The Power of Love

Author : @Rimalways

Tittle   : The Power of Love

Cast     : Park Jung Soo and Yoon Yae Ra

Genre : Hallucination

Rating : General

Leght   : One Shot

 

Telaga warna begitu indah sejauh mata memandang. Pantulan dari sinar matahari menambah telaga tersebut menampilkan kilauan cahaya berwarna-warni yang sangat menakjubkan. Air yang mengalir begitu jernih hingga batu sungai yang ada di telaga ini terlihat begitu jelas.

Seorang perempuan duduk di bawah pohon rindang dengan posisi tubuh menghadap ke arah telaga. Wajahnya pucat pasi dan tatapan yang terlihat begitu kosong. Ia hanya bisa merangkul kakinya sendiri dengan kepala tertunduk malas. Ia memiliki rambut panjang yang menutupi wajahnya.

“apa kau bisa bicara?” tanya seseorang tepat di depan tubuhnya. Sambil memberikan senyuman ke arah perempuan itu.

“apa kau malaikat?” tanya gadis itu mengangkat wajah. Terlihat wajah pucat pasi, namun tidak melunturkan kecantikan yang ia miliki.

“bukan. Aku sama sepertimu” ucap lelaki itu sambil menatap mata sang gadis. Kemudian ia duduk di atas batu yang berada di sebelah gadis tersebut.

Gadis itu menatap heran. “bagaimana kau bisa sampai di tempat ini?” ucapnya.

“aku seperti menembus cahaya dan masuk lorong waktu hingga sampai di tempat seperti ini. Lantas bagaimana kau berada di tempat ini?” tanya lelaki itu sama dengan ucapan yang di lontarkan si gadis. Sama seperti dia. Lelaki itu menatap heran.

“itu karena, satu tahun yang lalu aku mengalami kejadian yang sama sepertimu”

Lalu, gadis itu menatap telaga dengan penuh kesedihan. Tangan kanannya memegang bunga lotus yang berada di samping kanan tempat duduknya. Ia kemudian menyelonjorkan kaki ke depan. Terlihat sedikit getaran dan sedikit hentakan.

“namamu siapa?” tanya lelaki tersebut dengan sorot mata keingin tahuan yang banyak.

Gadis itu menoleh. “namaku Yoon Yae Ra”.

“namaku Park Jung Soo” sambil mengulurkan tangan untuk berkenalan.

Ia tidak langsung menerima uluran tangan tersebut. Ia menatapnya beberapa saat. Gadis itu malah menatap wajah Park Jung Soo yang sedang menatap wajahnya. “akhirnya aku mempunyai teman” kata Yae Ra sedikit tersenyum.

Setelah melihat senyumnya, kini, gadis itu tidak terlihat sedih lagi. Seakan ada kebahagaian yang datang menghampirinya.

“apa kau sakit?” tanya Jung Soo

“tidak” jawabnya singkat. Yae Ra menghempaskan tubuh ke belakang. Pohon akasia ini menjadi tumpuan dirinya untuk merileksasikan badan.

“tapi kau….” lelaki itu tidak melanjutkan ucapannya. Tak henti-hentinya ia menatap Yae Ra dengan punuh cemas karena gadis itu terlihat seperti orang sakit. “tapi kau…” ia mengulang ucapannya.

Yae Ra langsung memotong ucapan lelaki yang ada di sampingnya. “aku tidak sakit” tegas gadis itu. “entah kenapa, beberapa bulan yang lalu wajahku berubah menjadi pucat seperti ini”

“mungkin, kau tidak makan” Jong Soo menembak apa yang dikatakannya. Ia hanya melihat yang sebenarnya. Jika orang terlihat pucat, hanya ada dua kemungkinan, orang tersebut sedang sakit atau tidak makan.

“kau lucu sekali” Yae Ra sedikit tertawa atas apa yang ia dengarkan barusan. “ini dunia yang orang lain tidak ketahui. Aku tidak pernah merasakan lapar. Lihatlah! Apakah disini ada rumah makan atau bahan makanan?” lanjutnya, sambil menunjukan dengan tangan kanan dengan apa yang mereka lihat di tempat ini.

“hanya ada telaga, rumput dan juga pohon” desah Jung Soo setelah ia mengamati tempat itu.

Lapangan hijau terhampar begitu luas. Telaga warna ini menjadi objek yang sagat mencolok di tempat ini. Namun, disini tidak ada penghuni yang lain. Semuanya indah, namun terlihat semu. Tidak ada bayangan untuk meramaikan lokasi ini. Hanya ada kesendirian yang begitu terasa.

Yae Ra melihat wajah lelaki itu begitu kebingungan. Ia kemudian berkata “ini tempat manusia untuk menentukan, apakah ia ingin mati atau tetap hidup”

“maksudmu?”

Gadis itu bangkit berdiri sambil merapikan baju serta rambut hitam panjang yang ia miliki. Ia berjalan beberapa langkah untuk menuju pinggir telanga yang diikuti langkah kaki Jung Soo dari belakang. Mereka berdua akhirnya berpijak di batu yang berada di dalam telaga tersebut.

“apa kau mengalami kecelakaan?”

“benar” jawab Park Jong Soo tidak percaya dengan apa yang di ucapkan gadis itu. perkataannya sungguh tepat. Kenapa ia bisa tau tentang kejadian itu.

“tubuh dan jiwamu yang nyata mungkin sedang berada di rumah sakit atau di suatu tempat yang dapat menyembuhkanmu. Sedangkan perasaanmu pergi dari jiwa tersebut dan perasaanmu memasuki lorong waktu yang aku tempati ini”

“maskudmu? Aku sungguh tidak paham” Park Jung Soo mengulang perkataannya lagi.

“jika tubuhmu koma kau akan berada di tempat ini, tetapi jika tubuhmu sadar kembali kau akan pergi dari sini. Kau akan merasakan dunia nyata lagi”

“jika kita tidak bernafas dalam koma tersebut. kemana kita akan pergi?”

Yoo Yae Ra terdiam. Ia berfikir untuk mencari jawaban apa yang di ucapkan Jung Soo. Pertanyaan yang sulit di jawab karena ia pun tidak tau apa yang akan terjadi setelah mereka berhenti bernafas dalam jiwa masing-masing yang masih koma.

“jika aku tidak bisa kembali ke dalam jiwaku. Itu tidak masalah” ucap Jung Soo.

“keinginan kita berbeda. Aku tidak ingin tinggal di tempat ini. Disini begitu sepi. Aku mau hidupku seperti dulu lagi”

“disini begitu indah” ia tersenyum bahagia, kedua tangannya di buka lebar. Hidungnya menghirup oksigen yang begitu menyegarkan.

“hey Park Jung Soo”

Park Jung Soo menoleh kearah gadis itu.

“disini sepi. apakah kau tidak rindu teman dan keluargamu?”

“tidak” jawab lelaki itu singkat.

*****

Malam ini Yoo Yae Ra tidak merasakan kesepian lagi. Ia mendapatkan teman yang dapat menemani dirinya baik siang maupun malam. Tapi, apakah kejadian ini akan berlangsung lama atau hanya sebentar. Ia masih berfikir bahwa Park Jung Soo akan meninggalkannya dan lelaki itu akan kembali menghirup udara kebebasan lagi. Kebebasan yang selalu di impikan dan di rindukan oleh Yoon Yae Ra.

Mereka berdua sedang duduk menikmati pemandangan langit malam yang di hiasi oleh temaran cahaya bintang dan bulan. Sunyi. Perasaan sepi menghampiri mereka berdua.

Sudah dua minggu sejak kedatangan Park Jung Soo di tempat ini. Kini gadis itu merasa senang. Berkat Park Jung Soo, ketakutan akan tempat ini dapat terobati.

Terlihat senyum dari pipi Yoon Yae Ra meskipun tidak ada sepatah kata pun yang di lontarkan dari mulut mereka berdua.

“lihatlah bintang itu!” suara Park Jung Soo memecahkan keheningan malam.

Ia menunjuk dengan menggunakan tangan kanan kearah salah satu bintang yang paling terang di atas kepala mereka.

“indah” gumam Yae Ra. Ia tersenyum simpul.

“lebih indah melihat senyum di wajahmu” ucap Jung Soo sambil tersenyum ke arah gadis itu.

Bola mata Yae Ra seketika jatuh ke bawah dan langsung berbalik menatap Jung Soo yang sedang memerhatikan dan tersenyum ke arahnya.

“apaaa?” tanya gadis itu pelan. Ia tidak yakin dengan apa yang ia dengar barusan. Jantungnya langsung bergetar hebat setelah mendengar kalimat tersebut. hatinya semakin menggebu-gebu. Sebenarnya apa yang ia rasakan? Sungguh, ia tidak mengerti dengan perasaannya sendiri. “apa yang kau katakan?” tanya sekali lagi untuk menegaskan.

“tidak” Jung Soo mengelak ucapannya sendiri.

Yoon Yae Ra langsung menatapnya dalam diam.

“apa kau ingin menggapai bintang?”

“tentu. Kalau itu bisa”

“bisa” jawab Jung Soo cepat.

“bagaimana?”

Park Jung Soo terdiam beberapa saat. Dan… “bintang sudah bersamamu” kata Jung Soo.

“mustahil”

“matamu” kini Jung Soo membalikkan badan menghadap ke tubuh Yae Ra dan menatap mata indah gadis itu. “matamu… matamu sungguh indah. Sorot matamu memancarkan kilauan indah seperti cahaya bintang” ia menegaskan ucapannya dengan serius.

Lagi.. lagi debaran jantung kian terasa kencang setelah di tatap oleh lelaki itu. tanpa sadar Yae Ra juga menatap mata lelaki itu sangat tajam. Ketika ia sadar kembali, ia menggeser posisi tubuhnya agar sedikit menjauh supaya detak jantungnya, tidak akan terdengar oleh lelaki yang ada di sampingnya.

~tatapan gadis itu tajam menusuk ke dalam hati dan pikiranku. Kenapa?~ bisik Jung Soo dalam hati.

HENING…

“mugkinkan ini perasaanku?” ucap Park Jung Soo pada diri sendiri. Ia tertunduk melihat dadanya sendiri dan langsung mengusapnya sambil berkata lagi. “mungkinkah ini cinta?”.

Samar- samar suara Park Jung Soo terdengar oleh Yae Ra. Lalu berkata “kenapa?”

“ahhh… tidak”

“aku rasa kita akan berpisah” ucap Yae Ra yang membuat Jung Soo menatap gadis itu tajam.

Dada Park Jung Soo terasa sakit saat mendengar kata pisah. Sorot matanya menatap penuh tanya kearah gadis yang tepat berada di depannya. “kenapa?” gumam Park Jung Soo.

“entahlah…” lirih Yae Ra dengan nada suara tak percaya dengan apa yang ia ucapkan. “hanya… perasaanku mengatakan demikian” lanjutnya.

“tidak. Aku tidak mau kembali ke tempat dimana aku hidup”

“kenapa? Hidup itu sangat indah. Aku ingin kembali hidup seperti dulu lagi jika aku diberikan kesempatan untuk hidup”

“Yoon Yae Ra~ssi?” suara Jung Soo sedikit bergetar. “hidup yang aku jalani tidak sebahagia dengan hidupmu”

“kenapa?” tanya Yae Ra yang penuh dengan keingintahuan yang sangat dalam.

“aku sangat kesepian di dunia nyataku. Orang tua, teman, aku tidak punya mereka. Setidaknya di dunia ini aku mempunyaimu” kata Jung Soo jujur.

Yoon Yae Ra terdiam mendengar kalimat yang baru saja di dengar. Sungguh prihatin. Di zaman yang sudah memasuki era globalisasi dengan kemajuan zaman yang sangat cepat masih ada orang yang tidak mempunyai siapa-siapa di kehidupan nyata. Sungguh kasihan.

“tapi, kau akan kembali kedunia nyata lagi, Park Jung Soo. Aku merasakan hawa tubuhmu sudah berbeda sekarang”

“kau bisa mengusahakan agar aku berada disini?. Aku bisa menemanimu kalau aku disini”

Gadis itu bangkit berdiri. Ia berjalan beberapa langkah ke depan. Lalu di ikuti oleh gerakan kaki dari Park Jung Soo.

“aku tidak bisa mengubah takdir seseorang” jawab Yae Ra.

Park Jung Soo terdiam. Ia hanya bisa memandang ke depan dengan tatapan kosong.

*****

Sekelebat asap berterbangan di dekat telaga. Park Jung Soo tau itu asap apa. Asap yang akan membawanya pulang pada jiwanya sendiri. Jiwa yang tidak ingin ia hidupkan kembali. Namun, ia juga tidak bisa menghindari takdir yang telah di tetapkan tuhan kepada dirinya.

Sedangkan, Yae Ra menatap asap tersebut dengan penuh kesedihan. Ia harus merelakan Park Jung Soo pergi darinya. Sebentar lagi, ia tidak punya teman lagi. Park Jung Soo akan meninggalkannya.

“pergilah!” pinta Yae Ra kearah Jung Soo yang sedang duduk di batu dekat telaga.

“tapi… a. .a. .aku u u” kata Jung Soo terbata-bata.

“jika kau pergi. Kita akan bertemu di dunia nyata lagi. Aku akan berusaha keras agar jiwaku bisa tersadar dari koma. Aku sangat yakin. Kita akan bertemu kembali”

“aku akan berusaha mencarimu”

“benar. Kau harus mencariku. Kita akan bertemu lagi”

“Yoon Yae Ra?” bisik Jung Soo. “akuuu” ia terdiam sejenak. Lalu… “aku mencintaimu”

Yoon Yae Ra terdiam.

Ia mendengar apa yang di ucapkan lelaki yang berada di sampingnya dan sedang menatap matanya. Tapi, jika waktu bisa di putar untuk beberapa detik saja. Ia tidak ingin mendengar kalimat itu. Kalimat yang sungguh indah. Namun, akan lenyap sebentar lagi. Kalimat itu hanya akan membuatnya sakit. Karena pada akhirnya Jung Soo akan pergi meninggalkan ia sendirian.

“aku mencintaimu” Park Jung Soo kembali mengucapkan kalimat tersebut sebelum Yoo Yae Ra balas berkata.

Gumpalan asap tersebut perlahan demi perlahan menghampiri Park Jung Soo. Dengan satu kedipan mata, tubuh lelaki itu sudah berada di gumpalan asap. Tubuhnya tidak terlihat. Hanya, ada suara berkata… “aku mencintaimu, Yoon Yae Ra”

*****

Musim Panas

Park Jung Soo sedang berdiri di balik jendela apartemen dan menatap ke jalan Apeojong dengan sedih. Ia kembali teringat dengan sosok Yoon Yae Ra yang ia temui di alam bawah sadarnya beberapa bulan yang lalu. Ia berusaha mencari gadis itu, namun semuanya sia-sia.

Pukul sembilan malam. Park Jung Soo turun dari apartemen karena tenggorokannya sedikit serak. Ia tidak sadar bahwa dari siang tadi ia belum minum apa pun.

Ia sudah berada di apartemen lantai dasar. Ia pun bergegas menuju pintu luar. Tetapi, langkahnya terhenti, seseorang memegang pundaknya dari belakang. Secepat mungkin, tubuhnya langsung di putar dan menatap orang tersebut.

Mulutnya terasa tercekat. Hawa tubuhnya seakan tidak normal. Detak jantung kian berdetak dengan kencang. Perasaan yang dulu telah tumbuh kembali.

“Yoon Yae Ra” ucap Park Jung Soo dengan wajah tak percaya. Matanya menatap tajam gadis itu

Gadis itu tersenyum ke arah Park Jung Soo. “aku menempati janjiku karena aku juga mencintaimu” katanya.

THE END

2 Comments (+add yours?)

  1. Monika sbr
    Sep 17, 2015 @ 19:53:10

    Pertemuan yg manis. Kirain tadi yoon yae ra gak akan sadar lg dari komanya tapi pada akhirnya mereka bisa bertemu kembali didunia nyata.

    Reply

  2. chintya
    Oct 06, 2015 @ 11:02:35

    gag masuk akal kek nya, terlalu dibuat jalan cerita nya.. tp pemilihan kata nya bagus kok mudah dipahami, semoga author bisa buat cerita yang lbh bagus lagi lain kali… fightingg!!!

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: