[Donghae’s Day] Rain

dongmi

Title : [Donghae’s Day] Rain

Author : Maghfira_ira

Length : Oneshoot

Genre : Romance, PG-15

Cast : – Lim Kim as Song Eun Mi

–          Lee Dong Hae

100% my original fanfic. Cerita sama posternya bikin sendirii yee. Ini ff pertama dengan cast member super junior, tapi sebenarnya ini ff ketiga aku. Ff ini terinspirasi dari lagu nya Lim Kim yang judulnya Rain. Dan juga, aku bikin cast yeoja nya itu pake gambar Lim Kim, tapi nama nya aku bikin sendiri.  Semoga kalian semua suka ya, dan mian kalo ceritanya membosankan atau apaalaah, maklum aku masih termasuk pemula dalam menulis, wkwk. Sekian dan terimakasih buat yang udah nyempetin ngebaca. Happy Reading . . . . ^^

.

.

.

.

Eun mi POV.

Tes..tes..tes..

Lagi –lagi hujan turun, membasahi seluruh permukaan kota seoul. Dan disini aku, terkurung dirumah tanpa harus melakukan apapun. Sangat membosankan. Aku tau ini sedang waktunya musim semi, dimana hujan sering  turun, namun hujan ini sangat menghambatku dalam beraktivitas. Aku jadi kesusahan pergi keluar rumah. Untuk tipe orang yang suka jalan-jalan sepertiku, tentu hal itu menjadi sesuatu yang sangat dibenci.

“haaah, adakah sesuatu yang harus aku lakukan? Ini sangat membosankan.” Lagi-lagi aku mengeluh untuk kesekian kalinya. Hari ini aku benar-benar bosan.

“yaaa. Sebaiknya kau hubungi salah satu temanmu, ajak dia jalan-jalan. Aku sudah cape mendengar keluhanmu sedari tadi.” Aku lupa kalau dirumah ada kakakku. Namanya Song Daehan. Apakah sedari tadi dia duduk di sampingku? Aku sama sekali tidak sadar. Pasti dia sangaat kesal dengan keluhanku,wkwk.

“mian oppa, aku tidak sadar jika kau ada disini. Oh yaa.. itu ide yang bagus, sebaiknya aku hubungi saja Yooki, aku mau mengajaknya jalan-jalan. Gomawo atas sarannya oppa.” Aku tersenyum pada oppa kesayanganku itu.

“ya sudah, sama-sama adikku yang maniss. Pergilah hubungi temanmu itu dulu.”

“okee, oppa.”

Aku pun berlalu masuk kekamarku, mengambil ponsel yang terletak di meja riasku. Lalu berjalan menuju balkon dikamaku. Setibanya dibalkon, aku langsung membuka kontak diponselku, mencari nomor yooki,sahabatku. Setelah ketemu, ku tekan tombol untuk menghubunginya. Tuuuut…tuuutt…tuuutt. Masih nada sambung, ayoolah angkat yooki-ya.

“yoboseyo, ada apa mi-ya?” akhirnya kau angkat juga teleponku.

“yoboseyo, tidak ada apa-apa kok. Aku cuma sedang bosan, lalu aku

menghubungimu atas rekomendasi oppa ku untuk menghilangkan bosanku, hehehe.”

“ya ampun, kukira ada apa. Apa yang bisa kulakukan untuk menghilangkan bosanmu?” kau memang sahabat yang perhatian yooki-ya.

“aku mau jalan-jalan. Temani aku yaa?” semoga dia setuju.

“hari ini?”

“tentu saja hari ini. Kau pikir hari apa lagi haa? Aku bosannya sekarang. Mau yaa?”

“tapi diluar sedang hujan mi-ya. Bukannya kau paling anti sama hujan?”

“yaa itu benar sih, tapi aku sangat bosan dirumah. Apa boleh buat, kau temani saja aku yaaa? Aku akan menjemputmu..”

“ya sudahlah, kau memang pemaksa. Aku tunggu dirumah ya.”

“okee, aku akan sampai 30 menit lagi.”

Untung lah dia mau. Aku pun langsung bergegas menukar bajuku. Setelah itu langsung kusambar kunci mobil yang ada dimeja belajarku.

“oppa, aku pergi dulu.” Sebelum pergi tentu aku harus pamit dulu pada oppaku.

“kau jadi jalan-jalan?”

“iya jadi. Akhirnya yooki mau menemaniku.”

“yasudah, hati-hati dijalan ya. Jangan ngebut.”

“Arasseo, aku berangkat dulu.”

Aku mengendarai mobil ditengah guyuran hujan. Oooh maafkan aku bumbumiee, kau jadi basah karena hujan. Setelah 20 menit, aku sampai di depan rumah yooki. Kulihat dia sudah menunggu diteras. Setelah melihat mobilku, dia langsung berjalan menuju mobil ku, sambil menggunakan payungnya yang ada tulisan ELF.

“annyeong chingu-ya.” Sapaku riang setelah dia duduk di sampingku.

“annyeong, nona pemaksa.” Ucapnya sambil nyengir.

“hehehe..” aku tertawa mendengar ucapannya itu.

“ketawa kau. Yasudah kita berangkaat, kajjaaa.”

“algesumnida, nona baik hati.”

“hahaha…” kami tertawa bersama.

Author POV.

Mereka memutuskan  untuk pergi ke taman kota. Namun, saat akan turun mobil, eunmi ingat bahwa dia lupa membawa payungnya. Jadilah mereka berjalan dengan menggunakan satu payung berdua. Tentu saja mereka tetap kebasahan karena percik-percik air hujan. Setelah puas jalan-jalan, mereka memutuskan untuk makan disebuah café.

Triing…triing..triinng.. *bunyi hape.

“sebentar mi-ya, ponselku berbunyi.”

“yasudaah, kau angkat saja sana.”

Eunmi POV.

Yooki langsung berjalan menjauh, mungkin telepon dari namjachingunya, kyuhyun oppa. Sambil menunggu pesananku datang, aku memperhatikan keadaan sekeliling café. Tiba-tiba, mataku terpusat pada seseorang yang duduk dimeja paling sudut, tepat disebelah jendela. Dia sangat serius memperhatikan hujan, sambil sesekali tersenyum dan memejamkan matanya. Apa dia suka hujan? Memangnya ada orang yang suka hujan? Hujan itu menyusahkan.

“eheeemm, mi-ya.” Aku kaget mendengar suara yooki yang berada tepat ditelingaku. Kulihat dia tertawa sebentar, namun kemudian wajahnya kembali serius.

“kau kenapa yooki-ya?”

“kyuhyun oppa barusan menghubungiku. Dia memintaku untuk menemaninya kerumah sakit, karena dia sedang sakit. Apa aku boleh pergi duluan?” yaah, padahal aku masih ingin berdua dengan sahabatku itu. Tapi apa boleh buat, jika sudah berhubungan dengan kyuhyun oppa, yooki tidak mungkin menolak.

“ya sudahlah, apa boleh buat. Aku tidak apa-apa kok, kau pergilah duluan.”

“okee, terimakasiih eunmi-ya.”

“okee, hati-hati ya. Kau pergi dengan apa, yooki-ya?”

“aku dijemput kyuhyun oppa. Bye bye, kau juga hati-hati.”

“arasseo.”

Sekarang yooki sudah pergi, dan aku tinggal di sini sendirian. Diluar masih saja hujan, dan aku juga malas untuk langsung pulang. Lebih baik aku duduk-duduk saja disini.  Namun, aku teringat kembali dengan pria misterius pecinta hujan tadi. Ku alihkan pandangan ku ke tempat dia duduk, dan ternyata dia masih ada disana. Tanpa sadar, aku tetap memperhatikannya. Aku terpesona oleh senyumannya, serasa membuat hatiku hangat di saat suasana yang dingin karena hujan. Aah dia tampan sekalii..

Donghae POV.

Dari tadi aku tetap tidak bisa menghilangkan senyumku. Aku sangat menyukai segala yang berhubungan dengan hujan. Bunyinya, hawanya, bau tanah yang terkena air hujan, itu semua membuatku merasakan tenang, nyaman, dan sejuk.

Sekarang aku duduk di meja favorit ku, tepat disebelah jendela kaca besar yang langsung menghadap ke pemandangan diluar café. Café? Yaa, aku sekarang berada di DNE café, dan café itu adalah salah satu usahaku.

Sudah berapa lama aku memperhatikan hujan? Satu jam? Dua jam? Aahh, mungkin lebih. Aku mengalihkan pandanganku untuk melihat suasana dalam café ku ini. Café ini selalu terlihat ramai, dengan anak remaja yang bersama teman-temannya, pasangan-pasangan muda, dan seorang gadis yang sedang memperhatikanku. Tunggu.. memperhatikanku? Kulihat gadis itu kembali.

 

Mungkin dia sadar jika aku tahu bahwa dia memperhatikanku, seketika dia langsung menyembunyikan wajahnya. Dia terlihat salah tingkah, aah lebih baik aku kenalan dengannya, siapa tahu bisa jadi langganan café ku dan juga jadi.. eheem.. teman dekat ku mungkin.

Eunmi POV.

Degg.. dia melihat padaku..!

omoo, aku ketahuan. Bagaimana iniii….’ Pikirku.

Aku yang kaget karena ketahuan memperhatikan orang, sekarang hanya bisa menyembunyikan wajah ku yang sudah merah seperti kepiting rebus. Aku malu sekali. Bagaimana mungkin aku memperhatikannya, seperti tidak ada kerjaan saja. Mudah-mudahan orang itu tidak peduli dan langsung pergi.

Sreek.. itu bunyi kursi digeser. Mudah-mudahan dia sudah pergi. Aku pun langsung mengangkat kepalaku, tapii.. YA TUHAAAN.. dii… diiaaa ada dihadapanku. Kuulangi, dia ada di HADAPANKU.

“a..annyeong ha..hase..yo, tuan. Sa..saya tidak ber.. maksud un..tuk menguntit an..da. Ma..maafkan saya. Saya a..kan segeraa per..gi” Aku takut dia marah padaku. Lebih baik aku segera pergi.

Aku sudah berdiri dari bangku ku, dan sudah baru satu langkah. Tapi.. pria ini menahan tangan ku. Dengan perlahan aku membalikkan badanku menghadap pria ini.

“tunggu sebentar, nona. Jangan takut, aku tak marah kok. Silahkan duduk kembali, lagipula pesananmu belum tersentuh sedikit pun. Aku tak mau masakan kokiku jadi terbuang.” Ucapnya sambil tersenyum. Tunggu, masakan kokiku? Jangan-jangan dia pemilik café ini.

“ba..baiklah.”

“bolehkah kita berkenalan?” dia ingin berkenalan denganku? Ini suatu keberuntungan, dimana orang yang baru saja kukagumi ingin berkenalan denganku.

“boleh saja, tuan. Tapi apakah anda tidak marah karna saya perhatikan tadi?” untunglah aku tidak berbicara dengan terbata-bata.

“hmm, kau tidak perlu bicara formal padaku. Anggap saja aku ini sebagai temanmu. Dan aku tidak marah kok, malahan aku senang karena ada gadis cantik yang sedang memperhatikanku.” Blussh.. pipiku memanas mendengar ucapannya.

“haha, anda.. maksudku kamu bisa saja. Baiklah, perkenalkan namaku Song Eunmi, dan kamu bisa memanggilku eunmi. Namamu siapa?”

“Perkenalkan, namaku Lee Donghae dan kau bisa memanggilku donghae oppa karena sepertinya kau lebih muda dariku. Umurku 29 tahun. Umurmu berapa?” sepertinya pria ini tipe orang yang mudah akrab dengan orang lain.

“umurku? 21 tahun.”

“benar, kau lebih muda dariku. Jadi kau harus memanggilku oppa. Arasseo?”

“ne, arasseo, oppa.”

Aku benar-benar tidak menyangka bahwa aku bisa cepat dekat dengan pria ini. Padahal aku secara tidak sengaja melihatnya memperhatikan hujan. Sekarang, aku sangat berterima kasih kepada hujan, karna hujan lah yang membawaku sampai kesini. Dan mempertemukanku dengan donghae oppa, orang yang tiba-tiba aku saja dekat denganku.

Sejak hari perkenalan itu, aku jadi sering mengunjunginya di café itu. Untuk sekedar mengobrol, bahkan aku ikut membantunya di cafenya itu. Aku pun juga sudah mengetahui banyak hal tentang nya. Ternyata dia sangat menyukai segala yang berhubungan dengan hujan. Berkat dia, sekarang aku juga perlahan-lahan mulai menyukai hujan. Dan juga, perlahan-lahan perasaan kagum ku pada donghae oppa mulai berubah, menjadi suatu perasaan yang sangat menyenangkan, yaitu cinta.

Seoul , 15 April 2015

Hari ini sudah tepat 1 tahun aku dekat dengan donghae oppa. Dan sekarang aku sudah janjian dengannya untuk pergi jalan-jalan dalam rangka merayakat 1 tahun pertemanan kami.

Donghae POV.

Hari ini tepat 1 tahun aku kenal dengan eunmi, gadis cantik yang sejak pertama bertemu sudah mencuri perhatianku. Aku sudah janjian dengannya untuk jalan-jalan hari ini, dan hari ini pula aku berencana akan menjadikan dia sebagai yeojachinguku.

Sekarang sudah jam 09.45 KST. Aku pun langsung mengemudikan mobilku menuju rumahnya. Setelah 20 menit diperjalanan, akhirnya aku sampai didepan rumahnya. Aku pun turun dari mobil dan menekan bel rumahnya.

Teeet..teeet..

Ckleek.. pintu rumahnya dibuka, namun yang muncul adalah kakak laki-lakinya. Dan tentu aku sudah kenal dengan Song Daehan, kakak eunmi yang lebih muda 2 tahun dariku.

“ooh, annyeong, donghae hyung. Pasti mencari adikku yang cantik. Dia sedang berdandan. Jadi kau tunggulah dulu di dalam.”

“baiklah, terimakasih daehannie.”

“sama-sama,hyung.”

Aku pun melangkahkan kakiku masuk kedalam rumah ini, dan menunggu eunmi di ruang keluarga. Sambil menunggu gadis itu, aku main game dengan kakaknya itu.

Tuk..tuk..tuk..

Telingaku menangkap bunyi sepatu. Langsung saja aku mengangkat kepala ku menghadap si pemilik sepatu. Ya tuhaan, kau cantik sekali, eunmi-ya.

“ohh, kau sudah datang oppa. Kenapa tidak mengatakannya pada ku? Kau pasti sudah lama menunggu.” Suaranya.. bagaikan alunan musik nan merdu. Dan aku sangat menyukai itu.

“oppaaaa.. kau kenapa melamun?”

“eehh,, tidak ada. Aku tak melamun, aku hanya terpesona oleh kecantikanmu eunmi-ya.”

Kulihat pipinya memerah meskipun disamarkan oleh polesan make up tipis.

“eheemm, kalian berdua. Aku ada disinii, jadi toloong, jangan bermesraan dihadapaankuu. T_T” haha, aku lupa kalau daehan itu jomblo, wkwk.

“mian, daehannie. Kalau begitu kami segera pergi. Kajja, eunmi-ya, kita pergi saja. Kasihan oppamu itu, jomblo.” Ucapku berbisik pada eunmi. Dan eunmi terkekeh mendengar ucapanku.

“heeii, aku bisaa dengaar.” Ucap daehan.

“maafkan kami, tuan jomblo.” Ucapku dan eunmi berbarengan, dan kami langsung berlari keluar rumah.

“yaaaaaaak…!!” terdengar teriakan daehan dari dalam rumah, namun aku tidak peduli. Sekarang lebih baik aku fokus pada tujuanku, yaitu menjadikan eunmi sebagai yeojachinguku.

“kita akan kemana oppa?”

“kita ke taman bermain saja.”

“baiklah, kajja.”

Author POV

15 menit kemudian mereka sampai di lotte world, taman bermain yang terkenal di seoul. Setibanya disana mereka langsung menaiki semua wahana itu satu-persatu. Sekarang mereka sedang menaiki bianglala.

“waaah, oppa. Ini sangat menyenangkan. Aku sangat suka bianglala ini sejak kecil.”

“benarkah?” donghae tersenyum memperhatikan wajah bahagia eunmi. Ia harap eunmi akan lebih bahagia saat ia menyatakan perasaannya nanti.

“terimakasih telah mengajakku jalan-jalan oppa. Aku bahagia karena hari ini sudah tepat satu tahun kita berteman. Jeongmal gomawo oppa.” Sebenarnya eunmi juga memiliki perasaan yang sama dengan donghae, namun ia terlalu malu untuk mengungkapkannya terlebih dahulu.

“sama-sama eunmi-ya. Aku juga bahagia.” ‘karena hari ini kau akan menjadi yeojachinguku’  pikir donghae.

Setelah selesai bermain bianglala, mereka memutuskan untuk istirahat sebentar di sebuah bangku taman yang ada di situ. Dan hari pun terlihat mendung, mungkin akan hujan.

“ehhmm, mi-ya. Ada sesuatu yang inginku katakan padamu. Tentang sesuatu yang sudah kupendam selama setahun ini.” Eunmi menoleh pada donghae.

“apa itu, oppa?” eunmi berusaha untuk tetap terlihat tenang, padahal dia sudah gugup setengah mati.

“hhuuuhh, aku… akuu mencintai mu eunmi-ya.” Hal yang sama pun terjadi pada donghae, dia sangat gugup karena ini merupakan pertama kalinya dia mencintai seseorang.

“apa aku salah dengar, oppa? Aku harap tidak.”

“maksudmu mi-ya? Tentu kau tidak salah dengar. Jadi bagaimana perasaanmu padaku?”

“naa.. nado saranghae oppa.”

“jadi, kau mau menjadi yeojachinguku?”

“tentu saja oppa. Aku mau menjadi yeojachingumu.”

“benarkah? Gomawo eunmi-ya.”

Hujan pun perlahan-lahan mulai turun. Mengguyur sepasang kekasih baru ini, namun mereka seakan tidak peduli dengan itu. Mereka hanya menikmati suasana romantis diantara mereka berdua.

Donghae pun perlahan-lahan mendekatkan wajahnya kepada eunmi, menepis jarak diantara mereka. Donghae mencium bibir eunmi dengan lembut dan penuh perasaan, tidak ada hawa nafsu diantara mereka. Setelah itu, donghae melepaskan ciumannya dan merengkuh tubuh mungil eunmi.

‘Terima kasih Eunmi, kau sudah membalas perasaanku. Dan… terimakasih hujan, berkat mu aku dan eunmi dipertemukan’ –donghae

‘terima kasih donghae oppa. Aku sangat mencintaimu, dan aku harap kita tidak akan terpisahkan. Dan juga… terima kasih banyak, hujan. Maafkan aku yang dulu sempat menganggapmu menyusahkanku. Sekarang aku sangat berterimakasih karena kau, aku dan donghae oppa dipertemukan.’ –eunmi

.

.

.

~~~~ FIN ~~~~

Finally ff ini selesai. Mian kalo kepanjangan. Ini aku buat untuk merayakan ulangtahun donghae oppa. Dan juga sebagai hadiah perpisahan dengan donghae oppa, karena dia akan pergi wamil. Ohhh, aku sedih banget, udah kemaren ditinggal hyuk oppa, eeh sekarang juga ditinggal hae oppa. Semangat oppa, semoga berhasil.

Dan terimakasih buat readers yang udah baca. Semoga ff ini menyenangkan dan gak membosankan. Kalo ada saran, komentar, ataupun kritikan. Silahkan di tulis di komentar.

Sekiaan, dan terimakasihh.. ^,^ =D

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: