[Eunhae’s Day] Benarkah Telah Berakhir?

 eunhaebenar

Title           : Benarkah Telah Berakhir??

Author       : Putri Indah Sari

Cast           : Lee Donghae dan Lee Hyukjae (Eunhyuk)

Genre         : Friendship sad

Length       : oneshoot

Note           : SUMPAH INI GARING BIN GAK JELAS. MAAF?

 

Kamu adalah sahabatku Eunhyuk….

Lalu kenapa aku harus menemui semua ini?

Pada akhirnya kita harus menuai hasil yang sama…

Eunhyuk mengapa?

Bukannya kita ini teman?

Hasil yang bahkan enggan untuk kita singgung….

Eunhyuk bisakah kau jawab aku?

Mengapa pada akhirnya kamu harus seperti ini?

Mengapa?

Apa aku tidak lagi pantas?

Akhirnya….

Kamu memilih meninggalkanku dengan semua kebencian yang bahkan kamu yang ciptakan.

*******

Tahun ini kumulai dengan seberkas senyum yang getir. Aku nak merantau jauh. Aku nak pergi mengemban impianku. Awalnya aku tak sampai hati tinggalkan kenangan di kota ini. Tetapi, ternyata aku dah harus naik kereta hari ini. Naik kereta untuk meninggalkan tempat penuh lukaku, jujur saja, sebenarnya lukaku kian perih jikalau aku tinggalkan tempat ini. Separuh jiwaku ada di sini, juga temanku, sahabatku yang selalu menemaniku menapaki hidup ini. Tetapi kini semua itu tinggallah kenangan.

Diantar pohon-pohon cendana yang mengeluarkan bau khas, aku berjalan menemui separuh jiwaku dan sabahatku yang kian kusayangi.

“ jika saja waktu bisa kuputar, aku memilih tak bertemu denganmu, Eunhyuk….” kataku, dengan bodoh dan lemahnya aku menangis dihadapan mereka berdua.

“ jika saja aku boleh memilih, aku akan memilih dirimu, Eunhyuk…. Dan memilih hidup sendiri selamanya tanpa belahan jiwa….” kukatakan hal itu dengan air mata yang semakin derasnya.

Jujur saja tak mungkin hal itu terjadi, jika saja aku boleh memilih mungkin aku akan pilih perempuan itu. Tetapi, inilah pahitnya hidup dan aku harus memiliki pemanisnya.

“ katamu kamu akan jadi teman baikku, walau itu tak mungkin Eunhyuk… Tetapi, mengapa kamu memilihnya atau bahkan merebutnya dariku Eunhyuk….” dengan tidak tahu malunya aku menyeka air mataku dan terus memaki mereka berdua.

Cinta adalah sebuah pembodohan dan malapetaka. Akhirnya kudeskripsikan seperti itulah hal yang namanya cinta. Mungkin Eunhyuk akan menyalahkanku akibat kalimat yang kubuat, sebab aku tak pernah menjalin kisah cinta, tetapi hidupku banyak dihianati karena hal busuk bernama cinta, satu kata yang bahkan enggan menjadi satu kalimat ataupun frasa yang berdenotasi positif.

Semua yang kumiliki akhirnya hancur kerena cinta, habis karena cinta, pergi karena cinta, menyisakanku dengan satu juga kebencian yang tidak akan pernah tertebus, kalau akhirnya memang seperti ini, aku tak akan pernah buka hati lagi.

“ Donghae, kiranya aku punya salah, maafkan aku….. tetapi, ini adalah jalan hidup kita, aku memilih dia, kamu tahu teman di luar sana masih banyak, tetapi, perempuan seperti dia cuma satu bagiku, kamupun beranggapan demikian…. Jadi, biar aku memilihnya…..”

Kiranya kata-kata itu menusuk tepat pada sumber penghidupanku, aku tertohok hingga rasanya nyawaku telah melayang saat ini. Aku diam. Inikah yang dinamakan penghianatan. Jika saja ia tak mengatakan hal itu padaku, aku akan coba merelakan perempuan itu dan pergi tanpa kata. Tetapi sekarang persetan dengan perempuan itu, aku menghargai persahabatan kami sama seperti aku menghargai ibuku, lalu aku kembali di serang rasa benci yang menakutkan ketika kata-kata Euhyuk kembali terngiang di telingaku.

Begitu ringankah jalan fikirannya tentang hubungan persahabatannya denganku hingga, ia memilih pergi dengan perempuan itu dari pada tinggal bersamaku?

Ah… aku tak akan menyalahkan perempuan itu. Perempuan itu memang pantas untuk Eunhyuk, ia adalah perempuan dengan hati dan budi luhur yang baik, cantik dan anggun, bahkan kebaikannya dapat meluluhkan hatiku, juga hati Eunhyuk. Tetapi, mengapa Eunhyuk lebih memilih menghancurkan pertemanan kami, mengapa tidak membiarkan perempuan sempurna itu bersama laki-laki lain, lalu kami tetap bersahabat tanpa memikirkan perempuan itu.

Jika saja itu kian mudah, aku tak akan pergi dari tempat ini dan sekali lagi jika saja Eunhyuk tak mengatakan banyak teman lain, aku tak akan merantau jauh dari hidupnya. Ia telah melukai kepercayaanku, yang telah kubangun dengan susah panyah karena kelemahanku terhadap rasa percaya.

“ kamu adalah sahabatku, Eunhyuk….” bisikku lirih di sela-sela nafasku yang tersenggal.

“ aku tahu” kudengar jawaban yang sendu.

“ Lalu kenapa aku harus menemui semua ini?” tanyaku dengan nada kecewa.

“ kerana cinta” jawabnya lirih.

“Pada akhirnya kita harus menuai hasil yang sama…” kataku akhirnya.

“Eunhyuk mengapa?” tanyaku menuntut.

“Bukannya kita ini teman?”

“Hasil yang bahkan enggan untuk kita singgung….”

“Eunhyuk bisakah kau jawab aku?”

“Mengapa pada akhirnya kamu harus seperti ini?”

“Mengapa?”

“Apa aku tidak lagi pantas?”

Nafasku yang awalnya tersenggal kini kian tak teratur akibat pertanyaan-pertanyaan yang kulontarkan dengan terburu-buru, aku dah kehabisan kata-kata, aku marah, berang, benci.

“ kamu boleh memiliki perempuan itu, Eunhyuk…. tapi jangan katakan teman banyak di luar sana, tak tahukah kamu bahwa aku terluka karena itu!!! aku dan kau adalah laki-laki dan aku tak habis fikir kepercayaan yang dah kau berikan padaku kau hancurkan begitu saja hanya karena perempuan, aku tak butuh perempuan….!!!!”

“ aku dah lelah”

Aku diam mendengar penuturannya kala itu.

“ aku dah lelah membuatmu percaya, aku dah tak bisa, cih lucu sekali ini terjadi diantara laki-laki…. kau lemah seperti wanita, Donghae…. kau bodoh hanya karena masalahmu itu, kau itu seorang idiot…!!”

Bughh..

Kami laki-laki dan tanganku dah terkepal dari tadi. Kami saling melukai menumpahkan kekesalan sedari perdebatan ini berlangsung, hanya karena perempuan yang bakhan dah kuiklhaskan dan kata-kata bullshit dari Eunhyuk, kami saling menghancurkan.

Akhirnya….

Kamu memilih meninggalkanku dengan semua kebencian yang bahkan kamu yang ciptakan.

Mungkin jika saja aku masih diberi kesempatan untuk memeberi sekelumit kata yang kusampaikan dalam rangkaian kalimat, aku nak sampaikan hal ini “ jika ia memang takdirmu, kebahagianmu, akankah dia menimbulkan sesuatu yang seperti ini? ataukah ini jalan takdirmu untuk memulai sebuah kebahagiaan, pada akhirnya akan ada sebuah perpisahan… jangan pernah buat dirimu menyesal….”

Kata-kata itupun harus kutelan bulat-bulat karena posisi Eunhyuk bisa saja berbalik padaku, aku kembali kecewa untuk yang kedua kalinya.

Benarkah telah berakhir??

 

-The end-

Sorry banget kalau pada gak paham sama ceritanya. Otak lagi pentium maksain nulis cerita. Mianhaeyo..

Menurutku ini kisah pertemanan yang real, mesti saling menyalahkan dan jujur saja di sini terasa tidak ada yang benar dan salah diantara Donghae dan Eunhyuk, walau di sini mengarah ke Eunhyuk… adalah alamiah manusia. ceritanya aneh! Aduh pusing!

“ Selamat jalan menuntaskan tugas negara Lee Hyukjae dan Lee Donghae”

2 Comments (+add yours?)

  1. hyesunnie..
    Oct 28, 2015 @ 07:21:36

    hmm… my true story. sorry.. iam so sorry. tak kan ku ulangi lagi. promise you. cinta hanya lah jalan menuju kehancuran. namun tanpa cinta , mana bisa hidup jua??

    Reply

  2. hyesunnie..
    Oct 28, 2015 @ 07:23:22

    really sorry. cinta adalah jalan menuju kehancuran, namun tanpa cinta, mana bisa hidup jua?

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: