Marriage is a Joke?! [1/?]

miaj

Marriage is a Joke ??!

[Part. 1]

 

Author : SiHae8698 [@Lvoeeastsea] http://oursjfanfiction.wordpress.com

Cast :

-Han Cheon Neul

-Lee Donghae

-Cho Kyuhyun

Other Cast :

-Jessica Jung

-Choi Siwon

-Kim Hyeri

A/N : Annyeong!! Aku author dari ff dengan judul yang sama ‘Marriage is a Joke’ tapi kali ini aku membawakan versi series dari ff itu. so makasih buat yang mau membaca J dan makasih juga buat admin dari page ini J

***

Hidupku yang begitu bebas bagaikan mimpi indah dalam tidurku.

Seketika berubah menjadi mimpi buruk untuk ku.

Menikah dengan seseorang yang sudah ditentukan orang lain?

Buruk sekali!

***

20th July 2012

“Malam ini kita akan bertemu dengan Keluarga Choi, jadi persiapkan dirimu sebaik mungkin.” Ujar Seorang pria tua pada seorang pria muda yang adalah cucunya sendiri.

“Malam ini?” pekik pria muda itu yang nampak mulai mengajukan protes.

“Tentu saja! bukankah usia mu sudah cukup matang untuk menikah? Lagi pula aku sudah terlalu tua untuk lama menunggu pernikahan mu Donghae-ya” ujar pria tua itu.

“Tapi Harabeoji! Walaupun aku sudah menyetujui perjodohan ini, bukan berarti aku langsung menikah dengan nya kan?” ucap pria muda bernama Donghae itu pada Harabeoji nya.

“Kau ini! Jadi kau ingin membuatku menunggu sampai umur berapa untuk menyaksikan pernikahan mu?!” ucap Harabeoji nya itu.

Donghae nampak bungkam setelah mendengar rentetan kalimat terakhir yang di ucapkan Harabeoji nya itu.

Bagaimana pun Harabeoji nya memang sudah tua.

“Baiklah! Aku akan menuruti SEMUA keinginan mu itu Harabeoji.” Ucap Donghae dengan menekan kan kata ‘Semua’ pada ucapan nya tadi.

Ia langsung melenggang pergi karna tak tahan mendengar semua permintaan gila dari Harabeoji nya itu.

 

“Ada apa dengan mu Hae-ya?” tanya seorang wanita parubaya saat berpapasan dengan anak nya itu di dapur.

“Tidak ada apa-apa Eomma” ucap Donghae sambil menuangkan segelas Air putih dari dalam kulkas.

“Apa kau berdebat lagi dengan Harabeoji mu?” tebak ibu nya itu, dan di jawab dengan anggukan oleh Donghae yang sedang meneguk air putih nya itu.

“Masalah perjodohan itu lagi?”

“Kau benar Eomma, bukan hanya soal pertunangan lagi, tapi ini bahkan sudah merujuk pada pernikahan! Aku tidak habis pikir dengan sikap Harabeoji” sebal Donghae mengingat perdebatan nya dengan Harabeoji tadi.

“Sudahlah, Eomma rasa Harabeoji pasti telah memilihkan Pilihan terbaik untuk mu, Eomma sangat yakin dengan itu.” hibur ibu Donghae.

“Hah! Eomma dan Harabeoji sama saja!” ucap Donghae yang semakin bertambah sebal dengan pemikiran ibunya itu.

***

“Nona Han, jam 7 malam nanti akan di adakan makan malam bersama dengan Keluarga Lee” ujar sekretaris Jang pada seorang gadis yang tengah sibuk dengan Laptop nya itu.

“Aku tidak janji akan hadir” balas gadis itu acuh.

“Tapi Nona Han Cheon Neul, ini pesan dari Tuan—“

“Aku sangat sibuk, lagi pula hanya sebuah makan malam. Biar Appa dan Miranda saja yang hadir.” Sambung gadis bernama lengkap Han Cheon Neul itu sambil memandang malas pada sekretaris Jang yang telah mengabdi pada keluarga nya itu sejak ia belum lahir.

Sekretaris Jang hanya menghela nafas mendengar ucapan dari gadis di hadapan nya ini. Ia sudah hafal betul dengan sifat Nona muda nya itu.

Ini semua semenjak perselingkuhan Ayah dari gadis itu dengan sosok wanita bernama Miranda itu yang membuat sifat Cheon Neul berubah total.

Sejak perceraian Ayah nya dengan ibu nya itu kala ia masih berusia 7 tahun tersebut membuat sifat lembut dan rendah hati nya pada setiap orang, hilang sudah.

“Baiklah, saya akan coba katakan pada Tuan Choi” ucap sekretaris Jang pada Cheon Neul sebelum ia melangkah keluar dari kamar gadis itu.

Gadis itu kemudian menghela nafas berat setelah sekretaris keluarga ini keluar dari kamar nya.

Ia kemudian mematikan Laptopnya begitu saja lalu menutup wajah nya dengan kedua telapak tangan nya.

“Ya Tuhan, apa yang harus aku lakukan?”

Ia segera mengambil Jaket nya serta ransel nya kemudian segera pergi ke kampus.

 

“Ya! Noona, ada apa dengan wajah mu?” tanya seorang pria bertubuh kurus itu setelah kedua nya istirahat sejenak dari Latihan Dance nya itu.

“Tidak ada apa-apa” balas Cheon neul setelah meneguk sebotol air mineralnya itu.

“Jelas-jelas kau sedang ada masalah. Mau menceritakan nya padaku?” tanya pria itu lagi.

“Ya! Taemin-aa, sebaiknya kau perbaiki saja gerakan mu tadi, dari pada sibuk mengurusi urusan ku!” sebal Cheon Neul.

“Arraseo! Arraseo! Aku tidak akan ikut campur lagi!” ucap pria bernama Taemin itu pada Sunbae nya di Universitas Seoul itu.

Taemin kemudian menoleh kembali pada Sunbae nya itu lalu kembali berbicara.

“Tadi, Kyuhyun Hyung mencari mu, apa kau sudah bertemu dengan nya?” tanya Taemin lagi.

“Ani, memang nya ada perlu apa?” jawab Cheon Neul.

“Katanya sih ada masalah darurat, tapi aku lupa memberi tahu mu. Mianhae Noona” ucap Taemin sambil mengacung kan kedua jari nya berbentuk huruf V.

“Sudahlah, tidak apa-apa” ujar gadis itu lalu melirik jam tangan nya yang telah menunjuk kan jam 19.45, sudah hampir 5 jam ia berada di tempat ini, dan ia sama sekali tak peduli dengan acara makan malam itu. mungkin lebih tepat nya ia mencoba menghindar, walaupun tetap saja tak mengubah keputusan Ayahnya itu.

“Noona kau tidak pulang?” tanya Taemin lagi sambil bersiap-siap untuk pulang.

“Duluan saja, aku masih ingin latihan” ujar nya.

***

At Choi Family Home

Nampak kedua belah pihak keluarga tengah menikmati makan malam mereka.

“Ah, sebelumnya maafkan aku Tuan Lee, karna sampai saat ini anak ku belum pulang. Mungkin ia masih sibuk di kampusnya.” Ujar Tuan Choi pada keluarga Lee.

Nampak Lee Donghae yang turut hadir pada makan malam itu hanya acuh saja. ia bersyukur karna gadis yang belum pernah dilihat nya itu tidak hadir di makan malam ini.

Mungkin gadis itu juga sama-sama menolak perjodohan ini.

“Ah tidak apa-apa Tuan Choi, mungkin ia memang sedang sibuk dengan kuliah nya. kita bisa bertemu lagi dilain waktu” ujar Harabeoji nya itu.

Apa?

Bertemu di lain waktu?

Berarti ia akan bertemu dengan gadis itu, lalu membicarakan soal perjodohan mereka.

Ani! Mungkin lebih tepat nya tentang pernikahan mereka.

 

“Baiklah, terima kasih untuk makan malam nya. Lain kali kita adakan makan malam dirumah kami. Kami pamit pulang dulu” ucap Harabeoji Donghae serta Ibu Donghae dan diikuti dengan anggukan Donghae setelah acara makan malam mereka telah usai.

“Ne, terima kasih juga telah hadir” ucap Tuan Choi ramah.

Harabeoji serta ibunya masuk kedalam sebuah mobil sedan hitam yang dikendarai supir keluarga Lee, sementara Donghae mengendarai mobil nya sendiri.

 

Suasana kota seoul kian sepi karna waktu telah mencapai pukul 23.00.

Sebelumnya, Donghae mampir dulu ke apartemen Lee Hyukjae –sepupunya untuk mengambil barang nya yang tertinggal, dan baru saja pulang setelah mengobrol sedikit lama dengan sepupunya itu.

Mobil pria berparas tampan itu melintasi sebuah jalan pintas menuju rumah nya.

Namun tiba-tiba saja sebuah kaleng yang sengaja di tendang seseorang meluncur ke arah kaca jendela mobil nya.

PRANG

Ia mengutuk orang yang nyaris menghancurkan Kaca jendela mobilnya itu dengan sebuah kaleng minuman yang telah kosong.

Ia segera menghentikan mobil nya dan keluar dari mobil nya menuju si pelaku.

Dan aku sedikit terkejut saat ternyata sang pelaku adalah seorang wanita.

“Yak!! Kau hampir saja menghancurkan kaca jendela mobilku!”

***

Cheon Neul POV.

Aku sengaja pulang berjalan kaki dari kampus ke rumah ku.

Jauh memang, tapi itu semua untuk menghindari makan malam itu. dan lagi pula tak ada yang perlu ku takuti jika saja ada pria mabuk yang mencoba macam-macam dengan ku.

Aku berjalan santai sambil menendang-nendang sebuah kaleng minuman kosong.

Tiba-tiba saja aku teringat pada perjodohan gila yang dilakukan Appa ku terhadap ku membuat ku kesal setengah mati hingga menendang kaleng itu kuat-kuat.

Dan tanpa sengaja kaleng yang baru saja saja ku tendang tadi meluncur bebas kearah sebuah mobil yang melintasi jalanan sepi ini.

PRANG

Ah sial!

Kaleng sialan itu nyaris memecahkan kaca jendela mobil itu.

Dan sekarang sang pemilik mobil itu segera menghentikan mobilny lalu keluardari mobilnya itu, dan parah nya lagi ia berjalan ke arah ku.

Oh tidak!

Han Cheon Neul, Tamatlah riwayat mu!

“Yak!! Kau hampir saja menghancurkan kaca jendela mobilku!” marah sang pemilik mobil.

“Maafkan aku, aku tidak sengaja” ucapku datar.

“Tidak sengaja katamu? Bagaimana bisa sebuah kaleng dengan tidak disengaja ditendang dan nyaris memecahkan kaca jendela mobil ku?!” Sengit pria itu.

“Lalu aku harus bagaimana? Mengganti kaca mobil mu itu yang lecet? Atau mau meminta ganti rugi sebuah mobil yang sama persis dengan punya mu itu?” sebal ku tak terima.

Bukan kah aku sudah minta maaf? Kenapa ia malah memperpanjang urusan nya?

Aku tidak peduli lagi dan berniat melanjutkan perjalanan ku tadi hingga akhir nya ia mencekal tangan ku kuat.

“Yak! Sakit!” sebalku sambil meringis karna ia mencengkram lengan ku sekuat tenaga. Pasti tangan ku sudah memerah sekarang.

“Kau mau mencoba melarikan diri dariku kan?” cerocos nya.

“Yak! Aku tidak melarikan diri! Aku hanya ingin pulang!” sebal ku.

“Bilang saja kalau tidak mau bertanggung jawab!” tuduhnya.

Aku ingin sekali menendang perut nya lalu membenturkan wajah nya yang menyebalkan itu ke aspal karna sembarangan menuduh ku.

“Yak! Kau pikir aku ini manusia yang tidak bertanggung jawab huh?” kesalku.

“Mungkin saja jika kau tak punya uang untuk ganti ruginya. Lebih baik kita selesaikan ini di kantor polisi” hakim nya.

Mwo? sembarangan sekali ia menghakimi ku!

“Baiklah, aku tahu kau sangat kaya! Tapi kau pikir kau siapa berani menghakimi ku sekaligus mengataiku?!” baiklah, sekarang aku mulai terpancing emosi.

“Kenapa? Aku hanya bilang sebaiknya kita selesaikan ini dikantor polisi” sengit nya.

Aku segera merogoh dompet ku dan mengeluarkan semua uang yang ada di dompet ku. Entah berapa banyaknya, aku tak peduli. Asal pria sialan ini berhenti memandang rendah diriku.

Aku melempar uang itu kearah wajah nya.

“Apa itu cukup? jika iya, kuharap masalah ini selesai. Dan aku berharap tidak akan pernah bertemu dengan mu lagi!” ucapku.

“Mwo? kau menyogok ku dengan uang?” marahnya.

Aku tak peduli lagi dan terus melangkah cepat tak peduli dengan teriakan nya itu.

 

Aku telah sampai di halaman rumah. Aku melenggang masuk begitu saja kedalam rumah tanpa peduli dengan sekitar ku.

“Han Cheon Neul! Dari mana saja kau?!” suara menyebalkan Appa ku mengintrupsi ku bahwa rupanya pria tua ini tengah menunggu ku hingga larut malam seperti ini di temani istrinya itu—Miranda.

“Kampus” jawab ku datar.

“Sampai larut malam begini?”

“Lalu kenapa? Kau saja boleh berselingkuh dengan wanita itu? setidak nya pulang larut malam lebih baik dari pada berselingkuh dengan wanita lain” ucapku kasar.

PLAKK

Appa ku menampar pipi kiriku. Ada rasa perih bercampur panas akibat tamparan nya yang keras tadi.

Aku menatapnya dengan penuh kebencian.

“Wae? kenapa hanya setengah? Tampar juga yang sebelahnya!” tantang ku.

Ia nampak kembali ingin menamparku sebelum akhirnya wanita itu—miranda, mencegat Appa ku.

“Hentikan! Aku mohon” pekiknya.

Tak lama kemudian Siwon oppa berjalan tergesa-gesa menghampiriku.

“Masuklah kekamar, biar aku yang bicara dengan Appa.” Ujar nya.

Aku segera menuruti perintah oppa ku.

Satu-satu nya orang yang membuatku patuh hanya oppa ku. Ia segala nya bagi ku.

Ia yang selalu melindungi ku, dan memahami ku.

Ia satu-satunya pria yang kupercayai didunia ini. ia selalu memahami sisi buruk ku.

Tanpa ku sadari aku menangis.

Tidak! Ini bukan tangis kesedihan, tapi ini sebuah rasa syukur ku karna memiliki seorang oppa yang selalu menjaga ku.

Sejak perceraian kedua orang tua ku aku telah berjanji untuk tidak menangis menyedihkan lagi.

***

Donghae POV.

Aku telah sampai di halaman depan rumah ku dan segera memarkirkan mobilku ke garasi.

Sebelum masuk kedalam rumah, aku memeriksa keadaan mobilku terlebih dulu, mengingat peristiwa menyebalkan tadi di jalan.

Aku mendengus kesal saat mendapati kaca mobilku lecet akibat hantaman kaleng kosong tadi.

“Sedikit lecet” gumam ku, lalu segera masuk ke dalam rumah.

“Kau dari mana saja? kenapa lama sekali?” tanya Eomma yang ternyata belum tidur, padahal ini sudah larut malam.

“Aku mampir ke rumah Hyukjae dulu” jawab ku lalu segera melenggang ke kamar ku yang berada di lantai 2 rumah ini.

“Donghae-ya” panggil Eomma membuat ku menghentikan langkah ku.

“Kau tidak masalah dengan perjodohan ini?” tanya Eomma padaku.

Sejujurnya aku tak suka dengan acara perjodohan ini, namun apa boleh buat? Harabeoji bahkan tak segan-segan mengancam ku dengan aset-aset ku.

Aku berusaha tersenyum sebaik mungkin lalu mulai menjawab.

“Tidak ada masalah” ucap ku kalem.

“Tapi bagaimana dengan jess—“

“Eomma tidak usah ikut campur, ini urusan ku Eomma” sambung ku.

Aku kembali melanjutkan langkah ku menuju kamar.

 

Aku menghempaskan tubuh ku ke atas ranjang ku begitu aku masuk kedalam kamar.

Hari ini benar-benar melelahkan sekali! Pekerjaan ku di kantor memang tidak banyak hari ini.

Tapi yang membuatku lelah adalah otak ku yang terlalu banyak berpikir.

Apa yang harus ku katakan pada Jessica nanti? Kalau saja pertunangan itu benar-benar akan dilangsung kan?

Aku memijit-mijit dahi ku bingung dengan apa yang harus ku perbuat.

“Ah! stress” keluh ku.

Drrrtt—drrt—

-Evil Cho Calling-

Tiba-tiba saja ponsel ku berdering, aku segera merogoh ponselku yang ku masuk simpan didalam saku kameja ku.

Ternyata si setan kecil yang menelpon ku.

Ada hal penting apa sampai ia menelpon ku tengah malam begini?

Untung saja aku belum tidur.

“Yeobeoseyo?” ucapku setelah mengangkat panggilan nya.

“Oh Hyung! Rupa nya kau belum tidur?” ucap nya.

“Ada apa?” tanya ku, mengingat anak itu tak biasanya menelpon ku malam-malam begini.

“Eh begini Hyung—“ ucapnya hati-hati, ia menyebutku Hyung? Pasti ada maunya!

“Bisa kah kau menolongku?” lanjutnya.

Benarkan? Pasti ada maunya!

“Tergantung, jika permintaan mu yang tidak-tidak, aku tak akan membantu!” ucapku.

“Aniyo! permintaan ku tidak macam-macam kok Hyung!” ucapnya.

“Lalu apa?” tanyaku sambil menguap, tiba-tiba saja aku mengantuk.

“Begini Hyung, jam 1 besok siang ada acara di kampus ku, tapi—kau tau kan kalau saat ini hubungan ku dengan Appa ku itu sedang memburuk?” ucapnya,

“Lalu kau ingin aku yang hadir mendampingi mu diacara itu?” tebak ku.

“Ah! Bisa dibilang begitu juga sih, tapi kan kau juga mantan mahasiswa di situ. Yah—walaupun hanya sampai di sarjana sih” ucapnya.

Cih! Anak ini mau menghina ku?

“Ya! kau menghina ku?” sebalku.

“Tidak! Bukan itu! aku hanya ingin kau hadir saja, kau juga kan pernah belajar disitu, anggap saja sebagai mantan mahasiswa disitu, sekaligus menjadi pendampingku hehe” ucapnya lagi.

“Kenapa harus aku? Kenapa tidak Eomma atau Noona mu saja! atau kau bisa minta tolong pada Siwon, Sungmin, atau Hyukjae” sebalku.

“Eomma ada Acara penting, Noona masih di Jepang, nah! Kalau Siwon dan Sungmin tidak bisa hadir karna sibuk! Kalau si Monyet? Dia hanya akan membuat ku malu saja kalau hadir diacara itu!” jelas nya.

“Ya! dia itu Sepupuku!” protesku karna ia berani mengatai Hyukjae, walaupun aku harus membenarkan kata ‘si monyet’ itu.

“Arra! Aku juga tahu itu!” dengusnya.

“Aku tidak janji akan datang, sudah dulu! aku mengantuk!” ucapku lalu mematikan sambungan telepon kami.

Kemudian aku meletakkan ponselku diatas meja kecil disamping ranjang ku, lalu mengatur posisiku berbaring, karna aku tak mau besok badan ku pegal-pegal! Dan aku segera tidur tanpa mengganti pakaian ku terlebih dahulu.

***

The Next Day

Aku terbangun dari tidurku sesaat seberkas cahaya matahari menyelinap masuk kekamar ku melewati celah-celah gorden yang terpasang di dinding kaca di kamarku.

Aku melirik sebentar ke arah jam yang tertempel di dinding kamar ku.

“Jam 09.50” gumam ku saat menatap jam dinding itu.

Aku mengerjap pelan kemudian berfikir kembali.

“MWO?!! JAM 09.50?? AKU SUDAH SANGAT TERLAMBAT!” pekik ku begitu kesadaran ku telah terkumpul sempurna.

Aku segera melompat dari ranjang ku lalu bergegas masuk kekamar mandi tanpa berpikir panjang lagi.

Walaupun itu adalah perusahan Harabeoji, yang tentu saja akan jatuh ke tanganku, tapi tetap saja! apa yang akan nanti di katakan para pegawai terhadapku? Yah, walaupun itu tidak secara langsung dikatakan padaku, tapi tetap saja itu akan membuat gosip yang tidak-tidak tentang diriku.

 

Aku segera berganti pakaian ku dengan terburu-buru. Ini bahkan sudah menunjukkan pukul 10.05!

Apa jadinya aku jika datang di jam begini? Namun bukan berarti aku juga harus absen kerja.

Itu akan membuat reputasi ku sebagai General Manager yang sangat berwibawa dan tidak suka absen hancur!

“Oh! Donghae-ya, kau sudah bangun? Kenapa sangat terburu-buru?” tanya Eomma saat aku melewati ruang kerja nya yang pintu nya sedikit terbuka.

“Kenapa ibu tidak membangunkan ku? Aku sudah terlambat sekali!” panik ku sambil merapikan jasku.

“Kau terlihat sangat lelah, jadi ibu meminta sekretaris mu untuk mengambil alih pekerjaan mu, jika kau terlalu sibuk dengan pekerjaan mu sampai-sampai melupakan kesehatan mu, kau nanti sakit. Sesekali kau harus mengistirahatkan tubuhmu” kata Eomma memberi nasehat.

Ibuku memang seorang dokter, yah— tentu saja ia akan sering menceramahi ku seputar kesehatan dan perlu diketahui, Rumah sakit Seoul International Medical Center itu dibawah pimpinan ibuku. Namun akhir-akhir ini ia lebih sering menghabiskan waktunya dirumah.

Seperti yang ia katakan tadi, ia sedang mengistirahatkan tubuh nya dari pekerjaan-pekerjaan yang tak ada habisnya itu.

Terkadang aku merasa kasihan melihatnya selalu pulang tengah malam, bahkan bisa-bisa keesokan nya.

Aku pun segera kembali berganti pakaianku kembali, mengingat ia akan semakin lama menceramahi ku nanti jika saja aku memaksakan diri untuk pergi bekerja.

Lagi pula ini sudah sangat terlambat.

Aku berjalan menuju dapur untuk mencari makanan karna tiba-tiba saja cacing-cacing didalam perut ku minta di berikan asupan makanan.

Aku tak mungkin harus menunggu lama untuk menyuruh Kang Ahjumma memasak, jadi aku memutuskan untuk mengisi perut ku dengan roti tawar yang dioles dengan selai strawberry kesukaan ku.

 

Setelah mengisi perutku dengan roti, aku tak lagi memilik kesibukan.

Bahkan aku tak tahu harus melakukan apa sepanjang hari ini. Yang aku lakukan hanya berguling-guling diatas ranjang ku yang berukuran king size itu karna sudah sangat kebosanan.

Tiba-tiba saja aku kembali teringat dengan pembicaraanku dan kyuhyun di telpon tadi malam. Ia meminta ku untuk menemaninya di acara kampus nya itu –Sebenarnya bekas kampusku juga-. mungkin itu bisa membuatku kebosanan jika aku menghadiri acara tersebut.

Sudah jam berapa ini?

Aku melirik jam dinding dikamar ku lagi, 11.30.

Sebaiknya aku pergi menemui Jessica terlebih dulu, akhir-akhir ini aku jarang bertemu dengan nya.

***

“Oppa!” sapanya saat aku telah memasuki café tempat biasa kami bertemu. Aku tersenyum saat telah mendapatinya duduk menungguku ditempat biasa kami duduk.

Aku segera menghampiri nya.

“Apa sudah lama menunggu?” tanya ku sesaat aku menduduk kan diriku tepat dihadapan nya.

“Hmm belum terlalu lama juga” ujarnya sambil tersenyum hangat padaku.

“Aku sangat merindukan mu” ucapku tulus sambil menatap lekat tepat dimanik matanya.

“Aku juga oppa, kemana saja kau akhir-akhir ini?” ucapnya kemudian memberengut.

Aku terkekeh pelan saat melihat wajah lucunya itu.

“Mianhae, akhir-akhir ini oppa tak bisa menghubungi mu. Pekerjaan ku memang tak terlalu banyak. Tapi, ada hal lain yang membuatku tak bisa menghubungi mu. Lagipula kau juga sangat sibuk” ucapku.

Mendadak aku merasa kesal saat mengingat perjodohan konyol itu, apa aku harus mengatakan itu pada Jessica sekarang?

Ah! Sebaiknya tidak sekarang!

Aku tak ingin membuat nya sedih saat ini.

Aku kemudian melirik kearah jam tangan ku, waktu telah menunjuk kan pukul 12.15.

Masih ada 45 menit lagi acara itu dimulai. Lagipula jarak kampus lama ku dari café ini tidak terlalu jauh. Jika tidak ada hambatan mungkin 5 menit sudah sampai.

Aku masih punya beberapa menit untuk sekedar mengobrol dengan Jessica.

***

Seoul University

13.05

Author POV.

Donghae memarkirkan mobil miliknya pada parkiran yang biasanya menjadi tepat nya memarkir mobilnya dulu saat masih menjadi mahasiswa.

Ia segera keluar dari mobil nya mengingat ia terlambat 5 menit, mungkin acara nya baru saja dimulai.

Ia mengedarkan pandangan nya kesegala penjuru aula luas milik universitas ini.

Ia nampak sedang mencari-cari seseorang yang meminta nya untuk kemari semalam.

“Duarrr” kejut seseorang dari belakang Donghae, membuat pria itu nyaris melompat karna terkejut.

“Yak! Kau mengkagetkan ku!” sebal Donghae mendapati dirinya di kerjai pria tampan yang lebih mudah 2 tahun darinya itu.

Sementara pria usil itu hanya cengengesan sesaat setelah berhasil membuat Donghae terkejut dengan keusilan nya itu.

“Akhirnya kau kemari juga Hae!” ucap Pria bernama Cho Kyuhyun itu dengan senang.

“Aku tidak sudi kemari jika saja aku punya kegiatan lain dirumah” ucap Donghae.

“Mungkin ini jalan hidup mu Hae”

“Berhenti memanggilku dengan tidak sopan Bocah!” kesal Donghae.

“Omo! Aku ini bukan bocah, tapi seorang pria dewasa” ujar Kyuhyun tertawa geli dengan ucapan sahabatnya itu.

Bagaimana bisa Donghae mengatakan padanya Tidak Sopan, Padahal Donghae sendiri memanggilnya Bocah, bukankah ia juga tidak sopan?

“Sebenarnya ada acara apa disini?” tanya Donghae sesaat setelah ia melihat acara itu yang nampak nya sudah selesai padahal jam baru saja menunjuk kan pukul 13.30.

“Sebenarnya acaranya dimulai pukul 12.00 tadi, kemarin aku salah mendengar informasi. Tadinya kupikir kau tidak akan datang Hae, jadi aku mengurungkan niat mu untuk memberi tahu.” ucap Kyuhyun santai.

mendengar hal itu membuat Donghae naik pitam, ia bahkan sudah merelakan waktu mengobrolnya dengan Jessica singkat hanya untuk menghadiri acara bodoh sahabatnya itu.

dan ternyata acaranya sudah selesai?

Jika ia tahu hal ini akan terjadi, lebih baik ia memilih jalan-jalan bersama Jessica saja kan tadi?

“Tapi, karna kau sudah rela-rela datang kemari. Apa salah nya kalau kau mencicipi hidangan dulu?” tawar Kyuhyun melihat perubahan raut wajah Donghae sekarang.

***

Kini Donghae dan Kyuhyun duduk disalah satu tempat di antara banyaknya meja bundar di acara itu.

Donghae hanya sibuk memakan Puding Coklatnya yang baru saja diambilkan Kyuhyun sebagai tanda perminta maafan nya pada Donghae.

“Hei! Kyu!” sapa seorang gadis dari belakang Donghae, nampak Kyuhyun segera berdiri dari duduknya lalu mendekati gadis itu.

“Yak Han! Kenapa kau baru saja terlihat? Tadi mereka menyebutkan namamu untuk maju kedepan, tapi kau tidak ada!” ucap Kyuhyun pada sosok gadis yang dipanggilnya Han.

“Aku malas kemari, karna aku yakin tanpa diundang pun Appa ku atau istrinya itu akan hadir. Lebih baik aku latihan saja sendiri” ucap gadis itu tak peduli.

Kyuhyun hanya melongo mendengar penuturan dari gadis dihadapan nya ini.

Donghae yang sedari tadi duduk membelakangi kedua orang itu nampak mendengar pembicaraan mereka, kemudian memilih membalikkan tubuhnya menghadap Kyuhyun dan seseorang yang sedang berbicara dengan nya.

Ia memperhatikan pakaian gadis itu, kaos oblong kebesaran, jaket kulit berwarna hitam dengan beberapa bagian yang telah robek, dan celana training yang digunakan gadis itu.

Benar-benar serampangan!

Donghae nampak menyipitkan matanya merasa pernah melihat wajah gadis dihadapan nya itu.

Sama halnya dengan Donghae, gadis itu juga merasa mengenal Donghae.

Keduanya sama-sama membelalakan matanya saat mengingat orang yang ada dihadapan mereka satu sama lain.

“NEO?!!!”

To Be Continue

 

 

2 Comments (+add yours?)

  1. Lia9287
    Sep 23, 2015 @ 08:48:12

    Wah2 gimana ya kalo mereka berdua tau kalo mereka dijodohin?

    Reply

  2. 17carat13elf
    Feb 14, 2016 @ 21:23:12

    Nama cast yeojanya lebih baik pake nama Choi Han Neul

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: