Special Gift [3/?]

Tittle              : Special Gift part 3

Author           : pipit

 

Cast               : Cho Kyuhyun

Park Hye Soo

 

Genre                        : Marrige life, Romance

Rating                        : PG 15

 

Length           : Chapter

 

Ff ini juga sudah di publish di blog pribadi www.duniapipit105.wordpress.com

Hati-hati banyak TYPO bertebaran!!!!!!!!!!!!

 

Happy Reading…

 

***

Hye Soo POV

Tiga bulan sudah hubunganku dan kyuhyun terjalin. Sedikit demi sedikit aku mulai paham apa kebiasaanya. Selama itu pula hubungan kami semakin dekat. Tapi hanya teman.. ya hanya sebatas itu hubungan kami, tidak lebih. Kadang kyuhyun suka mengantar atau menjemputku di kantor. Ataupun hanya sekedar untuk makan siang bersama. Kami telah melakukan banyak hal yang terbaik untuk pernikahan ini. Seperti halnya hari ini, ia memintaku membawakan makan siang ke kantornya. Dan kami makan siang bersama. Bukan berarti aku sering membawakan makan siang ke kantornya. Jujur ini adalah kali pertama aku mampir ke sana. Hanya karena ia ingin makan bersama tapi ia tidak memiliki waktu yang banyak untuk pergi keluar.., jadilah kami sepakat untuk makan di tempatnya bekerja.

Aku sempatkan untuk membeli makanan terlebih dahulu seperti yang ia minta. Ya.. ia memintaku untuk membawakannya jajangmyeon, makanan kesukaannya. Itu yang aku tau belakangan ini. Dan kutambah makanan kesukaanku, bulgogi.

***

Kyuhyun POV

Semua direksi membungkukkan badannya ketika kuhyun mengakhiri meeting. Ia berjalan keluar ruangan yang diikuti oleh asistennya, Kim ryeowook. “apa jadwalku setelah ini ryeowook-ssi?” Tanya kyuhyun sambil tetap berjalan di depan asistennya.

“pukul 13.30 nanti anda akan ada meeting lagi bersama tuan Jung dong wa, terkait kerjasama yang akan dilakukan di Negara Jepang.” Ucap ryeowook yang melihat agendanya memastikan jadwal kyuhyun.

Kyuhyun melihat jamnya..”masih ada tigapuluh menit lagi sebelum istirahat. Kosongkan jadwalku di waktu itu.” Pinta kyuhyun yang sudah melintasi meja sekertarisnya. Seketika sekertarisnya berdiri melihat kyuhyun yang hampir melewati mejanya. Kyuhyun berhenti melangkah yang otomatis membuat ryeowook pun berhenti melangkah. Kyuhyun membalikkan badan ke arah ryeowook. “satu lagi ryeowook-ssi..,” ryeowook diam menantikan atasannya melanjutkan ucapannya. “tolong jangan ganggu aku ketika waktunya istirahat tiba, aku sudah ada janji. Siapapun …” ucap kyuhyun tegas.

“baik presdir cho..” ucap ryeowook membungkukkan badan.

Kyuhyun melanjutkan langkahnya memasuki ruangan. Seketika sekertarisnya menghentikannya “maaf tuan, saya hampir lupa. Di dalam sudah ada tuan Choi siwon dan juga tuan Lee Donghae.” kyuhyun pun mengangguk tanda mengerti, lalu masuk.

“akhirnya tuan besar yang kita tunggu-tunggu muncul juga.” Oceh donghae yang sedang duduk di sofa bersama siwon. Kyuhyun ikut duduk di sofa depan mereka. “jangan salahkan aku. Kau tidak membuat janji terlebih dahulu denganku.” Balas kyuhyun.

“ya..ya.. sudahlah. Kita disini kan ingin mengajak kyuhyun makan siang hae. Bagaimana kyu?”

“makan siang?? Hmm.. mian, aku sudah ada janji.” Walaupun kyuhyun meminta maaf, tapi tidak dengan ekspresi wajahnya yang terlihat cuek dan senang.

“wae..?” Tanya donghae penasaran sekaligus kesal karena kyuhyun menolak ajakannya. Sudah mending ia datang sendiri ke sini menjemputnya. Malah menolak.. lihat tidak ada raut penyesalan sama sekali di wajahnya.

“ah.. aku tau. Kau sudah ada janji dengan istrimu bukan kyu?” tebak siwon tepat sasaran. Kyuhyun hanya tersenyum membenarkan.

“astaga.. benarkah itu kyu. Ck ck ck, aku tidak sangka hubunganmu dengannya akan secepat ini. Ceritalah sepertinya aku ketinggalan informasi. Dan sudah lama kau tidak cerita.”

“aww.. apa-apaan kau won-ah.” Dumel donghae yang tiba-tiba mendapat jitakan di kepalanya

“sebaiknya kita pergi sekarang hae. Kajja…” ajak siwon menarik donghae untuk ikut berdiri.

“ah.. akhirnya kalian mengerti juga. Cepat pergilah.. waktu istirahat sudah hampir tiba.” Ucap kyuhyun yang mengusir kedua sahabatnya.

“yak.. kau mengusir kami kyu.” Belum sempat donghae meneruskan ucapannya, siwon menarik donghae untuk keluar. “yak won-ah.. lepas. Apa-apaan kau.., aku bisa keluar sendiri.”

“kyu.. kami pamit ohh.., aku tunggu kelanjutannya.” Kedip mata siwon menggoda.

Kyuhyun geli melihat kelakuan kedua sahabatnya. Tapi ia mengerti arti tatapan siwon padanya. ‘ah.., sekarang belum saatnya won-ah. Aku belum bisa..’ ucapnya dalam hati tersenyum getir.

Siwon, walaupun tidak tau seperti apa kondisi rumah tangga kyuhyun saat ini, tapi ia merasakan hal berbeda dari kyuhyun. Seperti halnya ahra, ia menangkap adanya sedikit sorot kebahagian dalam matanya. Jauh berbeda ketika pernikahannya yang pertama. Bukan bermaksud membandingkan.., hanya saja kyuhyun tidak bersikap seperti itu pada eun rim dulu. Meskipun kyuhyun sangat bersikap lembut memperhatikan eun rim, juga menjaganya. Ia yakin, ada sesuatu yang disembunyikan sahabatnya itu. Tapi ia tidak akan bertanya lebih jauh. Ia akan mendengar sendiri cerita lengkapnya ketika kyuhyun sudah ingin bercerita. Sekarang ia hanya akan mengamatinya saja diam-diam.

***

Hye Soo POV

Gedung pencakar langit itu begitu kokoh ditempatnya. Menjulang tinggi hingga siapa saja akan sulit melihat puncak dari gedung tersebut. Hye soo berjalan memasuki gedung tersebut dengan sebuah tentengan di tangannya. Ia menuju receptionist untuk meminta akses masuk ke dalam gedung itu.

“selamat siang” ucap ramah receptionist itu yang diketahui bernama hyemi dari name tag yang digunakannya. “ada yang bisa saya bantu nyonya?”

“ne.., aku ingin bertemu Cho kyuhyun. Bisakah aku meminta akses untuk masuk?” tanyaku yang tak kalah lembut.

“oh ne.., tapi sebelumnya anda harus mengisi data tamu ini dulu.” Tunjuknya pada layar computer yang berarah padaku untuk mengisi data tamu. “mohon maaf sebelumnya nyonya, apakah anda sudah ada janji dengan presdir Cho? Karena setau saya presdir orang yang sulit ditemui.”

“kau tak usah khawatir hyemi-ssi. Aku sudah memiliki janji dengannya siang ini.” Kataku tersenyum.

“baiklah nyonya, ini kartu aksesnya. Ruang presdir Cho ada di lantai paling atas.” Ucap hyemi tersenyum. Tak sangka di balik gedung yang berdiri kokoh dan tegap ini, memiliki pekerja yang sangat ramah. Salah satunya receptionist itu. Walaupun itu pekerjaanya melayani tamu, tapi ia merasa receptionist itu begitu tulus dalam melayani tamu.

Hye soo keluar lift di lantai yang sesuai intruksi hyemi barusan. Ia berjalan menyusuri jalan di lantai itu. Tidak susah mencari ruangan kyuhyun, karena di lantai ini tidak memiliki ruang yang terlalu banyak seperti di lantai lainnya. Begitu keluar lift, Hanya ada satu pintu yang mengarah pada ruangan kyuhyun. Hingga ia sampai di depan meja sekertaris kyuhyun.

“permisi, saya ingin bertemu Cho kyuhyun.” Pelan-pelan hye soo bertanya pada sekertaris itu agar tidak mengagetkannya, karena sepertinya sekertaris itu sedang sibuk bekerja dan tidak sadar akan kehadiran hye soo.

“ye..!!” sontak sekertaris itu mendongkakkan kepalanya ke arah hye soo. “ah mianhae nyonya, saya tidak sadar ada anda di hadapanku tadi.” Jawabnya penuh sungkan. Tiba-tiba ia menautkan alisnya. Dan segera berdiri…

“omoo, anda nyonya Cho bukan?” sebelum hye soo sempat menjawab sekertaris itu kembali bicara. “maafkan saya nyonya cho, saya tadi tidak begitu memperhatikan.” Wajah sekertaris itu berubah pucat. “nyonya kumohon, jangan laporkan ini pada presdir Cho ya?”

Hye soo hanya tersenyum menyikapi kelakuan sekertaris kyuhyun. ‘Apakah seperti ini kelakuan sekertarisnya setiap hari?? Hihi, pikiran ingin tertawa menghampirinya. Tapi ia menahannya demi sopan santun. Tapi aku penasaran, mengapa ia tau kalau aku istri kyuhyun? Bukannya pegawai kyuhyun tidak di undang waktu pesta pernikahan kemarin.

***

Hye soo memasuki ruangan kyuhyun, setelah ia menenangkan sekertaris kyuhyun yang ketakutan. Ia dorong pintu ruangannya, “kyuhyun-ssi, kau di dalam?” ucap hye soo sambil menyembulkan kepalanya terlebih dahulu. Kyuhyun yang sedang berkutat dengan laptopnya mendongkak melihat ke arah yang memanggilnya. Kyuhyun tersenyum. “kemarilah..” kyuhyun pun berdiri menyambut hye soo. Ia menuntun hye soo untuk duduk di sofa ruang kerjanya.

“kenapa kau baru datang? Ini sudah terlambat lima menit.” Kyuhyun menunjukkan jam ditangannya pada hye soo.

“maaf..” hye soo menjawab kyuhyun sambil meletakkan makanan yang ia bawa. “tadi aku sempat tertahan di receptionist juga sekertarismu.” Lanjut hye soo yang sudah selesai menyiapkan makanannya.

Alis kyuhyun terangkat, bingung. “receptionist? Sekertaris? Untuk apa?”

“ini..” unjuk hye soo pada kyuhyun mengenai kartu akses yang ada ditangannya.

Seketika kyuhyun baru mengingat jika istrinya itu belum memiliki kartu akses khusus. Ia lupa untuk memberikannya. “astaga hye soo.., maafkan aku. Sumpah aku sungguh tidak mengingatnya.” Kyuhyun buru-buru pergi ke arah meja kerjanya. Ia menekan tombol intercom untuk disambungkan pada asistennya.

“ryeowook-ssi, segera kau urus akses khusus atas nama istriku. Kuharap siang ini juga, akses itu sudah siap.”

Setelah selesai, kyuhyun kembali ke sisi hye soo. Hye soo menyerahkan jajangmyeon dan sumpit pada kyuhyun agar segera dimakan. “kau seharusnya tidak perlu melakukan itu kyuhyun-ssi.., aku tidak masalah dengan itu.” Ujar hye soo yang mendengar kyuhyun bebicara pada sambungan telepon.

“tidak hye soo.., itu untuk mempermudah kau untuk masuk ke sini lain kali.” Secara tidak langsung kyuhyun menginginkan hye soo untuk datang ke sini menemuinya lagi. Hye soo pun tertegun mengerti arah ucapan kyuhyun tadi.

Mereka sama-sama diam sibuk dengan pemikirannya masing-masing. “hyea..” ujar kyuhyun tiba-tiba dengan ragu-ragu. Hye soo yang sedang sibuk dengan pemikirannya dan makanannya, langsung terdiam mematung. Langsung ia tatap kyuhyun yang ternyata sedang menatapnya juga. “boleh kah aku memanggilmu seperti itu?” tanyanya lagi. “ani.., maksudku.., sudah seharusnya kita bisa bicara sedikit lebih santai. Tidak terlalu formal.” Tak ada jawaban dari hye soo. “tapi jika itu membuatmu tidak nyaman, tidak apa.” Kyuhyun berusaha tersenyum, menahan mati-matian rasa kecewanya agar hye soo tidak melihat hal tersebut.

“ekhm..” hye soo tersadar. Ia berdehem untuk membasahkan tenggorokannya yang tiba-tiba terasa kering. “aaakuu..” ada jeda dari ucapan hye soo. Huff .., ia menghela nafas terlebih dahulu. Entah kenapa sekarang ia merasa gugup. Lalu hye soo tersenyum. “gwenchana. Jadi, panggilan apa yang kau inginkan? Kurasa aku akan memanggilmu kyu saja.., otte?”

Kyuhyun tersenyum. “tak masalah.” Ucapnya.

***

Hye soo menjalani hari-harinya seperti biasa. Tapi ada yang berbeda, semenjak hari dikantor kyuhyun waktu itu, hubungan hye soo dan kyuhyun semakin dekat. Mereka kerap kali menghabiskan waktu berdua, baik di dalam rumah maupun diluar rumah. Tapi bagi hye soo, hubungan mereka tidak lebih dari pertemanan semata. Meskipun kadang kala hatinya selalu berdesir dan berdetak lebih cepat ketika ia bersama kyuhyun.

Malam ini, mereka berdua berencana makan malam bersama keluarga besar mereka. Kelurga cho, keluarga park juga keluarga kim. Keluarga kim termasuk salah satu kelurganya, karena memang keluarga kim sudah dianggap orangtua kedua hye soo. Mereka semua berkumpul di sebuah kafe ternama di seoul. Kebetulan orangtua kandung hye soo sedang berkunjung ke seoul untuk bertemu dengan salah satu rekan bisnisnya. Hal ini dimanfatkan oleh nyonya cho dan nyonya kim untuk mengakrabkan keluarga mereka.

“hari ini aku senangg sekali…, rasanya keluarga kita menjadi keluarga yang sangat besar.” ucap nyonya cho tersenyum lebar.

“kau benar hanna-ya.., terutama aku dan suamiku. Sekarang ini aku merasakan tidak kesepian lagi.” Balas nyonya kim.

“ya.. kalian berdua benar. Aku pun merasa begitu. Sudah lama sekali aku tidak merasa seperti ini. Aku terlalu kesepian di busan, mengingat anak-anakku semua sudah meninggalkan rumah dan juga suamiku yang sibuk dengan pekerjaanya.” Ucap nyonya park dengan sendu yang dibuat-buat.

Nyonya cho dan nyonya kim memberikan tatapan prihatin pada nyonya park. Hye soo tersenyum geli melihat kelakuan ibunya yang terlalu mendramatisir. Padahal di busan ibunya kerap kali tidak ada dirumah ketika ia mengunjunginya. Ibunya itu memiliki jiwa sosial yang tinggi. Jadi ia memiliki banyak kegiatan mengenai kegiatan sosialnya itu.

“hmm mungkin jika ditambah dengan suara tangisan bayi, itu akan menjadi lebih lengkap.” Ucap ahra mengedipkan matanya pada kyuhyun dan hye soo maksud menggodanya.

Hye soo yang mendengar langsung tersedak minumannya sendiri begitu ia minum. “gwenchana?” bisik kyuhyun pelan. Hye soo menggelengkan kepalanya menandakan baik-baik saja. Hye soo melihat satu persatu orang-orang yang kini menjadi keluarganya. Mereka semua tampak bahagia. Tertawa bersama dan bicara bersama. ‘bagaimana seandainya mereka tau kondisi pernikahan anak-anaknya? Apakah mereka akan seberbahagia ini?’ pikir hye soo dalam hati. Walau bagaimanapun hye soo dan kyuhyun sudah membohongi keluarganya. Walaupun tidak ada perjanjian dalam pernikahan mereka, tapi mereka sendiri tidak tau mau dibawa kemana hubungan pernikahan ini. Terutama hye soo yang selalu dibayang-bayangi oleh eun rim.

Setelah makan, hye soo melepas penat ke taman yang berada di luar ruang makan privat itu. Kyuhyun sendiri sedang berbincang-bincang dengan ayah dan kedua mertuanya. Begitupun dengan para istri-istri mereka, yang sedang menggosipkan entah siapa. Ia terlalu malas untuk bergabung dengan para nyonya itu. Alhasil ia memilih keluar untuk menghirup udara segar.

“apa yang kau lakukan disini?” Tanya seorang wanita yang berstatus kakak iparnya hye soo.

“aku..” tiba-tiba wanita itu menghentikannya. “tak perlu dijawab. Aku tau kau bosan dengan ketiga wanita itu kan.” Tunjuknya menggunakan kepala ke arah ketiganya.”haha.. sebenarnya aku juga sepertimu.” Hye soo ikutan tertawa mendengar ucapan kakak iparnya.

Wanita yang disebut kakak iparnya itu adalah ahra, kakaknya kyuhyun. “hmm, bagaimana hubunganmu dengan kyuhyun?” tanyanya lagi setelah menertawakan dirinya.

“hubungan kami baik.” Ucapku dengan jujur. Toh kami memang baik-baik saja.

Ahra mengajak hye soo untuk duduk di pendopo taman ini. “aku tau kau dengannya baik-baik saja. Kau tau, semua pegawai di kantor kyuhyun membicarakan kalian berdua.”

“benarkah?“ tanya hye soo tidak percaya. Pasalnya hye soo jarang sekali pergi ke kantornya kyuhyun, hanya beberapa kali.

“heem.” Jawab ahra menganggukkan kepalanya. “ketika aku datang mengunjungi kyuhyun beberapa hari yang lalu, aku sedikit mendapat kejutan. Banyak pegawai diwaktu istirahatnya membicarakan dirimu dan kyuhyun. Rata-rata dari mereka memberikan komentar yang positive. Seperti..’istrinya presdir cho sangat cantik juga ramah. Pantas presdir cho memutuskan menikah lagi. Karena wanita yang dinikahinya begitu sempurna. Pasti predir cho sangat bahagia..’ Begitulah salah satunya.” Ujar ahra meyakinkan.

“haha begitu ya..!” hye soo tertawa gugup mendengarnya. Bingung harus memberi respon seperti apa.

“apa kau juga tau hyea..” ucapnya sambil memandang hye soo. Kali ini ahra menunjukkan sedikit keseriusannya, terdengar dari ucapannya. “ku rasa pegawai kyuhyun benar.”

“benar apanya oennie?” Tanya hye soo penasaran.

“kyuhyun begitu bahagia menikah denganmu.” Ucapnya tanpa basa-basi.

DEG

‘Kenapa hati ini berdebar.’

“aku belum pernah melihatnya yang seperti ini. Apa kau sadar hyea.., wajah kyuhyun selalu terlihat lembut ketika berhadapan denganmu, berbeda ketika ia memandang eun rim. Ya meskipun ia juga bersikap lembut padanya. Bukan itu saja.., aku bisa melihat binar kebahagiaan ketika kyuhyun akan menikah denganmu.” Ucap ahra sungguh-sungguh.

‘hati ini berdebar lebih cepat dari tadi. Benarkah itu?? Tapi kenapa?’

Hye soo tanpa sadar memegangi dadanya. Ia bingung dengan perasaan ini. Terkejut?? Ya.. ia juga merasakan itu.

“cha.., ayo kita masuk. Sepertinya mereka sudah selesai bicara.” Ajak ahra pada hye soo yang sudah berdiri lalu berjalan duluan masuk ke dalam. Hye soo sendiri masih tidak bergeming dan terus memegangi dadanya yang berdebar kencang.

***

Sepanjang jalan hye soo tidak mengeluarkan sepatah katapun. Ia masih melamun memikirkan ucapan ahra tadi. ‘benarkah itu? Bagaimana jika itu benar? Apa yang harus kulakukan?apa aku senang? Atau sebaliknya?’ pertanyaan-pertanyaan itu selalu terlintas dipikirannya.

Hingga ia tersadar dari lamunanya ketika kyuhyun membuka seatbelt mobil yang dikenakannya, karena mereka sudah sampai di basement apartement mereka. Otomatis membuat hye soo menoleh ke arah kyuhyun. Dan pandangan mereka bertemu. Jarak keduanya sangat dekat. Entah siapa yang memulai, kini bibir tipis keduanya saling menempel. Hye soo yang mulanya terkejut, entah mengapa membiarkannya saja. Sementara kyuhyun, yang tidak mendapat penolakkan dari hye soo terus melakukannya semakin dalam.

TBC

 

Part 3 selesai. Haha.., gimana, mau dilanjutkan??? Ceritanya makin absurd kah??

Jangan lupa komentarnya ya untuk pemeberi semangat nulis.

See you next part ^^

 

 

 

 

 

10 Comments (+add yours?)

  1. putrywinonys
    Oct 06, 2015 @ 13:15:37

    Kyu

    Reply

  2. Dewira kyuhni
    Oct 06, 2015 @ 14:17:19

    Gak sabar ditunggu lanjutannyaa …..

    Reply

  3. antikairawan
    Oct 06, 2015 @ 15:29:30

    next thor. ini keren, aki suka cara kyu oppa bersikap. dia masih menyembunyikan rasa cintanya tapi tdk menyembunyikan kelakuannya yg penuh cinta

    Reply

  4. yulia
    Oct 06, 2015 @ 21:02:41

    TBCnya bikin gregetan….
    bacanya sambil ngebayangin jadi Hye Soo

    Reply

  5. Laili
    Oct 07, 2015 @ 00:21:59

    Bikin penasaran!!! Nge-cut nya gk pas bgt waktunya, kan mereka sedang ‘itu’ *plak* hehe: D
    Ditunggu ya….
    Keep writing… 🙂

    Reply

  6. putrywinonys
    Oct 07, 2015 @ 19:35:48

    kapan lanjutanya. udh engga sabar. next next next ^^ XD

    Reply

  7. lieyabunda
    Oct 08, 2015 @ 03:51:46

    kyu mulai jatuh cinta,,,
    lanjut

    Reply

  8. soulmy
    Dec 07, 2015 @ 14:26:31

    keren… lanjutin aja. penasaran bgt ma ceritax, krn kyu kok bh senang klo sma hye soo

    Reply

  9. inggarkichulsung
    Apr 07, 2016 @ 21:04:31

    So sweet bgt, smg benar yg dikatakan Ahra oennie dan pendapat Siwon oppa bahwa sepertinya ada sesuatu binar lain dr senyum kebahagiaan Kyu oppa, Hye soo and Kyu oppa sweet kissue

    Reply

  10. anggunrania
    May 12, 2016 @ 15:28:23

    loh kayaknya baru aja baca udah tbc aja yakj??

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: