Marriage is a Joke?! [2/?]

miaj

Marriage is a Joke??!

[Part. 2]

 

Author : Lvoeeastsea http://oursjfanfiction.wordpress.com

Cast :

-Han Cheon Neul

-Lee Donghae

Other Cast :

-Cho Kyuhyun

-Choi Siwon

-Lee Hyukjae

-Lee Sungmin

-Kim Kibum, dst.

Genre : Romance.

PG/15

A/N : Annyeong!! Aku author dari ff dengan judul yang sama ‘Marriage is a Joke’ tapi kali ini aku membawakan versi series dari ff itu. so makasih buat yang mau membaca J dan makasih juga buat admin dari page ini J

 

Disclaimer : Seluruh cast disini milik Tuhan, Orangtua mereka, dan mereka sendiri. Tapi, ff ini milik saya, dan murni dari hasil imajinasi saya!

***

Hah! ini terlihat konyol!

Aku bertemu dengan seseorang yang kuanggap sial dan menyebalkan!

Aku berharap tak kan bertemu dengan orang semenyebalkan itu.

Tapi takdir seakan menyeretku paksa untuk kembali bersatu dengan nya

Dalam sebuah ikatan pertunangan.

***

“NEO??!” pekik Donghae dan Cheon Neul nyaris bersamaan.

Keduanya nampak tak percaya akan bertemu kembali.

“Yak! Kau! Kau yang hampir memecahkan kaca mobilku tadi malam kan?” tuduh Donghae sambil mengacungkan jari telunjuk nya kearah gadis di hadapan nya ini dengan emosi.

“Yak! Aku kan sudah minta maaf, lagi pula aku sudah memberikan uang untuk memperbaiki mobilmu itu.” ucap Cheon Neul membela diri.

Kyuhyun yang tak tahu masalah apa di antara kedua orang itu nampak bingung sendiri. Ia pun segera melerai kedua nya karna ia merasa telah menarik perhatian banyak orang yang masih berada di aula itu.

“Yak! Hentikan” lerainya nyaris berteriak.

“Kyu, kau mengenalnya?” tanya Cheon Neul tanpa mengubah nada suara nya yang tajam.

“N—ne, ia temanku” ujar Kyuhyun.

“Yak! Kau berteman dengan gadis serampangan dan tak bertanggung jawab ini Kyu?” tanya Donghae sambil melirik sinis ke arah Cheon Neul.

“Yak! Siapa yang kau sebut gadis serampangan?” sinis Cheon Neul sambil mendelik tajam kearah Donghae.

 

“Jadi dia teman kampus mu?” tanya Donghae sesaat mereka telah pulang dari acara itu.

“Tidak bisa dibilang begitu juga sih, sebenarnya hubungan kami lebih dekat dari itu” ujar Kyuhyun.

Donghae menoleh kearah kyuhyun yang duduk di jok sebelah Donghae yang sedang menyetir mobilnya.

“Kau berpacaran dengan nya?!” pekik Donghae setelah mendengar ucapan Kyuhyun.

“Yak jangan sembarangan bicara!” protes Kyuhyun.

“Lalu? Kau sendiri yang bilang, kalau kau sangat dekat dengan si serampangan itu” ujar Donghae.

“Bukan berarti aku harus berpacaran dengan nya juga Hae! Memangnya hubungan dekat itu hanya pacaran saja!” ucap Kyuhyun lalu mendengus.

“Lagi pula jangan sembarangan menyebutnya serampangan!” lanjut Kyuhyun.

“Memang nya kenapa?”

Kyuhyun menghela nafas kesal. Rupanya sahabatnya ini hanya memperhatikan seseorang dari penampilan nya.

“Ia itu hampir menyelesaikan pendidikan nya untuk gelar master, tahun ini akan wisuda” Ujar Kyuhyun.

“Mwo? yang benar saja! gadis serampangan seperti nya bisa sampai disitu?” ucap Donghae tak percaya.

“Jangan melihat penampilan nya saja, ia bahkan lebih jenius dariku” ucap Kyuhyun.

“Kau tidak salah bicara? Kau bilang ia sangat jenius?”

“Kau pasti tak percaya, ia duduk di bangku Sma saja hanya setahun.” Ujar Kyuhyun.

“Mustahil” ucap Donghae masih tak percaya.

***

Cheon Neul POV.

Hari yang buruk! Aku merasa semua orang hari ini benar-benar menyebalkan.

Aku melangkah kan kaki ku pulang dari kampus sampai dirumah melewati jalan yang biasa ku lalui.

Tiba-tiba saja segerombol mobil sedan hitam mencegat langkah ku.

Beberapa pria berpakaian tuksedo keluar dari dalam mobil-mobil itu dan berjalan menghampiriku.

Oh sialan!

Aku sudah tahu siapa pelaku dari ini semua!

Pasti Appa yang melakukan ini.

Aku segera memasang kuda-kuda saat mereka semakin mendekati ku.

“Jangan macam-macam” ancam ku.

“Maaf Nona Han, ini perintah dari Tuan Choi” ujar seseorang dari salah satu pria bertuksedo hitam itu.

Namun sayang sekali, aku tak bisa di perintah.

Aku menendang salah satu pria yang mencoba menahan lenganku, lalu berganti menyikut pria perut pria yang satunya.

Aku tak mungkin terus-terusan mencoba melawan mereka, itu hanya akan membuatku segera tertangkap. Aku kemudian mencari kesempatan untuk kabur saat mereka lengah.

Aku segera menendang perut pria yang menyampaikan perintah Appa tadi hingga tersungkur lalu segera berlari dari kerumunan orang-orang suruhan Appa itu.

Mereka nampak mengejar ku, yang lain nya mencoba mengejarku dengan mobil. Aku terus berlari sekuat tenaga ku.

Aku harap ada tempat persemunyian yang bagus disekita sini.

Kulihat sebuah mobil terparkir tak jauh dari tempatku.

Kulirik kebelakang, nampak nya mereka masih mengejarku.

Aku pun segera berlari menuju mobil itu yang nampak nya tak terkunci itu. dasar bodoh! Bagaimana bisa si pemilik mobil lupa mengunci mobilnya sendiri? Aku segera membuka pintu mobil itu dan bersembunyi didalam nya.

Tak lama kemudian, seorang pria kurus masuk kedalam mobil yang menjadi tempat persembunyianku saat ini.

“Woaaa!! Siapa kau? Apa yang kau lakukan dimobil ku?” kaget pria itu saat menyadari kehadiranku.

“Eeeerr—annyeonghaseo bisa kah aku tetap disini sebentar?” tanya Cheon Neul sedikit berbisik.

“J—jangan-jangan kau penjahat lagi?” tuduh pria itu.

“Y—ya! jangan bicara yang macam-macam! Aku bukan penjahat!” ucap Cheon Neul membela diri.

Author POV.

Ia mengintip sedikit pada jendela mobil itu dan mendapati orang-orang suruhan Appanya itu sudah pergi.

Ia menghela nafas lega karna dengan begitu ia sudah selamat.

“Hah syukur lah” gumamnya tenang.

Ia kemudian kembali menoleh pada si pemilik mobil itu yang masih menatapnya tajam.

“Errrr—kurasa aku sudah aman, aku sudah bisa keluar sekarang. terima kasih!” ujarnya lalu segera melenggang keluar dari mobil pria itu.

Sementara pria itu hanya mengerutkan keningnya bingung. “Dasar aneh!” gumamnya lalu segera melajukan mobil nya itu.

***

Cheon Neul POV.

Aku melangkah kan kaki ku menyusuri lorong sempit dimana tempat penduduk miskin di pinggiran Seoul tinggal.

Tempat ini bahkan tidak layak untuk disebut sebagai tempat tinggal. Terkadang aku berfikir bagaimana bisa tak ada orang yang peduli dengan mereka?

Saat aku tiba diseoul untuk pertama kali nya sejak aku memutuskan untuk meninggalkan kota London, aku tak sengaja melewati tempat kumuh ini.

Awalnya juga aku merasa sedikit jijik dengan keadaan lingkungan ini. Namun seiring dengan berjalan nya waktu, aku mulai paham dengan kondisi perekonomian mereka.

5 tahun yang lalu, aku mengajak Kyuhyun untuk mengunjungi tempat ini dan mendirikan lembaga sosial untuk anak-anak yang tak bersekolah. Awalnya ini terlihat begitu sulit, bahkan Kyuhyun menganggapku gila atas pemikiran ku ini.

Oh ya! sebenarnya, aku dan Kyuhyun memiliki hubungan Keluarga dengan ku dari pihak Eomma, maksudku—ia adalah sepupuku.

Tak ada yang tahu hubunganku dengan Kyuhyun selain Taemin hoobaeku. Selebihnya, orang lain beranggapan bahwa aku dan Kyuhyun hanya bersahabat.

“Angela Noona!” sapa seorang gadis kecil berusia 7 tahun bernama Jaemin, ia dibuang oleh orang tuanya saat ia masih bayi. Aku dan Kyuhyun memutuskan untuk mengadopsinya sebagai anak asuh ku.

Beberapa anak-anak lain nya mulai datan menghampiri ku.

“Annyeong!! Noona datang!” seruku sambil tersenyum manis pada mereka.

Betapa malang nya mereka, hampir semua anak-anak disini adalah yatim piatu.

“Noona, Kyuhyun Hyung tidak datang dengan Noona?” tanya seorang pria kecil bernama Dongshin. “Sepertinya ia sedang sibuk” jawabku.

Aku memutuskan untuk tidak pulang rumah hari ini, dan lebih memilih bermain-main dengan anak-anak ini.

***

Menjelang malam, aku segera pamit pada anak-anak asuhan ku itu. seperti yang kupikirkan tadi, bahwa aku tidak akan pulang ke rumah hari ini.

Aku memutuskan untuk tidur di apartemen yang ku beli secara diam-diam menggunakan nama sepupuku.

 

Begitu aku telah sampai di apartemen ku, aku langsung merebahkan tubuh ku diranjang empuk ku.

Aku tak peduli lagi untuk sekedar mencuci muka dan berganti baju. Yang aku butuh kan adalah mengistirahatkan mata dan tubuh ku yang cukup lelah hari ini.

Drrrtt..drrrtt

-Kyu Babo-

Belum sampai semenit aku berbaring diranjang, aku harus kembali terganggu dengan nada dering ponselku.

Aku melihat sekilas pada layar ponselku, rupanya sepupu bodoh ku itu yang menelpon ku.

Aku segera mengangkat panggilan nya.

“Yak! Kenapa lama sekali mengangkatnya!” omelnya sebelum aku sempat mengeluarkan sepatah kata.

“Kau tak punya tata krama huh? Ada apa menelpon ku!” ketusku.

“Gawat Cheon Neul-ya!! kau ada di apartemen kan? Sebaiknya segera lah kabur dari sana! Orang-orang suruhan Appa mu telah menuju kesana!” ujar Kyuhyun.

Aku nampak menggernyit bingung, apa maksudnya?

“Bisa kau kau menjelaskan apa maksudmu lebih mendetail?” ujarku.

Kudengar ia nampak menghela nafas nya sebelum kembali berbicara.

“Appa mu, ia sudah tahu soal apartemen itu” ujarnya.

“Mwo?”

“Dan ia telah menyuruh Orang-orang suruhan nya itu untuk menyeretmu kembali kerumah” ujarnya.

Oh tidak! Apa yang harus kulakukan??

Aku segera kabur secepatnya agar tidak tertangkap oleh orang-orang suruhan pria itu! Aku yakin, ada yang sedang direncanakan nya saat ini.

Aku telah turun dari apartemenku dan berjalan mengendap-endap keluar dari gedung itu.

Namun sayang sekali!

Sepertinya Dewi fortuna sedang tidak berpihak padaku.

Dengan mudah nya mereka menemukan ku di tempat parkiran.

Mereka seger menahan ku yang sedang memberontak ingin dilepaskan.

“Yak! Lepaskan aku!” berontak ku.

Namun sayang nya mereka tidak mengindahkan pemberontakan ku, dan memberi ku obat bius untuk ku. Aku berusaha menolak, namun sayang jumlah mereka yang terlalu banyak untuk menahan ku membuatku tak sengaja menghirup obat itu.

Sial! Saat ini tubuh ku lemas, kesadaran ku mulai mengambang, dan pandangan ku mulai berkunang. Oh tidak aku akan segera hancur!

***

Author POV.

Gadis itu mengerjapkan matanya saat kesadaran nya telah kembali. Ia bahkan nyaris berteriak saat melihat keadaan nya sekarang.

Ia terbaring di ranjang miliknya dengan tangan dan kaki terborgol.

Betapa mengerikan nya nasibnya saat ini. Ia bahkan tak dapat bergerak dengan bebas.

“Yak! Apa yang kalian lakukan dengan tangan dan kaki ku!” teriaknya.

“Nona, jangan banyak bergerak-gerak. Anda baru saja dirias” ucap seorang wanita yang ditugaskan untuk menjaga gadis itu dikamar.

Ia menjerit kesal saat menyadari pakaian nya telah berubah, juga wajahnya yang telah dirias seperti badut menurutnya.

Tak lama kemudian seorang pria parubaya masuk kedalam kamar putrinya itu. Pria itu nampak tenang melihat putrinya telah kembali kerumah.

“Apa yang kau lakukan padaku huh?” pekik gadis itu kasar.

“Appa tak akan bertindak sejauh ini jika saja kau menuruti permintaan Appa, tapi kau terus menolak. Appa tak punya pilihan lain selain melakukan tindakan seperti ini pada mu Cheon Neul-ya” ucap pria itu.

Gadis itu –Cheon Neul-, nampak memalingkan wajah nya kearah lain, seakan tak sudi hanya untuk sekedar menatap wajah Ayahnya itu.

“Heh? Apa aku telah tuli? Sejak kapan kau selalu memperhatikan ku? Memangnya kapan kau berlaku lembut padaku?” ucap Cheon Neul sinis.

“Terserah apa kata mu nak, acara akan segera di mulai. Kau tau kan, apa yang akan terjadi jika saja kau bertingkah buruk di pesta nanti?” ucap pria itu sedikit mengubah nada bicaranya menjadi terdengar mengancam.

Oh! Cheon Neul tentu saja tahu ancaman apa yang dimaksud kan Ayahnya itu.

 

“Nona, acara akan segera di mulai, Nona di minta untuk segera bersiap-siap.” Ujar Sekretaris Jang pada Cheon Neul yang masih terborgol di tempat tidur nya.

“Oh, jadi aku akan keluar dengan model seperti ini? mengerikan” sinis nya sambil menatapi kedua tangan dan kaki nya yang masih terborgol.

Tak ama kemudian beberapa pria bertuksedo hitam itu menghampiri nya untuk membuka borgol di tangan dan kaki Cheon Neul.

“Aku terlihat seperti binatang yang baru saja di lepas dari kandangnya untuk melakukan showpet” ujar nya masih dengan nada sinis seperti biasanya.

“Kita akan segera berangkat Nona” ujar Sekretaris Jang.

***

Donghae POV.

Aku segera kembali kerumah setelah mengantar ‘Si Setan’ itu kembali kerumah nya. Aku melirik sebentar kearah jam tangan ku, 16.35.

Ternyata sudah sore.

“Donghae—ya” panggil Eomma ku yang entah muncul dari mana.

“Ada apa?” tanya ku dengan raut wajah terkejut akibat kehadiran Eomma yang tiba-tiba.

Oh! Dia sudah seperti hantu saja!

“Eomma lupa bilang pada mu. Semalam, saat kita mengadakan makan malam dengan Keluarga Choi, mereka mengundang kita untuk menghadiri pesta ulangtahun perusahaan mereka malam ini.”

Oh! Ada kah pembicaraan lain selain keluarga itu?

Dan ngomong-ngomong soal acara, apa keluarga itu memang suka sekali mengadakan acara? mereka terlalu sering mengadakan acara.

“Aku tidak akan datang, lagi pula sejak kapan Eomma begitu menyukai acara-acara seperti itu?” ujar ku malas.

Kulihat ekspresi aneh Eomma saat mendengar ucapan ku.

“Ya! wae? kita akan bertemu anak Tuan Choi malam ini”

Jadi karna anak Tuan Choi itu, pantas saja Eomma begitu tertarik dengan acara seperti ini.

“Tidak, lain kali saja” ujarku.

***

Jam telah menunjuk kan pukul 19.00, aku mengintip sebentar dari jendela kamarku. Ku lihat mobil yang ditumpangi Eomma dan Harabeoji telah pergi.

Yah, sebenar nya mereka sejak tadi terus memaksa ku untuk ikut. Tapi aku terus menolak hingga akhirnya mereka menyerah dengan sendpergi.

Yah, sebenar nya mereka sejak tadi terus memaksa ku untuk ikut. Tapi aku terus menolak hingga akhirnya mereka menyerah dengan sendirinya.

Lebih baik aku pergi kerumah Jessica saja sekarang, lagi pula mereka pasti akan pulang agak larut.

Sebelum nya aku telah mengirim sebuah pesan untuk Sicca bahwa aku akan mengunjungi rumah nya sekarang.

***

Author POV.

Cheon Neul nampak risih saat Appa nya itu mengenalkan putrinya itu pada kolega-kolega bisnis Appanya.

Ia hanya tersenyum sebaik mungkin pada orang-orang yang ditemuinya itu, mengingat ancaman menyebalkan dari Appa nya itu.

“Oh Tuan Lee!” sambut Appa nya beserta Miranda—istri nya itu, pada sepasang Suami-Istri –mungkin- yang baru saja datang.

Mereka berjabat tangan sebentar sebelum akhirnya pandangan mereka tertuju pada ku.

“Oh! Tuan Choi, inikah putri mu itu?” ujar Pria tua itu yang ia yakini adalah Tuan Lee.

Cheon Neul membungkuk singkat, berusaha sesopan mungkin sambil menunjukkan senyum paksa nya itu.

Cheon Neul POV.

“Oh! Tuan Choi, inikah putri mu itu?” ujar Pria tua itu yang ku yakini adalah Tuan Lee itu.

Aku membungkuk kan badan ku singkat seraya menunjukkan senyum ku yang sangat terpaksa itu, setidaknya aku harus terlihat sedikit sopan.

Pasangan suami istri ini nampak menatapku kagum. Hah! aku terlihat seperti barang antik yang sangat mengagumkan!

“Aigoo, Abeonim! Jika saja anak itu juga ikut saat ini, pasti ia akan sangat terpesona” ucap wanita di sebelah nya itu.

Eh? Abeonim?

Ku pikir mereka sepasang suami istri!

Dan juga, apa maksud dari kata ‘Anak itu’?

Oh aku mengerti sekarang! jadi ini adalah keluarga Lee yang akan menjodohkan ku dengan anak mereka itu?

“Tuan Muda Lee tidak ikut? Ah, sayang sekali” ujar Miranda seolah-olah sangat dekat dengan mereka.

Cih! Dia pikir dia siapa?

 

Aku mendengus sebal saat aku harus duduk di antara kedua keluarga ini.

Siapa lagi kalau bukan Keluarga Lee dan Keluarga ku.

Keluarga ku?

Oh tidak! Aku ralat,! Maksudku keluarga orang yang selama ini ku sebut Appa!

Aku tidak akan sudi menyebut mereka keluarga ku!

Aku sedikit bosan saat mendengar pembicaraan bisnis-bisnis mereka yang menyebalkan.

Dan lebih membosankan lagi, saat aku harus menyikapi pembicaraan-pembicaraan mereka.

Ini terlalu memuak kan!.

“Oh ya Tuan Choi, kudengar tahun ini putri anda akan segera menyelesaikan gelar masternya? Wah hebat sekali” ujar Tuan Lee mengalihkan pembicaraan mereka dari bisnis-bisnis membosankan itu.

“Ne Tuan Lee, terima kasih atas pujian nya” ucap Appa sembari tersenyum ramah.

Cih! Aku yang bersekolah kenapa ia yang mendapat pujian?

***

Angin malam yang dingin berhembus pelan, membuat ku ikut merasa kedinginan karna pakaian ku yang terbilang cukup tipis saat ini.

Aku memilih keluar dari ruangan itu dan menyejukan pikiran ku di halaman hotel tak jauh dari aula tadi.

Tak jauh dari tempat ku berdiri saat ini, kulihat sesosok mirip Siwon oppa duduk di bangku taman. Aku melangkahkan kaki ku mendekati pria itu yang rupanya tak menyadari keberadaan ku.

Semakin mendekat, aku merasa yakin bahwa pria itu adalah Siwon Oppa, aku pun memutuskan untuk memanggil nama nya saja.

“Siwon oppa?”

Kulihat ia menoleh ke belakang, lebih tepat nya kearah ku.

“O! Cheon-aa? kupikir siapa” ucapnya sembari tersenyum tipis yang kuyakini hanya tipuan nya saja karna kulihat raut wajah lelah nya seolah-olah ada beban pikiran yang ditanggungnya.

“Kau kenapa oppa? Apa ada masalah? sejak tadi juga oppa tak kelihatan” ujar ku.

Kulihat ia menghela nafas berat namun mencoba untuk tetap tersenyum padaku.

“Oppa tidak apa-apa, lagi pula tidak ada masalah. Akhir-akhir ini oppa begitu sibuk, jadi oppa datang terlambat” ujar Siwon Oppa.

Aku hanya mengangguk-angguk paham walaupun sebenarnya aku tahu ada yang disembunyikan nya selama ini, tapi aku yakin suatu saat nanti oppa akan mengatakan nya padaku.

“Oppa! Kau tahu? si pria tua itu kembali menyiksa ku lagi” lapor ku atas perbuatan Appa tadi.

“Jangan begitu—walaupun ia begitu menyebalkan dimata kita, ia itu tetap Appa kita” ucap Siwon oppa kalem.

Aku mendengus sebal setiap ia mulai berkoar-koar lagi. Terkadang aku tak habis pikir dengan sifat oppa yang tenang dan sabar.

Appa kami berselingkuh dengan Wanita jelek bernama Miranda itu –yang sekarang sudah menjadi istri sah Appa-, disaat kami masih kecil, Appa dan Eomma sudah bercerai.

Sejak saat itu aku tak lagi bertemu dengan Eomma, entah dimana ia berada sekarang. Aku sudah mencoba mencarinya, namun hasilnya nihil.

Karna perceraian itu juga, Aku memaksa oppa ku untuk mengganti margaku menjadi Han, marga dari Eomma ku, sebelum aku diseret kembali ke korea.

Awalnya oppa juga berniat untuk mengganti marga nya, namun si pria tua itu menolak permintaan nya.

Walaupun begitu, ia tetap tenang dan sabar. Tak seperti aku yang pasti akan langsung meledak-ledak jika pria itu kembali memaksa ku untuk melakukan kehendaknya.

“Cheon-aa” panggil oppa padaku yang masih setia duduk disampingnya.

“Hm?”

Aku menatap nya bingung, kulihat ada sedikit raut wajah sedih yang terlukis diwajahnya.

“Maafkan oppa karna tak dapat membantumu banyak” ucapnya lirih sangat lirih, bahkan nyaris tak terdengar.

Aku langsung menggelengkan kepala ku, menolak permintaan maafnya itu.

“Wae? oppa tak melakukan kesalahan. Kenapa harus minta maaf? Asalkan oppa berada disisiku saja itu sudah membuatku tenang” ucapku tulus.

Yah, jika orang-orang diluar sana melihat ku sebagai sesosok gadis pemberontak yang menyebalkan juga keras kepala, maka jika aku berhadapan dengan oppa ku yang satu ini, aku dapat luluh dan sangat lembut.

“Soal petunangan itu—“

Kenapa ia membicarakan masalah itu disaat seperti ini? apa itu sangat membebaninya?

“Wae?”

Kulihat oppa menatap ku sendu, apa yang sebenarnya dipikirkan nya?

“Oppa tak bisa melakukan apa-apa untuk membuat nya menghentikan Acara perjodohan itu” ucapnya lirih.

Aku membelalakan mataku sedikit syok dan sedikit sebal. Tapi bukan berarti aku akan melampiaskan rasa kesal ku dengan meledak-ledak pada oppa, aku lebih memendam nya untuk saat ini.

“T—tapi oppa, aku tak mau di kekang seperti ini!” ucapku.

“Maafkan aku Cheon-aa” ucapnya lirih.

Aku menatap oppa sedikit kesal, yah setidaknya aku tak meledak-ledak.

“Oppa sudah berjanji padaku!” tuntutku.

Kulihat ia memandangku dengan tatapan gusarnya. Maaf oppa, untuk kali ini aku tak bisa menerima begitu saja ucapan mu.

“Oppa tidak bisa menghentikan nya, ini juga untuk kebaikan mu” ujarnya.

“Kebaikan ku? Oppa, ini hanya membuatku semakin terjerumus pada permainan nya! Oppa pikir semua masalah segera selesai jika aku bertunangan dengan Anak Keluarga Lee itu? mereka pasti akan segera melanjutkan perjodohan konyol itu pada sebuah pernikahan!” ucapku sedikit membentak.

Aku segera beranjak dari duduk ku dengan mata ku yang sedikit memerah karna menahan tangis.

“Jika oppa memang tak bisa menghentikan ini semua, maka aku sendiri yang akan menghentikan nya dengan caraku!” ucapku lalu berlari pergi meninggalkan nya.

Apa aku egois?

Yah, terserah apa kata orang jika aku memang egois.

Tapi aku tak mengizinkan orang lain mengatur-atur hidup ku.

***

Author POV.

Sudah seminggu sejak Acara itu Cheon Neul menjadi pendiam dan acuh pada oppanya.

Ia juga jarang pulang rumah dan memilih menginap dirumah Kyuhyun—sepupuya.

“Kyu!” panggil Cheon Neul sesaat setelah jam kuliah Kyuhyun selesai dan ia tengah menunggu pria bertubuh tinggi itu di tempat Kyuhyun memarkirkan mobilnya.

Kyuhyun nampak mendengus kesal melihat sepupu nya itu telah menunggu nya.

Namun tak dapat berbuat apa-apa selain menghampiri sepupunya itu jika tak ingin gadis itu mengamuk padanya.

“Kau mau pulang kerumahku lagi?” tanya nya malas.

“Tentu! Kau satu-satunya sepupuku yang sangat mengerti diriku” ucap Cheon Neul dengan nada riang. Kyuhyun hanya memutar bola matanya malas mendengar jawaban yang sama setiap harinya.

Ia memutuskan segera masuk ke mobilnya diikuti Cheon Neul, dan segera meljukan mobilnya.

 

Dalam perjalanan kerumah Kyuhyun, sesekali pria itu melirik kearah gadis disamping nya yang lebih memilih diam sambil menatap jalan raya dihadapan nya itu.

Kyuhyun nampak kurang fokus dengan menyetirnya dan tengah terlarut dalam pikiran nya sendiri.

“Cheon-aa” panggilnya dan hanya di jawab dengan gumaman oleh Cheon Neul tanpa menoleh kearahnya.

“Kapan kau akan kembali berdamai dengan oppa mu itu?” tanya Kyuhyun.

“Adakah topik lain yang lebih menarik dari pada membahas soal itu?” ucap Cheon Neul dingin.

Kyuhyun nampak sedikit takut dengan nada bicara gadis itu.

“Yah—setidaknya kau harus membicarakan ini dengan baik-baik dan tanya kan apa alasan nya” ucap Kyuhyun.

“Alasan nya untuk kebaikan ku. Cih! Apa menjodohkan ku dengan pria yang tak kukenal adalah sebuah kebaikan?” sinis Cheon Neul.

“Ia pasti punya alasan. Ia pasti sudah memikirkan nya dengan baik” ucap Kyuhyun.

“Terserah apa kata mu! Kalian semua sama saja!” sebal Cheon Neul.

Keduanya lebih memilih diam sampai mereka tiba di rumah Kyuhyun.

Keduanya nampak heran saat melihat banyak sekali mobil-mobil terparkir dan beberapa prai bertuksedo hitam didepan rumah Kyuhyun.

“Apa Choi Ahjussi ada disini?” ucap Kyuhyun mencoba menerka-nerka.

Cheon Neul membulatkan matanya dan membenarkan ucapan Kyuhyun tadi.

“Oh tidak! Kurasa kau benar! Ia pasti ada disini! Cepat putar balik mobilnya” panik Cheon Neul.

Baru saja ia menyuruh Kyuhyun memutar balik mobilnya mencoba kabur dari tempat itu, namun rupanya mereka suda terlambat karna mereka telah mencegat nya kabur lagi.

“Oh sial!” umpat Cheon Neul.

***

“Aku sudah memberikan waktu seminggu untuk mu merenungkan baik-baik tentang perjodohan ini. kurasa sudah saat nya kau kembali” ucap Tuan Choi—Appa Cheon Neul.

Saat ini gadis itu tengah duduk berhadapan dengan Appanya itu di halaman belakang kediaman Keluarga Cho.

“Cih! Sampai kapan pun aku akan menolak perjodohan konyol itu!” ucap Cheon Neul sengit.

Kyuhyun yang nampak menguping pembicaraan Ayah dan Anak itu dengan seksama sembari bersembunyi di balik pintu yang menghubungkan Halaman itu dengan rumahnya.

“Oh ya? hahahaha kau itu sangat lucu anak ku” ucap Tuan Choi sambil menertawai ucapan anak nya itu.

“Bagaimana jika aku menawarkan sesuatu padamu hm?” lanjut pria berusia hampir menginjak setengah abad itu.

“Kau pikir ini lelucon?” sinis Cheon Neul.

“Padahal tawaran ini cukup menarik untuk mu. Soal Eomma mu mungkin?” ucap Tuan Choi santai.

Cheon Neul lantas dengan cepat menoleh kearah pria yang disebut nya Appa itu.

“Eomma? Dimana ia sekarang?” tanya gadis itu cepat.

“Aku tak bisa mengatakan hal itu pada mu sebelum—“

“Baiklah! Aku akan menerima perjodohan itu. asalkan kau memberi tahu ku dimana Eomma berada sekarang!” ucap Cheon Neul.

“Aku akan memberi tahu nya jika saja kau sudah menikah dengan pria pilihan ku itu” ucap Tuan Choi angkuh lalu beranjak berdiri dari duduknya.

“Mworago? Menikah?” pekik Cheon Neul tidak terima.

“Terserah apa kata mu. Aku tak kan memaksa mu lagi mulai sekarang” ucap Tuan Choi lalu segera melangkah pergi meninggalkan putri nya itu.

 

Cho Ahjumma—Eomma Kyuhyun, segera menghampiri keponakan nya itu setelah mantan suami kakaknya itu pamit pulang.

“Omo! Kau baik-baik saja? Apa yang ia katakan pada mu? Apa ia memaksa mu lagi?” ucap Cho Ahjumma dengan nada khawatir.

Gadis itu tersenyum tipis dan menggelengkan kepalanya.

“Ani imo, aku tak apa-apa” ucapnya berbohong.

Wanita parubaya itu lantas memukul pelan bahu keponakan nya itu gemas dengan sikap pura-pura Cheon Neul.

“Jangan bohong padaku! Jelas-jelas aku mendengar pembicaraan kalian tadi! Ia mengatakan soal Eomma mu kan? Orang itu benar-benar—“

“Sudahlah imo, aku tak apa-apa” ucap Cheon Neul.

***

Keesokan Harinya

“Kau yakin dengan pilihan mu?” tanya Kyuhyun sambil menatap sepupunya itu yang masih duduk di dalam mobil milik Kyuhyun yang sudah terparkir dihalaman rumah Cheon Neul.

Gadis itu mengangguk mantap tanpa memandang sepupunya itu, “Ne, kurasa ini satu-satunya pilihan untuk ku” ucap gadis itu.

Kyuhyun menghela nafas berat namun mengangguk paham.

“Baiklah, kuharap ini pilihan terbaik untuk mu” ucapnya.

Gadis itu segera keluar dari mobil Kyuhyun dan tak lupa berterima kasih atas tumpangan rumah untuk nya selama seminggu ini.

Ia segera melangkah kan kaki nya masuk kedalam rumah mewah itu. sambil berdoa dalam hati semoga ini pilihan yang tepat untuknya.

 

“Oh! kau sudah datang putriku?” sambut pria parubaya yang tak lain adalah Tuan Choi—Cheon Neul Appa.

“Tumben sekali Appa berada dirumah di jam-jam seperti ini” ucap gadis itu dingin.

“Apa salah? Aku sengaja tak bekerja untuk mengistirahatkan tubuh ku yang sudah mulai menua ini, lalu bagaimana dengan mu? Tumben sekali kau kembali kerumah dijam-jam begini?” ujar Tuan Choi santai.

“Aku hanya ingin memberikan keputusan ku soal tawaran mu kemarin” ujar gadis itu to the point.

“Benarkah? Baiklah! Kuharap itu keputusan yang tepat” ucap pria itu dengan seringaian nya seolah-olah meremehkan anaknya itu sendiri.

“Aku akan menerima perjodohan itu, dengan syarat!” ucap gadis itu lagi.

“Aku ingin bertemu Eomma” lanjutnya.

***

One week later

At The Family Residence ‘Lee’ Homepage.

Halaman rumah keluarga Lee yang nampak luas itu telah berubah menjadi sebuah tempat dilangsungkan nya sebuah acara pertunangan yang nampak meriah.

Beberapa tamu undangan telah hadir ditempat itu diantaranya para kolega-kolega bisnis dari Keluarga Lee maupun Choi, dan beberapa kerabat lain nya.

Tak lama kemudian sebuah mobil mercedes hitam telah sampai di depan tempat berlangsung nya acara itu.

Nampak sesosok gadis dengan balutan dress berwarna hitam selutut yang terkesan elegan dengan rambut yang sengaja diurainya itu tampak keluar dari dalam mobil tersebut.

Tak jarang ia menghembuskan nafas beratnya, berusaha meyakinkan dirinya sendiri bahwa ini satu-satunya jalan terbaik.

Gadis itu yang tak lain adalah Cheon Neul yang nampak sedikit risih dengan pakaian nya yang cukup terbuka, sesekali ia berceloteh kecil soal pakaian dan sepatu yang tengah dikenakan nya.

“Oh Come on baby—You look so beautiful tonight. Jangan banyak memprotes jika kau tak ingin mendapat masalah lagi. cepat lah berjalan, kita sudah terlambat. Acaranya pasti sudah dimulai” ucap seorang wanita lain nya yang juga ikut turun dari mobil itu yang tak lain adalah ibu tiri Cheon Neul—Miranda.

“Oh setidaknya jangan paksa aku untuk mengenakan pakaian menyebalkan ini! dan juga heels ini! kau ingin membuat ku kelihatan bodoh dengan pakaian ini? oh tidak—kaki ku serasa mau patah dengan heels ini” keluhnya sambil terus berjalan masuk ketempat acara.

Gadis itu nampak tak peduli dengan ramah-tamah yang dibawakan si pembawa acara dan terus mengeluh soal pakaian dan sepatu yang dipakainya saat ini sambil terus berjalan diiringi ibu tiri nya yang berdecak sebal dengan keluhan-keluhan gadis itu.

Nampak para hadirin yang ada saat itu menatap Cheon Neul yang tengah berjalan mendekati Appanya, kedua orang lain nya yang tak lain adalah Tuan Lee dan seorang wanita parubaya yang pernah ia kira adalah istri Tuan Lee, namun pada nyatanya wanita itu adalah menantu Tuan Lee, dan sesosok pria yang tak terlalu jelas di penglihatan nya karna sejak tadi pria itu hanya menatap lantai.

“Jangan terus bersungut-sungut! Tunjuk kan sedikit senyum mu itu dihadapan para tamu.” Bisik Miranda pada gadis itu.

“Oh Mirandaa—gaun ini sangat menyebalkan, aku juga tak tahan lagi dengan heels ini yang menyiksaku!” celoteh gadis itu hingga ia telah berdiri disamping Appanya.

Donghae POV.

Aku sedikit sebal, karna acara pertunangan in yang dilangsungkan secara tiba-tiba.

Harabeoji mengatakan ini padaku semalam dan membuatku nyaris gila karna keputusan Harabeoji yang selalu mendadak.

Waktu bahkan seakan cepat berputar hingga pada akhirnya acara itu diselenggarakan.

Dan sekarang? lihatlah! Acara ini sudah dimulai!

Dari kejauhan kudengar seorang gadis terus mengeluh soal pakaian dan sepatunya yang tengah dipakainya saat ini.

“Jangan terus bersungut-sungut! Tunjuk kan sedikit senyum mu itu dihadapan para tamu.” Ucap Nyonya Choi setengah berbisik yang berjalan disamping gadis yang ku yakini akan menjadi tunangan ku malam ini.

“Oh Mirandaa—gaun ini sangat menyebalkan, aku juga tak tahan lagi dengan heels ini yang menyiksaku!” celoteh gadis itu pada Nyonya disampingnya itu hingga berdiri disamping Appanya yang tak lain adalah Tuan Choi.

Kudengar Harabeoji dan Eomma hanya terkekeh pelan saat mendengar celotehan gadis itu. sementara aku hanya terus memandangi lantai yang tengah ku pijak saat ini.

Gadis itu sangat berisik! Ia terus mendengus dan mengeluh soal ini dan itu.

“Baiklah, kini saat nya acara pertukaran cincin dari Tuan Lee dan Nona Han” ucap si pembawa acara.

Tunggu!

Ia menyebut gadis itu nona Han?

Tapi bukan kah gadis itu adalah anak dari Tuan Choi? Bagaimana bisa—

“Donghae-ya, ayo maju kedepan sana!” bisik Eomma yang berdiri disampingku.

Aku menghela nafas sebentar, sedikit ragu.

Donghae kau pasti bisa!

Dengan ragu aku melangkah menghampiri gadis itu yang sudah lebih dulu maju didepan.

Sepertinya ia ingin segera mengakhiri acara ini, yah kurasa ia juga tak suka dengan acara pertunangan konyol ini.

Sesaat setelah aku berdiri disamping nya, ia nampak menoleh kearah ku.

Dan sedetik kemudian aku maupun ia nampak sama-sama terkejut.

“N—Neo?!”

 

To Be Continued

 

 

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: