Don’t Leave Me

11951338_1458727397768309_5720323298657354867_n

Don’t Leave Me

*kalian bisa baca ff Rien di sini => http://riechanieelf.wordpress.com/ *

Cover by : Wonnie’ art

Author : Rien Rainy (@Riechanie_ELF)

Cast :

  • Kim Ki Bum Super Junior as Kim Ki Bum
  • Cho Hyo Na (OC)

Genre : romance, sad

Rated : T

Length : drabble

For you ELF… ^^

HAPPY READING~!!!

DON’T BASH AND PLAGIAT~

IF YOU DON’T LIKE DON’T READ~ ^^

—Don’t Leave Me—

“Tak perduli jika sudah tak ada orang yang mencintaimu lagi. Aku akan tetap di sini, tetap di sampingmu untuk mendukung dan mencintaimu selalu…”

—Don’t Leave Me—

“Hai?”

Dia yang daritadi terlihat menundukan kepala kini sudah mendongak menatap sosok yang baru saja mendatanginya. Pria bersurai hitam dengan senyuman khasnya yang bahkan jarang sekali terlihat oleh orang lain. Pipinya sedikit menaik membuat kesan manis di wajah tampannya bertambah. Dan dia bersyukur bisa mendapatkan senyuman itu, senyuman milik seorang Kim Ki Bum.

“Apa aku terlalu lama mengunjungimu hari ini?”

Memilih tempat yang kosong untuk di dudukinya, membiarkan sosok yang menatapnya kini mengikuti dia. Hening masih terasa pada sosok yang hanya memperhatikannya membuat Ki Bum akhirnya menghela napas pelan lalu memperhatikan bagian depan dari gereja yang hari ini dia kunjungi.

“Apa… apa kau sudah membacanya?”

“…”

“Jadi, kau kecewa saat ini?”

“Hiks…”

Ki Bum menolehkan kepalanya saat satu isakan kecil masuk ke dalam indera pendengarannya. Dia sungguh kaget kalau inilah sebuah jawaban yang dia dapati dari sosok gadis berambut sebahu yang berada di sampingnya, yaitu tangisan. Ah, Ki Bum benar-benar lemah pada tangisannya saat ini.

“Hyo Na…”

Gelengan kepalanya terlihat keras membuat Ki Bum diam dan memilih memberikan waktu untuk dia menangis saat ini, Cho Hyo Na, gadis berambut sebahu mencoba menahan suara tangis namun tak bisa dia tahan. Ki Bum juga tak bisa berbuat lebih selain membiarkan suara isakan itu sebagai melodi indah untuk telinganya saat ini.

“Aku… Kibummie…”

Dia diam hanya untuk mendengarkan banyak kalimat yang akan keluar dari bibirnya saat ini. Dia juga sudah siap kalau akhirnya dia hanya akan mendengar kalimat yang menyakitinya, dia sungguh-sungguh siap walaupun itu keluar sendiri dari mulut kekasihnya.

“Hiks, entahlah… ah, Kibummie, kau membuatku khawatir saat ini!?”

Dan satu kalimat yang terdengar frustasi keluar dari Hyo Na membuat Ki Bum akhirnya memperhatikannya dari samping. Gadis ini tak jadi menyumpahinya seperti biasanya, lalu Ki Bum merasa ada yang aneh dari kalimat yang baru keluar tadi. “Bodoh! Ck, kau membuat semua orang yang menunggumu merasakan sakit dan khawatir secara bersamaan!?”

“Ah, jadi itu, ya?”

Hyo Na bahkan kini sudah menatap tajam ke arah Ki Bum dengan matanya yang memerah karena menangis. Ki Bum jadi menunjukan sebuah senyuman kecil lalu membuang pandangannya ke arah lain, “Tapi, kulihat ada beberapa orang yang sepertinya merasa bahagia dan mendukungku saat mendengar ini,” ucapnya membuat Hyo Na mengernyit bingung saat ini. “Kau masih ingat dengan kejadian yang biasanya terjadi di perusahaan tempatku bernaung, kan?”

Hyo Na jadi membuka mulutnya karena dia seperti baru saja tersiram air dingin. Ki Bum yang ada di depannya tertawa kecil lalu menghapus jejak-jejak air mata Hyo Na yang mengering. Lalu rona merah muncul di kedua pipinya yang berisi tersebut, “Ini masih lebih baik daripada aku terlibat dalam sebuah masalah yang akan membuatmu lebih khawatir lagi daripada ini, Hyonnie,” ucap Ki Bum membuat Hyo Na menundukan kepalanya saat ini.

Rasa bersalah menyerangnya, rasa bodoh apalagi. Dia jadi terlihat konyol di mata Ki Bum saat ini, sungguh. Dia benar-benar ingin merutuki apapun yang baru saja dia katakan saat ini, demi apapun Hyo Na benar-benar merasa bodoh. Hyo Na bodoh karena tak mengingat sudah ada beberapa contoh yang tidak di sebutkan Ki Bum tetapi dia ketahui secara jelas.

“Tapi, aku takut kau kehilangan orang-orang yang mencintaimu, Kibummie.”

Suara Hyo Na tiba-tiba saja menyentak Ki Bum saat ini hingga dia hanya terdengar tertawa kecil menanggapi perkataan gadis kekanakan nan polos di sampingnya. Hyo Na yang tadinya merasa bersalah karena perkataan sebelumnya kini jadi kembali merona mendapati tanggapan yang sekarang jadi terdengar konyol itu. Satu tangan Ki Bum pun terangkat dan mengelus lembut helaian rambut Hyo Na membuat gadis itu semakin menunduk.

“Aku tidak kehilanganmu saat ini, Hyonnie,” Hyo Na mendongak lalu menunjukan wajah kesalnya, apa Ki Bum tak bisa membaca pikirannya saat ini, pikirnya. “Bukan, maksudku… uhm, fans mu… bagaimana dengan fansmu?”

“Ku pikir kau membencinya?”

“Kim Ki Bum!”

Dan candaan Ki Bum merubah segalanya, dia bercanda sejak dari awal. Sebenarnya dia tahu benar maksud Hyo Na namun karena terus-menerus memperhatikan wajah murung itu dia jadi ingin mengubahnya dengan beberapa ekspresi lain seperti saat ini, wajah kesal Hyo Na yang terlihat menggemaskan di mata Ki Bum.

“Baiklah, maafkan aku, Hyonnie!”

“…”

Dan berakhir dengan Hyo Na yang merajuk, lihat saja wajahnya yang semakin menggemaskan dan mengundang Ki Bum untuk mencubit pipi berisi milik kekasihnya itu. Erangan protes memang dia dapati namun dia biarkan saja seperti ini, dia cukup menyukai dan bahkan mencintai setiap ekspresi yang di miliki Hyo Na sekalipun gadis itu marah padanya.

“Aku harus apalagi untuk membuatmu tersenyum dan tertawa? Apakah aku harus menikahimu saat ini juga?”

“Kim Ki Bum!? Ck, hei, siapa bilang kau boleh menikahiku, huh?! Eh? Maksudku… Aku… aku…”

“Sudahlah, aku hanya bercanda lagi.”

Hyo Na kini dapat menatap sebuah goresan luka di manik mata Ki Bum, perkataannya pasti menyakiti dia. Dia jadi menggigit ujung bibirnya lalu bergerak-gerak gelisah karena suasana di sekitarnya mulai terasa canggung. Hyo Na harus membuat Ki Bum tak salah paham dengannya, dia tak ingin membuat pria yang dia cintai harus bersedih hari ini.

“Kibummie, maaf… aku…”

“Aku mengerti! Hm, terimakasih karena sudah mengkhawatirkan ku seperti ini, Cho Hyo Na.”

“Kibummie, aku tak bermaksud berkata…”

Ki Bum menganggukan kepalanya pelan, dia mengerti tentang situasi yang tengah Hyo Na dan dia hadapi saat ini. Bergurau di depan orang yang tengah jelas mengkhawatirkanmu memanglah bukanlah hal yang tepat, Ki Bum paham itu. Namun, dia juga tak bisa dengan diam membiarkan Hyo Na terus-menerus mengkhawatirkannya saat ini, tidak ingin. Dan itu akan membuat beban pada Hyo Na, Ki Bum tak menyukai itu.

“Aku sudah tahu, jika aku pergi maka akan ada orang yang meninggalkanku seperti katamu. Namun, aku juga tak bisa berbuat apa-apa pada mereka, Hyonnie. Aku tak bisa menahan mereka untuk tetap tinggal di sisiku, bagaimana pun juga mereka memiliki haknya. Tapi, di sisi lain…”

Hyo Na tiba-tiba saja menggenggam sebelah tangan Ki Bum membuat pria itu berhenti berbicara hingga menatap ke arah mata sayu milik Hyo Na. Dia tunjukan senyuman terbaiknya membuat Hyo Na agar tak merasa khawatir, bagaimanapun juga ini adalah kalimat yang cukup panjang yang pernah Hyo Na dengar dari Ki Bum dan itu mengenai diri dia sendiri.

“Lanjutkanlah, aku akan mendengar semuanya! Kau juga bisa menangis di hadapanku kalau kau mau!”

Sungguh baik, pikirnya. Ki Bum tersentuh mendengar kalimat itu hingga dia menggelengkan kepala dan mengelus surai hitam milik Hyo Na dengan lembut. “Aku memang sedih jika berpisah dengan yang lain. Namun, di sisi lain, aku merasa mereka juga mendukung setiap keputusanku dan membuatku merasa kalau orang-orang yang mencintaiku tetap ada di sampingku. Termasuk juga dirimu, Cho Hyo Na.”

Hyo Na merasakan kehangatan saat kalimat itu berakhir, Ki Bum memeluk tubuhnya dan menjadikan bahu kecilnya sebagai sandaran untuk dagunya. Tangannya saja masih mengelus puncak kepala Hyo Na lembut dan membuat gadis itu tersenyum kecil untuk mengusap punggung Ki Bum sama lembutnya.

“Maka itu, aku hanya bisa memohon padamu, Hyo Na. Bisakah kau terus berada di sisiku? Karena hanya kaulah yang bisa melakukan itu padaku, tanpa ku pinta pun sepertinya kau akan melakukannya untukku,” ucap Ki Bum dan membuat Hyo Na meregangkan dekapannya untuk menatap mata Ki Bum.

Kedua tangan kecil itu terangkat untuk menangkup pipi milik Ki Bum, dia elus pelan dan dia tepuk-tepuk lembut untuk membuat Ki Bum merasa lebih baik. Lalu salah satu tangannya pun bergerak ke arah rambut hitam itu untuk dia usapkan dengan lembut, “Tentu saja. Aku akan selalu berada di sisimu, selalu mendukungmu, dan selalu mencintaimu, Kim Ki Bum. Aku berjanji!”

Dan Ki Bum pun sudah menunjukan senyuman kecilnya pada Hyo Na yang menghambur untuk memeluk dirinya. Dan dia membalas dekapan tersebut dengan erat seakan tak ingin melepaskan Hyo Na. Yah, dia Kim Ki Bum walau tahu di luar sana ada banyak orang yang mungkin akan meninggalkannya namun dia akan terus bersyukur ternyata masih ada juga orang yang mencintai dan mendukungnya terus, yaitu member Super Junior, ELF dan terakhir tentu saja Cho Hyo Na.

“Eh, iya?! Kibummie, besok kau berulang tahun, kan?”

“Hm,”

“Aku akan membuatkanmu sesuatu jadi aku akan mendatangi apartemenmu pagi-pagi sekali!”

Ki Bum tak membalasnya dengan suara namun dia anggukan kepalanya masih sambil mendekap tubuh Hyo Na. Yah, kali ini hanya dengan gadis inilah dia merasa bisa menghibur dirinya…

.

.

.

.

THE END

Yatttaaaa~ setelah kemarin membuat ff “Destiny” kali ini balik bawa “Don’t Leave Me” dan masih dengan couple yang sama, yaitu HyoBum…

Lalu… bagaimana dengan ff ini? Hehehehe, Rien buatnya cuma drable karena kebetulan uda lama banget ga “ngerape” laptop~😄 hahahahaha~ jadi, anggap aja ini sebagai pemanasan, yah~ lalu juga Rien mengucapkan terimakasih untuk orang yang udah sempat membaca ff ini dan minta maaf kalo kena tag~ lagi pula ini tag acak jadi Rien ga tau siapa-siapa aja yang kena?!😄 *plak*

Dan terakhir… bersediakah kalian meninggalkan jejak komentar??? Rien mohon… ini untuk pembenaran cara menulis Rien ke depannya~ ^^ Rien tunggu, yaaaahhhhhh~~~ ^^

2 Comments (+add yours?)

  1. kyune137
    Oct 09, 2015 @ 22:15:46

    wawww kim kibum ^-^
    next min lanjut ^^ …

    Reply

  2. shella handayani
    Oct 14, 2015 @ 06:11:52

    Hai salam kenal!…#^_^:D

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: