[Ficlet] Late Night Coffee

 

Author                    : Mrs. C

Title                          : Late Night Coffee

Cast                          : Cho Kyuhyun, Seo Eun Gi (OC)

Genre                      : Romance, AU

Rating                     : PG-15

Length                    : Ficlet ( 1.036 Words)

Note                         :

Hai readers!!!

 

Sebenernya aku nggak yakin FF ini masuk oneshot atau ficlet karena jumlah kata-katanya 1.036, sedangkan ficlet maksimal cuma 1.000 words. Tapi karena kelebihannya nggak sampe 50 words, aku tulis ficlet aja deh.

 

Ini FF keduaku disini setelah Telepathy. FF ini adalah lanjutan dari FF Telepathy. FF ini seluruhnya dilihat dari sudut pandang Kyuhyun. Aku sarankan untuk baca Telepathy sebelum baca FF ini. Hope you like it.

 

Happy reading!!!

 

***

Aku menyesal karena tidak datang lebih cepat.

***

 

Aku memarkirkan mobilku di garasi rumah kecil yang saat ini kutinggali sementara, sebelum rumah milikku selesai dibangun. Rumah ini adalah aset pertama yang dimiliki kakek di Seoul. Ini adalah tempat dimana ayah tumbuh besar, bersamaan dengan berkembangnya perusahaan farmasi dan kedokteran yang dimiliki kakek.

 

Aku hendak mengunci pagar setelah mengunci mobilku. Tapi ternyata, aku melihat Seo Eun Gi berjalan ke arah rumahku dari kejauhan. Jarak rumahku dan apartemen tempatnya tinggal memang sangat dekat. Hanya berjarak empat blok saja.

 

Ngomong-ngomong, ini adalah hari ke lima puluh empat setelah pertemuan kami di reuni SMA waktu itu. Aku seorang dokter, aku menyukai ketepatan, aku menyukai ilmu pasti, dan aku mencintai hari-hariku bersama Seo Eun Gi. Rasanya tidak aneh jika aku menghitung hari demi hari yang kulewati bersamanya.

 

Eun Gi mendekat ke arahku sambil tersenyum. Dia memakai kaos polos berwarna hijau muda, dengan celana training hitam. Kelihatannya dia sudah pulang dari kantor sejak sore tadi.

 

Aku membuka pintu pagar, lalu menyuruhnya masuk tanpa bertanya lagi. Aku tahu dia tidak bisa tidur, dan sedang ingin bersamaku semalaman.

 

“Aku akan merindukanmu, Kyuhyun. Besok siang aku harus pergi ke Jepang untuk pelatihan selama seminggu.” Dia berjalan melewatiku, lalu mengambil kunci rumahku dari bawah pot bunga.

 

Aku mendekatinya. Meletakkan telapak tanganku di pinggang Eun Gi sambil menunggunya membuka pintu. “Kenapa tiba-tiba sekali?”

 

Eun Gi hanya menjawabnya dengan gelengan kepala. Wanitaku lalu masuk ke dalam rumah setelah meletakkan sandalnya di rak sepatu. Rumah itu benar-benar kecil. Hanya terdiri dari dua kamar, satu dapur dan ruang makan, satu kamar mandi, ruang tamu yang bergabung dengan ruang keluarga, dan kebun kecil di belakang rumah.

 

Setelah menyalakan lampu, Eun Gi berjalan menuju dapur, lalu memintaku mengambilkan kopi di rak paling atas, sedangkan ia menyiapkan dua buah cangkir.

 

Aku meletakkan tas punggungku di lantai, lalu beranjak ke kamar untuk bersiap mandi. Tapi tangan Eun Gi menahan lenganku.

 

“Jadi kau tidak memperbolehkanku mandi?”

 

“Jangan. Aku sangat menyukai aromamu saat ini. Percampuran antara wangi parfum mahalmu, wangi pengharum mobil maskulinmu, dan wangi keringatmu yang menggoda. Jadi jangan mandi sebelum aku pulang.”

 

Aku tertawa mendengar jawaban darinya. Aku suka sifat Eun Gi yang selalu terbuka padaku. Bahkan dalam hal-hal yang vulgar sekalipun. “Aku merasa khawatir, sayang. Dugaanku, kau tidak akan pulang malam ini.”

 

“Oh, sialannya dugaanku juga sama sepertimu.” Wanitaku yang mempesona itu tertawa sambil menuangkan air panas kedalam cangkir.

 

Aku meraih ikat rambut yang mencuat dari dalam kantung celana traingnya, lalu menarik seluruh rambutnya keatas, dan mengikatnya.

 

“Kau sangat pengertian, Cho Kyuhyun. Tapi sepertinya aku harus mencuci piring kotor yang kau tinggalkan sejak tadi pagi. Jadi kau harus membawa cangkir-cangkir ini ke depan, sementara aku mencuci piring.”

 

Aku bergumam sebentar, lalu membawakan kedua cangkir milik kami menuju sofa di ruang tengah. Aku duduk dengan nyaman di sudut sofa sambil mengangkat satu kakiku ke atas meja, dan kaki lainnya ke atas sofa.

 

Eun Gi kembali dari dapur beberapa saat kemudian. Aku merengkuh pinggangnya, dan menyuruhnya duduk diatas pangkuanku, lalu bersandar pada kakiku. Dia tidak menolak, dan aku tahu kami sama-sama menyukai ini.

 

“Aku mencoba untuk tidur sejak 2 jam lalu, dan ternyata aku tidak bisa.” Eun Gi menumpukan berat tubuhnya dengan nyaman di dadaku. Memainkan kemeja kerjaku, dan membelai leherku sesekali.

 

“Memikirkanku?”

 

“Ya. Aku memikirkanmu. Sama seperti Juliet memikirkan Romeo.” Dia berkata sambil menerawang jauh. Aku hanya tersenyum memandangi wajahnya.

 

Beberapa saat kemudian, Eun Gi mengambil secangkir kopi dari atas meja. Meminumnya perlahan. Wajahku maju, mendekati bibir cangkir, dan menyesap kopinya juga. “Truth, or dare?” Tanyanya tiba-tiba.

 

Reflek, aku menjawab, “Truth.”

 

“Katakan dengan jujur segalanya tentang aku.” Kemudian dia menyesap kopinya lagi. Tangan kananku ada di pinggangnya, tangan kiriku menggenggam telapak tangannya.

 

“Wanita yang dulu kuanggap sempat kuanggap sebagai jelmaan laki-laki saat SMA, tapi ternyata anggapan itu berubah saat aku melihatmu di prom night waktu itu. Setelah kau beranjak dewasa seperti sekarang ini, kau selalu terlihat seksi dengan cara yang elegan, cantik dan menawan.”

 

Aku lalu melanjutkan, “Wanita paling setia yang pernah kutemui. Paling mempesona, paling jujur, dan paling terbuka padaku. Wanita yang paling mengerti aku, dan yang paling mencintai aku. Wanita pekerja keras yang sangat keibuan. Sangat keibuan, sampai aku akan menangis terharu jika nantinya kau yang menjadi ibu bagi anak-anakku.”

 

“And i must say, darling, your laugh is my favourite shade of love; The perfect blend of tones angelic and addiction.” Lanjutku.

 

Dia tersenyum, lalu mengecup bibirku. Sekali. Dua kali. Oh, ternyata sampai lima kali banyaknya.

 

“Truth, or dare?” Aku bertanya balik padanya.

 

Sama sepertiku, dia lalu menjawab, “Truth, tentu saja. Memangnya apa lagi?”

 

“Suatu hari nanti, apakah kau mau menikah denganku?”

 

Eun Gi meletakkan cangkir kosong diatas meja, lalu memeluk leherku dengan sayang. “Menurutmu apa? Aku akan menikahi laki-laki lain, begitu? Pertanyaan bodoh. Sekarang giliranku. Kau pilih truth, atau dare?”

 

“Truth.”

 

“Lagi?”

 

“Ya.”

 

Eun Gi terlihat berfikir dengan keras, lalu beberapa saat kemudian, ia kembali menatapku. “Baiklah, apa penyesalan terbesar yang kau alami dalam kehidupanmu?”

 

Aku terdiam sejenak. Membelai rambut dan keningnya, sampai ke pipi dan bibirnya. “Aku menyesal karena tidak datang lebih cepat. Aku menyesal karena telah membuatmu terlalu lama menungguku.”

 

Aku lalu melanjutkan, “Maksudku, kalau aku datang lebih cepat, mungkin kita tidak akan mencintai bayangan saja selama bertahun-tahun. Bisa saling menyentuh, saling memeluk, saling bercerita. Atau bahkan kita sudah menikah sekarang. Sudah memiliki anak. Sudah merasa sangat bahagia. Sudah kehabisan kata untuk mengungkapkan cinta.”

 

“Itu bukan salahmu, Kyuhyun. Jadi jangan anggap itu sebagai penyesalan terbesarmu.”

 

“Ya. Itu salahku. Bahkan saat kita masih bersekolah di SMA dulu, hampir semua temanmu selalu memanggilmu dengan namaku, dan mmanggilku dengan namamu. Maksudku, aku seharusnya tidak sebodoh itu untuk menyadari mereka mengatakan ‘Hei, Seo Eun Gi suka padamu’ dengan cara yang halus padaku.”

 

Eun Gi tersenyum.

 

“Tapi percayalah, Seo Eun Gi, menyia-nyiakanmu untuk yang kedua kalinya akan menjadi penyesalan terbesar dalam hidupku.”

 

Selama sekian detik setelah aku menyelesaikan kalimatku, aku dan Eun Gi benar-benar hanya saling bertatapan dalam diam. Kami berbicara dengan pikiran kami, dan kami membayangkan hal yang sama. Aku tidak pernah menyangka kalau telepati bahkan bisa semudah ini ketika kami berada berdekatan.

 

Dua menit kemudian, aku bertanya, “Truth, or dare?”

 

Dan Eun Gi menjawab, “Dare.”

 

Aku menyatukan keningku dengan keningnya, lalu berbisik dengan mata terpejam. “Kau sudah tahu tahu apa tantangan yang ingin ku berikan padamu.”

 

Eun Gi tertawa lebar.

 

Dan ternyata dugaanku benar. Eun Gi tidak pulang dari rumahku malam itu.

 

-The End-

 

Bagian terakhir silahkan artikan sendiri /hehehe/

 

Bubye J

11 Comments (+add yours?)

  1. shoffie monicca
    Oct 07, 2015 @ 14:43:15

    hehe kyu sm eun gi sosweet bngt ak jd pngn…kyu kpn gilirnanku.(plank dijitak author)

    Reply

  2. dewievkyu8
    Oct 07, 2015 @ 19:36:51

    so cuet bnget. . .bytheway, apa yg mreka lkukan ya?? (mulai berfikir). . .dingdong!!*5 jam kemudian -.- gua ketiduran

    Reply

  3. YeKyu
    Oct 07, 2015 @ 21:03:57

    hayoo eunggi ga pulang kenapa tuh? hihihi
    aku suka cerita nya, ringan dan manis.
    kayanya ini masuknya ficlet deh say *maaf kalo salah*

    Reply

  4. Laili
    Oct 08, 2015 @ 01:25:21

    Thor, ada blog pribadi gk? Pen baca fanfict yg lain. Suka bgt sama bahasanya. Ringan tpi so sweet. Ide ceritanya yg ‘telepathy’ itu bener2 bagus. Gak pernah terbayangkan 2 org bisa saling berhubungan dgn cara seperti itu.
    Pokoknya baguslah ceritanya.
    Keep writing, thor….🙂

    Reply

  5. ichul
    Oct 08, 2015 @ 21:54:08

    Keren, bacanya ngalir ajaa tau2 udah end…hehehe

    Reply

  6. minrakyu
    Oct 21, 2015 @ 14:38:39

    iyh manisnya ini pasangan,,
    padahal penasaran jg nie bagian endingnya hahahah

    Reply

  7. Trackback: [Ficlet] Moon | Superjunior Fanfiction 2010
  8. Deborah sally
    Apr 01, 2016 @ 09:57:30

    Buat full flashback masa SMA mereka dong thor

    Reply

    • Mrs. C
      Apr 05, 2016 @ 14:19:17

      Oemji such a good idea!!! selama ini gak pernah kepikiran samasekali
      semoga dalam waktu dekat idenya bakal muncul
      thanks banget buat usulnyaa….

      Reply

  9. ayumeilina
    Jun 24, 2016 @ 21:15:32

    sukaaa…
    sukaaaaaa…
    sukaaa…
    mereka berdua itu manis banget 😍😍
    sequel2 lainnya. di tunggu banget yakk..
    dan semoga authornim memiliki rencana bikin blog/wordpress sendiri 😘😎
    semangat terus ya buat FF.nya
    dan terima kasih FFnya menghibur 😊😀

    Reply

  10. ci2t
    Sep 11, 2016 @ 19:32:15

    Suka kebangetan sama penulis ini……sukaaaaa

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: