[Eunhyuk’s Day] Farewell

IMG_0360x3

Author: Ilana Hawa

Tittle : Farewell

Cast   : Jung Hanna

Lee Hyukjae

Genre : Sad. Romance

Rating : General

Lenght : Oneshoot

 

Annyeong.. Ini ff pertama yg ku kirim ke blog ini. Mian.. Kalo masih banyak kekurangan. Makasih juga buat reader yang nyempatin baca dan beri komen. Selamat membaca dan mian kalo ada typo. Gomawo~

Hanna membuka matanya saat nada alarm di hadphone putihnya berbunyi. Pukul 6 pagi. Hanna membalikn tubuhnya menjadi terlentang. Menatap langit-langit kamar. Gadis dengan rambut sebahu itu mengamati seluruh isi kamar itu. Kamar yang terlihat rapi untuk ukuran seorang pria. Begitu banyak Buku dan majalah di rak yang tak terlalu besar dan satu buah keyboad yang terletak di dekat pintu. Hanna menghela nafasnya. Dia baru ingat kalau dirinya menginap di dorm mereka. Super Junior. Walaupun hanya tinggal Kyuhyun yang tinggal disini. Mereka mengadakan pesta hampir tengah malam.

Pesta perpisahan. Perpisahan untuk si pemilik kamar ini. Sebuah bingkai foto di meja membuatnya ingin menangis. Foto mereka berdua. Foto ketika mereka di dalam mobil, saat kencan diam-diam ke Sungai Han. Hanna mengambil foto itu dan mengamatinya dengan mata berkabut. Senyuman yang selalu disukainya. Gummy Smile.

Ya. Benar sekali. Eunhyuk Super Junior. Salah satu pria paling penting dihidupnya setelah sang ayah. Kedua ibu mereka berteman ketika SMA. Saat orang tua Eunhyuk mengadakan acara di rumah baru mereka, itu menjadi pertemuan mereka yang pertama. Dan selanjutnya semua terjadi seperti di drama-drama yang selalu Hanna tonton.

Dia jadi terigat pria itu. Hanna turun dari tempat tidur dan beranjak mencari pria itu. Hanna mengerutkan kening saat melihat Eunhyuk sedang sibuk di dapur. Mengenakan kaos tangan panjang yang digulung sampai ke siku. Dan celana panjang yang biasa dikenaknnya. Pria itu sudah rapi sejak tadi.

“Mwohae?” Hanna duduk di meja makan. Mengamatinya yang tengah asyik dengan penggorengan. Ada yang berbeda dengan Eunhyuk. Rambutnya sudah di pangkas pendek. Potongan rambut khas tentara militer. Hanna sebenarnya benci rambut baru Eunhyuk itu. Bukan karena kekasihnya terlihat jelek. Justru buatnya Eunhyuk terlihat berbeda dan Hanna suka itu. Rambut itu seperti sebuah tanda, kalau waktu perpisahan itu semakin cepat datangnya. Ya. Tepat hari ini, jam 11 siang nanti pria itu akan berangkat Wajib Militer. Meninggalkan dunia keartisannya. Semua jadwal padatnya. Penggemar yang menyayanginya. Dan menginggalkan Hanna.

“Eo? Kau sudah bangun? Tidurmu nyenyak?” Seru Eunhyuk yang serius dengan kegiatannya.

Hanna hanya mengangguk. Tidur? Dia bahkan tidak bisa memejamkan matanya sedikitpun. Sepanjang malam Hanna hanya memndengarkan lagu-lagu Eunhyuk juga semua videonya yang pernah Hanna Download. Lagu dan video-video itu, akan menggantikan sosoknya selama 2 tahun. Mata Hanna terusik dengan sebuah kotak berwarna biru cukup besar dengan pita putih di atasnya.

“Ige Mwoya?” Hanna mengamati benda seperti Kado itu.

“Seonmul” Jawab Eunhyuk sambil berjalan kearah Hanna. Tangannya kanannya membawa sepiring nasi goreng Kimchi. Sementara tangan kirinya membawa mug besar putih.

“Seonmul? Ada yang mendapatkan kado dari Elf?”

“Ani. Itu Untukmu.”Sahutnya. Meletakkan semua bawaanya di atas meja tepat di depan Hanna.

“Untukku?” Hanna menunjuk dirinya sendiri. Gadis itu mengeti arti hadiah di depannya. Sebuah Kenang-kenangankah? Hanna mengambil kado itu dan hendak membukanya. Dia penasaran apa isi kado itu. Kekasihnya itu kadang sedikit pelit. Belum sempat membuka, kado itu sudah berpindah tangan.

“Kau tidak boleh membukanya dulu. Sekarang makanlah. Aku sudah membuatkan sarapan kesukaanmu. Nasi goreng Kimchi.” Eunhyuk mengambil kado itu. Menggeser piring sarapan dan mug itu, semakin dekat dengan Hanna.

Hanna mengamati hasil masakan kekasihnya. Tidak terlihat seperti bentuk nasi goreng Kimchi yang selalu di buatkan ibunya dirumah. Ataupun buatan Wookie oppa. Dan sejujurnya Hanna meragukan rasa masakan ini. Eunhyuk memang tidak terlalu buruk dalam memasak sesuatu. Sesekali dia berhasil membuat masakan enak. Tidak seperti Kyuhyun yang benar-benar buta soal memasak.

“Kau yakin ini enak?”

Eunhyuk yang sejak tadi berkutat dengan handphonenya. Menoleh ke arahku. Matanya menyipit. Dan mulutnya terlihat berdesis.

“Aku sudah belajar keras pada Wookie untuk membuat ini. Mungkin memang tidak seenak buatannya, tapi kau harus memakannya karena aku yang membuatnya dan menghargai kerja kerasku!”

Hanna menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Tidak terlalu buruk bukan berarti sudah ahli kan? Terbukti dari video SujuM yang lomba memasak di acara Golden stage. Mereka berdua yang paling heboh tapi hasil masakannya membuat juri meringis karena terlalu pedas. Hanna kembali menatap Eunhyuk yang juga ikut menatapnya. Pria yang duduk di depannya ini, tinggal beberapa jam lagi akan pergi melaksanakan kewajibannya sebagai warga Korea selama 2 tahun.

Mungkin masakan ini tidak seenak buatan Wookie oppa. Tapi masakan tidak enak ini, akan menjadi salah satu hal yang di rindukannya untuk waktu yang lumayan lama. Hanna mengambil nasi goreng itu sesendok penuh. Memasukkannya langsung ke dalam mulut. Ini masakan terasin yang pernah di cicipinya. Tapi dia tahu Eunhyuk bekerja keras untuk ini. Untuk menyenangkannya.

“Mashita. Kau sudah bisa menyaingi lezatnya masakan Wookie oppa. Good boy.” Hanna mengelus rambut Eunhyuk.

“Jinjjaya?” Eunhyuk bertanya dengan pandangan penuh takjub dan tidak percaya jika masakannya benar-benar enak. Dia benar-bejar senang. Hanna mengangguk sambil tersenyum. Eunhyuk mengepalkan kedua tangannya sambil tertawa.

“Baguslah. Akhirnya..aku bisa membuat makanan kesukaanmu. Kau tidak perlu meminta wookie untuk membuatkannya. Kau hanya perlu memintanya padaku.” Eunhyuk bahkan kini mengacak pelan rambut Hanna.

Hanna bisa melihat pancaran bahagia di mata Eunhyuk. Kenapa? Kenapa kau berhasil membuat makanan kesukaanku, di detik terakhir kita akan berpisah. Kita akan bertemu 2tahun lagi ketika musim panas. Hanna kembali melahap nasi goreng Kimchi itu, melahapnya banyak-banyak. Mencoba menyembunyikan pandangannya yang terlihat mengabur olah airmata. Belum pergi pun Hanna sudah merindukan Eunhyuk. Ya tuhan. Hanna memejamkan matanya kencang.

“Aku akan…” Ucapan Eunhyuk terhenti tepat ketika tanpa sadar Hanna terisak. Pria itu menatap nanar Hanna yang menangis di tempatnya. Pertahanan yang Hanna bangun sejak semalam runtuh sudah. Hanna mencoba menahan tangisnya. Demi apapun Hanna tidak ingin pria itu pergi. Semakin aneh rasa nasi goreng ini, Hanna justru semakin terisak kencang. Hanna benar-benar akan sangat merindukan masakan aneh ini dari Eunhyuk. Hanya dari Eunhyuk. Tubuh Hanna bergetar. Sendok yang dipegangnya pun terlepas keatas piring. Hanna menggigit bibirnya menahan isakan.

“Hanna~ya..” Eunhyuk bangkit dari tempat duduknya. Berjalan kearah Hanna. Memeluk gadis yang sangat di cintainya itu. Menenggelamkan wajah Hanna di dadanya. Badannya sedikit membungkuk karena posisi Hanna masih duduk di bangku meja makan.

“Uljima.” Eunhyuk mengelus punggung Hanna.”Uljima..”

Eunhyuk menghela nafas. Kini bahkan mata pria itu sudah memerah. Hanna merasakan pelukan Eunhyuk semakin erat dan satu kecupan mendarat di puncak kepalanya.

“Kajima..Kajima Eunhyuk~ah.” lirih Hanna. Suaranya tenggelam dalam pelukan Eunhyuk. Hanna mencengkeram ujung baju Eunhyuk. pria itu melepaskan perlahan pelukannya. Menekuk lututnya ke lantai. Dan mensejajarkan tubuhnya ke arah Hanna. Eunhyuk tersenyum, menyapukan airmata Hanna.

“It’s not END but AND. Ini bukan perpisahan. Ini hanya jeda sesaat di hubungan kita. Aku pergi sebentar.”Eunhyuk kembali menyapukan airmata Hanna yang masih saja keluar.”Nanti setiap libur aku akan menemuimu. Kalau tidak, kau saja yang…” Eunhyuk menghentikan ucapannya. Raut wajahnya berubah. Dia menghela nafas dan menyentuhkan sebelah tangannya ke pipi Hanna.

“Mianhe..Kau tidak bisa mengunjungiku. Seperti yang pernah ku bilang, kalau kau tidak bisa ‘menghampiriku’, aku yang akan ‘menghampirimu’.”

“Aku tahu. Aku juga tidak mau menyulitkamu. Aku tidak mau ada wartawan atau penggemarmu, melihat kau dikunjungi gadis cantik di camp militaer.” canda hanna. Dia menghapus airmatanya sendiri. Ikut memegang kedua pipi Eunhyuk. Menekannya. Membuat bentuk wajah Eunhyuk terlihat aneh. Hanna tertawa. Eunhyuk hanya pasrah wajahnya dipermainkan oleh Hanna. Dia senang gadis itu bisa tertawa seperti biasanya. Eunhyuk sangat mengkhawatirkan Hanna tadi.

“Gadis cantik?” Eunhyuk bertanya dengan suara yang terdengar aneh. Karena kini Hanna menekan pipinya, membuat mulutnya menjadi terlihat aneh.

“keureom. Jinja-jinjja yepeuda. Geutchi?”

Eunhyuk melepaskan tangan Hanna dari kedua pipinya. Dan menggenggam tangan gadis itu dengan erat. Eunhyuk sendiri begitu takut jauh dari gadis cantik ini. Amat sangat takut.

“Ne. Jinjja-jinjja yepeuda.”Gumam Eunhyuk. Eunhyuk masih terus menatap Hanna. Untuk waktu yang lama. Eunhyuk tidak bisa menatap kedua matanya. Tidak bisa menyentuh pipinya. Mengelus rambutnya. Memeluknya ketika dia menangis seperti tadi. Selama mereka berkencan, Eunhyuk merasa tidak bisa membahagiakannya. Tidak bisa mengajaknya jalan-jalan dengan bebas di tempat umum. Menggenggam tangannya setiap berkencan. Tidak bisa memberitahu ke semua orang, kalau gadis bernama Jung Hanna ini adalah kekasihnya.

“Aku akan mengantarmu nanti. Bersama leeteuk oppa dan kangin oppa.” Ungkap Hanna. Mengembalikan Eunhyuk dari lamunannya.

“Mengantarku?”

Hanna mengangguk.”Ne. Tak apa kan?”

Eunhyuk terdiam sejenak. Satu kesedihan lagi yang akan Eunhyuk berikan pada Hanna. Mungkin gadis itu hanya akan mengantarkannya di dalam mobil saja. Terlalu beresiko tiba-tiba muncul di depan wartawan dan juga penggemarnya. Jauh di lubuk hati Eunhyuk, dia juga ingin bisa memperkenalkan Hanna di depan seluruh penggemarnya.

Hanna tersenyum. Dia tahu Eunhyuk Pasti mengkhawatirkannya. Dia tidak ingin Hanna tercium oleh wartawan atau fansnya. Hanna kembali memegang pipi Eunhyuk. Mengelusnya lembut.

“Jangan Khawatir. Aku akan mengantarkanmu dari dalam mobil saja. Heum?”

Eunhyuk menundukan kepala. Jari jemarinya memainkan jari lentik Hanna. Dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Mengizinkannya? Walau pun di dalam mobil dengan kaca super gelap, tetap saja beresiko.

“Mianhae..jeongmal mianhae Hanna. Aku selalu menyulitkanmu. Kau kekasihku tapi kau berdiri di tempat yang tak terlihat siapapun. Aku mohon bersabarlah. Aku akan mencoba yang terbaik untukmu juga untuk hubungan kita. Kau akan menungguku kan?” lirih Eunhyuk. Mengangkat kepalanya dan menatap Hanna penuh harap.

“Sejak aku bilang aku juga menyukaimu. Aku sudah menyiapkan hati dan perasaanku. Akan banyak hal-hal yang mungkin akan menyakitkanku karena berpacaran dengan seorang idol terkenal. Aku akan menunggumu. Aku akan menunggu hingga rambut ini kembali seperti dulu.” Hanna mengelus rambut Eunhyuk sambil tertawa. Bahkan kini Hanna mulai mengelusnya dengan kasar. Dan tawanya hilang saat Eunhyuk tak bereaksi apapun. Pria itu hanya diam memandang Hanna. Tanpa sadar setitik air mata jatuh dari mata Eunhyuk.

“Jangan menangis. Aku senang, aku adalah si pemilik hati, perasaan dan pikiran Eunhyuk Super Junior. Walaupun tempatku adalah di belakanganmu. Bukan di sampingmu.”Eunhyuk menggigit bibirnya menahan tangis.”Kau harus menjaga diri disana. Tetaplah sehat. Makan dengan baik. Tidur dengan baik. Aku akan sangat sangat merindukanmu. Aku akan ada saat kau kembali. Saranghae.. Eunhyuk~ah.” Hanna memberikan ciuman di bibir Eunhyuk. Hanya ciuman singkat. Hanya bibir mereka saja yang menyatu. Eunhyuk mengerjapkan matanya berkali-kali. Kejadian barusan mampu membuat Eunhyuk tampak seperti orang bodoh. Mematung tak bergerak sedikitpun. Ini pertama kali mereka melakukannya. Bahkan Hanna yang melakukannya lebih dulu.

“Aku mau ke kamar mandi dulu.”Hanna bangkit dari duduknya. Memegang dadanya yang berdegup tak karuan. Mukanya merah seketika. Dia malu sekali. Kenapa ada adegan ciuman itu segala. Baru beranjak 5 langkah tubuh Hanna ditarik kebelakang. ciuman itu terjadi lagi. Bahkan sebelum Hanna menarik nafas. Eunhyuk menciumnya. Menarik tubuhnya semakin rapat. Ciuman ini berbeda dengan ciumannya tadi. Hanna menggenggam erat baju Eunhyuk. Genggaman itu berubah mencengkram saat bibir Eunhyuk bergerak lembut di atas bibinya.

“Tetaplah di tempatmu sampai aku kembali. Aku sudah menandaimu tadi. Jangan melirik pria lain, atau semua hyungdeul dan dongsaengdeulku akan menghukummu. Terutama Kyuhyun. Aku akan memintanya mengawasimu. Arraseo?” Seru Eunhyuk ketika mengakhiri ciumannya. wajah mereka masih terlampau dekat. Eunhyuk bahkan tak bisa mengalihkan matanya dari bibir tipis yang baru saja di ciumnya. Kini Hanna yang seperti orang bodoh. Diam mematung. Mengerjapkan matanya berkali-kali sambil memegang bibirnya.

“Kisseu. Kisseu. Kisseu.”Gumamnya.

Eunhyuk tertawa. Dasar bodoh. Bukankah kau yang lebih dulu menciumku tadi. Kelakuan Hanna membuatnya terlihat polos sekali. Eunhyuk menggenggam tangan gadis itu. Membawanya bertemu Leeteuk hyung dan Kangin hyung yang sudah menunggunya. Waktu dia berangkat sudah dekat. Hanna masih dalam diamnya.

Menatap pemandangan apapun di luar jendela mobil. Sebelah tangannya di genggam Eunhyuk. Ketakutan itu terasa lagi. Sebentar lagi. Sebentar lagi perpisahan itu akan terjadi. Hanna menghela nafasnya. Dia menengok ke arah Eunhyuk yang berada di sampingnya. Pria itu juga terdiam. Matanya menerawang ke luar jendela, hanya genggaman tangannya saja yang kian semakin erat. Mobil itu berhenti. Banyaknya fans dan wartawan yang datang, Membuat Hanna sedikit takut. Bagaimana jika mereka tahu, kalau di dalam mobil yang sedang mereka tunggu sejak tadi, ada seorang gadis yang akan membuat heboh seluruh Elf di dunia.

“Aku dan Kangin akan turun lebih awal. Kalian bicaralah dulu.” Seru Leeteuk. Mengelus rambut Hanna.

“Gunakan waktu kalian.” Lanjut Kangin. Menepuk lengan Eunhyuk.

“Ne. Gomawo Hyung.”

Mereka beranjak keluar mobil. Mereka menyapa fans dan wartawan dari jarak dekat. Mencoba mengalihkan perhatian mereka dari dalam mobil. Eunhyuk menoleh kearah Hanna yang masih melihat keluar. Tatapannya menyendu. Senang rasanya jika mereka bisa turun bersama dari dalam mobil.

“Hanna..”Panggil Eunhyuk lembut.

Hanna menoleh. Tersenyum tipis pada Eunhyuk. “Pergilah. Aku ikut mengantarkanmu dari sini.”

Kaca mobil yang super gelap membuat Eunhyuk bisa memeluk Hanna. pelukan terakhir sebelum kembali 2tahun nanti. Eunhyuk menenggelamkan wajahnya di leher gadis itu. Menghirup aromanya yang pasti akan sangat dia rindukan. Hanna memejamkan matanya saat lengan itu memeluknya dengan kencang. Mengingat dengan jelas pelukan itu. Pelukan ternyaman yang pernah dia rasakan.

“Jaga dirimu..” Seru Eunhyuk lalu beranjak keluar dari dalam mobil. Suara jepretan kamera membahana ditempat itu. Eunhyuk tersenyum. Sedikit menundukan kepalanya saat bertemu fans dan para wartawan yang sudah menunggunya. Eunhyuk kembali menoleh kearah mobil. Itu membuat Hanna tersenyum. Dia tahu, pria itu mengkhawatirkannya. Hanna menyaksikan semua acara perpisahan kekasihnya dalam diam. Sesekali Hanna menghapus airmatanya. Tangis Hanna pecah tak tertahan, saat Eunhyuk merendahkan tubuhnya bahkan terlihat bersujud dihadapan semua penggemarnya. Hanna mengambil tasnya dan membuka hadiah yang Eunhyuk berikan di dorm tadi. Alisnya berkerut. Sebuah Handycam. Hanna mengalihkan matanya ke arah luar. Eunhyuk tengah melihat kearahnya lagi. Di dalam gelapnya mobil, Hanna melambaikan tangannya kearah Eunhyuk. Sampai bertemu lagi.

..Hanna~ya Annyeong…”Suara Eunhyuk terdengar saat Hanna membuka video dihandycam itu. Suara itu membuat Hanna kembali menghapus air matanya

.…ekhem..ekhem..Hanna~ya, Aku tidak tahu apa yang ingin aku katakan. Aku seorang penyanyi. Aku juga bisa menulis lagu tapi saat disituasi seperti ini, aku tidak tahu harus mengatakan apa.” Eunhyuk terdiam lagi.”Jaga dirimu. Makanlah dengan baik. Hiduplah dengan baik. Jangan beranjak dari tempatmu sampai aku kembali. Kau harus menungguku! Walaupun kau pergi aku akan tetap mengejarmu. Bogoshipo..”Eunhyuk terlihat memeluknya dirinya sendiri.

Saranghae..” Eunhyuk membentuk tanda hati dengan tangannya. Dan layar handycam itu gelap. Hanna menutup mulutnya, saat isakan tangisnya semakin kencang. Dia memeluk handycam itu dan menatap keluar. Pria bodoh itu tengah berpelukan dengan ke2 hyungnya. Semua pun bisa melihat kalau Eunhyuk menahan tangisnya. Lagi. Eunhyuk menatap ke arahnya. Dia tersenyum lalu pergi dikuti satu pria dewasa berbaju militer. Mulai hari ini jarak itu terbentang.

“Pergi dan kembalilah dengan sehat. Nado Bogoshipo. Nado Saranghae..”

Hanna kembali membuka video itu walau tangannya bergetar hebat. Tak pernah ada yang tahu bahwa di balik semua tangisan fans yang merelakan kepergian Eunhyuk untuk Wajib Militer, ada satu tangisan dari seorang gadis, yang selama 3 tahun bersedia berdiri di tempat tak terlihat dan gelap. Seorang Gadis yang berharap suata saat nanti, bisa berdiri disamping Eunhyuk. Gadis itulah pemilik hati dan seluruh pusat perhatian Eunhyuk Super Junior.

                   End

 

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: