Soulmate

SOULMATE COVER 2

Tittle : Soulmate

Author : MagiCKH88 a.k.a HareuieCho88

Cast : Cho Kyuhyun, Yoon Hareu

Other : Henry Lau, Yoon Dujun, Yoon Soran OC, etc

Length : Oneshot

Genre : Romance,

 

Hai! Aku author baru yang baru muncul di dunia per-ff-an. Ide membuat FF ini berasal pas aku dengerin lagu Lee Seunggi–어디라도, Banmal song–JYH. Semua Cast yang ada hanyalah pinjaman sementara saja, karena mereka adalah milik Tuhan dan orangtua mereka. FF ini memuat lebih dari 7.100 kata, jadi readers, siap-siap saja dengan kantong muntah kalian. Ini adalah ff hasil pemikiran jungkir balik otakku sendiri, aku masih butuh banyak pembelajaran, sorry for typo(s), no EYDs, don’t bash, keep RCL, Peace, Love and Gahoooool! Mohon bantuannya! /bungkuk 90 derajat/ Gomawo ^^ /Tebar kiss bareng Kyuhyun :*/. FF ini pernah di post di blog pribadi chek aja di https://ittaqunnisa.wordpress.com/2015/08/22/soulmate-2/

– — Happy Reading — –

 

“Putus, sepertinya yang terbaik untuk kita. Aku ingin bebas,” Seorang pria menawan menatap wanita yang duduk disebelahnya dengan tatapan sendu yang menyakiti hati.

 

“Jadi, apa selama bersamaku kau tidak pernah merasa bebas? Atau, apa ada orang ketiga?” Sedari tadi yeoja disampingnya itu hanya menundukkan kepalanya sambil terus memainkan kuku jari tangannya yang dicat berwarna hijau pastel senada dengan gaun selutut yang dipakainya saat ini. Bahunya bergetar. Menandakan kalau ia menahan tangis.

 

“Ya, seperti itu yang Aku rasakan,” jawabnya setengah tak berperasaan.

 

“Setelah kita berpisah, apa kau akan tetap menjadi temanku? Kau tahu Aku sangat mencintaimu, sulit untukku melupakan cinta selama delapan tahun ini,” lirih gadisnya itu seraya memohon.

 

“Aku akan menjadi temanmu. Tapi, mungkin nanti ada saatnya kita tidak akan saling mengenal, saat Aku mulai melupakanmu. Saat itulah yang paling pas untukmu menghilangkan jejakku,” Ucap pria itu tak sadar menggoreskan luka dan menabur garam diatas luka gadis disampingnya itu. Daun pohon Ek yang menguning itu jatuh tepat di atas kepala yeoja itu, menandakan waktunya tiba. Waktu musim gugur datang.

 

“Terima kasih, karena telah bersedia menjadi pengisi ruang hatiku selama ini, maaf karena semua sifatku yang over protective atau apalah lainnya. Kau tidak perlu menunggu waktu itu datang, atau resah jika waktu itu tidak akan datang, Aku akan segera melupakan semuanya,” gadis itu bergetar menahan tangis.

 

“Aku tidak ingin menyakitimu lebih dalam lagi…Aku,”

 

“Tapi pada kenyataannya kau melakukannya. Kau sudah menyakitiku! Tusukanmu itu terlalu dalam, dan parahnya sangat dalam,” Gadis itu berdiri dan melenggang pergi tanpa menunggu pria itu melanjutkan perkataannya.

 

 

~Author pov~

 

Ingatan dan bayangan yeoja cantik itu terus berputar-putar dalam otak Kyuhyun. Dia meruntukki kebodohan yang dibuatnya beberapa bulan yang lalu. Dia terlalu mementingkan ego tingginya daripada perasaan yang sebenarnya bertentangan. Otaknya memang jenius, tapi hati dan perbuatannya terlampau bodoh, seperti seorang anak berumur lima tahun.

 

Di tempat dan waktu yang berbeda, gadis cantik itu sudah terlihat lebih baik. Wanita cantik 23 tahun itu menepati janjinya “…Kau tidak perlu menunggu waktu itu datang, atau resah jika waktu itu tidak akan datang, Aku akan segera melupakan semuanya..”

 

“Aku terlalu egois, tidak berfikir semua yang kau lakukannya itu, semata-mata demi kebaikanku,” Kyuhyun menatap nanar figura yang berdiri dimeja belajarnya saat ini. Ada seorang yeoja dan Kyuhyun tentunya. Posenya sangat manis dan romantis, kedua insan di dalam foto itu saling menutup mata. Kening dan hidung indah mereka bersentuhan, yang menambah nilai plus lagi, latar foto itu berada di namsan tower. Begitu manis kenangan indah mereka.

 

“Ini bahkan sudah dua bulan, tapi kita tak juga baikan,” Kyu menatapnya sendu sekarang. Memutar kembali film kenangan delapan tahun lalu yang kusut dalam ingatannya.

 

~

 

“Apa lagi? Kau mengikutiku sampai ke sini? Yeoja aneh! Rumahmu di sebrang jalan sana! Atau apa kau salah satu dari sasaeng fans ku?” anak lelaki yang tinggi itu menunjuk arah yang harusnya gadis itu lalui. “Kenapa diam? Kau memang benar sasaeng,” lanjutnya menatap Yeoja didepannya membulatkan mata dan mulutnya sempurna.

 

“Kau mau apa? Mau ini? Yang ini?” Kyuhyun menarik pinggang gadis berseragam SMP yang sama dengannya itu ke pelukannya. Lalu dia mengelus lembut rambut hitam pekat yeoja ini tanpa memalingkan tatapan dari manik indah mata gadis polos itu. “Atau barang kali… yang ini?” Kyuhyun menempelkan bibir tebalnya di atas bibir tipis gadis itu. Gadis itu melongo dan sedetik kemudian dia menyadari apa yang Kyuhyun lakukan padanya. Kyuhyun melepaskan bibirnya, seringaian evil itu keluar dari wajah sok polosnya.

 

“Kau menyukainya kan? Sini biar Aku lanjutkan,” Kyuhyun menarik tengkuknya, dia memiringkan wajahnya mencari posisi yang pas untuknya. Mencoba menghindari lelaki ini, Sang yeoja mendorong Kyuhyun dan menjauhkan dirinya dari si evil gila itu. Jarak diantara mereka sudah terlihat.

 

“Percaya dirimu itu memang keterlaluan, tapi Aku tidak serendah itu, tuan muda Cho,” Jawab yeoja itu berjalan kikuk meninggalkan Cho Kyuhyun yang mematung ditempatnya berdiri sekarang.

 

~

 

“Hey! Yoon Hareu! LIHAT AKU! Suatu saat nanti margamu akan berubah menjadi CHO HAREU! INGAT ITU! AKU MENCINTAIMU!” Kyuhyun terus menyerukan hal gila itu membuat Hareu, yeoja yang selama ini menarik perhatiannya itu mendengus kesal.

 

“KAU BICARA APA, HEH?! CARI MATI KAU?! CHO KYUHYUN!” Gadis itu melempar sepatu flatnya kearah Kyuhyun, dan anak itu mengambilnya, membawa lari sepatu itu. Berlari-lari seperti anak kecil yang nakal, lari dari tanggung jawabnya.

 

“Hya! Cho Kyuhyun kembalikan!!” Kyuhyun memanjat sebuah pohon di belakang bangunan perpustakaan sekolah.

 

“Kau yang melemparnya, itu berarti kau memberikannya padaku, kan?” Kyu bertengger di ranting pohon dan tidak mau turun sampai jam sekolah usai.

 

~

 

“Kau! Kenapa kau mengekori ku terus? Aku ingin pergi les dan jangan ikuti Aku lagi, Cho Kyuhyun, sudah berapa kali kubilang!” Gadis itu semakin hari semakin dingin dan menyeramkan.

 

“Aku hanya ingin kau mengatakan ‘Kyuhyun-ah, Aku meyukaimu’ itu saja,” Gayanya menirukan yeoja-yeoja yang sedang dimabuk asmara menyatakan cintanya.

 

“Kau hanya berharap, dan itu hanyalah harapan,” jawab gadis itu dingin, tidak sadar sedetik yang lalu lampu merah di zebracross kembali menghijau.

 

‘CCCCCIIIIIITTTTTTTTT’ Suara decitan rem tangan dan klakson mobil memekakan telinga.

 

Pandangan gadis itu bertemu dengan manik mata pria tampan yang berhasil menyelamatkan dirinya dari kematian dan kesengsaraan. Dia berada dalam pelukan pria itu, tubuhya melemas. Dengan sigapnya Kyuhyun mengencangkan pelukannya itu pada Hareu. Keduanya merasakan detak jantung yang melompat-lompat ketakutan.

 

“Gomawo,” Senyuman tulus merekah di wajah pria monoton itu.

 

~

 

“Bagaimana kabarmu? Apa kau baik-baik saja disana? Apa kau makan teratur? Tidur delapan jam sehari? Apa kau merindukanku? Apa kau masih mencintaiku? Aku mencintaimu. Aku menunggumu disini sampai kapanpun, kuharap kau memaafkanku,” ucapnya lirih memikirkan seorang yeoja yang sudah lama dikenalnya itu. Potongan film pendek kisah hidupnya mulai berjalan lagi, selagi dia melamunkan yeoja yang berhasil membuat hidupnya kini terombang-ambing.

 

~

 

“Hareu-ah, siapa dia Chagi? Kenapa kau tidak pernah bilang kalau punya teman lelaki, apa dia namjachingumu?” Nyonya Shin, yang notabene’ nya adalah ibu kandung Hareu itu, mulai menggoda puteri bungsunya yang wajahnya mulai merona itu. Hareu tak bergeming. “Eoh benarkan kata Eomma! DuJun-ah Cepat kemari!” serunya memanggil seorang namja tampan yang lebih tinggi darinya itu.

 

“Ahh, Adikku ini memangnya, masih bocah tapi sudah mengerti masalah orang dewasa. Kyuhyun-ah, kau adalah cinta monyetnya Hareu, beruntungnya yeoja menyebalkan sepertimu,” Dujun, oppa yang lebih tua enam tahun dari Hareu itu membantu ibunya menggoda adik kesayangannya itu.

 

“YAKK! Dujun oppa! Jangan bicara sembarangan kau! Kyuhyun ini, dia.. dia hanya..” Hareu menggantungkan katanya sedikit gugup karena ada tiga pasang mata yang menatapnya penasaran.

 

“Hanya apa Hareuie-ah?” Dujun menyeringai aneh.

 

“Di D–ia… yang menyelamatkan nyawaku. Jika tidak ada dia, kau akan menjadi anak tunggal, dan tidak akan ada wajah adik seimut dan semanis Aku!” Hareu mengacungkan telunjuknya didepan hidung mancung sang kakak. Dia mengeluarkan puppy eyesnya. Sifat narsis Hareu mulai lagi. Membuat semua orang di rumahnya tertawa keras melihat wajahnya yang penuh dengan ekspresi.

 

~

 

“Hyung-nim, Eommeo-nim, jika Aku bersama dengan Hareu, apakah kalian merestui kami?” Kyuhyun yang antusias disambut dengan mata tajam Yoon Hareu yang sedaritadi menatapnya.

 

“Tentu saja, tapi kau harus berjanji untuk menjaga uri Hareu dengan baik, dan kau tidak boleh menyakitinya barang se-titik pun,” tegas Dujun sambil mengacak rambut Hareu yang terduduk disebelahnya.

 

~

 

“Bahkan sampai hari ini Aku masih menorehkan luka yang dalam pada orang yang sangat Aku cintai, Dujun Hyung, mian,” Hanya itu saja, setelah kepergian Hareu yang begitu cepat.

 

Di tempat dan waktu lampau yang lain. Yeoja itu meninggalkan Korea sebulan setelah berpisah dengan Kyuhyun. Namanya berada pada daftar tunggu pertukaran pelajar. Tapi beruntungnya seseorang dari calonnya mengundurkan diri. Hareu pun dengan otomatis naik menjadi salah satu dari dua orang beruntung itu. Dia dan seorang dengan mahasiswa jurusan seni musik, yang sama dengannya tinggal di Paris selama semester terakhir mereka berlangsung.

 

Para siswa pertukaran pelajaran dari Negara-negara lain, tinggal satu asrama dengan Hareu dan Henry, mereka juga belajar di universitas yang sama dengan kedua mahasiswa asal Korea itu. Paris adalah Negara yang menampung Henry dan Hareu, selama mereka menimba ilmu di kota romantis itu. Henry dan Hareu sudah seperti kakak dan adik yang sangat akrab. Mengingat mereka hidup bersama di Paris sudah hampir satu tahun. Itu wajar. Tak wajar jika Hareu dan Henry saling diam, padahal mereka berasal dari Negara yang sama.

 

_00_

 

“Oppa!!!!!” Teriak Hareu mengamit tangan Henry ragu. “Hareuie waeyo?” Henry menyandarkan kepalanya di kepala Hareu.

 

“Apa Aku yeoja monoton? Ehhm, maksudku, apa Aku tipe yeoja cerewet yang over protective, atau menyebalkan, membosankan, atau apalah?” sahutnya malas.

 

“Anio, kau adalah yeoja yang paling sempurna di dunia, kau perhatian, kau cantik, kau ceria, kau seru, point yang paling penting adalah, kau yeoja yang tulus dan jujur,” Jawab Henry tulus.

 

“Tapi kenapa dia tega padaku, oppa?” lirih Hareu melepaskan tangannya dari tangan Henry, lalu menekuk wajahnya murung.

 

“Dia pasti menyesal telah meninggalkanmu, Reuie sayang, menurutku, sekarang dia sedang menangis sesengukan menyebut namamu, ‘Hareu-ah! Hareu-ah! Hareu-ah Saranghae..’” Henry menirukan ekspresi memilukan. Henry hebat sekali.

 

“Ahh, kau ini, bisa saja oppa,” pipi Hareu kian merona.

 

“Ayo berlatih lagi,” Henry menempatkan posisi biolanya di tempat yang nyaman, jemari Hareu juga siap dengan tuts piano didepannya. Tuts piano dan senar biola itu mengeluarkan bunyi-bunyian yang indah didengar. Lagu cinta yang manis dan penuh perasaan itu ditulis langsung oleh pianist-nya. Hareu memang pandai membuat lagu. Suara pianonya berhenti, otomatis henry menghentikan permainan biolanya itu.

 

“SNS? Dari Kang.. Kang Kyung… Kyung siapa?” Henry sedikit mengingat-ingat “Kyungjun, oppa. Wae?” Hareu memberitahu namanya.

 

[KyungjunKang] Reuie-ah, selamat atas kelulusanmu. Maaf aku terlambat, jika kau mau hadiahmu, kemarilah dan temui aku. Aku menunggumu disini ^^

Foto sebuah hadiah yang terbungkus rapih dalam box besar dikirimkan untuk Hareu.

[ReuReureuie89] Gomawo Jun-ah, sesampainya di Korea aku akan mencarimu diwaktu senggang, Aku begitu menunggu saat itu tiba. Jun-ah, jangan lupa mandi, gosok gigi, makan malam, makan makanan yang begizi, tidur teratur, jangan terlalu fokus dengan pekerjaan barumu, CEO muda! ^^

[KyungjunKang] Cheonma Reuie-ah, Aku juga menunggu waktu itu. Aku sudah mandi, dan makan. Kau juga jangan sampai sakit ya. Reuie..

[ReuReureuie89] Ne waeyo Jun-ah?

[KyungjunKang] Anio… Jaljayo Reuie-ah❤

[ReuReureuie89] Jalja..❤

Tak ada balasan lagi dari pria di SNS itu.

 

_00_

 

Genap Satu tahun tujuh bulan. Hareu mendapat gelar sarjananya setelah menghabiskan semester akhirnya di Paris. Hareu kembali dengan Yoon Hareu yang berbeda. Sekarang tidak ada lagi Yoon Hareu yang imut, manis dan menggemaskan lagi. Wanita 24 tahun itu sekarang menjadi wanita yang cantik dan elegant. Tak ada lagi Yoon Hareu yang hobi menangis dan mengekori seorang pria yang begitu dicintainya. Kini Yoon Hareu adalah seorang wanita cantik, sexy, cool, dan dewasa. Hobinya berubah setelah mengenal sosok Henry Lau. Hobi dan kegiatan rutinnya adalah mendaki gunung, dan berkemah, dia juga wanita yang sangat mencintai motor cross. Padahal dua tahun lalu dia bilang menyerah, tidak mau membuat kekasih, ralat, mantan kekasihnya marah ataupun khawatir.

 

_00_

 

Dua buah kendaraan motor cross melaju kencang di jalur mereka. Saling membalap, mendahului, di tengah lintasan deng medan yang ekstrim. Motor hijau dan putih itu, berhenti bersamaan di garis finish bersamaan. Keduanya menarik standart motor mereka bersamaan. Melepas helm yang menutupi permukaan wajah kedua pengendaranya itu.

 

“Bagaimana? Sudah puas Nona Yoon?” Henry mengatur nafas beratnya, ini putaran ke sepuluh yang mereka lalui.

 

“Satu race lagi, setelahnya kita pulang,” Hareu mengenakan helmnya lagi, memacu kencang motor kesayangannya itu, tanpa aba-aba. Motor itu melaju kencang dan semakin kencang, meninggalkan motor hijau dibelakangnya.

 

“GGGGRRRRREEEENNGG!! GGRREENNGGG!” Suara tancapan gas dari motor lain yang tiba-tiba muncul dan melaju kencang didepan motor Hareu. Tak mau kalah dengannya, Hareu mengendarainya lebih cepat tiga kali lipat dari motor merah itu. Gadis itu terus melirik kebelakang, untuk melihat keberadaan motor merah itu yang lumayan jauh darinya. Sampai-sampai Hareu lah yang salah arah dan menerobos jalan yang berbahaya. Pasir kering dan debu bergabung menjadi satu, bertebangan menyulitkan pengelihatan dan menurunkan jarak pandang.

 

Pria dengan motor merah itu menyadari Hareu tidak melewati jalan yang seharusnya. Dia memutar arahnya untuk mencari pengendara motor putih itu di jalan berbahaya yang dilewatinya. Di atas motor lain, seorang yeoja sangat sulit mengendalikan motor besar. Motor itu lepas kendali. Pedal gasnya terus tertancap, tapi rem kakinya tidak berfungsi dengan baik.

 

Gadis cantik itu panik setengah mati, tapi dia masih bisa mengendalikan emosinya dengan baik. Motornya melayang melewati sebatang kayu besar yang tumbang dengan posisi melintang didepannya. Gadis itu terkejut, dan menarik rem tangannya sekuat mungkin. Membuat kendali atas motornya hilang. Sekarang motor cross itu tidak punya keseimbangan, dan alhasil oleng ke kanan. Badan motor dan pengendaranya itu terseret lebih dari lima ratus meter dari tempatnya karena kecepatan yang dipacu gadis itu lebih dari 150km/jam.

 

“BBBBBRRRREEEEEEEETTTTTTTT,” pergesekan antara badan motor dan jalanan yang tidak rata itu memenuhi telinganya. “BRUGGG,” Ban depan motor itu menghantam batu didepannya dengan keras, membuat motor dan pengendaranya terlempar dan terpencar. Motor itu sudah merosot kedalam jurang yang curam. Seorang Yeoja bertahan menggenggam erat akar pohon yang kokoh tertanam dalam tanah tandus itu. Helmnya terlepas saat dia merosot, membuat rambut panjangnya yang tadinya terikat rapi, menjadi tergerai berantakan. ‘GREEENNGGGG’ Suara motor lain berhenti diatas sana. Sang yeoja berteriak sekeras mungkin agar orang itu dapat mendengarnya.

 

~Hareu pov~

 

“TOLONG! SIAPAPUN AKU DIBAWAH SINI! TOLONG AKU!!” Aku mengeluarkan seluruh suara dan lengkinganku yang tersisa di tenggorokan keringku ini. Aku menemukan sesosok pria tinggi yang menutupi cahaya matahari yang menyengat dari penglihatanku. Aku memfokuskan penglihatanku untuk melihatnya, memperhatikannya. Dia melepaskan helmnya, aku penasaran. Tentu. Tanganku melemas, merenggangkan peganganku pada akar pohon yang menentukan hidup matiku.

 

Aku shock dengan apa yang terjadi sekarang, karena itu kelalaianku. Tapi terlalu shock lagi, saat melihat pria itu membuka helmya memperlihatkan rambut coklatnya yang berantakan dan wajah kusutnya yang berpeluh keringat itu. Dia berhasil membuatku mengenang kenangan pahit yang dia goreskan di hatiku. Kenapa tuhan mempertemukan kita disaat seperti ini? Kenapa? Jalan apa yang tuhan persiapkan untukku? Apa ada seseorang yang bisa menjelaskan semuanya ini padaku? Ini kebetulan, iya kan? Ini bukan takdirku, kan? Cho Kyuhyun aku merindukanmu, sangat sangat.

 

“Hey! Jangan lepaskan peganganmu sebelum Aku turun kesana! Ingat!” Aku terus mengikat tatapan manik matanya di mataku, agar tidak hilang lagi dari pandangan dan hidupku.

 

“Yoon Hareu kau mendengarku?” kini dia mengalihkan lamunanku dan aku mengangguk mengerti. Kulihat dia mengikat sebuah tali panjang di badan dan diikatkan pada pohon besar yang ada disekitarnya.

 

“Bertahan, Reuie-ah!” dia berseru menuruni jurang ini dengan hati-hati. Tak kusadari dia tengah memelukku dan membawaku naik. Sungguh aku sangat merindukan sentuhan hangatnya ini. “Reuie-ah,” Sekali lagi dia membuyarkan lamunanku. Dia mendudukkanku di pinggir jurang itu, lalu memanjat jurang ini lalu berdiri sambil berjalan kearah motor merahnya itu.

 

“Ayo pulang,” dengan dinginnya dia menyuruhku untuk naik ke motornya. Aku menurut. Sial! Sifat dingin yang sudah aku latih di Paris selama ini luntur dihadapannya. Aku bisa gila!

 

_00_

 

Kyuhyun mengantarku pulang dengan selamat, setelah dia membawaku ke rumah sakit untuk serangkaian pemeriksaan. Aku hanya luka ringan, dan sedikit shock. Daritadi dia membungkam mulutnya, membiarkan keadaan hening menyelimuti kami. Aku berharap dia menanyakan sesuatu padaku. Tapi harapanku hanyalah harapan biasa. Dia tidak mengatakan suatu apapun, mengucapkan selamat tinggal saja tidak.

 

“Kenapa kenangan itu kembali berputar-putar di otakku?”

 

~

 

“Oppa! Kau jangan sakit, ne! jika kau sakit, jiwaku merasakannya, semua yang kau rasakan, terasa juga disini, jadi cepatlah sembuh, oke!” Hareu menunjuk dadanya mengusapnya lembut.

 

“Aku tidak akan sakit lagi, sayang,” Kyuhyun mengelus rambut Hareu dengan sayang.

 

~

 

_00_

 

Hatiku terasa perih, mengingat bayangan itu lagi. Mendengar seseorang yang sangat aku cintai, seorang namja yang selalu menjadi nomor satu dalam hidupku mengatakan jika dia tidak mencintaiku. Aku terus melamun di halte bis dekat kantorku, sampai tak sadar bis yang seharusnya aku naiki telah menjauh. Ponselku bergetar. –Panggilan dari Dujun Oppa

 

“Yeoboseyo oppa, waeyo?”

 

“Hareu-ah, oppa di perjalanan menuju kantormu, Soran ingin bertemu dengan…” suara oppaku menghilang.

 

“Bibi Reuie!!!! Soran yang cantik ini ingin bermain denganmu, sekarang!” suaranya digantikan oleh malaikatku itu terdengar sangat gembira dan penuh semangat.

 

“Eoh! Keponakan bibi yang paling cantik dan paling manis! Soran ingin main dimana?” tanyaku menyambut semangatnya.

 

“LOTTE WORLD,” deg. Aku tersentak mendengar seruan malaikat kecilku ini.

 

“Kenapa disana, sayang? Kita ketempat lain saja yah, otte?” aku menghela napas menjauhkan semua pikiran buruk yang ada di otakku ini.

 

“ANIO! BIBI REUIE!” Soran hanya mau lotte world! Lotte! Lotte! Lotte! Lotte! LOTTE WORLD!” Astaga, suara bidadari kecil ini memekakkan telingaku. Aku menjauhkan ponselku dari telinga. “Jika bibi tidak mau, Soran todak akan mau menghibur Bibi lagi! Nappeun!” Yaampun! Anak ini, walaupun begitu aku tidak bisa jauh dari keponakan tersayangku ini. Benar-benar mirip Dujun.

“Baiklah Soran-ah, mianhae,” Ucapku menutup percakapan kami ditelepon.

 

 

~Author pov~

 

@ Lotte World

 

Bayangan-bayangan tentang pria itu terus muncul di otak dan pikiran gadis muda itu. Seakan-akan kenangan itu tidak bisa dihapus dan hilang dari ingatan Yoon Hareu. Film kusut di otaknya terus memutarkan film empat dimensi yang tidak nampak dimata orang lain, kecuali Yoon Hareu sendiri.

 

~

 

“Oppa! Jangan naik itu! bahaya! Bagaimana kalau tiba-tiba mati listrik? Atau gimana kalau oppa pingsan saat diatas sana? Atau kalau kita berdua jantungan? Jangan itu! bahaya! Kita ke wahana lain saja ya!” kata bertubi-tubi itu ters menghujani Kyuhyun yang sedang memohon untuk menaiki wahana berbahaya didepannya itu.

 

“Itu tidak akan terjadi, Chagiya, percayalah, Aku berjanji!” jawabnya mengulurkan jari kelingkingnya.

 

“Hya! Kau tidak akan tahu apa yang akan terjadi sedetik kemudian, oppa!” Nada tinggi yeoja itu naik satu oktav. “Hareu-ah! sekali saja!” Pintanya lagi merengek pada Hareu.

 

“INI BAHKAN KETIGA KALINYA, KAU BEGINI, CHO KYUHYUN!” Hareu menatapnya sinis.

 

“Ahh, Chagiya mianhae,” lirihnya menatap Hareu dengan puppy eyesnya.

 

“Baiklah,” Hareu kini menunduk pasrah, mengizinkan Namja chingunya itu.

 

~

 

“BIBI REUIE! Ayo kita ke photo box!” Gadis enam tahun itu menarik ujung dress pastel milik Hareu, masuk kedalam bilik photo box yang sempit itu.

 

“EOHH! Ajusshi! Anio! Maksudku Sonsaengnim!” Jawab Soran bingung karena melihat seorang pria tinggi berambut coklat itu. Tampilan berbeda karena jika di sekolah dia selalu menyisir rambut kebelakang.

 

“Soran-ah! Kau datang kesini juga? Bersama dengan bibi ini?” Tanya pria itu lembut, berlutut menyamakan posisinya dengan gadis kecil itu.

 

“Iya, Kyuhyun sonsaengnim, perkenalkan, wanita hebat ini adalah Bibinya Soran, cantik bukan!” Ucap Soran dengan jurus centilnya itu.

 

“Bagaimana Kabarmu Hareu-ah? kakimu sudah baikan?” Kyuhyun masih bisa melihat luka gores karena kecelakaan motor, yang terekspos di kaki mulusnya itu.

 

“Aku sudah lebih baik, senang bertemu denganmu,” Hareu melempar senyumnya.

 

“Jadi kalian sudah saling mengenal! Jadi tadi Soran sia-sia mengenalkan bibi pada Kyuhyun sonsaengnim? Aishh! Padahal Soran sudah punya rencana menjodohkan Sonsaengnim dengan bibi,” Ocehannya ala gadis kecil itu membuat Hareu dan Kyuhyun merona.

 

“Soran-ah! kau belajar sok tua seperti itu darimana?” Hareu menatapnya penuh tanya.

 

“Dari appa! Appa bilang akan menjodohkan bibi dengan temannya yang sama dengan appa Soran! Dari pada bibi menikah dengan Ajusshi tua itu, lebih baik dengan pilihan Soran kan? Kyuhyun sonsaengnim tampan, Bibi Reuie hebat juga cantik, kalian terlihat sangat serasi,” jawaban Soran itu membuat Kyuhyun terkikik geli. Hareu mendecak sebal pada keponakannya yang sangat pintar itu.

 

“Dasar Yoon Dujun! Awas kau!” Hareu mengepal tangannya kesal.

 

_00_

 

Tiga orang dalam foto-foto lucu itu terlihat sangat bahagia. Bisa dibilang seperti keluarga kecil bahagia. Seseorang yeoja yang sedang menatapnya penuh bahagia itu kadang tertawa sedikit. Tapi seketika hatinya sendu mengingat memori mengerikannya bersama namja difoto yang kembali ditemuinya itu. Saat di dalam photo box Hareu, Kyuhyun dan Soran memang berfoto bersama, itu banyak sekali, sampai tak bisa dihitung, karena mereka mengambil lebih dari seratus Shoots.

 

_00_

 

Tugas mengantar jemput Soran adalah pekerjaannya yang sangat utama, mengingat anak itu masih terlalu kecil untuk dibiarkan pulang sendirian.

 

“Sonsaengnim! Jika nanti Aku besar Aku ingin menikah denganmu,”

 

“Andwae!! Sonsaengnim akan menikahiku! Iya kan Kyuhyun Sonsaengnim!”

 

“Tidak benarkan sonsaengnim! Kau akan menikah denganku kan?”

 

“Hyaak! Kalian semua!!! Kyuhyun sonsaengnim hanya akan menikah dengan bibiku, BIBI REUIE-KU!!” Tegas yeoja kecil yang berperawakan lebih besar dari temannya yang sedang mengerubungi pria tampan yang dipanggil mereka sonsaengnim itu.

 

“Ran-ah! jika sudah besar dan cantik! Aku akan dinikahi oleh pangeranku, Kyuhyun Sonsaengnim tentunya,”

 

“Aku sudah menjodohkan mereka! Sonsaengnim dan Bibi Reuieku!” Ucap gadis itu sedikit marah.

 

“Apa buktinya? Kamu berbohong lagi Ran-ah! Ran tukang bohong! Ran tukang bohong!” Soran di olok-olok temannya itu.

 

“Ran tidak pernah bohong! Appa, Eomma, dan Bibi Reuie tidak mengajari Ran untuk berbohong, dan Ran memang tidak bohong! Ini buktinya!” Sorot kejujuran terpampang diwajahnya, dia menyodorkan album foto mini yang dia kalungi setiap saat.

 

“Bibimu ini jelek sekali Ran-ah!” Hina salah satu diantara mereka dengan kepolosannya.

 

“BIBI REUIE SANGAT BAIK DAN CANTIK DARI PADA KAMU KANG HEENAM! KECANTIKAN BIBI REUIE MENURUN PADAKU LOH!!!” Anak itu memang pintar merangkai kata-kata, dia benar-benar kesal karena bibi yang sangat dicintainya itu dihina seperti tadi.

 

“Semuanya. Maaf, Sonsaengnim tidak akan menikah dengan salah satu diantara kalian, karena orang yang sangat Sonsaengnim cintai adalah seorang bidadari. Dia cantik, dia manis, dan baik tentunya, sama seperti kalian. Bedanya adalah, dia yeoja sudah dewasa, tapi kadang seperti kalian, anak TK yang manis dan lucu,” terang Kyuhyun panjang lebar, seseorang yang mendengarnya, sengaja mendengar perdebatan itu. Membuat sang yeoja bahagia dan sedih dalam waktu bersamaan.

 

Tanpa mereka sadari, sepasang mata seorang yeoja bagai bidadari tomboy dengan balutan celana jeasn hitam dan kaos oblong yang dilapisi blazer dengan warna khas gayanya, hijau pastel, memperhatikan mereka, yang membahas pernikahan itu. Lucu, karena mereka semua murid TK. B, sudah memikirkan masa depan mereka bersama lelaki dewasa yang tampan diakui mereka sebagai gurunya itu. Kata-kata terakhir yang dilontarkan pleh prianya itu, ralat, mantan pria yang sangat dia kagumi itu membuatnya drop, karena kesempatan untuk gadis itu kembali padanya hanya sekian persen. Akuransi lebih tepatnya adalah 0.09–3 persen saja.

 

“Akhir kisah bahagiaku, dimulai,” gumam gadis itu melangkah maju mendekati segerombolan murid TK. Angin yang tidak diketahui infonya datang darimana mulai menyapu dan menerbangkan rambut hitam kecoklatan yang terurai indah itu.

 

“Ran-ah,” suara lembut yang berasal dari belakang mereka menghentikan perdebatan anak-anak kecil itu.“Bibi Reuie!!! Bibi janji akan menikah dengan Kyuhyun sonsaengnim, kan!” dengan was-was gadis kecil itu memeluk bibinya posesif.

 

“Ran sayang, mau bibi ceritakan sesuatu? Baiklah, ada sebuah garis merah yang di tentukan tuhan untuk bibi dan juga Sonsaengnim, tuhan sudah menggariskan takdir kami, jadi kami tinggal mengikuti arah garis yang dilukiskan itu. Kami akan menemukan, atau justru mereka yang menemukan kami, seorang jodoh yang terbaik, yang digariskan tuhan untuk kami,” jawabnya lembut, membuat hati seorang yang mendengarnya merasa teduh.

 

“Bibinya Soran, Kamu sangat cantik,” ucap seseorang diantara mereka menarik ujung blazernya.

 

“TADI KAN SUDAH SORAN BILANG! TAPI KALIAN BILANG KALAU BIBI REUIE JELEK! Apa kalian tahu? Bibiku ini seorang pembalap motor yang besar-bersar itu loh!!! Namanya apa ya bi’ soran lupa?” sungut Soran yang amarahnya kini menumpuk dan meletup-letup. Dia bertanya pada Hareu dengan centilnya.

 

“Motorcross,” Jawab Hareu mengelus rambutnya dengan sayang. “Ran-ah? Ayo kita pulang, eomma mu pasti khawatir, jika kita belum kembali ke rumah hmm?” kini Hareu menggenggam erat tangan Soran. “NE!” Jawabnya antusias.

 

“Sonsaengnim kami pamit pulang, dulu,” Hareu membungkuk normal, Sembilan puluh derajat, sebelum dia memalingkan wajah dan berjalan beriringan dengan Soran menuju motor putih besar yang terparkir rapih di area parkir TK itu.

 

“GRRRRREEENNGGG,” motor yang dikendarai Hareu melesat dan menghilang di balik gerbang.

 

_00_

 

“Oppa, Aku mau membuatmu dekat dengan Soran, keponakan yang selalu Aku ceritakan padamu, bisakah kita menjemput Soran di TK-nya?” Tanya Hareu pada seorang lelaki berpipi tembam yang menggemaskan seperti mochi.

 

“Tentu saja, Kajja!” Henry kini menautkan kelima jari manisnya dengan jari-jari Hareu. “Ehhmm, Hareu-ah, boleh Aku meminta sesuatu padamu,”

 

“Ne, boleh,” Sahut Haru menengok kearahnya. “Kembalilah jadi Hareu yang dulu, Hareu sebelum mengenal Henry Lau, di Paris,” Ucapnya mengurangi focusnya pada jalanan di depan. “Akan ku usahakan,” Jawabnya dengan senyum merekah.

 

Sepasang insan yang tengah duduk di bangku taman, bercengrkrama dan tertawa bersama melepas penat keduanya bersama-sama. Sekarang ada dua pasang mata kini menatap mereka tak rela. “Dulu kita selalu mengobrol seperti itu, sayang,” gumam seorang pria yang tengah menggendong yeoja kecil di gendongannya itu.

 

“Sonsaengnim, Aku tidak suka dengan paman itu. Waktu bibi Reuie, memberikan fotonya padaku, Aku tidak menyukainya karena dia sangat perhatian pada bibi Reuie, apa kau juga?”

 

“Soran-ah, bagus dong, jika ada pria tampan seperti dia yang perhatian pada bibimu, memangnya kenapa kau tidak menyukainya?” Tanya Kyuhyun sangat penasaran.

 

“Pipinya yang tembam seperti bakpao itu menggelikan, Aku tidak suka, dia juga pendek, tidak seperti bibi Reuie yang tinggi menjulang. Dia tidak tampan sama sekali. Hanya Kyuhyun sonsaengnim yang boleh menikah dengan Bibi Reuie, itu karena sonsaengnim tampan dan baik hati. Tapi appa bilang, jika bibi tidak menikah dengan temannya, maka bibi akan menikah dengan Ajusshi itu,” Keluh Soran melihat kegiatan bibinya itu.

 

“Keinginanku hanya satu, mengembalikan cinta Hareu-ku ke tempat semula, tapi Aku tidak yakin karena kesalahanku dimasa lalu,” gumam Kyuhyun menatap mereka dalam diam.

 

“Bibi! Jangan bilang kau kesini untuk memamerkan paman itu lagi?” sungut Soran kesal.

 

~Kyuhyun pov~

“Anio, bibi dan paman datang untuk menjemputmu, sayang,” Hareu datang menghampiri kami, dan diekori namja yang sedikit pendek itu.

“Tapi aku tidak mau dijemput kalian, Aku hanya mau diejemput dengan motorcross bibi!” Gadis kecil dalam pelukanku ini berbohong untuk yang pertama kalinya.

 

~Flashback~

 

“Sonsaengnim, Aku selalu takut naik motor putih besar itu bersama bibi, tapi jika Aku bicara, dia tidak akan menjemputku dengan motornya lagi, dan setiap hari dia pasti datang bersama paman itu,”

 

“Mau Sonsaengnim antar jemput?”

 

“Tentu saja!”

 

~Flashback end~

 

Tak kusangka gadis kecil yang sangat Hareu cintai ini berbohong pada Hareu untuk yang pertama kalinya dan untuk menjauhkan Hareu dengan kekasihnya itu, demi menyatukan Hareu dan diriku? Aku beranggapan jika pria itu benar-benar kekasih barunya. Siapa yang tidak tertarik melihat Yoon Hareu yang sekarang? Dia cantik, baik, lembut ,dan penuh perhatian. Apa Soran bisa mempersatukan kami kembali? Menjadi penghubung ikatan benang merah yang teputus? Aku tidak akan menyianyiakan kesempatan yang tuhan berikan padaku melalui Soran.

 

“Gomawo Soran-ah,” Gumamku dalam hati menurunkan gendonganku.

 

“Sonsaengnim, tolong antar Soran pulang, Soran masih kecil, kata appa, tidak baik mengganggu pria dan wanita dewasa ketika mereka bersama,” Gadis ini ketusnya sama dengan Hareu ternyata, pandai sekali merangkai kata-kata.

 

“Hareu-ah, biarkan Aku yang mengantar Soran pulang,” Aku melihat raut wajah dan anggukan kecil, dia mengizinkanku bersama malaikat kecilku ini.

 

 

“Annyeong bibi! Annyeong paman,” dia begitu bersemangat saat menyapa Hareu, tapi tidak dengan pria disampingnya. Gadis ini berusaha bersikap dingin dengan pria yang kuketahui belakangan namanya adalah Henry. Kami bergegas masuk kedalam mobilku.

 

~Author pov~

 

“Henry oppa, maafkan Soran ya, dia memang seperti itu, maaf karena memaksamu menjemputnya tapi dia malah pulang dengan Kyuhyun,” Hareu sebisa mungkin memohon maaf untuk Soran yang sedikit menyebalkan itu.

 

“Dia mantan kekasihmu bukan?” Hareu hanya mengangguk kecil. Ponsel Hareu berdering menandakan pesan masuk dari SNS-nya.

 

[KyungjunKang] Kau sudah di Korea? kapan kau mau menemuiku?

[Reureureuie89] Entahlah, Aku terlalu sibuk dengan keponakan dan pekerjaan baruku yang melelahkan ini. Aku merindukanmu, Jun-ah, sudah setahun kita seperti ini, kalau boleh, Aku ingin jujur…

 

Hareu menggantungkan katanya barusan, bersiap mengetik dengan jemari lentiknya itu.

 

[KyungjunKang] Katakanlah Reu… aku menunggu kelanjutanmu.

[Reureureuie89] Aku rasa aku mencintaimu Jun. Hanya itu yang mau aku katakan, tidak pantas ya seorang yeoja yang mengatakannya? Tapi aku hanya ingin jujur dengan perasaanku terhadapmu bau-baru ini, kau selalu membuatku tenang saat chatting bersamamu. Sama seperti seseorang yang dulu..

[KyungjunKang] Mantanmu yang pernah kau ceritakan itu?

[Reureureuie89] Iya, sifat kalian sangat mirip, hanya saja, pria itu tidak bisa seromantis dirimu, Kang.

[KyungjunKang] Aku juga mencintaimu, Yoon Hareu Aku sangat mencintaimu. Jadilah Kekasihku, dan jangan pernah lupakan pria itu..

[Reureureuie89] Kau tahu namaku? Kenapa kau menyuruhku untuk tidak melupakannya?

[KyungjunKang] Seorang pengagum tahu semuanya. Alasanku kenapa aku menyuruhmu untuk tidak pernah melupakan pria itu, karena kau tidak akan bisa melupakan kenangannya jika kau memaksa itu. Biarkan kenangan menyakitkan itu yang pergi dengan sendirinya.

 

Henry mendengus sebal karena sahabatnya itu hanya sibuk tersenyum dan kedengaran sangat bahagia. “Dari Kyungjun lagi?”

 

“Aku jadian, Hen!!!!!! Aku menembak Kyungjun!!!!” Teriaknya sangat bahagia.

 

“Pabo! Mana ada yeoja yang menembak namja?!” Henry memukul kepala yeoja ini.

 

 

“YAKKK! Setidaknya perasaannya juga sama denganku!” Sungut Hareu kesal mengusap-usap kepalanya kasar.

 

_00_

 

[KyungjunKang] Ehmmm, Reuie-ah, kapan kau punya waktu luang?

[Reureureuie89] Minggu depan, hari minggu, jam enam sore di hotel Cho Enterprise, ballroom lantai 8.

[KyungjunKang] Cho Enterprise? Ada acara apa disana?

[Reureureuie89] Ne? Eoh, itu, anak laki-lakinya presdir dari dari perusahaan rekaman kami akan menikah disana, dan aku diundang untuk mengisi acara disana.

[KyungjunKang] Kau MC?

[Reureureuie89] Anio, Aku hanya duet piano dengan Henry dan solo saat flute saja

 

_00_

 

Setiap Harinya, Kyungjun mengirimi sebelas tangkai mawar pink favorit Hareu kerumahnya. Betapa romantisnya dia, walaupun Hareu belum pernah sekalipun bertemu dengannya, tapi kini sedikit-sedikit dia melupakan kejadian buruk yang menimpanya dimasa lalu. Tapi satu hal yang perlu kalian tahu, Kyungjun selalu mengingatkan Hareu pada Kyuhyun, itu karena setiap hari special mereka, hari ulang tahun Hareu, atau bahkan peringatan anniversary mereka, Kyuhyun selalu memberikan sebucket bunga mawar pink berisi sebelas tangkai.

 

“Selamat hari jadi kita ke 5 hari, Hareu-ah, Aku mencintaimu,” -KKJ

 

Hanya itu yang tertuliskan pada kertas yang barusan dia terima dari pengirim bunga. “Saatnya melupakan Cho Kyuhyun, kau bisa! Pasti bisa Yoon Hareu!” Tegasnya menyemangati dirinya sendiri.

 

[Reureureuie89] Jun-ah, hari ini aku akan menemui oppaku, aku akan membuatnya berhenti menjodohkanku dengan temannya ^^, doakan aku Chagi, saranghae❤

 

Tak ada jawaban sama sekali. Padahal Kyungjun selalu menjawabnya tak lebih dari lima menit. Mungkin dia sibuk? Pikir Hareu. Dia mengganti short dress yang dia kenakan tadi dengan jeans putih, dan blazer coklat favoritnya. Mengencangkan sarung tangannya, Segera dia menyambar helm merahnya. Memakainya keluar apartemen menuju parkiran dan segera meluncur ketempat oppanya di sekitar Insadong.

 

“BIBI REUIE!!! Pasti kau merindukanku kan!!” keponakannya itu menggelayut manja dalam gendongannya.

 

“Sayang, tahukah kau, sekarang bibi punya pacar,” Girangnya membuat Soran menekuk lesu kepalanya.

 

“Hareu-ah, Kapan kau menikah? Dua puluh empat tahun sudah cukup bukan?” Timpal Kim Nahyun –istrinya Dujun menatapnya bahagia.

 

“Nahyun eonni, kami baru memulai hubungan serius, tapi akan butuh sedikit penyesuaian lagi,” Jawab Hareu melempar senyum manisnya. “Aku hanya ingin mengatakan pada oppa, jika dia tidak perlu menjodohkanku dengan temannya lagi,” Hareu tersenyum bahagia saat ini.

 

“Akan ku sampaikan, dia lembur kerja hari ini,” “Bibi Aku ingin kau menemaniku tidur malam ini,” Hareu mengangguk kecil. Langit makin menghitam bak disemprot tinta cumi-cumi.

 

 

~Hareu Pov~

 

Keesokan harinya Nahyun eonni berangkat ke butik pagi-pagi sekali, aku dan Soran ditinggal berdua. Aku mengecek keadaan malaikat disampingku ini. Astaga dia demam. Panasnya 40 derajat celcius. Tapi, kenapa? Makannya pasti salah, Aku mengompresnya dan panasnya berangsur turun. Ini sudah siang, tapi Soran belum juga bangun, dia masih sama seperti tadi pagi. Aku tidak tega menelpon Nahyun Eonni, itu pasti akan mengganggunya di butik. Aku memutuskan untuk cuti hari ini.

 

“Yeoboseyo, Kyuhyun-ah, hari ini Soran tidak masuk sekolah karena dia demam,” Ucapku memberanikan diriku menelpon Kyuhyun yang notabene’ nya adalah salah satu guru Soran.

 

“………”

 

“Gomawo, Soran pasti senang,” Senyumku tertarik di ujung bibirku. Aku merasa apa? Ingat Hareu! Kyuhyun sudah ada yang punya. Ingat Kyungjun! Kau harus belajar mencintainya. Aku memutuskan sambungan teleponnya.

 

*Tingtong tingtong*

 

Aku berlari kecil kearah pintu menggenggam knop dan membukanya. Terlihat penampakan seorang pria tinggi yang ada di depan pintu. Dia sudah datang, aku mempersilahkannya masuk kedalam, lebih tepatnya ke kamar Soran, bidadari kecilku yang tengah terbaring di atas kasurnya.

 

“Maaf merepotkanmu, tapi sedaritadi dia hanya menyebut namamu,” Ucapku lemah melihat bidadariku itu masih terlelap, Kyuhyun duduk dipinggiran kasurnya, mengelus lembut rambut hitam pekatnya yang pendek itu. Seperti sebuah magic. Soran menggeliat kecil dan bangun dari tidurnya.

 

“Soran-ah, paman disini sayang,” Ucapnya mengelus rambutnya lagi.

 

“Paman, Soran sakit,” wajahnya sangat sendu menatap Kyuhyun.

 

“Ne, paman tahu. Kau sakit kenapa, sayang?” Tanyanya lembut melempar senyuman indahnya pada Soran.

 

“Sakit karena bibi mempunyai pacar,” DEG. Jadi dia sakit karena aku?

 

“Kenapa? Kok Soran begitu? kan itu kabar bahagia,” Ucap Kyu sedikit lirih.

 

“Appa bilang kalian pernah bersama, Paman dan Bibi pasangan kekasih, Kalian harusnya kembali bersama!” Kyuhyun hanya diam seribu bahasa.

 

“Itu dulu Soran, Aku juga ingin kembali padanya, tapi itu hanya sebuah harapan semu tanpa ada jalan untuk menggapainya.” lirihku dalam Hati. “Paman Kyuhyun dan Aku memang pernah bersama, tapi sekarang berbeda, Paman Kyuhyun berhak bahagia dan Bibi juga berhak memiliki kebahagian tersendiri, sayang,” ucapku lirih menahan tangis, tapi melihat gadis itu tengah terisak dalam pelukan Kyuhyun aku pun ikut menangis. Aku menghindari mereka dan menangis sendu diluar. Saat aku kembali membuka pintu.

 

“Soran-ah, kau tidak perlu khawatir masalah itu, paman janji,” Soran dan Kyuhyun sama-sama tersenyum bahagia? Barusan saja mereka menangis sesengukan. Anio, Soran yang sesengukan. Tapi mereka mengikat janji kelingking? Kenapa? Ada yang mereka janjikan?

 

“Paman pulang dulu, sayang,” Kyuhyun melenggang pergi setelah mencium puncak kepala bidadari kecilku itu.

 

_00_

 

8th Ballroom @ Cho Enterprise’s Hotel

 

Melodi lembut yang keluar dari tuts-tuts piano yang di tekan oleh Yoon Hareu membuat, semua orang larut dengan sebuah lagu cinta yang dia alunkan bersama Henry Lau disampingnya yang masih menggesek merdu senar biolanya. Lagu itu selesai dan alunan lembut mereka berdua pun berakhir. Tepuk tangan riuh dari tamu undangan pun mengiringi mereka. Meminta Hareu untuk memainkan satu lagu lagi untuk mereka. Hareu meniup flutenya dengan irama indah. Membuat semua tamu undangan di pernikahan itu tak berpaling darinya. Dan kembali lagi pada grand piano putih itu untuk performance terakhirnya.

 

“Lagu ini, bukan kupersembahkan untuk kedua mempelai, namun ini kupersembahkan untuk diriku sendiri, selamat mendengar,”

 

Dia mengalunkan sebuah lagu yang bisa ataupun tidak bisa dibilang bahagia, itu adalah masalalunya. Dia tidak mau kedua mempelai yang tengah berbahagia mengalami keaadan cinta seperti yang Hareu alami

 

 

[Back song Lee seunggi – Eodirado]

 

…I wanna go Eodirado joheul geot gata I wanna go

nega sum sil su inneun geu eodirado Johkesseo

I wanna go eodirado geu eodirado

I wanna go I wanna go

Yeogi anin geu eodirado johkesseo

 

“Nan, Yoon Hareu imnida,” Hareu membungkuk hormat, lalu berjalan turun panggung dengan anggunnya.

 

Ada pesan singkat yang sampai. Tak beberapa lama seorang wanita yang dilihat lebih tua beberapa tahun darinya.

 

[Cho Kyuhyun Mobile] Permainanmu bagus, aku suka

 

“Hareu-ah, Oraenmanieyo!” wanita itu memeluk Hareu posesif. Dia sangat mengenal betul tabiat gadis dua puluh empat tahun yang berada dalam pelukannya. Wajah dan suaranya tak asing lagi bagi Hareu, karena gadis itu bagaikan seorang Kakak perempuan baginya.

 

“Ahra eonni, Oraenmanieyo. Bogosippeoyo eonni-ah,” Hareu membalas pelukannya terseyum sangat bahagia dalam pelukan permpuan ini. “Eonni, kenapa kau ada disini?” Tanya Hareu penasaran sedikit.

 

“Keluarga Han adalah Kolega Cho Corps, dan Cho Enterprise, mereka mengundang keluarga kami,” Hareu tidak tahu kalau Cho Enterprise adalah perusahaan bagian dari Cho Corps, yang sekarang ada dibawah kendali Kyuhyun. Hareu hanya diam saat Ahra melepas pelukannya. “Saeng!!! Kau tidak bersama Kyuhyun?? dia tadi disini,” dia terlihat sedang mencari-cari orang.

 

“Eonni, kau tidak tahu jika kami berpisah?” Ahra membulatkan mata pandanya itu, kaget mendengar penuturan wanita yang dianggapnya sebagai adik ini.

 

“Anak sialan itu benar-benar,” dia terlihat marah dan mengepal tangan putihnya itu.

 

“Aku yang egois, maafkan Aku, setahun lalu dia putus denganku,” Jawabnya lirih

 

“Tunggu dulu setahun lalu? Waktu itu Aku pernah melihatnya sangat sedih dan menangis setiap hari seperti anak kecil yang kehilangan balonnya. Dia bilang dia menyesal, menyesal untuk apanya aku masih bingung. Tapi sekarang aku tahu jawabannya, dia menyesal putus denganmu,” Ahra membuat pertahanannya goyang. “Kembalilah pada Kyuhyun,”

 

“Maldo andwae Ahra eonni, bukannya dia sudah bahagia? Aku sekarang memiliki orang lain yang mencintaiku eonni, mianhae,” Jawab Hareu, bahunya bergetar.

 

“Maaf Nona? Nona Yoon Hareu?” Seorang wanita pengantar bucket yang biasa mengantar bunga dari Kyungjun menghampiri mereka, “Ne, saya sendiri, ada apa?”

 

“Ada kiriman bunga, dari tuan Kang,” Jawabnya singkat. “Oh ne, Gomawo,”

 

 

~Hareu pov~

 

“Ahra eonni, Aku harus pergi,” aku membungkuk hormat pada Kakak perempuan Kyuhyun ini.

 

“Jalgayo,” Jawab Ahra singkat dan aku segera mendinggalkan dia sendirian disini. Aku membuka kertas yang disampaikan Kyungjun padaku.

 

“Aku ada di taman, Aku mencintaimu Hareu-ah,” –KKJ

 

Dering ponselku membuyarkan lamunanku tentang Kyuhyun yang menyesal dengan perpisahan kami. Namun sudah terlambat, mau dikatakan apa lagi? Kini aku dan dia sama-sama punya kebahagiaan sendiri. Dia bahagia dengan bidadarinya, dan aku bersiap bahagia dengan Kyungjun.

 

[KyungjunKang] Jangan kaget saat melihat fisikku yang tak sempurna, Hareu-ah, Saranghae❤

[Reureureuie89] Tidak, aku tidak akan kaget oppa, aku menerimamu apa adanya, saranghae❤

 

Kulangkahkan kakiku menuruni setiap anak tangga di taman bunga. Matahari telah tenggelam dalam gelap. Kini tersisa lilin malam yang ada di setapak jalan menuju taman bunga ini. Langkahku berhenti saat kulihat susunan dari ratusan lilin yang membentuk hati, dengan namaku didalamnya.

 

[KyungjunKang] Apa kau suka?

[Reureureuie89] Kau dimana?

[KyungjunKang] Kau suka?

[Reureureuie89] Oppa eodiga?

[KyungjunKang] Kau suka, iya kan❤

[Reureureuie89] Haruskah aku mengatakannya?

 

“Aku menyukainya! Sangat menyukainya Jun-ah!” berputar mencari keberadaan Kyungjun.

 

[KyungjunKang] Aku akan keluar sekarang. Aku dibelakangmu, tepatnya memunggungimu

 

Segera ku balikkan badanku dan melihat sesosok pria yang tengah memunggungiku.

 

“Oppa, Jun-ah, Chagiya,” Aku sangat bahagia, melihat punggungnya. Seperti punggung yang kurindukan. Pikirku melayang pada Kyuhyun. Rambutnya disisir rapi kebelakang. “Bolehkah Aku memelukmu?” tanyaku tapi dia tak menjawab.

 

[KyungjunKang] Baiklah, Aku akan berbalik sekarang

 

Dia mengirimiku SNS, kenapa? Padahal aku berada tepat dibelakangnya. Aku menutup mataku, dan satu… dua… tiga… Badannya memutar kearahku. SHOCK! Aku benar-benar Shock! Kepalaku terasa berat dan pening aku hampir terhuyung kebelakang menahan berat badanku sambil menmegangi kepalaku ini.

 

“Ch-Cho Kyuhyun?” Tak sanggup lagi aku berdiri, badanku merosot.

 

“Hareu-ah!” Dia menghampiriku dan membantuku berdiri tapi aku tidak berani menatap matanya.

 

“Kau bukan Kyungjun kan? Kang Kyungjun menungguku, kita tidak seharus-nyyy… mmm,” partikel padat yang sedikit becek (?) dengan lembutnya menyentuh bibirku. Bibirnya menempel padaku. Mengecupnya berkali-kali, tiba-tiba melumat kecil. Mataku membulat sempurna, karena apa yang dia lakukannya padaku. Astaga Cho kyuhyun! Aku mencoba melepas cengkramannnya di bahuku, namun dia mengeratkan pelukannya di pinggangku menarik tengkukku untuk mendalamkan pagutannya. Dia menyusupkan lidahnya, namun aku enggan membuka mulutku apalagi membalas ciuman yang menuntut darinya itu.

 

“Mmmmnnnhhhhh,” dia menggigit bibirku, dan lidahnya langsung menerobos masuk kedalam mulutku. Aku hanya bisa diam dan menutup mata karena tidak sanggup melihatnya. Kurasakan dia merotasikan wajahnya, ciumannya ke kanan dan kekiri setelahnya. Dia menghisap kuat bibir atas bawahku bergantian.

 

“Cho hentikan!!!” aku mengerang saat dia menggigit bibirku lagi. Tapi sepertinya dia tidak memperhatikanku sama sekali. Aku hanya mendiamkannya, tak terasa pelupukku seperti danau airmata yang meluap. Menetes dipipiku dan mengalir di pipi Kyuhyun juga.

 

“Uljimayo, mianhae,” Jawabnya nanar.

 

“Satu pertanyaanku, Kau kah Kang Kyungjun?” Tanyaku sedikit terisak menunjukkan chatroom-ku dan Kyungjun. Dia terdiam dan seketika mengangguk kecil. Astaga. Aku hampir terhuyung lagi, namun dia menahanku.

 

“Kenapa Kau melakukannya? Kenapa kau? Aku baru belajar mencintai orang ini, tapi Orang yang sedang aku pelajari adalah dirimu sendiri, WAE? Cho Kyuhyun Wae?” tak kurasa nada suara serakku menininggi, bertambah satu sampai dua oktav. Aku mengguncang bahu tegapnya ini.

 

“Karena Aku sadar Aku membutuhkanmu! Kau belahan jiwaku!” wajahnya menekankan kata terakhirnya.

 

“Kau tidak membuhtuhkanku, kau sudah membuangku, iya kan!” bulir bulir Kristal sialan itu mengalir lagi, membuatku sesak nafas. Jantungku seperti berpacu dalam arena pacuan kuda. “Kau bilang kau ingin bebas, Aku memenuhi semua permintaanmu!”

 

“Aku minta maaf, waktu itu Aku sedang banyak masalah, kumohon Hareu-ah , mianhae, jeongmal mianhae, mianhae mianhae mianhae,” kata itu terus-terusan dikeluarkan olehnya. Yoon Hareu kau gampang sekali dibodohi.

 

“Kumohon kembali padaku,” lirihnya menarik pinggangku dalam pelukannya, aku terus memberontak, memukul dada dan mengguncang badannya, namu tak ada yang bisa dilakukan oleh gadis lemah sepertiku.

 

 

~Author pov~

 

“Cukup, CHO! Cho Kyuhyun! Cukup! Aku tidak ingin jadi wanita lemah lagi dihadapanmu! Aku memang gadis polos yang gampang dibodohi, tapi Aku masih memegang janjiku! Aku ingin kau bahagia dengan wanita itu! hiks,” Gadis ini menyerah berada dalam dekapan hangat seorang berdarah dingin seperti Cho Kyuhyun.

 

“Gadis yang mana, Reuiejjang-ah?” paggilan itu, ah sudah lama aku merindukannya, apa dia kembali? Hareu terus bertanya pada apa yang menimpanya di malam ini. Dia mengeratkan pelukannya pada gadisi ini. Aroma maskulin yang menyelubungi Kyuhyun mengingatkan mereka tentang kenangan lampau yang mereka alami bersama.

 

“Gadis bidadarimu, yang kau ceritakan pada murid-murid TK mu itu!” Jengkel Hareu membalas pertanyaan itu dengan isakan.

 

“Tahukah kau siapa bidadari itu? bodoh,” Hareu terdiam mendengar dirinya disebut begitu. “Aku nyatakan kalau kau tidak mengetahuinya. Bidadari itu adalah dirimu, kau mengetahui semua yang ku pikir dan ku butuhkan. Bahkan Aku sendiri tidak pernah tahu apa yang Aku butuhkan, saat kau tidak lagi bersamaku, disatu sisi Aku menyukainya karena itu bukti cintamu padaku dan disisi lain kadang Aku jengkel, karena mungkin penyampaianmu yang menuntut dan tak terbantahkan,”

 

“Aku uring-uringan setelah hari itu, hari dimana Aku mengungkapkan kata brengsek itu. Aku masih ada di dunia ini, tapi hidup bagaikan mayat. Aku menyesali setiap kata yang Aku lontarkan itu. Aku merasa kalau Aku mulai gila karena sangat sulit menemuimu saat itu. Teman-temanmu bilang jika kau sibuk dan berada dalam daftar tunggu pertukaran pelajar di Paris, dan benar saja, saat Aku dapat infonya, kau sudah pergi kesana, menyelesaikan semester terakhir di Universitas itu,”

 

“Kau menungguku?”

 

“Tentu saja, Aku punya hobi menunggu setelah bertemu dengan Yoon Soran, dia bilang begini ‘Sonsaengnim tidak boleh ragu untuk menunggu dia, karena Soran akan selalu ada bersama Sonsaengnim menunggu orang itu,’ dan sekarang terbukti, dia yang ada bersamaku saat Aku menunggu Yoon Hareu kembali,” Kyuhyun menekuk tangannya di depan dada.

 

Kyuhyun mengambil posisi berlutut dengan kaki kirinya yang menopang. Dia menatap lurus pandangannya pada Hareu, mengambil sebuah kotak hitam kecil dan mengeluarkan isinya. Sebuah cincin bertahtakan berlian putih ditengahnya “Satu lagi! So will you marry me, Yoon Hareu?”

 

“Tapi sebelum itu, Aku punya satu long question,simak baik-baik. Apa kau sanggup menjadi suami Yoon Hareu? Apa kau ikhlas menjadi belahan jiwa dan tinggal selamanya bersama Yoon Hareu? Apa kau siap jika setiap saat menerima ocehan beruntun Yoon Hareu? Apa jika terlalu posesif dan over protektif, kau akan meninggalkan Yoon Hareu? Apa kau rela diduakan oleh motor kesayangan Yoon Hareu?” dia menyatakan semuanya dengan satu nafas.

 

“Aku sanggup! Tapi tidak untuk diduakan dengan motormu itu, Aku hanya ingin menjadi namja berlabel no. 1dihati Yoon Hareu,” Hareu hanya terkikik geli dengan jawaban Kyuhyun itu.

 

“Aku Hanya bercanda. Aku tidak akan pernah jadi pengendara motorcross lagi. Kemarin Dujun oppa menjualnya karena suaranya bersisik, ehhh maksudku berisik, jahat sekali bukan?” Hareu melempar tanya, tak ada airmata yang mengalir lagi.

 

“Kau yang jahat! Seorang wanita cantik bertubuh mungil membahayakan diri jadi pengendara motorcross yang manly dan besar, nappeun,” seruannya meremehkan Hareu. Kyuhyun masih ada dalam posisi memandangi Hareu-nya dari bawah.

 

“Jadi…… Apa kau mau menjadi istriku, Hareu-ah?” tanyanya sekali lagi membuat rona senyum dari wajah Hareu terlihat jelas dari wajah cantik sang gadis.

 

“Ne, Aku mau,” Hareu menerimanya dengan sejuta bahagia di kepalanya. Kyuhyun pun tak kalah senang dan bahagia, dia menyematkan cincin itu di jari manis kiri Hareu. Tanda bahwa pinangannya telah diterima oleh gadis pujaannya itu.

 

Kyuhyun berdiri menangkup wajah bulat Hareu. Menyesapi bau harum perfume strawberry khas Yoon hareu yang tercium dari atas sampai bawah. Dia memiringkan kepalanya, menempatkan bibirnya diposisi yang tepat. Kini bibir mereka meyatu. Tanpa ada paksaan dan kesedihan. Ciumannya sarat akan cinta kedua cucu adam yang tulus itu.

 

Pagutan bibir mereka terlepas, karena keduanya sama-sama mencari dan menghirup kasar oksigen diudara untuk mengisi persediaan tangki oksigen dalam tubuh yang menipis .

 

“Eoh,! Yoon Hareu! kenapa kau berpaling pada Kang Kyungjun hah?!” Kyuhyun mengingat sesuatu yang ingin dia katakana sedari tadi, namun Hareu hanya berlari mengitari taman itu untuk menghindari kejaran Cho Kyuhyun.

 

“TIDAK TAHU!!!” Hareu melepas heelsnya lalu berlari sekencang mungkin.

 

“YOON HAREU!!!!!!!”

.

.

.

.

.

.

.

-END-

 

 

 

 

 

Akhirnya kelar juga nih ff /lap keringet/. Thanks buat semuanya yang udah mau baca ff ku, mohon maaf atas semua typo(s) dan kekurangan dalam ff-ku ini, karena aku masih writer amatir yang belum bisa disebut dan menyandang status sebagai Author ff. RCL please. Thankyou ^^

Kunjungi juga Author gaje MagiCKH88 di twitter @MINARIttaa (#Promosi /bow/). See you later^^ ANNYEONG!!

 

8 Comments (+add yours?)

  1. cici
    Oct 11, 2015 @ 19:11:35

    Yeeahhh,ternyta putus sebentr kyu sakitnya lama
    Hahaha

    Reply

  2. putrywinonys
    Oct 11, 2015 @ 19:39:55

    Happy ending ^^

    Reply

  3. meynininx90
    Oct 11, 2015 @ 22:46:20

    Trnyta low jdoh gk bkal lRi kmna……akhrny brsma lge

    Reply

  4. FerarriELFishy
    Oct 12, 2015 @ 11:53:38

    Kerenn tapi awalnya ada yg ngebingungin.
    Tapi tetep keren, manarik dan baguss…

    Reply

  5. sastianur407
    Oct 12, 2015 @ 13:31:11

    Critanya kyu putus sama hareu. Trus balikan. Buagus, critanya!🙂

    Reply

  6. Laili
    Oct 13, 2015 @ 01:47:57

    Sweet… Kyuhyun pantang menyerah buat dapetin Hareu. Penyesalan memang slalu di akhir. Keep writing, thor…. 😀

    Reply

  7. uchie vitria
    Oct 13, 2015 @ 22:26:15

    kalo udah jodoh mah pasti akan kembali kepasangan masing”

    Reply

  8. XiaoHera
    Oct 26, 2015 @ 09:57:45

    Waaaahhhhh……akhirnya mereka bersatu…sempet deg2an mereka bakal dgn soulmate masing2…

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: