Marriage is a Joke?! [3/?]

miaj

Marriage is a Joke??!

[Part. 3]

 

Author : Lvoeeastsea http://oursjfanfiction.wordpress.com

Cast :

-Han Cheon Neul

-Lee Donghae

Other Cast :

-Cho Kyuhyun

-Choi Siwon

-Lee Hyukjae

-Lee Sungmin

-Kim Kibum, dst.

Genre : Romance.

PG/15

A/N : Annyeong!! Aku author dari ff dengan judul yang sama ‘Marriage is a Joke’ tapi kali ini aku membawakan versi series dari ff itu. so makasih buat yang mau membaca J dan makasih juga buat admin dari page ini J

 

Disclaimer : Seluruh cast disini milik Tuhan, Orangtua mereka, dan mereka sendiri. Tapi, ff ini milik saya, dan murni dari hasil imajinasi saya!

***

Kenapa dunia ini begitu sempit?

Kenapa ia selalu berhubungan dengan orang-orang yang ku kenal?

Oh tidak! Ini kah yang disebut takdir?

 

Author POV.

            “N—neo??!” kaget kedua nya nyaris memekik.

Gadis itu bahkan tak peduli lagi dengan para tamu yang tengah menyaksikan ekspersi nya saat ini.

“K—kau? Bagaimana bisa kau disini?” kaget Donghae lalu mengecilkan volume bicara nya sedikit berbisik saat menyadari kebingungan para tamu yang tengah menatap mereka berdua.

***

Keduanya memutuskan bungkam sesaat begitu Appa Cheon Neul juga Harabeoji Donghae mendelik tajam kearah Cheon Neul dan Donghae.

Acara pun kembali dilanjutkan dengan prosesi pemasangan cincin.

Donghae meraih sebuah cincin yang dibawakan istri Tuan Choi itu—Miranda.

Ia nampak memerhatikan sebentar cincin yang di ambilnya, ia menimbang-nimbang sebentar antara menyematkan cincin itu kejari manis gadis dihadapan nya lalu kembali melanjutkan perjodohan ini, atau menolaknya lalu segera pergi dari acara itu dengan konsekuensi yang sudah pasti akan didapatnya.

“Bisakah jangan terlalu lama berpikir? Kaki ku sudah keram dan pegal-pegal!” keluh gadis itu—Cheon Neul setengah berbisik.

Donghae mendengus sebal melihat gadis itu terus mengeluh.

Ia menghela nafasnya lalu meraih tangan kanan gadis itu dan memakaikan cincin yang sedang dipegang nya itu pada jari manis gadis itu.

“Jadi kau menerima nya?” dengus gadis itu yang sejak tadi berharap bahwa pria itu akan menolak acara ini lalu meninggalkan nya secepat mungkin agar ia tak perlu berlama-lama ditempat ini.

Cheon Neul segera mengambil cincin yang satunya lagi lalu meraih tangan kanan Donghae dan tanpa membuang-buang waktu, ia segera memasangkan nya di jari manis Donghae [Dengan maksud agar acara itu segera selesai, dan ia bisa segera pulang].

Nampak para tamu yang hadir malam itu memberikan tepuk tangan yang meriah.

Dan kedua nya hanya bisa memasang senyum tipis menyikapi tepuk tangan meriah itu.

***

Acara itu telah selesai. Kini, Keluarga Choi maupun Keluarga Lee tengah berbincang-bincang sedikit sebelum keluarga Choi memutuskan untuk pulang.

“Ah, akhirnya acaranya berjalan dengan baik.” Ucap Tuan Choi.

Sementara itu, Cheon Neul terus bergumam sebal soal pakaian dan sepatu nya itu.

“Bisakah kau diam Cheon Neul-ssi? Kau ribut sekali” sebal Donghae yang sudah bosan mendengar keluhan-keluhan gadis itu.

“Ne, Tuan Choi. Ini juga pertemuan pertama Putri anda dengan cucuku Donghae, mereka harus saling mengakrabkan diri agar tidak lagi canggung” ucap Tuan Lee ramah.

“Ne, anda benar Tuan. Donghae-aa, sering-sering lah berkunjung ke rumah kami” balas Miranda dan di sambut cibiran dari bibir Cheon Neul, sementara Donghae hanya tersenyum enggan saat menyikapi ucapan Miranda.

“Kalau begitu, kami pamit pulang dulu Tuan Lee, Nyonya Lee.” Ucap Tuan Choi lalu membungkuk pelan diikuti istrinya itu, lalu mereka mulai melangkah pergi diikuti Cheon Neul dibelakang.

“Oh Tuan Choi! Bagaimana kalau Cheon Neul diantar Donghae saja” tawar Tuan Lee.

“Ah! Itu ide yang bagus. Kau setuju kan Cheon-aa?”

“Nde??”

***

“Arrgh!! Menyebalkan sekali! Dasar sepatu sialan!” maki Cheon Neul lalu mencabut heelsnya itu dengan kasar dari kaki nya begitu ia telah berada di mobil.

Donghae yang tengah menyetir itu hanya mendengus melihat gadis disamping nya itu memaki sepatu nya sendiri.

“Oh sepatu yang malang” cibir Donghae.

“Bisakah kau diam saja lalu fokus menyetir Lee Dongdong-ssi! Aku sudah tak sabar bertemu dengan ranjang dan bantal gulingku, sementara kau menyetir mobil ini seperti siput” sebal Cheon Neul.

“Bisakah kau sedikit sopan saat berbicara? Nama ku Lee Donghae! bukan Lee Dongdong!” sebal Donghae.

“Oh terserahlah apapun nama mu, itu tak menguntungkan ku sama sekali!”

Setelah pertengkaran bodoh itu, kedua nya tak lagi bersuara dan lebih memilih diam seribu bahasa hingga akhirnya mereka telah sampai di halaman depan kediaman Keluarga Choi.

Tanpa mengucapkan rasa terima kasih, gadis itu segera keluar dari mobil Donghae dan berjalan acuh masuk kedalam rumahnya.

“Cih! Benar-benar—! Apa ia tak punya tata krama huh!” cibir Donghae lalu kembali menjalankan mobilnya.

***

Pagi hari yang sejuk dikota seoul, seorang gadis nampak masih bergelut dengan selimut dan bantalnya di ranjang, seolah tak peduli jika mentari telah terbit.

Kringgg…kringgg…

“Yak!!” gadis itu memekik kesal karna tidurnya terganggu akibat jam weker nya yang berbunyi keras.

“Aish! Sialan!” umpat nya lalu melempar jam itu hingga membentur lantai dan hancur dengan mengenaskan.

Ia kembali melanjutkan tidurnya dengan damai.

 

Sementara itu..

***

“Ya Harabeoji! Shireo! Aku tidak mau!” tolak Pria bernama Donghae itu yang telah selesai sarapan pagi bersama Harabeoji dan Eomma nya.

“Donghae-ya, sekarang Ia itu tunangan mu, bersikap lah seperti pria dewasa. Antar ia ke kampusnya hm?” ujar seorang wanita parubaya dengan lembut pada anaknya itu.

“Pria dewasa apanya? Apa seorang pria dewasa harus menjadi supir pribadi tunangan nya juga?“ rengek Donghae.

Tuan Lee yang tak lain adalah Harabeoji dari Donghae hanya menghela nafas kesal dengan rengek kan cucu nya itu.

Donghae telah berhenti menyuarakan penolakan nya, melihat raut wajah Harabeoji nya yang telah berubah, ia tahu ancaman seperti apa lagi yang akan dibuat nya.

“Arraseo! Aku pergi” sebal Donghae.

***

Sebuah mobil sport berwarna hitam telah sampai di depan kediaman keluarga Choi.

Ia mendengus sebal mengingat bahwa tunangan nya saat ini ialah gadis yang selalu membuatnya tertimpa sial.

Namun apa boleh dibuat? jika menolak, ia sudah sangat tahu konsekuensi nya.

Pria itu telah disambut istri Tuan Choi yang bernama Miranda Choi.

“Oh Good Morning Donghae!! Wecome to second home!” sambut wanita itu dan di tanggapi dengan senyum enggan dari Donghae, wanita itu kemudian mempersilahkan duduk pada pria berparas tampan itu.

“Gomawo Ahjumma”

“Huh? Ahjumma? No no no no no! Panggil aku Mother, oh! Eomma juga boleh! Mengingat kita ini orang korea. Bukan! Bukan kita, tapi kau. Aku bukan orang korea sungguhan, yang korea itu suami ku juga— Anak-anak ku.” Celoteh Wanita itu.

“Ah! N—ne, Eommanim.”

“Excellent!”

“Kau ingin sarapan dulu? suami ku sudah pergi kekantor pagi-pagi sekali. Anak ku Siwon juga masih berada di jepang. Dan—Putriku, maksudku tunangan mu itu masih tidur sekarang.” ucapnya lagi.

Tidur? Donghae tak habis pikir! Ini sudah jam 8 pagi dan gadis itu masih tidur?

“Ah! Aku datang bukan untuk itu. aku hanya—ingin menjemput putri mu, maksudku Nona Han” ucap Donghae.

“She? Nama nya Han Cheon Neul, Well—tolong jangan salah paham soal perbedaan marga nya. Oh ya! Apa kau menjemputnya kemari untuk mengajaknya berkencan? Oh menantu ku yang manis. kalau begitu tolong bersabar sedikit, aku akan membangunkan nya dan menyuruh nya segera bersiap-siap!” ucap wanita itu berlebihan lalu segera melesat pergi menuju kamar Cheon Neul tanpa mendengarkan penjelasan lebih lanjut dari Donghae.

***

Sementara itu, seorang gadis yang nampak masih berpetualang dalam mimpinya itu tiba-tiba saja terperanjat bangun sesaat seteleh seorang wanita memercikkan air pada wajah gadis itu.

“Yak! Apa yang kau lakukan?!” marah gadis itu karna telah terbangun dari mimpinya.

“Aigoo gadis ini! hei! Cepat lah mandi dan berdandanlah yang cantik. Tunangan mu—maksudku Lee Donghae sudah menunggu mu dibawah, ia bahkan datang sepagi ini untuk mengajak mu berjalan-jalan” ucap Wanita itu berceloteh ria.

“Oh ya? sejak kapan kau berubah menjadi seorang ibu-ibu cerewet? Dan juga, untuk apa pria sombong itu datang kemari?” sinis gadis itu—Cheon Neul.

“Up to you Cheon Neul-ya, tapi kurasa ia adalah pria yang baik dan rendah hati. Cepat lah mandi!” ucap wanita itu lalu segera keluar dari kamar gadis itu.

***

Kini wanita itu—Miranda tengah mengobrol dengan Donghae diruang tamu sambil menunggu gadis itu bersiap-siap, yah—mungkin lebih tepat nya Hanya Miranda yang berceloteh ria, sementara itu Donghae hanya menjadi pendengar dan sesekali ia memberi tanggapan.

Tak lama kemudian, gadis itu—Cheon Neul telah selesai bersiap-siap dan segera menghampiri Donghae dan Miranda yang sedang mengobrol.

Penampilan gadis itu bahkan nyaris terlihat seperti preman dengan jaket kulit dan kaos putih polos juga celana jeans yang banyak sobek kan di bagian lutut.

“Oh! Cepat sekali kau mandi” ujar Miranda setelah menyadari kehadiran gadis itu.

“Siapa yang mandi? Aku hanya mencuci muka dan mengganti pakaian ku.” Ujar Cheon Neul santai. Membuat Donghae dan Miranda yang mendengar ucapan nya hanya melongo melihat betapa joroknya gadis itu.

“Yak! Jorok sekali!” pekik Miranda.

“Cepat mandi sana! Dan ganti baju mu itu, kau terlihat seperti anak jalanan” ujar Miranda.

***

“Eomma mu cerewet sekali” ucap Donghae setelah keduanya telah berada di dalam mobil Donghae, sebelum nya Cheon Neul sempat menolak, namun Miranda terus mendesak nya bahkan mengancam akan melaporkan nya pada Appanya itu.

“Dia bukan Eomma ku!” timpal gadis itu membuat Donghae semakin terheran-heran dengan keluarga Choi itu, namun ia mengurungkan niat nya untuk sekedar bertanya tentang hal yang sedikit sensitif itu.

Suasana dalam mobil itu kembali hening, kedua nya nampak terlarut dalam pikiran masing-masing.

“Ngomong-ngomong, kau mau mengajak ku kemana?” tanya Cheon Neul memulai pembicaraan.

“Harabeoji ku memaksa ku untuk mengantar mu ke kampus mu.” Ujar Donghae tanpa mengalihkan fokus nya kearah jalan raya.

“Jadi Tuan Lee itu Harabeoji mu?” tanya Cheon Neul, sekarang ia mengerti kenapa Nyonya Lee menyebut Tuan Lee dengan sebutan ‘Abeonim’.

“Memangnya kau pikir ia siapa?” Donghae kembali bertanya.

“Ku pikir dia Ayah mu—mungkin”

Donghae mendengus mendengar jawaban singkat dari gadis disamping nya ini.

“Tunggu! Tadi kau bilang ingin mengantar ku ke kampus?” ucap Cheon Neul kembali ke pembicaraan tadi. Donghae hanya mengangguk singkat sebagai jawaban.

Sedetik kemudian gadis itu tertawa terbahak-bahak.

“Omona! Harabeoji mu itu begitu perhatian sekali padaku. Sayang sekali! hari ini aku sedang tak ingin ke kampus.” Ucap Cheon Neul di selingi dengan tawanya.

“Mwo?! kau mengabsen dari jam kuliah mu? lalu kita kemana sekarang?” tanya Donghae dengan tampang bodohnya.

“Sebaiknya kau turun kan aku di pertigaan depan sana” ucap Cheon Neul.

“Ya! memangnya kau mau kemana?” tanya Donghae sedikit kesal dengan sifat gadis ini yang seenak nya menyuruh-nyuruhnya.

“Bukan urusan mu! Baru sehari menjadi tunangan ku saja kau sudah berlagak protektif padaku” celetuk Cheon Neul.

Donghae semakin kesal dengan ucapan gadis itu.

“Siapa yang kau sebut tunangan mu huh? Siapa yang protektif pada mu? Cih! Menyebalkan” sebal Doonghae lalu menghentikan nya tak jauh dari pertigaan tersebut.

“Kau cukup menguntungkan juga, setidaknya aku bisa bebas keluar tanpa halangan dari si pria tua itu. dan—mendapat tumpangan gratis.” Ucap Cheon Neul lalu segera keluar dari mobil Donghae.

Gadis itu nampak melirik sebentar kekaca mobil Donghae yang nyaris pecah akibat kaleng yang ditendang nya beberapa hari lalu.

“Kau tidak mengganti kaca mobil mu yang mahal ini eo?” ucap Cheon Neul sedikit menyindir saat ia mengamati baik-baik kaca mobil itu yang masih lecet.

“Aku bisa menggantinya kapan saja” ucap Donghae sebal meningat kejadian di malam itu.

“Kau sombong sekali” komentar Cheon Neul lalu segera melenggang pergi tanpa mengucapkan kata terima kasih.

“Dasar gadis preman tak tahu berterima kasih”

***

“Donghae oppa” sapa seorang gadis berparas cantik saat pria yang disebut nya itu telah masuk kedalam Café yang sudah menjadi tempat mereka sering bertemu.

Pria itu nampak tersenyum manis menatap gadis itu dan segera berjalan menuju gadis itu.

“Ada apa sicca-ya? tumben sekali kau meminta ku bertemu pagi-pagi seperti ini. Biasanya aku yang akan meminta mu kemari”

Yah, setelah pria itu mengantarkan Gadis yang di anggap nya menyebalkan itu ia langsung mendapatkan telepon dari gadis yang telah menjalin hubungan sepasang kekasih dengan nya dan kini tengah berada dihadapan nya saat ini dan meminta nya untuk bertemu.

“Oppa, aku ingin bicara serius tentang hubungan kita.” Ucap gadis itu—Jessica to the point.

Donghae sedikit terkejut dengan hal ini, tak biasa nya gadis itu akan membicarakan kondisi hubungan mereka sekarang.

“Sicca-ya”

“Akhir-akhir ini kau jarang menghubungi ku. Terakhir kali kita bertemu seminggu yang lalu ditempat ini, itu juga juga tidak terlalu lama. Sebenar nya ada apa dengan mu oppa?” ucap Jessica serius.

Donghae sedikit bingung mendengar perkataan yang dilontarkan gadis itu.

“Kau pasti sudah tahu jawaban ku, aku pernah menjelaskan nya pada mu sebelumnya.” Jawab Donghae.

Gadis itu menghembuskan nafas nya dengan kasar.

“Oh! yang waktu itu? ada sesuatu hal yang tak bisa membuatmu sekedar menghubungi ku? Apa soal pertunangan mu?”

Kata—kata yang keluar dari mulut gadis itu membuat mata pria itu sedikit membulat kaget. Pria itu nampak telah kehilangan kata-katanya sekarang.

“Jadi selama itu oppa sibuk mempersiapkan acara pertunangan mu, kau bahkan tak mengundangku diacara mu semalam. Dan kau tak pernah mengataan apapun pada ku soal ini” lanjut gadis itu dengan tatapan terluka.

“Sicca-ya, aku bisa menjelaskan ini semua, aku—“

“Tak ada yang perlu dijelaskan lagi saat ini. Kurasa— ini adalah akhir dari hubungan kita selama ini oppa.” Potong gadis itu yang kini tengah berusaha mati-matian untuk tak menangis dihadapan Donghae.

“Sicca-ya, ku mohon jangan begini” ucap Donghae lalu mencoba meraih tangan gadis itu namun segera ditepis Jessica.

Gadis itu segera beranjak dari duduknya, ia bahkan tak ingin memandang pria itu saat ini. Rasa sakit hati nya telah mengalahkan rasa cinta nya pada sosok pria di hadapan nya ini.

“Selamat untuk pertunangan mu oppa, aku harus pergi sekarang” ucap Jessica lalu segera pergi dari tempat itu.

Donghae hanya bungkam, disatu sisi ia ingin menahan gadis itu dan mencoba menjelaskan alasan nya. Namun disisi lain nya, ia juga tak dapat menolak keinginan keluarga nya. Katakan lah bahwa ia memang sangat egois, matrealistis dan sebagainya, tapi ada alasan lain yang membuat nya tak bisa menolak keinginan keluarga nya terlebih khusus pada Harabeoji nya.

 

Flashback On

Donghae baru saja pulang dari acara kencan nya dengan kekasih nya—Jessica. Pria itu ingin sekali segera melanjutkan hubungan itu kejenjang yang lebih serius lagi. Dengan antusias pria tampan itu nampak berjalan terburu-buru menuju kamar Harabeoji nya. Ia ingin memberitahukan rencana nya ini pada Harabeoji nya.

Langkah pria itu segera terhenti saat mendengar sebuah pembicaraan serius dari dalam kamar Harabeoji nya, ia memutuskan untuk tak segera masuk dan lebih memilih menguping pembicaraan serius didalam kamar itu, dan sudah bisa dipastikan bahwa Harabeoji nya itu tengah berbicara serius dengan Eomma nya.

“Abeonim, kenapa kau tak pernah mengatakan nya pada ku jika selama ini kau mengidap penyakit jantung?”

Pria itu nampak menutup mulutnya karna terkejut saat mendengar sekilas pembicaraan itu.

Jadi, selama ini Harabeojinya mengidap penyakit Jantung.

“Aigoo menantuku, kau tak perlu secemas itu. Aku pasti akan menjaga kesehatan ku hingga cucuku itu menikah nanti. Jika ia tahu tentang hal ini, anak itu pasti akan sedih nanti. Anak mu itu membuatku teringat pada mendiang Ayahnya yang sering mengkhawatirkan kesehatan ku dulu”

Donghae nampak terduduk lemas di depan pintu kamar Harabeoji nya. selama ini Harabeoji nya menutupi penyakit nya karna hal itu?

Flashback Off

***

Kona Beans Café

            Cheon Neul nampak tengah menyesap Coffe Esspreso nya sesaat sebelum ia kembali menatap pria berparas tampan dihadapan nya ini.

“Sekarang jelaskan pada ku bagaimana bisa kau bertunangan dengan Donghae?” tuntut pria bernama Kyuhyun itu.

Gadis itu memutar bola matanya malas mendengar pertanyaan bodoh dari sepupu nya yang sedikit menuntut penjelasan.

“Oh! harus kah aku menjelaskan nya? Aku sama sekali tidak tahu menahu kalau aku akan di jodohkan dengan pria sombong itu. Pertengkaran ku dengan si sombong itu saat dikampus tidak ada hubungan nya dengan pertunangan ini ” jelas gadis itu sebal.

“Lalu kau mengenalnya bagaimana?” heran Kyuhyun.

Gadis itu menarik nafas panjang lalu kembali bercerita, “Semalam sebelum acara dikampus itu, aku tak sengaja menendang sebuah kaleng minuman kosong hingga nyaris memecahkan kaca mobil nya” ungkap nya.

Kyuhyun yang mendengar nya langsung tertawa terbahak-bahak saat tahu alasan kedua orang itu bertengkar.

“Wah! Takdir mempertemukan kalian dengan cara yang berbeda” komentar Kyuhyun.

“Well—tapi kurasa itu cara yang menyebalkan” ujar Cheon Neul.

“Tapi, kenapa semalam kau tak hadir huh? Aku hanya melihat imo dan samcheon yang datang” lanjutnya.

“Aku sedang sibuk menamatkan game ku. Lagi pula itu hanya sebuah pertunangan, bukan pernikahan” ucap Kyuhyun mengangkat bahu nya acuh.

Gadis itu hanya mendengus kesal melihat sifat acuh sepupunya itu.

“Kau itu sepupuku bodoh!”

“Well—aku tahu kau sangat pintar” balas Kyuhyun.

Gadis itu menatap nya kesal lalu segera menghabis kan kopi nya.

“Cepat habiskan Jus mu itu, lalu kita segera pergi.”

***

Kini Cheon Neul dan Kyuhyun telah sampai di tempat Lembaga sosial yang telah mereka bangun untuk para anak-anak miskin di pinggiran kota Seoul.

“Oh! Angela Noona dan Kyuhyun Hyung sudah datang!” pekik riang seorang bocah kecil.

Kedua orang itu tersenyum hangat pada para anak-anak yang telah menyambut mereka.

“Annyeong! Lihat! kami membawa makanan untuk kalian!” ucap Kyuhyun setengah berteriak sambil mengangkat 2 buah tas plastik besar berisi makanan juga cemilan untuk para anak-anak itu.

“Tapi! Kami akan membagikan nya saat setelah kita selesai belajar” sambung Cheon Neul.

“Cha! Sebaiknya kalian masuk kedalam, kita akan segera memulai pelajaran nya” ucap Kyuhyun menyuruh anak-anak itu masuk kedalam sebuah rumah kecil yang telah menjadi tempat mereka melakukan kegiatan sosial mereka.

***

Waktu sangat cepat berlalu, gadis itu nampak telah selesai membagikan makanan pada para anak-anak itu setelah mereka selesai melakukan kegiatan belajar-mengajar mereka.

“Kurasa kita harus mencari satu relawan untuk membantu kita berdua disini” ujar Kyuhyun sambil membagikan Cemilan-cemilan untuk anak-anak itu.

“Ne, kau benar. Tapi siapa yang akan mau membantu dengan Cuma-Cuma seperti ini?”

“Entahlah, di dunia ini memang sulit untuk mencari orang-orang yang tulus ingin membantu orang yang kesusahan” ucap Kyuhyun.

“Ah aku tahu!” seru Cheon Neul kemudian, Kyuhyun nampak menautkan alisnya.

“Bagaimana kalau kita ajak Taemin?” usul Cheon Neul.

“Mwo? yang benar saja! si bocah ingusan itu?” pekik Kyuhyun tidak terima.

“Yak! Jangan sembarangan bicara! Kau pikir kau tidak ingusan?” ucap Cheon Neul.

“Yeah—karna ia itu dayang-dayang mu, jadi kau mengusulkan untuk mengajaknya ikut membantu kita disini” celetuk Kyuhyun.

Drrrtt—drrrt—

Tiba-tiba ponsel milik Cheon Neul berdering, gadis itu nampak heran saat nomor tak dikenal nya yang tertera di layar ponsel nya.

Tanpa banyak berpikir, ia langsung mengangkat panggilan tersebut.

“Yeoboseyo?”

“Kau dimana?” tanya si penelpon itu.

“Kau memang nya siapa?” tanya Cheon Neul sebal saat si penelpon itu seenak nya bertanya di mana ia berada sekarang.

“Oh—kau belum menyimpan nomor ku? Ah! Mungkin Eomma mu lupa memberikan nya. ini nomor ku, Lee Donghae” ucap si penelpon.

“Yak kau! Bagaimana bisa mendapatkan nomor ku?” sebal Cheon Neul saat tahu siapa si penelpon itu. Sementara Kyuhyun yang berada disamping nya hanya menatapnya bingung saat gadis itu marah-marah sendiri.

“Oh itu? sekretaris appa mu yang memberikan nya, kalau tidak salah hmm— Jang Ahjussi”

“Lalu kenapa kau menelpon ku?” tanya gadis itu ketus.

“Menanyakan keberadaan mu, sekarang kau ada di—“

“15 menit lagi tunggu aku di pertigaan tadi.” Potong gadis itu lalu segera memutuskan panggilan nya.

“Kyu, aku pergi lebih dulu, ada suatu hal yang harus ku selesaikan”

Kyuhyun yang mendengarnya hanya memasang wajah bingung pada sepupunya itu.

***

Donghae mengetuk-ngetukan jarinya pada kemudi mobilnya, sudah 10 menit berlalu setelah ia menelpon gadis itu, dan sudah 5 menit pula ia sampai di pertigaan tersebut.

Nampak dari seberang jalan tempat nya menunggu, gadis itu tengah berlari menuju tempat nya saat ini.

 

“Hah!hah!hah!hah!” gadis itu nampak terengah-engah sesaat setelah ia sampai di hadapan pria yang masih duduk di dalam mobil itu.

“Sebenar nya ada apa kau menelpon ku!” tanya gadis itu setelah ia dapat mengatur nafas nya kembali.

“Aku hanya menanyakan keberadaan mu, tapi kau malah menyuruh ku untuk bertemu disini” jawab Donghae.

“Yak! Jadi kau menelpon ku hanya untuk itu?” sebal gadis itu.

“Ne, awalnya aku ingin meminta mu mengajak mu makan siang bersama. Tapi ku pikir kau sedang sibuk” ujar Donghae santai.

“Ah! Kau cukup perhatian. Aku mau saja makan siang bersama—asal kau yang traktir” ujar Cheon Neul.

Donghae hanya tersenyum tipis mendengar nya.

“Tentu saja” balasnya.

Rasa sedih Donghae akan kandas nya hubungan nya dengan Jessica meluap begitu saja saat melihat ekspresi antusias gadis yang telah duduk di jok mobil tepat disebelahnya.

“Jangan salahkan aku jika aku akan membuat isi Dompet mu itu terkuras habis, aku ini tidak pilih-pilih makanan” ujar Cheon Neul.

“Tenang saja, aku akan mentraktir mu sepuasnya” ucap Donghae lalu mulai melajukan Mobilnya kembali.

***

“Ah—Kenyang juga” seru Cheon Neul setelah menghabiskan satu porsi pizza jumbo.

Donghae yang hanya menyantap sepiring pasta hanya melongo begitu melihat gadis itu menghabiskan sendiri satu porsi pizza berukuran besar itu.

“Kau benar-benar menghabiskan nya?” tanya Donghae tak percaya.

“Menurut mu aku tak kan mampu menghabiskan nya huh? Aku ini tak suka membuang-buang makanan” ujar Cheon Neul lalu meneguk habis segelas Jus jeruknya yang tadi sisa setengah.

“Kau benar-benar kuat makan” Komentar Donghae.

 

“Ngomong-ngomong soal pertunangan semalam, kenapa kau menerima pertunangan ini begitu saja?” tanya Cheon Neul setelah sebelum nya kedua nya terlarut dalam pikiran masing-masing.

“Eh? aku tidak terlalu mempermasalahkan pertunangan kita tadi malam” ujar Donghae berbohong. Yah, ia memang keberatan dengan pertunangan ini.

“Huh? Jelas-jelas kau keberatan! Aku tahu itu dari ekspresi ragu-ragu mu saat memasangkan cincin ini padaku.” ujar Cheon Neul sambil memperlihatkan sebuah cincin yang tersemat di jari manis nya.

“Kau memakainya?”

“Tentu, jika aku tak ingin disekap dalam kamar seharian hanya karna menolak menggunakan cincin bodoh ini.” ujar Cheon Neul blak-blakan.

“Kau dipaksa?” tanya Donghae.

“Menurut mu? Memang nya aku akan menerima perjodohan seperti ini begitu saja?, tentu saja aku tak suka dengan perjodohan ini. tapi setelah dipikir kembali, dengan pertunangan ini aku bisa bebas kemana pun tanpa halangan dari orang-orang suruhan Pria tua itu seperti hari ini, ku pikir itu cukup menguntungkan” ujar nya.

“Jadi kau memanfaatkan pertunangan ini untuk kebebasan mu?”

“Lalu kau sendiri ? Apa alasan mu menerima pertunangan konyol seperti ini?” tanya balik Cheon Neul.

Donghae menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu, “errr—sebenar nya alasan ku karna—yah, Harabeoji ku akan membekukan aset-aset milik ku, bahkan ia tak segan-segan untuk menarik kembali semua aset milik ku” ujar nya.

“Mwo? hanya karna itu?” pekik gadis itu.

“Kau benar-benar matrealistis” lanjutnya sambil menggeleng-gelengkan kepala nya itu.

“Terserah apa kata mu”

“Lalu, sekarang kita akan kemana lagi? kalau aku kembali kerumah, Harabeoji ku sedang berada dirumah, ia pasti akan bertanya tentang hal yang tidak-tidak” ujar Donghae memotong pembicaraan yang sebelum nya.

“Aku rasa mulai sekarang kita harus saling membaur satu sama lain. Ya—setidak nya untuk saat ini kita berteman saja” ujar Cheon Neul simple.

“Yah kurasa itu cukup bagus”

Keduanya kembali terlarut dalam pikiran masing-masing, tak ada yang kembali memulai pembicaraan. Tiba-tiba saja deringan ponsel Donghae mengintrupsi keheningan yang terjadi diantara mereka berdua.

Donghae nampak memutar bola mata nya malas setelah melihat nama yang tertera di ponsel nya.

“Yeoboseyo?”

“…”

“Yak! Kenapa kau tak menghadiri acara pertunangan ku?!”

“…”

“Mwo? harus secepat itu? Harabeoji yang mengatur ini semua?”

“…”

“Pria tua itu memang keterlaluan! Memperlakukan ku semena-mena”

“…”

“Arra—arra! Aku akan kesana sekarang juga!”

Flip

 

“Han Cheon Neul-ssi! Kita dalam keadaan darurat sekarang!” pekik nya frustasi setelah menutup sambungan telepon nya dengan seseorang tadi.

“Darurat?”

Donghae nampak mengangguk cepat, ia nampak seperti orang frustasi sekarang.

“Harabeoji dan Tuan Choi! Akh! Mereka berdua mempercepat tanggal pernikahan kita menjadi awal bulan September nanti” jelas Donghae seraya mengacak-acak rambut nya frustasi.

“Mwo? kenapa bisa begitu? Setahu ku 3 bulan mendatang? Itu pun belum disetujui ku! Arrggh! Ini benar-benar menyebalkan!”

“Dan sekarang mereka menyuruh kita berdua untuk ke suatu tempat sekarang juga!” ucap Donghae.

***

Kini Donghae maupun Cheon Neul telah berada di parkiran sebuah toko perhiasan yang sangat berkelas di kawasan gangnam-gu, yah—tentu saja Donghae sudah sangat mengenal dengan baik siapa si pemilik toko ini.

Keduanya nampak masuk ketempat itu, dan betapa terkejutnya mereka berdua saat melihat beberapa teman dan keluarga nya sudah berkumpul ditempat itu.

“Apa yang kalian lakukan disini?” heran Donghae.

“Mianhae Hae, aku baru saja pulang dari Jepang tadi pagi. Jadi aku tak bisa pergi ke acara pertunangan mu semalam” ujar seorang pria dengan gummy smile nya yang menurut Donghae sangat menggelikan.

“Yak! Hyuk kau tega sekali” sebal Donghae sambil menoyor kepala sepupunya itu.

 

Sementara Cheon Neul yang masih berada disamping Donghae itu nampak menatap malas sejak ia masuk ke tempat itu.

“Noona? Cheon Neul Noona?” panggil seorang pria tak jauh dari tempat Cheon neul berdiri saat ini.

Gadis itu nampak menoleh kearah orang yang memanggil nya itu.

“Taemin?”

Pria berwajah cantik yang notabene adalah Hoobae nya di kampus nampak tersenyum manis pada Sunbae nya itu.

“Noona? Jadi kau tunangan Donghae hyung?”

“Kau mengenal nya?” tanya Cheon Neul tak percaya.

“Ne, dia sepupu ku” Jawab pria bernama Taemin itu tersenyum tipis.

“Oh! kau? Gadis yang sembarang masuk mobil orang itukan?” pekik pria yang sebelumnya sedang berbincang-bincang dengan Donghae sambil menujuk Cheon Neul dengan jari telunjuk nya.

“O! kau? Pria yang waktu itukan!”

“Hyuk! Perkenalkan ia tunangan ku, tapi—apa kalian sudah saling mengenal sebelum nya?” tanya Donghae heran.

“J—jadi? Ia tunangan  mu?!” pekik Pria yang bernama Hyukjae itu, dan Donghae hanya menganggukan kepalanya.

“Dengan si serampangan ini?!”

“Kalian berdua saling mengenal?” heran Donghae sambil menatap Cheon Neul dan Hyukjae secara bergantian.

“Yah—sebenarnya tidak seperti itu juga. Jika saja ia tidak masuk sembarangan ke mobil orang lain, kurasa saat ini aku hanya mengenalnya sebagai calon istri sepupuku” ucap Hyukjae mendengus.

“Aku tidak sepenuhnya bersalah saat itu. Kau saja yang bodoh karna tidak mengunci mobil mu” timpal Cheon Neul tak terima saat pria yang baru saja ia ketahui bernama Hyukjae itu seolah menyudutkan nya.

Donghae nampak jenuh melihat perdebatan kecil dari dua orang tersebut. Ia lantas mengedarkan pandangan nya keseluruh penjuru tempat ini, dan pandangan nya berakhir pada dua orang pria lain nya yang berdiri tak jauh dari tempat nya sekarang.

“Oraemaniyo Lee Donghae sepupuku!” ujar salah seorang dari kedua pria itu. Sementara Donghae? tentu saja ia akan memilih menghampiri kedua pria yang sudah lama tak bertemu dengan nya.

“Lee Sungmin? Ahahaha!! Kau sudah kembali?” tanya Donghae tak percaya seraya memeluk pria berparas tampan nan imut itu.

“Tentu saja! kau pikir aku akan menetap di Amsterdam selamanya? Lagi pula aku ingin menghadiri pernikahan sepupuku yang manis ini! Chukae Donghae-ya” ucap pria yang di ketahui bernama Lee Sungmin itu seraya tersentum cute.

“Kau tak ingin menyapa ku Hyung?” sambung pria yang berada di samping Lee Sungmin dengan nada cemberut yang dibuat-buat.

“Oh! mianhae Kibum-aa! Ah! Kau juga sudah kembali? jadi kau sudah selesai dengan study mu di Sidney?” tanya Donghae seraya memeluk pria bernama Kibum itu.

“Yah—begitulah! Selama disana, aku harus menerima kuliah Bisnis yang membosankan setiap hari. Tapi finally, Untung lah semuanya sudah selesai!” ucap Kibum kalem.

Donghae nampak terkekeh dengan keluhan itu.

“Ah ya! bawa calon istri mu itu pada kami! Aku ingin melihatnya”

Mendengar ucapan yang keluar dari bibir Sungmin itu, kembali menyadarkan Donghae bahwa ia tak sendirian datang kemari. Lantas, ia menelusuri pandangan nya ke seluruh penjuru ruangan dan pandangan nya berakhir pada seorang gadis yang sedang bercengkrama dengan sepupunya, Lee Taemin.

Pria itu lantas menarik lengan Cheon Neul tanpa peduli dengan obrolan gadis itu bersama sepupunya itu.

“Yak! Apa yang kau lakukan!” ucap gadis itu kesal.

Tanpa peduli, pria itu terus menarik lengan gadis itu seraya melangkah menuju tempat para sepupu-sepupu nya yang lain tengah berkumpul.

“Ah! Sungmin-aa, Kibum-aa. Perkenalkan, ini adalah tunanganku, Han Cheon Neul” ucap Donghae kalem. Sementara itu, Cheon Neul hanya memutar bola matanya malas dengan tingkah Donghae yang memuakkan baginya itu.

Gadis itu nyaris menjerit kesal sesaat setelah Donghae menyenggol bahu nya dan kembali memerintahnya untuk bersikap ramah dihadapan para pria-pria asing baginya itu.

Dengan terpaksa, Cheon Neul harus menarik kedua sudut bibirnya itu keatas, hingga membuat sebuah senyuman semanis mungkin seolah-olah ia senang dengan kehadiran para pria-pria itu.

“Anyeonghasimnika, Han Cheon Neul imnida. Senang bertemu dengan kalian” ucap nya semanis mungkin.

Hyukjae dan Taemin yang berdiri agak jauh dari para sepupunya itu hanya mendengus melihat keramahan palsu yang dibuat gadis itu.

“Apa Donghae benar-benar akan menikahi gadis berjiwa iblis itu?” gumam Hyukjae yang berdiri berdampingan dengan adiknya Taemin.

“Berhentilah mengatainya iblis Hyung, ia tak seburuk yang kau kira. Aku malah merasa ia akan cocok dengan Donghae Hyung” balas Taemin.

“Hah—Ia pasti akan sulit beradaptasi dengan gadis sepertinya. Aku sangat yakin itu!” ucap Hyukjae seraya ikut bergabung pada percakapan para sepupunya itu.

“Kuharap dugaan buruk mu itu tidak benar Hyung, lagi pula aku sudah mengenal dengan baik Cheon Neul Noona” ucap Taemin.

***

Cheon Neul POV.

Hah!! Menyebalkan sekali!

Berdiri diantara para pria-pria membosankan ini membuatku sedikit jenuh.

Pasalnya, aku dipaksa si Dongdong babo itu untuk sekedar bercengkrama dengan para sepupu-sepupunya.

Ck! Apa ini yang dimaksud dengan bercengkrama?

Aku terlihat seperti orang dungu disini!!

 

“Bagaimana Cheon Neul-ssi? Kau setuju kan dengan ucapanku?” tanya seorang pria bernama Kim Kimbum itu tiba-tiba, Kim Kimbum? Entahlah, mungkin itu memang namanya.

“Cheon Neul-ssi, apa kau tidak mendengarkan pembicaraan kami tadi?” tanya nya lagi. Ah! Semakin terihat dungu jika terlalu lama berada disini!. Kulihat Donghae nyaris terkikik melihat ekspresi bodoh ku saat ini. Ini benar-benar penghinaan!

Aku hanya memandang wajah mereka satu persatu tanpa berniat menjawab pertanyaan mereka. Kulihat Hoobaeku Taemin beserta si pria bodoh bernama Hyukjae itu ikut bergabung dengan kami.

“Ah, mianhae. Sebenarnya aku tidak terlalu memperhatikan pembicaraan kalian” ucapku mengaku.

“Tidak apa-apa” ucap pria itu lagi.

“Donghae-ya mungkin ia sudah lelah, sebaiknya kalian segera memilih cincin pernikahan kalian, lalu bawa ia pulang” ucap pria berwajah imut itu, kalau tidak salah—namanya Lee Sungmin?

“Kami hanya diminta untuk datang, tapi kurasa, untuk yang satu itu— Haraboji telah memilihkan nya untuk kami” ucap Dongdong. Ah! Sejak kapan aku menyebutnya Dongdong?! Entahlah, lagi pula nama itu sangat cocok untuk nya.

“Kau benar-benar cari gampang Hyung, setidaknya kalian yang harus memilih. Bukankah ini pernikahan kalian? Kenapa Haraboji yang harus memilih?” ucap Kim Kimbum itu. Benar-benar! Pria itu terlalu banyak ikut campur!

“Ah, Mianhae Kim Kimbum-ssi. Tapi—kurasa Haraboji telah memilihkan nya untuk kami. Lagipula, kami tak mungkin menolak pilihan Haraboji” ucapku kalem. Sial! Ini benar-benar memuakkan!

“Kimbum? Ahahahaha!! Kim Kimbum-ssi?! Ya! Dasar gadis bodoh! Kau menyebutnya Kimbum? Oh ya ampun! Dongsaeng-ya—apa namamu sudah berganti?” ejek pria sialan bernama Hyukjae itu. Berani-beraninya ia menyebutku bodoh!!

Kekesalan ku semakin memuncak saat Dongdong sialan itu juga nyaris ikut tertawa. Apa ada yang lucu disini?!

“Aigoo, Han Cheon Neul-ssi. Kau salah menyebut namaku. Namaku bukan Kim Kimbum, tapi Kim Kibum.” Ucap Kimbum.

Jadi, namanya Kibum? Bukan Kimbum?! Ah benar-benar! Ini sangat memalukan.

“Ahahahahaha!!” tawa Donghae seolah-olah aku adalah makhluk paling bodoh sedunia. Setelah dengan lancangnya ia menyeretku kemari, kini ia menertawaiku didepan para sepupunya.

“Aku mau pulang!” ucapku kesal.

Tawanya pun telah tergantikan dengan jeritan setelah sebelumnya aku menyempatkan diri untuk menendang tumitnya dan tanpa peduli, aku segera pergi meninggalkan nya.

Ia benar-benar menguras tenaga ku hari ini. Memangnya siapa ia? Ini bahkan belum sampai sehari setelah pertunangan bodoh itu dilangsungkan.

Aku tak kan sudi menikah dengan pria seperti ia! Aku harus mencari cara untuk membatalkan pernikahan ini.

~TBC~

 

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: