Faith – Unpredictable Cho Kyuhyun [7/?]

poster chapter 1 - 3

Judul               : Faith – Unpredictable Cho Kyuhyun [7/?]

Main Cast       :

Cho Kyuhyun

Han Chae Gyeong (OC)

Lee Dong Hae

Sub Cast          :

Park Jung Soo

Lee Yong Woo (OC)

And others find it by yourself J

Genre              : Romance, Comedy, Fashion

Rating              : 13+

Length             : Chaptered

Catatan            : Annyeong!!! If you want read my blog. Please enjoy and visit my blog: elfaithstory.wordpress.com

Chapter VI

Unpredictable Cho Kyuhyun

 

Pagi hari yang cerah menyambut bangun tidur seorang gadis yang masih tertidur lelap di tempat tidurnya yang besar. Cahaya mentari menerobos melewati jendela dan mengenai mata gadis itu. Tepat setelahnya terdengar bunyi alarm membangunkan tidur nyenyak sang putri, Chae Gyeong.

Ia mengucek matanya dan mengerjapkan matanya beberapa kali. Ia semalam tidak bisa tidur dengan nyenyak memikirkan pertemuannya hari ini dengan Cho Kyuhyun. Jika bisa ia kabur dari jadwal hari ini, ia akan kabur. Tapi, ia bukan gadis pengecut seperti itu.

“Sudah jam berapa ini?” Gadis itu bangkit dari tempat tidurnya dan hendak mematikan alarm. “Mwo?Astaga, sudah jam 8?” Mata gadis itu langsung melebar seketika. Ia tidak percaya alarmnya baru berbunyi jam 8 atau ia yang tidak dengar. Masa bodoh dengan semua itu, yang penting sekarang ia harus buru-buru menyiapkan diri untuk sampai kantor jam 9.

“Gara-gara memikirkan pria menyebalkan itu aku harus mengalami kesialan seperti ini.”

Chae Gyeong langsung berlari ke kamar mandi dan membersihkan diri ala kadarnya. Ia tidak peduli yang penting dirinya tidak terlambat sampai ke kantor. Ia tidak boleh bersikap seenaknya sebagai karyawan baru.

Setengah jam telah berlalu dan Chae Gyeong sudah siap dengan penampilannya yang memukau untuk masuk kerja hari ini. Ia memakai dress selutut pas badan tanpa lengan berwarna hijau tosca, ia memadukannya dengan blazer berwarna krem pastel. Rambutnya ia kuncir kuda, pilihan tepat untuknya karena ia sedang malas menata rambutnya di waktu yang singkat. Untuk make up, ia hanya memoleskan bedak tipis dan menggunakan lipstick warna soft. Walaupun begitu tampilannya tetap terlihat mempesona ditambah ia mengenakan high heels yang membuat kakinya terlihat jenjang.

“Kurasa hari ini aku harus naik taksi,” guman Chae Gyeong sambil melihat jam tangan Gucci-nya.

Kini berjalan gadis itu ke luar apartemennya dan berusaha menyetop taksi di sekitar tempat tinggalnya. Ia biasanya akan naik bus untuk berangkat ke kantor, tapi sepertinya hari ini tidak mungkin. Bisa-bisa ia terlambat sampai kantor jika naik bus. Sebenarnya, gadis itu bisa saja membawa mobil sendiri tapi ia tidak pandai menyetir dan ia tidak mau mengambil resiko nyawanya melayang jika membawa mobil sendiri.

Setelah beberapa menit, Chae Gyeong akhirnya berhasil mendapatkan taksi. Ia langsung berhambur ke dalam taksi dan menyebutkan tujuannya kepada supir taksi. “Tolong antarkan aku ke CK-Star Group, Pak.”

“Baik nona.”

Sepanjang perjalanan Chae Gyeong sibuk mengamati layar handphone-nya. Ia sedang berusaha untuk mempelajari dunia hiburan Korea, setidaknya itu bisa membantunya sedikit saat berhadapan dengan Cho Kyuhyun nanti. Ia juga mempelajari sedikit-sedikit tentang dunia modeling lewat internet, yah meskipun ia tidak akan mendapatkan banyak lewat membaca di waktu yang sesingkat ini. Tapi, setidaknya ia sudah berusaha.

Tanpa terasa taksi yang membawa Chae Gyeong sudah sampai di depan lobby CK-Star Group. Gadis itu menarik napas lega begitu melihat jam tangannya. Ia tidak terlambat. Syukurlah.

“Ini Pak, terima kasih,” Chae Gyeong menyerahkan sejumlah uang kepada Supir taksi tersebut dan kemudian turun.

“Semoga hari ini berjalan dengan lancar,” Chae Gyeong memejamkan matanya sekilas sambil berdoa sebelum memasuki Gedung CK-Star Group. “Semangat Chae Gyeong!” serunya pada diri sendiri.

****

Jam 13.30 KST

Seluruh karyawan di perusahaan CK-Star Group mendadak menjadi heboh. Termasuk ruangan departemen Marketing, tempat Chae Gyeong bekerja mendadak menjadi riuh sibuk mempersiapkan segala sesuatu, mereka mendapat berita bahwa Anak Presiden Direktur Pemilik CK-Star Group akan datang untuk pertama kalinya. Ia datang untuk memperkenalkan dirinya dan juga melihat-lihat situasi kerja di perusahaannya.

“Ji Yoo-ssi, siapakah yang akan datang?” tanya Chae Gyeong pada rekan kerja wanita yang berdiri di sebelahnya, “Mengapa semua orang sibuk sekali?”

“Kau tidak tahu? Anak dari pemilik CK-Star akan datang, ia akan menggantikan posisi presiden direktur yang dijabat ayahnya dalam waktu dekat ini. Ia akan melakukan melihat-lihat setiap departemen di perusahaan ini sendiri, katanya agar lebih mengenal jelas situasi kerja di kantor ini,” terang Kwon Ji Yoo semangat.

“Oh, lalu mengapa semua wanita di sini juga sibuk berdandan?” tanya Chae Gyeong penasaran, karena sepanjang ia memandang semua wanita yang masih gadis bahkan ibu-ibu sibuk mempercantik penampilan.

“Chae Gyeong-ssi, kau ini baca berita tidak?” Ji Yoo gemas sekali dengan Chae Gyeong yang sepertinya tidak tahu apa-apa sama sekali, “Anak dari pemilik CK-Star Group itu adalah seorang yang sangat terkenal, seluruh dunia mengenalnya. Masa kau tidak tahu? Dia itu adalah…”

Mendadak suasana menjadi sunyi dan terdengar suara langkah kaki seseorang yang berjalan mendekat ke arah Chae Gyeong dan Ji Yoo.

Tap. Tap.

“Cho Kyuhyun-ssi!!” seru Ji Yoo sambil membungkuk hormat.

Mwo?” Chae Gyeong terkejut setengah mati mendengar nama Cho Kyuhyun disebut oleh Kwon Ji Yoo. Apa ia tidak salah dengar? Bukankah pertemuannya dengan orang itu akan berlangsung nanti sore.

Chae Gyeong menoleh ke belakang berusaha melihat siapa orang yang dipanggil oleh Ji Yoo tadi. Dan benar saja, orang tersebut memang Cho Kyuhyun dan ia berjalan bersama Lee Dong Hae.

Penampilannya Cho Kyuhyun terlihat berbeda dari biasanya, jika sebelumnya ia memakai pakaian santai kini pria itu mengenakan setelan jas formal keluaran Armani berwarna hitam dengan dasi berwarna putih, membuatnya benar-benar terlihat seperti seorang eksekutif muda yang benar-benar sangat tampan. Oh tidak, Chae Gyeong akui pria itu benar-benar tampan, matanya tidak bisa lepas memandangi Cho Kyuhyun.

Tiba-tiba tatapan mereka bertemu. Cho Kyuhyun memandanginya dengan tatapan yang tidak bisa diartikan. Entah mengapa Chae Gyeong tidak bisa mengalihkan tatapannya, rasanya seperti terkunci kuat dengan tatapan mata tajam Cho Kyuhyun.

“Chae Gyeong-ssi,” panggil Dong Hae.

Ye, sajangnim,” Chae Gyeong langsung menghampiri boss-nya itu.

“Tunggulah di ruanganku, kita akan meeting membahas hal kemarin sebentar lagi. Sehabis aku mengantar Cho Kyuhyun-ssi berkeliling melihat tempat ini,” suruh Dong Hae.

“Baik, sajangnim,” angguk Chae Gyeong.

Kemudian dua orang pria tersebut berlalu diikuti oleh banyak manager dan staf yang lain. Mereka semua terlihat sibuk menjelaskan kepada Cho Kyuhyun mengenai situasi kerja di departemen tersebut.

“Dia…” Chae Gyeong terlihat berpikir, “Dia adalah anak pemilik perusahaan ini?!” Dalam sekejap tubuhnya terasa lemas. Astaga, jadi orang itu selain seorang public figure ternyata yang akan menjadi Presiden Direktur di tempatku? Oh Tuhan, rencana apa lagi ini?

“Chae Gyeong-ssi, kau tidak apa-apa?” tanya Ji Yoo heran melihat raut wajah gadis itu yang terlihat seperti seorang yang habis menerima hukuman.

“Aku tidak apa-apa,” Chae Gyeong berusaha tersenyum, “Aku pergi dulu ya, aku harus menunggu di ruangan Lee sajangnim.”

“Oh, baiklah. Semangat ya, kau pasti bisa menghadapi semuanya,” kata Ji Yoo memberi semangat sebelum gadis itu pergi. Ia tahu Chae Gyeong harus menjadi model untuk video klip iklan tersebut dan baginya itu memang pekerjaan yang berat apalagi bersanding dengan supermodel kelas atas. Meski banyak orang yang menunggu untuk bisa dekat dengan pria itu, tapi tetap saja jika harus dihadapkan pada situasi itu ia juga tidak akan berani.

“Terima kasih, Ji Yoo-ssi.”

Chae Gyeong langsung melenggang ke ruangan Lee Dong Hae yang berada tidak jauh dari tempatnya berdiri tadi. Ia menyapa Min Ri Ah, sekretaris Lee Dong Hae dan minta izin untuk masuk ke dalam.

“Silakan Chae Gyeong-ssi menunggu di dalam, Lee sajangnim akan menemui dalam lima belas menit lagi bersama Cho sajangnim,” Min Ri Ah tersenyum dan membantu membukakan pintu untuk Chae Gyeong.

“Terima kasih Min Ri Ah, apa benar aku harus menunggu di sini?” Chae Gyeong terlihat ragu karena ruangan yang akan dimasuki begitu besar dan mewah. Apalagi ruangan ini terlihat begitu privasi, hanya terdapat jendela yang menghadap ke luar gedung ini, tidak ada akses untuk melihat ke sekitar ruangan kerja para karyawan.

“Benar nona Han, tunggulah di dalam.”

Akhirnya Chae Gyeong masuk ke dalam dan menunggu. Ia tadinya berniat untuk langsung duduk saja, tapi tubuhnya tidak mau diam. Ia ingin sekali melihat-lihat ruangan ini. Setidaknya sambil menunggu dengan berkeliling ruangan ini, ia tidak akan bosan.

“Hmm, apakah ini cocok disebut sebagai ruang kerja?” tanyanya pada diri sendiri. Bagaimana tidak, tempat ini bisa dibilang seperti kamar hotel president suite, namun tidak ada tempat tidur tentu saja di sini.

Kemudian Chae Gyeong melangkahkan kakinya ke arah jendela besar yang menghadap ke luar. Ia menikmati pemandangan tersebut, ia bisa melihat kesibukkan kota Seoul dari tempatnya berdiri sekarang. Sejenak ia melupakan ketakutannya yang akan menghadapi Kyuhyun sebentar lagi hanya dengan melihat-lihat pemandangan ini ditambah pemandangan matahari mulai terbenam membuatnya relaks. Gadis itu menarik napas panjang dan kemudian membuangnya perlahan. Sungguh ia cemas menemui Kyuhyun, ia sudah bersikap sedikit kurang ajar pada pria itu dan ia benar-benar tidak menyukai pria menyebalkan itu tapi yang membuat dirinya tidak bisa berkutik dan seperti dibebankan beban berton-ton pada punggungnya adalah kenyataan bahwa ia juga adalah anak dari pemilik perusahaan ini. Ia tidak tahu rencana apa lagi yang akan dijalankan oleh Kyuhyun terhadapnya. Memikirkannya membuat kepalanya pusing.

“Menikmati pemandangan nona Han?”

Terdengar suara bass memecah keheningan yang tengah dinikmati oleh Chae Gyeong.

“Tuan Cho?” Gadis itu tersadar dari lamunannya dan terkejut mendapati Cho Kyuhyun sudah duduk manis di sofa besar yang berada di tengah ruang kerja tersebut. “Anda sudah lama berada di sini?” tanya Chae Gyeong canggung. Ia merasa malu karena tidak menyadari keberadaan Cho Kyuhyun.

“Menurutmu?” Kyuhyun tidak langsung menjawab. Tentu saja ia sudah berada di dalam ruangan ini sepuluh menit yang lalu. Pekerjaannya berkeliling melihat-lihat kantor ini membuatnya jenuh dan ia memutuskan untuk langsung menunggu saja di ruangan Lee Dong Hae sekalian membicarakan kontrak kerja sama. Ia terkejut ketika masuk ke dalam ruangan Dong Hae, mendapati seorang gadis yang sedang berdiri dekat jendela. Ia tadinya ingin segera memanggil gadis itu, tapi melihat gadis itu terlihat sangat menikmati pemandangan di luar sana ia mengurungkan niatnya. Jadinya Kyuhyun menikmati pemandangan di depannya ini, ia bisa melihat raut wajah gadis itu yang tadinya tenang berubah cemas dan kemudian tenang lagi setelah menarik napas. Benar-benar gadis unik, dalam sekejap bisa mempunyai berbagai macam ekspresi seperti itu dan itu membuat Cho Kyuhyun betah memandangi gadis itu berlama-lama sampai akhirnya ia memberanikan diri untuk mengeluarkan suaranya.

“Maaf aku tidak menyadari keberadaanmu tuan,” sesal Chae Gyeong. Pasti Cho Kyuhyun telah menunggunya lama dari tadi. Kebiasaanmu melamun tidak pernah bisa hilang sama sekali Chae Gyeong, gerutunya dalam hati.

“Tidak apa-apa, silakan duduk nona Han. Kau tidak ingin terus berdiri di situ ‘kan?” tawar Kyuhyun melihat gadis itu seperti tidak berniat sekali untuk mendekat padanya.

“Ah, ne,” Chae Gyeong langsung berjalan mendekati Kyuhyun dan duduk di sofa yang berseberangan dengan Kyuhyun. Ia terlihat sangat gugup berada di ruangan ini hanya berdua saja dengan Cho Kyuhyun. Baru kali ia merasa lidahnya kelu tidak bisa berbicara padahal ia biasanya adalah orang yang langsung bisa membuka obrolan karena ia dibesarkan dan dididik untuk terbiasa menghadapi orang-orang baru, apalagi ia lulsan sarjana Hubungan Internasional. Tapi kali ini entah mengapa kali ini otaknya terasa kosong, ia tidak tahu harus berbicara apa.

Selama beberapa menit mereka berdua hanya duduk terdiam sibuk dengan pikiran masing-masing. Chae Gyeong hanya bisa menundukkan kepalanya dan tidak berani menatap pria yang sedari tadi melihatnya dengan tatapan mata yang tidak bisa diartikan. Entah apa yang dipikirkannya.

“Nona Han, kau tidak mengingatku?” tanya Kyuhyun tiba-tiba.

Ye?” Chae Gyeong bingung dengan pertanyaan Kyuhyun, “Maksud anda apa tuan?”

“Kita pernah beberapa kali, kau benar-benar tidak mengingatku sama sekali?”

Chae Gyeong mengerutkan alisnya, sungguh pertemuannya dengan Cho Kyuhyun itu baru dua kali saja. Mengapa pria ini sepertinya ngotot pernah bertemu dengannya beberapa kali?

“Kau tidak ingat ini?” Kyuhyun memasang pose tangan kanannya menutupi wajahnya separuh, memperagakan seolah-olah dirinya sedang memakai masker. Lalu ia mulai berbicara lagi, “seorang gadis bodoh yang menangis di bandara dan membuat seorang pria susah karena harus menenangkannya padahal ia sedang buru-buru untuk pergi.”

Chae Gyeong rasanya familiar dengan pose Kyuhyun tadi dan ia merasa yang diceritakan pria itu sepertinya pernah ia alami. Bukankah ia pernah mengalaminya waktu sehabis mengantar sahabatnya Yong Woo, ia menangis sejadi-jadinya dan membuat seorang pria tidak bersalah berusaha menenangkannya. Lalu wajah yang ditutupi separuh tadi rasanya pernah ia lihat, rasanya sama persis dengan wajah yang ia temui ketika ia baru saja mendaratkan kakinya di Korea. Seketika raut wajah Chae Gyeong langsung berubah shock ketika mendapat kesimpulan dari semuanya ini.

“Tuan Cho, anda…” Chae Gyeong tidak sanggup meneruskan kalimatnya, rasanya semua syaraf di tubuhnya melemas seketika. Bagaimana tidak, perkataan Cho Kyuhyun memang benar, mereka sudah beberapa kali bertemu dan di setiap kejadian itu ia selalu membuat susah Cho Kyuhyun. Oh tidak, mau ditaro dimana wajahku? Aku sudah bersikap kurang ajar terhadap seorang supermodel dan juga anak pemilik perusahaan ternama di Korea. Seorang chaebol dari keluarga terhormat dan.. Ottokhae….

Wajah Chae Gyeong benar-benar terlihat kusut, ia tidak sadar perubahan wajahnya itu membuat Cho Kyuhyun benar-benar ingin tertawa namun ia tahan. Gadis yang mudah sekali ditebak, pikirnya.

“Tuan Cho, aku minta maaf. Sungguh, aku tidak mengenali anda,” Chae Gyeong langsung berdiri dan membungkukkan tubuhnya sembilan puluh derajat di hadapan Cho Kyuhyun. “Aku pantas dikatai gadis bodoh olehmu. Maafkan aku tuan.”

“Ya, kau memang gadis bodoh,” kata Kyuhyun tajam.

Iish, setidaknya jangan berkata seperti itu. Aku tahu aku salah tidak mengenalimu dari awal, dengus Chae Gyeong sebal dengan kata-kata Kyuhyun yang tajam. Wajahnya mendelik kesal namun tidak dapat terlihat oleh Cho Kyuhyun karena ia masih dalam posisi membungkuk.

“Sudahlah, bagus kau sudah mengingatku sekarang. Duduklah!” suruh Kyuhyun

Gadis itu menurut, meski ia lega Cho Kyuhyun tidak menuntut apa-apa tapi ia masih merasa takut untuk pembicaraan selanjutnya karena walaupun pria di depannya ini sangat tampan tapi entah mengapa terlihat aura kegelapan yang memancar darinya.

Klek. Terdengar suara pintu dibuka.

“Oh kalian sudah di sini rupanya,” seru Dong Hae yang baru saja masuk, “Hei Cho, kau seharusnya menemui para manager itu bukan malah aku yang bertemu dengan mereka!”

“Ah, aku sedang tidak berminat menemui mereka. Aku sudah berkeliling sejak tadi pagi. Kau bisa sendiri ‘kan menjelaskan tentangku tanpa harus ada aku,” balas Kyuhyun yang sepertinya benar-benar tidak berminat untuk membicarakan hal itu.

“Tapi, tetap saja”

“Dong Hae-ya kita bahas saja mengenai masalah kemarin, okay? Bagaimana keputusan kalian mengenai konsep video produk baru itu?” potong Cho Kyuhyun.

Lagi-lagi Lee Dong Hae berusaha untuk menahan emosinya menghadapi sikap egois dari Cho Kyuhyun. Ia memang terbiasa menghadapi sikap Cho Kyuhyun yang egois, tapi ia tidak terima jika di pekerjaan sifatnya itu dibawa juga oleh dongsaeng-nya.

“Aku sudah membicarakannya dengan team-ku dan juga ketersediaan Chae Gyeong-ssi untuk ikut dalam video ini dan akhirnya kami memutuskan nona Han Chae Gyeong akan mengikuti kemauanmu,” kata Lee Dong Hae sambil menghela napas.

“Baguslah kalau begitu,” Cho Kyuhyun tersenyum penuh kemenangan,”Lalu kapan bisa dimulai proyek ini?”

“Perkiraan bulan depan sudah bisa dimulai, namun karena Chae Gyeong-ssi masih baru dalam pekerjaan ini aku rasa butuh butuh waktu untuknya menyiapkan diri karena kita tidak hanya mengerjakan proyek video itu satu kali, tapi berkelanjutan sampai 5 video akan kita rilis nanti. Aku akan memasukkan nona Chae Gyeong ke kelas modeling dan acting kilat demi peluncuran produk baru ini agar hasilnya benar-benar maksimal,” terang Dong Hae panjang lebar.

Chae Gyeong hanya bisa menundukkan kepalanya, astaga, haruskah ia mengambil kelas itu demi produk baru ini?

“Tidak perlu mengambil kelas itu untuk nona Han, hanya menambah biaya produksi saja,” saran Kyuhyun.

“Tapi, dia benar-benar baru Cho Kyuhyun. Apa kau ada saran lain selain itu?” Dong Hae sudah mengerang putus asa mendengar permintaan Kyuhyun yang tidak masuk akal pikirannya.

“Berhentikan dia dari perusahaan ini sementara,” kata Kyuhyun yakin.

“Mwo?” Chae Gyeong terkejut setengah mati. Apa-apaan pria di depannya ini, ia baru saja masuk ke perusahaan ini mengapa langsung diberhentikan begitu saja?

“Kau gila Cho! Dia calon karyawan berbakat untuk perusahaan ini dan kau memberhentikannya? Meskipun kau akan jadi Presiden Direktur perusahaan ini, aku menentang keputusanmu yang tidak masuk akal itu!” Dong Hae menolak habis-habisan rencana gila Cho Kyuhyun.

“Hei, aku bilang kan sementara,” jelas Kyuhyun, “Berhentikan dia mulai sekarang sampai proyek ini selesai dikerjakan dan tentu saja ia tidak menganggur begitu saja. Chae Gyeong-ssi,” Kyuhyun menatap tajam ke arah Chae Gyeong, “Ia harus mengikutiku untuk mempelajari semuanya itu, dengan kata lain ia menjadi asistenku agar ia bisa mempelajari dunia modeling dan acting tanpa harus sekolah lagi.”

“Tuan Cho, kumohon… Aku melamar ke perusahaan ini untuk bekerja menjadi seorang public relation& marketing. Bukan untuk menjadi seorang model. Mengapa tuan..” Chae Gyeong tidak bisa melanjutkan lagi kata-katanya.

“Kau tetap bekerja di perusahaan ini, hanya berbeda saja pekerjaannya. Apa kau takut tidak bisa nona Han?” tantang Cho Kyuhyun.

Aah, benar-benar pria di depannya ini membuatnya gila!!! Maki Chae Gyeong dalam hati. Ia ingin sekali melawan, tapi orang di depannya ini adalah orang yang berkuasa dan Chae Gyeong kalah jauh.

“Cho Kyuhyun, kau sudah kelewat batas,” kata Lee Dong Hae mengingatkan, “Aku yang merekrutnya dan kau seenaknya saja merekrutnya menjadi asistenmu demi keinginan konyolmu itu!”

“Kau dan nona Han yang menyodorkan konsep ini. Aku hanya menambahkan sedikit saja untuk menyempurnakan konsep ini dan itu sempurna.” Kyuhyun tersenyum evil. Ia sebenarnya hanya ingin bermain-main saja dengan proyek terbarunya yang terakhir ini dan itu sangat menarik baginya. Apalagi ia tidak pernah melakukan ini sebelumnya dan gadis itu adalah alasannya mengapa ia melakukan semua ini. Cho Kyuhyun sangat senang melihat ekspresi wajah gadis itu, entah rasanya ia ingin terus memperhatikan ekspresi apa lagi yang akan dikeluarkan gadis itu, ah tidak, bukan gadis itu tapi gadisnya karena ia akan membuat nona Chae Gyeong jatuh ke dalam pesonanya. Rasanya Cho Kyuhyun mulai gila karena memikirkan gadis itu.

“Lee Dong Hae-ssi, apa kau menyetujui aku menjadi asistennya?” tanya Chae Gyeong pasrah, sepertinya boss-nya akan menyetujui demi proyek baru ini.

“Maafkah aku nona Han.” Hanya itu kata-kata yang bisa diucapkan oleh Lee Dong Hae, “Kau bisa menjadi asistennya dulu sementara ini, setelah itu kau bisa kembali bekerja di perusahaan ini.”

“Benarkah?” Chae Gyeong tidak percaya.

“Semangat Chae Gyeong-ssi. Kalau ia berbuat macam-macam, laporkan saja padaku. Aku akan mengurusnya!”

“Yak! Memang aku akan melakukan apa padanya?” teriak Kyuhyun tidak terima.

Lee Dong Hae hanya mendelik sebal pada dongsaeng-nya itu. “Kau pasti bisa melewati semua ini,” kata Dong Hae menenangkan Chae Gyeong.

Chae Gyeong hanya mengangguk pasrah. Ia tidak punya tenaga lagi untuk berkata-kata.

“Kalian ini! Chae Gyeong hanya bekerja menjadi asistenku bukan untuk pergi ke medan perang!” sindir Kyuhyun, sebal melihat kedua orang itu terlalu melankolis dan mendramatisir keadaan.

Chae Gyeong dan Lee Dong Hae langsung menatap Kyuhyun bersamaan. Mereka memandang sebal ke arah Kyuhyun, terlihat seperti kilatan-kilatan listrik keluar dari mata mereka mengenai Cho Kyuhyun.

Wae?” Kyuhyun merasa merinding dilihatin seperti itu, “Sudahlah, kalian ini terlihat menyeramkan melihatiku seperti itu.”

“Oh iya, kau bisa mulai bekerja menjadi asistenku besok. Lebih cepat, lebih baik,” sambung Kyuhyun mengingatkan, “Dan datang saja langsung ke rumahku setiap jam 8 pagi. Mengerti?”

Chae Gyeong tidak langsung menjawab. Ia hanya bisa ternganga mendengar perintah Kyuhyun.

“Haish, kau ini!” Dong Hae menjitak kepala Kyuhyun, kesal sepupunya itu benar-benar menyebalkan.

Appo! Yak, kau berani sekali menjitak kepalaku?” Kyuhyun mengusap-usap kepalanya yang dijitak.

“Rasakan, biar kau tahu rasa!” Dong Hae sudah benar-benar sebal, rasanya ia merasa sial sekali sudah mempertemukan Chae Gyeong dengan Cho Kyuhyun. Niatnya hanya ingin mengajaknya agar bisa lebih dekat dengan gadis itu saat di perjalanan, tapi dikacaukan oleh adik sepupunya ini.

Sementara itu, wajah Chae Gyeong masih memasang tampang ternganga karena shock dengan polosnya, tidak menghiraukan apakah itu terlihat cantik atau tidak. Bagaimana ia harus merespon setelah mendengar perintah Kyuhyun yang mendadak seperti itu? Pikirannya benar-benar kosong sekarang.

“Nona Han,” panggil Kyuhyun, “Kau masih bisa mendengarku?” Tangan Kyuhyun bergerak-gerak di depan wajah Chae Gyeong yang jiwanya entah kemana karena gadis itu sama sekali tidak bereaksi. Tatapannya benar-benar kosong.

“Aish, dasar kau Cho! Awas saja kalau kau macam-macam dengannya,” ancam Dong Hae yang prihatin melihat Chae Gyeong yang terlihat sangat shock dengan sifat egois Cho Kyuhyun.

Cho Kyuhyun memandang malas Lee Dong Hae, sudah berapa kali pria itu mengatakan tentang ancamannya. Memangnya ia akan melakukan apa pada Han Chae Gyeong? Ia hanya menyuruh gadis itu menjadi asistennya sambil mempelajari dunianya. Gadis itu terlalu picik, pikirnya.

****

-TBC-

3 Comments (+add yours?)

  1. Laili
    Sep 15, 2015 @ 17:33:09

    hahaha 😀 kapok dah sama sifat evilnya kyuhyun. penasaran sama next chap nya… keep writing, thor.. 🙂

    Reply

  2. tatti sarang
    Sep 15, 2015 @ 19:44:58

    Hahahhaha sifat bossy ny bner bner

    Reply

  3. lieyabunda
    Sep 19, 2015 @ 04:12:48

    akalnya kyu makin bekerbang aza,,, hehehehe
    lanjut

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: