tentang dunia hiburan Korea nol besar dan bagaimana nanti kalau ia bertindak bodoh karena tidak tahu satupun artis Korea Selatan. “Aissh!!” Chae Gyeong menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia harus berhenti berpikir yang bukan-bukan.

“Semoga kali ini aku tidak melakukan hal bodoh,” kata Chae Gyeong berusaha meyakinkan dirinya sendiri.

-TBC-

2 Comments (+add yours?)

  1. lieyabunda
    Sep 11, 2015 @ 02:41:41

    wowww,, ada donghae,,,,
    lanjut

    Reply

  2. Nyoo
    Sep 11, 2015 @ 12:13:04

    Kependekan alurnyaa, nextnya ditunggu

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: