[FF Of The Week!] No Me Ames (Don’t Love Me)

  141212-news-kyuhyun1
 
.
.
.
Nama : delanita
.
Judul Cerita : No Me Ames (dont love me) [ff oneshoot]
.
Tag (tokoh) : Park Hyojin (OC), Cho Kyuhyun, Cho family,
.
Genre : angst, tragedy, romance, family, songfiction
.
Length : 4275 word
.
FF ini terinspirasi dari MV nya Jenifer Lopez feat Marc Anthony ditambah dengan sedikit inspirasi dadakan yang muncul di kepala author. Oiya, hampir lupa, setiap kata yang bahasa inggris itu lirik lagu no me ames, sengaja ga dirubah supaya feelnya ttp dpt. Say no to plagiat+Happy reading+dont forget to RCL
.
.
.

Dont love me. One day we’ll soar with each other and be together forever – Cho Kyuhyun-
This love is like the sun. That comes out after a storm, like two comets in the same galaxy – Park Hyojin-

.

.

.

Kyuhyun mendekat menghampiri hyojin yang saat ini duduk sendiri di kursi taman belakang rumahnya. Setelah posisinya tepat berada di sebelah hyojin, sekilas kyuhyun  melirik ke arah gadisnya, gadis yang sudah setia mendampinginya selama dua tahun terakhir. Gadis yang kesetiaannya tanpa syarat pada kyuhyun, selalu menemani kyuhyun melewati masa bahagia dan masa terberat dalam hidupnya seperti sekarang ini. Gadis itu, Park Hyojin.

“Tell me, why are you crying?” tanya kyuhyun dingin dan tanpa menatap hyojin, hanya menatap kosong hamparan tanaman hias yang terbentang di depan matanya.
Hyojin sedikit terkejut dengan kedatangan kyuhyun lalu menjawab singkat, “Because I’m happy”

“And why are you so choked up?”

“From loneliness”

Hyojin merubah posisinya jadi  berlutut menghadap kyuhyun. Menyejajarkan tingginya dengan tinggi kyuhyun dan menggenggam tangan kyuhyun erat.

“And why are you squeezing my hand so tight and your  thought seem to be wandering?” tanya kyuhyun lagi.

“I love you so much”  jawab hyojin masih dengan air mata yang tak berhenti melukiskan kesedihan mendalam di wajahnya.

“Why?”
“Don’t be so hard-headed, stop doubting me! It doesn’t matter what the future hold, I’m not afraid. I just want to love you” kata-kata itu diucapkan hyojin dengan percampuran emosi yang luar biasa dihatinya. Kesal, kecewa, marah, sedih, dan perasaan tidak menyenangkan lainnya yang satu setengah tahun ini mendominasi hatinya.

“Don’t love me because you think I’m different” kata kyuhyun dengan intonasi yang tetap dingin dan melepaskan genggaman tangan hyojin dari tangannya dengan kasar.

“You don’t think it’s right for us to spend this time together?” tanya hyojin sinis.

“Don’t love me because I know what a lie it would be”

“If you don’t think I deserve your love,  then don’t love me. I’m going to stay” dan tepat setelah menyelesaikan kalimatnya hyojin meninggalkan kyuhyun sendiri di taman belakang, berjalan ke arah kamarnya.

-o-

Cho Kyuhyun POV
Don’t love me because I’m lost, because I change the world, because it’s my destiny, because I can’t change.
We are a mirror and you are my reflection.

Dua kalimat itulah yang kutulis dijurnal pribadiku. Aku memang memiliki kebiasaan untuk menulis jurnal setiap harinya. Yah, walaupun sekarang tulisanku tak sebagus dulu, walaupun belakangan ini hanya hal-hal menyedihkan yang kutulis di jurnal ini. Kalian pasti tahukan untuk siapa tulisan itu kutujukan? Itu untuk hyojin, gadis nomor satu di hidupku.  Aku mencintainya dan aku juga tahu dia mencintaiku, tapi kenapa aku memintanya untuk tidak mencintaiku? Karena aku bukanlah kyuhyun yang dulu, bukan kyuhyun yang bisa ia banggakan di hadapan teman-temannya, karena aku telah merubah dunianya yang cerah menjadi kelam, karena aku ditakdirkan untuk menjadi seperti ini dan aku tidak dapat melawan takdir. Takdir, takdir apa? CEREBRAL ATAXIA. Itulah takdirku. Takdir yang menyapaku satu setengah tahun yang lalu. Takdir yang memaksaku untuk mengubur semua mimpi masa depanku bersama hyojin, takdir yang mematikan semua kebahagiaanku dan juga kebahagiaanya. Pada dasarnya aku dan hyojin memang memiliki banyak kesamaan, orang-orang disekitar kami menyebut kami ‘satu kepribadian dalam dua tubuh’ saat melihat hyojin aku seperti melihat diriku sendiri.

-o-

Park Hyojin POV

Don’t love me. To be dying in a war of regret and sad thought. Don’t love me, because in this world this great love deserves to soar through the blue sky. I don’t know what to say, that’s the truth.

            Ku tutup jurnal pribadiku dan menghapus air mata yang sedari tadi membasahi pipiku. Ku tarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan diri dan meredakan emosiku. Tak sengaja, pandanganku terarah pada satu pigura foto berwarna biru, fotoku dengan kyuhyun. Kami tersenyum dalam foto itu, membuatku berpikir mengingat kapan terakhir kali kami tersenyum bersama, kapan terakhir kali kyuhyun tersenyum, kapan terakhir kali kyuhyun tersenyum ke arahku. Aku tidak ingat.

Kami dulu bahagia, sangat bahagia. Tapi itu dulu. Sekarang hanya ada penolakan dingin, bentakan, dan pengabaian dari kyuhyun. Tuhan, mengapa ini terjadi pada kami, mengapa harus kyuhyunku?

-flashback-

“lagi?!! Oppa apa kau tidak bosan? Aku bahkan sudah mau muntah hanya dengan mendengar namanya”

“tentu saja aku tidak bosan, itu tidak mungkin terjadi. Lagipula kan kau yang mencetuskan ide ‘jajangmyun race’ “

            Ah, itu memang salahku. Jajangmyun race adalah kebodohan terbesarku. Aku mengatakan pada kyuhyun kalau ia berhasil mendapat IP 4 untuk semester ini, maka aku akan menemaninya melakukan jajangmyun race. Dan hasilnya kyuhyun mendapat IP 4 semester ini, menandakan jajangmyun race resmi dimulai, untuk berapa lama? 3 hari, 5 hari, seminggu? SALAH! Selama SATU BULAN!! Pagi, siang, dan malam kami hanya makan jajangmyun. Pergi dari satu kedai jajangmyun ke kedai jajangmyun lainnya, sampai- sampai aku merasa kalau sudah semua kedai jajangmyun di Seoul kami datangi.

-flashback end-

Kami bahagia bukan? Kami selalu mempunyai tema dalam setiap kencan kami. Mulai dari jajangmyun race, movie marathon (menonton semua film yang dimainkan di satu bioskop dalam satu hari), my smelly chagi (kami berlomba berapa lama kami tidak tahan mandi, aku kalah dan menyerah di hari kelima. Belakangan aku baru tahu kalau kyuhyun curang, ia memang tidak mandi diam-diam tapi ia menggunakan tissue basah untuk membersihkan tubuhnya), dan Seoul explorer (menaiki semua rute bus yang ada di Seoul dari terminal pertama sampai terminal terakhir, kami membutuhkan waktu 3 minggu untuk menyelesaikannya).

Kebahagiaan itu hanya bertahan selama enam bulan pertama hubungan kami. Sampai saat malam itu, takdir menguapkan semua angan bahagia kami, menguapkannya tanpa sisa. Aku tersadar dari lamunanku mengenang betapa bahagianya kami dulu. Sudah hampir jam 1 dini hari, aku harus membantu kyuhyun tidur.

-o-

Hyojin membuka pelan pintu kamar kyuhyun setelah sebelumnya mengetuk pintu kayu itu pelan. Kyuhyun sudah bisa menebak kalau itu adalah hyojin, siapa lagi. Sehingga ia tidak memberika respon apa-apa, seperti biasanya.

“ini sudah sangat larut, sebaiknya oppa tidur sekarang” kata hyojin lembut lalu mengambil jurnal pribadi kyuhyun yang ada dipangkuan kyuhyun dan meletakkannya di meja kecil dekat jendela kamar.

Tidak ada respon apa-apa dari kyuhyun.

Perlahan hyojin mencoba memindahkan kyuhyun dari kursi roda ke tempat tidur. Kursi roda? Ya, saat ini kyuhyun memang sudah tidak bisa berjalan. Cerebral ataxia menghajar tubuh kyuhyun terus-menerus tanpa ampun dan tanpa jeda. Susah payah hyojin sampai akhirnya ia bisa membuat kyuhyun terbaring nyaman di tempat tidurnya. Ditariknya selimut sampai menutupi dada kyuhyun lalu hyojin duduk ditepi tempat tidur itu dan mulai membelai lembut rambut kyuhyun. Terus seperti itu sampai kyuhyun tertidur lelap, terus seperti itu selama satu setengah tahun terakhir. Karena hanya hal itu yang bisa membuat kyuhyun tidur. Kyuhyun tidak pernah menolak diperlakukan seperti itu, ia hanya tidak memberikan respon apa-apa.

Setelah kyuhyun tidur, hyojin mengecup lembut kening dan kedua kelopak mata kyuhyun yang sudah tertutup. “saranghae, forever” bisik hyojin di telinga kyuhyun lalu berjalan kembali ke kamarnya yang terletak tepat di depan kamar kyuhyun.

-o-

Satu bulan sejak kyuhyun divonis menderita cerebral ataxia, orang tua kyuhyun meminta agar hyojin tinggal di rumah keluarga Cho karena hanya hyojin yang bisa menghadapi kyuhyun, bahkan orang tua dan noona satu-satunya kyuhyun tidak bisa menghadapi sikap kasar dan dingin kyuhyun. Tidak ada suster yang bertahan lebih dari tiga hari merawat kyuhyun, hal itu membuat orang tua kyuhyun semakin bingung menghadapi kyuhyun hingga akhirnya meminta hyojin untuk membatu mereka merawat kyuhyun. Sejujurnya hyojin sama sekali tidak keberatan karena itu adalah hal yang sangat ingin ia lakukan, merawat kyuhyun, berada di sisi kyuhyun. Membantu kyuhyun makan, mengantarkan kyuhyun check up dan terapi, membantu kyuhyun tidur, menenangkan kyuhyun, dan segala hal dalam hidup kyuhyun.

Kyuhyun sendiri tidak pernah menolak apapun yang hyojin lakukan padanya, ia juga selalu mengikuti perkataan hyojin. Itu semua karena hyojin, karena orang itu adalah hyojin, gadis yang paling dicintainya. Kyuhyun hanya meminta satu hal dari hyojin, berhenti mencintainya. Karena jika hyojin terus mencintainya hanya akan membuat hyojin semakin sedih dan terpuruk, ia tidak ingin saat ia meninggal nanti hyojin merasakan kesedihan yang tak sanggup ditanggungnya. Bagaimanapun kematian bagi seorang kyuhyun hanya masalah waktu, bisa besok, minggu depan, atau bahkan saat ini. Tapi hyojin berkeras hati untuk tetap mencintai kyuhyun apapun keadaan yang akan ia hadapi di masa depan. Karena itulah walaupun kyuhyun tidak menolak perlakuan hyojin padanya, ia bersikap dingin pada hyojin, agar perlahan hyojin menyerah dan memulai kehidupan barunya serta menghapus nama kyuhyun dalam catatan hidupnya.

-o-

Park Hyojin POV

“aigoo, tuan cho tampan sekali hari ini” ucapku sambil tersenyum puas setelah selesai membetulkan kerah baju kyuhyun. Ia –seperti biasa- tidak menunjukkan ekspresi apapun.

Aku mendorong kursi roda kyuhyun menuju pintu depan, di sana sudah ada supir keluarga Cho menunggu kami. Hari ini kami akan pergi untuk terapi.

“cuaca hari ini lebih dingin dari yang ku perkirakan, tunggu sebentar oppa aku akan mengambilkan jaketmu” kataku saat kami baru saja sampai di pintu depan. Secepat mungkin aku berlari mengambil jaket kyuhyun yang ada di kamarnya.

“oppa tampanku tidak boleh kedinginan” kataku pada kyuhyun sambil memakaikan jaket itu padanya.

“nah, sudah selesai. Wah, kau semakin terlihat tampan oppa, benarkan pak Jung?” tanyaku pada pak jung, supir pribadi keluarga Cho yang sudah bekerja dengan keluarga ini bahkan sebelum kyuhyun lahir. Pertanyaanku tadi dijawab dengan senyum pria paruh baya itu.

“mari nona saya bantu anda” kata pak Jung mencoba membantuku memapah kyuhyun untuk masuk ke mobil.

“terima kasih pak Jung”

-o-

@ Seoul Hospital

Sudah dua jam lebih aku menunggu kyuhyun menjalani terapi, harusnya saat ini kyuhyun sudah keluar dari ruang terapi, tapi kenapa sampai sekarang ia belum keluar juga. Kuperhatikan sekelilingku, ah aku sudah begitu familiar dengan tempat ini karena sejak satu setengah tahun lalu aku rutin mengunjungi tempat ini.

-flashback-

Cerebral ataxia” kata dokter bernama Cha Seungwon yang baru pertama kali aku temui  itu. Aku berada di ruangannya saat ini karena dokter Song yang selama ini merawatku dan kyuhyun menyuruhku untuk menemuinya.

“ne?” tanyaku tak mengerti. Apa maksudnya, siapa yang terkena cerebral ataxia.

“si..siapa? Penyakit apa itu? Bisakah dokter jelaskan semuanya padaku?” tanyaku lagi, sedikit tergagap karena terkejut. Perasaan cemas mulai melandaku.

Ku perhatikan dokter Cha menegapkan posisi duduknya, membuka file pasien yang ada di hadapannya. Menghela napas sejenak lalu menatapku dengan tatapan yang sulit ku artikan. Entahlah, seperti tatapan kasihan, mungkin.

“ tuan Cho terkena cerebral ataxia. Cerebral ataxia merupakan kondisi yang ditandai dengan berkurangnya koordinasi otot saat melakukan berbagai gerakan seperti berjalan, memegang, dan mengambil sesuatu. Cerebral ataxia juga dapat mempengaruhi kemampuan bicara, gerakan mata, serta kemampuan untuk menelan. Cerebral ataxia terjadi setelah seseorang mengalami kerusakan otak kecil yang berfungsi mengendalikan gerakan otot” jelas dokter Cha panjang lebar.

Tubuhku gemetar, tanpa kuperintahkan air mata mulai mengalir membentuk sungai kecil di wajahku, “ ta..tapi bagaimana ini, ini bisa ttterrjadi dokter?”

“karena kecelakaan yang kalian alami waktu itu, tuan Cho mengalami trauma otak dan saraf tulang belakang sehingga menyebabkan cedera atau kerusakan pada otak dan sistem saraf pusat yang dapat menyebabkan cerebral ataxia. Mungkin saat kecelakaan tuan Cho terkena benturan benda keras di kepala”

“ini tidak mungkin dokter, tidak mungkin” hanya kalimat penyangkalan yang keluar dari mulutku. Tak pernah terbayangkan olehku kecelakaan mobil yang kami alami saat malam natal lalu menjadi awal  dari awan gelap yang akan menaungiku dan kyuhyun selamanya. Kutinggalkan ruangan dokter Cha begitu saja, berjalan linglung disepanjang koridor rumah sakit ini. Begitu sesak seperti tidak tersedia oksigen untuk kuhirup. Aku tidak bisa melihat apapun dihadapanku, semua terasa gelap, bukan karena aku mau pingsan tapi karena seterang apapun matahari menyinari bumi aku tidak akan bisa melihatnya, sinar dalam hidupku dipaksa padam oleh takdir. Kalau boleh memilih, aku ingin mati saja saat kecelakaan itu daripada harus melihat orang yang menjadi sinar hidupku mati perlahan.

-flashback end-

“terapinya sudah selesai, kau bisa menemuinya sekarang” dokter Cha berdiri dihadapanku dan membuyarkan lamunanku.

“oh, ne. Bagaimana keadaan kyuhyun dokter?” kalimat yang selalu kuucapkan setiap bertemu dengan dokter Cha kembali terulang.

“tidak semakin baik. Aku sarankan sebaiknya mulai hari ini tuan Cho mengkonsumsi bubur, ia semakin kehilangan kontrol untuk menelan, akan menyusahkan baginya jika harus tetap makan nasi” kata dokter Cha menepuk pundakku lembut beberapa kali lalu meninggalkanku berdiri mematung di depan ruang terapi ini.

-o-

Cho Kyuhyun POV

Ia memasukki ruangan ini. Ia berjalan mendekatiku. Ia tersenyum, bisa kupastikan ia terpaksa tersenyum. Ia tidak bisa membohongiku.

“pasti kau lelah, bagaimana kalau kita makan jajangmyun?” tanyanya saat sudah berada dihadapanku.

“…..”

“diam berarti setuju. Kajja” katanya bersemangat lalu mulai mendorong kursi rodaku meninggalkan tempat ini.

Hyojin mengajakku ke kedai jajangmyun di dekat kampus yang biasa kami datangi dulu. Ternyata ahjumma yang menjual jajangmyun masih mengingat kami, ia menyakan kenapa aku seperti ini lalu hyojin menjawab kalau saat ini kakiku cedera karena bermain basket makanya aku menggunakan kursi roda. Selama di kedai hyojin mengabaikan tatapan merendahkan orang karena melihat ia bersamaku yang cacat ini, ia sepertinya sama sekali tidak terganggu, ia tetap menunjukkan senyumnya padaku. Ia juga menyuapiku, karena saat ini aku tidak bisa lagi memegang sumpit, tanganku akan bergetar dan menjatuhkan sumpit itu. Hyojin berdalih pada ahjumma bahwa suapannya kali ini sebagai hukuman karena ia kalah taruhan denganku. Ia bekerja keras, terlalu keras untuk menjadi tanganku, kakiku, dan menutupi keadaanku yang sebenarnya dari orang lain. Hyojin, kau bahkan tak bisa membayangkan betapa sakitnya hatiku melihatmu sekarang ini, aku mohon berhenti mencintaiku.

-o-

“jinie-ah, apa kau baik-baik saja? Mengapa kau menangis?” nyonya Cho, oemma kyuhyun, terlihat khawatir dengan keadaan hyojin yang sudah dianggapnya seperti anak sendiri itu.

Tidak ada jawaban dari hyojin. Hyojin hanya langsung memeluk nyonya Cho dan menangis sejadi-jadinya. Nyonya Cho membalas pelukkan hyojin dan sesekali mengelus punggung hyojin mencoba menenangkannya, mencoba memberikan kekuatan pada hyojin karena ia tahu ini sama sekali tidak mudah untuk hyojin.

Nyonya Cho melepaskan pelukannya, “sudah jangan menangis lagi. Erm, apa bubur ini untuk kyuhyun?”

Hyojin menengok ke arah panci yang ia gunakan untuk memasak bubur untuk makan malam kyuhyun lalu kembali menatap nyonya Cho, “dokter Cha bilang sebaiknya mulai sekarang oppa memakan bubur”

Nyonya Cho hanya mengangguk lesu, ia sadar kalau itu tanda kondisi anaknya semakin memburuk, lalu memaksakan sebuah senyum di wajahnya, “baiklah, aku tidak akan mengganggumu. Kau lanjutkan saja memasaknya” lalu berjalan meninggalkan hyojin dan mulai menangis. Hati orang tua mana yang tidak hancur saat harus melihat anak mereka mati perlahan, mati mendahului mereka.

-o-

Cho Kyuhyun POV

“oppa waktunya makan malam~” suara hyojin memecah keheningan kamarku. Suara yang –dibuat- ceria. Aku tahu itu, kau tidak bisa membohongiku hyojin, aku mengenal dirimu lebih dari dirimu sendiri jadi berhenti terlihat kuat dihadapanku.

Ia menarik kursi lalu duduk di sampingku lalu meletakkan nampan makan malamku di meja yang ada dihadapannya dan menyampirkan napkin dipangkuanku. Aku hanya memerhatikan gerak-geriknya, tanpa penolakan.

“menu malam ini bubur, tenang saja oppa aku tidak menambahkan sayur sedikitpun di bubur ini” katanya buru-buru menambahkan, ia sangat paham kebencianku terhadap makhluk hijau itu.

“bubur?!” tanyaku sinis, bahkan terkesan merendahkan. Ia menganggukkan kepalanya.

“udara malam ini dingin, jadi ku putuskan untuk membuatkanmu bubur. Makan bubur saat udara dingin akan terasa lebih nikmat” lanjutnya.

“benarkah kau membuatnya atas keinginanmu sendiri, buka karena perintah dokter Cha?” serangku to the point. Ia terlihat kebingungan dan tidak bisa menjawab pertanyaanku.

“jadi ini alasanmu mengajakku makan jajangmyun tadi siang. Karena itu akan menjadi jajangmyun terakhirku” nada bicaraku makin meninggi. Aku tidak bisa menerima kenyataan ini

“bu..bukan begitu op..pa” jawabnya tergagap mencoba meredakan emosiku.

“keluar sekarang” usirku.

“tapi oppa”

“AKU BILANG KELUAR SEKARANG!!” tak sengaja tanganku menjatuhkan vas bunga yang ada di dekatku, padahal tadinya aku ingin menghalau hyojin. Aku benar-benar sudah kehilangan kontrol gerak tanganku. Pecahan vas bunga itu ternyata melukai lengan hyojin, membuat sayatan memanjang di kulit putih pucatnya.

“kyu, kau kenapa?” ahra noona masuk kamarku dengan ekspresi khawatir yang tergambar jelas di wajahnya. Aku tidak menjawab, aku masih terkejut dengan apa yang baru terjadi, aku melukai hyojin.

“maaf membuat unnie khawatir, tidak terjadi apa-apa jadi jangan khawatir. Mungkin oppa hanya tidak suka makan bubur malam ini” jawab hyojin mencoba menenangkan noonaku.

“astaga jinnie-ah, tanganmu terluka” kata ahra noona sambil memegang tangan hyojin mencoba mengamati luka itu dari dekat.

“tidak apa unnie, bukan luka besar” hyojin langsung menarik tangannya, merasa tak nyaman dengan perlakuan ahra noona.

“sebaiknya cepat dibersihkan lalu diobati, biar aku yang menyuapi kyu. Kau istirahatlah, kau pasti lelah” saran ahra noona yang dibalas anggukan oleh hyojin.

“walaupun sia-sia tapi tidak ada salahnya untuk mencoba kan?” kata ahra noona setelah hyojin keluar dari kamarku, ia mengambil mangkuk bubur lalu berusaha menyuapiku.

Aku mengalihkan kepalaku. Aku menolak.

“kau memang dongsaeng durhaka. Kau hanya mau menerima perlakuan dari hyojin. Hanya mau makan jika hyojin yang menyuapi, hanya mau terapi jjika hyojin yang mengantar, kau bahkan tidak tidur saat hyojin pergi ke Gwangju selama tiga hari karena tidak ada yang mengusap kepalamu. Hah, kau ini, tidak sadarkah kau kalau noonamu ini lebih cantik dari hyojin ” ahra noona kesal.

Aku tidak merespon apapun.

“berhenti bertindak seakan kau yang paling menderita kyu. Tidakkah kau pikirkan betapa menderitanya appa, oemma, hyojin dan diriku karena melihat keadaanmu. Saat kau pergi nanti, kau tidak akan merasakan sakit lagi, tapi kami masih harus menjalani hidup kami dan menanggung duka seumur hidup. Maafkan noona karena berbicara seperti ini. Tolong kyu, berhenti memikirkan dirimu sendiri, pikirkan juga perasaan kami” ahra noona mulai menangis. Aku tahu aku sudah terlalu jahat pada mereka semua.

Dengan sedikit gemetar kucoba untuk meraih mangkuk bubur yang ada di pangkuan ahra noona. Ku kerahkan seluruh tenanga dan konsentrasiku. Ahra noona yang menyadari usahaku bertanya, “kau mau makan?” dan ku jawab dengan anggukan singkat.

-o-

-3 bulan kemudian-

Sudah satu minggu ini kyuhyun di rawat di rumah sakit, dokter Cha bilang keadaan kyuhyun saat ini sudah tidak memungkinkan lagi untuk di rawat di rumah. Orang tua kyuhyun menyetujui saran dokter Cha, jadi setiap harinya mereka bergantian menjaga kyuhyun di rumah sakit. Oemma dan noona kyuhyun menjaga dari pagi sampai petang, hyojin setelah pulang kuliah langsung ke rumah sakit untuk menggantikan nyonya Cho dan ahra menjaga kyuhyun sampai keesokan paginya, sedangkan tuan Cho akan menjenguk kyuhyun sebelum berangkat kantor, saat istirahat makan siang, dan setelah pulang dari kantor.

“If people want to, they can really hurt you” perkataan kyuhyun itu menghentikan aktivitas hyojin yang sedang menyuapkan makan malam untuk kyuhyun.

Hyojin menghela napas sebentar, terbersit perasaan jengah dari helaan napasnya karena kyuhyun selalu membahas topik yang sama. Diletakkannya mangkuk bubur di meja sebelah tempat tidur kyuhyun lalu berkata, “If you and I part now, it wont matter to anyone else. But in this big world don’t leave me all alone” lalu memeluk tubuh lemah kyuhyun. Kyuhyun dapat merasakan ketakutan dalam diri hyojin, ketakutan jika waktu perpisahan mereka semakin dekat.

“Don’t leave me, don’t leave me. Don’t listen when I say I don’t love you” dibalasnya pelukan hyojin, sepertinya satu pelukan hyojin kali ini bisa menghacurkan segala tembok dingin yang susah payah ia bangun. Kyuhyun menangis dipelukkan hyojin. Ia sudah tidak bisa lagi membohongi dirinya, mulai sekarang ia hanya ingin jujur terhadap perasaannya, sama seperti yang dilakukan hyojin. Jangan mempedulikan apa yang akan terjadi di masa depan, karena yang terpenting adalah masa sekarang, karena dalam hubungan ini tidak ada kata masa depan.

“Don’t leave me. Stop breaking my heart with these ‘I don’t love you’ word” kali ini hyojin melepaskan pelukkannya dan menggenggam tangan kyuhyun lalu menciumnya.

-o-

Sejak masuk rumah sakit keadaan kyuhyun terus memburuk. Bahkan saat ini kyuhyun sudah tidak bisa berbicara dengan jelas dan sering mengalami sesak napas. Keadaan kyuhyun sangat tidak stabil, pernah satu ketika karena kesulitan bernapas kyuhyun tak sadarkan diri bahkan sampai harus masuk ICU, padahal saat itu tim dokter sudah memasangkan alat bantu napas untuk kyuhyun.

“Don’t love me, im begging you to leave” kata kyuhyun putus asa, perlahan air mata mulai mengaliri kedua sisi pipi kyuhyun. Ia menyadari tidak banyak lagi hari yang tersisa untuknya.

“you know very well, i can’t do that. That is useless. I will always love you” hyojin yang sudah kebal dengan segala penolakan kyuhyun hanya menganggap kalau ia tidak pernah mendengar kata-kata itu keluar dari mulut kyuhyun.

“Don’t love me. You have suffered enough. My heart has turned cold with this”

“Don’t love me. To run away from your sadness. I want you to love me because you love me” dielusnya lembut rambut kyuhyun sambil tersenyum tipis lalu meninggalkan kyuhyun di ruang rawat itu. Baru saja Dokter Cha dan tiga suster datang untuk memeriksa keadaan kyuhyun.

-o-

Park Hyojin POV

Aku menutup pelan kamar kyuhyun, membiarkan tim dokter memeriksa keadaannya. Aku duduk lesu menunggu dokter Cha selesai memeriksa kyuhyun.

“apa dokter Cha ada di dalam?” tanya ahra noona yang baru tiba bersama oemma dan appa. Aku hanya mengangguk. Tak berapa lama dokter Cha keluar. Kami semua berdiri dan mendekatinya.

“bagaimana dok?” tanya appa.

“berkumpullah dengannya sekarang, kondisinya sangat tidak stabil. Maaf, tapi kita bisa kehilangannya kapan saja”

Aku lemas dan terjatuh, menangis memeluk kakiku. Oemma sontak ikut menangis begitupun ahra unnie, mereka menangis berpelukan. Appa tidak bisa lagi menyembunyikan kesedihannya, ia terduduk di kursi, aku bisa melihat air mata menggenang di pelupuk matanya.

“berhenti menangis, kyuhyun tidak akan meninggalkan kita. Dia itu bukan anak yang tidak sopan, ia tidak mungkin mendahului kita” katanya pada kami semua.

“bersihkan air mata kalian lalu masuklah ke kamar kyuhyun dengan senyuman. Aku tunggu kalian di dalam” lanjut appa lagi lalu menghilang di balik pintu kamar kyuhyun.

Akhirnya kami masuk setelah menghapus semua air mata di wajah kami, walaupun mata kami tidak bisa berbohong karena sembab. Kyuhyun menyambut kedatangan kami dengan senyum, ia terlihat ringkih sekali. Mati-matian kami mencoba tidak menangis lagi dan membalas senyuman kyuhyun. Berjam-jam kami berkumpul di sini tanpa percakapan berarti, hanya sesekali ketika kyuhyun minta minum atau karena ia merasa tidak nyaman dengan posisi tidurnya. Sepertinya oemma, appa, dan unnie terlalu tertekan dengan keadaan ini sehingga mereka hanya bisa diam.

Diantara kebisuan yang membungkam kami semua, tiba-tiba kyuhyun menggenggam tanganku -yang duduk di sebelah tempat tidurnya- erat. Ia terlihat kesakitan, ia memejamkan matanya kuat-kuat.

“oppa, oppa kenapa..dimana yang sakit?” tanyaku panik, tidak ada jawaban dari kyuhyun. Oemma, appa, dan unnie langsung berdiri mendekat ke arah kami. Appa berinisiatif memencet emergency bell yang terletak di dekatnya.

“bertahanlah nak, sebentar lagi dokter datang” kata oemma sambil menggenggam satu tang kyuhyun yang bebas. Kepanikan melanda kami semua.

Dokter Cha dan beberapa dokter serta suster datang. Mereka meminta kami menjauh dari kyuhyun, memberikan mereka ruang untuk memeriksa kyuhyun. Dokter Cha mulai memasangkan beberapa alat yang aku tidak ketahui nama dan fungsinya dan menyuntikkan cairan ke selang infus kyuhyun. Semua itu tidak memberi efek apa-apa, kyuhyun tetap kesakitan. Air mata kami sudah tidak bisa lagi dibendung, terlebih oemma. Aku melangkah mundur perlahan sampai membentur tembok seakan itu bisa membuatku melarikan diri dari kenyataan. Tuhan, ambil nyawaku sekarang, aku tidak sanggup melihat kyuhyun seperti itu, aku tidak sanggup melihat jarum suntik dan alat-alat kedokteran itu menyentuh tubuh kyuhyun.

Setelah kurang lebih 15 menit berjuang, tim dokter memberi isyarat pada kami untuk mendekati kyuhyun yang sudah terlihat lebih stabil. Entahlah sudah stabil atau dokter sudah menyerah untuk menyelamatkan kyuhyunku. Firasatku tidak enak saat tatapanku dan tatapan dokter Cha bertemu.

Kami mendekati kyuhyun, tim dokter mundur beberapa langkah. Kenapa mereka tidak meninggalkan ruangan? tanyaku dalam hati. Oemma dan appa berdiri di sebelah kiri tempat tidur kyuhyun sedangkan aku dan ahra unnie berdiri di sebelah kanan. Kyuhyun menatap kami semua bergantian dengan matanya yang sangat sayu itu.

“jangan menangis” katanya dengan suara yang terdengar seperti bisikan.

“chagiya” katanya padaku. Panggilan yang sudah tidak pernah diucapkannya setelah ia mengetahui fakta kalau ia menderita cerebral ataxia.

“ne oppa” aku makin mendekatkan posisiku dengannya. Tersenyum membalas panggilannya sama seperti dulu, selalu tersenyum setiap ia memanggilku chagi,  walaupun sekarang senyum itu ditemani dengan air mata yang terus mengalir.

“aku mengantuk, tolong usap kepalaku” katanya dengan senyum.

Aku menggelengkan kepalaku, aku menolak melakukannya. Aku tahu apa maksudnya ini, “ini belum waktunya tidur oppa” tolakku.

“jika memang kau sudah mengantuk, maka tidurlah. Kami semua akan menemanimu sampai kau tidur” kata appa. Aku, oemma, dan ahra unnie menatap appa dengan tatapan ‘mengapa appa mengatakan hal itu’.

Appa yang seakan paham dengan tatapan kami menjawab, “ini sudah terlalu melelahkan untuknya, iya kan kyu?” tanyanya pada kyuhyun meminta persetujuan.

“aku mengantuk, bukan lelah” sangkal kyuhyun singkat.

“kau ini, mengapa masih saja mencari kesempatan untuk berdebat dengan appamu” kata oemma sambil menangis sesenggukan.

Aku mengulurkan tanganku dan mulai mengusap kepala kyuhyun lembut seperti biasa, “seperti ini?” tanyaku. Ia hanya mengangguk lalu perlahan memejamkan matanya, terlihat begitu nyaman dan tenang.

“saranghae…mianhae” katanya pelan tanpa membuka mata.

Terus kuusap kepala kyuhyun sampai pada satu detik alat deteksi detak jantung yang dipasangkan di tubuh kyuhyun mengeluarkan bunyi beep panjang. Oemma langsung pingsan dan ahra unnie meneriakkan nama kyuhyun. Dengan air mata yang membanjiri mukaku kutatap dokter Cha. Dokter itu hanya membalas tatapanku dengan tatapan yang mungkin bisa kuartikan dengan ‘ini yang terbaik baginya, kami sudah melakukan yang terbaik’.

Tangisku semakin menjadi, sungguh ini terlalu menyakitkan, terlalu menyedihkan. Ku tatap kembali wajah kyuhyun, sekarang sudah tidak ada lagi gurat kesakitan di sana. Ku dekatkan wajahku ke wajahnya, mencium kedua kelopak matanya yang tidak akan pernah terbuka lagi dan berbisik di telinganya

“nado saranghae..forever”

Tim dokter melangkah mendekati kami, melepas semua alat yang ada di tubuh kyuhyun dan menarik selimut kyuhyun sampai menutupi seluruh tubuhnya setelah itu berjalan meninggalkan ruangan. Akhirnya kyuhyun menyerah di hari ke 725 melawan cerebral ataxia. Oppaku meninggalkanku.

Aku tidak sanggup berada di ruangan ini lebih lama lagi, baru satu langkah ku langkahkan kaki lemahku, aku terjatuh. Ada tangan yang terulur seperti menawarkan bantuan untuk aku bisa kembali berdiri. Aku mengangkat kepalaku mencoba mencari tahu siapa pemilik tangan itu.

Kyuhyun oppa. Ia tersenyum padaku. Aku menerima uluran tangannya dan berjalan meninggalkan ruangan ini.

-o-

Dua makam bersebelahan yang masih baru itu baru saja ditinggalkan oleh peziarah yang tadi mengikuti upacara pemakaman. Berbagai karangan bunga segar tergelatak di depan nisan. Nisan yang bertuliskan nama CHO KYUHYUN dan PARK HYOJIN. Hyojin meninggal karena serangan jantung, tubuhnya tak sanggup menahan kesedihan karena kepergian kyuhyun. Hyojin menyusul kyuhyun.

-o-

“kenapa kau menyusulku secepat itu, apa aku sebegitu berharganya untukmu chagiya?”

“jika aku bisa memilih, aku lebih memilih kematian dari pada harus hidup tanpamu oppa, karena hidup tanpamu disisiku sama sekali bukan hidup”

THE END

Akhirnya ending juga..gimana gimana FF ini menurut kalian. Sangat direkomendasikan untuk comment demi perbaikan penulisan author..hehehe

Thanx for read  #bowsamakyu

81 Comments (+add yours?)

  1. setia
    Feb 22, 2013 @ 19:42:56

    uwwwaaa nangis bombay.
    aq si gx tau ada typo atau tulisan yg aneh.
    ceritany bagus…

    Reply

  2. Kodok
    Feb 22, 2013 @ 20:02:20

    hua….berkaca kaca bacanya….hadewh…hyojin juga meninggal y? yg penting mrka sama sama dah

    Reply

  3. sjbiassed
    Feb 22, 2013 @ 20:05:30

    nyesekkk._.

    Reply

  4. Gfbffrombf
    Feb 22, 2013 @ 20:09:07

    Huuaa…..
    Author kamu harus tanggung jawab udah bikin aku nangis….
    Huuaa…..hiks….hiks;(

    Reply

  5. trisna
    Feb 22, 2013 @ 20:44:46

    nyesek bangeeeeeeeeeeeeeeeet………………..

    Reply

  6. Miss roro
    Feb 22, 2013 @ 20:51:25

    Hiks hikss hiks
    thor lu harus tanggung jawab neh,udah bikin sungai dadakan di pipi w huuuwaaahh…
    Bagus bagus bagus

    Reply

  7. Miss roro
    Feb 22, 2013 @ 20:52:35

    Hiks hikss hiks
    thor lu harus tanggung jawab neh,udah bikin sungai dadakan di pipi w huuuwaaahh nangis d pelukan kyunie #plaaakk
    Bagus bagus bagus

    Reply

  8. Dwi ayu
    Feb 22, 2013 @ 21:12:27

    Keren bgt ! Feelnya dpet . Aq ampe nangs ;-(

    Reply

  9. adeth
    Feb 22, 2013 @ 21:50:37

    keren thor, feelnya pas kyuhyun meninggal dapet banget..aku sampe nangis bacanya..hiks hiks
    saran aku sih pas detik2 hyojin-nya meninggal agak aneh, soalnya hyojinnya jatuh terus langsung ada kyuhyun, kayanya hyojinnya kurang menderita deh matinya..#DiGamparHyojin
    overall daebak!!

    Reply

  10. agetha camomile (@wifekanginSJ)
    Feb 22, 2013 @ 21:57:52

    xixxixixixixii
    bnar2 daebak thorr..

    nyesak bgt bcanya
    jrang2 bca ff sad kyuppa jdi castnya..

    Reply

  11. TheGirlFromNowhere
    Feb 22, 2013 @ 22:12:19

    Reply

  12. marwah
    Feb 22, 2013 @ 22:44:40

    huah sumpah nyentuh banget author daebak….
    endingnya ga disangka2

    Reply

  13. Ahn Chan Rin
    Feb 22, 2013 @ 23:06:48

    HUWAAAA….
    keren epepnya…. hiks hiks hiks author harus tanggung jawab lho !

    epepnya keren. udh bikin aku meneteskan air mata….
    daebak buat yg buat hehehehe

    Reply

  14. resty
    Feb 23, 2013 @ 10:36:44

    HiksSs.. Sedih banget,,
    Sampe nangis aq bcanya,, daebak thor..

    Reply

  15. sheila
    Feb 23, 2013 @ 12:01:11

    hiks…
    feelnya dpt bgt. smpe brkaca-kaca.

    Reply

  16. mimikusmi
    Feb 23, 2013 @ 12:20:36

    nyesek banged. . .
    hiks hiks hiks. ..
    sampai ke hati feelnya . . .
    T_T

    Reply

  17. vichie4
    Feb 23, 2013 @ 14:45:37

    nangis… hiks…hiks…
    aduh sumpah deh, mataku basah…
    terisak… huwaaaa T.T *lebe-_-
    aku suka ceritanya… sedih badai…

    Reply

    • delanita
      Feb 23, 2013 @ 21:02:37

      sedih badai itu siapanya kece badai yaa..hahaha..#gaklucu
      tenang, jgn nangis lagi, nih author kasih pundak kyu #gakrela

      Reply

  18. minrakyu
    Feb 23, 2013 @ 21:07:35

    huwaaa…yg ini sukses bikin nangis,,
    nyesek banget,,

    Reply

  19. hyun nna
    Feb 23, 2013 @ 22:16:32

    daebak….
    nyampe keisak-isak aku nangisnya….😥

    Reply

  20. Dede1004
    Feb 24, 2013 @ 00:40:43

    Huaaaaaa T.T

    Reply

  21. affiasca98
    Feb 24, 2013 @ 11:58:44

    Feelnya dapet banget. Dan aku ikutan nangis masa._.v
    Good job qq author wks

    Reply

  22. Fantastic baby
    Feb 24, 2013 @ 15:00:11

    Aduh kyk hidup gitu bagus

    Reply

  23. kyuuuuu's
    Feb 24, 2013 @ 17:05:22

    /gigit bibir sambil nahan air mata/ huaaa daebak thor TT

    Reply

  24. chieci
    Feb 24, 2013 @ 17:07:03

    Speechless

    Reply

  25. nana
    Feb 24, 2013 @ 18:40:11

    Hwaaa….aku bener2 nyesek bacanys thor!
    Feel nya dapet banget two thumbs ani 1000 thumbs up deh
    Keep writing ya thorr!^^

    Reply

  26. Flo
    Feb 24, 2013 @ 19:06:02

    gila thor bikin banjir nih….
    huwa nyesek deh, dapet banget feelnya…
    nice stroy chingu…

    Reply

  27. choanha
    Feb 25, 2013 @ 16:11:30

    astagaa parah, tragis, ngenes, miris bacanya. Sebenernya mau nangis, tapi takut dikira gila tiba2 nangis sendirian. Haha. Keren thor antara dialog sama liriknya nyambung. Pernah denger lagu no me ames, tp gatau siapa yg nyanyiin dan gimana mv-nya. Cuma agak aneh sama endingnya. Kirain hyojin meninggal karna kecelakaan atau apa, ternyata serangan jantung karna sedih (ini yg bikin aku agak bingung. But afterall, you’ve made a good story. Daebak!)

    Reply

  28. farfiays2620
    Feb 25, 2013 @ 17:20:21

    daebak !!! feel ngenes banget ,

    Reply

  29. vielfbee
    Feb 26, 2013 @ 08:08:41

    Nangis dehh…

    Reply

  30. rebeccavania
    Feb 26, 2013 @ 22:40:18

    Aigoo. Jeongmal daebak ff nya. Astaga ga nyangka bakal begini endingnya
    Walaupun 2 2 ny meninggal ttep bisa barengan!
    Aku suka cara penulisan author. Mudah dimengerti dan feel ny dpet!🙂
    Hwaiting ya! Keep writing!😉

    Reply

    • delanita
      Feb 27, 2013 @ 08:57:50

      gomawo~
      rasanya kayak d siram air es..sejuk,fresh..belakangan ini rada mumet gara2 ff yg lg author tulis ga selesai2

      Reply

  31. nia'zquidward likilikilik
    Mar 01, 2013 @ 11:53:20

    .aigoo…air mta.q menetes mulu niiigg…Autho.na tanggung jwb dunks#plak

    Reply

  32. sansan
    Mar 01, 2013 @ 21:06:48

    Ah ffnya daebak!!!
    Bacanya sambil dengerin lagu ‘dont say goodbye’ sampe nangis kejer~ (-̩̩̩-̩̩̩_-̩̩̩-̩̩̩)
    Author daebaklah dirimu :’D

    Reply

  33. rofhi
    Mar 03, 2013 @ 15:13:31

    Sad ending yang romantis tetap menulis ya

    Reply

  34. MizzKyu
    Mar 11, 2013 @ 21:07:09

    waaaah,, mataku kenapa jadi gini.. T.T
    Tanggung jawab…! ;(

    Reply

  35. Nuri nda
    Mar 22, 2013 @ 13:05:52

    Daebak..hyojin setia bngt..

    Reply

  36. audri
    Mar 22, 2013 @ 13:45:59

    aq lg nyesek bged, tp ga bs nangis
    pi abis baca ff ini sukses sudah kluar smua uneg.uneg + air mata bombay yg ketahan, thanks for author for relaxing my heart

    Reply

  37. Nadhira Felicia Ariesgo
    Mar 22, 2013 @ 15:08:02

    Sad ending-nya menakjubkan! Alur cerita-nya natural banget. Gaya bahasa author juga enak di baca. Keep writing yaa, thor! ^^

    Reply

  38. cenniani
    Mar 31, 2013 @ 20:11:07

    Yeah, ini ff sukses bikin aku nangis TT

    Reply

  39. putrinurulalya
    Apr 05, 2013 @ 10:39:04

    Huaaaa sebenernya ini sedih banget, tapi aku tahan biar ga bercucuran air mata yah tapi apa da akupun menangis wkwk
    keren keren thor

    Reply

  40. YoonRa
    May 02, 2013 @ 21:32:11

    daebak🙂
    author sukses bikin nangis aku
    keep writing ya🙂 semangat!

    Reply

  41. fitri hajizah
    May 18, 2013 @ 23:34:51

    wuaaahh…
    eonnie sedih bgt, aku nangis sampe susah berhenti.😥

    Reply

  42. ervinahtan
    May 29, 2013 @ 22:37:05

    Daebakkkk bgttt thorrrrr :)))

    Reply

  43. JHY
    Jul 17, 2013 @ 14:17:33

    huweeeeeee.. sedih thor😥

    Reply

  44. ingrid
    Aug 18, 2013 @ 12:12:05

    waaa daebak smpe nangis bacanyaa thor :’)

    Reply

  45. Kim Hyun Ji
    Aug 27, 2013 @ 23:57:47

    Hiks hiksss ni ff dalemnya minta ampun deh😦
    tanggung jawab torrr,,, basah ni bantal (?) huhuhuhu
    bagus bgt,, bahasanya mudah di pahami,
    feelny dpet *HUP
    keep writting thor

    Reply

  46. Leen leyna
    Sep 27, 2013 @ 13:04:20

    Sedih banget FF.y tpi FF ini bisa lebih sedih lagi loh thor lw di detik* kematian kyuhyun di tambah moment* mereka berdua atau proses kematiannya kyuhyun di tambah lebih menyisa thor :D….ini cuma menurut aku aja loh thor…

    FF ini menempati posisi ke empat FF tersedih yang pernah aku baca karena sesedih sedihnya FF ini tidak bisa buat aku nangis separah 3 FF sebelumnya yang pernah aku baca meskipun begitu FF ini menjadi salah satu FF favorit aku…..

    Reply

  47. fikyu
    Oct 16, 2013 @ 23:41:55

    Terharu banget… Sampe nangis bacanya

    Reply

  48. putrywinonys
    Oct 05, 2015 @ 20:21:56

    TT

    Reply

  49. yumi
    Oct 05, 2015 @ 23:03:16

    Ah sumpah sedih banget ff nya bikin baper T.T kereeennn pokonya deh thor ini ff nya aku suka banget ampe air mata becucuran :”)

    Reply

  50. Laili
    Oct 06, 2015 @ 00:53:39

    HUWE…!!! Berlinang air mata. Hyojin tabah bgt qalaupun Kyuhyun sering bgt bilang “don’t love me” juga selalu ngerawat Kyuhyun padahal Kyuhyun dingin bgt. Udah rapi jadi enak bacanya, cuma utk penulisan ‘ahra’ nya kan yg bener seharusnya jdi ‘Ahra’. Mungkin EYD aja yg perlu diperhatikan.
    Keep writing… 🙂

    Reply

  51. esakodok
    Oct 06, 2015 @ 21:25:36

    nangiss pas kyuhyun meninggal..hahaha..aku pikir endingnya bakal bemer sad ending dgn Hyojin yg ditinggal sendiriam..trmyata enggak

    Reply

  52. Nabilatrrsydh
    Oct 07, 2015 @ 12:28:39

    Ya ampun, sedih bangeeettt.. Tp endingnya lebih baik, drpd salah satu ada yg ditinggalin.. T.T

    Reply

  53. resha
    Oct 07, 2015 @ 13:30:45

    kerreeeeeen thor ni ff,tenggorokan aku sampe sakit nahan nangis tv ujung2 mewek juga.

    Reply

  54. YeKyu
    Oct 07, 2015 @ 20:59:08

    dapet feel nya, sedih banget T_______T
    wajar sih kalo kyuhyun bersikap kaya gitu karna dia ngerasa ga bisa bahagiain orang yg dia sayang dan cuma bisa nyusahin tapi harus nya jangan gitu juga ya huhuhu
    endless love dong nih cerita mereka hehe

    Reply

  55. jjstelphy
    Oct 09, 2015 @ 00:12:42

    author jahat iih, ini mata juga ikut sembab kan jadinya -,-)q

    Reply

  56. Eunsang
    Oct 10, 2015 @ 19:22:04

    It’s so sad😥
    but,this is amazing story

    Reply

  57. fauzyah ozy
    Oct 11, 2015 @ 21:26:57

    Aduhhh nyesek amat thorr😂😂nangis bombay aQ..thor loe harus tanggung jwab ne gw g bsa brhenti nangis, tisu jga udh hbis 1 keranjang thor #banyak amat ya satu keranjang lebay gw.. Mengurangi kdar kecntikan gw #plak di gampar ama babe…

    Good job thor..kirain td happy ending kyuhyun bkalan smbuh tpi tpi uuuhuuaaa hiks hiks😭#lebay.
    Tp gw suka endingny sehidup semati.

    Reply

  58. teukkie
    Oct 14, 2015 @ 06:51:32

    huaaaaa dapet banget feelnya
    nyesek banget kyuhyun bilang”dont love me”

    Reply

  59. i'm2IP
    Oct 15, 2015 @ 20:22:16

    Huwaahh.. sepertinya saat aku baca debu sedang berterbangan :” .. penyakitnya kaya yg di 1 liters of tears.. jadi inget tuh film.. sedih.. tragis ff nya😥

    Reply

  60. Trackback: REKOMENDASI FANFICTION | evilkyu0203
  61. kim vikyu_94
    Nov 13, 2015 @ 22:04:03

    aku beneran nangis loh bacanya😥
    feelnya dapet banget , penulisannya juga bagus. Jadi pengen nyari lagunya😥
    makasih banyak buat yang udah rekomendasiin ini😉

    Reply

  62. auliatarzia
    Nov 25, 2015 @ 19:32:01

    rasa sedihnya dapet banget😥
    tapi suka akhirnya mereka bersatu di kehidupan yg lebih baik dari saat itu🙂
    ini kerennnn

    Reply

  63. Alicia Han
    Dec 26, 2015 @ 20:52:55

    Mewek author ;(
    tp kyuhyun hebat bsa bertahan sampai segitunya ,,

    Reply

  64. chohara03
    Feb 19, 2016 @ 21:08:21

    Njayyiiirrrr keren daaaah!! Mau mewek tp gw nya lg keganggu konsentrasi verifikasi nilai snmptno_O. Tapi sumpah kereeeeeeeen bangeeeeeet!! Btw, ini komen pertama gw stelah skitar -/+ 1 hiatus dr baca dan ngepost FF disini, hahaha😀
    Lanjut terus ya thor!

    Reply

  65. sophie
    May 27, 2016 @ 12:07:13

    Ff ini bikin mewek,,sedih bgt bacanya

    Reply

  66. Shin cira
    Nov 14, 2016 @ 13:03:45

    AKU BELUM BACA . IZIN DULU

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: