Faith – I just meet the Devil [5/?]

poster chapter 1 - 3

Judul               : Faith – Chapter 5: I just meet the Devil

Main Cast       :

Cho Kyuhyun

Han Chae Gyeong (OC)

Lee Dong Hae

Sub Cast          :

Park Jung Soo

Lee Yong Woo (OC)

And others find it by yourself J

Genre              : Romance, Comedy, Fashion

Rating              : 13+

Length             : Chaptered

Catatan            : Annyeong!!! If you want read my blog. Please enjoy and visit my blog: elfaithstory.wordpress.com

Chapter V

I just meet the Devil

 

 

Siang hari telah tiba dan jam makan siang telah berlalu. Loby perusahaan CK-Group yang besar dan megah kini telah sepi dan hanya ada beberapa orang yang merupakan tamu perusahaan yang berseliweran. Selebihnya orang-orang sudah kembali bekerja.

Sementara itu seorang gadis sedang duduk manis di sofa besar, tempat khusus menunggu tamu. Ia terlihat asyik membaca sebuah buku sambil menunggu seseorang. Gadis itu tidak sadar bahwa banyak mata melihat ke arahnya. Para karyawan dan orang lain yang lalu lalang seakan terhipnotis dengan keberadaan gadis itu, membuat mereka tanpa sadar melihat gadis itu dengan penuh minat. Gadis yang benar-benar seperti boneka, pikir mereka. Meskipun gadis itu terlihat serius saat membaca, tapi di mata mereka terlihat begitu menarik. Bahkan para wanita yang lewat pun juga iri dengan kecantikan unik yang dimiliki oleh gadis itu.

“Han Chae Gyeong-ssi, kau sudah di sini rupanya.”

Gadis itu yang dipanggil Han Chae Gyeong itu langsung meletakkan buku yang ia baca dan membalikkan badannya. Seorang pria bernama Lee Dong Hae telah berdiri menunggunya dengan senyum yang tidak pernah lepas dari wajahnya.

“Annyeong Lee sajangnim.”

“Annyeong haseyo,” balas Dong Hae ramah. “Nona Han, kau sudah dari tadi menunggu?”

“Tidak juga, karena asyik membaca jadi tidak berasa lama.” jawab Chae Gyeong santai.

“Baiklah, ayo kita berangkat sekarang,” sarang Dong Hae.

Mereka berdua pun pergi melangkah keluar dari Gedung CK-Star Group. Di luar lobby telah menunggu mereka sebuah mobil sedan mewah berwarna biru metalik. Seorang pria tua dengan sigap membukakan pintu mobil untuk mereka dan kemudian bergegas mengantar mereka ke daerah Gangnam. Tempat pertemuan mereka dengan seorang model yang akan menjadi ambassador produk dari CK-Star Group.

Sepanjang perjalanan, Lee Dong Hae ternyata adalah tipikal pria ramah yang selalu tersenyum dan tidak sungkan sama sekali dengan Chae Gyeong. Ia mencoba untuk mengobrol ringan dengan Han Chae Gyeong. Diam-diam Lee Dong Hae tertarik dengan cara Han Chae Gyeong tersenyum dan saat membalas gurauannya. Ternyata gadis ini memiliki senyum yang manis, pikirnya.

Sajangnim, mengapa dari tadi melihatiku seperti itu? Ada yang salah di wajahku, eo?” Tanya Chae Gyeong yang mulai risih dengan Lee Dong Hae yang tiba-tiba berhenti dan terus memandanginya.

Ani, tidak ada yang salah dengan wajahmu,” jawab Lee Dong Hae tersenyum, “wajahmu tidak salah, hanya saja terlalu sempurna di mataku.” Ucapnya terus terang namun terlihat seperti menggoda Chae Gyeong.

Sajangnim!” Chae Gyeong langsung memegang pipinya dengan kedua tangannya, ia merasa benar-benar malu. “Kau membuatku benar-benar malu. Sudah berapa banyak orang yang kau gombali seperti itu huh?” candanya sambil kemudian tangannya bergerak mengipas ke wajahnya.

“Hahaha.” Tawa Lee Dong Hae langsung lepas, “Hei bocah, kau ini. Memang aku terlihat seperti tukang gombal apa?”

“Sepertinya begitu.” Jawab Chae Gyeong asal.

Mereka berdua tertawa lepas dan tidak terasa mereka telah sampai pada tempat yang akan dituju. Mobil mereka berhenti di sebuah bangunan dengan pintu pagar tinggi berwarna coklat tua yang terbuat dari kayu dengan ukiran yang jika dilihat sekilas saja bisa tahu bahwa di balik pintu pagar ini tersembunyi bangunan nan mewah.

Lee Dong Hae dan Han Chae Gyeong turun dari mobilnya dan menjejakkan kaki mereka di depan pintu pagar bangunan tersebut. Dong Hae langsung memencet bel dan terdengar suara yang keluar lewat intercom.

Annyeong haseyo, Lee Dong Hae-ssi. Tuan sudah menunggu anda.”

Kamsahamnida.” Balas Dong Hae.

Pintu langsung terbuka otomatis dan mereka berdua masuk ke dalam. Jarak dari pintu pagar ke rumah utama ternyata begitu jauh.

Han Chae Gyeong jujur ia merasa takjub begitu ia pertama kali melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah ini. Meskipun ia sudah sering mondar-mandir dengan ayahnya memasuki rumah mewah milik teman kolega ayahnya, tapi ini benar-benar adalah rumah yang benar-benar mewah pertama kali yang ia lihat. Ia terus berdecak kagum melihat desain halaman rumah ini. Begitu asri dan menyejukkan, banyak tanaman yang ditata sedemikian rupa dan pohon-pohon tinggi yang entah mengapa terlihat begitu indah melengkapi rumah bergaya campur klasik-modern Eropa ini. Chae Gyeong dapat melihat ada sebuah kolam ikan, tidak lebih tepatnya seperti sebuah sungai kecil yang bermuara pada sebuah kolam besar. Sepertinya sungai kecil tersebut mengelilingi rumah itu. Wah, pasti model ini kaya sekali bisa mempunyai rumah seperti ini, pikir Chae Gyeong dalam hati. Gadis itu sempat melirik ke arah Dong Hae yang sepertinya sudah terbiasa dengan pemandangan di sekitar mereka karena ia terlihat biasa saja atau memang gadis itu yang terlalu norak.

Mereka kemudian menyeberangi sebuah jembatan kayu khas Korea dan sedikit menaiki tangga ke atas untuk dapat sampai ke rumah tersebut. Kemudian mereka sampai pada pintu utama rumah ini dan sebelum mengetuk, pintu tersebut telah terbuka dan tampak seorang pria tua yang terlihat bijak dengan kacamata yang bertengger di hidung mancungnya.

“Selamat siang Tuan Lee Dong Hae,” sapa pria tua itu ramah.

“Selamat siang Tae Kyung Ahjussi, sudah lama tidak bertemu,” Lee Dong Hae langsung memeluk pria tua tersebut dengan riang. Ia benar-benar merindukan pria yang dipanggilnya paman ini.

Orang yang dipanggil paman oleh Dong Hae ini adalah Kepala Pelayan yang mengurus rumah ini sejak awal. Ia sudah mengenal sejak kecil Lee Dong Hae jadi ia hapal betul dengan sikap dan kebiasaannya.

“Anda semakin terlihat tampan tuan,” puji Tae Kyung sambil terkekeh khas pria tua.

“Hahaha aku memang sudah tampan sejak dulu paman,” kata Dong Hae penuh percaya diri.

“Hahaha,” Tae Kyung ikut tertawa, sifat percaya diri anak muda di depannya ini tidak pernah hilang,”Oh iya, tuan muda sudah menunggu anda dan siapakah gadis cantik yang ikut dengan anda ini tuan? Apakah pacar anda?” goda Tae Kyung.

Chae Gyeong yang merasa dirinya yang dimaksudkan oleh Tae Kyung langsung menggeleng cepat dan hanya tersenyum kikuk, sungguh ia benar-benar merasa asing namun malah disangka sebagai pacar atasannya.

“Gadis cantik ini?” Dong Hae dengan sigap langsung merangkul bahu Chae Gyeong, “Aku harap juga begitu paman, tapi sayangnya ia bukan pacarku,” canda Dong Hae dan sukses membuat pipi Chae Gyeong memerah. Astaga, pria ini benar-benar tingkat menggombalnya di atas rata-rata. Buru-buru gadis itu melepaskan tangan Lee Dong Hae dari bahunya, ia tidak ingin paman di depannya ini salah sangka.

“Baklah, tuan muda pasti sudah menunggu lama. Aku akan mengantarkan kalian.” Tae Kyung kemudian menunjukkan jalan untuk mereka berdua.

Lee Dong Hae dan Chae Gyeong langsung mengikuti Tae Kyung. Sambil berjalan mengikuti, Chae Gyeong melihat-lihat sekeliling rumah ini dan lagi-lagi ia merasa takjub dengan desain interior rumah ini. Ia juga menyadari sepertinya pemilik rumah ini senang dengan ruangan yang begitu terbuka karena terdapat banyak jendela kaca sehingga dapat bebas menikmati pemandangan di luar. Tidak berhenti di situ saja, saat melewati ruang tengah hendak menuju ke lantai dua, Chae Gyeong dapat melihat sebuah taman kecil, dimana ada sebuah pohon-pohon kecil dan kolam ikan bebatuan yang di tengahnya terdapat sebuah pilar yang menjulang tinggi ke atas dan saat ia memperhatikan ujung pilar tersebut ke atas, ia takjub karena atap langit tersebut transparan dan sepertinya memang sengaja dibuat seperti itu untuk memberi cahaya untuk taman itu. Lagi-lagi Chae Gyeong berdecak kagum, rumah ini benar-benar idamannya apalagi seluruh rumah ini didominasi warnah putih gading dengan perabotan berwarna senada. Apakah aku bisa tinggal di sini? Ah, tapi kalau aku tinggal di sini pastilah aku harus menikahi pemiliknya ini untuk dapat tinggal di rumah ini karena aku tidak mungkin bisa mempunyai rumah model seperti ini walaupun aku menabung seperti apapun, pikiran Chae Gyeong mulai tidak waras karena begitu kagum dengan rumah ini. Ia dengan cepat menggeleng-gelengkan kepalanya dan mensugestikan dirinya untuk sadar, ia sudah seperti gadis materialistis saja memikirkan hal seperti itu.

Chae Gyeong dan Dong Hae kemudian menaiki tangga ke lantai dua dan berjalan lumayan jauh lagi untuk sampai di tempat tujuan. Sebenarnya seberapa luas si rumah ini, kenapa dari tadi tidak sampai-sampai? keluh Chae Gyeong dalam hati. Meskipun ia kagum dengan rumah ini tapi jika seluas ini apakah tidak capai untuk mengelilinginya.

Langkah Tae Kyung terhenti, menandakan bahwa mereka telah sampai di tempat tujuan. Chae Gyeong yang berdiri di belakang Tae Kyung mencoba untuk melihat ke depan dan ia hanya melihat sebuah ruang tamu yang besar dengan dinding full kaca yang dapat melihat jelas pemandangan di luar. Tapi dimana orang yang akan ditemui?

“Tunggulah di sini, saya akan memanggilkan tuan muda.” Suruhnya halus.

“Terima kasih paman,” Lee Dong Hae tersenyum sebelum Tae Kyung pergi dari tempat itu.

Ketika Tae Kyung sudah terlihat lagi, Chae Gyeong langsung memberondong atasannya dengan berbagai pertanyaan. Dari tadi mulutnya sudah gatal ingin menanyakan banyak hal pada Dong Hae.

“Dong Hae-ssi, apakah ini rumah seorang model yang akan kita temui? Kalau ini rumahnya, apakah ia benar-benar kaya sampai memiliki rumah yang waw seperti ini? Sungguh, apa dari pekerjaan dari seorang model saja bisa mempunyai rumah seperti ini?” Tanya Chae Gyeong terus tanpa henti.

“Yak! Bagaiaman aku bisa menjawab kalau kau bertanya sebanyak itu,” keluh Dong Hae sedikit sebal.

“Hehe mian.”

“Dong Hae!” Tiba-tiba terdengar suara pria memanggil.

Mereka berdua refleks menoleh ke belakang dan mendapati seorang pria berusia berambut coklat tersenyum ke arah mereka

Hyung!” Dong Hae berhambur ke pria tersebut dan langsung memeluknya erat. “Apa kabar? Sudah lama tidak jumpa denganmu.” serunya senang.

“Dong Hae-ya! Wah, kau ini sudah lama tidak bertemu, tambah tampan saja!” balas pria itu sambil memeluk erat Dong Hae, melepas kerinduan mereka.

Han Chae Gyeong yang melihat boss nya yang terlihat akrab dengan seseorang yang tampak asing di matanya mendadak menjadi canggung, ia tidak tahu harus berkata apa di saat ia diabaikan seperti ini.

“Eoh, kau!” Pria yang disapa Hyung tadi melepaskan pelukkannya dengan Dong Hae, ia sedikit terkejut melihat Han Chae Gyeong yang berdiri di belakang Lee Dong Hae. Ia ingat betul dengan wajah gadis yang ada di depannya ini. Tanpa sadar ia terus memperhatikan wajah Chae Gyeong.

Annyeong!” sapa Chae Gyeong sambil membungkuk hormat.

“Eh, annyeong.” Pria itu malah jadi salah tingkah, menyadari ia tadi telah melihati gadis di depannya ini terus-terusan.

“Chae Gyeong-ssi, perkenalkan ini adalah Park Jung Soo. Ia adalah manajer dari model yang kita temui sekarang,” kata Lee Dong Hae memperkenalkan.

“Park Jung Soo imnida,” katanya sambil mengulurkan tangan untuk berjabat.

“Han Chae Gyeong imnida. Senang berkenalan denganmu Jung Soo-ssi.” balas Chae Gyeong tersenyum sambil membalas uluran tangan Jung Soo dan berjabatan dengannya.

Sesaat Jung Soo takjub melihat Han Chae Gyeong tersenyum, dan ia merasa melihat gadis di depannya ini seperti boneka hidup dan sungguh, apa ada ciptaan Tuhan yang seindah ini pikirnya. Pantas saja waktu itu dongsaeng-nya begitu terlihat senang sekali melihat gadis ini.

Astaga, ia mau sampai kapan menjabat tanganku seperti ini? Ia memegang tanganku terlalu erat. Desah Chae Gyeong dalam hati, tapi ia berusaha bersikap professional walaupun ingin sekali ia menjitak kepala Jung Soo agar tersadar dari lamunannya.

Sadar bahwa hyung­-nya telah membuat anak buahnya ini merasa tidak nyaman dan ketakutan ia buru-buru menyadarkan orang itu. “Ehem, mau sampai kapan kau berjabatan tangan dengannya hyung?” sindir Dong Hae.

“Aah,” Jung Soo langsung buru-buru melepaskan jabatan tangannya dari Chae Gyeong. Ia jadi merasa salah tingkah sendiri telah bersikap seperti pria yang tidak tahu malu. “Maaf, aku tidak bermaksud.”

“Tidak apa-apa.” kata Chae Gyeong berusaha tersenyum walaupun dalam hati sebenarnya ia ingin teriak marah-marah pada pria itu.

“Baiklah, kalian ingin menemui Cho Kyuhyun’kan? Ia sedang berada di ruang kerjanya, sepertinya ia sedang malas untuk keluar. Jadi masuk saja. Oh iya, dari tadi ia sudah menunggu kalian. Kau tahu ‘kan ia paling tidak suka menunggu,” seru Jung Soo dengan nada agak sedikit menyuruh seakan-akan ia tidak sadar bahwa ia sendiri lah yang membuat Dong Hae dan Chae Gyeong tertahan dari tadi.

Kemudian Jung Soo membuka pintu ruang kerja tersebut yang berada tidak jauh dari ruang tamu dan mempersilakan mereka berdua masuk. Ketika baru menjejakkan kakinya ke dalam ruang kerja, Chae Gyeong bisa melihat ada seorang pria berdiri memandang ke luar, membelakangi dirinya dan yang lain. Pria itu, Cho Kyuhyun, memakai kaos putih berkerah dan celana jeans berwarna krem, walaupun pakaian tersebut terlihat biasa namun memang entah karena ia adalah seorang model atau karena gen di dalam dirinya, pakaian itu terlihat sangat memukau dan pas padanya, membuatnya menjadi semakin mempesona.

“Kyuhyun-ah,” panggil Jung Soo, “Lihat sepupumu yang tercinta sudah datang bersama staff-nya.”

Cho Kyuhyun langsung membalikkan badannya, ia refleks langsung melepaskan kacamata bacanya dan meletakkan benda itu di meja kerjanya.

Sungguh, Chae Gyeong terpana melihat wajah pria itu. Entah kenapa saat Kyuhyun melepaskan kacamata itu dalam pandangannya semua bergerak lambat dan kemudian wajahnya benar-benar terlihat sempurna, ditambah wajah pria itu kemudian tersenyum. Benar-benar sungguh apakah ia melihat malaikat sedang berdiri di depannya? Aish, kau sungguh berlebihan Chae Gyeong. Tapi ia sadar bahwa wajah itu pernah lihat sebelumnya. Deg Deg. Jantung Chae Gyeong langsung berdegup kencang.

“Dong Hae-ya,” sapa Kyuhyun tersenyum singkat melihat Lee Dong Hae, sepupunya yang sudah lama tidak ditemuinya berdiri berada tidak jauh darinya. Lalu ia mengalihkan pandangannya pada seorang gadis yang disebut sebagai staff oleh Jung Soo tadi.

“Kau??” Cho Kyuhyun sangat terkejut melihat gadis itu, Han Chae Gyeong. Tatapan mereka bertemu dan terlihat Chae Gyeong sedikit gugup dan Kyuhyun terus memandanginya tajam.

Annyeong haseyo!” sapa Chae Gyeong berusaha bersikap biasa walaupun jantungnya tidak mau diajak bekerja sama saat ini. Ya, kali ini ia ingat siapa pria di depannya yang sedang melihatnya seperti melihat hantu karena sungguh tatapannya begitu horror, pikir Chae Gyeong. Pria itu, ani, Cho Kyuhyun adalah pria yang ia temui saat di lift perusahaan CK-Star Group. Pria yang sangat tampan dan pesonanya begitu menarik perhatian, tapi ia membuat kesalahan yang menurutnya terlalu berani waktu itu. Kini ia begitu gugup.

“Jadi, Anda adalah Cho Kyuhyun? Senang berkenalan denganmu, aku Han Chae Gyeong, marketing manager CK-Star Group.” Kali ini Chae Gyeong memperkenalkan dirinya sambil membungkukkan badannya. Sungguh ini adalah hari yang paling menegangkan baginya karena baru beberapa detik ia menatap mata Cho Kyuhyun, jantungnya sudah berdetak tidak teratur seakan ia bisa pingsan saat ini juga karena serangan jantung tiba-tiba.

Kyuhyun tersadar dari keterkejutannya dan membalas sapaan Chae Gyeong, “Annyeong haseyo. Ne, naneun Cho Kyuhyun imnida.” Kyuhyun memperkenalkan dirinya walaupun tanpa diperkenalkan tentu semua orang sudah tahu kalau dia adalah Cho Kyuhyun, tapi gadis di depannya ini berbeda. “Tetap saja gadis yang bodoh!” desisnya pelan sambil menunjukkan senyumnya yang khas, evil smirk.

“Maaf?” Chae Gyeong tentu saja mendengar bahwa Kyuhyun baru saja mengatainya gadis bodoh walaupun ia mengucapkannya pelan sekali. Ingin sekali ia berteriak membalas perkataan Cho Kyuhyun yang kurang ajar itu sekarang. Tapi, ia masih tahu diri dan menahan kekesalannya.

“Dong Hae-ya, Apa kabar? Sudah lama aku tidak berjumpa denganmu kau tetap saja tidak berubah. Pendek dan wajahmu itu, tetap aku yang lebih tampan. Hahaha..” Kyuhyun langsung menyapa Dong Hae dengan frontal dan penuh percaya diri, tidak mengindahkan Chae Gyeong yang menuntut penjelasan darinya.

“Yaak! Kau ini, tetap saja dongsaeng yang menyebalkan. Tidak bisakah kau memanggilku hyung dan menyapaku dengan kata-kata sedikit lembut setelah lama tidak bertemu! Sifatmu tetap saja tidak berubah sejak dari Paris sekalipun,” balas Dong Hae tidak terima dikatai seperti itu.

Kyuhyun hanya tertawa puas setelah mendapati Dong Hae sama sekali tidak berubah sedikit pun. Untuk panggilan hyung itu ia tetap tidak akan merubahnya, karena mereka sering bersama sejak kecil dan umur mereka tidak terlalu jauh membuat ia tidak pernah memanggil kakak sepupunya ini Hyung.

“Oh iya, kau dan Jung Soo hyung mengenal Chae Gyeong-ssi? Kalian berdua terlihat mengenalnya saat melihat Chae Gyeong-ssi,” tanya Dong Hae penasaran karena reaksi dua orang itu begitu mirip saat melihat Chae Gyeong.

Ani!” jawab Kyuhyun dan Jung Soo berbarengan. “Aku hanya pernah melihatnya beberapa kali dan itu tidak sengaja,” tambah Jung Soo.

“Ia gadis bodoh,” kata Kyuhyun mengejek, “Beberapa kali bertemu tapi ia tidak mengingatku.”

“Maaf, Cho Kyuhyun-ssi. Aku bukan gadis bodoh dan kurasa aku hanya pernah bertemu denganmu di CK-Star Group. Jadi tolong jangan mengataiku gadis bodoh!” sela Chae Gyeong sambil menekankan kata untuk jangan mengatainya lagi. Dari tadi ia terus dikatai bodoh oleh orang yang baru saja ditemuinya dan tentu saja ia tidak terima. Tapi, entah kenapa ia merasa tidak asing dengan suara ini saat mengatakan kalimat seperti ini sebelumnya.

“Sudah beberapa kali Agassi dan ternyata kau ini, benar-benar ingatanmu sangat…”

“STOP! Kita kesini bukan untuk berperang mulut, okay?” lerai Dong Hae seolah jika ia tidak menghentikannya maka akan terjadi perang mulut yang tiada habis-habisnya, “Jadi, bisa kita langsung saja membicarakan tentang kontrak kerjasama kita Tuan Cho?”

As you wish Mr. Lee,” sahut Cho Kyuhyun sambil tersenyum ke arah Chae Gyeong yang masih menatapnya tajam seperti ingin menerkamnya. Begitu menyenangkan menggodai gadis ini dan wajahnya sangat imut sekali jika seperti itu, batin Kyuhyun dalam hati.

 

****

-TBC-

1 Comment (+add yours?)

  1. lieyabunda
    Sep 14, 2015 @ 02:51:24

    kyu doyan banget sih bikin Han Chae Gyeong kesel,,,, hehehehehe
    lanjut

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: