Not For Me [2-END]

Author : Andrea Kenza

 

Title : Not For Me 2

 

Cast :

  • Cho Kyuhyun (Sj)
  • Kang Yumi (Oc)

Other Cast :

  • Choi Siwon (Sj)
  • Jung Yong Kyo (Oc)

 

Gendre : Romance, Married Life, sad, Hurt

 

Raiting : PG 15

 

Lenght : Two-Shot

 

Note : Ff ini sudah gw publish di blog pribadi gw. Untuk menghindari pernah baca disini, atau dimana. Jadi gw cantumkan link blog gw. Silakan lihat di sini https://kenzaandrea11.wordpress.com/ demi menghindari hal yang tidak di inginkan. Dan karna disini tidak boleh memakai nama girl band, jadi gw ganti cast-nya agar masuk dalam format sesuai blog ini🙂 selebih cerita dan alurnya sama tidak ada yang di rubah. Sampai titik koma semuanya sama😀

 

WARNING TYPO NYEMPIL!!!! Story ini murni karya gw.

 

 

 

==❤ Happy Reading❤ ==

 

 

Tubuhku gemetar melihat kakak sepupu Kyuhyun, tatapan mata namja itu mengarah terus padaku sejak tadi. Aku jadi serba tidak enak, selera makanku menguap seketika melihat wajahnya. Sesekali pria bernama Siwon itu terseyum menangapi ucapan Appa Kyuhyun, namun ia juga terus meliriku sesekali. Aku memilih menunduk menikmati makanku meski seleraku sudah hilang setelah dia datang. Bagaimana bila pria itu bicara siapa aku sebenarnya?

 

“Kyu, kau sudah datang kepemakaman Yong Kyo?” aku melirik Kyuhyun, gerak tangannya seketika berhenti mendengar pertanyaan Siwon. Wajah Kyuhyun menegang. Ada apa dengan Kyuhyun?

 

Ada yang aneh dengan reaksi Kyuhyun, sebenarnya ada apa? Aku binggung sendiri “Belum.” Jawab Kyuhyun singkat.

 

“Kita pergi kesana bersama” Kyuhyun tak menjawab hanya mengangguk singkat sebagai persetujuan.

 

“Yong Kyo siapa?” tanyaku ingin tau.

 

Semua mata tertuju padaku. Apa aku salah bertanya? Kenapa semua reaksinya berlebihan begitu. Siwon melirikku lalu tersenyum tipis “Bukan siapa-siapa” jawabnya. Bila bukan siapa-siapa kenapa harus datang kepemakamnya segala? Apa itu masuk akal! Aku melirik Kyuhyun yang sejak tadi tengelam dengan makanannya.

 

“Yumi-ya, makan yang banyak. Eomma tidak ingin kau sakit. Nanti Eomma beri kimchi untuk kau bawa pulang” aku tersenyum. Eomma Kyuhyun mengalihkan perhatianku. Tidak penting juga aku tau siapa Yong Kyo.

 

“Ne..”

 

 

~~Not For Me~~

 

 

Ku pikir Choi Siwon akan mengungkapkan kebenaran tentang siapa diriku nyatanya dia tidak mengatakan apapun pada orang tua Kyuhyun. Aku sedikit lega namun ada yang hal lain yang menganjal pikiranku. Kami pulang ke apartment, Kyuhyun tak tinggal dengan orang tuanya. Dia tinggal bersamaku, selama hampir hidup dengannya aku sangat bahagia. Kyuhyun sosok pria lembut tapi tegas. Dia sangat penyayang. Aku beruntung memilikinya. Dia juga sangat romantis. Tiap hari sabtu dia akan memberiku bunga dan mengajakku berkencan. Bagaimana aku tidak bahagia, dia pria idaman semua wanita.

 

 

Sebelum aku tidur, seperti biasa aku memberikan Kyuhyun sebutir vitamin untuk Kyuhyun. Pekerjaannya sangat menguras tenaga dan pikiran, tidak ingin dia sakit makanya aku rutin memberikan vitamin untuknya. Kyuhyun menerima vitamin yang ku berikan. Aku duduk kemudian membaringkan tubuhku diranjang tepat di sapingnya. Kyuhyun menarik kepalaku menyandarkan kepalaku di atas dadanya. Aku suka rela memeluknya manja. Ini rutin kami lakukan, sudah menjadi kebiasaanku tidur dalam dekapan hangatnya. Aku tidak akan bisa tidur bila dia tidak memelukku.

 

“Kyu..”

 

“Hmm”

 

“Kau mencintaiku?”

 

Aku mendongkak menatap kedua bola matanya meminta jawaban “Untuk apa kau bertanya seperti itu?”

 

“Hanya ingin tau saja”

 

“Bukankah kau sudah sering mendengarnya. apa masih kurang?” aku tersipu malu.

 

“Aku ingin mendengarnya lagi” kilahku dengan manja makin mengeratkan pelukanku padanya.

 

Kyuhyun menangkup wajahku mengecup bibirku sekilas “Saranghae…”

 

“Nado saranghae Kyu..” balasku lembut. kembali bibir kami menempel “Kyu…”

 

Kyuhyun menjauhkan wajahnya setelah menciumku “Wae?”

 

“Dari banyak wanita di luar sana, kenapa memilih aku?” kening Kyuhyun mengkerut binggung “Kau tau’kan, aku ini wanita bagaimana?” Kyuhyun mengusap rambutku lembut “Aku bukan wanita baik-baik. Aku wanita kotor”

 

“Tapi aku mencintaimu” aku bahagia mendengarnya, malah sangat bahagia dia mencintaiku. Ku usap tangan Kyuhyun lembut “Aku ingin bilang sesuatu padamu” dia masih tak bersuara menatapku dalam “Mungkin akan membuatmu berpikir ulang untuk menikahiku” Kyuhyun memasang wajah seriusnya memandangku lekat.

 

“Apa itu?”

 

“Aku—“ ku tarik nafas dalam. Sebelum pernikahan aku tidak ingin punya rahasia apapun “Aku mengenal Siwon”

 

“Kau kenal Siwon hyung? Dimana?” tidak seperti reaksi yang ku harapkan. Tampak biasa saja.

 

Ragu untuk bicara tapi aku sudah bertekat bicara jujur “Dulu dia pernah ‘berken—can’ denganku.” aku menunduk tidak berani menatap wajah Kyuhyun. apapun yang mau di katakan aku pantas mendapatkannya. Tanpa ku duga Kyuhyun menarik wajahku mengecup bibirku.

 

Chup~~~

 

 

“Kyu..”

 

Dia tersenyum hangat “Itu hanya masa lalumu. Kini akulah yang memilikimu” ujarnya memeluk tubuhku. tanpa sadar air mataku mentes. Aku sungguh beruntung memilikinya. Tuhan.. aku mencintainya.

 

“Gomawo Oppa…” Kyuhyun melepas pelukanku menatapku heran “Wae?”

 

“Katakan lagi”

 

“Katakan apa?” aku binggung.

 

“Oppa! Kataka lagi. kau tadi memanggilku Oppa!”

 

“Tidak mau!”

 

“Yumi-ya.. ayo sayang katakan lagi” aku memilih memunggunginya tapi dia malah memelukku merengek ingin di panggil Oppa. Kenapa dia suka sekali di panggil Oppa, padahal bila di panggil seperti itu terlihat tua. Aneh..

 

 

~~Not For me~~

 

 

Aku bosan duduk sendirian sejak tadi, menonton tv dan membaca novel atau sekedar bersih-bersih membuat rutinitas harianku sangat membosankan. Selagi menunggu Kyuhyun pulang kator, aku tetap diam di apartment. Tidak boleh keluar tanpa seijinnya. Kyuhyun pria protectif tapi aku suka, merasa di cintai dan di jaga.

 

Ponselku berdering, ku lihat siapa yang menghubungiku. Tanpa perintah bibirku membentuk senyum manis. Eomma Kyuhyun menghubungiku.

 

“Yeobseo..”

 

 

~~Not For Me~~

 

 

Ternyata Eommonie mengajakku kesebuah butik langanannya. Sebagai calon ibu mertuaku, dia sosok ibu penyayang. Lihat saja, sekarang dia membelikanku banyak sekali gaun. Pemilik butik itu datang, wanita paruh baya sepertinya mereka sebaya. Meski sudah memasuki usia matang, wanita paruh baya pemilik butik itu sangat cantik da angun. Dia membungkuk sopan pada kami. Eomma Kyuhyun memeluk wanita itu. Aku berdiri menatap wanita itu yang juga menatapku dari atas sampai bawah. Eomma Kyuhyun menarik lenganku.

 

“Kenalkan calon istri putraku. Yumi-ya, dia adalah pemilik butik ini. kami berteman. Dia Nyonya Jung Yong Ran itu mengulurkan tangannya” aku membungkuk sopan.

 

“Annyeong haseyeo..”

 

“Kau sangat cantik nak” Nyonya Jung menyentuh wajahku lembut. Mata wanita itu berkaca-kaca melihatku. Aku dibuat binggung olehnya.

 

“Ah.. ne..” jawabku kikuk.

 

“Sebagai hadiah pertemuan pertama kita, maka aku ingin memberimu koleksi terbaru padamu. Tubuhmu sangat bagus, pasti kau cocok mengenakannya nanti” ujarnya tiba-tiba.

 

“Jangan seperti itu Yong..” ucap Eommonie pada nyonya Jung.

 

“Gwenchana, aku ingin. Anggap saja hadiah untuk calon menantumu” aku jadi malu di perlakukan sebaik ini pada orang yang baru ku kenal pertama kali.

 

Sepulang dari belanja di butik, kami berlanjut makan si sebuah restaurant. Nyonya Jung juga ikut bersama kami, sejak tadi wanita itu terus mencuri pandang ke arahku. Bahkan perlakuannya padaku agak berlebihan. Meski begitu aku memilih diam dan menikmatinya saja.
“Yumi-ya, habis makan siang kau mau pulang?”

 

Aku menoleh kearah Eomma Kyuhyun “Ani.. aku ingin kekantor Kyuhyun dulu sebentar. Aku ingin memesan makan siang untuknya. Boleh kan?” aku tetap meminta penapat Eommonie bagaimanapun aku harus hormat padanya.

 

“Tentu saja sayang..”

 

 

~~Not For Me~~

 

 

Seperti rencana semula, aku membawakan makan siang Kyuhyun kekantornya. Sampai di depan ruangannya, tidak ku lihat sekertarisnya berjaga di mejanya. Pintu ruang Kyuhyun sedikit terbuka. Aku memilih masuk, ku rasa Kyuhyun masih di dalam. Aku melangkah mendekati pintu, tanganku menyentuh handle pintu tapi aku mendengar suara dari dalam sana. Suaranya tak asing bagiku. Itu suara Siwon, kakak sepupu Kyuhyun.

 

“Hyung hentikan! Aku tau mana yang terbaik untuk hidupku!”

 

“Tapi kau tidak mencintainya Kyuhyun! Sadarlah!” dadaku serasa di remas kuat. Apa maksudnya semua ini? kenapa mereka bisa bicara seperti itu. aku masih diam membatu di depan pintu, air mataku menetes.

 

“Aku mencintainya hyung!!”

 

“Ani.. yang kau cintai Jung Yong Kyo! Bukan Yumi!” Y—ong Kyo? Siapa dia? Aku membekap mulutku mencoba meredam suara tangisku “Memang mereka memiliki wajah yang sama tapi, mereka orang yang berbeda. Kau hanya menjadikannya pelampiasan karna tak bisa bersama Yong Kyo!” suara Siwon terdengar lagi. “Sadarlah Kyu.. aku tau masih sangat mencintai Yong Kyo dan kau menemukan wajah itu di sosok Yumi. Karna itu kau membelinya dan menjadikanmu kekasihmu bahkan kau akan menikahinya. Sampai kapan kau akan menyebunyikan semua ini? Bagaimana kalau dia tau?”

 

“CUKUP HYUNG!! Ini hidupku! Kau tidak perlu ikut campur! Meski aku tidak mencintai Yumi, setidaknya aku mendapatkan Yong Kyo darinya!”

 

“Kau mempermainkannya!”

 

“Jangan urus aku. Itu urusanku!”

 

“Karna aku perduli padamu makanya aku ikut campur!!”

 

Tubuhku lemas, dadaku sakit mendengar kenyataan sebenarnya. Jadi karna itu alasan Kyuhyun membeliku? Menjadikanku penganti kekasihnya? Aku berjalan menjauh, kakiku seakan lemas tak bertulang bersiap jatuh dimana saja.

 

Pantas reaksi Kyuhyun sangat berlebihan saat Siwon menyebut wanita bernama Yong Kyo, wanita itukah yang punya wajah sama denganku? Jadi selama ini Kyuhyun tidak mencintaiku? Dia mencintai Yong Kyo? Aku tersenyum miris mengasihani diriku. Selama ini aku merasa menjadi wanita paling beruntung, tapi nyatanya semua bukan untukku. Cinta Kyuhyun, kasih sayangnya, bukanlah milikku. Melainkan milik kekasihnya. Dia bukan mencintaiku tapi mencintai wajahku, wajah ini tak lain adalah wajah kekasihnya Yong Kyo.

 

 

~~Not For Me~~

 

 

Aku duduk mematung di bangku taman seorang diri, setiap orang yang datang ketaman selalu berdua tapi tidak aku. Aku duduk di bangku taman sendirian tanpa teman. Sejak tadi Kyuhyun terus menghubungiku, mengirimiku pesan tapi tak ada satupun yang ku jawab atau ku baca pesan pria itu.

 

Kenyataan menghempaskan diriku bangun dari mimpi indah, wanita sepertiku tidak bisa mendapatkan cinta tulus seorang pria, aku di besarkan dan di didik untuk memuaskan nafsu pria. Ya akulah si pelacur, tak pantas mencintai atau di cintai. Aku mengasihani diriku sendiri. Bahkan cintaku pada Kyuhyun hanya sebuah sandiwara untuk pria itu. Hatiku kembali berdenyut nyeri.

 

Aku lelah menangisi kenyataan hidup burukku, aku memilih duduk disini berjam-jam lamanya. Meski aku menangis tak akan merubah apapun, sekuat apapun aku meraung tidak mampu membuat hidupku jadi lebih baik. Haruskah aku kembali ke tempat orang tua angkatku? Kembali menjadi Yumi si pelacur? Aku tertawa miris sendirian.

 

Kyuhyun merubah hidupku, tapi dia juga yang membuatku terhempas menjadi wanita tanpa arti. Kenyataan menohokku, pria itu tak mencintaiku tapi wajahku yang sama dengan kekasihnya. Cinta? Aku tertawa sinis bila berpikir dia mencintaiku dengan tulus. Sikap lembutnya, bukanlah dia tunjukkan padaku melainkan pada kekasihnya.

 

 

~~Not For me~~

 

 

Akhirnya sampai juga di apartment, ditempat inilah kisahku dimulai dengannya. Banyak kenangan manis terjadi disini, masih lekat di ingatan aku tertawa bahagia bersamanya di apartment ini. Didapur, di tempat itu aku memasak. Menyiapkan makanan untuknya. Dimeja makan di penuhi canda tawa saat makan bersamanya. Dan di ranjang, disana setiap kali api gairah membakar tubuhku karna dirinya. Mengingat segala kenangan dengannya dadaku sesak lagi.

 

Pintu terbuka, aku menoleh kebelakang disana Kyuhyun menatapku garang “Darimana saja? Apa tidak dengar aku menghubungi ponselmu!” dia membentakku. Wajahnya sangat pucat dan rambut acak-acakan. Matanya menyalang merah penuh amarah. “Aku hampir mati ketakutan mencarimu ku pikir kau—“

 

“Mian…” hanya kata itu yang mampu ku ucapkan. Kyuhyun langsung menarik tubuhku dan memelukku erat. Pelukan hangat pria ini bukan untukku melainkan kekasihnya yang telah tiada. Aku hanya sebagai pengantinya.

 

“Jangan pergi tanpa kabar, aku takut terjadi sesuatu padamu” terdengar suaranya serak. Apa dia menangis?

 

“Maafkan aku…”

 

Kyuhyun menjauhkan tubuhku merengkuh wajahku dan menciumku mengebu. Aku ingin sekali menangis saat bibirnya dengan lincah menyesap bibirku membabi buta. Dulu ciuman ini sangat ku nanti tapi kenapa sekarang aku tidak ingin dia menyentuhku. Saat Kyuhyun menciumku penuh cinta, hatiku seakan bergemuruh bahagia, tidak kali ini. Hatiku sakit dia menciumku.

 

Dengan lembut ku dorong tubuhnya dia menatapku protes “Aku lelah mau mandi”

 

“Kita mandi bersama” belum sempat aku menjawab dia langsung mengendong tubuhku. Tuhan.. haruskah aku bertahan?!

 

 

~~Not For Me~~

 

 

Ku pandangi wajah Kyuhyun yang telah terlelap. Di dalam gelap aku berpikir sambil memandang wajah tampannya. Berkali-kali aku mengehela nafas panjang. Aku ingin tau bagaimana wajah wanita yang di cintai Kyuhyun? benarkah wajah kami sama? Dia ingin sekali aku memanggilnya dengan sebutan ‘oppa’ apa panggilan itu yang milik Yong Kyo? Aku tersenyum getir, menatap wajah tampannya di tengah kegelapan. Merasakan sentuhan lembutnya penuh cinta. Sayang, cinta itu bukan di tunjukkan padaku melainkan kekasihnya yang telah tiada. Kembali terhempas dalam kenyataan pahit air mataku menetes lagi.

 

Ku pungut pakaianku di lantai, perlahan ku pakai menutup tubuh polosku. Beranjak meninggalkan kamar, kakiku melangkah menuju ruang kerjanya. Ku buka pintu dan menghidupkan lampu di ruang kerjanya. Ku dudukan diriku di atas kursi yang biasa Kyuhyun duduki. Melihat-lihat isi ruang kerjanya, tanganku bergerak membuka salah satu laci. Tidak ada apapun disana hanya berkas-berkas pekerjaan. Kembali ku buka laci di bawah laci paling atas. Disana juga tak ku temukan apapun. Tunggu, didalam laci itu ada sebuah kotak kecil. seperti kotak perhiasan.

 

Tanpa perintah ku sentuh kotak itu dan membukanya. Di dalam kotak itu terdapat sebuah kartu ucapan. Perlahan ku buka kertas itu. air mataku menetes melihatnya.

 

Walau kau tiada, aku selamanya mencintaimu. Cintaku tak pernah mati untukmu. Kau wanita pertama dan terakhir untukku Jung Yong Kyo. Wanita satu-satunya untuk Cho Kyuhyun.

 

“Yumi-ya..” seketika aku mendongkak mendapati Kyuhyun berdiri dengan celana boxer di depan pintu menatapku. “Sedang apa?” dia mendekatiku. “Kau menangis? Kenapa?” tatapan Kyuhyun mengarah pada tanganku di bawah meja. Wajah pria itu menegang.

 

“APA YANG KAU LAKUKAN!!” dia berteriak. begitu kasar merebut kartu itu dari tanganku. “KAU TIDAK SEHARUSNYA MENYENTUH INI!!!”

 

“Siapa dia? Siapa Jung Yong Kyo?”

 

“Bukan siap-siapa!” Bohong! Jelas-jelas dia kekasihmu.

 

“Walau kau tiada, aku akan selamanya mencintaimu. Cintaku tak pernah mati untukmu. Kau wanita pertama dan terakhir untukku Jung Yong Kyo. Wanita satu-satunya untuk Cho Kyuhyun.” aku mengatakannya seperti yang tertulis di sana. “Kau masih bilang bukan siapa-siapa? Lalu aku ini apa untukmu?” gerak mata Kyuhyun gelisah dia tak berani menatapku. Aku bangkit dari kursi meninggalkannya sedirian disana. Meski aku bertanya ribuan kali dia tak akan mau jujur padaku.

 

 

~~Not For Me~~

 

 

Pagi ini Kyuhyun sudah pergi, dia pergi tanpa pamit atau sarapan seperti biasa. Pertengkaran kami semalam masih membekas di hatiku. Aku duduk memandang keluar jendela. Pernikahan kami semakin dekat, haruskah aku hidup dengan pria yang tak mencintaiku? Aku ingin mencari tahu siapa Jung Yong Kyo sebenarnya. Siapa yang harus ku tanya? Haruskah aku bertanya pada orang tua Kyuhyun? Bisakah mereka memberikan jawaban pasti padaku? Tiba-tiba wajah Siwon terlintas dalam pikiranku. Haruskah aku bertaya padanya? Tapi aku penasaran.

 

 

Aku masuk kekamar mengati baju cepat dan merapikan sedikit rambutku, aku menghubungi Siwon di perjalanan saja. Ku ambil tas dan berlari keluar apartment.

 

 

Restaurant

 

 

Sejak tadi aku meremas cangkir mengalihkan rasa gugupku, sejak lima menit lalu aku mendadak gugup duduk berdua dengannya. Ku pikir Siwon tidak mau datang tapi dia datang kini ia duduk di depanku. Aku ingin bertanya tapi tidak tau harus memulai dari mana.

 

“Kau ingin bicara apa sampai ingin menemuiku?” akhirnya Siwon buka suara. Aku menenguk air liurku saking gugupnya.

 

“Kau tau tentang wanita bernama Jung Yong Kyo?” sesaat wajah Siwon menengang tapi secepat kilat ia merubahnya menjadi sebiasa mungkin. “Siapa wanita itu? Apa hubungan wanita itu dengan Kyuhyun?”

 

“Sebaiknya kau tanyakan pada Kyuhyun bukan padaku”

 

“Sudah, tapi dia tidak menjawabku” balasku cepat “Karna itu aku mencarimu dan bertanya padamu. Ku harap kau satu-satunya orang yang bisa ku andalkan” kataku memohon.

 

Siwon membuang nafas kasar menatapku iba “Yumi-ssi, aku—“

 

“Ku mohon, pernikahan kami sudah dekat. Aku tidak ingin ada rahasia di antara aku dan Kyuhyun” ujar Yumi memohon. Mata gadis itu berkaca-kaca Siwon makin iba melihatku “Aku mencintainya tapi apa gunanya ada pernikahan bila dia tidak mencintaiku” ujarku itu lirih. paksakan ternyum“Aku tidak tau harus meminta bantuan pada siapa.”

 

“Yumi-ssi..” Aku bangikit kembali tersenyum pedih. Rasanya ingin menyerah saja.

 

“Mian, bila aku memaksamu.” Ku tarik nafas panjang “Maaf menganggu waktumu. Aku pergi” aku beranjak bangkit menyerah karna Siwon tak ingin jujur padaku. Biarlah waktu yang akan menuntunku menemukan semua kebenaran.

 

“Chakkaman…” Siwon menatapku lekat. Apa dia mau memberitahuku segalanya?

 

 

~~Not For Me~~

 

 

Kyuhyun dan Yong Kyo sudah saling mencintai sekitar lima tahun lalu. Hubungan mereka sangat baik, bahkan bisa di katakan mereka bagai pemen karet. Dimana Kyuhyun pasti disana ada Yong Kyo, begitu juga juga sebaliknya. Mereka berkenalan di sebuah pesta persmian hotel milik keluarga Yong Kyo. Mereka jatuh cinta pada pandangan pertama. Hubungan mereka telah berjalan hampir dua setengah tahun.

 

Sampai pada waktu malam itu Kyuhyun ada di kantor, malam itu adalah ulang tahun Kyuhyun. Berencana memberikan kejutan untuk Kyuhyun. Jam setengah dua belas malam Yong Kyo mengendarai mobilnya menuju kantor Kyuhyun. Yong Kyo membawa kue tart untuk Kyuhyun, tapi dijalan mobilnya hilang kendali. Yong Kyo ingin sampai di kantor Kyuhyun lebih cepat sebelum jarum jam menunjuk pukul 12 malam. Naas bagi Yong Kyo, gadis itu kecelakaan karna dia tidak bisa menguasai laju mobilnya.

 

Hingga aku datang ke Club dan bertemu denganmu, awalnya aku juga kaget melihatmu. Menjajakan dirimu disana, kalian sangat mirip, hampir serupa. Hingga kita melewati malam itu bersama. Awalnya kau berpikir kau adalah Yong Kyo, sayang kau bukan dia. Kalian berbeda jauh. Yong Kyo gadis manja dan baik hati tidak pernah tau dunia malam, dia sangat manja dengan Kyuhyun. Yong Kyo selalu memanggil Kyuhyun dengan sebutan ‘Oppa’ tapi tidak denganmu. Karna itulah Kyuhyun sangat mencintainya. Hingga ku ceritakan dirimu pada Kyuhyun.

 

Sebelum bertemu denganmu hidup Kyuhyun sangat hancur kehilangan Yong Kyo, dia seperti bukan Kyuhyun. hari-harinya tak pernah lepas dari minuman keras. Sampai akhirnya Appa Kyuhyun membawanya ke spekiater. Kyuhyun depresi tidak bisa kehilangan Yong Kyo, demi membuatnya menjadi kyuhyun yang dulu. Aku memberitahukanmu padanya.

 

Seperti dugaanku, dia mengira kau adalah Yong Kyo. Sejak bertemu denganmu hidup Kyuhyun mulai membaik, dia tidak pernah lagi minum-minum tapi… dia mengira kau adalah Yong Kyo bukan Yumi. Aku sempat meminta Kyuhyun menceritakan kebenaran padamu tapi dia tidak ingin kau tau masa lalunya dan akhirnya kau memilih meninggalkannya.

 

 

Semua penjelasan Siwon menohok hatiku. Jadi karna itu keluarag Kyuhyun menerimaku? Padahal aku sudah takut setengah mati orang tua Kyuhyun akan marah bila mereka tau masa laluku. Jadi karna itu mereka menerimaku? Aku hanya seorang penganti Yong Kyo, bukan wanita yang benar-benar dicintai Kyuhyun. pantas, Kyuhyun selalu ingin aku memanggilnya ‘Oppa’ karna Yong Kyo memanggilnya seperti itu. Dia ingin merubahku menjadi kekasihnya yang telah tiada.

 

Taxi yang ku tumpangi berhenti di sebuah rumah mengah, rumah didepanku adalah rumah wanita yang bernama Jung Yong Kyo. Entah apa yang ku pikirkan sampai aku bisa bertindak jauh sampai kesini. Berdiri mematung disini. Menatap bagaimana megah rumah di depanku, haruskah aku masuk menanyakan wanita seperti apa Yong Kyo itu?

 

Tin..Tin..

 

Suara klakson mobil terdengar. Aku menoleh melihat mobil silver berhenti di depanku. Aku menyamping membiarkan mobilitu masuk. Ku pikir mobil itu akan masuk, tapi mobil itu malah berhenti. Tak lama pengemudi itu turun. Betapa terkejutnya saat ku lihat siapa yang keluar dari mobil itu. Bukankah itu pemilik butik itu? Nyonya Yong Ran.

 

“Yumi-ya… apa yang kau lakukan disini?” tanyanya menghampiriku. Aku membungkuk hormat.

 

“Aku.. Nyonya Yong kau disini?” tanyaku balik.

 

Dia tersenyum lembut “Ini rumahku” jadi.. Tunggu marga mereka sama dan nama mereka.. apa mungkin mereka..

 

“Anda Eomma Jung Yong Kyo?” raut tegang terlihat jelas di wajah wanita paruh baya itu. “Apa anda ibu Yong Kyo?” tanyaku ulang.

 

“D—Darimana kau tau?”

 

 

~~Not For Me~~

 

 

Nyonya Yong membawaku masuk, pelayan rumahnya menyuguhkan teh hangat. Kami duduk di ruang tengah, pemadangan taman belakang langsung menyapa mataku. Disini sangat sejuk tapi hatiku merasa panas saat tau dia adalah ibu dari wanita yang di cintai Kyuhyun. wanita itu datang membawa sebuah album foto. Dia tersenyum lembut padaku. Menatapku dengan mata sayunya, tatapannya memancarkan kesedihan. Pantas saja dia begitu baik padaku. Apa dia baik karna wajahku mirip dengan putrinya? Pantas sikapnya begitu berlebihan padaku. Aku masih duduk memandang wanita itu tanpa kata.

 

Nyonya Yong membuka album foto itu mengeluarkan satu foto dari dalam album itu “Namanya Jung Yong Kyo, dia putriku” pandanganku mengarah ketangannya tepatnya di foto wanita itu. Mataku membulat melihat bagaimana rupa Yong Kyo.

 

“Ini…” aku tak mampu berkata-kata, benar-benar mirip. Bagaimana bisa? ku sentuh album foto itu membuka satu persatu halaman. Didalam sana terdapat banyak sekali foto Yong Kyo bersama Kyuhyun. mataku memanas melihat bagaimana kemesraan keduanya.

 

Dadaku sakit seketika, terlempar dari kenyaaan menyakitkan. Seperti bangun dari mimpi indah. Kini yang ku hadapi bukan mimpi tapi kenyatan pahit. Kenyataan buruk menghimpit dadaku, tanganku bergetar hebat membalik setiap lembar album foto itu.

 

Bagaimana Kyuhyun tersenyum, bagaimana mereka berciuman sangat menohok relung hatiku. Aku ingin sekali menertawai kebodohanku. Kehodohanku karna selama dua tahun ini Kyuhyun sangat pintar membuatku merasa di inginkan. Merasa di cintai. Bukan aku yang di cintainya tapi wajahku, hati pria itu bukan untukku tapi untuk Yong Kyo.

 

Mataku berkabut bersiap meneteska cairan dingin, sekuat apapun aku tahan, tak mampu ku hentikan setetes air mata jatuh dari pelupuk mataku.

 

“Yumi-ya..”

 

Aku mendongkak “Terimakasih sudah memberitahuku, maaf aku harus pergi” tanpa menunggu Nyonya Yong menjawab aku sudah meninggalkannya.

 

“Yumi-ya tungg—“

 

 

 

~~Not For Me~~

 

 

Kyuhyun sejak tadi duduk gelisah menunggu Yumi kembali, gadis itu belum pulang padahal ini sudah larut malam. Berkali-kali Kyuhyun mencoba menghubungi ponsel Yumi, namun gadis itu tidak mengubrisnya. Kyuhyun menjambak rambutny frustasi, ia takut kehilangan Yumi. Dia tak mampu bernafas dengan baik tanpa gadis itu, lebih tepatnya karna Yong Kyo ada di diri Yumi.

 

Akhirnya pintu apartment terbuka, menampakkan wanita yang sejak tadi di tunggunya. Langkah Yumi tak beraturan. Gadis itu tampak mabuk, Yumi berjalan sempoyongan tak beraturan. Dia tersenyum manis pada Kyuhyun. Kyuhyun masih diam di tempatnya memperhatikan Yumi.

 

“Oppa…” ujar Yumi manja. Biasanya Kyuhyun begitu bahagia bila Yumi mau memanggilnya ‘Oppa’ tapi kali ini berbeda. Yumi menarik satu kursi di meja makan setelah mengambil sebotol air. Dia meminumnya dari botol sampai air itu mengalir keleher mulusnya. Kyuhyun menghampiri Yumi lalu duduk didepan wanita itu.

 

“Kau mabuk?” tanya Kyuhyun cemas. Tanpa canggung Yumi mengangguk.

 

“Ye.. aku mabuk, Oppa. Entah kenapa aku ingin sekali minum” ujarnya tersenyum cerah tapi ucapan yang keluar dari bibir Yumi lirih. “Kau tau, hari ini aku sangat sedih” lanjutnya parau. Yumi membuang nafas kasar. “Lebih tepatnya hatiku yang sakit.” Yumi menunjuk dadanya. “Sakit.. sekali”

 

“Sebaiknya kau tidur” Kyuhyun meraih tangan Yumi hendak membawa gadis itu ke kamar mereka tapi dengan kasar Yumi menepisnya.

 

“Lepaskan!!” Tatapan Kyuhyun menajam marah “Duduk dulu Cho Kyuhyun! Ada yang ingin ku sampaikan padamu” kembali Kyuhyun duduk menatap Yumi gelisah. “Kau!!!” Yumi menunjuk Kyuhyun “Apa tujuanmu membeliku?” Kyuhyun masih terpaku atas pertanyaan Yumi. Yumi tersenyum kecut memandang wajah tampn Kyuhyun “Katakan padaku, jawabanmu menentukan hubungan kita kedepan”

 

“Bicara apa kau sebenarnya? Aku tidak mengerti!” kata Kyuhyun sinis.

 

Yumi menunduk dalam, ia ingin sekali menangis sekarang tapi ia berusaha memendam tangisnya “Benarkah kau mencintaiku, atau kau mencintai Jung Yong Kyo?” mata Kyuhyun membulat.

 

“Kau bicara apa!” Kyuhyun mencoba tetap tenang meski itu sama sekali tak berpengaruh banyak. ia tetap gelisah “Sebaiknya kau tidur—“

 

“Cho Kyuhyun-ssi..” Kyuhyun menatap Yumi tak percaya bagaimana Yumi memanggilnya. Mata Yumi memerah, gadis itu meneteskan air matanya “Kenapa kau tidak bicara jujur saja? Sebenarnya aku atau Jung Yong Kyo yang kau cinta?” Kyuhyun bungkam, detak jantungnya memburu mendengar nama kekasihnya itu disebut begitu gamlang oleh Yumi. “Aku tau semuanya” Yumi menghapus kasar air matanya “Kau ingin bersamaku bukan karna mencintaiku, tapi karna wajah kami sama. Bukan aku yang kau cinta melainkan wajah kekasihmu. Bukan aku tapi dia, Jung Yong Kyo!”

 

“Kau tau darimana?”

 

Bukan menjawab Yumi tertawa kecut “Jadi benar?” Kyuhyun kembali menutup rapat mulutnya.

 

Yumi masih menunggu Kyuhyun menjawab pertanyaannya tapi sepertinya tak ada tanda-tanda Kyuhyun akan membuka mulut. Yumi mengangguk paham. “Tanpa kau bicarapun aku tau jawabannya apa” Yumi bangkit, tubuh gadis itu bergetar hebat. Kyuhyun diam di tempatnya tak berusaha menghentikan Yumi atau menjelaskan apapun pada gadis itu.

 

Yumi menutup pintu kamar dan menguncinya, tubuhnya merosot dia menangis sesegukan. Berkali-kali gadis itu menutup mulutnya dan memukul-mukul dadanya. Di kegelapan malam gadis itu menangis pilu seorang diri. Sementara Kyuhyun masih tak melakukan apapun, dia diam di tempatnya dengan wajah menunduk dalam.

 

 

~~Not For Me~~

 

 

Kyuhyun tak membantahnya atau menyangkal. Andai dia memintaku, berharap aku sedikit saja. Mungkin aku bisa bertahan. Tapi tidak, dia tak menjelaskan apapun. Jangan menjelaskan dia bahkan tak bicara kata ‘maaf’ telah menyakitiku sedalam ini. apa yang bisa ku harapkan dari pria yang tak mencintaiku? Kebahagiaan? Apa mungkin aku bahagia? Aku hanya menjadi penganti Yong Kyo, aku tak bisa membuatnya mencintaiku. Yang dia cintai selamanya hanya Yong Kyo bukan aku Kang Yumi!

 

Ku lihat figura di atas nakas samping tempat tidur. Kami— aku dan Kyuhyun berdiri di namsan tower, Kyuhyun memelukku dari belakang. Dia tersenyum cerah begitu juga aku. Ku ambil figura itu melepas fotonya merobeknya membuat aku dan Kyuhyun terpisah. Wajah kami memang terpisah tapi tidak tubuh kami, ku robek fotoku menjadi serpihan kecil. seperti hatiku yang hancur di karnakan dirinya.

 

Inginku tak banyak, hanya ingin di cintai tapi bila pria yang ku cintai tak mencintaiku haruskah aku tetap diposisi ini? Terlihat menyedihkan untuk diriku sendiri. Rasanya lelah menangis dari semalam. Baru membuka pintu, aku tidak mendapati Kyuhyun. Tidak biasanya dia pergi tanpa kabar, ini pertama kalinya dia pergi tanpa pamit padaku. Meski begitu ada sesak didadaku mengingatnya.

 

Usai bersiap, aku bangun mengambil tasku dan memasukkan kotak perhiasan yang di berikan Eomma Kyuhyun padaku. Hadiah ini tak sepantasnya untukku, mestinya hadiah ini milik Yong Kyo bukan aku. Meski aku tidak tau apa yang ku lakukan kedepannya, meski aku tidak bisa menebak bagaimana hidupku tanpanya. Keputusanku telah bulat. Meninggalkannya adalah jalan terbaik untukku dan Kyuhyun.

 

Meski nanti aku akan belajar hidup tanpanya tapi lebih baik dari pada harus menjadi bayang-bayang wanita lain. Itu jauh lebih menyakitkan. Dia menciumku tapi yang dirasakannya bukan aku tapi Yong Kyo, aku mendengar dia berkata cinta, tapi kata cinta itu bukan di tunjukkan padaku tapi wanita lain. Mengingat semua itu dadaku kembali di hantam keras.

 

 

~~Not For Me~~

 

 

Kyuhyun House

 

Eommonie memandangku binggung, dia mengalihkan pandangan padaku. Aku tersenyum lembut padanya. Mungkin ini pertemuan terakhir kami, aku mendapatkan kasih sayang padanya. Bukan hanya itu, karna dirinyalah aku bisa merasakan bagaimana rasanya di cintai oleh seorang ibu. Sepertinya kisah bahagiaku cukup sampai disini, kini saatnya aku bicara kejujuran padanya.

 

“Eommonie..” ucapku lirih.

 

“Yumi-ya, kenapa kau membawa kotak perhiasan ini?”

 

Ku dorong kotak itu kearah Eommonie “Sepertinya aku tidak bisa menerimanya” kataku pelan.

 

“Wae? Apa terjadi sesuatu?”

 

“Eommonie, aku ingin mengaku sesuatu padamu” dia menatapku lekat menungguku bersuara. Sebelum aku mengungkap kejujuran ku tarik nafas panjang. “Sebenarnya aku bukan wanita yang pantas untuk Kyuhyun, Eommonie”

 

“Yumi-ya, kenapa bicara seperti itu?”

 

“Kami berbeda. Bagai surga dan neraka”

 

“Sebenarnya kau ingin bicara apa?”

 

“Aku… aku mantan pelacur” aku menunduk malu. “Aku tak pantas untuk putramu, Kyuhyun” lanjutku. Sudah cukup Kyuhyun tak mencintaiku kini aku harus mengakui betapa buruknya aku di depan ibunya. Ini sangat memalukan. “Karna itu, ku putuskan membatalkan pernikahan ini. Mian, baru bicara sekarang. Karna mencintai Kyuhyun, aku menjadi egois menutup siapa diriku sesungguhnya. Aku tak pantas untuknya, aku hanya pelacur yang di beli olehnya.” Air mataku menetes lagi. kenapa hidupku begitu banyak kegelapan? Meski orang tua Kyuhyun tau siapa aku tetap saja aku merasa takut, takut aku di maki olehnya karna membatalkan pernikahan dengan putranya. Tak ingin mendengar caciannya aku bangkit dari dudukku, masih menunduk takut. Takut melihat wajahnya membenciku. Aku belum sanggup dia membenciku karna siapa aku sesungguhnya. “Terimakasih, hanya itu yang mampu ku katakan. Dan.. tolong sampaikan permintaan maafku pada Abeoji, maaf sudah menyakiti kalian. Dan terimakasih untuk cinta yang kalian berikan untukku” aku membungkuk sopan sebelum meninggalkan rumah orang tua Kyuhyun. aku melihat dari sudut mataku Eomma Kyuhyun menangis. Dia pasti sangat kecewa padaku. Meski begitu aku lega, lega sudah bicara jujur padanya.

 

 

Aku berjalan tanpa tujuan, hari ini serasa sangat panjang. Perasaanku tak menentu, pikiranku berkecambuk. Rasanya aku ingin mati saja. Sapuan angin menemaniku berjalan entah ingin kemana. Aku duduk di halte bus. Haruskah aku kembali kerumah orang tua angkatku dan kembali menjadi Yumi yang dulu? Aku sudah berjanji akan berhenti, haruskah aku kembali menjadi Yumi yang dulu? Aku binggung harus bagaimana hidup tanpa Kyuhyun? Apa yang bisa ku kerjakan? Selama ini Kyuhyun memberikanku segalanya, tapi setelah ini aku harus belajar hidup mandiri.

 

Banyak hal yang ku pikirkan, setelah nanti aku memilih pergi darinya. Bagaimana aku hidup tanpanya, bagaimana aku bisa baik-baik saja tanpa Kyuhyun di sampingku. Mampukah aku menjadi diriku yang sekarang setelah kehilangannya. Semua itu menganggu pikiranku. Tapi keputusan telah ku ambil. Pergi darinya adalah jalan terbaik.

 

Sampai saat ini Kyuhyun tak menghubungiku, aku merindukannya. Dulu dia tak pernah absen menghubungiku, tapi belum sehari dia tak ada kabar darinya aku sudah mulai merindukannya. Kebahagiaanku telah ku gantungkan padanya, semua hidupku berporos pada seorang Cho Kyuhyun tapi kini, aku harus belajar hidup tanpa dirinya.

 

Akhirnya kakiku melangkah lagi ke apartment ini, tempat dimana aku bersamanya. Merajut asa dengannya, merangkai mimpi berdua. Mimpi itu musnah seketika bagai di terjang gelombang besar. Aku merasa tak sanggup hidup dengannya, mengingat aku hanya sebagai penganti kekasihnya yang telah tiada. Andai dia bicara jujur sejak awal, mungkin aku masih bisa menerima tapi semuanya tak bisa kembali seperti semula.

 

Baru saja membuka pintu Kyuhyun telah berdiri di depanku, dia menatapku tajam. Ku pilih menundukan kepalaku, berjalan melewatinya tapi tangannya mencekal lenganku.

 

“Apa maksud ucapanmu itu?” ku pandangi ia dengan senyum hangat. “Kau tidak bisa mengambil keputusan sepihak seperti ini! pernikahan kita tinggal menghitung hari!” tegasnya dengan nada membentak.

 

Ku lepaskan tangannya dari lenganku pelan “Andai aku tau, aku hanya sebuah pelampiasan bagimu, aku lebih memilih menjadi pelacur dari pada harus hidup denganmu”

 

“KANG YUMI!!!” teriak Kyuhyun. hatiku sakit mendengarnya berteriak sekeras itu.

 

“Ya.. itulah namaku. Kang Yumi” ujarku lirih “Kang Yumi gadis pelacur yang kau beli dengan harga selangit. Kang Yumi yang kau jadikan sebagai penganti Jung Yong Kyo!” berusaha tetap kuat di depannya tapi sangat sulit. Air mataku telah jatuh “Aku mencintaimu, sangat mencintaimu Cho Kyuhyun. Tapi apa kau juga mencintai aku?” aku mengeleng kuat “Ani.. cintamu bukan untukku. Kau hanya mencintai pemilik wajah yang sama denganku! Itu bukan aku. Gadis lemah lembut, yang selalu memanggilmu dengan sebutan ‘Oppa’ wanita itu bukan aku!” tegasku pedih. “Aku ingin bertahan, mencoba mengabaikan segala rasa sakit di hatiku demi bisa memilikimu. Tapi tidak, aku tidak bisa bertahan lebih lama lagi.”

 

“Dengarkan aku, aku tau aku salah tapi tidak bisakah kau tetap tinggal dan berpura-pura tidak tau!” pinta Kyuhyun. semudah itukah dia bicara? Dia tak memikirkan bagaimana aku, yang di pikirkannya hanya bagaimana dirinya.

 

“Berpura-pura?” ulangku. Aku tersenyum miris mendengarnya memintaku melakukannya “Kenapa aku harus melakukannya?”

 

“Karna kau adalah adik dari kekasihku!” apa maksudnya? Adik? Bagaimana mungkin?

 

 

“Dengarkan aku. Kalian adalah saudara kembar” bagai tersambar petir mendengarnya. kembar?!

 

“K—kembar?”

 

Kyuhyun mengambil sebuah amplop coklat di atas meja, dia membukanya dan memberikan kertas itu padaku “Ini buktinya. Kau adalah adik dari Yong Kyo!” bola mataku bergerak lincah membaca setiap batit kata yang tertera di kertas itu. tanganku bergetar hebat. “Kalian terpisah saat masih bayi.” Jelas Kyuhyun. aku menatapnya meminta penjelasan lebih rinci. “Keluarga Jung adalah orang tuamu sesungguhnya. Kalian terpisahkan. Ayahmu Tuan Jung memiliki saudara tiri. Mereka tidak ingin ayahmu punya keturunan sampai akhirnya mereka mengambil jalan pintas menculikmu dan membuangmu dan Yong Kyo. Pamanmu itu tidak ingin kalian hidup, karna bila kalian hidup maka kekayaan keluarga Jung yang tak lain adalah warisan kakekmu itu di bagi dua. Karna itulah pamanmu, saudara tiri ayahmu menculikmu saat kau baru di lahirkan dirumah sakit. Yong Kyo berhasil di temukan, tapi tidak denganmu. Saat ayahmu menemukan tempat dimana kau di buang dulu, mereka menemukanmu di panti asuhan. Sayang, saat mereka hendak mengambilmu kau sudah mendapat orang tua baru. Pihak panti sudah memberitahu siapa yang mengasuhmu tapi orang tua asuhmu telah memberikanmu pada orang lain. Sampai aku bertemu denganmu di club waktu itu. Wajah kalian sama” hah.. hidupku bagai drama. Menyedihkan.

 

Kyuhyun merengkuhku mencoba memelukku, namun dengan cepat ku tahan. Aku mengeleng pelan menolak perlakuannya “Yumi-ya..” panggilnya lirih.

 

“Menjauh dari ku Cho Kyuhyun!!” kenyataan pahit berkali-kali menghantamku. Rasanya hati dan tubuhku mati rasa menerima kenyataan ini. “Kau… sangat pintar menyembunyikannya. Kau sukses membuatku bodoh selama dua tahun ini”

 

“Aku melakukannya untukmu!”

 

“BOHONG!”

 

“Yumi-ya..”

 

“Kau melakukannya untuk dirimu bukan untukku! Bila untukku harusnya kau bilang padaku, bukannya menutupinya! Harusnya kau beri tahu aku dimana keluargaku bukan menjebakku dalam kisah cinta denganmu!” aku memandangnya marah “Kau hanya memperdulikan dirimu, bukan aku! Sama seperti kau mencintai saudara kembarku, kau tak perduli aku seperti keledai bodoh yang mengikuti alur permainanmu. Membuatku mencintaimu meski pada kenyataannya kau sama sekali tidak mencintaiku. Yang kau cintai itu kakakku bukan aku. Yang kau lihat dari diriku bukan aku tapi Yong Kyo!” aku melangkah pelan menuju kamar, ku ambil koper yang bersiap ku bawa pergi. Aku telah menyiapkannya. Pergi dari hidupnya.

 

Kembali Kyuhyun menarik tanganku mencegahku keluar apartmentnya “Dengarkan aku!”

 

“Tidak!”

 

“Aku mencintaimu!!!”

 

Aku tersenyum remeh “Tapi cintaku telah mati untukmu” setetes air mata jatuh di mata Kyuhyun. “Dan kaulah yang membunuh cintaku” dengan langkah lebar aku pergi meninggalkannya. Aku benci hidupku. Takdir seakan mempermainkan diriku.

 

Hidupku begitu tragis, dari lahir sampai sekarang. Ku pikir bisa mendapatkan kebahagiaanku sayangnya itu semua hanya angan yang tak bisa ku gapai. Aku ingin bahagia tapi kenapa seakan kata bahagia engan menghampiriku. Kehilangan keluarga, kehilangan keperawananku, kehilangan kebebesanku, dan terakhir aku kehilangan cintaku. Aku lelah hidup, aku lelah berharap. Hidupku seperti sebuah dongeng. Sekarang kenyataan baru ku ketahui. Yong Kyo yang paling ku benci adalah kakak kandungku. Lengkap sudah deritamu Kang Yumi.

 

Aku ingin mati, dengan mati semua deritaku berakhir disini. Tak perlu menangis ataupun berharap yang tak pasti. Tuhan, ku relakan nyawaku kau ambil saat ini juga. Aku iklas bila kau bersedia mencabut nyawaku sekarang juga.

 

 

THE END

 

 

 

TARAAAA…. akhirnya selesai juga cerita abal-abal ini😀 Yang masih ngarep happy end maaf yeee.. di part awal kan udah gw bilang kalau bakal jadi sad end😀

 

Hah.. takdir memang tidak bisa di tebak. Maaf kalau kurang memuaskan temen-temen semua. Gw Cuma mampu buat segini, tidak lebih. Bila tidak suka silakan tekan BACK tapi bila suka boleh dong satu KOMEN yang panjang😀 obat lelah gw kencan ama laptop😀

 

 

Oke, sekian dulu penuturan gw yang ga penting. Gw pamit dulu ye… pai..pai…^^

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

11 Comments (+add yours?)

  1. krungrunglove
    Sep 18, 2015 @ 12:44:50

    Need squel author !!!

    Bikin akhirnya bahagia ngapa

    Reply

  2. shoffie monicca
    Sep 18, 2015 @ 13:14:42

    hiks 3 kyu knpa km engga jujur dri awalkn kjadianya ngga bkln ky gni..thor pliss bkin sequel bkin happy ending donk..

    Reply

  3. Eunsang
    Sep 18, 2015 @ 17:26:43

    Kok sad ending sih???
    Masih gantung ni thor bikin squel dong

    Reply

  4. nurul aini
    Sep 18, 2015 @ 19:34:21

    kyu mah gk punya perasaan kan kasian yumi..
    Tapi aku suka jalan ceritanya. Author daebakk (y)
    sequelnya dong thor.

    Reply

  5. fakeinspirit
    Sep 19, 2015 @ 02:59:23

    AUTHOORRR seneng banget bikin yg sad end atuhlah butuh sequel;( ayolah pleasee penasaran sama selanjutnya gmn</3 sequel yayayayaya

    Reply

  6. chatarina
    Sep 20, 2015 @ 23:06:30

    Hiks… ini keren baanget thor.. feel nya dapet bgt. Need sequel. Aku berharap ngt sequelnya ada dan happy ending

    Reply

  7. Tokkijingki
    Sep 22, 2015 @ 10:16:48

    Huaaa sediiih 😢, kasian yumii
    Need sequel author-nim.

    Reply

  8. resha
    Sep 29, 2015 @ 09:08:33

    sequel thor…..bikin kyuhyun nya menderita dulu karna hyumi nya pergi.

    Reply

  9. wiwiex lee
    Oct 01, 2015 @ 08:27:15

    udah nieh? gantung bgt sieh, kasihan yumi…masa dia suruh sengsara trs sieh? bikin dia bahagia dong meski tanpa kyuhyun gt….

    Reply

  10. Dyororoo
    Nov 07, 2015 @ 10:44:29

    need squel !! sumpah bagus banget, tpi ngegantung :” .

    Reply

  11. soulmy
    Dec 05, 2015 @ 00:00:29

    ceritax sedih banget thor….kasihan banget si kang yumi…emang sih bkan salah orang tua kandungx sepenuhnya, tp tetap aja ceritax sedih banget. buat sequelx dong

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: