[Eunhae’s Day] Cyrano’s love

eunhae9000

[Eunhae’s Day] Cyrano’s love
Cast:

lee hyukjae

lee donghae

Han hyewon
Genre: oneshoot
Rating : Sad
Author : @Daisy_Aster
maaf jika menemukan typo
09.00,apartemen hyukjae

Ting tong..ting tong..ting tong

Hyukjae mendesah kesal karena seseorang tak henti henti memencet bel apartemennya.
“‘Tunggu sebentar”,hyujae berteriak berharap seseorang yg berada di luar sana berhenti menekan belnya.
“Hye won”,hyujae terkejut mendapati gadis itu yg berada di balik pintunya.Ditambah lagi wajah gadis itu yg sembab seperti habis menangis.

“Ada apa denganmu hyewon-ah?”,gadis itu tak menggubris pertanyaan hyukjae,ia berjalan beberapa langkah melewati hyukjae.
“Aku ingin bertanya padamu”,hyujae mengernyitkan dahi mendengar nada intonasi sang gadis yg terdengar seperti sedang menahan amarah.Belum sempat hyukjae menjawab sang gadis sudah berbalik menatapnya tajam.
“Apa kau bersama donghae oppa saat sebelum kejadian itu?”,eunhyuk terperanjat mendengar hal itu.
“Apa kau bertengkar dengannya sebelum akhirnya donghae oppa pergi dan mengalami musibah itu?”,eunhyuk tidak berkutik,dia pasrah. Mungkin sudah waktunya hal ini terungkap.
“Kenapa kau tidak menjawap oppa?apa kau sengaja menyembunyikan hal ini dariku?”
“Jawab aku,kenapa kau hanya diam?”
“Tidak seperti itu hyewon-ah”.
“Apa kau pikir aku tidak tau alasan pertengkaran itu?”,tangan hyukjae gemetar,dia tidak siap mendengar hal itu.

“Kau adalah sepupu donghae oppa,kau juga sahabat terbaiknya.kau tau donghae oppa mencintaiku dan aku juga sangat mencintainya,tp kenapa oppa mengatakan padanya bahwa oppa juga mencintaiku?”
“Aa ..akku tidak bermaksud mengatakannya..dia tidak sengaja menemukan foto…”
“Cukup oppa!!jika saat itu donghae oppa tidak bertemu denganmu.dia tidak akan menyetir dg keadaan marah,dia tidak akan mengalami kecelakaan dan…. mungkin saja saat ini dia masih ada di dunia ini”.

Setelah mengatakan hal itu hyewon pergi meninggalkan hyukjae yg masih diam mematung.

Setetes air mata jatuh membasahi pipi hyukjae.sekali lagi dadanya merasa nyeri,tp kali ini rasanya seribukali lebih sakit sampai sampai ia merasa tak kuat lagi menanggungnya.dua bulan telah berlalu tp hari itu adalah pertengkaran pertamanya dengan donghae yg juga adalah pertengkarannya yg terakhir.
“Kau bahkan tak membiarkanku menjelaskannya”.
Hyukjae menghela nafas panjang berharap itu dapat meringankan sesak di dadanya.

hyukjae mengambil ranselnya dan bersiap pergi.dia ingin menenangkan diri,dia ingin menghirup udara segar khas pedesaan.dia akan pergi kerumah neneknya d daerah pinggiran kota.kali ini bukan untuk mengunjungi neneknya,melainkan pergi ke ladang bunga daisy yg berada tak jauh dari rumah sang nenek.

Hyukjae menghirup nafas dalam dalam,memenuhi paru parunya dengan oksigen segar.ia sudah sampai d tempat favoritnya,tp kali ini dia harus sedikit kecewa karena sekarang masih musim kemarau panjang maka tak ada lagi pemandangan hamparan bunga daisy,yg ada hanya rumput rumput liar yg sebagian ada yg sudah mengering.hyukjae melangkah menuju sebuah pohon rindang yg tak jauh dari sana.ia bersandar di atas sebuah bangku panjang di dekat pohon itu.sekilas ia tersenyum mengingat kenangan manis d tempat ini,tp kemudian senyuman itu hilang dari wajahnya.hyukjae memejamkan mata,ia ingin bersantai sejenak di tempat ini sampai akhirnya ia mulai terlelap.

Hyukjae kebangun dari tidurnya. Ia terperanjat melihat hari mulai gelap. Ia melihat jam ditangannya sudah dua jam dia tertidur. Hyukjae berdiri dan mengatur tubuhnya. Tak sia sia juga datang kesini, titahnya sedikit tenang saat ini. Memutuskan untuk segera pergi dari tempat ini sebelum hari semakin gelap.

Melihat Hyukjae berhenti di basemant apartemennya. Ia mengambil tas ransel dan melangkah menuju apartemen lantai 13.

Perut Hyukjae berbunyi, ia baru teringat telah melewatkan makan siangnya, hyukjae kemudian melangkah keluar dari apartemennya untuk membeli makan. Ia akan membeli makan di cafe yang letaknya dua blok dari apartemennya dengan berjalan kaki.

Malam ini jalanan sangat sepi, tak seorang pun yang ia jumpai di jalan yang ia lewati.
“tolong…”

“diam”

Terlihat dua orang sedang beradu tak jauh di depannya. Tempat merekan sangat gelap, tapi dari suaranya seperti seorang wanita yang tengah meminta tolong. Hyukjae menghentikan langkahnya segera, utuk melihat apa yang ada di depannya. Ia segera berlari saat melihat sang pria mengeluarkan pisau dari dalam sakunya. Hyukjae mendorong pria itu menjauh dari sang wanita, sehingga pisau pria itu ikut terjatuh. Hyukjae berhasil menghajar pria itu sampai babak belur. Tanpa disadari pria itu berhasil mengambil kembali pisaunya kemudian menusiknya tepat di perut hyukjae. Setelah berhasil menusuk Hyukjae pria itu melarikan diri menyisakan Hyukjae yang terkapar tak sadarkan diri dengan sang wanita yang berteriak minta tolong.

 

Seharian ini Hyewon merasa tidak tenang, pekerjaan di kantor pun banyak yang terbengkalai, akibatnya ia mendapat omelan dari atasannya.

“”Hyewon-ah, apa kau tisdak pulang ? “
“ah, tentu, aku masih membereskan mejaku”
“baiklah aku duluan ya”
“ne”

Hyewon mengambil ponselnya,tidak ada pesan masuk maupun panggilan. Hyewon tersenyum kecut, ia sedikit berharap hyukjae akan menelponnya, walau hanya sekedar menanyakan kabarnya. Ia mulai berpikir apakah kata katanya terlalu keterlaluan, bagaimanapun juga Hyukjae adalah sepupu Donghae, dia past tak kalah sedih saat mengetahui ke4hilangan donghae.

kriiiinnggg

handphone Hyewon bergetar, panggilan petama dari Hyukjae hari ini. Hyewon ragu untuk menjawab, setelah berpikir terlalu lama akhirnya sambungan terputus. Hyewon menyesali perbuatannya, tak lama kemudian handphonenya berbunyi, masih dari nomor yang sama. Tanpa ragu Hyewon menekan tombol warna hijau di ponselnya.
“ hallo..?”

“iya, sepertinya kau bukan pemilik ponsel ini ?”

“ah iya, maaf nona saya dari kepolisian kota, saya ingin bertanya apa nona kenal ponsel ini, karna speed dial pertama adalah nomor ini.”

“ iya, saya sahabat baiknya, ada apa dengannya ? apa terjadi sesuatu ?
“ Tuan Hyukjae terlibat perkelahian dengan seoran preman, dia mendapat luka tusuk, sekarang dia berada di seoul hospital.”

“ apa ? lukanya parah ? dia baik baik saja kan ?”

“ kami belum mendengar kondisi terbarunya. Operasi maih belum selesai.”

“baiklah saya akan segera kesana”

HOUSPITAL

                                    “ Lee Hyukjae, pasien korban penusukan ada di kamar berapa ?” dengan nafas terengah engah setelah berlari

“ sebentar ya nona, pasien atas nama tuan Lee hyukjae masih ada di ruang icu, sebelah kanan, lorong di depan.
“oh baiklah terimakasih” dengan langkah tergesa gesa Hyewon berlari menyusuri

lorong lorong rumah sakit.

Sesampainya di depan kamar ICU Hyewon menghentikan langkahnya, ia sedikit ragu untuk membuka pintu kamar itu. Sedetik kemudian Hyewon memantapkan hatinya.

“ Oppa “ Hyewon melihat Hyukjae masih belum sadarkan diri dengan berbagai kabel serta selang infus yang menancap di tubuhnya.

“ Apa anda keluarga korban ?” hyewon menoleh kearah sumber suara.

“ iya saya sahabatnya, bagaimana keadannya suster ?”

“ dia masih dakam keadaan kritis, jika malam ini ia berhasil melewatinya maka dia akan baki-baik saja . baiklah saya permisi, jika terjadi sesuatu tekan saja tombol di samping ranjang pasien” Hyewon mengganggukan kepala dan suster itu berlalu meninggalkan ruangan.

Hyewon duduk disamping hyukjae sambil menggenggam tangannya. Pintu ruangan itu kembali terbuka, hyewon menoleh kearah pintu dan medapati dua orang polisi menghampirinya.

“ anda hyewon ? “

“ benar.”

“ saya yang menelpon anda tadi, ini barang barang milik tuan Hyukjae.” Polisi menyerahkan tas ransel dan sebuah handphone.

“ lalu bagaimana dengan pelakunya ? “

“ masih dalam pengejaran, jika ada kabar terbaru akan kami kabarkan”

“ baiklah terimakasih”

Hyewon kembali duduk di samping Hyukjae. Hyewon mengaktifkan handphone Hyukjae dan wallpaper yang tertera disana adalahfoto mereka bertiga saat berlibur di Jeju. Hyewon tersenyum melihatnya. Ia kemudian membuka ransel milik hyukjae, di dalamnya ada sebuah kamera, buku tebal, air mineral,dompet dan topi. Hyewon tertari untuk mengambil buku tebal itu. Hyewon membuka halaman awal putus itu, tertera identitas sang pemilik, rupanya itu semacam buku diary. Hyewon kemudian membuka bagian tengah buku itu ia menemukan dua lembar foto di buku itu. Hyewon terkejut melihat foto itu..

2 Oktober 2014

Hari ini aku mengunjungi nenekku,dan pergi ke ladang bunga daisy yang tak jauh dari sana. Kali ini ada seorang gadis cantik yang tengah asyik mengambil foto.gadis itu sangat cantik,dia mengenakan blouse warna kuning dengan sebuah topi warna coklat yg mampu menyembunyikan wajah cantiknya dari terpaan sinar matahari.dan dia tengah asyik memetik bunga daisy saat aku mencoba mencuri gambarnya.sepertinya gadis itu mulai lelah,di menyandarkan tubuhnya di bawah sebuah pohon rindang dan itu membuat blouse menjadi kotor.

Langit cerah itu mulai mendung dan tiba tiba saja menjatuhkan hujan yg cukup deras.sang gadis mulai berlari meninggalkan tempat itu,dan tanpa sengaja ia neninggalkan kameranya disana.Setiap hari d jam yang sama aku berada di tempat itu,berharap gadis itu datang dan mengambil kembali kameranya yg tertinggal.

Sampai suatu hati dia datang dan berhasil menemukan kameranya yg ku letakkan di atas sebuang bangku di dekat pohon tempat ia berteduh dulu.sebagai ucapan terima kasih ia meninggalkan sebuag foto bunga daisy yg indah.bahkan ia menuliskan ucapan terima kasihnya untukku.tanpa gadis itu sadari aku mengikutinya sampai di apartemennya,dan sejak saat itu aku selalu mengiriminya seikat bunga daisy putih.tak pernah sekalipun kusertakan identitasku.sampai suatu ketika aq tak tahan lagi intuk berdiri di hadapannya.sudah kuputusan aku akan memperkenalkan diriku padanya.

 

Hyewon membalik lembaran berikutnya

Karna pekerjaanku yg cukup sibuk,aku meminta bantuan donghae untuk bembawakanku seikat bunga daisy.kita akan bertemu di cafe langganan kami pukul 08.00,dan satu jam kemudian aq bertemu gadis itu d tempat yg sama. Tapi rupanya rencana tidak berjalan dengan lancar. Saat aku hendak menghampiri mobilku, ternyata ada sebuah mobil yang telah menabrak bagian belakang mobilku. Aku terlibat cekcok mulut yang cukup panjang dengan pengendara mobil itu sampai tercipta kata damai. Hingga ku sadari, jam meunjukkan pukul 09.15. aku terlambat datang di tempat yang ku janjikan , saat aku hendak masuk kedalam kulihat donghae tengah tertawa bersama gadis itu. Gadis yang aku janjikan akan ku temui dan ku bongkar identitasku. Aku melangkah lesu, ku putuskan untuk kembali pulang. Aku memang seorang yang pengecut!

Suatu hari Donghae mengajakku bertemu dia ingin memperkenalkan kekasih barunya, Han Hyewon.

Gadis pujaan ku telah resmi menjadi kekasih Donghae. Dan yang membuat ku marah, gadis itu menceritakan kisah awal pertemuan mereka, di ladang bunga daisy hingga seseorang yang selalu mengirim bunga daisy di apartemannya. Sementara donghae hanya tersenyum seolah membenarkan cerita tersebut.

Kesal, marah, sedih, tapi apa yang bisa aku perbuat aku hanya seorang yang pengecut. Yang bisa kulakukan hanyalah diam dan mencoba tersenyum. Aku rela asalkan gadis itu bahagia terlebih jika pria itu adalah Donghae, sepupuku sendiri.

 

Hyewon menutup buku harian hyukjae, ia tak sanggup membacanya lagi. Sekarang ia merasa telah menjadi orang yang sangat kejam. Sejak kematian donghae dua bulan lalu, saat ia meratapi kematian Donghae. Hampir setiap hari ia datang ke cafe, tempat mereka pertama bertemu. Dan hyukjae selalu menemaninya, bhkan jadi pendengar yang baik, saat Hyewon menceritakan kisah awal pertemuan mereka berulang ulang. Air mata tak henti hentinya membasahi pipi Hyewon, kisah itu milik Hyukjae, tapi selama ini, Hyewon telah salah mengenali cintanya.

Tangan Hyukjae mulai bergerak perlahan lahan, Hyukjae mulai membuka matanya. Dilihatnya hyewon telah menangis sesenggukkan. Tangannya yang lemah, mencoba meraih kepala hyewon dan mengusapnya. Hyewon terkejut mendapat perlakuan seperti itu. Tangis hyewon semakin pecah. Hyewon meraih tangan Hyukjae dan menggenggamnya erat.

“ maafkan aku, sunggunh maafkan aku. Aku tidak mengenali selama ini. Kaulah yang selama ini ingin ku temui, tapi kenapa oppa tidak mengatakannya dulu, kenapa oppa diam saja saat aku salah mengenalimu sebagai Donghae oppa.” Namun Hyukjae hanya tersenyum.

“ jadi penyebab perkelahian kalian saat itu, karna donghae oppa menemukan foto bunga daisy yang ku berikan padamu? “ Hyukjae hanya bisa mengangguk mengiyakan

“ SARANGHAE OPPA “
tiba tiba Hyukjae, menggenggam tangan Hyewon semakin erat, monitor detang jantung berbunyi tidak beraturan. Hyewon panik, ia segera menekan tombol darurat di samping ranjang Hyukjae, tapi tidak ada yang datang. Dengan terpaksa hyewon melepaskan tangan Hyukjae, dan memanggil dokter jaga. Tapi saat mereka kembali layar monitor detak jantung itu, hanya mengeluarkan satu suara panjang…

-THE END-

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: