Behind His Smile [1/?]

BHS Poster

Title : Behind His Smile [1/?]

Author : ElsKyu_

Genre: AU, Sad, Comfort, Family, Friendship, & Romance

Rating: PG-13

Length: Chapter

Cast : Cho Kyuhyun | Kim Eunhye (OC) | Henry Lau |Lee Donghae | Lee Hyukjae | Song Hyena (OC)

Support Cast : Kim Mirae (OC) | Cho Dongjae (OC) | Kim Jina (OC)

 

 

 

Disclaimer: Cerita ini murni hasil pemikiran saya, OC milik saya dan pemeran utamanya juga milik saya 😀 #plakk

A/N: Cuma mau bilang terimakasih kepada admin yang mau ngeluangin waktunya buat ngepublish FF ku ini J Dan aku mohon kiritk dari saran dari para readers untuk kemajuan FF ku ini 😀 Telemakaseh~ 😀

Sorry for typo, and enjoy the story! J

 

 

 

 

—Behind His Smile—

 

 

Kyuhyun mempercepat langkahnya ketika melihat pintu ruang perpustakaan sekolah hanya tinggal beberapa meter lagi dari posisinya sekarang. Dengan gerakkan cepat, ia menghampiri ruangan yang dari tadi malam membuatnya gelisah.

Well, sebenarnya gerakannya tidak secepat yang kalian pikirkan. Ia tidak berlari maupun berjalan, hanya menyeret, yahh, lebih tepatnya Kyuhyun menyeret kedua kakinya sendiri yang terluka saat menerjang salju tadi.

“Cho Kyuhyun bodoh, kenapa kau menertawakan keadaanmu sendiri, huh? Pasti ini karena sifat ‘Gila Angker’ milik Kim Joongwoon sudah mulai menular kepadamu,” gumam Kyuhyun yang terkekeh sendiri pada akhirnya. Entah mengapa, sekarang lelaki itu merasa dirinya tengah merindukan sosok gila Kim Joongwon, ini aneh, tidak biasanya Cho Kyuhyun begini.

Tanpa ia sadari, ternyata langkah menyeretnya sudah berhenti di depan pintu besar berwarna cokelat yang sudah tidak sabar untuk dibuka. Membuat Kyuhyun merasa bodoh untuk kesekian kalinya. Kini tangannya sudah berada di knop pintu tersebut, meskipun lelaki itu tidak kunjung membukanya. Bagaimanapun, sekarang masih jam 05.00, apa petugas sekolah telah membuka perpustakaan sepagi ini?

Dengan ragu, Kyuhyun memutar knop pintu tersebut, berharap cemas dengan hasil akhir penderitaanya di pagi bersalju ini yang sudah harus berangkat ke sekolah pada jam 04.30 demi menuntaskan rasa penasarannya.

 

‘CKLEKK’

 

Senyum menawan Cho Kyuhyun tercetak dengan indah ketika melihat pintu ‘menyeramkan’ itu sudah terbuka lebar sekarang, ia sudah cukup puas dan tidak mau berspekulasi tentang ‘kenapa pintu perpustakaan sudah terbuka di pagi buta begini’.

Langkah menyeretnya kembali terulang, menghantarkan dirinya kepada jejeran beberapa rak buku yang kemungkinan besar menyimpan buku yang ia cari. Butuh waktu 15 menit untuk dirinya mengobrak-abrik isi dari rak-rak itu, dan di menit ke-15 itulah Kyuhyun berteriak girang.

“KETEMU!” teriak Kyuhyun sambil mengangkat sebuah buku yang berkisar 300 halaman ke udara. Cover buku itu berwarna biru dengan gambar sebuah otak manusia disertai syaraf-syarafnya yang menggantung, dan di tengah gambar itu pula judul buku itu berada. “Penyakit-Penyakit Yang Rentan Menyerang Otak Manusia”.

 

—Behind His Smile—

 

Kini Kyuhyun sudah berada di dalam kelasnya, terduduk di barisan kedua paling belakang. Suasana di kelas itu masih sangat kental dengan suasana sepi dan senyap, tidak ada tanda-tanda bahwa ada siswa lain yang sudah berada di sana selain Kyuhyun. Sebelum membuka buku yang ia dapatkan dari perpustakaan tadi, Kyuhyun sempat melirik sekilas jam tangan putih miliknya.

“Masih jam setengah 6,” lirih Kyuhyun.

Dan sekarang ia mulai memfokuskan pikirannya kepada buku kesehatan tersebut. Mata tajamnya sibuk mencari sebuah nama penyakit otak di daftar isi, sedangkan kedua tangannya sibuk untuk mengosok-gosokkan tubuhnya guna mencari kehangatan di tengah musim salju ini. Ia merutukki kebodohan Henry —adiknya— yang mungkin lupa dengan perintah Kyuhyun untuk menyiapkan mantel bagi seluruh anggota keluarganya. Padahal Kyuhyun sudah memberikan beberapa lembar won sebagai bayaran untuk adik sematawayangnya itu. Sudah dapat upah, masih saja lupa, rutuk Kyuhyun.

“Ohh, halaman 98… Apa aku harus membukanya?”

Ternyata lelaki berparas tampan itu tidak perlu waktu lama untuk menemukan nama penyakit yang ia cari di daftar isi. Walaupun ia masih sedikit ragu untuk mengetahui lebih rinci tentang penyakit bernama Meningitis itu, tapi mau bagaimana lagi? Penyakit radang selaput otak tersebut tengah bersarang di otak seseorang yang ia cintai, Kim Jina, ibunya. Keputusannya sudah bulat, rasa penasaran yang besar telah membantu Kyuhyun membuka lembar halaman pahit di buku tersebut.

Meningitis adalah gejala peradangan yang mengenai lapisan selaput pelindung jaringan otak dan sumsum tulang belakang yang juga menimbulkan eksudasi berupa pus atau serosa yang disebabkan oleh bakteri atau virus.

Kyuhyun mengangguk paham ketika mebaca paragraf pertama dari bahasan itu, Dokter Park yang memberitahukannya kemarin. Dengan perlahan ia pun membaca paragraf kedua.

Penyakit ini dikategorikan sebagai penyakit serius yang harus segera mendapatkan penanganan, mengingat letak penyakit ini berada dekat dengan otak dan tulang belakang, sehingga dapat menyebabkan kerusakan gerak, pikiran dan bahkan berujung pada kematian.”

Dan setelah membaca paragraf kedua itulah Kyuhyun merasa kehilangan dunianya.

 

—Behind His Smile—

 

“Kyuuu, apapun masalahmu saat ini, aku harap kau tidak menutup diri dariku. Ayolah, kita ‘kan sudah bersahabat selama belasan tahun, kenapa kau masih sungkan untuk bercerita?”

“Hei, sepertinya persahabatan kita belum sampai belasan tahun. Kau menggunakan rumus apa sih, Mrs. Kim?”

“Nah, apa kau sedang mencoba mengalihkan pembicaraan, Mr. Cho? Masih belum mau bercerita?”

“Tsk, aku tidak yakin kau bisa mengerti problemaku saat ini, Hye. Sulit, sangat sulit untuk menjabarkannya.”

Eunhye melongo, setelah lima tahun lamanya bersahabat, baru kali ini gadis itu mendengar suara parau dari Kyuhyun. Si pria penguasa sekolah yang suka membully murid lain.

Walaupun ia tidak tahu apa yang terjadi, tapi hari ini Eunhye dapat merasakan keanehan dari Kyuhyun. Mulai dari awal pelajaran tadi sampai jam istirahat, Kyuhyun hanya bisa diam seperti mayat hidup yang dipaksakan untuk mengikuti pelajaran. Memang aneh kedengarannya, tapi tetap saja hal itu yang Eunhye rasa. Coba saja Kim Jong Woon melihat ekspresi diam murung Kyuhyun, Eunhye sudah dapat memastikan akan terjadinya ‘adu penalti’ perang dunia ke-5.

Dan seketika gadis bertubuh mungil dengan rambut cokelat panjang itu tersadar, saat ini bukan waktu untuknya untuk berspekulasi ataupun berandai-andai. Sebagai sahabat yang baik, jiwa Kim Eunhye tentu saja terpanggil untuk mengorek permasalahan dari seorang Cho Kyuhyun. Well, bukan hanya untuk mengetahui, tapi ia juga ingin ikut membatu memecahkan masalah dari sahabatnya itu.

“Hmm, sulit, yah…”

“Nah, begini saja! Coba kau ceritakan masalahmu itu dari awal masalah itu persis terjadi, setelah itu pasti akan jadi hal mudah untuk melanjutkan sebuah cerita, kan?” Eunhye berharap cemas dengan pengajuan pertanyaannya tadi. Sekarang wajahnya benar-benar mirip kucing yang sedang meminta ikan segar dari majikannya, sangat memprihatinkan.

“Hahhh, kau yakin ingin mendengarnya?” Kyuhyun memandang Eunhye dengan tajam. Dan dibalas padangan tanda tanya dari Eunhye.

“Aku—aku yakin!”

“Kau yakin jika kau bisa membantuku dalam memecahkan masalah ini?”

“Aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk membantumu.”

“Ohh, tapi apakah kau yakin air matamu bisa ditahan untuk tidak keluar saat mendengar ceritaku ini?”

“Ya Tuhan, apa-apaan ini? Apa sekarang kau sedang mengejekku, Tuan Cho?! Selemah apa aku ini di matamu?!” Eunhye menaikkan nada bicaranya dengan satu hentakkan, membuat beberapa temannya yang sudah kembali dari kantin melayangkan tatapan sinis padanya karena gadis itu dengan lancangnya mengganggu aktivitas rehat sejenak mereka di jam istirahat ini.

“Bukan seperti itu Eunhye, hanya saja—”

“Apa? Bilang saja kau memang ingin meremehkanku!”

“Jangan terbiasa untuk memotong perkataan yang belum selesai, Kim Eunhye. Lagipula bukan maksudku untuk meremehkanmu. Aku tahu persis kalau kau ini sangat sensitif dengan cerita-cerita sedih. Bisa saja kau menangis sesenggukan setelah membaca fanfiction tragis tentang idolamu, benar bukan? Jadi bagaimana jadinya jika kau harus mendengar masalah tragis yang benar terjadi? Aku tidak ingin kau menangis di tengah pelajaran nanti, Hye. Karena masalah yang menimpaku dan keluargaku sangatlah rumit, dan mungkin bisa menghabiskan beberapa ember air mata dari perempuan sensitif sepertimu.” Kyuhyun melontarkan kalimat demi kalimatnya dengan amat lembut, dengan harapan sahabat sensitif nan keras kepalanya itu mengerti apa yang telah ia ucapkan tadi.

“Lalu, apa kesimpulannya? Alih-alih dengan sebutan sensitif, artinya kau tetap mengejekku cengeng, bukan?” tanya Eunhye sarkastis. Kyuhyun mendengus perlahan, karena dia harus mengakui satu hal lagi dari diri Eunhye. Selain sensitif dan keras kepala, gadis itu juga, telmi.

“Aishh, jadi intinya begini, Nona Kim. Ki-ta ce-ri-ta-nya nan-ti sa-ja,” jawab Kyuhyun sambil menekan beberapa kata agar Eunhye mudah memahaminya.

“Hei, kau ini bagaimana, Cho Kyuhyun? ‘Kan aku maunya kau cerita sekarang bukan nanti, kenapa kau mengulur-ulur waktu hanya untuk bercerita pada sahabatmu yang cantik ini?!”

“Ya ampun, tadi ‘kan aku sudah bilang, kalau kau ini sangat sensitif. Jadi, jika aku ceritanya sekarang, mungkin di tengah pelajaran nanti kau akan terus-terusan menangis. Tsk, bisakah kau mencerna kata-kataku dengan baik, Hye? Aku lelah jika harus terus-terusan mengulang kalimat dengan point yang sama,” desis Kyuhyun yang mulai putus asa. Sedangkan Eunhye hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali karena ia merasa sangat bodoh sekarang.

“Hehe, maafkan aku, Kyu. Aku ‘kan belum makan, jadi maklumilah jika otakku susah disambung.”

“Hahh, iya, iya. Tapi, bicara soal makan, waktu istirahat kita tinggal tersisa 15 menit lagi, ‘kan? Cepatlah pergi ke kantin, belikan aku tteoppoki dan jus jeruk!” titah Kyuhyun dengan aksen tak terbantahkan, membuat Eunhye meringis seketika.

“Aduh, sahabatku yang tadinya galau mulai suka menyuruh lag, yah! Aish, kenapa juga harus aku yang membelikannya untukmu? Apa kau tidak bisa beli sendiri?” cibir Eunhye.

“Kau itu terlalu banyak bicara, Hye. Anggap saja kau mentraktirku sebagai permintaan maaf karena kau telah membuang 15 menit waktu istirahatku.”

“Okey, tapi janji, yah. Pulang sekolah nanti kau harus menceritakan semua masalahmu kepadaku!”

“Iyaaa, sudah sana pergi.”

“Kalau kau berani bohong, akan kupertemukan kau dengan Jong Woon!”

“Siapa yang menyuruhmu untuk menyebut namanya, huh? Ahh, telinga sakit dengan hanya mendengar namanya! Sudah sana pergi!”

“Ok, tunggu tteoppoki dan jus jerukmu, Tuan Cho!” teriak Eunhye sebelum dirinya benar-benar keluar dari kelas.

Kyuhyun terkekeh kecil, tidak menyangka semua hal akan menjadi rumit jika dirinya harus membawa Eunhye dalam suatu masalah. Waktu 15 menit saja habis hanya untuk membicarakan satu bahasan ringan, lantas jika gadis itu harus mendengarkan rentetan cerita rumit dari kehidupan seorang Cho Kyuhyun, berapa waktu yang Eunhye butuhkan untuk benar-benar mengerti?

Walaupun begitu, Kyuhyun masih yakin. Eunhye pasti bisa mengurangi sedikit beban masalahnya, yahh, saat ini memang hanya Eunhye tempat Kyuhyun untuk berbagi cerita. Selain menganggap Eunhye sebagai sahabat bahkan kembarannya sendiri, saat ini pun Kyuhyun merasa dunianya telah lah kosong, tidak berpenghuni.

Ilusi payah sekali lagi Kyuhyun buat, menganggap semua telah berakhir tanpa harus berjuang kembali. Berjuang untuk menyembuhkan ibunya, berjuang untuk menyadarkan ayahnya, dan berjuang untuk menerima status baru yang akan melekat pada dirinya sampai ajal menjemputnya nanti.

Intinya, ia merasa semua sudah mencapai final.

Di tengah lamunan singkatnya, Kyuhyun masih bisa tersenyum samar, lalu menggumamkan satu kalimat klise untuk dirinya sendiri.

 

“Andai aku tidak terlahir ke dunia ini.”

—Behind His Smile—

 

“Jadi, apa yang bisa aku bantu, Yah?”

“Ayah ingin kau melakukan hal yang telah kau lakukan kemarin. Bereskan semua barang-barang yang ada di kamar ini, dan juga ganti sprei dan gordennya. Jadi, Eunhyuk akan menempati kamar-mu, dan Donghae di sini, di kamar Kyuhyun.”

“Tunggu sebentar, Ayah tidak lupa aku dan Kyuhyun Hyung, ‘kan? Lalu di mana kami akan tidur?”

“Tentu saja tidak, kau dan Kyuhyun bisa tidur di kamar supir kita dulu. Gunakan saja kasur yang ada di gudang, Ayah rasa kasur-kasur itu masih layak pakai.”

“….”

“Sudahlah, kau harus cepat membereskan kamar ini. Setelah itu baru bereskan kamar yang akan ditempati kau dan Kyuhyun. Kau sudah paham, ‘kan?”

“Sudah.”

“Baiklah, Ayah pergi dulu.”

 

Suara pintu yang tertutup terdengar jelas di telinga Henry, membuat dirinya tidak berdaya untuk jatuh merosot ke lantai kamar Kyuhyun, oh tidak, sebentar lagi kamar itu akan dipakai oleh saudara tiri baru mereka, Lee Donghae.

 

“Jadi, Kyuhyun Hyung akan merasakan sakit ini untuk kedua kalinya?”

“Apa hatinya baik-baik saja? Bagaimana jika ternyata hatinya sudah berdarah sejak lama?”

“Mengapa kau melakukan ini pada orang sebaik Kyuhyun Hyung, Tuhan?”

 

Henry terus saja bergumam pada dirinya sendiri, nama Kyuhyun masih menjadi topik hangat yang sedari tadi tidak henti-hentinya ia pikirkan. Henry tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya jadi Kyuhyun yang harus merasakan hal yang sama sekali tidak enak seperti ini untuk kedua kalinya, sedangkan dia… Hah, jangan terlalu banyak berharap dari Henry. Dia hanya lelaki cengeng yang baru menduduki bangu kelas tiga menengah pertama. Apa yang bisa ia lakukan?

Tapi, saat itu Kyuhyun bahkan masih lebih muda darinya, saat peristiwa pertama kedatangan Henry ke rumah besar keluarga Cho, menjadi bagian baru dari lembar kehidupan Cho Kyuhyun. Henry tersenyum getir mengingat Hyungnya itu masih lebih kuat ketimbang dirinya.

 

“Kenapa kau tidak pernah bilang bahwa rasanya sesakit ini, Hyung?”

 

To Be Continue…

8 Comments (+add yours?)

  1. shoffie monicca
    Oct 08, 2015 @ 13:29:18

    sbnrnya kyu knpa huhuhu pnsrn sm kljutnya….

    Reply

  2. YeKyu
    Oct 08, 2015 @ 22:08:02

    eehh ada jongwoon disebut-sebut hehe
    kyuhyun nya sakit ya?

    Reply

  3. Laili
    Oct 09, 2015 @ 00:00:25

    Bagus…. pen baca lanjutannya.
    Next chap ya, thor…
    Keep writing… 🙂

    Reply

  4. uchie vitria
    Oct 09, 2015 @ 21:45:02

    biasanya sang gadislah yang ngrasa diintimidasi oleh keluarganya tapi sekarang kyuhyun yang ngalami
    apa penyakitnya udah begitu parah

    Reply

  5. lieyabunda
    Oct 10, 2015 @ 03:52:11

    kyu sakit yaa,,,,
    lanjut

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: