First Meet : Under The First Snow

first meet under the first snow

First Meet : Under The First Snow (Oneshoot)

 

Cast                 : Han Young Ra, Cho Kyuhyun

Other Cast      : Hwang Yoo Shin, Park Sung Young, Lee Hyukjae, Shin Yoo Jin

Genre              : AU, Romance

Rate                 : G

Length             : Oneshoot

Disclaimer       : Fanfic ini lanjutan dari First Meet : Second, Cake and Coffe, dan murni dari hasil pemikiranku sendiri, seperti biasa jangan copast tanpa ijin, jangan plagiat, jangan ngaku-ngaku, dan lain-lain yang berkaitan dengan penjeplakan tanpa ijin, Arrachi? Cho Kyuhyun milik keluarganya, super junior, SM Ent, ELF, dan Sparkyu. Dan Han Young Ra adalah milik imajinasi saya seorang.Just read, like, and coment. Happy reading all!! 

 

 

Young Ra memutar bola matanya jengah, menatap malas kemesraan dua orang yang duduk dihadapannya.Ia melipat kedua tangannya dibawah dada seraya menghembuskan napas kesal. Sedangkan sahabatnya, Hwang Yoo Shin terkikik pelan melihat tingkah ketiganya yang segera mendapat pelototan jengkel dari Young Ra. Tapi bukannya berhenti, ia justru tertawa dengan kencang, membuat sepasang pengantin baru dihadapan mereka menghentikan acara suap-suapannya dengan kening mengkerut.

Yak!Hwang Yoo Shin hentikan tawa menyebalkanmu itu!” bentak Young Ra lumayan keras.Untungnya café sedang sepi, sehingga tidak mengganggu pengunjung karena suara cempreng gadis itu yang kurang enak didengar.Yoo Shin mengusap-usap telinga kirinya lalu menatap Young Ra dengan kekesalan yang dibuat-buat.

 

“Kau mau membuat telinga-ku tuli ya?Berhentilah memasang wajah kesal dan memandang jengkel kearah mereka.Kau terlihat seperti sedang iri jika seperti itu.”Cibir Yoo Shin seraya menunjuk dua orang yang menjadi penyebab buruknya mood Young Ra hari ini.

Ya! Yang seharusnya jengkel dan kesal itu aku bukan kau!” seru Park Sung Young yang tak lain adalah sepupu Young Ra.

“Kenapa harus kau?

Sung Young merasa kedua tangannya sudah sangat gatal.Ia ingin sekali menjitak kepala sepupunya itu yang saat ini tengah memasang tampang polos andalannya.

“Jika kau lupa, siapa yang saat itu berperan sebagai pendamping mempelai perempuan yang seharusnya mengenakan high heels tapi justru sepatu kets bodoh itu?Apa kau tau? Gara-gara kau semua orang yang hadir dipernikahan-ku membicarakan hal itu bahkan hingga sekarang Han Young Ra! Kau mengacaukan hari pernikahanku!”

 

Young Ra memutar bola matanya malas, kembali melipat kedua tangannya dibawah dada.Ia menatap sepupunya yang sedang melotot padanya dengan wajah merah seperti tomat busuk dan napas terengah-engah. ‘merah seperti tomat busuk’. Young Ra mengulang kalimat itu didalam hati hingga ia hampir tidak mampu menahan ledakan tawanya. Jika Sung Young mendengar kalimat yang ia ulang-ulang didalam hati itu, Young Ra yakin, wanita itu pasti sudah meledak seperti bom. Ia mengambil napas dalam-dalam untuk meredakan tawanya yang ia tahan lalu menghembuskannya secara perlahan.

“Aku kan sudah mengatakan berkali-kali, aku.tidak.mau.menjadi.pendamping!tapi kalian tetap saja memaksaku. Dan hey! Jangan menyebutnya sepatu kets bodoh, aku tidak bisa menerima itu!”

“Tetap saja—“ perkataan Sung Young terpotong karena Lee Hyukjae—suaminya yang hampir ia lupakan keberadaannya—mengusap lengannya dan menatapnya dengan lembut. Sung young menghela napas, membalas usapan Hyukjae dilengannya dengan mengusap punggung tangan pria itu.

“Terserah kau sajalah.”

Sudah pasti Young Ra tersenyum puas atas kemenangan kesekian kalinya ini.Sung Young pasti selalu mengalah dengan perdebatan mereka jika Hyukjae sudah memberikan tatapan lembutnya itu—yang menurut Young Ra tatapan mengerikan.

 

 

 

***

 

 

 

Ketukan yang ketiga kalinya itu membuat seorang pria yang saat ini tengah serius dengan kertas-kertasnya berdecak sebal.Ia mengalihkan pandangannya dari kertas-kertas itu pada sekertarisnya yang berada di ujung ruangan.

“Maaf Cho Sajjangnim, ada seseorang yang ingin bertemu dengan Anda.”

Kyuhyun mengangkat kedua alisnya, lalu menatap jam di pergelangan tangannya. Seingatnya, hari ini ia tidak memiliki janji temu dengan siapapun. Lalu siapa seseorang yang datang ke kantornya dan ingin bertemu dengannya ini?Ia mengembalikan pandangannya pada Kim Ryeowook yang masih menunggu jawabannya di pintu.

“Siapa?”

“Shin Yoo Jin.”

 

Tubuhnya menegang ketika mendengar nama itu. Hampir dua bulan sejak terakhir kali, dan sekarang tiba-tiba saja wanita itu datang ke kantornya.Kyuhyun mencengkeram bolpoin di tangannya dengan kuat seolah menyalurkan emosinya pada benda mati itu.Ia berusaha menormalkan detak jantungnya yang memacu lebih cepat. Apakah hal itu di akibatkan oleh rasa sakit hatinya yang telah tertancap kuat atau karena ia masih menyukai wanita itu? Rasa-rasanya pilihan pertama yang lebih tepat.Ia menarik napas dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan dan merilekskan kembali dirinya. Ia harus bisa mengendalikan diri dan emosinya.

“Suruh dia masuk.”

Ryeowook menatap atasannya itu sebentar sebelum sosoknya menghilang dibalik pintu dan segera digantikan oleh seorang wanita yang memasuki ruangannya dengan langkah ragu.

“Hai.”Sapanya lebih dulu seraya memberikan senyum tulusnya.

Kyuhyun mendongak, menatap wajah mantan gadisnya yang ia rindukan lalu memaksakan sebuah senyum terbit diwajahnya. Ia bangkit dari kursinya, berjalan kearah beberapa sofa yang terdapat diruangannya dan mendudukan diri di salah satu sofa itu.

“Kemarilah.”Panggilnya seraya menunjuk sebuah sofa di hadapannya.Yoo Jin mendudukan dirinya dihadapan Kyuhyun.

“Bagaimana kabarmu Oppa?”

“Aku baik.”

Wanita itu menunduk, meremas ujung cardigan abu-abunya.Kedua matanya berbayang karena genangan air mata yang memenuhi pelupuk matanya.

“Mianhae.Jeongmal mianhae.”Ujarnya dengan suara serak menahan isakan yang terus menerus merongrong untuk lolos dari bibirnya yang bergetar.Kyuhyun tidak bergeming ditempatnya.Ia menunggu Yoo Jin untuk mengatakan semuanya dan membiarkan wanita itu melampiaskan perasaannya; meskipun Kyuhyun sangat tidak suka melihat Yoo Jin menangis, tapi untuk sekali ini, ia hanya akan diam.

 

“Aku… sama sekali tak ada niat untuk mengingkari janji kita. Tapi… saat itu… aku tidak memiliki pilihan lain. Keadaan saat itu sedang kacau.Ayahku sakit dan beliau terus memaksaku untuk segera menikah dengan pria pilihannya.Awalnya aku menolak karena saat itu adalah tahun ketigamu meninggalkanku, dan meminta tenggang waktu satu tahun lagi.Mereka; ayah dan ibuku menurutinya.Tapi setelah satu tahun berlalu bahkan satu tahun lebih 2 bulan, kau tak kunjung kembali. Mereka kembali memaksaku dan mengancam akan bunuh diri jika aku tak menuruti keinginan mereka. Aku… maafkan aku Oppa.”Kedua bahu Yoo Jin bergetar hebat, rasa bersalah dan menyesal mendominasi seluruh hatinya.Ia tidak berani mengangkat kepalanya barang sedetikpun. Kepalanya terus tertunduk dengan air mata yang mengalir deras.Cengkeraman pada cardigan-nya semakin menguat. Seperti apapun alasannya, ia sadar, ia telah menyakiti perasaan Kyuhyun, pria yang mencintainya dengan begitu tulus.

 

Kyuhyun menghela napas, ia bangkit dan berlutut dihadapan Yoo Jin, mengangkat wajah wanita itu, lalu menghapus air mata yang masih mengalir dengan kedua ibu jarinya. Ia kembali tersenyum, bukan terpaksa, melainkan senyum tulus yang menenangkan, walau kedua matanya masih memancarkan perasaan terluka.

“Apa kau bahagia?”Yoo Jin menekan isakannya lalu menatap kedua mata terluka Kyuhyun, dan mengangguk perlahan.

Kyuhyun tidak bisa menyembunyikan senyum kecewanya namun ia tetap tenang. Secepat itukah wanita dihadapannya ini melupakannya? Tapi, ia bisa apa? Jika dengan menikah dengan pria lain dan berpisah dengannya membuat Yoo Jin bahagia, maka ia akan melepaskannya.

“Jika begitu, aku memaafkanmu, dan teruslah bahagia bersamanya Yoo Jin~ah.”Sekali lagi Yoo Jin mengangguk.Setelah mendengar perkataan Kyuhyun, hatinya kini terasa lapang, perasaan bersalah dan menyesal berangsur-angsur menghilang.

“Kau juga harus bahagia Oppa.”Kata Yoo Jin tulus.Kyuhyun termangu ditempatnya.Tiba-tiba saja bayangan seorang gadis muncul dibenaknya.Ia tersenyum, kemudian mengangguk mengiyakan.

“Ya, aku harus bahagia.”

 

 

 

***

 

 

 

Siang ini udara terasa lebih menusuk dari hari-hari sebelumnya, padahal sinar matahari masih setia menyoroti kota Seoul yang selalu padat. Musim gugur telah berganti menjadi musim dingin.

 

Young Ra merapatkan mantel putihnya, mendesah keras karena kesal terhadap udara dingin yang semakin terasa menusuk.Ia mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru café yang bernuansa musim dingin.Beberapa orang memasuki cafénya dan memesan sejumlah cangkir kopi panas untuk mengusir rasa dingin yang menyerang mereka. Dari tempatnya kini, ia bisa mencium aroma kopi dari dapur tepat di belakangnya.Setelah melayani beberapa pelanggan yang membayar pesanan mereka, Young Ra kembali mengalihkan perhatiannya keluar jendela.Pandangannya teralih karena merasa terusik dengan seseorang yang berdiri di depan café-nya cukup lama.

 

Young Ra melebarkan mata bulatnya tatkala menyadari siapa orang itu.Jantungnya kembali bergemuruh. Pria itu masih berdiri di sana, menatapnya dan memberikan senyum miring khasnya. Untuk kesekian kalinya, Young Ra kembali terpesona oleh senyum itu. Tanpa sadar, ia melangkahkan kakinya keluar café, menghampiri pria itu.

“Apa yang kau lakukan disini?Disini dingin kenapa tidak masuk saja?”Kyuhyun hanya tersenyum kecil. Lagi, entah untuk yang keberapa kalinya ia terpana dengan mata hazel gadis itu, sadar atau tidak tapi Young Ra telah memberikan perhatian padanya, meskipun kecil, tapi ia merasa sangat senang.

“Aku menyukaimu.”

Seluruh darah di dalam tubuhnya berdesir ketika mendengar pernyataan yang telontar dari bibir Kyuhyun.Young Ra dapat merasakan seperti ada ribuan kupu-kupu yang mengepakan sayap mereka di dalam perutnya. Tanpa bisa menyembunyikan rona merah di wajahnya, ia menunduk menatap sepatu kets-nya yang di jatuhi sebutir salju. Lalu butir kedua, ketiga dan semakin banyak.Salju pertama yang turun di musim dingin.

“Aku..”Kyuhyun menggelengkan kepala, meskipun Young Ra tidak dapat melihatnya karena terus menunduk.

“Kau tidak harus…” Young Ra tersentak, ia mendongakkan kepalanya dengan cepat lalu menyela ucapan pria itu. “Tidak! Dengar dulu!” ia kembali menunduk, “Aku… aku juga… suka.”

Kyuhyun kembali tersenyum, ia merasa mereka seperti remaja yang baru saja jatuh cinta, padahal umur mereka sudah tidak bisa di katakan remaja lagi. Ketegangan yang melingkupi keduanya sedikit mencair ketika kekehan kecil terdengar dari bibirnya.

“Kalau begitu… cepat buatkan aku kopi! Aku kedinginan.” Kepalanya kembali mendongak, Young Ra menatap Kyuhyun tidak percaya lalu, tersenyum dan mengangguk. Kyuhyun meraih sebelah tangan Young Ra dan menggandengnya memasuki café, mengabaikan sengatan-sengatan kecil yang dirasakan akibat genggaman tangan mereka.

 

 

FIN

 

 

 

Huaaaaa endingnya gak jelas banget L, tapi akhirnya selesai juga. Aku lumayan ngos-ngosan di part ini. But hope you like it ya, maklum author abal-abal😀

Keep reading guys!!!

7 Comments (+add yours?)

  1. shoffie monicca
    Oct 04, 2015 @ 13:49:21

    gntung thor endingnya..klo blh ak minta sequel donk min..

    Reply

  2. Monita yemo
    Oct 04, 2015 @ 17:08:59

    Gantung squel dong..

    Reply

  3. chobyul
    Oct 05, 2015 @ 08:00:00

    senyum2 sndiri bcany,,,suka ,,cinta memang manis. berharp ad klanjutanny..

    Reply

  4. Rrin'sLove
    Oct 05, 2015 @ 08:54:25

    huweeee mau lagiiii hohoho

    kurang ini thor
    kurang kkk

    aigoooo si kyuhyun ini langsung2 aja
    aaah tapi iitu maniiiis kkk

    Reply

  5. uchie vitria
    Oct 05, 2015 @ 12:13:18

    ngegantung ya dan jadi bingung malahan

    Reply

  6. Laili
    Oct 05, 2015 @ 18:32:36

    Sequel…. biar jelas, di sequelnya nanti (klo ada) dikasih penjelasan kapan mereka pertama kali ketemu, gimana selanjutnya. Asli penasaran sama asal usul pertemuan mereka. EYD nya bisa lebih diperhatikan ya, thor…
    Keep writing….🙂

    Reply

  7. kyurahistory
    Oct 10, 2015 @ 11:03:53

    annyeong, aku author FF ini, untuk yang blum tau gmna awal mereka ketemu, kalian bsa buka di postingan sebelumnya krna udh aku kirim atau bsa jga liat di FP-ku Iffuany Yaqaz. untuk kritik dan sarannya terima kasih banyak ^^

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: