One Night at Suju’s Dorm

Author : LovAlfa
Judul Cerita : One Night at Suju’s Dorm
Cast : Semua member Suju
Genre : Fluff,Comedy…maybe(?)
Length : One-Shot
Catatan Author : Anggap saja semua percakapan pada FF ini dalam bahasa Inggris.
J

 

Happy Reading

 

Aku terduduk lemas, setelah 3 kali menekan bel dan tak mendapat respon dari penghuni apartemen. Aku memeluk lutut dan menyandarkan kepala di atasnya., merenungi hal yang ku alami hari ini. Dimulai saat aku sadar telah kehilangan ponsel di bandara, satu-satunya benda yang dapat menghubungkanku dengan seorang teman yang bersedia menampungku selama di sini. Memikirkan usahaku membujuk supir taksi dengan bahasa korea seadanya, serta membantu seorang nenek membawa belanjaannya yang sangat berat agar bisa menembus keamanan super ketat dari penjaga apartemen ini. Tapi, begitu sampai pada satu-satunya alamat yang ku tahu di negara ini, pintu pun tak terbuka untukku.

Hmm… ku rasa bukan kehilangan ponsel yang menjadi awal masalah ini, tapi keputusanku meninggalkan rumah hanya karena pertengkaran kecil dengan Ibu. Ah, bodohnya aku.

‘Tiing’

Aku mempererat pelukan pada lututku sendiri saat mendengar suara lift yang terbuka. Meski tak melihat, aku merasa kalau orang-orang yang baru keluar dari lift itu sedang memperhatikanku. Ya, lihatlah aku yang malang ini. Silahkan tertawa-

“Eemm… agasshi,” suara itu, aku mendongak dan melihat mereka. Bisa ku rasakan mulutku yang menganga saat melihat orang yang baru saja menyapaku.

“Oppa, bantu aku. Aku dari Indonesia dan hanya seorang diri. Aku tak punya tempat tujuan lain, hanya alamat dorm ini yang aku tahu. Tolong, bantu aku! Kalianlah harapanku,” ucapku membabi buta membuat raut lelah mereka menjadi bingung. Mereka tak menjawab hanya menatapku dengan aneh. Keheningan pecah saat seseorang melangkah dari belakang, Heechul. Dia berjalan menerobos member lain yang masih terpaku bingung menatapku, dia membuka pintu tanpa sedikit pun menoleh padaku yang berada tak jauh darinya. Aku berbalik ke arah member lain yang kini saling menatap kemudian satu per satu menyusul Heechul masuk apartemen.

“Hah?” Aku kembali menganga mendapat perlakuan seperti itu. Mereka yang selama ini aku puja dan…belum selesai rasa terkejutku, tiba-tiba pintu terbuka dan menampakkan wajah ramah berlesung pipi, Siwon, orang yang juga pertama menyapaku tadi.

“Ayo, masuklah!” Ucapnya dengan senyum.

Dengan langkah kecil, ku ikuti langkah Siwon. Aku disambut dengan senyum hangat member yang berada di ruang tamu. Raut lelah yang pertama ku lihat telah hilang. Siwon menuntunku untuk duduk di sofa ruang tamu lalu ia duduk di depanku bersama Donghae, Eunhyuk, Shindong, Kangin serta Sungmin yang duduk bersila di lantai dengan siku tertumpu pada meja dan menyangga dagunya. Kalau saja tak ingat umurnya, pasti pipinya sudah ku cubit dengan gemas. Aku terrsenyum kecil.

“Kau benar dari Indonesia?”

Aku mengangguk kecil.

“Wah, kau sangat berani.”

Aku kembali tersenyum kecil, berpikir itu pujian atau ejekan atas kebodohanku menyesatkan diri di negeri yang pertama kali ku datangi.

“Kenapa kau suka pada kami?” Tanya Eunhyuk tiba-tiba.”

“Haish…tak perlu kau tanyakan hal itu, hyuk-ah,” timpal Shindong.

“Wae?” ucap Eunhyuk dengan ekspresi lucu membuatku tertawa.

“Hyuk Jae-ya, kau berhasil membuat tamu kita tertawa,” ucap Kangin yang membuatku meredakan tawa.

“Dan kau berhasil membuat tamu kita berhenti tertawa,” kata Eunhyuk sambil memukul punggung Kangin, yang membuat kami semua kembali tertawa.

“Bagaimana kau bisa masuk ke sini?”

“Ceritanya pan-“kalimatku terpotong karena bunyi memalukan dari perutku. Aku hanya menunduk malu. Yang ku dengar hanya suara Donghae yang berteriak dalam bahasa korea, aku tak mengerti, tapi sempat mengangkap nama Wookie. Aku masih menunduk hingga mencium aroma ramyun, saat mengangkat kepala kudapati Ryeowook sudah di depan meja sambil menaruh semangkuk ramyun,

“kau pasti lapar. Maaf, hanya ini yang bisa kami berikan,” ucapnya dengan senyum. Beruntungnya aku, dapat makanan yang dimasak langsung olehnya. Aku membalas senyumnya.

“Makanlah! Sebelum Shindong yang kelaparan itu mendahuluimu,” perintah Donghae dengan senyum ramahnya.

“Mwo? Kenapa aku lagi yang kena?” Kata Shindong tak terima.

“Sudah, jangan bertengkar!” Sela Siwon bijak, “makanlah!” lanjutnya seraya mendorong mangkuk ramyun agar lebih dekat denganku.

Aku pindah duduk di lantai agar lebih nyaman, “gamsahamnida,” ucap dengan menunduk lalu mulai makan.

“Bagaimana?” Tanya Ryeowook antusias.

“Emm…enak, sangat enak,” jawabku dengan senyum mengembang.

“Makanlah dengan baik! Aku harus istirahat, besok ada shooting,” kata Siwon lalu berdiri diikuti oleh Donghae dan Eunhyuk. Kini tinggal Kangin, Shindong, Ryeowook dan Sungmin yang menemaniku. Rasanya aneh juga, makan dan diperhatikan oleh beberapa pria tampan. Aku merasa sedikit risih. Aku menatap Shindong dan menawarkan ramyun padanya, dia pun maju dan tampak berbinar sebelum Ryeowook memukul tangannya,

“Aissh…kau ini, kau makan jatahku saat latihan tadi?” omel Ryeowook, sementara Shindong hanya tersenyum jenaka sambil menggaruk tengkuknya.

“Hoaamhh, ini sudah sangat larut. Aku tidur dulu,” ucap Kangin lalu berdiri.

“Aku juga,” kata Shindong, “tenanglah, mereka akan mengurusmu,” lanjutnya sambil menepuk pundak Sungmin dan Ryeowook.

“Maaf mengganggu waktu istirahat kalian,” ucapku menunduk.

‘Ah, tidak apa-apa. Kapan lagi kami bisa sedekat ini dengan fans?” Ungkap Ryeowook dengan senyum.

“Ya, besok kami akan meminta staff untuk mengurus keperluanmu dan mengantarmu ke bandara,” sambung Sungmin.

Kalau boleh jujur, aku ingin tinggal lebih lama di sini. Kapan lagi ada kesempatan menginap bersama Super Junior?.

“Terima kasih atas bantuan kalian, aku benar-benar tidak salah memilih idola.”

“Kau benar. Ah…ya, diantara kami, kau paling suka pada siapa?”

“Eh? Itu…aku suka pada semua member Super Junior.”

“Heh…benarkah?” Tanya Ryeowook dengan mata menyipit.

“I…itu benar.”

“Tapi matamu tak berkata begitu saat melihat member yang menyambutmu tadi,” kata Sungmin tiba-tiba.

“Jeongmallyo?” Tanya Ryeowook menatap Sungmin. Sungmin mengangguk.

“Heem…yang tidak ada tadi itu….” Ryeowook tampak berpikir.

“Heechul hyung dan Kyuhyun,” ucap Sungmin pelan.

“Apa biasmu salah satu dari dua orang itu?”

“Itu….” kalimatku terputus saat tiba-tiba Heechul muncul, tapi hanya melintas.

“Orang itu?” bisik Ryeowook.

Aku menggeleng. Bukankah dia yang membuat member meninggalkanku di luar tadi.

“Hei, yang punya ide menerimamu itu adalah dia. Kau harus berterima kasih padanya,” kata Sungmin seolah mampu membaca pikiranku.

“Benarkah? Bukannya….”

“Dia memang seperti itu. Tak mau memperlihatkan sisi baiknya. Sebagai fans kami, harusnya kau sudah tau itu,” potong Ryeowook.

Aku tersenyum malu.

Dan Heechul muncul lagi, menanyakan sesuatu dalam bahasa korea yang jelas tak ku mengerti. Yang ku lihat hanya Ryeowook dan Sungmin yang mengangguk. Aku takut melihat ke arah Heechul, sejak pertama mengenal Super Junior, entah mengapa aku merasa ada yang aneh pada member yang satu ini. Ada aura menyeramkan meskipun dia sedang tersenyum.

“Ini sudah jam 1 pagi, kau mau tidur di mana?”

“Eh? A…aku tidur di…sofa sudah cukup.”

“Padahal aku ingin mengajakmu ke kamarku dang Kyuhyun,” kata Sungmin dengan wajah menyesal yang dibuat-buat.

Kyuhyun? Tiba-tiba aku menegang, rasanya….

“Nah, kau ketahuan sekarang. Biasmu itu Kyuhyun, ya kan?” kata Ryeowook lalu berdiri dan meninggalkan aku dan Sungmin.

“Benarkah? Bocah setan itu?” tanya Sungmin tak percaya.

“I…itu, a…aku….”

“Sudahlah aku kecewa.”

“M…maafkan aku, a…aku….”

“Hahaha…sudahlah, aku hanya bercanda. Mungkin sekarang dia sudah terlelap. Kau tau kan, akhir-akhir ini jadwalnya sangat padat?”

Aku hanya mengangguk menanggapi pertanyaan Sungmin. Sementara Ryeowook kembali muncul dengan selimut dan bantal ditangannya,

“Maaf, kau tidur di sini,” sesalnya.

“Tidak apa-apa. Diperbolehkan menginap di sini pun aku sudah sangat bersyukur. Sekali lagi terima kasih sudah menerimaku.”

“Tidur yang nyenyak ya!” Kata Sungmin sambil mengusap kepalaku.

“Sungmin-ah, kau membuat wajahnya seperti kepiting rebus.”

Aku hanya menunduk mendengar celoteh Ryeowook. Yang ku dengar selanjutnya adalah ucapan ‘jaljayo’ dan langkah kai menjauh.

Hemm…ini adalah hari bersejarah dalam hidupku. Kalau saja ponselku tidak hilang aku pasti sudah berselfie ria di sini. Aku yang notabene seorang fans berada di dorm idolanya. Apalagi yang lebih baik dari ini? Dengan sedikit gerakan ku lemaskan badanku lalu berbaring di sofa dan menutup mata. Ini adalah hari terindah dalam hidupku.

Aku masih mencoba meraih kesadaranku saat samar-samar ku lihat seseorang sedang tersenyum menatapku. Yang terakhir ku ingat adalah…hah? Aku bangun dengan cepat begitu sadar sepenuhnya. Membuat seseorang denga gummy smile didepanku sedikit terkejut.

“Lihatlah! Senyum anehmu itu mengagetkan tamu kita,” kata Donghae yang duduk di samping Eunhyuk.

“Benarkah?” Tanya Eunhyuk polos padaku.

“Tidak,” aku menggeleng pelan membuat Eunhyuk tersenyum riang.

“Ku dengar kau paling suka pada orang itu,” kata Donghae dengan dagu yang sedikit digerakkan ke arah yang ku yakini dari dapur itu. Aku hanya mampu terpaku melihat seseorang yang membawa gelas itu, Kyuhyun. Dia berjalan ke arah kami dengan senyum kecil yang sukses membuatku salah tingkah. Kyuhyun lalu duduk di sofa, memisahkan Eunhyuk dan Donghae yang sebelumnya duduk berdekatan lalu meletakkan gelas di atas meja.

“Kau pandai sekali memilih idola,” ucapnya dengan smirk khasnya. Aku hanya tesenyum kecil menanggapinya. Sementara duo EunHae kompak berdecak kesal.

“Sebenarnya aku ingin memberimu sesuatu, tapi karena aku bukan member favoritmu, yah…terpaksa tidak jadi,” ucap Eunhyuk sambil mengangka bahunya.

“Haish… sudahlah, ku yakin dia seudah tahu kalau kau adalah member yang pelit. Jadi, tak usah kau janjikan sesuatu yang tidak pasti agar dia mengganti idolanya,” ucap Kyuhyun sambil mengedipkan sebalah matanya padaku. Dan lagi-lagi, aku hanya bisa tersenyum menanggapinya.

“Yak!” Eunhyuk yang tidak terima memuku pelan bagian belakang kepala Kyuhyun.

“Assh…auww,” Kyuhyun sudah berancang-ancang untuk membalas pukulan Eunhyuk, kembai meringis karena mendapat cubitan dari Donghae.

“Dia hyung-mu, dimana rasa hormatmu?” Kata Donghae datar.

Seperti inikah keseharian mereka? Benar-benar konyol.

“Dasar kekanakan!” umpat Siwon yang baru saja muncul lalu memberiku handuk, “ini, kau mandilah dulu! Setelah itu, kita sarapan bersama,” lanjutnya ramah.

Aku menerima handuk dan tersenyum kearahnya.

“Ayo, ikut aku!” Eunhyuk menarik tanganku dan aku hanya menurut hingga kami sampai di depan sbuah pintu. Dia berhenti lalu mengetuk pintu, “apa ada orang di dalam?”.

Pintu terbuka dan menampakkan Heechul yang tersenyum kecil, aku hanya mengangguk menanggapinya.

Masuklah! Kami menunggumu di ruang makan,” kata Eunhyuk ramah.

“Gamsahamnida,” balasku lalu melangkah masuk kamar mandi.

Entah kenapa, ada hal aneh yang ku rasakan saat masuk ke kamar mandi. Tapi aku mencoba mengabaikannya lalu memutar kerang. Aku mengangkat kepala ke arah shower dan

‘Byuurr’

“KAU INI, IBU MELARANGMU IKUT KURSUS BAHASA KOREA, PIKIRMU MELARANG UNTUK SEKOLAH. HAH? AYO BANGUN CEPAT!”

Terkejut? Tentu, aku mencoba menatap wanita yang baru saja bicara

“I…Ibu?”

“Ya, kenapa? Apa kau tiba-tiba amnesia hingga Ibumu pun tak kau kenal? Cepat bangun! Kalau tidak kau akan terlambat,” perintah Ibu lalu berjalan pergi.

Jadi, aku ke korea dan tersesat sampai ke dorm super Junior itu….

“Belum bergerak juga? Kau mau Ibu tambahkan seember lagi agar sadar sepenuhnya?”

“AH…IBUUU….”

 

 

FIN^

4 Comments (+add yours?)

  1. Maghfira
    Sep 30, 2015 @ 23:14:03

    Hahaha, awalnya aku pikir dia nyampe di dorm suju itu asli loh, ternyata pas baca akhirnya… eeh cuma mimpi.. ngakak.. wkwkw
    Good fanfic, aku sukaa.. andaikan aku yang mengalami itu, tapi yang asli, bukan mimpib:D :v

    Reply

  2. Laili
    Oct 03, 2015 @ 16:14:47

    Kirain beneran, ternyata cuma mimpi. Lucu ya memberdeul udah umur2 segitu masih bercanda kek anak kcl.
    Masih agak berantakan ya, mungkin bisa lebih baik lgi ke depannya.
    Keep writing, thor…🙂

    Reply

  3. YeKyu
    Oct 04, 2015 @ 21:25:09

    hahahaha kocak juga

    Reply

  4. Nabilatrrsydh
    Oct 07, 2015 @ 13:36:54

    What??!!! Endingnya??!! Astagaaa aku bacanya udah dapet feel nya bgt. Dan ternyata cuma mimpi?!! Sadis banget ff ini, gabisa dibiarin mimpi lebih lama lagi apa? Wkwkwkw

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: