CRUSH

kyuuu

CRUSH

Aouthor          : naila_nanaKim

Tittle               : Crush

Genre             : Romance

Rating                        : PG-13

Cast                : Cho Kyuhyun, Kim Nana (OC)

Length                        : Two-Shot

A/N : Hay.. aku penulis baru disini. Nama aku Naila Nidana dan sebagai penulis *ceille penulis aku lebih suka pake nama naila_nanaKim. Salam kenal buat semua readers. Ini FF pertama kali aku publish disini *iyelah g’ ada tempat lain coba. Mengambil Kyuhyun sebagai cast utama dan juga Kim Nana *dia ulzzang favorit aku, nama aslinya Baek Jae Ah. Mungkin akan sedikit membosankan, jadi buat para readers silakan pencet tombol ‘X’ berwarna merah di tepi kanan monitor kalian. Yang udah mau baca makasih banget *love u. Kayaknya kebanyakan ngomong degh gue. OK, langsung aja buat readers ^Selamat Membaca^. Moga kalian nggak bosen ya ^_^

*Sorry for typo

 

Aku sudah berjanji padamu, aku akan melindungimu sampai kapanpun. Jadi jangan pernah menjauh lagi dariku”

.

.

.

“ Aku mau tidur sekarang, aku sudah mengantuk.” Nana sudah tidak bisa lagi melawan rasa kantuknya. Dia sudah banyak beraktivitas seharian di sekolah tadi. Yah, wajar saja Kim Nana termasuk siswa aktif yang mengikuti lebih dari satu kegiatan sekolah. Jadi hari-harinya selalu disibukkan dengan berbagai kegiatan. Salah satunya seni lukis, dia begitu mencintai kegiatan itu.

“ Hey Kim Nana tunggu sebentar.” Han Hye Jo, dia adalah teman sekamar Nana. Dia adalah sahabat yang paling dekat dengan Nana. Kebetulan mereka juga masih punya ikatan darah. Ibu Nana adalah kakak dari Ibu Hye Jo, jadi tak heran mereka menjadi begitu dekat. Apalagi usia mereka yang tak terpaut jauh, hanya berbeda 4 bulan lebih tua Hye Jo. Saat ini mereka tengah menempuh senior high school bersama. Berbeda jauh dari orang tua, membuat mereka harus tinggal di asrama dan mereka memutuskan untuk berbagi kamar berdua.

NaNa menjawab malas, dia sungguh tidak ingin berdebat lagi di tengah malam kali ini. “ Ada apa?”

“Yak, yak kau lihat ini.” menyodorkan ponselnya ke arah Nana, “ Kau lihat mereka mengunggah foto yang sama di twitter, dengan kata-kata yang sama pula.”

Nana memperhatikan ponsel itu dengan seksama. Dari sana, Nana bisa melihat seseorang yang bernama Cho Kyuhyun dan juga Lee Yoona, mereka mengunggah sebuah foto yang hanya memperlihatan tangan yang saling berpautan. Jika pada unggahan Kyuhyun dia lebih memperlihatkan tangan laki-laki, lain halnya dengan foto yang diunggah Yoona. Di foto itu Yoona lebih mengekspos tangan seorang gadis. Sekilas foto itu memang tampak sama, hanya saja ada bagian yang terpotong di sisi kanan dan kirinya sehingga gambar itu terlihat sedikit berbeda.

‘ Finally, we chose ♥’

Itulah tulisan yang mereka sisipkan pada unggahan mereka. Jelas saja hal itu menimbulkan sebuah pertanyaan besar di benak Nana. Apalagi tanda hati di tulisan terakhir mereka, hal itu yang sangat memicu rasa penasaran Nana. Rasa kantuknya seakan lenyap begitu saja. Bagaimana tidak, Kyuhyun adalah sahabat terbaiknya. Nana sudah mengenal Kyuhyun sejak semester awal masuk senior high school, mereka juga bisa dibilang cukup dekat. Bahkan tak jarang teman2 mereka mengatakan kalau mereka berpacaran, karena saking dekatnya hubungan mereka. Dan Yoona, mereka memang satu kelas, namun Nana tak begitu dekat dengannya.

Kali ini entah apa yang dirasakan oleh Nana, entah kekecewaan atau apapun itu. Kyuhyun tak pernah bercerita soal ini sebelumnya. Yah, meskipun ini hanya spekulasi Nana saja, tapi bisa jadi memang benar mereka berdua sedang menjalin hubungan dekat sekarang. Nana memang sempat mendengar soal kedekatan mereka beberapa hari belakangan dari teman-temannya di sekolah.

Hye Jo yang melihat temannya diam saja sedari tadi sejak melihat foto itu, berusaha mencairkan suasana. Hye jo segera membuka mulutnya untuk memecah keheningan yang terjadi. “Hey.. kita patut curiga soal ini. Apa mungkin mereka—“

“Aissh, aku tidak tahu. Mungkin besok aku akan menyelidikinya.” Nana mulai merasa gelisah sekarang. dia masih kepikiran tentang foto itu. Nana sudah berusaha memejamkan matanya, namun tetap saja tak bisa.

Hye Jo masih ingin melanjutkan analisisnya, namun dia tak tega melihat saudaranya itu. Dia begitu pahan dengan perasaan Nana saat ini. Karena dialah satu2nya orang ayng mengetahui rahasia Nana. Hye Jo adalah satu2nya tempat curhat yang bisa di percaya oleh Nana. Hye Jo paham betul bagaimana saudara sekaligus sahabatnya itu. Nana pasti merasakan kegelisahan saat ini. Bagaimana tidak, sebenarnya sejak setahun yang lalu Nana memang sudah menyukai Cho Kyuhyun, meskipun dia tidak pernah mau megatkannya secara langsung.

“ Bukan mungkin, tapi harus.” Hye Jo menarik nafasnya perlahan, “good night Nana-ah”

***

Nana bangun pagi ini dengan mata sembap. Dia kurang tidur semalam, sehingga lingkaran hitam di area sekitar mata Nana semakin tampak jelas sekarang. Dia masih teringat soal semalam, foto itu. Jika orang lain, mungkin mereka akan menganggap itu hal sepele atau hanya kebetulan saja mereka mengunggah foto yang sama. Tapi tidak dengan Nana, dia harus segera mencari tahu soal ini.

Sesampainya di sekolah, seorang teman langsung saja menghujaninya pertanyaan yang diapun tak tahu harus menjawab apa. “ Nana-ah, apa Cho Kyuhyun sedang berkencan saat ini?”

Nana terperangah mendengar kata2 itu keluar dri mulut temannya. Bagaimana NaNa bisa tahu, dia baru saja ingin mengkonfirmasi pada Kyuhyun soal ini. “Aku tidak tahu.“ Nana menunjukkan ekspresi datarnya

“Hey, kau kan teman dekatnya, kau pasti tahu soal ini. Aku dengar gadisnya itu juga satu kelas dengan kalian. Apakah itu benar?”

Nana benar-benar tak tahu harus menjawab apa lagi kali ini. Temannya itu benar-benar menggangu konsentrasi Nana di pagi yang cerah ini. “ Maaf Ryeowook, tapi aku benar-benar tidak tahu soal itu, Kyuhyun tak menceritakannya padaku.”

Seperti tak mau kalah lelaki itu, terus saja mendesak Nana untuk memberitahunya. “ Yak Nana kau ini bagaimana, bukankah—“

Sebelum Ryeowook melanjutkan kata-katanya semakin jauh lagi, hye Jo segera menyela. Dia tidak ingin sahabatnya ini semakin terluka nantinya .” Hey, Ryeowook bukankah Nana sudah mengatakan padamu kalau dia tidak tahu menahu soal ini. Jadikan hentikan semua pertanyaan yang muncul di kepalamu itu.” Hye Jo segera membawa Nana memasuki kelasnya.

Nana duduk terdiam di salah satu bangku kedua dari depan. Masih belum banyak sisa datang, karena memang hari ini adalah hari tenang. Para siswa bisa bersantai sejenak setelah beberapa hari yang lalu mereka dihadapkan dengan ujian tengah semester yang cukup memeras otak mereka.

Hye Jo mengambil duduk di sebelah Nana. Membenarkan posisinya agar lebih mudah untuk berbicara dengan Nana “Kau baik-baik saja?”

Nana menoleh dan menatap heran ke arah Hye Jo. Kenapa sahabatnya itu bertanya seperti itu padanya? Haruskah? Apa itu penting? Memang ada apa dengan Nana, apa ada hal yang membuat Nana tak baik-baik saja sekarang.

“ Hey, kenapa kau bertanya seperti itu. Tak ada masalah, aku baik-baik saja.” NaNa menjawab dengan nada santai seperti biasa. Seakan memang benar-benar tak terjadi sesuatu padanya.

Hye Jo mendadak merasa bersalah karena sudah menanyai NaNa seperti itu. Hye Jo pikir Nana akan merasa terpuruk setelah mengetahui kebenaran itu. Tapi dia melupakan kenyataan bahwa Nana adalah gadis yang kuat. Dia tidak mungkin ambruk begitu saja hanya karena masalah seperti ini. “ Maaf, aku tidak bermaksud—“ Hye Jo mencari alasan agar Nana tak menganggapnya seperti gadis bodoh, sebagai gantinya Hye Jo segera membelokkan topik pembicaraan mereka. “ Aku ke kelasku dulu, bye..” yah, seperti yang di ketahui, Nana dan Hye Jo memang tidak satu kelas.

Tak lama setelah kepergian Hye Jo, Yoona datang bersama salah satu temannya sebelum akhirnya temannya memutuskan untuk tetap tinggal di luar ruangan saja. Dengan wajah sumringahnya dia berjalan masuk ke dalam kelas. Dia tersenyum ramah saat mendapati Nana yang sudah ada di dalam kelas sendirian. “ Hey, Nana. apa kau baik-baik saja di dalam kelas seperti ini sendirian?” tanya Yoona polos.

Nana sempat terkejut karena yang menyapanya adalah Yoona. Di kepalanya Nana seakan sudah meyiapkan berbagai peetanyaan pada gadis di depannya itu. tapi dia menahanya, sebagia gantinya Nana segera membalas sapaan Yoona “Ya, aku baik-baik saja. Aku lebih suka keheningan seperti ini, terasa lebih tenang.”

Sepertinya Yoona bisa menerima alasan itu. Yoona mengambil duduk di depan Nana dan memposisikan duduknya menghadap belakang agar dia lebih leluasa untuk mengobrol dengan Nana. Mereka mengobrol banyak mulai dari makanan kesukaan, musim yang di sukai sampai kebiasaan mereka yang hampr sama. Memang tak sedikit juga yang mengatakan kalau wajah Nana dan Yoona memiliki sedikit kemiripan. Bahkan jika mereka yang belum mengenal baik Nana dan Yoona mereka biasanya akan tertukar memanggil nama mereka.

Dari obrolan itu sepertinya mereka menemukan sebuah kecocokan satu sama lain. Awalnya Nana memang sempat terheran-heran, kenapa Yoona tiba-tiba mengajaknya bicara banyak seperti ini. Padahal sebelumnya mereka hanya akan bicara seperlunya saja.

Setelah agak lama mengobrol, Nana mengambil inisiatif untuk meminjam ponsel Yoona. Nana tidak mungkin mengorek informasi langsung dari Yoona, dia tidak ingin Yoona berpikiran yang tidak-tidak padanya. Mungkin dari ponsel itu, Nana bisa menemukan sesuatu yang meyakinkan dirinya bahwa Kyuhyun dan Yoona memang memiliki hubungan yang lebih dari seorang teman.

Tanpa ragu, Yoona meminjamkan ponselnya pada Nana. Nana beralasan ingin melihat koleksi lagu artis idolanya yang kebetulan Yoona menyimpan di ponselnya.

***

Kyuhyun tak memasuki kelasnya sejak kedatangannya setengah jam yang lalu. Sebagai gantinya, dia lebih memilih mengobrol di kantin bersama sahabatnya Shim Changmin. Sahabat karibnya selain Nana. Shim Changmin lah yang lebih mengetahui seluk beluk seorang Cho Kyuhyun, karena dia selalu berbagi cerita dengannya.

Changmin membuka mulutnya setelah meneguk soda kaleng di tangannya. “ Hey, apa kau yakin degan keputusanmu kali ini. Kau tidak menggunakan Yoona sebagai pelarianmu saja kan, agar kau bisa melupakan Kim Nana?” pertanyaan yang sungguh cantik keluar dari mulut Changmin

Kyuhyun terdiam beberapa saat. Butuh waktu untuk menjawab pertanyaan itu. Kyuhyun ikut meneguk soda kalengnya seelum menjaab pertanyaan sahabatnya itu. “ Aku tidak tahu.” jawabnya singkat.

Changmin memutar matanya bosan. Bukan jawaban itu yang ingin didengarnya sekarang. setidaknya Kyuhyun harus meyakini keputusannya sekarang, itu yang diharapkan oleh Changmin. “ Ya.. kau tidak berniat memainkan perasaan seseorang kan sekarang?” Changmin menghembuskan nafasnya sebelum melanjutkan ucapannya.” Bukankah sudah ku ingatkan sebelumnya. Jika kau menyukai seseorang, seharusnya kau katakan pada orang itu, bukan malah mengatakannya pada orang lain seperti ini.”

“Aku juga tidak tahu kenapa aku berbuat seperti itu, tapi ini sudah terlanjur, aku tidak mungkin menarik ucapanku kembali.” Kyuhyun berbicara frustasi. Tidak seharusnya dia mengutarakan perasaanya pada Yoona, mengingat gadis yang sebenarnya di inginkan sebagai kekasihnya adalah Nana. Mungkin Kyuhyun memang laki-laki paling bodoh yang ada di dunia ini. Dia berharap bisa melupakan Nana jika dia bersama Yoona. Kyuhyun menemukan banyak kemiripan pada dua gadis itu, jadi dia berharap jika dia berkencan dengan Yoona, sedikit demi sedikit memorinya tentang Nana akan teralihkan.

Changmin masih tak habis pikir dengan sahabatnya itu. Apa kalimat yang lebih tepat untuk menggambarkan perasaan Kyuhyun sekarang. Mungkin salah sasaran’. Kyuhyun berniat melesatkan panahnya pada burung Merak, akhirnya malah meleset dan mengenai seekor burung Nuri. Mungkin perumpaan burung sangat tidak sopan untuk menggambarkan dua gadis itu, tapi hanya itulah satu-satunya yang terpikir oleh Changmin saat ini.

“ Seharusnya kau mengatakannya dari dulu, bukan malah membuat keadaan semakin rumit seperti ini.” Changmin mencoba menengahi.

Kyuhyun berpikir sejenak, dia jadi ingat kata-kata Nana dulu. Nana pernah mengatakan kalau dirinya dan juga Kyuhyun sudah seperti saudara yang tak bisa dipisahkan. Dari situ juga Kyuhyun berjanji akan selalu berasa di samping Nana dan akan melindunginya sampai kapanpun. Perjanjian konyol itulah yang membuatnya tak bisa mengatakan perasaannya yang sebenarnya pada Nana.

“ Yak, tapi coba kau pikirkan. Nana yang mengatakan kalau kita sudah seperti saudara. Itu berarti sama halnya kesempatanku untuk mendekatinya lenyap saat itu juga.” Kyuhyun membuang nafas kasar. “ Aku tidak mungkin berkhianat pada sahabatku sendiri, bukan?” Pertanyaan bodoh macam apa itu. Bukankah itu hanya sebuah kata yang bermakna kiasan saja. Kenapa Kyuhyun menganggapnya terlalu serius sampai seperti ini.

Changmin tersenyum getir mendengar ocehan dari sahabatnya itu. Alasan itu lagi. Changmin sudah mendengarnya bahkan lebih dari puluhan kali. “ Hey, aku pikir kau cukup cerdas, tapi kenyataannya? Apa kau tidak bisa membedakan apa itu makna kiasan atau makna sesungguhnya?” Changmin sudah benar-benar hilang kesabarannya sekarang. Changmin hampir saja berteriak jika saja dia tak mengingar bahwa mereka sedang ada di kantin sekolah sekarang. “ Aku ingatkan sekali lagi, jika kau masih menyangkut pautkan perjanjian bodoh itu lagi, berarti kau memang benar-benar bodoh Kyuhyun.” katanya dingin

Kyuhyun mengacak rambutnya kasar. Dia juga tidak sadar sudah membuat keputusan gila seperti itu. “ Aku sudah memulainya, dan aku akan menanggung semua konsekuensinya.” katanya penuh percaya diri. Yah, meskipun jauh di lubuk hatinya terselip sebuah kekhawatiran yang mungkin bisa saja menelan tubuhnya kapanpun itu.

***

Nana terlihat berjalan sendirian tak tahu arah. Dia masih belum percaya dengan apa yang dilihatnya tadi. Sudah sangat jelas, Nana bisa membaca semua pesan yang dirimkan oleh Kyuhyun pada Yoona saat dia meminjam ponsel Yoona tadi pagi.

.

.

Yoona bisakah aku meminjam ponselmu. Aku ingin melihat koleksi lagu terbaru Super junior yang ada di ponselmu” kata Nana

Mendengar permintaan tulus dari temannya itu, Yoona segera meminjamkan ponselnya.

Tak lama setelahnya, teman Yoona masuk dan mereka mengobrol asik tanpa mempedulikan Nana yang tengah sibuk dengan ponsel Yoona. Jelas saja ini adalah kesempatan baik bagi Nana untuk mengotak-atik ponsel itu. Nana segera menggunakan kesempatan ini untuk memulai aksinya. Hal pertama yang dibukanya adalah kotak pesan.

NaNa mencari sebuah nama disana. Dan yah, dia berhasil menemukan sebuah nama Cho Kyuhyun disana. Nana segera membuka isi pesan itu. dia tersenyum pada Yoona saat Yoona tak sengaja melirik ke arahnya. Nana tak ingin menimbulkan kecurigaan apapun pada Yoona.

“ Yoona, apa kau makan dengan baik hari ini”

“ hmm,,”

“ saranghae Yoona-ah”

“ Nado saranghae Cho Kyuhyun”

NaNa tak ingin mebaca lebih jauh lagi. Percuma, karenaitu hanya akan menambah luka di hatinya setelah mengetahui kenyataan pahit ini. Dia segera mengembalikan ponsel Yoona dan berpamitan keluar setelahnya.

.

.

Heol. Kata-kata itu terus saja terngiang di kepala Nana. Tak tahu apa yang di rasakannya sekarang. Tubuhnya melemas saat itu juga. Belum pernah Nana merasakan yang seperti ini sebelumnya, sangat menyakitkan. Sampai-sampai dia tidak bisa menggambarkan betapa sakitnya itu. Nana berpikir selama ini kedekatannya dengan Kyuhyun adalah suatu hal yang spesial. Tapi apa, Nana bahkan dibuang begitu saja dna tak di anggap oleh Kyuhyun.

Nana tak sanggup berkata apa-apa lagi sekarang. Kyuhyun sudah memutuskan gadis pilihannya, Nana tak mungkin bisa marah padanya. Walaupun sebenarnya di hatinya dia ingin berteriak mengatakan pada Kyuhyun ‘Kenapa kau berbuat ini padaku, kau anggap apa aku selama ini’. Tapi Nana tak bisa melakukan semua itu,punya hak atas apa diaberani bertanya seperti itu. Kyuhyun hanya sahabatnya, itu saja, tidak lebih.

Hye Jo melihat sahabantnya itu dari kejauhan. Hye Jo segera menyusul sahabatnya itu sebelum pergi lebih jauh lagi. “ Nana, Kim Nana.” teriaknya

Nana menoleh mendapati panggilan itu. Hye Jo segera berlari menjajarkan langkahnya dengan Nana. Nana memutuskan untuk duduk di depan sebuah kelas yang terlihat tak begitu ramai. Mungkin penghuninya sedang berpesta di kantin, mengingat sekarang sudah jam makan siang.

Nana membuka mulutnya setelah menyandarkan tubuhnya pada tembok. “Yang semalam, semuanya benar.” Nana berbicara dengan nada datar tanpa mengalihkan pandangannya sama sekali

Hye Jo memicingkan matanya, mengangkat sebelah alisnya. “ Maksudmu?” Hye Jo sudah paham betul maksud Nana yang sebenarnya, namun tak ada salahnya kan memastikan. Jadi Hye Jo memutuskan untuk bertanya lagi pada Nana

Masih dengan tampang datarnya, Nana menanggapi pertanyaan Hye Jo. “ Kyuhyun dan Yoona, mereka benar — ” Nana menarik nafas dalam sebelum akhirnya melanjutkan kalimatnya. “ Sudahlah,..”

Hye Jo tak bisa mencegah mulutnya untuk menganga selebar-lebarnya sekarang. “ Aku tahu perasaanmu sekarang. tapi aku salut padamu, karena kau masih bisa sekuat ini” Hye Jo tersenyum getir. “ Jika itu aku, mungkin aku sudah meneteskan air mata dan berteriak sejadinya sekarang.” Hye Jo menepuk-nepuk bahu Nana untuk sekedar memberikan semangat pada sahabatnya itu.

Dari kejauhan tampak Cho Kyuhyun yang sedang berjalan ke arah Nana sekarang. Hye Jo melihat itu, dia segera berpamitan pada Nana. sudah seharusnya Hye Jo membiarkan sahabatnya itu menerima keadilan yang sepenuhnya sekarang. “ Kyuhyun sedang berjalan kemari, aku pergi dulu.” Hye Jo melangkahkan kakinya menjauh dari tempatnya.

Nana menoleh ke arah Hye Jo saat mendnegar ucapan gadis itu. Namun belum sempat Nana bertanya, Hye Jo sudah melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Nana sendirian di tempatnya. Nana mennengok ke arah belakangnya, ternyata benar Kyuhyun sedang berjalan ke arahnya sekarang. Dengan senyuman khasnya, yang membuat hati Nana semakin sakit. Nana membalas senyuman itu meskipun terlihat di paksakan.

Kyuhyun semakin berjalan mendekati Nana. Setelah sampai, Kyuhyun segera mengambil duduk di sebelah Nana. “ Hey, ada gadis manis disini. Akan sangat mubadzir jika dibiarkan begitu saja, haruskah aku menggodanya?” kata Kyuhyun sebagai pengganti ucapan salam. Kyuhyun memang selalu seperti itu, dia selalu bisa menggoda Nana. Sayangnya Nana sudah terbiasa dengan hal itu, jadi dia bisa menerimanya tanpa perlu protes.

Mendengar ocehan Kyuhyun, Nana balik menggodai Kyuhyun. “ Ouh, haruskah. Sayangna gadis manis ini sedang tidak ingin digoda oleh lelaki genit sepertimu, takut ada yang marah.” kata Nana sambil menaikkan sebelah alisnya

Kyuhyun segera menimpali sebelum Nana membuka mulutnya kembali “ Tidak akan ada yang marah sayangku, kau tenang saja.” timpal Kyuhyun. Nana hanya menanggapinya dengan senyuman, Kyuhyun memang tak pernah berubah. Pantas saja jika teman-temannya mengatai mereka berpacaran.

Nana terasa berat membuka mulutnya kali ini. Tapi dia harus tetap melakukannya. Jika memang benar adanya rumor yang beredar tentang Kyuhyun dan Yoona, Nana akan menjaga jarak dengan Kyuhyun mulai saat ini. Nana tak ingin jadi orang ketiga dalam hubungan mereka. Mereka mungkin masih bisa bersahabat, tapi mereka tak mungkin bisasedekat dulu lagi. Mengingat salah satu dari mereka sudah memiliki pasangan. “ Kyuhyun, ada yang ingin aku bicarakan padamu.”

Kyuhyun masih bisa bersikap tenang sekarang. Dia menjawab pertanyaan Nana sekenanya “ Katakan saja.”

“ Kyuhyun-ah”

“Hmm..”

“Aku ingin bilang—“

Mwo?” Kyuhyun sudah tak sabar. Dia mulai geregetan pada Nana

“ Kyuhyun, kau—“

“ Kau terlalu berbelit-belit, aku akan pergi jika kau tidak segera mengatakannya.” kata Kyuhyun, meskipun sebenarnya dia tidak sungguh-sungguh dengan ancamannya itu. Kyuhyun masih ingin berlama-lama dengan Nana

Sepertinya ancaman Kyuhyun memang benar-benar berhasil. Nana segera membuka mulutnya sebelum Kyuhyun beranjak dari duduknya. “ Selamat.” ucap Nana

Kyuhyun menaikkan sebelah alisnya tak mengerti. “ Untuk?”

Nana menghela nafas panjang sebelum mengucapkan sebuah kalimat. “ Bukankah kau sedang berkencan dengan Yoona sekarang. Selamat untuk itu.”

Kyuhyun tak bisa menolak refleks tubuhnya sekarang. Nana sudah mengetahuinya, bahkan sebelum Kyuhun memberitahunya secara langsung. Tubuhnya menegang, matanya membulat sempurna.

Kyuhyun tersenyum getir “ Darimana kau tahu—“

“ Jadi benar. Semua orang sedang membicarakannya sekarang.” jawab Nana dingin. “ Hey, jangan salah paham. Aku bertanya padamu karena sedari tadi banyak yang menanyaiku soal ini. Mereka bertanya padaku, tapi aku tidak bisa menjawabnya karena aku belum mendengar sendiri dari mulutmu.” Sebuah alasan yang bisa dibilang sangat tepat. Tidak mungkin Nana megatakan kalau dia cemburu sekaligus marah karena Kyuhyun tak memberitahunya secara langsung. “ Jika kau mengiyakan ataupun menolaknya, setidaknya aku bisa mengatakan kepada mereka nanti.” Nana mencoba tersenyum meskipun dipaksakan. Jelas, senyuman itu terlihat begitu canggung.

“Apa yang akan kau lakukan jika semua yang kau ucapkan itu memang benar?” Kyuhyun kembali bertanya pada Nana

NaNa tak membutuhkan waktu lama untuk menjawab pertanyaan itu. “Jelas saja aku akan memberitahukan kepada semuanya yang bertanya padaku bahwa hal itu benar adanya. Mudah kan?”

Kyuhyun benar-benar tak percaya dengan apa yang di ucapkannya oleh Nana. Semudah itukah? Nana bahkan masih bisa tersenyum saat mendnegar ucapan Kyuhyun. Berarti selama ini, hanya dia saja yang merasakan hal itu. Jika saja Kyuhyun bisa berkata, dia akan mengatakan yang sebenarnya pada Nana sekarang dan memeluknya erat. Tapi mulutnya menolak untuk itu.

Nana bahkan terlihat baik-baik saja sekarang. Baiklah, sepertinya akan snagat mudah bagi Kyuhyun untuk melupakan gadis ini. Kyuhyun tersenyum pahit. “ Maaf.” ucapnya lirih. Kyuhyun juga tak menyadari kenapa mulutnya refleks berkata seperti itu.

Nana bisa mendengar ucapan Kyuhyun barusan. Nana semakin bingung kenapa lelaki ini mengucapkan kata maaf seperti itu. “Ehm, kau bilang apa barusan?”

Kyuhyun segera tersadar dari lamunannya. “ Ah, tidak. Lupakan saja” Kyuhyun mengacak lembut rambut panjang Nana

***

Beberapa hari terakhir Nana jarang terlihat bersama Kyuhyun lagi. Nana juga terlihat menghindari Kyuhyun beberapa hari belakangan. Dia tidak menjawab panggilan dari Kyuhyun, atau bahkan membalas pesannya. Setiap Kyuhyun menghampirinya, Nana pasti punya alasan untuk menghindarinya. Seperti yang dibilang sebelumnya, Nana tidak ingin jadi ornag ketiga dalam hubungan Kyuhyun-Yoona. Nana bersikap sebaik mungkin agar tak di cap sebagai pengganggu.

Bahkan teman-teman mereka masih banyak yang belum percaya kalau Kyuhyun berkencan dengan Yoona. Mereka pikir Kyuhyun akan memilih Nana karena mereka memang terlihat begitu dekat dan juga terlihat serasi.

Hyemin, salah satu teman sekelas Nana salah satunya. Dia masih belum bisa mempercayai hal itu. dia begitu mendukung hubungan Nana dan Kyuhyun, namun apa yang di dapati sekarang, Kyuhyun malah memilih gadis lain speerti ini. “ Nana aku tidak habis pikir dengan Kyuhyun. Bagaimana bisa dia berpacaran dengan Yoona, padahal sebelumnya aku melihat kalian seperti pasangan serasi.”

Nana hanya bisa tersenyum getir mendengar ucapan dari temannya itu. dengan sikap dinginnya Nana mencoba menjelaskan keadaan yang sebenarnya. “ Hey, kami hanya sahabat, sama halnya dengan aku dan kalian. Jadi terserah Kyuhyun mau berkencan dengan siapapun.”

Satu lagi temannya Sora, ikut menimpali juga. “ Tapi kami menginginkan kau yang menjadi pasangan Kyuhyun bukannya Yoona.” sahutnya tanpa pikir panjang

Nana benar-benar tak bisa menahan ketawanya kali ini. Teman-temanya itu mereka selalu bersikap seenaknya sendiri. Itu keputusan Kyuhyun, sedangkan Nana tak bisa berbuat apapun selain menerima kenyataaan sekarang. kalau saja bisa Nana juga akan memilih untuk bersama Kyuhyun sekarang, namun sayangnya dia tak bisa melakukan itu. “ Jangan keras-keras ada yang mendengarnya nanti. Aku tidak ingin di cap sebagai orang ketiga nanti.”

“ Bukan kau yang menjadi orang ketiga dalam posisi ini, tapi gadis itu.” Hye Jo yang kelasnya bersebelahan dengan kelas Nana tiba-tiba saja masuk dan menyanggah begitu saja.

Hyemin dan Sora menyetujui hal itu. Satu lagi, Sena dia juga sangat menyetujui perkataan Hye Jo. “ Kalaupun kau jadi orang ketiga nantinya, kami akan tetap membelamu.” Kalimat itu berhasil membuat segerombolan gadis itu tertawa lebar. Setidaknya sedikit mengurangi beban Nana

Membayangkannya saja ngeri, dicap sebagai orang ketiga. Tidak, Nana tidak sekeji itu. Biarkan dia saja yang merasakan sakit ini tanpa ada orang lain mengetahuinya. Nana adalah gadis yang kuat, dia yakin akan bisa melewati semua ini.

Di balik percakapan itu, ternyata ada seseorang yang mendengarnya sedari tadi. Yoona dia mendengar semua percakapan itu dari luar kelas, karena mereka berbicara begitu keras. Mereka bahkan tak menyadari keberadaan Yoona disana.

Hal yang lebih menarik lagi, Kyuhyun memasuki kelas dari pintu samping. Pintu yang menghubungkan antara kelas XI 1 dan XI 2. Dia datang dari pintu itu lalu meminta izin untuk meminjam Nana sebentar. Ada sesuatu yang ingin dia katakan pada Nana. “Aku pinjam Nana kalian sebentar saja, aku akan mengembalikannya nanti jika urusanku sudah selesai. Okey.”

Kyuhyun langsung menarik tangan Nana tanpa mendengar jawaban dari Nana dulu. Nana hanya bisa pasrah dan menuruti keinginan Kyuhyun. Lagipula tak ada gunanya juga menolaknya. Sekuat apapun Nana dia adalah seorang perempuan, Kyuhyun akan tetap dengan mudahnya memaksa Nana untuk menuruti keinginannya meskipun Nana memberontak.

Kyuhyun berhenti di depan kelas yang sama seperti seminggu yang lalu saat ia terakhir kali berbicara dengan Nana. Masih terlihat begitu sepi, tak ada yang berlalu lalag disana. Kyuhyun mendudukkan Nana di salah satu bangku disana, dan Kyuhyun mengambil posisi tepat di sebelah NaNa. “Kenapa kau menghindariku?”

NaNa memicingkan matanya mencerna perkataan Kyuhyun barusan. Masih belum bisa menjawab. Butuh beberapa detik sampai dia mengeluarkan kata-kata. “ Bukankah sikapku sudah benar. Aku hanya tidak ingin di cap sebagai pengganggu hubungan kalian, itu saja.”

Ya, memang itu yang sebenarnya diinginkan Kyuhyun. dia ingin NaNa menjauh darinya agar dia bisa segera melupakan NaNa. Tapi, apa yang di rasakannya sekarang. Kyuhyun benar-benar merasa kehilangan saat NaNa memutuskan semua koneksinya. Rasanya semakin sulit melepaskan NaNa begitu saja. “ Kau salah, jika kau berbuat seperti itu, aku akan menyimpulkan kalau kau benar-benar membenciku sekarang.”

Nana membelalakkan matanya tak percaya. Bukan seperti itu maksudnya, mungkin Kyuhyun sudah salah paham. “ bukan itu, aku hanya—“

Kyuhyun segera meyela sebelum NaNa melanjutkan ucapannya. “ Setidaknya jawab telfonku atau jika kau memang benar-benar sibuk, kirimi aku balasan pesan agar aku tak khawatir karena memikirkanmu.”

“Kau curang. Aku bahkan bisa sibuk berkencan denagn gadismu, sementara aku harus membalasmu setiap saat kau menelfon ataupun mengirim pesan. Aku juga punya kesibukan Cho Kyuhyun, tak bisakah aku juga berkencan dengan orang lain?.” Balas Nana tak terima. Kenapa hanya Kyuhyun saja yang tega berbuat seperti itu, Nana juga bisa melakukannya.

Kyuhyun memejamkan matanya sejenak. Berpikir kata apa lagi yang harus ia keluarkan sekarang. Gadis ini sama keras kepalanya dengan dirinya. “ Okey, aku tidak akan melarangmu dengan seseorang siapapun itu, terserah. Hanya aku minta, bisakah kita tetap berhubungan baik meski kita sudah memiliki jalan sendiri-sendiri?” Kyuhyun menyatukan kedua telapak tangannya bermaksud memohon pada NaNa

NaNa tak tega melihat sahabatnya memohon seperti itu. Butuh waktu untuk memikirkannya. “ baiklah, lain kali aku pasti membalas pesanmu tak peduli seberapa sibuknya aku. Kau puas?”

Kyuhyun tak menjawab, dia malah sibuk membenarkan kerah bajunya atau apalah itu. Ouh, bukan membenarkan kerah, di baru saja melepaskan kalung pemberian kakaknya yang sangat ia sukai. Dia tidak akan pernah melepaskan kalung itu sebelumnya, tapi kenapa dia melepasnya hari ini. “Ini.” Kyuhyun mengarahkan pandangannya ke kalung itu. “ Kau tahu, betapa berartinya kalung ini bukan?” Kyuhyun mendapat kalung itu saat ulang tahunnya dua tahun yang lalu. Saat itu dia tengah berbaring di rumah sakit karena kecelakaan yang di alaminya. Kakaknya memberikan kalung itu agar dia lebih bersemangat menjalani hidupnya, karena kakaknya tak bisa menungguinya lebih lama lagi. Kakaknya menempuh pendidikan di luar negeri, jadi dia tidak bisa menemani Kyuhyun setiap hari. Itulah alasan kenapa kalung itu begitu berharga bagi Kyuhyun.

Tanpa menunggu persetujuan NaNa, Kyuhyun memakaikan kalung itu ke leher jenjang NaNa. Setelah memastikan kalung itu terpasang dengan sempurnna di pemiliknya yang baru, kyuhyun bisa tersenyum lega sekarang. “Bisakah kau berjanji padaku dengan kalung ini? Jangan menjauh lagi dariku. Ingatkan aku jika aku sudah terlewat batas. Jangan pernah bosan untuk mengomeliku jika aku mengabaikanmu.”

“ tapi Kyuhyun, aku masih tak mengerti maksudmu—“

“Kyuhyun, apa yang aku lakukan disitu, kau tahu Yoona menangis saat melihatmu keluar dari kelas dengan menggandeng tangan Nana begitu mesra.” Kata seorang yang bernama Hye Jin mengingatkannya. Dia adalah sahabat Yoona.

Kyuhyun sebenarnya masih tak ingin meninggalkan Nana sendiri disana. Kyuhyun masih ingin berbicara panjang lebar dengannya. Tapi dia harus tetap menemui Yoona untuk menjelaskan semuanya. Dia harus menanggung resiko dari keputusan yang di ambilnya.

“ Aku pergi sekarang. Ingat, jangan pernah melepaskan kalung itu apapun alasannya, sampai aku sendiri yang melepasnya untukmu.” Itulah kata terakhir Kyuhyun sebelum pergi meninggalkan Nana

***

Sejak kejadian itu, hubungan Nana dan Kyuhyun benar-benar semakin menjauh. Sudah berjalan sekitar satu setengah tahun. Mereka hanya akan berbicara seperlunya saja dan kadang jika ada waktu luang mereka akan keluar bersama. Tapi sudah tak sesering dulu lagi. Apalagi mereka sudah tak satu kelas lagi sejak menginjak semester 5. Mereka menjadi jarang bertemu, apalagi kelas Nana yang berada di lantai dua, sedangkan Kyuhyun berada di lantai satu. Intensitas pertemuan mereka pun menjadi berkurang seiring berjalannya waktu.

Tak tahu apa alasannya, mungkin keduanya sudah bosan untuk berteman lagi seperti dulu. Kabarnya Kyuhyun juga sudah putus dengan Yoona sejak setahun yang lalu, tapi yang lebih mengejutkan lagi Yoona masih sangat mengharapkan Kyuhyun. Meskipun mereka sudah mengakhiri hubungan mereka, tapi tetap saja Yoona masih berharap lebih pada Kyuhyun. Jadi Nana tak berminat hanya untuk sekedar mengejar Kyuhyun meskipun dia sudah memutuskan kekasihnya. Sebagai teman, Nana masih punya rasa peduli pada Yoona. Dia akan berpikir dua kali untuk melakukan hal itu.

Hari ini, Nana memutuskan untuk pulang ke rumahnya. Sudah begitu lama dia tak pulang ke rumah, sekitar tiga bulan yang lalu. Dia ingin menghilangkan penat sejenak. Tak ingin berlarut dalam kesedihan. Sedikit demi sedikit Nana juga sudah membiasakan diri sendiri tanpa kehadiran Kyuhyun di sampingnya.

Begitu juga dengan Kyuhyun. Tapi tidak untuk hari ini, Kyuhyun merasakn begitu kesepiannya di asrama. Dia ingin bertemu Nana sekarang untuk sekedar melepas penatnya.

“Kau dimana sekarang?”

“Di rumah.”

“Di rumah kau bilang? kau bercanda?”

“Aku memang sedang di rumahku sekarang.”

“Baiklah, aku kesana.”

Enta apa yang membuatnya begitu bersemangat untuk menemui Nana hari ini. Setelah memutuskan sambungannya. Kyuhyun segera menyamber jaketnya dan bergerak menuju mobilnya. Mungkin akan memakan waktu sekitar tiga jam untuk sampai di kediaman Nana. Tapi hal itu tidak mematahkan semangat Kyuhyun untuk menemui gadis yang begitu di sayanginya itu.

***

Nana sedang asik berkebun saat ketika ponselnya berbunyi. Nana melihat nama Kyuhyun tertera di layar ponslenya. Nana enggan menerima panggilan itu. Karena nanti Kyuhyun pasti hanya akn berbasa-basi saja. Dengan malas Nana menggeser tombol hijau pada layar ponselnya.

Mereka hanya berbicara singkat. Kyuhyun memutuskan panggilannya setelah bertanya keberadaan Nana saat ini. Ibu Nana melihat itu, dia berjalan ke arah Nana dan berinisiatif menanyai putri kesayangannya itu.

“Telefon dari siapa?” tanyanya kalem

Dengan santainya Nana memberitahukan kalau itu panggilan dari Kyuhyun. Kyuhyun, ibu Nana baru ingat sekarang. Anak itu tidak pernah kesini sejak terakhir sekitar setahun yang lalu. Biasanya dia akan datang setiap kali mereka liburan sekolah. Kyuhyun memang sering main ke rumah Nana –dulunya sebelum masalah itu muncul-

“Ah, Kyuhyun. Kemana saja anak itu, dia jarang kesini sekarang.”

NaNa tak tahu harus menjawab apa. Tak mungkin dia memberitahukan masalah sebenarnya pada ibunya ini. Nana memang tergolong pribadi yang tertutup, dia hanya akan bercerita pada ibunya jika hal itu pantas di ceritakan saja. Mengenai permasalahannya dengan Kyuhyun sekarang, di rasa hal itu tak perlu di beberkan kepada ibunya. “ Aku juga tidak tahu ibu. Aku masuk dulu.”

***

Kebetulan hari masih belum terlalu siang saat Kyuhyun menginjakkan gasnya menuju rumah Nana. Sekarang baru pukul 01.47 pm saat Kyuhyun memakirkan mobilnya tepat di depan halaman rumah Nana. Kyuhyun segera mengetuk pintu rumah Nana setelahnya.

Bukan orang yang diharapkannya, ibu Nana yang membukakan pintu. Nyonya Kim mempersilakan Kyuhyun masuk ke dalam rumahnya. Tak ingin berbasa-basi lebih lama lagi, Kyuhyun langsung memberitahukan maksud kedatangannya kesana. Menemui Nana tentunya. Ada banyak hal yang ingin dikatakannya pada Nana.

Sepertinya Nyonya Kim begitu paham masalah anak muda, dia mengatakan keberadaan Naa sekarang. “ Dia ada di kolam renag di samping rumah, kau bisa langsung kesana.”

Setelah mengucapkan terima kasih Kyuhyun segera menemui Nana ke tempat yang sudah di beritahukan oleh Nyonya Kim. Kyuhyun melihat Nana tengah terduduk di pinggiran kolam renang. Dia membiarkan sebagian kakinya masuk ke dalam air.

Kyuhyun tak ingin mengganggu Nana. dengan sangat hati-hati Kyuhyun berjalan ke arah Nana dan segera duduk di samping Nana. Nana masih tak menyadari kedatangan Kyuhyun, karena sedari tadi dia hanya melamun. “ Apa yang kau lakukan disini sendiri nona manis?” kata Kyuhyun memulai percakapan

Nana terkejut saat mendengar suara Kyuhyun. Kyuhyun, bagaimana bisa dia ada disini sekarang. Nana masih membelalakkan matanya tak percaya. “Kyuhyun.”

“Hmm.. kenapa? kau pasti tidak akan menyangka aku akan disini sekarang bukan?” Heol, tebakan Kyuhyun memang benar. Tak ada laki-laki lain yang lebih gila dalam hidup Nana kecuali Kyuhyun. Dia baru saja menelfonnya beberapa jam yang lalu dan memutuskannya begitu saja. Sekarang, dia bahkan sudah duduk tepat di sebelahnya.

“Sebenarnya kau ini apa? apa kau punya kekuatan teleportasi?” Sungguh lucu, hanya kata itu yang pertama kali diingat oleh NaNa. Mengingat Nana sering melihat mv dari Exo, mungkin hal itu terbawa-bawa sampai sekarang.

Kyuhyun tak bisa menahan tawanya saat NaNa berkata seperti itu. “ Terserah kau mau mengatai apapun.” Kyuhyun menghela nafasnya, menghirup oksigen yang benar-benar segar. “ Yang jelas aku senang bisa bersamamu disini sekarang.”

Nana memalingkan wajahnya sambil tersenyum getir. Lelaki ini masih saja tak berubah. Dia selalu saja menggunakan kata-kata manisnya untuk merayu Nana. Untung saja Nana sudah terbiasa dengan sikap Kyuhyun yang seperti itu. Jika itu gadis lain, mungkin mereka sudah meleleh saat itu juga.

“ Apa yang membawamu kesini?” Tanya Nana to the point.

Kyuhyun menggaruk kepalanya yang tak gatal, berusaha mencari alasan yang tepat agar Nana tak menganggapnya bodoh. “ Mungkin aku merindukan gadis manisku yang cerewet ini. Sudah lama sekali rasanya aku tak mendengar ocehanmu.”

Nana mempoutkan bibirnya mendengar ucapan Kyuhyun. apa dia datang jauh-jauh ke rumah NaNa hanya untuk megatakan hal itu. “ Hanya karena ingin mendengar ocehanku, kau jauh-jauh datang kemari?”

Kyuhyun menyeringai lebar. Dia merasa tenang sekarang. Nana ikut tersenyum melihat raut wajah bahagia Kyuhyun. Sengaja atau tidak, Kyuhyun menyandarkan kepalanya di bahu Nana. Nana tak memberontak sama sekali, dia membiarkan hal itu. “Ada apa?” tanya Nana

Kyuhyun terdiam tak ada jawaban darinya. Seperti memikirkan sesuatu “ Sudah lama sekali, aku hanya merindukan saat-saat seperti ini.” Kyuhyun membenarkan posisi duduknya, saat ini dia duduk mengarah ke Nana. Memandangi wajah NaNa dari samping untuk beberapa detik. “Kenapa kau menjauhiku, kau tidak tahu betapa sakitnya aku saat kau tak melihat keberadaanku?”

Tubuh Nana menegang seketika, tak tahu apa yang harus dikatakannya. Bukan hanya Nana yang bersalah sekarang, Kyuhyun juga terlihat menghindar dari Nana beberapa bulan terakhir. Nana mengangkat kakinya lalu duduk bersila berhadapan dengan Kyuhyun. “ Aku tidak pernah melakukan hal yang kau sebutkan itu”

Kyuhyun menatap lekat ke arah mata coklat Nana. “ Tapi aku merasakan hal itu.”

“Bukan aku yang menghindarimu, tapi kau sendiri yang menginginkannya. Kau terlalu sibuk dengan gadismu itu sehingga kau tak punya waktu untukku.” kata Nana tegas.

Kyuhyun tak bisa menerima ucapan Nana begitu saja. Yah, harus Kyuhyun memang harus mengakui bahwa selama ini dia berbuat seperti itu karena dia ingin melupakan Nana. Dia ingin membuang nama Nana di dalam hatinya. Tapi hal itu terlalu sulit untuknya. Kyuhyun tak bisa melakukannya bahkan sampai sekarang. “Jika kau ingin membahas gadis itu lagi, aku sudah memetuskan hubungan kami.” Tak tahu sejak kapan, tapi pembicaraan ini berubah jadi serius.

Nana tersenyum miris. “ Ya, kau sudah putus dengan gadismu itu. Lalu sekarang kau kembali lagi padaku. Asal kau tahu aku selalu ada di sampingmu seperti yang kau inginkan. Saat kau sedih atau bahkan saat kau senang dengan duniamu sendiri dan tak menganggapku, aku selalu ada disisimu.”

“Tapi kau tidak benar-benar menjaga ucapanmu itu. Kenyataannya sekarang kau semakin menjauh dariku.” sahut Kyuhyun tak mau kalah

Sebelum Nana membuka mulutnya Kyuhyun sudah mendahului. “ Apa kau ingat kata-kataku dulu.” Kyuhyun mengambil nafasnya dalam sebelum melanjutkan “Aku sudah berjanji padamu, aku akan melindungimu sampai kapanpun. Jadi jangan pernah menjauh lagi dariku”

“Kyuhyun aku—“

“Tetaplah di sisiku Nana.” Kyuhyun mendekap erat kedua tangan Nana “Dalam keadaan apapun aku mohon tetaplah di sisiku. Baiklah, aku bersalah karena aku sudah berbuat hal bodoh seperti kemarin. Dan sekarang aku mau menebus semua kesalahanku. Aku tidak akan berbohong lagi dengan perasaanku sendiri.”

Nana memejamkan matanya. Jika Nana mengatakan sebuah penolakan, itu adalah kebohongan besar. Jujur, di dalam hatinya sebenarnya dia juga ingin, sangat ingin menuruti permintaan Kyuhyun. Tapi di sisi lain, dia masih memiliki rasa tak enak hati kepada Yoona, bagaimanapun juga Yoona masih sangat menyayangi Kyuhyun.

Sejak berpacaran dengan Kyuhyun, hubungan Yoona dan Nana memang menjadi semakin dekat. Tak jarang Yoona meminta saran pada Nana tentang apa yang disukai ataupun tidak disukai oleh Kyuhyun. Nana bisa melihat dnegan jelas hanya dari mata Yoona bahwa gadis itu masih mengharapkan Kyuhyun kembali padanya. Akan sangat egois jika Nana mementingkan keinginannya sendiri untuk bersama dengan Kyuhyun.

“ apa yang harus aku lakukan?” tanya NaNa

Kyuhyun terdiam, butuh beberapa detik baginya untuk memulai percakapan kembali. “ Nana-ah, setidaknya lihatlah aku sebagai seorang lelaki dan bukan sebagai sahabatmu lagi.”

Kata-kata itu sukses membuat Nana membulatkan matanya. Apakah Kyuhyun sudah gila. Bagaimana bisa dia berkata seperti itu. Tak perlu waktu lama untuk Nana menanggapi permintaan Kyuhyun “ Maaf Kyuhyun, pertimbangkan lagi kata-kata gilamu itu”

“Kau yang membuatku gila Kim Nana.” Balas Kyuhyun dengan penuh penekanan di setiap katanya.

Nana bangun dari duduknya. Lalu melihat ke bawah ke arah Kyuhyun. “ Jika kau datang kesini hanya untuk menyampaikan pesan-pesan gilamu itu, lebih baik kau pulang sekarang.” Nana berkata dingin. Bahkan dia tidak segan lagi untuk mengusir Kyuhyun keluar dari rumahnya. Entah hal apa yang bisa membuatnya begitu emosi seperti saat ini. Bisa jadi, Nana merasa dipermainkan oleh Kyuhyun sekarang.

Kyuhyun ikut bangkit, membuang nafasnya kasar. “ Ya, aku akan pulang sekarang. Tapi setidaknya pikirkan lagi ucapanku.” Kyuhyun pergi meninggalkan Nana sendiri setelahnya. Kyuhyun akan membiarkan Nana untuk berpikir sejenak dan menenagkan dirinya

Setelah kepergian Kyuhyun, Nana segera memasuki kamarnya. Nana sudah tak sanggup lagi menahan air matanya yang memaksa untuk keluar. Nana menangis tersedu-sedu, melepaskan semua beban yang semakin berat. Seakan tak mampu untuk menyangganya lagi.

Kenangannya bersama Kyuhyun, dia ingin melupakan semua itu. Di ambilnya ponsel yang terletak di mejanya. Pesan konyol yang dikirimkan oleh Kyuhyun. Semua masih tersimpan rapi disana. Saat dia menggoda Nana, perhatiannya, ataupun candaan-candaan kecilnya. Semula Nana tak ingin menghapus semua pesan itu. Namun, sepertinya hari ini dia berubah pikiran.

‘Malam, sayangku sedang apa kau sekarang?’

‘Hey, kau tak perlu belajar lagi. Lebih baik kau keluar denganku sekarang.’

‘Maukah kau berkencan denganku.’

‘Jangan makan terus, kau akan gemuk nanti.’

‘aku menyayangimu, saranghae, i love you, iech liebe do.’

Bahkan dia mengirimi pesan singkat untuk menyemangati Nana yang menyatakan bahwa dia menyayangi Nana dalam berbagai versi bahasa saat Nana sakit. Semua itu hanya masa lalu. Membaca semua itu semakin membuat Nana sakit. Tak hentinya ia meneteskan air matanya saat membaca semua pesan dari Kyuhyun.

Meskipun dengan berat hati, Nana tetap haru menghapus semua itu. Nana tak ingin ada Kyuhyun lagi di kehidupan masa depannya. Nana juga melepaskan kartu SIM-nya lalu mematahkannya sampai terbelah menjadi dua. Nana ingin mengganti nomornya agar Kyuhyun tak bisa menghubunginya lagi

***

2 years later

Nana sudah memutuskan untuk tidak lagi bertemu dengan Kyuhyun selama dua tahun terakhir ini. Dia memang sudah terbiasa tanpa kehadiran Kyuhyun di sisinya. Namun hatinya tetap tak bisa menolak, terkadang dia masih menginginkan kedatangan Kyuhyun. mereka berdua sudah putus kontak sejak Nana mengganti nomor ponselnya dan membuang semua memori tentang Kyuhyun.

Hal lain dengan yang dirasakan oleh Kyuhyun. Lelaki ini masih bersikeras mencari keberadaan Nana. Selama hampir satu tahun dia tetap mencari keberadaan Nana. Kyuhyun memulai aksinya dengan menghubungi teman-teman Nana, bahkan dia sudah bolak-balik ke rumah Nana beberapa kali. Setiap liburan, Kyuhyun selalu mendatangi kediaman NaNn, berharap gadis itu ada di rumahnya. Namun hasilnya nihil. Orang tuanya pun bahkan tak bisa memberitahukan dimana keberadaan Nana sekarang, karena Nana yang menginginkan mereka untuk tidak memberitahukan keberadaannya pada Kyuhyun.

Baiklah, mungkin itu yang diharapkan oleh Nana. Mungkin dia sudah benar-benar tak mengharapkan Kyuhyun lagi. Sejak saat itu, Kyuhyun memutuskan untuk berhenti mencari Nana. meskipun hatinya menolak dan bersikeras ingin tetap menemukan gadis kesayangannya itu. Kyuhyun berfikir, mungkin ini memang yang terbaik untuk mereka berdua. Jika memang ini jalan yang sudah digariskan oleh Tuhan, bahwa Kyuhyun dan Nana takkan pernah hidup bersama. Yah, mau tidak mau Kyuhyun harus bisa menerima itu. Kyuhyun hanya bisa pasrah dan menyerahkan semuanya pada yang kuasa. Jika memang mereka berjodoh, mereka pasti akan dipertemukan kembali nanti.

“Nana-ah kau sudah siap disana bukan? Maaf sekali aku tidak bisa ikut, karena masih ada kepentingan lain yang harus segera ku selesaikan.” Nada penyesalan terdengar dari bibir Hye Jo. Gadis itu tak bisa menutupi rasa bersalahnya karena tak bisa ikut dalam acara liburan kali ini. Mereka berdua sudah merencanakan sebelumnya, tapi malah Hye Jo sendiri yang tak bisa ikut karena ada pekerjaan yang harus di selesaikannya.

Nana menghela nafas. “ Yah, aku tau itu, kau adalah gadis super duper sibuk. Sampai-sampai untuk urusan liburan saja, kau tidak bisa ikut.” Nana terkekeh kecil.

“Maaf.. kau bersenang-senanglah dengan mereka, okey.”

“Hmm…” Sahut Nana. Sambungan dimatikan. Nana kembali sibuk menata bebarpa pakaian ke dalam ranselnya.

***

“Nana ayo. Mereka sudah ada di depan.” Ajak Sora

Tak ada jawaban. Nana mengikuti saja langkah Sora. Yah, teman-teman mereka yang lainnya sudah menunggu di mobil yang akan membawa mereka ke pegunungan Hallasan yang berada di Taman Nasional Hallsan. Pegunungan yang terletak di tengah-tengah pulau Jeju ini akan terlihat sangat indah di musim semi seperti saat ini, karena bunga azalea sedang mekar dan itu akan menambah keindahan panorama di sekitar pegunungan Hallasan.

Awalnya memang Nana dan Hye Jo yang membuat rencana liburan kali ini, namun Hye Jo tak bisa ikut. Mereka sudah menghubungi beberapa teman, jadi tidak mungkin Nana juga membatalkan acara merekakarena Hye Jo tak jadi ikut. Mungkin kali ini NaNa akan bersenang-senang sendiri tanpa Hye Jo sahabat sekaligus saudaranya itu.

Semua penghuni mobil keluar, keuali satu orang yang masih tak bergeming di dalam. Dia duduk di dalam van bagian paling belakang. Tak tahu apa yang dilakukannya dia masih sibuk dengan PSPnya.

“Kyuhyun-ah kau tidak mau keluar?” teriak Changmin.

Kyuhyun yang masih asik dengan PSPnya tak menjawab tanpa menoleh ke arah Changmin yang sudah ada di luar mobil. “ Kalian saja yang keluar, aku tetap disini.” teriak Kyuhyun dari dalam mobil.

Nana mendengar semua itu, telinganya tidak tuli. Nana mendengar saat Changmin menyebutkan nama Kyuhyun tadi, aplagi di tambah suara itu. Meskipun sudah lama tak bertemu, Nana masih bisa menghafal dengan baik suara Kyuhyun. Apa-apaan ini, apa maksudnya. Bagaimana bisa Kyuhyun, siapa yang bertanggung jawab atas semua ini.

“Hey.. kau mengajak Kyuhyun? Kenapa kau tak mengatakannya padaku?” tanya Nana lirih pada Sena yang ada di sebelahnya.

Sena juga tak mengerti kenapaa ada Kyuhyun di dalam, mungkin saja Changmin yang mengajak Kyuhyun. Yah, setahu SeNa dia hanya mengajak Changmin kekasihnya untuk ikut pergi menemaninya. Selanjutnya untuk masalah Kyuhyun Sena benar-benar tak tahu soal itu. “ Aku juga tidak tahu. Kupikir kau tidak akan apa-apa dengan keberadaannya. Aku tidak emnyangka kau akan menunjukkan ekspresi seperti itu. “ jawab Sena enteng.

“ hey.. aku—“

Changmin mendengar percakapan mereka. Inilah dia, dalang dibalik semua ini. Saat Sena memberitahunya untuk ikut dengannya, Changmin segera menghubungi Kyuhyun untuk ikut liburan bersamanya juga. Kyuhyun juga tidak tahu menahu kalau acara liburan kali ini adalah usulan Nana dan Hye Jo. Kyuhyun hanya menuruti saja, lagipula tak ada salahnya kan. Setelah tugas kuliahnya yang menumpuk, setidaknya refreshing dengan mendaki gunung akan sedikit mengurangi pening di kepalanya.

Insting Changmin berjalan mulus kali ini. Changmin memang sengaja memanfaatkan acara ini untuk mempertemukan Kyuhyun dengan Nana. Dia tahu bagaimana perjuangan Kyuhyun setahun terakhir untuk mencari Nana. changmin begitu senang saat mendnegar bahwa Nana juga akan ikut. Diatak mungkin membiarkan kesempatan langka seperti ini terlewat begitu saja. Mungkin dengan ini, Changmin bisa sedikit mengobati rasa rindu sahabatnya itu. “Aku yang mengajaknya, ada masalah?” sahut Changmin.

Nana memutar bola matanya, lalu menghembuskan nafas kasar.

“Lalu apa kau akan tetap bertahan disini, setelah tahu ada Kyuhyun juga disini?” tanya Sena memastikan. Bagaimanapun ini adalah rencana Nana untuk mengadakan liburan bersama. Dia akan merasa sangat tidak enak jika membatalkan rencananya sendiri dan membiarakn teman-temannya pergi liburan tanpanya. Mau tidak mau dia harus tetap ikut bersama mereka.

“Bukankah biasanya kau selalu duduk di belakang dengan alasan agar bisa tidur.” Mata Changmin terarah ke Nana saat mengatakan hal itu.

Nana membelalakkan matanya sat Changmin mengarah padanya. “tidak, aku—“

Changmin segera menimpali sebelum Nana berkata lebih lanjut. “Lalu, apa kau mau mengganggu kami yang sedang berkencan dnegan pasangan masing-masing? Cepat naik.” Kata Changmin lalu mendorong Nana. Sumpah demi apa, Nana benar-benar ingin menyumpali mulut Changmin yang sudah bicara seenaknya itu.

Kyuhyun yang sedari tadi masih disibukkan dengan PSP, kali ini matanya teralihkan oleh kedatangan seorag gadis yang memang selalu diharapkannya. Perasaan senang, marah, sekaligus sedih menyelimuti hati seorang Kyuhyun sekarang. Pasalnya, dia tidak tahu apa yang harus dialukannya sekarang. Kyuhyun tak bisa mencegah refleks matanya yang sudah membelalak sekarang. Kyuhyun tak pernah menyangka bisa bertemu dengan Nana lagi di saat seperti ini. “ Kim Nana.” kata Kyuhyun sedikit ragu. Masih tak percaya bahwa dirinya benar-benar bertemu dengan gadis itu sekarang

Nana sudah memposisikan duduknya di sebelah Kyuhyun sekarang. itu karena ulah teman-teman mereka. Mereka hanya duduk berdua di kursi paling belakang. Sementara di depannya ada Ryeowook dan Sora da di kusi kemudi ada Changmin dan juga Sena. Sepertinya kali ini akan menjadi liburan yang mengasikkan bagi kedua pasangan di depan. Terkecuali bagi Nana dan Kyuhyun –mereka bukan couple seperti teman-teman mereka yang lain— begitu canggung sampai tak ada yang berani memulai pembicaraan lebih dulu.

“… hai” NaNa menanggapi seperlunya. NaNa tak menghiraukan Kyuhyun yang ada di sampingnya. Nana juga menyadari rasa terkejut yang ditunjukkan oleh Kyuhyun. Okey, dalam hal ini memang benar-benar Changmin dalangnya. Karena sepertinya dari raut wajah yang ditunjukkan oleh Kyuhyun, dia benar-benar tidak mengetahui rencana ini.

Nana dan Kyuhyun membiarkan keheningan itu berlanjut. Seakan tak menyukai keadaaan seperti ini, Nana memasang earphone yang sedari tadi melingkar di lehernya lalu memutar lagu-lagu kesukaannya. Sesaat setelahnya Nana memejamkan matanya dan berharap ia akan mimpi indah setelah ini.

Kyuhyun masih memandang gadis itu tak percaya. Dia hanya mengatakan ‘hei’ dan setelah itu tertidur. Nana bahkan tak memberi kesempatan sedikitpun baginya untuk berbicara. Apakah sebegitu bencinya gadis itu pada Kyuhyun. Kyuhyun memang tak mengarahkan pandangannya ke Nana, namun dari sudut matanya Kyuhyun bisa melihat kalau gadis itu sudah terlelap sekarang. Mungkin sudah mulai berimajinasi dengan alam bawah sadarnya.

Kyuhyun menyandarkan dagunya pada tangan kanannya. Saat ini dia memberanikan diri memandangi gadis di sebelahnya itu. Lagipula Nana sudah tertidur, tak ada salahnya kan Kyuhyun memanfaatkannya untuk memandangi wajah Nana sepuas hatinya. Bibir Kyuhyun mengembang membentuk seulas senyuman saat mendapati wajah Nana yang terlihat begitu damai saat tertidur.

Kyuhyun menghela nafas panjang dan merasakan aroma gadis itu yang menyeruak masuk ke dalam indra penciumannya. Begitu nyaman. Bak aromatheraphy tersendiri bagi Kyuhyun, aroma itu membuatnya tenang. Kyuhyun bisa sejenak merenggangkan ototnya yang sebelumya sempat menegang. Keduanya terlelap. Tanpa sepengetahuan mereka –keduanya sama-sama tertidur— Nana menyenderkan kepalanya di bahu Kyuhyun. Kyuhyunpun refleks dan menengadahkan kepalanya di atas kepala Nana. Secara tak sengaja juga, Nana memeluk tangan Kyuhyun karena merasakan hawa dingin yang mulai merasuk ke dalam tubuhnya.

Ryeowook melihat kebelakang dan meliht pemandangan yang tak biasanya itu, dia segera memberitahu Sora dan yang lainnya. Mereka berempat tersenyum melihat kehangatan kedua pasangan yang duduk dikursi paling belakang itu. Tak ingin membiarkan keduanya terusik ketenangannya, Ryeowook, Changmin, Sora dan Sena memutuskan untuk berbicara lebih pelan. Changmin menambah suasana kehangatan di dalam moil dengan menyetel lagu ballad.

***

Sudah pukul 09.00 pm saat mereka sampai di penginapan –penginapan pribadi milik keluarga Sena–. Kyuhyun dan Nana masih terlelap dengan posisi yang masih sama. Changmin sebagai pengemudi otomatis membangunkan semua teman-temannya. Dengan hati-hati Sora membangunkan Kyuhyun dan Nana. “ Kyuhyun-ah, Kim Nana kita sudah sampai.” katanya lirih

Kyuhyun dan Nana merasakan ada yang menggoncangkan tubuh mereka sehingga membuat mereka membuka mata. Keduanya masih belum sepenuhnya sadar, sampai akhirnya Nana menemukan tangannya yang saat ini masih memeluk tangan Kyuhyun. Nana membelalakkan matanya mengetahui hal itu dan segera melepaskan kaitannya. Kyuhyun juga tak menyadari kalau sedari tadi tangan Nana melingkar di lengannya. Mereka hanya merasakan kehangatan, tidur terlalu nyenyak sampai tak menyadari pergerakan tubuh mereka sendiri.

Ryeowook ambil suara setelah sekian lama menahan dirinya untuk diam. “ Kalian tidur lelap sekali tadi, sampai-sampai kita tidak berani mengusik ketenangan kalian.”

“ Sepertinya kalian benar-benar lelah” imbuh Sora.

Chagmin tak ingin membiarkan suasana canggung diantara Kyuhyun dan Nana berlanjut lebih lama. Changmin segera membuka mulut dan mengajak mereka untuk segera masuk ke dalam penginapan. “ Hey.. apa kalian ingin tetap disini. Ayo masuk.” ajak Changmin yang otomatis membuat mereka semua keluar dari mobil.

Sudah pukul 10.30 pm saat mereka semua selesai membersihkan diri dan membereskan peralatan yang dibawa. Semuanya memutuskan untuk tidur lebih dulu karena mereka akan melakukan perjalanan panjang yang pastinya cukup melelahkan besok. Hanya ada 3 kamar disana. Para gadis memutuskan untuk tidur bersama sementara Kyuhyun bersama Ryeowook dan Changmin memutuskan tidur sendiri. Dengan alasan dia butuh ketenangan karena sepanjang perjalanan tadi dia belum istirahat sama sekali –dia harus mengemudi— dan alasan lainnnya dia benar-benar tak bisa berbagi kamar.

Saat semuanya sudah tertidur berbeda halnya dengan Nana, dia masih belum bisa tidur sampai sekarang. Nana memutuskan untuk keluar dari kamar dan berdiri di balkon rumah itu. Menyesapi coklat hangatnya, Nana benar-benar merasakan ketenangan saat ini. Tak ada yang mengganggunya hanya suara hembusan angin dan ranting-ranting pohon yang bergerak karena tiupan angin.

Tanpa di sadarinya tubuhnya terasa hangat seketika itu. Ternyata Kyuhyun yang melakukan semua itu, dia menyampirkan sehelai selimut di bahu Nana. Kyuhyun memberikan senyuman khasnya saat NaNa menoleh padanya. “Segeralah masuk, disini terlalu dingin”

“Jika kau tak ingin disini, kau bisa masuk sekarang” jawab Nana dingin

“Kau belum tidur?”

“Yah, seperti yang kau lihat. Aku masih belum mengantuk”

“Bolehkah aku menemanimu disini?”

“Hmm.. terserah”

Keheningan kembali terjadi. Tak ada satupun dari mereka yang mengeluarkan suaranya. Seakan tercekat, tenggorokannya seperti kaku untuk sekedar mengatakan sepatah kata. Kyuhyun mulai membuka mulutnya untuk mengakhiri keheningan ini “Bolehkah aku bertanya satu hal padamu?”

“Hmm..”

“Nana-ah”

“Ada apa?”

Kyuhyun menelan ludahnya sebelum akhirnya menemukan kata-kata yang tepat. “ Kenapa kau selalu berusaha menghindariku?” Akhirnya kata-kata itu keluar juga dari mulut Kyuhyun. Dia sudah tidak bisa menahan lagi, Kyuhyun ingin mendengar penjelasan yang lebih rinci dari mulut Nana.

Butuh waktu beberapa detik bagi NaNa untuk menjawab pertanyaan itu. Tidak mungkin dia mejawab, ‘Ya, aku memang menghindarimu, kau tahu kenapa? Karena aku menyukaimu. Aku tidak ingin menyakiti hati Yoona karena memeilih untuk bersamamu’. Tapi Nana tidak gila untuk mengakui semua itu. Sebagai gantinya Nana memilih alternatif lain untuk menjawab pertanyaan Kyuhyun. “Sudah kubilang berapa kali aku tidak pernah menghindarimu.”

Kyuhyun benar-benar tidak puas dengan jawaban Nana kali ini. Nana tak bisa berbohong lagi, memang kenyataannya Nana selalu berupaya menghindar dari Kyuhyun. “ Hey.. lalu apa selama ini. Dimana kau saat aku mencarimu. Kau bahkan mengganti nomor ponselmu dan tidak memberi tahuku. Aku bahkan menghubungi semua teman-temanmu dan tak ada satupun dari mereka yang mengetahui keberadaanmu.” Kyuhyun mengambil nafas sebelum melanjutkan kata-katanya. ”Bahkan orang tuamu sekalipun, mereka tak memberitahuku dimana kau berada. Apa itu bukan termasuk upaya menghindar?”

Kyuhyun terang-terangan mengucapkan semua itu. Dia sudah tidak bisa lagi menahan semuanya di dalam hatinya saja. “ Apa kau masih bisa mengelak sekarang?” Lanjutnya.

Shit. Bahkan Kyuhyun bisa membaca pikiran Nana. Benar saja, Nana memang tak bisa mengelak lagi sekarang. dia ingin mengatakan yang sebenarnya, namun mulutnya menolak untuk itu. “ Untuk apa mencariku?”

“Kau masih bertanya? Kau lupa dengan ucapanku terakhir kali. Aku membutuhkan jawaban pasti darimu Kim Nana.”

NaNa benar-benar merasa terpojok saat ini. “ Kyuhyun, aku—“

Kyuhyun tidak ingin Nana berbicara lebih lanjut lagi dan menyangkal tuduhannya. “ Apa kau benar-benar membenciku sampai kau tidak ingin bertemu denganku lagi?”

Heol. Kata-kata itu berhasil keluar dari mulut Kyuhyun. Dan demi apa Nana benar-benar tak menyangkanya. “ Aku tidak pernah berkata seperti itu. Dengar Kyuhyun aku tidak membencimu, tidak sama sekali.” kata-kata Nana berhenti. Sepertinya dia tahu bahwa Kyuhyun masih menunggunya melanjutkan kalimatnya, terlihat dari wajah Kyuhyun yang masih penasaran dengan jawaban Nana. “ Aku menjauh darimu, karena aku tidak ingin ada kesalahpahaman lag.i”

Kyuhyun menyipitkan matanya mendengar penjelasan dari Nana. “ Salah paham?” kata Kyuhyun dengan ekspresi wajah yang masih bertanya-tanya.

Nana berpikir, mencoba menemukan kata-kata yang tepat. “ Ya, salah paham. Kau tahu Yoo—“ menghentikan kalimatnya. “ Gadis itu, dia masih menyayangimu, bukan?”

Kyuhyun sudah tak etrtarik lagi dengan alasan NaNa yang selalu saja sama. Yoona, gadis itu lagi. Kyuhyun bahkan sudah melupakannya beberapa tahun yang lalu. Mungkin benar, gadis itu semata-mata hanya pelarian Kyuhyun saja. Merasa adanya kemiripan dalam diri Yoona dan Nana, Kyuhyun mengira dia akan melupakan Nana dengan cepat jika dia bersama dengan Yoona. Tapi kenyataannya dia malah semakin tersiksa karena semakin sulit melupakan Nana.

“Jika kau masih menggunakan gadis itu sebagai alasanmu kau salah benar Kim Nana. Dia hanya pelarian sesaatku agar aku bisa melupakanmu.” Batasan itu sudah tidak ada gunanya lagi sekarang. Kyuhyun ingin menceritakan semuanya pada Nana sekarang. “ Yah, mungkin kau berpikir aku jahat atau apa. Tapi demi Tuhan, aku tetap tidak bisa melupakanmu dan aku makin tersiksa karena bayanganmu selalu muncul saat aku bersama dengan gadis itu.”

Nana menggeleng tak percaya. Dia benar-benar tidak menyangka bahwa Kyuhyun akan tega berbuat seperti itu. Mempermainkan perasaan seorang gadis yang benar-benar tulus mencintainya. God, Nana bahkan tak pernah membayangkan hal itu sebelumnya.

Kyuhyun sepertinya sadar dengan sikap Nana. Gadis itu mulai menunjukkan kekhawatirannya di balik sikapnya yang dingin. “Lakukan semaumu agar kau memaafkanku.”

NaNa menatap mata coklat Kyuhyun ragu-ragu. “ Apa kau ingin aku menamparmu sekarang?”

Kyuhyun tidak bergeming. Sepertinya Kyuhyun sudah bisa menebak dengan jalan pikiran Nana. “ Lakukanlah.”

Nana tersenyum getir. “ Tapi sayangnya aku tidak ingin melakukan hal itu.”

Nana membawa secangkir coklat hangatnya masuk ke dalam kamar. Kyuhyun hanya bisa memandangi kepergian Nana sebelum akhirnya dia mengeluarkan kata-kata yang sukses membuat Nana mengehntikan langkahnya.

“Terima kasih karena masih memakai kalung itu.” Kyuhyun tak sengaja melihat kalung pemberiannya dulu saat Nana membalikkan badannya. Kyuhyun bisa menyeringai lebar sekarang. Nana menghentikan langkahnya sesaat lalu tersenyum tanpa menoleh sdikitpun ke belakang.

***

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, hari ini akan benar-benar melelahkan. Semuanya sudah bersiap di depan penginapan. Mereka membawa perlengkapan seperlunya untuk mendaki gunung hari ini. Bahkan Changmin dan Sena tak terlihat mencangklong ransel mereka. Jika ditanya, ‘Bagaimana jika kau kehausan nanti’ dengan entengnya mereka menjawab, ‘aku bisa minta kalian nanti’. Sungguh menyebalkan bukan pasangan itu.

Mereka berjalan bersama sampai akhirnya berhenti di bawah pendakian. Mereka bertemu dengan sosok yang tak asing. Yoona, ya gadis itu. Tapi dia tak terlihat sendiri terlihat beberapa teman yang dikenal juga disana. Yoona juga terlihat bergandengan dengan seorang pria. Entahlah, mungkin kekasih barunya.

“Yoona kaukah itu?” teriak Ryeowook

Yoona tersenyum lebar saat mengetahui dirinya bertemu dengan rombongan lain. Dia melihat Kyuhyun dan juga Nana disana. Yoona pun memperlihatkan senyumnya ke arah mereka. “Kalian, kebetulan sekali. kita bisa hiking bersama kali ini.” Kataya semangat.

Changmin menemukan kejanggalan pada Yoona. Pria itu, dia membuka mulutnya untuk memuaskan rasa penasarannya. “ Yoona, yang disampingmu. Siapa?”

Yoona melirik pria di sampingnya lalu tersenyum sekilas. “ Yah, dia Siwon oppa. Dia adalah seniorku di kampus”

“O-oh” Changmin mengangguk mengerti. Changmin sudah bisa menebak, pasti lebih dari itu –hubungan antara senior dan junior–. Tapi Changmin tak ingin melanjutkan percakapan itu lebih jauh. Lebih baik segera melanjutkan perjalanan mereka.

Setelah hampir satu jam, sepertinya mereka mulai merasa kelelahan. Sejenak berhenti untuk melepas rasa lelah, lalu melanjutkan perjalanan lagi. Masih baru setengah jalan, mereka tidak mungkin mengehntikan langkah mereka samapi disini saja. Akan sangat disayangkan jika usaha yang mereka lalui kali ini disia-siakan begitu saja.

Nana tampaknya juga sudah kelelahan. Wajahnya terlihat pucat, meskipun tak terlihat keringat keluar dari tubuhnya –karena udara dingin pegunungan— namun Kyuhyun tahu betul bagaimana keadaan Nana sekarang. Melihat keadaannya sekarang dia tidak memaksakan Nana untuk melanjutkan perjalanan ini.

“kau masih kuat?”

NaNa hanya menanggapinya dengan anggukan. Melihat itu Kyuhyun jadi tak tega, dia menyuruh teman-temannya untuk jalan duluan sementara dirinya menemani NaNa yang semakin pucat saja. “ Kalian bisa duluan, aku akan menemani Nana disini.” teriak Kyuhyun pada teman-temannya yang lain.

Kyuhyun membantu Nana duduk dan menyandarkan dirinya pada salah satu pohon besar yang tumbuh menjuntai disana. Kyuhyun menyerahkan botol minumnya dan mempersilakan Nana meminumnya. Nana menuruti. “Kau yakin masih bisa lanjut?” tanya Kyuhyun khawatir.

God. Kalian tidak akan percaya melihat keadaan Nana sekarang. Dia begitu mengkhawatirkan. Wajahnya terlihat begitu pucat, sedari tadi dia memegangi perut bagian kiirinya. Nana mengeluhkan sakit di bagian itu, tapi dia masih bisa mengatasinya.

“apa terasa begitu sakit?” Kyuhyun memang sudah mengetahui jika NaNa memiliki penyakit maag kronik. Dia sering mengeluhkan rasa sakit saat dia merasa kelelahan. Seperti halnya sekarang.

“hmm.. “ NaNa mengangguk mengiyakan pernyataan Kyuhyun

Kyuhyun menatap iba pada gadis itu. “ kita bisa kembali ke penginapan jika kau tidak sanggup bertahan lagi.”

NaNa segera menggeleng-gelengkan kepalanya saat Kyuhyun mengatakan hal itu. Tidak, tentu saja. Dia selalu menginginkan pendakian ini. Menyaksikan pemandangan pulau Jeju dari puncak Hallasan, sudah terdaftar di dalam agendanya. Bagaimanapun caranya, dia harus sampai puncak. Dia masih bisa menahan rasa sakit itu. Mungkin jika dibuat berjalan lagi, rasa sakitnya akn berkurang dengan sednirinya. “Aku adalah gadis yang kuat Cho Kyuhyun. Kau tenang saja. Aku tidak akan bisa turun sebelum aku sampai puncak.”

Kyuhyun tersenyum mendengar kata semangat keluar dari mulut gadis itu. Menghela nafas panjang, Kyuhyun kadang heran dengan sikap keras kepala gadis itu. Kyuhyun mengulurkan tangannya dengan Cuma-Cuma. Nana mengerti maksud uluran tangan itu. NaNa tersenyum dan segera menyaut uluran tangan itu. Kyuhyun bisa tersenyum lebar sekarang, karena usahanya untuk membantu gadis kesayangannya itu bisa diterima.

Kyuhyun masih tetap menggenggam tangan Nana sampai akhirnya mereka menyusul teman-teman mereka yang sudah berjalan lebih dulu. Semuanya memang terlihat kelelahan, tapi uitu tak mengurungkan semangat merekauntuk menuju puncak. Tingal sedikit lagi, sebentar lagi mereka akan sampai di puncak itu.

“Naiklah.” Celetuk Kyuhyun. Ia berjongkok di depan Nana, berharap gadis itu sedikit melupakan keras kepalanya dan menerima bantuan Kyuhyun utnuk menggendongnya sampai puncak. Nana menggeleng. Sekali lagi, Nana menolak bantuan Kyuhyun. Tidak perlu. Hanya dengan genggaman tangan Kyuhyun saja, Nana sudah merasa lebih baik.

Well, akhirnya. Setelah perjuangan keras mereka, kini semuanya sudah dapat mencapai puncak. Rasa lelah itu terbayarkan saat mereka melihat pemandangan indah yang disajikan dari atas sana. Rasanya begitu menyenangkan bisa menikmati pemadangan alam ciptaaan Tuhan ini. Sempurna, hanya itulah kata-kata yang bisa menggambarkan perasaan mereka saat ini. Semua orang memanfaatkan pemandangan ini untuk mengambil gambar bersama.

Di saat yang lainnya tengah asik mengambil gambar selca mereka, Kyuhyun dan Nana memilih menghidar dari semua itu – mereka sudah ikut berfoto bersama sebelumnya–. Sudah cukup. Kyuhyun memandangi wajah bahagia Nana. “ Kau senang?”

Hanya sebuah deheman. Nana menanggapi pertanyaan Kyuhyun tanpa menoleh ke arahnya. Tapi hal itu sudah membuat Kyuhyun merasa puas. Setidaknya gadis ini tak berusaha mengahindarinya lagi.

Mereka terdiam beberapa menit, membiarkan mata mereka menyaksikan pemandangan indah di bawahnya sebelum akhirnya Kyuhyun memutuskan untuk mengakhiri keheningan itu. “ Ada satu hal lagi yang igin aku tanyakan padamu”

“Katakan” kata Nana enteng

“Apa yang kau rasakan saat bertemu lagi denganku?”

Tak butuh waktu lama. NaNa bisa menjawab pertanyaan Kyuhyun dengan begitu lancar tanpa berpikir dua kali. “Yah, awalnya aku memang terkejut, bisa dikatakan mungkin aku menolak kehadiranmu.” Kyuhyun menyipitkan matanya mendengar pernyataan Nana sebelum akhirnya Nana melanjutkan kata-katanya. “Tapi aku senang bisa bertemu lagi denganmu. Sudah lama aku tak mendnegar kau menggodaiku.” Hal itu sukses membuat Kyuhyun menyeringai lebar.

“ Kadang aku merasa kesepian jika sedang tidak bersamamu. Aku bisa tersenyum sendiri saat mengingat hal lucu bersamamu, bahkan aku bisa sampai menangis jika mengingat tentang apa yang sudah kau lakukan padaku.” Seperti tak ada beban untuk mengatakannya, Nana mengatakan semua unek-unek di dalam hatinya. “Aku benci saat kau mengacuhkanku, aku benci saat kau tak jujur padaku, aku juga benci saat kau…” Nana mengehla nafasnya panjang sesaat sebelum dia melanjutkan perkataannya. “ Saat kau membenarkan pertanyaanku bahwa kau menyukai gadis lain. Aku.. aku ingin benar-benar membencimu karena semua itu, tapi asal kau tahu, aku tidak benar-benar bisa melakukan itu.”

Kyuhyun tidak akan menyangka kata-kata itu akan keluar adri mulut Nana. dia bisa merasakan sentakan aneh di perutnya saat gadis itu mengatakan kebenaran tentang perasaanya. “ Itulah kenapa aku menyuruhmu untuk melihatku sebagai seorang pria dan bukan sebagai sahabatmu saat pertemuan kita terakhir kali di tepi kolam renangmu. Apa kau sadar dengan perkataanmu barusan?” Kyuhyun bertanya pelan. Rasa kaget sekaligus senang bercampur menjadi satu. Dia tidak bisa membayangkan bagaimana ekspresi Nana saat ia melontarkan kata-kata yang sudah disiapkannya sekarang. “ Kau menyukaiku, Kim Nana”

Biasanya Nana akan mengelak dan merubah pembicaraan ke topik lain. Namun kali ini situasinya berbeda. Nana bisa merasakan lidahnya kelu, bahkan untuk mengiyakan atau membantah statement Kyuhyun. Nana memandang Kyuhyun lekat dan bergumam lirih. “ Bagaimana jika aku mengatakan.. ‘ya’?”

Keduanya terdiam. Nana bertanya-tanya pada dirinya sendiri. Mencoba menebak apa yang akan dikatakan Kyuhyun setelah ini. Tapi dia tidak bisa melakukan hal itu, Kyuhyun bukan tipikal orang yang mudah ditebak gelagatnya.

Kata-kata Kyuhyun kali ini membuat Nana terkesiap. “ Bolehkah aku juga menyukaimu, Kim Nana. Bukan sebagai sahabat, melainka antara pria dan wanita.” Kyuhyun lebih memeperjelas kata-katanya. Yah walaupun Nana juga sudah tahu arah pembicaraan Kyuhyun. “ Terlepas dari bayangan gadis itu –maksunya Yoona—dia bahkan sudah memiliki orang lain sekarang. Maukah kau menjadi kekasihku dan menghilangkan semua batasan di antara kita yang sudah sengaja terciptakan?”

Nana memandang Kyuhyun, rasanya dia ingin tertawa geli mendengar pernyataan Kyuhyun. “Tentu.” jawab NaNa tanpa keraguan sedikitpun. Setidaknya itu sudah cukup bagi Nana untuk mengerti perasaan mereka saat ini. Entah apa yang bisamembuat gadis ini berubah pikiran hanya dalam waktu semalam.

Kyuhyun menyeringai lebar. Dia tak bisa menahan dirinya untuk memeluk gadis yang sangat disayanginya itu. “Terima kasih.” Gumamnya pelan.

“Tetaplah seperti ini, disisiku. Jangan pernah mencoba menjauh lagi dariku setelah ini. You know I. You can’t go from my side again, or I’ll be crazy.”

“ You going crazy because it your self inflicted. So, you can’t blaming for me”

Keduanya tersenyum puas tanpa merenggangkan pelukan mereka. Bisa ditebak yang terjadi selanjutnya. Yah, semua teman-temannya yang iseng mengambil gambar mereka saat tengah berpelukan di atas puncak itu.

“Woww, sebuah moment gratis yang sayang untuk dilewatkan. Tak percuma aku merencanakan semua ini.” Seru Changmin membuat Kyuhyun mengendurkan pelukannya dan memaksa mereka melihat ke arah sumber suara.

Kyuhyun membulatkan matanya, dan mengeluarkan kata-kata dengan suara mengancam. “ yak, kau…” Tunjuk Kyuhyun ke arah Changmin.

*END*

Akhirnya selesai juga project OneShoot aku. Jangan bilang kurang panjang karena ini udah panjang banget. Aku yakin para readers udah pada ngantuk soalnya bosen baca nih FF yang terlalu panjang. Ok sekali lagi, coment kalian sangat diharapkan. Aku enggak bakal bosen-bosennya nginngetin kalian untuk jangan jadi silent readers, karena itu sungguh menyakitkan *alay kumat. Makasih lah pokonya buat semua yang udah setia baca nih FF. Jangan bosen-bosen ya. Kalo misalnya nih FF tanggepannya bagus, insyaallah aku bakal bikin FF yang chapter buat kalian semua *itupun kalo FF-ku di post ama admin SujuFF ini.

Thanks buat semua. Oh ya jangan lupa kunjungin WP aku juga ya, buat kalian yang minat baca karya aku yang lain https://naila1106.wordrpress.com

Twitter & IG @naila1207. Gomawo.. saranghae ^_^

 

 

 

6 Comments (+add yours?)

  1. FerarriELFishy
    Oct 12, 2015 @ 19:40:24

    Kyuhyun nya so sweet+genit, tapi seneng sma karakter Kyuhyun di sini. Ff nya keren dan ga ngebosenin, ditunggu karya2nya yg lain yah… Keep writing!

    Reply

  2. Laili
    Oct 13, 2015 @ 01:51:44

    Mereka berdua sama2 keras kepala. Tapi akhirnya bisa bersama. Friendzone….
    Rencananya Changmin sukses. Keren ceritanya. Keep writing, thor… 😀

    Reply

  3. navyCho21
    Oct 13, 2015 @ 07:54:15

    Kyuhyun kok manis, duhh bisa kena diabetes nihhhh kyaaaaaaaa

    Reply

  4. mayank
    Oct 21, 2015 @ 21:04:27

    Wahh keren, akhir x kim nana mw jujur juga tentang perasaan x. Di tunggu yah karya2 x yg lain. Fighting

    Reply

  5. liemmeili
    Nov 03, 2015 @ 09:33:12

    punya sahabat kaya gituu,gaakan disiasiaiin dah,
    andaikan itu asli senangnyaa 😀

    Reply

  6. Krln
    Nov 18, 2015 @ 11:03:57

    Uaaah~daebaksagon aku suka sama FF nya ^^ Aku baca FF yg lainnya ya…

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: