[Eunhyuk’s Day] The Day

Untitled-1

The Day

************

“Dia masih belum mau bertemu?”

Aku menggeleng sambil tersenyum hambar pada Donghae. Handphone ditanganku nampak hampir menangis karena baru saja kuhempas di atas meja. Mungkin aku sedang kalap. Tapi aku tak bermaksud menyakiti benda yang sudah kumiliki sejak empat tahun ini. Aku hanya……bingung.

“Mungkin dia punya cara sendiri.”

Entahlah. Aku tak tertarik memperpanjang obrolan ini. Aku sudah cukup lelah menghadapi sikap gadis itu tanpa harus ditambah dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengannya. Intinya, dia tak mau menemuiku untuk terakhir kali sebelum kami tak bertemu selama hampir 2 tahun nanti.

Sebenarnya ini tak cukup mengejutkanku karena sebelumnya ia sudah pernah berkata secara blak blakkan bahwa ia enggan menemuiku dihari-hari terakhir dan tak mau melakukan suatu acara perpisahan atau apapun sebutannya. Katanya itu jauh lebih baik dibanding bertemu dan menghabiskan berjam-jam hanya dengan menangis. Awalnya aku paham, tapi aku mulai tak bisa menerimanya ketika seminggu ke belakang ia sama sekali tak bisa dihubungi. Ia menghilang begitu saja. Meski sebelumnya ia juga mengatakan untuk memberikan waktu lebih banyak bersama keluarga serta para member, bukan berarti ia tak muncul dihadapanku. Aku pikir ia bisa menemaniku saat aku berpamitan dengan teman-temanku. Tidak hanya satu dua orang yang bertanya kemana perginya gadis itu. Aku pun tak bisa menjawabnya dengan benar. Aku hanya mengatakan bahwa ia sedang sibuk. Sangat klise, tapi mungkin saja itulah jawaban paling benar. Ia sibuk. Sangat sibuk sampai lupa bahwa aku tak pernah setuju pada pilihannya untuk tak bertemu.

Semalaman aku tak bisa tidur. Sekitar jam 2 malam, aku masih duduk di pinggiran tempat tidur sambil membaca pesan terakhirnya seminggu lalu.

“Jangan rindukan aku karena bisa kupastikan bahwa aku akan dengan mudah terbiasa tanpamu.”

Aku tersenyum sendiri. Ini sama sekali tak aneh bagi kami. Ia terbiasa mengatakan hal yang berbalik 180 derajat dengan kenyataan. Maksudku…itu hanyalah istilah keren dari kata ‘berbohong’. Ia bilang membenciku tapi dia memelukku sangat erat. Ia bilang benci bau badanku tapi dia betah bersandar didadaku. Ia juga pernah berkata akan meninggalkanku saat kami bertengkar suatu waktu, tapi kemudian ia kembali tak sampai satu jam setelahnya. Ia memukul kepalaku lantas berujar, “Jangan pernah marah padaku lagi! Aku tidak suka!”

Baiklah. Sampai detik ini aku berharap bahwa ini adalah bagian dari leluconnya. Aku harap besok dia akan tetap datang dan mengantarku bersama Kangin dan Leeteuk hyung. Aku pernah mengatakan padanya bahwa aku akan memperkenalkannya pada ELF dihari kepergianku ke militer. Namun, aku mulai ragu dengan hal itu. Ia bukanlah orang yang suka kejutan dan dia tak mungkin mengejutkanku besok siang. Sepertinya………..ia serius dengan perkataannya kali ini.

“Sudah bisa kutebak kau belum tidur.”

Aku menoleh ke arah pintu. Leeteuk hyung masuk sambil menenteng tasnya. Ia masih mengenakan setelan jas yang rapi. Aku mengernyit. “Kau darimana?”

“Kau tidak butuh jawaban itu. Justru harusnya aku yang bertanya kenapa kau belum tidur disaat kau harus bangun pagi-pagi.”

Aku menghela nafas sambil menyimpan handphoneku di bawah bantal. Harusnya aku memang sudah istirahat sepulang dari Mobit. Tapi…..

“Aku belum mengantuk.”

“Tak masalah kalau kau tidak mau cerita. Yang jelas kau harus menuruti perintahku sekarang karena aku kemari untuk melakukan tugas yang sangat mulia.”

Aku menoleh padanya yang bersandar pada dinding kamarku. “Maksudmu?”

Bukannya langsung menjawab, ia malah tersenyum lalu mendekatiku. Ia memegang bahuku erat kemudian diarahkannya tubuhku ke tempat tidur.

“Hyung…”

Ekspresinya berubah. Aku tak mengerti kenapa.

“Hyung…kau…”

“Inilah yang kulakukan dulu pada kalian.”

Aku sadar. Ini memang tidak asing.

“Tahun lalu sebelum Sungmin menikah, aku kemari dan mengecek semua kamar dengan harapan aku bisa menyelimuti kesebelas adikku dan merapikan barang-barang mereka yang berantakan. Terutama Sungmin, aku ingin melakukan tugas terakhirku sebagai keluarganya sebelum ia hidup mandiri dengan keluarga yang sebenarnya. Tapi khayalanku benar-benar meleset.”

Aku diam saja sambil kuingat kejadian yang ia maksud. Aku ingat. Saat itu ia masuk dan tanpa mengatakan apa-apa ia langsung menarik selimutku lantas mengecup dahiku, persis seperti apa yang ia lakukan dimasa lalu.

“Sungmin tidak ada dikamarnya. Aku hanya menemukanmu yang sibuk dengan handphone dan Kyuhyun yang sedang demam. Aku benar-benar lupa bahwa kalian sudah tidak seperti dulu lagi. Sekarangpun berbeda. Tidak ada siapa-siapa disini selain Donghae dan Wookie. Mereka sudah tidur dari tadi dengan kepala berada dilantai dan kaki diatas tempat tidur. Sekarang tersisa kau. Dan aku harap….”

Ia menunduk. Ia mulai menarik selimut sebatas dada lalu merapikannya seakan banyak debu disana.

“Kau bersedia memenuhi harapanku malam ini. Jangan buat aku lupa bahwa dulu aku sering melakukan ini padamu dan member lain. Dan jangan membuatku ingat bahwa mungkin ini adalah terakhir kali aku melakukannya.”

CUP

Ia menutup perkataannya dengan sebuah kecupan dikeningku. Setelahnya….tanpa mengatakan apapun lagi ia keluar dari kamarku. Apakah ia melakukan hal yang sama pada semua member yang lebih dulu masuk wajib militer?

Mataku mulai terpejam. Lamat-lamat kantuk itu datang aku merasa bahwa aku sedang tersenyum. Meski hanya beberapa jam, aku harap aku akan memiliki tidur paling nyenyak malam ini.

****

“Jadi…kau benar-benar tidak akan mengantarku?” tanyaku pada Donghae yang sibuk berkaca. Ia sudah memangkas rambutnya kemarin siang dan harus kuakui ia tetap sangat tampan.

“Jika kau senang melihatku menangis, aku akan kesana.”

Dasar Lee Donghae. Aku menarik ujung kaosnya lalu memukul kepalanya cukup keras. “Cengeng! Aku sendiri tidak berharap kau mengantarku,” ujarku cuek. Tapi kemudian aku merasakan sesuatu yang aneh. Kulirik ke samping dan ia sedang menatapku dengan tatapan yang sangat menyebalkan.

“Kenapa?”

“Kau yakin tidak ingin aku pergi? Padahal aku hampir saja berubah pikiran.”

“Aku tidak peduli. Leeteuk hyung dan Kangin hyung sudah sangat cukup.”

“Tapi aku boleh memelukmu lagi kan?”

“Apa?”

Sebelum dia menjawab, dengan cepat ia menarikku lalu memelukku sangat erat. Ia tepuk-tepuk pundakku.

“Tetap sehat dan kembalilah sebagai pria yang lebih baik.”

Aku balas memeluknya.

“Kau tahu harusnya aku mengatakan hal yang sama saat kau pergi nanti. Tapi sepertinya itu tidak bisa kulakukan.”

Kami sama-sama tersenyum dan baru memisahkan diri saat Kangin hyung dan Leeteuk hyung muncul.

“Sudah siap? Mobil sudah menunggu di bawah.”

Aku tersenyum sekali lagi pada Donghae. Sebelum aku tidak mampu menahan tangis, aku lekas-lekas mengekor di belakang Leeteuk hyung lalu melambai pada Donghae.

Sebenarnya aku bukan bersedih karena tidak akan bertemu dengannya dalam waktu lama. Aku juga bukan mengkhawatirkan diriku sendiri. Aku justru khawatir padanya. Aku mengenalnya dan aku memiliki alasan untuk terus mencemaskannya. Apakah ia sanggup? Apakah ia tidak akan merasa kesepian? Apakah ia tidak akan menangis tengah malam?

“Pikiranmu konyol sekali! Ia tidak sedrama itu.”

Aku menengok dengan bingung pada Kangin hyung. Bagaimana ia bisa tahu apa yang kupikirkan?

Selama perjalanan aku memilih untuk membuka twitter dan instagram. Namaku semakin banyak disebut dan itu berkaitan dengan keberangkatanku. Aku melihat foto-foto lama yang dibagikan ELF yang membuatku tertawa. Aku juga membaca pesan yang dibuat oleh Donghae, Zhoumi dan beberapa orang lainnya. Tapi ada satu pesan yang membuatku tertawa dan menangis bersamaan.

Kyuhyun hanya mengatakan satu kalimat. Tapi dua gambar yang menyertainya membuat perasaanku campur aduk. Pertemuan terakhir kami adalah dua hari yang lalu. Ia memelukku dan sedikit bermanja-manja.

“Kita sudah sampai.”

Kulihat keluar. Nafasku tertahan sejenak melihat kerumunan orang yang cukup banyak. Ada banyak tulisan yang berisi pesan yang menyentuh. Aku pikir…..

“Ayo turun!”

Seruan Kangin hyung menyadarkanku. Aku segera turun dan seketika itu juga seruan orang-orang menyambut langkah pertamaku. Aku tersenyum pada semuanya. Kulambaikan tangan lalu sesekali membungkukkan badan. Tidak kusangka mereka semua rela kemari demi menemuiku meski ini tidak akan berlangsung lama.

Aku lalu berdiri. Kupandang semua wajah yang sepertinya sangat menunggu aku buka suara. Namun sebelumnya aku membuka penutup kepalaku lebih dahulu. Dan…..suara tepuk tangan menyambutku.

Dengan malu-malu aku meluruskan pandangan. Sesekali aku akan mengusap rambutku dan memastikan bahwa tampangku baik-baik saja. Tapi kemudian semuanya menjadi percuma ketika tak sengaja kutemukan dirinya.

Ya! Ia ada disini, diantara kerumunan ELF dan ia tersenyum padaku. Aku sudah akan maju, tapi suara Kangin hyung menyadarkanku hingga akhirnya aku harus menahan segalanya dan mulai mengucapkan salam perpisahan pada semua orang yang sudah menungguku sejak pagi.

Aku hanyalah seorang Lee Hyukjae. Pria biasa yang terlahir dari keluarga yang luar biasa. Aku memiliki orang tua yang sangat menyayangiku dan seorang kakak yang sangat cantik. Aku juga memiliki Choco yang sudah tenang di surga. Tak pernah aku berpikir aku akan berada dititik ini.

Ada banyak orang disekelilingku. Ada member yang berdiri di sampingku, ada ELF yang berkerumum di depanku dan mereka semua mewakili jutaan ELF diluar sana yang tak bisa ada disini.

Untuk mereka semua yang sudah menyayangi dan mendoakanku, terima kasih atas cinta kalian dan maaf jika aku tidak bisa sepenuhnya menjadi seseorang yang kalian inginkan. Aku akan kembali. Aku akan kembali sebagai Lee Hyukjae yang baru dan akan membuat kalian bangga.

Tepuk tangan lebih keras kali ini menutup ucapanku. Kangin Hyung dan Leeteuk hyung bergantian memelukku. Mereka mengusap bahuku dan sejujurnya itu membuat mataku mulai berair. Tapi aku berusaha untuk tak memperlihatkannya. Diam-diam aku mengusapnya lalu tersenyum tegar pada semua orang. Terakhir, aku memberikan penghormatan dengan membungkuk di tanah. Dan ketika aku bangkit, aku kembali bertatapan dengannya.

Aku memutuskan untuk berfoto bersama dengan ELF. Aku memegang salah satu kain yang berisi pesan manis untukku lalu duduk di depan mereka. Begitu selesai, aku berbalik dan bersyukur masih menemukannya disana, di tempat yang sama. Tapi aku bisa melihat air matanya meski ia sedang tersenyum sambil mengepalkan tangannya di udara.

Tak sadar aku menangis. Dan aku berusaha mengatakan sesuatu padanya meski tanpa suara.

“Aku mencintaimu.”

Ia membalasnya dengan anggukan kecil. Ketika akhirnya aku harus kembali berbalik, aku sempatkan melambai padanya. Ia balas melambai dan aku tahu tangisnya sudah lebih kencang dari sebelumnya.

Sekarang aku harus pergi dan mungkin kalian tidak akan melihatku selama hampir dua tahun. Tapi percayalah. Semua akan baik-baik saja. 2 tahun tidak akan terasa lama jika kita mengisinya dengan hal-hal positif. 2 tahun dari sekarang saat kita bertemu lagi, berjanjilah untuk menjadi orang yang lebih baik.

I LOVE YOU, ELF

-THE END!-

 

8 Comments (+add yours?)

  1. choi sena
    Oct 14, 2015 @ 18:25:35

    oh my god
    ini sangat menyentuh
    dari semua notif yang aku terima tentang eunhyuk, judul yang ini yang sangat membuatku penasaran
    dan well
    ini sangat memuaskan, walau sedih tapi kita harus semangat
    good luck lee hyukjae

    Reply

  2. qutieyong
    Oct 14, 2015 @ 18:44:46

    Ahhhhhh..
    Ff nya keren tpi bikin baper.
    Baca gimana leeteuk sayang banget ama dongsaengnya di suju seneng tp bikin merinding bacanya.
    Semoga hyukjae. Donghae. Siwon tetep sehat selama wamil dan balik dengan sehat

    Reply

  3. Vivian
    Oct 14, 2015 @ 19:49:38

    Ahhh jd nangis lagi kan,,
    gimana besok,,, besok adl hari yg menyesakkan
    aigoo oppa cepat lah kembali jaga kesehatan jgn sampai sakit ya
    elf setia menunggu

    Reply

  4. Anisa
    Oct 14, 2015 @ 21:09:46

    Jadi baper… FF nya daebak… Cepat kembali eunhyuk oppa kita semua merindukanmu =)

    Reply

  5. rizzzkiii
    Oct 14, 2015 @ 22:16:07

    Wow. Baru ngirim kemaren malemnya udh dipost aj. Thanks admin.

    Reply

  6. chintya
    Oct 15, 2015 @ 15:12:58

    ff nya buat air mata menggenang.. hyukjae oppa, semangat selalu dan sampai bertemu kembali 2 tahun kemudian, kami elf akan setia menunggu mu… sarangghae oppa..
    buat author na, keren dech ff ini….🙂

    Reply

  7. Yoohee
    Oct 21, 2015 @ 14:39:38

    2 tahun tanpa dirimu, apalah arti diriku ini nyet T____T
    baik-baik yaa disana.. *cry emoticon*

    Reply

  8. KiaKia_Syam
    Aug 14, 2016 @ 01:58:19

    Hiks i’m crying
    Menyentuh banget, this story so beautiful.
    Waking bagus.a ga merasa udah abis😥
    Daebak!
    Fighting!

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: