[Donghae’s Day] SHE’S GONE

SHE’S GONE

 Donghae-Rumors-2

 

Author     : Nanda Kim

Cast         : Lee Donghae, Kim Hye Eun (OC), Min Yu Kyung (OC)

Genre      : Hurt, Sad, Romance

Lenght     : Oneshoot

Aku tidak pernah berpikir bahwa aku bisa jatuh cinta sedalam ini. Dan sialnya aku jatuh cinta itu denganmu. Denganmu yang merubah seluruh arus hidupku. Denganmu yang membuatku begitu bergantung padamu. Kecanduanku padamu semakin lama membuatku seperti telah mengkonsumsi narkoba. Begitu berat aku melepasmu. Begitu sakit saat aku tak bisa melihatmu dalam jangkauan jarak pandangku. Aku benar – benar sudah gila karenamu. Tapi kau begitu kejamnya meninggalkanku dengan keadaanku yang sudah berantakan. Dan aku menyadarinya, itu semua karena aku yang telah membuatmu seperti itu, meninggalkanku dan meninggalkan hatiku yang sangat mencintaimu.

Aku salah. Aku bodoh. Aku brengsek. Aku yang tak tahu malu. Aku pria yang tak bisa merasakan tulusnya perasaanmu. Aku yang sudah sangat mengecewakanmu. Aku menginginkan kau kembali untukku. Tak bisakah itu kau kabulkan ? Aku ingin kau disini, menemaniku, membelaiku saat aku lelah, tersenyum manis hanya untukku seorang. Apakah aku harus melupakanmu ? Aku tak sanggup . Please, comeback to me…

Hari ini aku yang sedang melepas penat dari rutinitasku sebagai CEO. Kutinggalkan sejenak pekerjaan yang membuat kepalaku begitu pusing dengan berbagai macam kertas yang harus aku tandatangani dan dari segala macam meeting yang menguras pikiran dan emosi. Aku Lee Dong Hae, CEO muda dari Lee Building Company. Di sini, di taman sekitar Sungai Han aku mendinginkan otakku dari panasnya urusan bisnis. Saat aku sedang menikmati cerahnya cuaca dan kegiatan yang orang – orang lakukan, tiba – tiba aku melihat siluet seseorang yang mirip dengan gadisku.

Lebih kuperhatikan dia, ternyata benar dia adalah gadisku. Gadisku yang sudah selama 6 bulan ini aku cari hingga membuatku putus asa karena tidak bisa menemukannya, akhirnya aku bisa menemukannya disini, bahkan Tuhan yang mempertemukan kami. Tapi, apakah aku masih pantas menyebutnya sebagai ‘gadisku’ ? Apakah aku tidak terlalu egois ? Aku telah sangat mengecewakannya. Aku yang sangat bodohnya menyia – nyiakan cintanya yang begitu tulus untukku. Aku menyesal. Sangat.

Kudekati dia. Kudekati dimana dia duduk manis dengan mata tertutup. Tidak ada yang berubah darinya, dia tetap cantik, bahkan cantiknya semakin bertambah. Pantas saja banyak pria yang menginginkannya untuk dimiliki. Ku dudukkan tubuhku disampingnya.

“Hye Eun-ah ? Kim Hye Eun ?”

Kuberanikan diri untuk memanggil namanya. Tepat, dia menoleh menatapku. Mata almondnya yang indah itu terkejut melihat kehadiranku yang kini sudah berada didekatnya.

“Eoh ? Op..op..oppa ? Donghae Oppa ? Kau, kau sedang apa disini ?”

“Ternyata ini benar kau. Hye Eun ku. Ya Tuhan, aku sangat merindukanmu chagi .”

Kupeluk dia. Kupeluk dia erat. Aku sangat merindukannya. Merindukan wajahnya, senyumnya, aroma tubuhnya, semua yang ada pada gadisku ini aku sangat merindukannya.

“Bogoshipheo Hyenie. Bogoshipheo chagi .”

Aku tetap memeluknya. Kuhirup aroma tubuhnya yang sudah menjadi candu tersendiri untukku. Tapi kenapa dia hanya diam saja tak membalas pelukanku ? Apa Hye Eun tidak merindukanku ? Kulepas pelukanku, kutatap matanya yang kurindukan. Aku merindukan matanya yang indah itu saat menatapku dengan lembut. Namun, saat ini kenapa mata itu berbeda ? Mata itu seolah memancarkan sebuah kebencian padaku. Tatapan gelap yang kudapat darinya.

“Ada apa denganmu, chagi ? Apa kau tak merindukanku ?”

“Untuk apa kau masih mencariku ? Untuk apa kau masih menampakkan wajahmu dihadapanku ?”

“Hye..Hyenie, kenapa kau berbicara seperti itu ? Aku ini masih namjachingumu.”

“Mwo ? Nae namjachingu ? Omong kosong macam apa ini ? Hubungan kita sudah berakhir Dong Hae-ssi.”

Bahkan dia tak memanggilku dengan embel – embel ‘oppa’seperti saat pertama tadi dia melihatku. Apakah dia masih sangat marah dan kecewa padaku ? Hatiku seperti teriris samurai yang begitu tajam. Sangat perih.

“Tapi aku belum mengatakan bahwa aku putus darimu chagi.”

“Berhenti memanggilku dengan sebutan ‘chagi’ ! Itu sangat menggelikan untuk kudengar.”

Bahkan dia melarangku untuk memenggilnya ‘chagi’. Ini pukulan besar untukku.

“Baiklah. Terserah. Tapi aku telah bertemu denganmu, jadi ijinkanlah aku untuk bicara denganmu.”

“Bicara mengenai semua kebohonganmu padaku ? Bicara tentang kau yang membuatku sakit hati dan sangat membencimu ? Oh, aku masih mengingatnya Donghae-ssi dan kau tidak perlu mengatakannya padaku. Aku sudah tidak ingin membahasnya, itu membuatku muak.”

“Tapi cha, ah maksudku Hye Eun, kumohon dengarkan aku. Yang kau pikir selama ini tidaklah benar. Ijinkan aku untuk menjelaskan yang sejujurnya padamu. Jebal..”

“Apalagi yang perlu kau jelaskan padaku ? Aku tidak butuh itu Donghae-ssi. Jadi berhentilah untuk itu.”

Dia sudah beranjak dari tempat duduk ini untuk pergi. Aku tak boleh kehilangannya lagi, aku tak ingin dia pergi. Kucegah dia agar tak pergi dengan kugenggam lengannya.

“Hye, Hye Eun, jebal, ku mohon dengarkan aku. Kita bicara baik – baik, kita bicara dari hati ke hati. Ku mohon…”

“Kau sudah membuatku membencimu, tapi kau ingin aku agar mendengarkan penjelasanmu itu. Kau benar – benar membuatku jengkel dan marah. Baiklah, tapi jangan lama. Aku tak ingin membuang waktuku disini untuk bersamamu.”

Apakah Hye Eun ingin pergi lagi dariku ? Apakah dia benar – benar sudah tak ingin melihatku lagi ? Apakah aku sudah sangat buruk dimatanya ? Aku hancur.

“Ok. Kita duduk di tempat itu lagi. Aku tidak ingin pembicaraan kita didengar oleh orang lain.”

Kini aku dan Hye Eun telah duduk kembali ditempat dimana aku yang menemukannya setelah 6 bulan lamanya aku tak bisa melihat wajahnya yang begitu damai bak malaikat.

“Sekarang bicaralah! Katakan apa yang ingin kau katakan ! Katakan apa yang harus kudengar !”

“Baiklah. Aku ingin minta maaf padamu. Jeongmal mianhae. Aku tahu, aku sudah membuatmu membenciku, membuatmu kecewa padaku, bahkan mungkin telah membuatmu muak untuk sekedar melihatku. Tapi aku harus mengakuinya bahwa aku mencintaimu, ah tidak, bahkan aku sangat mencintaimu.”

“Mwo ? Mencintaiku ? Kau bilang bahwa kau mencintaiku ? Kebohongan apalagi yang sedang kau rencanakan Donghae-ssi ?”

“Aku tidak berbohong padamu. Aku sangat serius mengatakannya. Aku mencintaimu Hyenie.”

“Gojitmal !”

Aku tahu dia membenciku. Dia sudah tidak mempercayaiku lagi itu membuatku ingin meneggelamkan diriku ke dalam sungai Han. Sangat sakit ketika mengetahui bahwa aku sudah tidak dipercaya oleh orang yang sangat aku cintai.

 

*Flashback On*

Seperti biasa aku yang seorang CEO harus ditemani dengan berkas – berkas yang begitu menumpuk. Membosankan. Tapi aku juga tidak ingin melepas tanggung jawabku sebagai CEO, aku masih tahu aturan.

‘Tok tok tok’

Siapa yang menggangguku ? Berani – beraninya. Apa dia tidak tahu betapa berkas – berkas dan kertas ini sangat menyiksaku ?

“Siapa diluar ?”

“Saya sajangnim, Kang Mi Hwa.”

“Oh kau, masuklah.”

“Sajangnim ada orang yang ingin bertemu dengan anda.”

“Nugu ?”

Belum sempat sekretarisku ini menjawabnya, tiba – tiba seorang wanita dengan lancangnya masuk ke ruanganku. Astaga !

“Hay oppa. Kenapa kau lama sekali ? Kau hanya tinggal menyuruhku masuk.”

Wanita ini.

“Mi Hwa-ssi, kau bisa keluar sekarang.”

“Baik sajangnim. Saya permisi.”

Setelah sekretarisku itu menghilang dari balik pintu ruanganku, aku menghampiri wanita yang masih berdiri didekat pintu ini.

“Ada perlu apa kau datang kesini ? Kita kan bisa bertemu di apartment mu.”

“Aku tak mau. Lagi pula aku sudah sangat merindukanmu oppa. Apa kau tak rindu padaku oppa ?”

Wanita dihadapanku ini langsung mengecup pipiku. Kebiasaanya yang satu ini memang tidak bisa dihilangkan jika ia sudah merindukanku. Dan ini juga yang membuatku rindu akan dirinya. Wanita dihadapanku ini bernama Min Yu Kyung. Kupeluk tubuhnya yang mungil itu, dimana saat aku memeluknya aku seperti mendapat sebuah energi baru.

“Aigo, gadis kecilku ini ternyata sudah sangat merindukanku. Oppa juga merindukanmu chagi.”

“Aku tahu itu. Oppa…”

“Ehmm..wae ?”

“Apa kau masih menjalin hubungan dengan wanita itu ? Wanita yang tidak ada apa – apanya bila dibandingkan denganku.”

“Maksudmu Kim Hye Eun ?”

“Ne. Kenapa oppa masih memepertahankannya ? Kenapa oppa ingin bersamanya ? Apa karena perjanjian konyol orang tua kalian yang ingin kau menikah wanita itu? Perjodohan aneh kalian ? Itu tidak masuk akal oppa. Alasan klasik dimana seorang kolega bisnis yang bersahabat lalu menjodohkan anaknya agar peusahaannya semakin berkembang. Huhh ! Aku tidak suka kau berlama – lama dengannya. Bahkan, hingga kau menikmati sekali peranmu sebagai ‘kekasihnya’. Aku yang sesungguhnya kekasihmu oppa. Aku yang lebih pantas berada disampingmu.”

“Ssssttt, kau ini bicara apa chagi. Kau dengarkan aku, tatap aku. Aku hanya menganggapnya sebagai patung. Tidak ada yang menarik darinya dimataku. Dia bukan siapa – siapaku. Yah, seperti yang kau tahu, aku hanya menyenangkan hatinya dan hati orang tuanya. Anggap saja ini sebagai balas budiku karena mereka mau membantu perusahaan ini. Kau tahu sendiri kan apa jadinya kalau KL Corp bergabung dengan perusahaan ini ? Itu akan sangat menguntungkan.”

“Aku takut kau akan pindah dariku oppa, aku takut kau akan memberikan hatimu untuknya. Aku tak ingin itu terjadi.”

“ Kyungie, aku sama sekali tidak mencintainya. Kalaupun dia yang mencintaiku, biarkan saja. Toh, aku tak peduli. Selama ini dia juga menerima semua sikap tak peduliku padanya. Jadi kau tenang saja. Aku hanya mencintaimu chagi. Percayalah kita akan menikah.”

“Benarkah itu oppa ? Kau tak bohong ?”

“Apakah aku terlihat sedang berbohong padamu ?”

“Aniyo. Aku percaya padamu oppa.”

Kudekatkan wajahku padanya. Kuraih bibir ranum milik Yu Kyung yang sangat menggoda itu. Kucium dia, kulumat bibirnya seolah aku tak ingin kehilangannya . Kuraih tengkuknya agar semakin dalam ciumanku. Tapi, kenapa disaat seperti ini aku jadi teringat satu wanita di luar sana ? Wanita yang bernama Kim Hye Eun, wanita yang begitu baik hatinya, bahkan aku mengatakannya sebagai jelmaan malaikat. Sampai saat inipun dia masih bersikap baik padaku walaupun aku bersikap tak peduli padanya, aku bersikap acuh padanya. Aku tahu aku salah. Aku telah mempermainkannya. Seharusnya aku mengatakannya. Tapi aku tak bisa. Ada satu rasa dimana aku ingin dia berada didekatku. Tapi terlalu gengsi untukku mengakuinya, terlebih aku sudah punya seorang wanita yang sangat aku cintai. Chankkaman, kenapa ciuman ini terasa tidak ada rasanya ? Rasa manis yang selama ini aku rasakan saat mencium bibir Yu Kyung kenapa tak dapat kurasakan ? Dan juga kenapa jantungku tak merasakan getaran apapun saat aku bersamanya ? Aneh..

Kulepaskan ciumanku. Ku pandangi wajah Yu Kyung yang selama ini telah menjadi penawar lelah untukku. Tapi ada apa denganku ? Kenapa rasanya mataku tak bisa berbinar seperti biasanya saat aku memandangnya ? Kenapa hanya tatapan biasa yang kuberikan ? Kenapa jantungku hanya diam ? Ini berbeda. Saat aku masih berperang dengan hati dan pikiranku tentang apa yang aku rasakan pada Yu Kyung, aku merasa seperti ada seseorang yang sedang memperhatikan aku dan Yu Kyung. Tepat saat aku menoleh ke arah pintu ruang kerjaku, benar. Ada seorang wanita yang berdiri disana dengan air mata yang telah keluar dari pelupuk matanya yang indah.

“Ki..Kim Hye Eun ? Hye Eun ? Ap..apa yang kau lakukan disini ?”

Ya, wanita yang menangis itu adalah Hye Eun, wanita yang bersamaku namun aku memperlakukannya seakan aku tak peduli padanya.

“Hey ! Apa kau dengar ? Kau punya telinga kan ? Aku sedang bertanya padamu, sedang apa kau disini ?”

“Aku sedang menonton sebuah drama yang sangat berkelas. Bahkan drama ini bisa disetarakan dengan drama atau film kelas hollywood yang pemeran utamanya Leonardo De Caprio atau Brad Pit. Drama yang kulihat saat ini benar – benar mengesankan. Aku yakin ratingnya pasti akan tinggi, mungkin bisa mengalahkan drama The Heirs yang dibintangi Lee Min Ho dan Park Shin Hye.”

Bahkan dia berusaha bicara dengan tegas dan setenang mungkin walaupun air mata itu terus keluar dari pelupuk matanya yang indah.

“Apa yang kau bicarakan Hye ?”

“Pemeran utamanya adalah Lee Dong Hae, seorang CEO dari Lee Bulding Company, bersama dengan kekasihnya yang sangat dia cintai, Min Yu Kyung. Aku sungguh merasa tersanjung dengan akting mereka .”

“Kim Hye Eun, ikut aku !”

Aku ingin mengajaknya keluar dari ruanganku. Aku tidak ingin terjadi hal – hal yang kukhawatirkan, sekaligus aku ingin bicara dengannya.

“Lepaskan Lee Dong Hae !”

“Tidak.”

“ Aku bilang lepaskan tanganmu itu ! Aku ingin menyelesaikan semuanya disini. Sekarang juga.”

Astaga ! Ada apa dengan tatapannya ? Matanya yang selama ini selalu memandangku dengan keramahan dan senyum itu kini tak terlihat dari mata indah Hye Eun. Kenapa aku juga merasakan sakit saat tangannya sudah terlepas dari genggamanku ?

“Kalian pasti menertawakanku, benarkan ? Aku yang begitu bodoh, aku yang naif karena telah kalian bohongi. Aku yang begitu polosnya masih bersikap baik pada kalian. Aku yakin sekarang kalian sedang merayakan kemenangan kalian dengan berpesta. Apakah kalian pesan makanan mahal dari Eropa ? Atau kalian import langsung wine dari Paris ? Wah daebak !”

“Kim Hye Eun, ini..”

“Mwo ? Waeyo Donghae-ssi ?”

Kenapa saat dia memanggilku dengan embelan ‘ssi’ seolah aku merasa tak terima ? Aku ingin dia memanggilku dengan sebutan ‘oppa’, Donghae oppa.

“Donghae-ssi, setelah aku melihat kejadian ini aku mengerti, bahwa aku bukan untukmu dan kau bukan untukku. Dari awal seharusnya aku menyadarinya bahwa sikap acuhmu yang selama ini kau tunjukkan itu adalah kode agar aku menjauh darimu. Tapi dengan bodohnya aku masih bertahan disisimu, bodohnya aku yang masih berharap bahwa suatu saat kau akan mencintaiku seperti aku yang juga mencintaimu, dan dengan bodohnya pula aku masih memegang amanat dari orang tuamu dan aku memepercayainya bahwa kau dan aku akan bersama kelak, bersama dalam kehidupan sebagai suami istri.”

“Hye..”

“Donghae-ssi, aku mengerti bahwa sikap baikku selama ini kau salah artikan . Kau mengganggapku seperti patung, kau menganggap jika aku akan diam saja atas semua perlakuanmu padaku. Kau yang menganggapku begitu bodoh. Dulu iya, tapi sekarang aku sudah lelah, aku menyerah, aku sudah tidak bisa memberikan sikap baikku lagi padamu. Kau telah menghancurkanku, kau telah mengecewakanku, kau telah menyakitiku, kau telah menghancurkan semua yang sudah kupercayakan padamu. Luka ini mungkin akan sangat sulit untuk kuhilangkan. Kau telah membuatnya begitu dalam dihatiku. Kita berakhir sampai disini Lee Dong Hae. Terima kasih sudah menyadarkanku, semoga kalian berbahagia. Selamat tinggal.”

Tidak ! Tidak ! Kau tidak boleh pergi Hye Eun ! Kkajima ! Hatiku berteriak meneriakkan namanya agar dia tidak pergi. Aku ingin mengejarnya menjelaskan semua, semua yang baru aku rasakan jika ternyata aku membutuhkannya, tapi aku tak bisa, seolah ada beban berat yang menarik tubuhku agar tak bergerak. Aku membutuhkannya bukan untuk menjadi ‘boneka’, tapi membutuhkannya untuk menjadi seseorang yang menjadi ‘pengisi hati’ ku. Aku kehilangannya, malaikat yang selalu bersamaku. Dia telah pergi.

*Flashback off*

 

“Aku tak menyangka bahwa wanita yang selama ini aku cintai sebelum kau, dia telah mengkhianatiku. Dia meninggalkanku. Aku tak tahu alasan apa yang membuatnya meninggalkanku. Yang ku tahu dia bermain api dibelakangku. Aku benci ini. Min Yu Kyung, wanita itu telah berdusta.”

“Lalu ? Hanya itu ? Kau ingin menceritakan kehidupan cintamu dengan wanita itu ? Kau pikir aku DJ radio yang akan mendengarkan curhatanmu. Menjijikkan. Kau juga berdusta Donghae-ssi kalau kau lupa.”

“Bukan, bukan itu. Aku ingin mengungkapkan semuanya padamu, semua yang aku rasakan saat kau pergi dariku. Kau menghilang bagai ditelan bumi Hye. Kau meninggalkanku. Kau membuatku gila karenamu . Dan saat itu pula aku sadar bahwa aku membutuhkanmu, membutuhkan cintamu, membutuhkan perhatianmu untukku. Aku ingin kau kembali. Kembali padaku, kembali mencintaiku dengan hatimu yang tulus.”

“Mwo ? Mencintaimu ? Kau menginginkan aku untuk mencintaimu ? Atas dasar apa aku harus mencintaimu ? Aku tak ingin mencintai pria sepertimu dan aku juga tidak ingin dicintai oleh pria yang telah membohongiku dan pembohong sepertimu. Membuat luka dihatiku yang begitu dalam. Kau tahu berapa lama aku harus menghapusmu dari pikiranku ? Tak bisa. Itu sulit Donghae-ssi, semua itu sangat menyiksaku.”

Air mata itu keluar lagi. Air mata yang sangat berharga itu keluar dari mata indahnya. Ini membuatku merasa bersalah, sangat. Aku yang sudah membuatnya menjadi seperti ini. Aku sudah membuatnya tak lagi mempercayaiku, aku yang sudah membiarkan dia merasakan sakit yang sudah kubuat begitu dalam dihatinya, aku yang membuatnya tak percaya dengan cintaku yang tulus untuknya. Kau tahu Hye, aku punya cinta yang tulus untukmu sekarang, nanti dan selamanya. Tak bisakah kau merasakannya ?

“Aku tahu, aku mengerti Hye. Maka dari itu beri aku kesempatan untuk mencintaimu, berikan aku kesempatan untuk membuktikan bahwa aku tulus. Berikan kepercayaanmu padaku.”

“Mianhae Donghae-ssi, aku sudah tak punya daya untuk memberikan apa yang kau minta. Aku tak bisa memberikan kepercayaan dan cintaku untukmu. Kau sendiri yang telah menghancurkannya, kau sendiri yang telah membuat luka dihatiku sulit untuk sembuh. Kau yang membuatku sudah tak memmpercayaimu lagi.”

“Kumohon Hye, percayalah padaku. Aku tak ingin kau menghilang lagi dariku, aku tak ingin kau pergi. Kau menyiksaku dengan sikapmu ini. Kau membuatku kehilangan arah, Hye. Aku tak bisa hidup tanpamu. Kumohon, kembalilah padaku . Aku membutuhkanmu.”

“Justru kau yang menyiksaku. Kau menyiksaku dengan semua kelakuanmu, kau menyiksaku dengan sikap acuhmu. Kau yang membuatku seperti ini Donghae-ssi.”

Dia masih marah. Dia tak ingin bersikap manis sedikit saja denganku. Aku sakit dengan ini, Hye. Kenapa air matamu semakin keluar dengan derasnya dari mata indahmu ? Itu menyiksaku saat aku melihatmu. Aku sakit , Hye.

“Kau belum juga mempercayai semua ucapanku ? Begitu ?”

“Untuk apa aku harus mempercayai semua ucapanmu yang aku yakin semua berisi bualan yang kau berikan untukku. Pembuktian apa yang akan kau berikan padaku ?”

“Kau ingin aku membuktikannya padamu ? Baik, akan aku buktikan bahwa aku sungguh – sungguh mencintaimu dan aku tidak main- main .”

Tanpa pikir panjang lagi, kuraih wajahnya untuk mendekat dengan wajahku. Kucium dia. Kini bibirku sudah menempel sempurna dibibirnya. Aku tak ingin kehilangan kesempatan ini, kupegang dan ku tekan tengkuknya agar ciuman kami semakin dalam. Kulumat lembut bibirnya. Kulumat perlahan. Kuhisap bibir atas dan bawahnya. Bibir pink menggoda milik Hye Eun yang selama ini kuabaikan ternyata memiliki sensasi tersendiri untukku. Aku tak pernah merasakan ini sebelumnya. Aku merasakan jika jantungku tak mau berhenti berdetak saat aku dekat dengannya. Bibirku seolah tak mau meninggalkan bibir manis ini, serasa aku ingin selalu mencium dan melumatnya . Selalu dan selalu. Ini adalah perasaan yang tak kudapatkan selama dengan Yu Kyung. Oh God, Hye Eun, aku membutuhkanmu sebagai oksigenku. Cukup lama aku menciumnya dan menautkan bibir kami, tapi dia masih sama. Tak merespon apa yang kulakukan. Aku tahu dia shock atas apa yang kulakukan , tapi aku ingin membuktikan bahwa aku sangat mencintainya, aku ingin dia percaya padaku. Kulepas tautan kami. Kutatap dalam kedua matanya.

“Kenapa kau tak membalas ciumanku ?”

“Apa itu yang kau lakukan pada setiap wanita saat kau mengungkapkan semua kata – kata manismu agar mereka tertarik denganmu ?”

“Astaga ! Kau masih belum percaya juga padaku ?”

Wanita ini ! Dia belum percaya juga padaku ? Baik. Ku arahkan lagi bibirku padanya. Semakin kucium dia, semakin dalam semakin lembut. Aku ingin dia membalas ciumanku. Aku ingin tahu betapa tersiksanya aku tanpanya, betapa aku ingin dia mempercayaiku lagi, betapa aku membutuhkan cinta darinya. Kurasakan bibirnya mulai bergerak. Dia membalas ciumanku ? Hye Eun membalas ciumanku ? Tak ingin membuang waktu, semakin kuperdalam ciumanku padanya. Kami saling melumat satu sama lain dengan lembut. Aku menyalurkan cintaku yang begitu besar untuknya.

Aku bahagia saat dia membalas apa yang aku lakukan padanya. Aku tak peduli jika ada banyak orang yang melihat aksi kami, bahkan aku ingin menunjukkan bahwa aku sangat mencintai wanita yang sedang bericiuman denganku. Kudekatkan tubuhku dengannya, kupeluk pinggangnya agar tak ada jarak diantara kami. Apakah kau menerimaku Hye Eun ? Cukup lama bibir kami bertaut , kini aksi kami perlahan berhenti. Bibir kami terlepas . Jujur, sebenarnya aku tak ingin mengakhiri ciuman ini, terlalu manis untuk kulepaskan.

“Apa kau sudah percaya denganku ? Kau percaya bahwa aku sangat mencintaimu Hyenie ? Benarkan ?”

“Mianhae Donghae oppa, aku tidak bisa. Aku tidak bisa percaya padamu lagi. Kau telah menghancurkan semua kepercayaanku padamu. Kau telah merubah segalanya. Aku tak bisa menerimamu lagi untuk bersamaku.”

Bagai tersambar petir di siang bolong, semua ucapan Hye Eun membuat jantungku jatuh seketika. Dia tidak bisa bersamaku ? Dia menolakku ?

“K..ka..kau menolakku ? Kau tak bisa bersamaku ? Kau tidak percaya padaku ? Lalu , kenapa kau membalas ciumanku ? Kenapa kau menciumku begitu lembut ? Wae ? Kau tahu aku sangat mencintaimu Hyenie. Kumohon, jebal.”

“Itu karena aku ingin memberikan kesan termanis untukmu. Aku ingin memberikan kenangan yang indah sebelum aku meninggalkanmu. Aku harus pergi. Komohon jangan mencariku. Kita telah berakhir dan aku merelakanmu untuk wanita lain. Temukan wanita yang jauh lebih baik dariku dan mencintaimu dengan tulus. Cintaku yang dulu tulus padamu kini sudah hangus untukmu oppa. Berbahagialah, maka aku juga akan bahagia dengan pria lain.”

“Aniya. Ini tidak mungkin. Tidak boleh terjadi Hye. Justru kau adalah kebahagiaan untukku. Aku akan bahagia bila bersamamu. Kau tidak boleh meniggalkanku Hye. Kau tidak boleh bersama pria lain. Kau hanya akan bersamaku. Kau akan bahagia denganku. Jebal, kkajima chagi.”

“Mianhae oppa. Selamat tinggal.”

Dia beranjak pergi dari hadapanku. Tanganku yang sebelumnya menggenggam erat tangannya kini telah terlepas. Dia meninggalkanku untuk kedua kalinya, dia meninggalkanku dalam keterpurukan. Aku sakit. Kau membuat lubang dihatiku yang begitu besar. Cintaku padamu begitu besar Hye, kenapa kau tak bisa merasakannya ? Kau oksigenku, bagaimana aku bisa hidup tanpamu ? Kenapa kau melakukannya lagi padaku ? Why ? Memang aku brengsek .

Beraninya dulu aku membuatnya terluka, membuatnya dia benci padaku, membuatnya dia tak mencintaiku seperti dulu. Cintanya begitu tulus padaku, tapi aku tak peduli dengannya dulu. Sekarang aku yang merasakannya. Sakit, sangat luar biasa sakit. Aku menyesal. Memang benar jika penyesalan datang dibelakang. Aku menyesal telah menghancurkan cintanya untukku. Aku ingin memutar kembali waktu saat kita masih bersama.

 

-THE END-

*NB : Hai.., author abal – abal di sini JJJ Maaf ya bikinnya gak tentang wamilnya Fishy Donghae. Gak mau bikin tambah sedih. Tau Oppa kita yang satu ini wamil pas tanggal ultahnya itu sedih. Kenapa gak tanggal 16 atau tanggal 20 aja ya ?? #ngawur. Yaa.., kita kita do’a kan aja ya Oppa tampan ini wamil dengan lancar, pergi dengan sehat dan kembali juga sehat. Amiiinnnnn……

 

1 Comment (+add yours?)

  1. Melsyana
    Apr 27, 2017 @ 21:45:01

    Kirain hye eun bakalan memaafkan kesalahan Donghae dan dia bakalan kembali ke donghae, rupanya enggak.
    Kayaknya hye eun benar” kecewa dg donghae, sampai” dia gak bisa lagi percaya dg donghae.

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: