Late [1/2]

Late 1

 

Author : Andrea Kenza

 

Title : Late

 

Cast :

  • Cho Kyuhyun (Sj)
  • Kang Yumi (Oc)

 

Gendre : Romance, Married Life, sad, Hurt, Two Shot

 

Raiting : PG 15

 

Lenght : Two-Shot

 

WARNING TYPO NYEMPIL!!!! Story ini murni karya gw.

 

Note : Ff ini sudah gw publish di blog pribadi gw. Untuk menghindari pernah baca disini, atau dimana. Jadi gw cantumkan link blog gw. Silakan lihat di sini https://kenzaandrea11.wordpress.com/ demi menghindari hal yang tidak di inginkan. Dan karna disini tidak boleh memakai nama girl band, jadi gw ganti cast-nya agar masuk dalam format sesuai blog ini 🙂 selebih cerita dan alurnya sama tidak ada yang di rubah. Sampai titik koma semuanya sama 😀

 

 

 

~~Happy Reading~~

 

 

 

Ketika aku terlambat menyadari, namun saat aku tersadar aku menyesal—Cho Kyuhyun

 

 

Dada wanita itu tengah menahan sesak luar biasa. Tak mampu menyembunyikan sakit hatinya dan kini ia harus dihadapkan dengan kenyataan menyakitkan. Suami yang selama setahun 2 bulan ini di cintainya menatap benci pada dirinya. bukan hanya kali ini, sudah sering ia melihat tatapan itu namun kali ini lebih menyakitkan untuknya

 

“Kau membuat hidupku hancur, aku bersabar selama ini padamu. Tapi ku rasa kali ini aku tidak sanggup lagi.” ujar sang pria masih menatapnya tajam. Mata pria itu tak pernah melihatnya dengan lembut berbeda jika ia melihat pria itu bersama kekasihnya.

 

Kekasih? Ya, selama ini Yumi hanya sebagai istri yang tak di ketahui publik. Malang memang tapi Yumi mau. Jadi salahkanlah dirinya yang bodoh mau bersama pria yang tak pernah menganggap dirinya ada. Gadis lembut berparas cantik itu hanya menangis bodoh. Mau hidup dengan pria yang tak pernah mencintainya. Bukankah itu bodoh?!

 

“Lepaskan aku! Biarkan aku pergi! Ku mohon…” nada Kyuhyun memohon pada istrinya “Aku tidak sanggup lagi hidup denganmu. Tak pernah sekalipun aku mencintaimu. Kehadiranmu di hidupku hanya membebaniku saja” Yumi yang tengah duduk menunduk dalam. Air matanya bagai sungai nil, mengalir deras. Tangannya terkepal di bawah meja makan. “Selama ini aku tersiksa hidup denganmu. Menatapmu saja aku tak bisa, kau bisa bersama pria yang kau cintai. Kau bisa memulai hidupmu bersama pria baik yang juga mengharapkanmu. Bukan aku orangnya. Bukan aku yang bisa membahagiakanmu. Aku tak pernah mencintaimu. Pernikahan ini hanya wasiat dari kakekku. Aku tidak pernah mencintaimu. Aku hanya mencintainya. Jadi ku mohon… lepaskan aku..” pinta Kyuhyun memelas.

 

Yumi menghapus air matanya, gadis 21 tahun itu mendongkak menatap suaminya dengan mata merahnya “Bisakah oppa bahagia tanpa aku?” Kyuhyun mengangguk mantap.

 

“Karna itu lenyaplah dari hidupku” pinta Kyuhyun masih menatap Yumi dingin. “Aku tidak ingin melihatmu lagi, kepergianmu adalah kebahagiaanku” kata Kyuhyun tanpa sadar mengores hati wanita di depannya begitu dalam.

 

Oppa…

 

Sebenci itukah kau padaku? Kau bahkan mengharapkanku lenyap dari sisimu, asal kau tau aku mencintaimu. Sangat mencintaimu. Bila memang hilangnya aku dari hidupmu, akan ku lakukan meski menyakiti diriku sendiri. Bukti cintaku padamu. Betapa aku mencintaimu meski tak sekali kau menatap kearahku.

 

“Arra, aku tau. Mian, selalu membuatmu tersiksa melihat keberadaanku di dekatmu.” Ujar Yumi menelan segala tangis dan kepedihannya. “Bila memang itu mau Oppa aku tidak bisa bertahan lebih lama. Menebalkan wajahku di depanmu, tak punya harga diri di depanmu, aku merasa lelah” Yumi menunduk dalam mencoba meredam tangisnya “Aku tidak bisa memaksamu untuk mencintaiku seperti aku mencintaimu. Tapi asal Oppa tau, aku benar-benar mencintaimu. Meski cinta yang ku rasakan ini hanya di isi rasa sakit dan pedih. Namun aku tidak pernah menyesal menjadi istrimu. Pernah menjadi istrimu aku bahagia. Maaf karna aku kehidupan oppa hancur” Bulir-bulih air mata menetes di atas tangan Yumi. “Mianhae saranghae oppa…” Yumi bangkit dari duduknya meninggalkan suaminya Cho Kyuhyun.

 

 

~~Late~~

 

 

Kyuhyun diam di tempatnya setelah yumi pergi. Ada perasaan lega yang menyelimuti hatinya kini. Bagaimana tidak, istrinya bersedia melepasnya. Sudah sejak lama ia ingin mengutarakan semuanya hingga amarahnya tak bisa di bendung saat Jung Yong Kyo tau kalau dirinya telah menikah.

 

“Aku berhasil” ucap Kyuhyun lemah. dia bahkan tersenyum tipis.

 

Kyuhyun bangkit menuju kamarnya. Selama setahun lebih ia menikah tak pernah sekalipun ia tidur satu kamar bersama istrinya. Ia memilih tidur di kamarnya sendiri sedangkan wanita yang berstatus istri itu tidur di kamar lain. Hanya mereka yang tau tapi tidak keluarga pria itu.

 

Seperti cerita kebanyakan mereka menikah karna perjodohan. Kakek Kyuhyun telah meninggal, kakeknya itu menginginkan Kyuhyun menikahi Yumi. Namun di saat yang sama Kyuhyun tengah menjalani hubungan dengan Jung Yong Kyo. Salah satu artis SM tempatnya bernaung. Meski sejak awal Yumi tau hubungan Kyuhyun dan Jung Yong Kyo sudah terjalin tapi dia tetap bersedia menikah dengan Kyuhyun. Gadis cinta buta itu bersedia menyembunyikan pernikahannya di depan halayak. Bukankah itu bodoh?! Kalau kalian masihkah mau? Sayangnya Yumi terlalu di butakan cinta hingga ia bersedia melakukan perjanjian bodoh itu dengan Kyuhyun.

 

Cho Kyuhyun membaringkan tubuhnya di atas ranjang empuknya. Ia menatap langit-lagit kamarnya sambil berharap kekasihnya Jung Yong Kyo tak memutuskan hubungan dengannya setelah wanita itu tau kalau dirinya tengah memiliki istri. Kyuhyun mengusap wajahnya kasar berharap semua akan baik-baik saja besok. Di cek ponselnya tak ada panggilan masuk atau pesan dari kekasihnya. Ia bahkan tak mencemaskan kemana istrinya pergi saat ini. Jam telah menunjuk pukul 10 malam. Yumi entah pergi kemana.

 

“Hah~~” Kyuhyun menghela nafas panjang memikirkan banyak hal. Pekerjaan dan urusan asmaranya. Ia menatap wallpaper wajah kekasihnya. Jemarinya mengusap wajah cantik Jung Yong Kyo. “Dia sangat cantik.” Perlahan namun pasti ia mulai terlelap melupakan sejenak penatnya pikirannya dan juga masalah percintaannya dengan istri dan juga kekasihnya.

 

 

~~Late~~

 

 

BRAKKKHHH

 

BRUKKKHHH

 

 

 

Kyuhyun POV

 

 

Tubuhku terasa remuk. Rasa sakit menjalar hingga ketulang terkecil dalam tubuhku. Mobil yang ku kendarai tergeletak mengenaskan di tengah jalan. Banyak orang-orang berhamburan menyelamatkan penumpang dalam mobil itu. Mataku membulat saat ku lihat itu adalah aku. Tunggu, aku?! Bagaimana bisa? Sedangkan aku ada disini, lalu siapa itu?!

 

Aku meraba seluruh tubuhku, utuh tapi yang di kerumuni orang-orang itu terlihat mengenaskan. Darah segar mengalir begitu deras sampai wajahku tertutup lautan darah. Aku diam menatap diriku, seperti cermin, tapi kalau cermin akan mengikuti gerakanku tapi tidak dengan ini. Aku tergeletak mengenaskan tak berdaya di aspal. Tuhan.. apa aku sudah mati?

 

Mobil ambulance datang dan tim medis segera keluar membantu mengangkat tubuhku, mereka membawa tubuhku kedalam mobil. Aku masih diam belum mampu bergerak. Sadar akan lamunanku, aku mengikuti jasadku masuk kedalam mobil ambulance itu. pandanganku terus tertuju pada jasadku. Tim medis mencoba membantuku, membersihkan wajahku dari kucuran darah. Tak ada yang mampu ku lakukan. Mencoba menyentuh tubuhku sendiri aku tak mampu. Berkali-kali ku coba tetap sama. Aku menembus tubuhku sendiri. Layaknya roh, aku menembus semua orang, bukan hanya orang tapi aku bisa menembus tembok. Ini mustahil.

 

 

Aku dan jasadku sampai di rumah sakit Seoul. Mereka berjalan cepat membawaku ke unit gawat darurat untuk mendapat pertolongan. Mataku menatap dokter yang tengah mencoba membantuku. Mereka semua mencoba menyelamatkanku. Salah satu dokter mengeleng. Apa ini? Aku ikut panik. Apa aku tidak selamat? Tuhan… ini tidak mungkin! Aniya… aku harus hidup!

 

“ANDWAEEEEE!!!! TOLONG SELAMATKAN AKU!!! AKU BELUM INGIN MATI!!! AKU MASIH INGIN HIDUP!!! MASIH BANYAK HAL YANG BELUM KU LAKUKAN” teriakku keras namun sayang mereka tidak mendengarku. Mereka seperti orang tuli. “ANDWAEEEE!!!!”

 

Lama aku duduk sendirian menyandarkan tubuhku di dinding tembok rumah sakit. Bau obat-obatan menusuk indra penciumanku. Tak lama semua keluarga datang, Appa, Eomma dan nunaku datang melihatku. Mereka menangis. Menangisi kepergianku. Aku mencoba menyentuh mereka seperti meyentuh jasadku yang telah mati. Mereka tak merasakan keberadaanku. Mereka semua menangis meraung sambil memeluk jasadku yang tak lagi bernyawa. Air mataku ikut jatuh melihat mereka menangis untukku. Eommaku jatuh pingsan. Seperti orang tololaku tak bisa melakukan apapun bahkan membantu Eommaku saja tak sanggup.

 

 

~~Late~~

 

 

Kyuhyun berjalan luntang lantung tak tentu arah sedirian. Pria itu tak tau harus bagaimana, tak punya tujuan hidup. Seperti arwah gentayangan sendirian di tengah jalan. Mobil-mobil melewati roh pria itu. Ia tak merasa sakit, ia masih berjalan dengan kondisi mengenaskan. Semua orang yang di lihatnya menangis untuknya. Bahkan Jung Yong Kyo kekasihnya juga tak kalah histeris atas kematiannya. Bahkan teman-temannya di Super Junior juga ikut meneteskan air mata atas kematiannya. Hanya satu orang yang tak di lihatnya, istrinya Yumi.

 

Langkah kaki Kyuhyun terhenti sesaat mengingat istrinya itu. Tak sekalipun ia melihat kehadiran Yumi di sana, baik saat pemakamannya, Yumi tak ada. Kemana gadis itu. Pikir Kyuhyun.

 

“Apa dia tak bersedih atas kematianku?” batin pria itu.

 

Entah apa yang tengah di pikirkannya kali ini, Kyuhyun sampai di depan apartment yang ia tinggali bersama istrinya. Tak ada yang berubah di dalam sana. masih sama seperti ia pergi terakhir kalinya.

 

Yumi disana, wanita itu sedang sibuk di dapur menyiapkan makan malam. Kyuhyun menatap datar pemandangan di depannya. Wajah ceria Yumi terlihat jelas di retina mata Cho Kyuhyun. Gadis itu masih asik berkutat memasak banyak makanan untuk Kyuhyun dan dirinya sendiri.

 

Lama ia memasak akhirny selesai. Yumi memandang kagum hasil karya buatannya “Hmm sangat cantik. Ku harap Kyuhyun Oppa suka” katanya riang.

 

Setelah menunggu lama Kyuhyun tak kunjung datang, gadis itu masih setia menunggu sampai ia tak sadar ketiduran. Arwah Kyuhyun menatap istrinya tengah dudu, kepala gadis itu meringkuk di atas meja makan. Ada banyak makanan di atas meja. Kyuhyun memilih duduk di depan Yumi, menatap wajah gadis itu yang tengah tertidur lelap. Di liriknya jam dinding telah menunjuk pukul 11 malam.

 

“Kenapa dia tidur disini? Siapa yang di tunggunya?” gunam Kyuhyun terus menatap wajah Yumi. Pandangan Kyuhyun bergerak kesamping, pria itu terkejut melihat dirinya datang dari pintu. “Apa ini? Aku belum mati? Lalu yang di makamkan itu siapa?” banyak pertanyaan yang Kyuhyun pikirkan kali ini. Kenapa bisa dia masih hidup? Apa itu yang membuat Yumi tak datang kepemakamannya? Kyuhyun masih menatap dirinya sendiri berjalan mendekati Yumi.

 

 

Kyuhyun POV

 

 

Aku masih pusing memikirkan mana yang benar dan mana yang salah? Apa semua ini hanya mimpi semata atau apa? Aku sendiri tak bisa mencerna kenyataan ini. Ku lihat diriku yang tengah berjalan menyentuh bahu Yumi, wajahku tetap dingin ku lihat.

 

“Yumi-ssi!” wanita yang berstatus istriku bangun. Ia bergerak pelan menatap wajahku dengan mata sendunya.

 

“Kau sudah pulang Oppa?”

 

“Hm..” aku hanya menjawab dengan gunaman.

 

“Aku siapkan makan malam untukmu. Oppa mau mandi dulu atau makan?” tanyanya sangat ceria tapi aku hanya menatapnya dingin.

 

“Lain kali jangan siapkan apapun untukku” setelah itu aku pergi meninggalkannya.

 

Ku lihat Yumi berdiri diam, lama dia diam sampai aku melihat dia menangis setelah aku pergi dari hadapannya. “Oppa…” panggilnya lirih. “Sampai kapan kau akan bersikap sedingin es padaku?” di hapusnya air matanya dia duduk di tempat semula. Tangannya bergerak menyentuh piring makanan di atas meja “Padahal hari ini hari ulang tahunku. Tidak bisakah kau makan sesuap saja demi membahagiakanku?” ucapnya lirih. Jadi hari ini hari ulang tahunnya? Aku baru tau. Tangannya mengambil sumpit dan menyuapkan makanan kedalam mulutnya hingga penuh. Air matanya terus menetes sambil menelan makanan. Aku tak tega melihatnya.

 

“Hikks… hikkss…” dia makan sambil menangis. Tanganku bergerak ingin menghapus air matanya tapi aku tak bisa melakukannya. Selalu saja tak mampu ku gunakan tangan ini agar orang lain merasakan keberadaanku. Aku masih ingat, aku memilih tidur di kamar sambil berbincang dengan Jung Yong Kyo lewat telpon. Sedangkan Yumi disini makan dengan tangis nyaring. Aku tidak menyadarinya, bukan tak sadar tapi tak perduli padanya selama ini.

 

Setelah memakan habis makanan di atas meja makan. Yumi bergerak menuju kekamar. Dia melewati kamarku, langkah Yumi berhenti di depan pintu kamarku yang tertutup. Lama dia berdiri bagai patung di sana, aku terus mengikutinya dan memperhatikannya. “Oppa..” dia bergunam pelan. “Saranghae…” dia menunduk setelah mengucapkan itu. Setetes air matanya jatuh menyentuh lantai. “Yumi, kenapa kau bodoh sekali? Ku bilang jangan berharap lagi kenapa masih saja berharap?” dia bicara sendiri. Gadis ini benar-benar bodoh. Tak lama ia berjalan menuju kamarnya. Kenapa hatiku sakit melihatnya seperti ini?!

 

Tubuh Yumi meringkuk di atas ranjang. Ia menutup seluruh tubuhnya dengan selimut tebal aku memilih duduk di pinggir ranjang. Dia menangis, tangisnya sangat nyaring ku dengar cukup ampuh membuat dadaku berdetak cepat dan sesak. Hingga hari mulai berganti aku masih terjaga. Semalaman ia menangis. Selimut terbuka menampakan mata sembab serta wajah pucat. Yumi bangun. Gadis itu beranjak dari ranjang, membersihkan ranjang setelah itu ia berjalan kekamar mandi membersihkan diri. Yumi menatap pantulan dirinya di cermin.

 

“Fighting!!!! Yumi-ya kau bisa!!!” aku ingin tertawa melihatnya namun kenapa tidak bisa. hanya rasa kasihan yang ku rasakan. Kasihan melihatnya seperti orang bodoh.

 

 

~~Late~~

 

 

Yumi menyiapkan sarapan. Tak lama aku keluar dengan pakaian rapi. Bersiap pergi, aku masih ingat waktu itu aku mau pergi kencan. Kebetulan tidak ada jadwal dengan super junior. Ku putusan pergi bersama Jung Yong Kyo, kencan dengannya.

 

“Oppa sarapannya sudah siap, makan dulu” ucap Yumi memasang senyum manisnya. Berbeda sekali dengan tadi. Bahkan gadis itu tidak tidur semalaman. Hebat, dia masih bisa tersenyum manis di depanku. Aku menatapnya dingin.

 

“Aku sarapan di luar” tanpa kata apapun lagi aku pergi meninggalkannya. Ku alihkan pandanganku pada Yumi, gadis itu diam namun terlihat jelas wajah kecewanya.

 

“Hati-hati oppa…” ujarnya lemah. tangannya melambai padaku. Aku tak melihatnya berjalan lurus meninggalkannya sendirian.

 

Yumi masuk kedalam kamarku. Dia membaringkan tubuhnya di atas tempat tidurku. Memeluk bantal yang setiap hari ku gunakan. Mendekapnya di dadanya. “Oppa… Kyuhyun Oppa…” berkali-kali ia mengucap namaku. Dia menangis lagi sambil memeluk bantal. Merasa lelah menangis Yumi bangun dari atas ranjang menuju lemariku. Dia membuka lemariku seperti mencari sesuatu. Dia mengambil kemeja putih dari sana. memeluknya.

 

“Mian oppa aku memeluk kemejamu. Aku tak mampu memelukmu biarkan aku memeluk kemejamu. Setidaknya bau tubuhmu bisa ku hirup” kenapa dengan gadis ini. dia menangis sambil memeluk kemejaku. Hatiku sakit melihatnya begitu bodoh mau bertahan disini denganku. harusnya ia pergi. Di usapnya kemeja putih itu, agar tak kusut. Di letakkannya lagi di tempat semula. Aku diam menatapnya pedih. Secinta itukah dirimu padaku?

 

Aku duduk di sofa ruang tengah memikirkan diriku sendiri. kenapa kenangan yang pernah ku lalui kini ku lihat dengan mata kepalaku sendiri. Kenangan yang tak pernah ku tau, kenangan yang tak pernah ku lihat dan ku rasakan kini ku lihat jelas. Bagaimana dia memasang senyum ceria di depanku meski hatinya remuk atas perlakuanku terhadapnya. Bagaimana dia menangis sendirian menghabiskan makan malam di hari ulang tahunnya. Aku melihat kepedihannya bersamaan dengan ketulusannya.

 

Cho Kyuhyun super Junior tengah bersama kekasihnya Jung Yong Kyo Jung di sebuah restaurant bersama member yang lain. Mereka terlihat sangat serasai.

 

Ku alihkan pandanganku kesamping, ternyata Yumi duduk manis di depan tv melihat aku dan Jung Yong Kyo makan saling menyuapi. Itu kejadian sekitar 5 bulan lalu. Kami makan bersama dengan semua Hyung-ku di sebuah restaurant setelah menghadiri sebuah acara di stasiun tv. Aku berjalan mendekat ingin menyentuh remote di atas meja, ingin mematikan tv sialan itu tapi tidak bisa. Tak mampu menyentuh apapun.

 

“Kadang aku iri Oppa, iri kenapa saat melihatku kau tak pernah tersenyum seperti itu. Yang kau perlihatkan padaku hanya wajah dingin tanpa senyum. Apa salah aku mencintaimu? Anggaplah aku wanita gila, tergila-gila karna mencintaimu. Kau terlihat bahagia bersamanya Oppa.” Ucapnya lirih. Matanya terus tertuju pada layar tv di depannya. Mempertontonkan aku sedang bercanda bersama para Hyungku dan juga Jung Yong Kyo.

 

“Yumi-ya..”

 

Tangis Yumi pecah ia menutup wajahnya dengan bantal sofa “Aku ingin sekali marah Oppa, tapi aku tidak bisa. Aku terlalu mencintaimu!!!” dia meringkuk menangis. Kenapa dia selalu menangis? Aku memilih meninggalkannya. Tak sanggup melihatnya, tak kuat menyaksikan tangisnya yang pilu dan itu karna aku! Akibat perbuatanku!!

 

 

 

TBC

 

 

 

Maaf bila temen-temen yang baca binggung, semua akan terbuka jelas saat part ending 🙂 gw tidak minta banyak cukup RCL aja. N big thanks buat adminnya yang mau publish ff abal-abal buatan gw ini 🙂 maaf bila gw ngerepotin adminnya karna banyak tanya” 😀

 

Oke sampai jumpa di part selanjutnya Andrea Kenza pamit, pai..pai..^^

5 Comments (+add yours?)

  1. RiskaVivinengsi
    Sep 10, 2015 @ 23:15:23

    Keren… nyesekk bgt;(

    Reply

  2. Eunsang
    Sep 11, 2015 @ 13:33:21

    Menderita banget tu cewek,,,keren thor di tunggu selanjutnya 😀

    Reply

  3. shoffie monicca
    Sep 12, 2015 @ 07:12:50

    haduh2 sudhlh yumi tngglin sj kyu buat apa km cinta sm dia toh dia ngga cinta sn km..thor buat kyu nyesel donk.

    Reply

  4. anggunrania
    Sep 16, 2015 @ 00:06:17

    keren tp msih bingung hehehe

    Reply

  5. kyunnie28
    Sep 22, 2015 @ 21:57:59

    Hikkss,,bikin mewek…
    keren sist 😭😭😭

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: