Your Soul [2/?]

jeju univ

  • Sinopsis –

Kecelakaan maut yang dialami oleh beberapa personel super junior. Salah satu anggota termuda cho kyuhyun masih belum sadarkan diri dari komanya. Namja itu mengalami posisi yang sangat sulit saat ini. dia terjebak dalam dua dimensi antara hidup atau mati. Dalam waktu 6 hari namja itu harus bisa kembali menyatukan arwah kedalam tubuhnya. Itu akan mudah jika arwah kyuhyun berada dikota seoul.

Masalahnya arwah kyuhyun terjebak disalah satu gedung dipulau jeju dan namja itu tidak bisa mengeluarkan tubuhnya dari batas gerbang gedung itu. Hanya seseorang yang dapat melihat arwahnyalah yang dapat membantunya. Kyuhyun bertemu dengan yeoja digedung itu yang ternyata sebuah universitas dipulau jeju. Yeoja yang bernama heesong ini tidak mau terlibat dalam hal aneh, tetappi dalam hatinya yeoja yang Memiliki pengalaman buruk ini tidak mau melihat orang lain mengalami hal seperti dirinya. Hidup dan mati seorang idola cho kyuhyun tergantung pada keputusan yeoja biasa yang bernama kim heesong.

Jika kalian percaya takdir, hal itu mungkin akan terjadi bagaimanapun caranya. Tetapi takdir baik akan berjalan jika kita dapat memilih keputusan yang terbaik untuk masa depan walaupun sulit dan begitupun sebaliknya.

Author : Deviteuk

Judul : Your Soul (part 2)

Length : Chapter

Tags : Kim heesong, Cho kyuhyun –suju- , kim heejun, sanguk

Genre : if you read, you will know this genre’s story

            CERITA INI HANYA FIKSI BELAKA & REAL FROM MY IMAGINATION. JIKA ADA KESAMAAN TEMPAT, NAMA DLL HANYA KEBETULAN DAN BUKAN KESENGAJAAN. MOHON MAAF JIKA ADA SALAH-SALAH KATA TYPO ATAU YANG LAINNYA KARENA AUTHOR SUDAH MULAI LELAH. OKEY LET’S READ. NO BASH AND PLEASE GIVE YOUR COMMENT FOR ME

Happy reading

Heesong POV

20-april-2007, 11.00 A.M

“hoi!!”

“yak!! Kau membuatku kaget!!” omelku pada arwah kyuhyun yang tiba-tiba menunjukkan wajah pucatnya tepat diwajahku saat aku sedang jalan menuju kelas kuliahku bersama minrin. Dan kyuhyun malah tertawa pelan melihat tingkahku.

“wae heesong-ah?” tanya minrin bingung

“eoh bukan apa-apa. Tadi namja itu membuatku kaget” ucapku asal dan kulihat namja itu malah tambah tertawa geli sampai memegangi perutnya.

“jinjja? Memangnya apa yang dia lakukan?” tanya minrin lagi

“sudahlah lupakan saja” ucapku kikuk diikuti tawaan renyahku

“aish akhir-akhir ini kau bersikap aneh sekali” komplen minrin padaku

Seperti biasa dijam pelajaran kuliahku saat ini juga dia terus menggangguku, membuatku gagal konsentrasi untuk mengikuti pelajaran hari ini.

“wae?” tanya minrin saat hampir semua orang sudah keluar kelas

“tidak apa-apa. Kau keluar duluan saja. mian aku tidak bisa mengantarmu ke toilet” ucapku pada minrin.

“baiklah. Kau hati-hati ne. Annyeong” ucap minrin yang langsung pergi menuju pintu keluar kelas.

“bisakah kita bicara?” tanyaku pada kyuhyun saat dia akan pergi meninggalkan kelas kosong ini. seperti hari sebelumnya dia juga akan hilang tiba-tiba saat kelas terakhirku berakhir.

“mwo?” tanyanya dengan nada datar seperti biasa dan ekpresi datarnya jauh berbeda dengan ekpresi sebelumnya saat membuat tingkah konyol saat kelasku berjalan.

“kau bisa ikut denganku?” tanyaku balik

“kemana saja kecuali keluar gedung ini” jawab kyuhyun yang kini sudah berada dalam hadapanku

“tapi aku akan membawamu ketempat lain. bukan digedung ini” ucapku

“tidak bisa. Aku tidak bisa keluar dari gedung ini” jelas kyuhyun

“lalu bagaimana nenek sanguk akan percaya jika tidak membawamu?” tanyaku bingung

“kalau memang tidak bisa tidak apa-apa. Mungkin sudah takdirku juga jika tidak tertolong” ucapnya

“Apa yang kau bicarakan? Kau ini bodoh yah. Aahh Tidak IQ mu tinggi, aku tidak percaya orang pintar sepertimu pasrah akan takdir” omelku padanya

“lalu mau bagaimana lagi? Besok adalah harii terakhirmu masuk kuliahkan? lalu libur selama beberapa minggu. Bagaimana caramu untuk menolongku?” ucapnya yang membuatku terpojok untuk menyemangatinya.

“kau tau, lalu kenapa kau terus mengangguku?” tanyaku pelan pada diriku sendiri.

“ya sudahlah aku pulang dulu. kau pergi sana” ucapku yang langsung pergi keluar kelas.

******************

20-april-2007 03.00 P.M

“noona” teriak heejun dekat taman gedung kampusku

“kenapa kalian kesini? aku pikir kalian menunggu dirumah?” tanyaku pada heejun dan sanguk

“hanya melihat-lihat kampus ini saja” ucap heejun

“sekalian untuk langsung mengajak noona kerumah nenekku. Tidak jauh dari sini” ucap sanguk kali ini.

“jinjja? lalu apa kalian lama menungguku?” tanyaku

“ne kau lama sekali noona” ucap heejun kali ini.

“mianhae” ucapku sekali lagi sambil melihat sekelilingku berharap arwah menyebalkan itu ada disekitar taman. Tunggu apa yang sedang dia lakukan? Aku melihatnya berdiri dekat gerbang.

“noona, kau mendengarkanku?” tanya sanguk kali ini yang mengalihkan pandanganku pada arwah kyuhyun.

“mianhae, aku melihatnya disana” ucapku dan menunjuk kearah dimana kyuhyun berdiri. Aku melihat kyuhyun berjalan kearah gerbang, dimana semua pelajar dikampus ini keluar dan masuk dari gerbang itu. tapi tiba-tiba saja,

“OMO” teriakku pelan. Aku melihat tubuh kyuhyuhn yang tiba-tiba terpental dari gerbang itu dan kembali masuk kegedung kampus dan tidak terlihat lagi.

********************

21-April-2007 . 09.00 A.M

“kyuhyun-ah kau disini?? Dimana kau??” tanyaku pada lapangan kosong diatap ini

“wae? Tumben sekali kau mencariku?” tanya kyuhyun yang sekarang berada dihadapanku tanpa menjawab pertanyaannya aku langsung meniupkan beberapa butiran batu halus didepan wajahnya saat dia sudah berjalan kearahku.

“Yak! Apa yang kau lakukan?” lanjut kyuhyun yang mengomel kali ini sambil terus mengedipkan matanya.

Itu adalah batu berbentuk bulat yang ditengahnya ada sebuah tulisan hanzi mandarin yang kurang aku mengerti, batu itu diberikan oleh nenek sanguk kemarin saat aku bertemu dengannya. Aku ceritakan semua yang terjadi pada nenek sanguk lalu nenek sanguk memberiku batu itu dia bilang batu bulat kecil itu harus aku hancurkan sampai halus dan hancurannya harus aku sebarkan ke arwah kyuhyun, agar kyuhyun bisa keluar dari lingkarannya, aku kurang paham soal itu.

“hei, kenapa aku bisa merasakan perih dimataku akibat serbukan yang kau tiup?” tanya kyuhyun bingung

“memangnya kenapa?” tanyaku balik

“aku tidak bisa menyentuh atau merasakan apapun selama aku menjadi arwah” jawabnya dan hanya aku jawab dengan anggukan. Itu artinya ini akan berhasil.

Nenek sangukk bilang ada beberapa siswa universitas ini yang pernah datang kepadanya untuk masalah yang sama sepertiku saat ini. aku tahu batas arwah kyuhyun digerbang kampus ini karena ucapannya dan yang kulihat kemarin. Itu sebabnya nenek sanguk memberikanku batu bulat itu dan sebuah kalung berliontin botol cantik bening yang harus aku pakai agar kyuhyun tidak bisa jauh dariku dan bisa pergi dari gedung ini.

“lalu apa maksud dari semua yang kau lakukan tadi dan apa yang kau tiupkan kewajahku?” tanya kyuhyun yang masih bingung.

“itu adalah serbuk agar kau bisa bebas dan kalung ini. kau tidak bisa menjauh dari kalung ini. kau bisa keluar dari gerbang kampus ini jika kalung ini ada dijarak 5 meter dari tempatmu” jelasku dan memperlihatkan kalung liontin botol kecil yang diberikan satu paket oleh nenek sanguk

“dari mana kau tahu itu akan berhasil?” tanya kyuhyun tidak yankin.

“kau mau membuktikannya?” tanyaku balik pada kyuhyun

“aku tidak ingin mereka kehilanganmu. Walaupun banyak yang sudah mengalaminya, setidaknya aku bisa menghalangi salah satu hal seperti ini agar mereka tidak mengalami apa yang aku alami sebelumnya. Jadi aku akan membantumu” lanjutku yang mempercayakannya

“apa maksudmu?” tanya kyuhyun padaku

“lupakan saja” ucapku. Aku tidak ingin mengingat hal itu dan harus menangis dihadapannya.

“apa kau juga tidak mau kalau aku hilang?” tanya kyuhyun padaku

“mwo? Aku tidak peduli dengan hal itu pabbo” jawabku

“yak! Tidak bisakah kau berbicara manis padaku? lalu bagaimana caranya kau menolongku?” tanyanya yang mulai mengeluh. Apa aku kurang bicara manis padanya? Dia saja yang selalu menjengkelkan

“Nenek sanguk bilang aku harus membawamu ke seoul tempat tubuhmu berada, sebelum masuk ketubuhmu kau harus meminum air yang terdapat dibeberapa tempat sembayang diseoul. Sampai botol liontin itu terisi penuh oleh air, aku juga tidak begitu mengerti air seperti apa yang akan timbul didalam liontin itu. nenek sanguk bilang itu akan terisi sendiri jika kau berhasil meminum air yang ada dibeberapa tempat sembayang itu” jelasku panjang lebar.

“aku bahkan tidak bisa merasakan angin didunia ini. bagaimana bisa aku meminum air?” tanyanya padaku. dan membuatku sedikit berfikir

“tapi kau terus mengedipkan mata saat aku meniupkan hancuran batu itu bukan?” tanyaku

“ne, mataku terasa kelilipan saat butiran itu mengenai mataku” ucapnya yang sedikit terkejut

“baiklah aku percaya sekarang HAHAHAA” lanjutnya kali ini yang tersenyum senang.

‘DEGG’ ya tuhan perasaan apa ini? jantungku? Aku langsung pergi meninggalkannya untuk menutupi perasaan aneh ini.

“hei, sejak tadi kau bilang nenek sanguk. Memangnya siapa itu nenek sanguk?” tanya kyuhyun lagi

“besok kau akan tahu” jawabku

Heesong POV END

#############

Author POV

“jangan ganggu aku dipelajaran hari ini ne!” ucap heesong pada arwah kyuhyun dan pergi meninggalkan atap gedung itu.

“ne, kau tenang saja” ucap kyuhyun semangat. Kali ini kyuhyun memiliki semangat untuk harapan hidupnya. Arwah yeoja itu benar. Heesong akan menolong, tanpa dia tahu ternyata heesong mencari cara untuk menolongnya. Dia berjanji tidak akan melupakan heesong walaupun yeoja ini sedikit selalu memberi perintah.

“cukhae kyuhyun-ah” ucap arwah yeoja itu yang memperhatikan kyuhyun dan yeoja manusia itu berbincang-bincang sejak tadi.

“ne. Gumawo, mianhae aku tidak bisa menemanimu lagi” ucap kyuhyun sebelum pergi meninggalkan tempat atap ini dan meninggalkan arwah yeoja ini

“gwenchana. Ini sudah sering terjadi padaku dan aku selalu mendapatkan ucapan seperti yang kau ucapkan. Fighting kyuhyun-ah” ucap arwah yeoja yang selalu menemani kyuhyun selama 3 hari ini

“ne, hwaaaaaa” ucap kyuhyun yang tiba-tiba saja tubuhnya tertarik sesuatu.

“awwhh” rintih kyuhyun kali ini saat menembus tubuh heesong

“wae?” tanya heesong mendengar rintihan kyuhyun dan melihat arwah ini tiba-tiba dihadapannya dengan rintihan yang terlihat melukainya

“kenapa turunmu cepat sekali sih?” omel kyuhyun.

“memangnya kenapa? aku kan sudah bilang, kau tidak bisa jauh-jauh dari kalung ini” jelas heesong.

****************

21-april-2007, 03.00 PM – @ Heesong’s house

“aku tidak tahu kalau kau itu adalah elf. Pantas saja kau menolongku” ucap kyuhyun pada heesong setelah melihat kondisi kamar heesong dan menghampiri heesong yang sedang duduk disofa menonton tv

“kau kekamarku?” tanya heesong kaget sambil berbisik

“aish kau ini menyebalkan. Hei aku mana tahu kalau kau ini cho kyuhyun” ucap heesong yang berpura-pura tidak tahu mengingat kyuhyun belum pernah memperkenalkan dirinya sejak awal.

“cih, kau bahkan mengejarku saat kau tahu berita kecelakaan kami” balas kyuhyun

“aku hanya terkejut dan tidak menyangka saja” ucap heesong

“kau sudah gila yah heesong. kenapa bicara pada televisi?” ejek eomma heesong saat mendengar putrinya berbicara pada televisi.

“eomma kumohon ijinkan aku ikut keluarga sanguk berziarah kesebuah makam dikuil diseoul ne. Ada dua tiket lebih dari keluarga san gok yang tidak terpakai karena eomma dan nenek sanguk tidak jadi ikut” suara rengekkan heejun terdengar lagi untuk memohon pada eommanya yang sedang duduk dimeja makan

“andwe! Mana bisa eomma mengijinkanmu pergi sejauh itu?” tanya eomma pada heejun sementara heesong terlihat santai disofa sambil mendengarkan heejun yang meminta ijin.

“eomma, disana aku juga akan dapat pelajaran kerohanian yang baik. Lagi pula liburan hanya dirumah saja itu akan membuatku bosan apalagi sanguk tidak ada disini. Eomma tega melihatku mati kebosanan yah” rujuk heejun pada eommanya

“cih, alasan apa itu? terlalu berlebihan” ejek kyuhyun yang duduk disebelah heesong ikut menonton berita kondisi dirinya ditelevisi.

“tidak bisa. Eomma bilang tidak bisa, tidak bisa!” jawab eomma heejun lebih tegas

“bagaimana kalau aku yang mengawasinya eomma?aku akan segera melaporkan pada eomma kalau mereka bohong. Lagi pula masih ada 2 tiket kosong kan” usul heesong pada eommanya kali ini dengan bangga. Ini adalah ide heesong agar eomma mengijinkan heejun untuk menemaninya.

“cih, kau membuat idemu agar kau terlihat sebagai pembela yah” sindir kyuhyun

“diamlah! Kau lihat saja kondisimu ditelevisi” bisik heesong pada kyuhyun

“baiklah, ikut saja. agar kau juga bisa bersikap baik” ucap heejun

“lagi pula apa salahnya hanya untuk melihat-lihat kota seoul sekali-kali seumur hidup eomma” lanjut heesong

“yha! Tetap tidak boleh. Kenapa kau malah berfikiran untuk jalan-jalan?” omel eomma pada heesong kali ini

“eomma ini baik untuk rasa sosial kami dan kerohanian dalam jiwa kami kalau ikut pengarahan itu bukan? Lagi pula kami juga akan berada dikarantina seperti yang kita lakukan dari gereja eomma. Lagipula kami juga akan bersama appa sanguk disana. Jadi apa yang harus dikhawatirkan? Boleh ya eomma. Jebal” mohon heesong kali ini

“ne, eomma kapan lagi kami mendapat pengarahan dikuil besar seoul bersama pendeta dan biksu terkenal eomma” kali ini heejun yang mengucapkannya

“aish kalian ini! kalau begitu kalian minta ijin sajalah pada appa kalian” ucap eomma kim pasrah menghadapi kedua anaknya

“yeii. Kami akan menghubungi appa sekarang” ucap heesong dan heejun bersamaan. Senang? Tentu saja senang. Appa mereka sudah pasti mengijinkannya kalau tentang agama dan kerohanian mereka dan membuat kedua anaknya mandiri.

“kenapa malah kau yang senang?” tanya eomma heesong pada heesong saat melihat tingkah putrinya juga ikut bahagia dan heesong hanya memberikan cengiran saja.

*******************

@ Kamar Heesong

Heesong sedang sibuk berkemas didalam kamarnya begitu juga dengan heejun. Mereka diberikan izin oleh appanya setelah keluarga mereka selesai makan malam. Dengan alasan mereka akan mendapat pendidikan untuk rohani mereka, jadi tidak ada salahnya untuk mengijinkan mereka. Karena itu akan baik untuk kedua anaknya dimasa depan nanti. Seperti yang appa mereka tahu, tempat ibadah yang mereka sebut untuk menjadi alasan mereka pergi itu adalah tempat ibadah yang terbaik dikota seoul seperti yang appanya ketahui. Sebab itulah appa mereka menyetujuinya.

“baju apa ini?” tanya heesong pada dirinya sendiri saat melihat warna pakaian asing didalam lemarinya, ditumpukan paling bawah pakaian yang dilipat dengan rapi yang sudah lama tidak dilihat oleh heesong. Karena penasaran, heesongpun menarik lipatan pakaian tebal itu dari tumpukan baju rapi dilemarinya

“itu milikmu kenapa harus bertanya?” ucap kyuhyun yang bingung dengan yang diucapkan oleh heesong

“hei ini mantel kecilku” ucap heesong saat melihat dengan jelas pakaian itu ditanyannya dan melebarkan mantel itu dari lipatannya dan menjadi bentuk aslinya. Saat membuka lipatan dari mantel itu. kyuhyun melihat selembar kertas kecil seperti ukuran foto 3×4 jatuh kelantai tanpa heesong sadar

“apa itu?” tanya kyuhyun pada heesong yang masih tidak menyadari hal yang dilihat kyuhyun

“mwo-ya?” tanya heesong balik dan kyuhyun hanya menunjuk kearah lantai dimana kertas jatuh itu tegeletak.

“ini?” ucap heesong setelah mengambil dan melihat selembar kertas yang jatuh itu, dan saat itu juga wajah heesong mulai berubah. Berubah menjadi suram.

“ini kau? wajahmu tidak berubah” ucap kyuhyun yang langsung menghampiri heesong dan melihat jelas foto itu.

“ini saat aku kelas 1 SMP” jawab heesong dengan pandangan yang masih misterius dan sulit dijelaskan.

“tunggu, apa yeoja ini temanmu?” tanya kyuhyun yang terlihat terkejut dengan wajah difoto tersebut selain wajah heesong kecil. Hanya ada dua yeoja muda didalam foto itu.

“dia, temanku jung yong ra” jawab heesong dengan suaranya yang bergetar

“wae? Kenapa suaramu ber…”

“noona?? wae noona? gwenchana??” tanya heejun yang memotong ucapan kyuhyun tadi karena pintu kamar heesong tidak terkunci dan sedikit terbuka heejun langsung masuk ketika samar-samar mendengar noonanya mengakatan nama yong-ra.

“noona gwenchana-yo??” tanya heejun lagi yang melihat keadaan noonanya semakin mengkhawatirkan. Mata heesong mulai merah menahan nangis.

Heejun melihat sebuah foto yang ada ditangan heesong dan segera mengambilnya. Berharap tidak terlambat agar heesong melihat jelas foto ini walaupun semuanya sudah terlambat.

“noona kau tidak apa-apa?” tanya heejun khawatir melihat keadaan noonanya.

“wae?” tanya kyuhyun pelan pada dirinya setelah melihat kepanikan heejun dan keadaan heesong yang terlihat lebih suram.

“keluarlah heejun. Aku tidak apa-apa” ucap heesong kali ini yang sudah berhasil mengendalikan emosinya

“kau yakin?” tanya heejun memastikan

“ne, kka-yo. Aku ingin segera tidur” jawab heesong dan heejun hanya menganggukkan kepalanya setelah itu pergi dari kamar heesong dan menutup pintu kamar heesong rapat.

“kondisimu tidak menujukkan kalau kau baik-baik saja” ucap kyuhyun setelah heesong duduk dikursi meja belajarnya dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Heesong terus mengambil nafas berat menahan emosinya agar tidak keluar dan menangis.

“yong ra itu sahabatku. Teman baik yang kumilikki seumur hidupku. Kami kenal sejak sekolah TK. Foto ini aku ambil saat kami baru masuk SMP. Foto ini juga foto terakhirku saat bersamanya” jelas heesong secara perlahan sambil menahan emosinnya sedikit terdengar suaranya bergetar dan menekan diakhir kalimatnya.

“terakhir? Apa maksudmu?” tanya kyuhyun yang semakin tidak mengerti dengan cerita heesong dan membuat heesong harus kembali mengambil nafas panjang dan membuangnya perlahan seperti sebelumnya.

“terakhir saat aku bersamanya” jawab heesong masih sama dengan keadaan sebelumnya.

“Saat liburan sekolah, aku dan yongra baru saja lulus sekolah dasar dan akan menuju SMP. kami bermain disekolah SMP yang akan kami masuki setelah liburan selesai, tepat sehari sebelum kami resmi menjadi siswi sekolah itu” lanjut heesong yang masih terlihat bisa mengontrol dirinya untuk menahan emosinya agar air matanya tidak keluar.

“baiklah. Sudah cukup. Kau tidurlah” ucap kyuhyun yang merasa hal seperti inilah yang dikhawatirkan oleh heejun tadi. Heesong hanya menggelengkan kepalanya pelan dan melanjutkan ceritanya.

“Kami bermain kesekolah itu menggunakan seragam itu dan berfoto disana. Kami pulang menuju rumah kami yang searah” ucap heesong dan berhenti dengan ceritanya tiba-tiba, terlihat wajah heesong yang sangat prustasi dengan tindakan yang diambilnya. Dia ingin meluapkan emosinya saat ini, tetapi reaksi dari tindakannya berbeda saat mengenang kejadian itu.

“saat kami menyebrang dilampu merah, mobil truk menuju kearahku dengan cepat. Saat itu yongra memintaku untuk nanti saja menyebrangnya, tapi aku sudah terlanjur jalan mendahuluinya. Yong-ra yang melihat truk itu dengan cepat berlari kearahku dan mendorongku dari belakang sampai akhirnya hiks” ucap heesong yang harus terhenti karena dirinya tidak sanggup lagi mengontrol emosinya dangagal menahan air matanya untuk tidak keluar..

“sampai akhirnya, yongra yang tertabrak truk itu. aku melihatnya tepat berada didepanku” lanjut heesong yang masih bergetar dan air matanya terus jatuh mengaliri pipinya.

“baiklah sudahlah cukup. Kau harus tidur sekarang agar kita tidak terlambat” ucap kyuhyun yang mulai tidak tega melihat yeoja yang berada dihadapannya menangis.

“tidak. Aku harus menceritakannya dengan jelas. Kau harus mendengarkannya kyuhyun-ah. Bukan aku yang membunuhnya. Bukan aku yang menyebabkan dia seperti itu hiks. Kumohon dengarkan ceritaku sampai selesai” jawab heesong. kini tindakannya mulai seperti orang yang terdesak saat mengambil keputusan. Dia menundukkan wajahnya, rambut poninya terbelah kecil akibat masuk kesela-sela jarinya karena tangannya kini berada diatas kepalanya.

“ba baiklah. Tapi tenangkan dirimu kumohon” ucap kyuhyun memohon saat melihat tindakan heesong seperti itu dan heesongpun menganggukkan kepalanya dan kembali keadaan semula.

“aku melihat wajahnya yang kesakitan. Saat itu, matanya. aku aku bahkan merasakan darah hangat yang keluar dari mulut dan kepala yongra diwajahku hiks hiks. Sampai akhirnya tubuh yongra terpental jauh akibat tabrakkan mobil truk yang saat itu melaju sangat cepat hiks hiks hiks” lanjut heesong yang kali ini mengingat jelas bagaimana wajah menderita yongra saat terpental dari tempatnya ditabrak. Bahkan sampai selama ini kejadian itu masih jelas dirasakan oleh heesong.

“baiklah sudah cukup. Pergilah tidur sekarang kim heesong!!!” ucap kyuhyun yang tegas kali ini.

“hiks hiks, saat itu harusnya aku yang berada diposisinya kyu. aku khawatir padanya sampai saat ini tapi eomma yongra melarangku menjenguk yongra. sampai saat ini aku tidak tahu bagaimana keadaannya. Aku berharap dia masih hidup kyu. aku merindukannya hiks aku merindukan semuanya saat bersama dengannya hiks hiks” lanjut heesong yang kali ini menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya berharap air matanya berhenti mengalir saat ini.

“heesong kumohon. Cukup” ucap kyuhyun lagi dengan nada yang rendah dan mulai mencoba memluk yeoja ini walaupun dia tahu hal itu tidak akan bisa heesong rasakan.

‘yongra’ batin kyuhyun.

AUTHOR POV END

*****************

22-april-2007 10.00 AM @ bandara gimpo seoul

Heesong POV

“aku tidak percaya berada diseoul sekarang” ucapku pelan

“aku merinduka suasana airport ini, bedanya tidak ada yeoja yang teriak memanggil namaku dan memegang banner dengan tulisan namaku” ucap kyuhyun kali ini

“kau bangga dengan hal itu?” tanyaku

“tentu saja. Mereka sudah kuanggap seperti keluarga yang menjeputku pulang ke negaraku” jawabnya

“jiwa idola” ledekku

“jangan bicara terus. Kita harus mencari hotel yang berada dekat rumah sakit tempat kyuhyun-ssi dirawat. Kajja” ucap heejun seolah-olah dia mendengar pembicaraanku kyuhyun yang tidak terlihat. Aku tahu dia meledekku

“aku sudah mencari tahu penginapan yang dekat dengan sana. Tapi sedikit mahal” ucap sanguk kali ini.

@ Hotel

“uang kita hanya cukup untuk menyewa hotel single room? Lalu aku akan tidur dimana?” keluh heejun setelah melihat keliling kamar hotel yang hanya terdapat satu tempat tidur yang cukup untuk satu orang yang terletak dipojok ruangan dekat pintu kaca yang mengarah pada balkon kamar ini, lalu dapur kecil didekat kamar mandi dan mini sofa yang hanya cukup untuk dua orang duduk saja dan tv ukuran sedang didepan sofa. Untungnya lantai diantara sofa dan tv ini beralaskan karpet bulu yang halus dan hangat jika tersentuh oleh kulit.

“jika menyewa kamar yang lebih besar dari ini kita tidak akan bisa membeli tiket pesawat untuk pulang pabbo” ucapku

“setelah ini kita langsung ketempat sembayang agama muslim di pusat seoul itaewon” ucap sanguk setelah meletakkan barang-barangnya disudut samping tempat tidur.

“aahh tidak bisakah kita istirahat dulu?” keluhku sambil membaringkan tubuhku keatas tempat tidur.

“kalau tidak cepat nanti keburu sore. Aku membawa beberapa daging dari nenekku nanti malam kita langsung istirahat sambil makan enak” ucap sanguk yang membuat semangatku kembali setelah mendengarnya dan langsung bangkit daari tidurku.

“baiklah kalau begitu ayo segera berengkat” ajakku dengan semangat.

“aish kau ini” keluh kyuhyun yang bisa kudengar.

Rencananya setelah dari seoul central mosque di pusat seoul itaewon, kami akan kembali kehotel. Besok pagi-pagi sekali kami akan melakukan perjalanan yang lumayan jauh ke Chuncheon untuk pergi ke Kuil Cheongpyeong dan membiarkan kyuhyun meminum air yang ada di air terjun kuil sana.

03.00 PM – @ Itaewon

“annyeonghaseyo kim heesong imnida” sapaku dan membungkuk memberi hormat saat melihat seorang namja paruh baya yang kudengar penjaga gedung central mosque ini

“ne annyeong, go jung in imnida” sapa namja paruh baya ini kembali menyapaku

“jung in ahjussi, aku dengar disini ada air suci yang bisa aku ambil?” tanyaku bingung. Aku bingung bahkan tidak ada sungai atau kolam disekitar gedung ini

“air suci? air suci seperti apa yang kau maksud?” jawab go jung in ahjussi

“hmm aku membutuhkan air menurut kalian suci ahjussi. air apa saja, mungkin yang berkaitan dengan cara sembayang atau tradisi mosque ini ahjussi” jelasku bingung menjelaskan

“biasanya kami melakukan wudhu sebelum sembayang. Dan menggunakan air biasa dari keran untuk membersihkan beberapa bagian tubuh kita dari kotoran untuk mensucikannya” jawab ahjussi ini

“bolehkan aku ketempat tersebut ahjussi?” tanyaku dan mendapatkan anggukan oleh ahjussi dan mengikuti jung in ahjussi pergi. aku melihat beberapa orang melakukan gerakan aneh diruangan ini. apa itu cara mereka sembayang kelihatannya mereka mengucapkan sesuatu dengan cepat dan terlihat fokus tanpa menghiraukan orang lain disebelahnya.

“nah ini tempat wudhunya” lanjut jung in ahjussi saat kami sudah sampai ketempat tujuan. Terdapat beberapa keran disini. Ada seseorang disini yang membasuh wajahnya, tangannya dan juga telinganya. Apa itu cara mereka mensucikan tubuh dari aktivitas mereka?

“ne, kamsahamnida ahjussi” ucapku sambil membungkuk dan jung in ahjussi meninggallkan aku dan arwah kyuhyun di sini.

“kyuhyun-ah coba kau minum air ini” bisikku pada kyuhyun setelah tempat ini sepi dan membuka keran secara perlahan. Saat air keluar dari keran kyuhyun menadahkan air itu dengan telapak tangannya tapi airnya tetap mengalir seperti biasa, seperti tidak ada yang menghalinya. Padahal tangan kyuhyun menghalanginya.

“aku bahkan tidak merasakan basah” ucap kyuhyun

“lalu bagaimana caranya?” tanyaku bingung. Saat ini tidak ada sanguk dan heejun, aku harus bertanya pada siapa. Tidak lama ada seorang yeoja yang datang, orang itu terlihat berdesis mengucapkan sesuatu setelah menyalakan keran tersebut dan mulai melakukan hal yang sama seperti orang yang sebelumnya kulihat. Sebelum pergi dia mengangkat kedua tangannya sampai akhirnya mengusap wajahnya dan pergi.

“mianhae, agassi sebelum kau menyalakan keran apa yang kau lakukan sebelumnya?” tanyaku padanya

“membaca doa” jawabnya

“doa?” tanyaku bingung

“wae kau tidak tahu?” tanyanya balik dan aku menggelengkan kepalaku pelan

“apa kau akan melakukan wudhu?” tanyanya lagi

“ani. Aku hmm sedang belajar” ucapku yang sedikit kaku karena berbohong.

“aahh kau masih belajar? Kalau kau mau mencobanya ucapkan saja doa bissmillah sebelum melakukan sesuatu?” jelas yeoja itu.

“bimillah..?”

“ne, kau memerlukan seorang guru untuk belajar“ ucap yeoja itu dengan perlahan

“ne, aku sedang menunggunya disini” ucapku padanya yang lagi-lagi berbohong

“ne, kamsahamnida agassi” ucapku sambil membungkuk berkali .

Kyuhyun mencoba mengucapkan ucapan tadi lalu mencoba mengadahkan telapak tangannya lagi ke air yang keluar dari keran tersebut

“aku merasakannya” ucap kyuhyun ketika tangannya merasakan aliran air ketelapak tangannya.

“jinjja?” tanyaku

Kyuhyun langsung meminumnya 3x. Setelah selesai aku teringat dengan kalungnya. Aku penasaran dengan reaksi kalungnya.

“lihatlah” ucapku saat melihat ada air sedikit didalam kalung itu. sekarang itu membuatku mengerti semuanya. Terima kasih tuhan.

TO BE CONTINUE

Makasih yang udah read. Karena ini fiction chapter pertama yang aku buat komen please.

Kritik dan sarannya ditunggu yah, kalo ada yang kurang tlong kasih tau dan cara memperbaikinya yah ^^.

Mian kalo kirimnya post nya lama soalnya aku lupa kalo udah post ff chapter pertamanya di sujufanfiction. Yang penasaran bisa liat di deviteuki.wordpress.com *bener gak yah linknya* hehe

GOMAWO ~~~~

 

4 Comments (+add yours?)

  1. shoffie monicca
    Sep 17, 2015 @ 14:59:45

    ak msih pnsrn sm arwh yng ktmu sm kyu…apa jngn2 dia itu arwh yongra

    Reply

  2. Laili
    Sep 17, 2015 @ 23:12:27

    kurang enak dibaca karna tulisannya gak rapi. Lebih diperhatikan ya…
    keep writing, thor

    Reply

  3. lieyabunda
    Sep 19, 2015 @ 04:10:29

    yongra,, jangan2….
    lanjut

    Reply

  4. khalepa
    Sep 23, 2015 @ 14:47:23

    Lanjut thor..
    Bagus kok..
    Penasaran sama lanjutan.a…🙂

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: