[Donghae’s Day] My Love

large-e1393983688610

Cast: Lee Donghae, Hyuri (OC), Park Young Hwa (OC), Super Junior Member.

Genre: Romance, Jealous.

Hari-hari awal musin dingin di Seoul.

***

 

-8.00 PM (KST), ‘Garden House’ Restaurant kecil di Seoul. Restaurant ini tidak terlalu besar namun tempatnya sangat nyaman. Dihiasi bunga yang berwarna-warni segar, sofa putih yang elegan dengan lantai kayu. Aaahh.. rasanya tidak ingin beranjak dari tempat ini.

Seorang yeoja memasuki restaurant itu disambut oleh beberapa pelayan disana.

Annyeonghaseyo… Silahkan…”

Yeoja berambut panjang ikal berwarna cokelat itu memasuki restaurant itu. Ia memilih tempat duduk yang sedikit menyudut. Yeoja itu mengenakan baju putih berlengan panjang, diluarnya memakai hoodie berwarna merah marun dan rok pendek.

“Permisi nona… Anda ingin pesan apa?” Tanya seorang pelayan padanya.

“Aahh… Aku mau coklat panas 1..” kata yeoja tadi lembut diiringi senyum manis di wajahnya.

Pelayan itu beranjak pergi meninggalkan yeoja itu membawa secarik catatan kecil berisi pesanan gadis tadi.

Yeoja itu duduk tenang selama beberapa lama… Ia memandang kosong kearah pintu masuk.

“Permisi nona.. ini pesanan anda..” seorang pelayan membuyarkan lamunannya mengantar pesanan coklat panas miliknya.

“Ne.. gamsahabnida…”

Ia lalu meminum coklat panas itu, Ia lalu mengambil HPnya. Sudah hampir 1 jam ia disana. Yeoja itu lalu bangkit dari tempat duduknya berjalan menuju toilet.

-@-@-@-

Seorang namja dengan mengenakan baju hangat berwarna hitam dengan kaos berwarna putih didalamnya plus kacamata hitam dan masker hitam masuk ke dalam restaurant itu. Langkahnya tampak terburu-buru. Ia segera berjalan ke tempat yeoja tadi.

“Maaf, apakah perempuan yang disini sudah pulang?” tanyanya pada seorang pelayan.

“Oh.. dia sedang ke toilet…”

“Oo.. terimakasih…”

Namja itu lalu duduk ditempat yeoja itu. Tak lama kemudian yeoja itu keluar dari toilet. Wajahnya berbinar ketika melihat sesosok lekaki dihadapannya itu.

“Ahh.. oppa.. kau sudah datang rupanya… apa kau sudah lama?” Tanya yeoja itu.

“Ahh,, Maafkan aku Hyuri… Aku tidak tahu kalau aku akan pulang terlambat…”kata namja itu dengan wajah penuh penyesalan.

“Ya… Apa yang oppa katakan.. Sudahlah lupakan.. Lagipula aku sudah tahu sejak awal… Aku harus sabar menunggu Karena pacarku adalah seorang Lee Donghae yang sangat sibuk… “kata yeoja itu sambil tertawa. Ia lalu duduk dan memanggil pelayan.

“Oppa… kau ingin makan apa?”

“Hhmm… Aku ingin ramen saja..”

“Baiklah… Kami pesan ramen 2 dan coklat panas 1”

“Kau pasti sudah menunggu lama ya??” Tanya Donghae pada Hyuri

“Hhhmm…” jawabnya singkat

“Kau marah??”

“Ya.. kau ini kenapa oppa… Mengapa aku harus marah padamu…” jawabnya sambil mencubit pipi Donghae

“Aaww… Sakit…” kata Donghae sambil mengelus-elus pipinya yang dicubit Hyuri

Tak lama, datanglah seorang pelayan yang datang mengantarkan pesanan mereka.

Selama beberapa menit pertama mereka makan dengan tenang.

“Oppa, bagaimana pekerjaanmu hari ini?”

“Hhhmm.. seperti biasa…”

“Baguslah… “ kata Hyuri sambil menyantap ramennya itu.

“Lalu, kau sendiri bagaimana?”

“Hhhmmm.. hari ini cukup melelahkan… Toko kami begitu ramai… Tapi itu sangat baik..” kata yeoja itu sambil mengembungkan pipinya.

“Omo… Sejak kapan kau bertingkah aegyo seperti itu??” kata Donghae sambil mengelus lembut pipi gadis itu.

“Ahh.. Oppa…”

Donghae tertawa melihat ekspresi muka gadis di depannya itu.

“Oya oppa… omong-omong mengapa oppa mengajak aku kesini? “

Donghae tersedak mendengar ucapan Hyuri.

Ia segera menenggak coklat panas yang sudah tidak panas itu lagi.

“Ya oppa… Kau kenapa…”

“Ah.. tidak apa-apa… Mienya sangat panjang.. menyangkut di tenggorokan..”

“Eee~? Kau.. Oppa kau…. ANEH….”

“Mmm… sebenarnya… Mmmm… ada yang ingin kukatakan padamu…”katanya tergagap

“Apa itu??”Tanya Hyuri penasaran

“Mmm…. Ah.. Habiskan dulu makananmu…”perintahnya

“Huft.. Kenapa oppaku ini…. Dia benar-benar aneh”katanya berbisik dengan suara yang masih ckup keras untuk di dengar Donghae

Donghae hanya bisa tersenyum melihat tingkah gadis ini.

Ya, itulah mengapa Donghae memilih gadis ini. Menurutnya Hyuri memiliki sebuah ‘charm’ tersendiri. Hanya dengan melihat wajahnya saja Donghae sudah bisa tersenyum. Melihat senyum dan mendengar perkataannya membuat Donghae menjadi tenang.

Apalagi jika sudah menyangkut appanya, Hyurilah orang yang paling bisa menenangkan Donghae jika sedang rindu pada appanya selain Eomma dan Hyungnya yang ada di Mokpo. Maklumlah… Appa Hyuri juga sudah meninggal. Bahkan lebih tragis, appa Hyuri meninggal karena kecelakaan saat pergi bersama eommanya. Untunglah eommanya tidak apa-apa. Jadi Hyuri tau betul bagaimana perasaan Donghae. Itulah yang membuat Donghae mengagumi gadis ini. Hyuri lebih tegar dibanding dirinya.

Pernah suatu ketika Donghae yang merindukan appanya keluar sendirian. Tidak ada yang bisa menghubunginya. Hyung-hyungnya di Super Junior menghubungi Hyuri. Setelah mendengar kabar itu, Hyuri berkeliling Seoul untuk mencari Donghae. HIngga akhirnya ia menemukan Donghae di sebuah taman sambil menangis sendirian.

Hyuri mengajak Donghae berjalan-jalan dan mengatakan banyak hal. Satu hal yang diingat Donghae adalah “Kau ini sudah besar.. Kau tidak boleh menangis terus.. Aku yakin Appa sudah bahagia disana.. Kau pun juga harus bahagia… Appa tidak akan senang melihat anaknya ini menangisi dirinya” Itulah kata-kata Hyuri yang berhasil menenangkannya. Akhirnya ia mau kembali pulang.

Selama hampir 4 tahun mereka berpacaran, tak jarang Hyuri menemani Donghae pulang ke Mokpo menemui Eomma dan Hyungnya serta berkunjung ke makam Appanya.

“Kau ini… Aku beruntung bisa bertemu denganmu…”kata Donghae sambil memandang Hyuri

“…. Oppa… Aku lebih beruntung lagi bisa bertemu denganmu…”kata Hyuri tersipu malu

“Hyuri-ah…. “

“Hhmmm???”

Donghae menatap mata Hyuri tajam. Dia mengeluarkan sesuatu dari sakunya, sebuah kotak kecil berwarna biru tua.

“Hyuri-ah… Maukah kau menikah denganku?”Tanya Donghae sambil membuka kotak tadi.

Sebuah cincin berwana silver dan berlian kecil ditengahnya berwarna-warni terkena pancaran sinar lampu.

Hyuri yang terkejut dengan pernyataan Donghae terdiam. Matanya mulai basah, Air mata mengumpul di matanya. Ia menatap mata Donghae yang masih menatapnya. Ia tidak bisa lagi membendung air matanya, air matanya jatuh membasahi pipinya.

“Oppa….. apa kau masih perlu menanyakan hal itu??” kata gadis itu

“Kau….”

Gadis itu hanya mengangguk. Donghae menghampirinya lalu memeluknya.

“Ya.. oppa.. apa yang kau lakukan…. Disini banyak orang…”kata Hyuri malu

“Memang kenapa??”kata Donghae sambil tetap memeluk gadis itu.

“Ya.. oppa… “kata gadis itu sambil mencoba melepaskan pelukan Donghae

“Oke.. oke…” Donghae bernjak lalu mencium kening Hyuri

Hyuri yang shock hanya bisa memandang Donghae.

“Ahh.. baik-baik.. jangan marah ya…”

“Bodoh! Mengapa aku harus marah?” pikirnya dalam hati

Donghae lalu memegang tangan Hyuri, mengambil cincin dan memasangkan cincin itu ke jari manis Hyuri. Rasa bahagia memenuhi hatinya.

“Oppa…. Apa kau yakin dengan keputusanmu ini?”

“Ha? Apa maksudmu??”

“Oppa… aku.. aku takut.. aku takut jika aku nantinya tidak bisa menjadi apa yang kau harapkan…”kata Hyuri

“Siapa yang meyuruhmu menjadi apa yang aku harapkan… ??”

“Hhhmm???”Tanya Hyuri keheranan

“Aku ingin kau menjadi dirimu sendiri.. Kita sudah hampir 4 tahun berpacaran, dan aku suka padamu sebagai dirimu… Aku tidak ingin kau berubah..” kata Donghae menenangkan yeoja itu.

“Oppa…. Terimakasih…” senyum mengembang di wajahnya yang mungil itu.

Tampak kegembiraan memancar dari wajah mereka, mereka melanjutkan makan mereka sambil membicarakan beberapa hal.

Hyuri mengangguk.

Setelah selesai makan, mereka berdua beranjak pergi dari restaurant itu. Donghae menyalakan mobilnya. Mobil itu mulai menyusuri jalanan raya yang sudah agak sepi.

Mobil itu berhenti di depan sebuah rumah nuansa tradisional yang lumayan mewah, taman yang luas dan bangunan rumah yang simple membuat suasana rumah ini sangat nyaman.

“Baiklah oppa, terimakasih ya.. Oya jangan lupa minum vitaminmu… Dan jangan tidur terlalu malam..” kata Hyuri beranjak keluar dari mobil itu.

“Ne… Kau juga… setelah sampai nanti aku akan meneleponmu…” kata Donghae dari dalam mobil.

“Emm…” kata Hyuri mengangguk lalu masuk ke dalam rumah.

Donghae meluncur dengan mobilnya setelah Hyuri masuk ke dalam rumahnya.

“Hyuri.. kau baru pulang?” tanya eommanya.

“Eomma… Aku sangat bahagia…” kata Hyuri seraya mengajak eommanya duduk di sofa.

“Lihatlah eomma…” katanya sambil menunjukkan cincin di jari manisnya itu.

“Donghae oppa melamarku eomma….” kata Hyuri bahagia.

“Benarkah?? Ahhh…. sayang.. eomma sangat senang mendengar hal ini…” kata eommanya sambil memeluk Hyuri.

Tak di sangka air mata mulai mengalir dari kedua mata eomma Hyuri.

“Eomma… kenapa eomma menangis?”

“Eomma…. eomma bahagia… Anak eomma kini sudah dewasa…. Donghae itu adalah pria yang baik dan eomma yakin dia bisa menjagamu, dia akan menjadi pendamping hidupmu yang baik…”

“Eomma…” kata Hyuri manja sambil memeluk sang ibu.

“Sudah… kau tidur sana… ini sudah larut malam…” kata eommanya.

“Mm.. baiklah… Eomma juga harus tidur ya..” kata Hyuri.

Mereka berdua berjalan meninggalkan ruang keluarga.

“Yeobo… anak kita sudah besar sekarang… Kau pasti bangga padanya. Laki-laki yang melamarnya memang pantas untuknya… Dia sangat menyanyangi anak kita.” kata eomma Hyuri sambil menatap foto ketika ayah Hyuri masih hidup.

“Appa, gadis itu benar-benar sempurna… Jika saja kau masih ada di sini… Kau pasti bahagia melihat aku dengannya..” kata Donghae dalam hatinya. Air mata mulai mengalir dari kedua matanya itu.

-@-@-@-

“Pyuhngsaeng gyuhte isseulge (I do) Nuhl saranghaneun guhl (I do), Nungwa biga wado akkyuhjumyuhnsuh (I do) Nuhreul jikyuhjulge (My love)”  terdengar sebuah lagu dari HP Hyuri.

“Yeoboseo..”

“Yeoboseo..”

“Oppa… sejak kapan kau mengganti ringtone ku??”

“Kau ini.. baru saja aku meneleponmu.. kau sudah memarahiku..”

“Salah oppa sendiri…”

“Hahaha.. baiklah… Kau sedang apa?”

“Aku akan tidur.. oppa.. kau juga harus tidur….”

“Baiklah.. kalau begitu .. Selamat malam.. semoga kau memimpikanku..”

“Eeee??”

“Hahaha.. semoga mimpi indah… Oya.. Oppa besok siang akan ke toko mu.. Bisa kan?”

“Ne… Besok aku ada di toko… Ya sudah.. oppa tidurlah.. Selamat malam…”

“Ne…”

Hyuri menutup telepon, betapa bahagianya dia hari ini. Pria yang dicintainya sudah melamarnya. Begitu banyak hal indah yang ada di benaknya. Semua pikiran-pikiran tentang masa depan yang indah bersama Donghae mengantarnya terlelap.

-@-@-@-

“Donghae, Eunhyuk, Shindong… kemarilah…” panggil Leeteuk.

“Ada apa Hyung?” Tanya Eunhyuk.

“Tadi manager Hyung menyuruh kalian untuk melatih Young Hwa dance..” kata Leeteuk.

“Young Hwa??” Tanya Donghae kebingungan.

“Young Hwa… Trainee baru… kemarin manager Hyung mengenalkannya pada kita saat kau sedang sibuk pacaran..” canda Shindong.

“Cepatlah… kalian sudah ditunggu.” Kata Leeteuk.

Mereka segera bergegas ke tempat latihan.

“Annyeonghaseyo…. Park Young Hwa ibnida..” kata gadis itu sambil membungkukkan badannya 90o

“Ne.. Annyeonghaseyo.. Donghae ibnida..” kata Donghae membalas salam gadis itu.

“Aku tidak melihat oppa kemarin…” kata gadis itu lagi.

“Aaa… aku sedang keluar kemarin..”

“Donghae-sii sedang sibuk pacaran kemarin malam.. hahaha” kata Eunhyuk.

“Ooo.. jadi oppa sudah punya pacar..” Tanya Young Hwa.

Donghae hanya membalasnya dengan senyuman.

Mereka memulai sesi latihan mereka.

Pertama kali melihat Donghae, Young Hwa langsung menyukai Donghae.

Bagi Young Hwa, Donghae adalah orang yang paling tampan yang pernah ia temui.

“Baiklah… untuk hari ini cukup sampai disini..” kata Shindong.

Mendengar itu Young Hwa sedikit kecewa karena ia masih ingin melihat Donghae.

“Apa kalian akan mengajarku lagi besok?” Tanya Young Hwa.

“Kemungkinan iya..” kata Eunhyuk.

Setelah latihan selesai, Donghae melihat jam tangannya.

“Aaaiishhh.. sudah jam 1…”

“Kau kenapa ??” Tanya Eunhyuk.

“Aku janji pada Hyuri akan kesana siang ini… aku harus ke sana sekarang…” kata Donghae sambil bergegas.

-@-@-@- Young Hwa POV -@-@-@-

“Donghae oppa benar-benar sangat tampan…” kata Young Hwa pada managernya.

“Ya… jangan berharap terlalu banyak.. dia sudah punya tunangan..”

“Apa?? Tunangan??”

“Iya.. dia baru saja melamar pacarnya.”

“Ahh.. mereka baru tunangan.. selama mereka belum menikah.. kesempatan itu masih ada untukku kan..”

“Kau jangan macam-macam… Jika kau melakukan kesalahan.. Kau bisa-bisa dikeluarkan dari sini..” kata managernya memperingatkan.

-@-@-@-

Donghae mencoba menghubungi Hyuri berkali-kali tapi tak diangkat.

“Pasti dia marah..” kata Donghae dalam hati.

Donghae mempercepat laju mobilnya. Sesampainya di toko Hyuri Donghae segera masuk.

Tampak Hyuri sedang melayani beberapa pembeli.

“Hyuri…. Maafkan aku… aku terlambat…” kata Donghae.

“Oppa… kau terlihat sangat lelah.. duduklah… aku ambilkan minum” kata Hyuri.

Hyuri masuk ke dalam dan mengambilkan Donghae secangkir air minum.

“Hyuri.. kau tidak marah kan?”

“Oppa… sudah berapakali aku bilang… Oppa tidak perlu minta maaf untuk hal seperti ini…” kata Hyuri.

“Aku janji tidak akan begini lagi… Oppa tadi diminta untuk melatih seorang trainee baru… bersama Eunhyuk dan Shindong Hyung..” kata Donghae menjelaskan.

“Trainee baru??”

“Ya.. namanya Young Hwa… Park Young Hwa…”

“Park Young Hwa??”

“Ya.. apa kau kenal dia??”

“Ahh… tidak.. “

-@-@-@- Hyuri POV -@-@-@-

Park Young Hwa… Apakah benar Park Young Hwa yang dimaksud Donghae oppa adalah Park Young Hwa yang aku kenal. Apakah benar itu dia… Bagaimana jika itu memang dia..  Dia ingat benar kejadian 5 tahun lalu.. Park Young Hwa.. jika memang dia yang dimaksud oleh Donghae oppa…

-@-@-@-

“Hyuri-ah… kau kenapa?” Tanya eommanya pada Hyuri.

“Ah… eomma…”

“Kau sedang memikirkan sesuatu ya?”

“Ahh.. tidak juga…”

“Ya.. kau ini anak eomma… eomma tau kau sedang memikirkan sesuatu…ceritakan pada eomma..”

“Aku tidak yakin eomma…”

“Ya… ayolah… ceritakan pada eomma…”

“Tadi Donghae oppa datang menemuiku…”

“Lalu?”

“Donghae oppa bilang dia diminta mengajari seorang trainee..”

“Kau cemburu??”

“Eomma.. tidak… aku tahu betul bagaimana Donghae oppa…”

“Lalu.. apa masalahnya?”

“Nama trainee itu… Park Young Hwa..”

Seketika Hyuri menyebut nama itu, raut wajah sang ibu berubah menjadi serius.

“Hyuri…”

“Eomma.. aku tidak tahu apakah Park Young Hwa itu sama dengan Park Young Hwa yang kita kenal.. tapi aku takut… aku takut jika itu benar eomma….”

“Ya.. Hyuri-ah… tenanglah…. Kita… kita harus bisa melupakan itu… Apalagi kau belum melihat orang itu secara langsung… “

-@-@-@- Hyuri POV -@-@-@-

Sebaiknya besok aku temui Donghae oppa, siapa tahu aku bisa bertemu dengan Park Young Hwa yang Oppa maksud… Sebaiknya aku tidak beritahu Donghae oppa…

-@-@-@-

Para member Super Junior sedang berkumpul di ruang latihan mereka menjelang makan siang. Sebuah suara yang agak ribut terdengar dari luar.

“Annyeonghaseyo..” kata Hyuri pada mereka semua.

Tentu saja kedatangan Hyuri mengejutkan mereka semua.

“Ahh.. Hyuri… Kau.. Apa yang kau lakukan di sini?” kata Donghae.

“Yaa… kau ini apa-apaan.. tunanganmu kesini.. kau malah bertanya seperti itu.” Kata Eunhyuk.

“Ahh.. aku membawakan makan siang untuk kalian..” kata Hyuri.

“Ya.. apalagi dia membawakan makan siang untuk kita…” kata Leeteuk.

“Kau seharusnya bilang dulu jika akan ke sini… Aku kan bisa menjemputmu..” kata Donghae.

“Jika kau menjemputnya.. Ia tidak akan ada di sini..” kata Shindong sambil tertawa.

Mereka bercakap-cakap sambil menyantap makan siang mereka. TIba- tiba sebuah suara mengejutkan mereka.

“Annyeonghaseyo…” kata seorang gadis.

“Young Hwa… Ada apa kau kesini?” Tanya Leeteuk.

“Ah.. oppa… aku bawakan makan siang…” kata Young Hwa.

-@-@-@- Hyuri POV -@-@-@-

Saat aku melihat wajahnya, itu benar-benar Park Young Hwa yang ku kenal… Bagaimana mungkin… Dia.. Dia.. ada di hadapanku sekarang… Bukankah waktu itu dia.. dia bilang akan ke luar negeri..

“Hyuri-ah..”

Kata-kata Donghae oppa membuyarkan lamunanku.

“Ah.. Annyeonghaseyo… Park Young Hwa ibnida…”

Bagaimana mungkin.. gadis itu memperkenalkan dirinya padaku sepertin seorang yang baru saja bertemu… Tapi itu bagus.. lebih baik orang-orang tak tahu apa yang terjadi.. biar hanya aku dam eomma yang tahu…

Aku membalas salamnya.

Rasanya aku ingin segera meninggalkan tempat ini..

Young Hwa bergabung dengan kami…

“Oppa, aku harus pulang sekarang.. aku masih ada beberapa urusan.. Aku permisi..” kataku.

“Hyuri.. kau baru saja datang.. dan kau belum makan…” kata Donghae oppa menahanku.

“Ah.. aku tadi sudah makan sedikit.. aku harus pergi oppa…” kataku sembari bangkit dari tempat itu.

Donghae oppa hanya menatapku aneh, namun aku tak peduli… aku hanya ingin secepatnya keluar dari tempat ini…

Aku mengemudikan mobilku ke rumah. Perasaanku kini menjadi kacau, puluhan panggilan masuk dari Donghae oppa tidak aku jawab.

“Hyuri.. kau sudah pulang?” Tanya eomma padaku.

Aku mendekati eomma, menceritakan apa yang baru saja aku alami. Raut wajah eomma berubah.. aku tahu apa yang eomma rasakan.. sama seperti yang aku rasakan saat ini.

-@-@-@- Donghae POV -@-@-@-

“Ya Donghae.. apa yang terjadi pada Hyuri?” Tanya member lain padaku. Aku tidak bisa menjawabnya. Aku pun tidak tau apa yang terjadi pada Hyuri. Dia juga tak menjawab satupun telepon dariku. Sebenarnya apa yang terjadi. Dia tidak biasanya seperti ini.

Aku memutuskan untuk ke rumahnya selesai latihan.

Saat aku sampai di rumah Hyuri, eommanya mengatakan bahwa ia sudah tidur. Hari ini dia tidak enak badan. Tapi, setauku tadi siang sewaktu mengantarkan makanan ia terlihat baik-baik saja. Sebenarnya ada apa…

Besok aku akan mencoba bicara padanya.

-@-@-@-

Siang itu Donghae, setelah latihan bersama member lain. Ia segera bersiap-siap menemui Hyuri. DI depan Lift dia bertemu dengan Young Hwa.

“Ah.. kebetulan kita bertemu disini oppa..”

“Young Hwa.. ada apa?”

“Ini…. Aku membuat kue untuk oppa… Oppa tidak sedang teburu-buru kan?”

Perasaan tidak enak pada Young Hwa membuat Donghae meluangkan sedikit waktunya untuk mencicipi kue buatan Young Hwa.

“Hhmm… aku tidak sedang buru-buru..” kata Donghae.

Setelah cukup lama menghabiskan waktunya. Donghae memacu mobilnya ke toko Hyuri.

Saat tiba di sana, Hyuri sedang menutup tokonya.

“Hyuri…” panggil Donghae.

“Oppa…”

Hyuri membuka lagi tokonya, mereka berdua masuk dan berbicara di sana.

“Oppa… maafkan aku…”

“Ya.. kenapa kau harus minta maaf… aku yakin kau pasti punya alasan..”

“Oppa…”

“Sudahlah… kau tidak perlu menjelaskannya padaku… yang ingin oppa tau adalah.. apa kau baik-baik saja..”

“Oppa… aku baik-baik saja…”

“Ah.. syukurlah.. kau tau.. itu sudah lebih dari cukup untuk oppa…”

“Oppa.. terimakasih…”

“Ne… biar oppa antar kau pulang ya…”

Hyuri tidak menolak ajakan Donghae.

-@-@-@-

Akhir-akhir ini, Young Hwa sangat sering, bahkan hampir tiap hari menyambangi tempat latihan Super Junior. Dia membawakan para member makan siang atau hanya sekedar menyapa. Semakin hari kelakuan Young Hwa semakin berani.

Ia sering menelepon Donghae, entah darimana ia mendapatkan nomor HP Donghae. Ia juga sering mengirim hadiah-hadiah kecil untuk Donghae.

Semula, para member menganggap bahwa perhatian Young Hwa itu biasa saja. Tapi semakin hari, mereka menyadari ada sesuatu yang salah dengan Young Hwa. Semua member menyadarinya, kecuali Donghae. Donghae masih terlalu ‘polos’ untuk mengerti keadaan sekitarnya.

Para member mulai merasa terganggu dengan keberadaan Young Hwa. Namun, mereka tidak bisa melakukan apa-apa karena mereka tidak punya bukti atas kecurigaan mereka. Dan tidak mungkin mereka mengadukan ketergangguan mereka atas kehadiran Young Hwa.

-@-@-@-

Pagi ini Hyuri berencana akan pergi ke butik untuk membelikan Donghae sebuah baju. Sudah lama ia ingin memberikan hadiah untuk Donghae. Ia segera menjalankan mobilnya tanpa berlama-lama. Ia menuju sebuah butik yang biasa ia datangi dengan Donghae jika mereka sedang mencari baju. Perasaan senang memenuhi hatinya. Kira-kira 15 menit, ia sampai di butik itu.

Ia mulai memilih beberapa baju. Perhatiaanya terpusat pada sepasang baju bergambar ikan. Ia tertawa dalam hatinya melihat baju itu.

“Ahh.. kami tidak punya baju yang sama.. Mungkin Donghae oppa akan suka…” pikirnya.

Ia memasukkan baju itu ke keranjangnya. Ia kembali memilih sebuah baju resmi yang bisa digunakan Donghae saat menghadiri acara resmi. Ia sangat detail dalam memilih. Ia ingin Oppanya tampak sempurna saat memakai baju yang akan dibelinya. Itulah sebabnya ia memerlukan waktu yang lama untuk memilih.

Donghae sedang berjalan menuju tempat parkir.

“Donghae oppa…”

“Young Hwa… kau…”

“Oppa.. maukah kau menemaniku untuk berbelanja baju?”

“Eeeee~? mengapa harus dengan ku?? Kau kan punya manager.”

“Ahh.. oppa kan seorang artis… aku perlu pendapat dari oppa…”

“Tapi..” belum sempat Donghae menyelesaikan perkataannya, Young Hwa segera naik ke mobil Donghae. Donghae tak bisa berbuat apa-apa. Ia juga tak mungkin mengusir Young Hwa.

Mereka berdua sampai di sebuah butik. Young Hwa bersikap sangat manja pada Donghae, Jujur saja Donghae merasa risih. Lagipula ia takut jika ada fans atau orang dari managementnya melihatnya.

Jelas dalam peraturan, bahwa artis satu management tidak diijinkan keluar bersama.

Dari kejauhan Hyuri yang masih memilih kemeja untuk Donghae melihat seorang yang ia kenali, ia mendekati orang itu..

“Donghae oppa…” baru saja ia selesai memanggil, mucullah Young Hwa dari dalam kamar pas.

“Bagimana dengan ini oppa?” Tanya Young Hwa yang tidak menyadari kehadiran Hyuri.

Sejenak, keadaan menjadi sepi… Hyuri sekakan tidak percaya dengan apa yang ada di depan matanya.

“Oppa.. kau… sedang apa kau disini… dan.. dan… mengapa Young Hwa… kau…”

“Hyuri… tunggu.. aku bisa jelaskan…” kata Donghae panik.

“Oppa….” kata Hyuri perlahan.

Donghae melihat sepasang baju bergambar ikan yang ada di dalam keranjang Hyuri dan sebuah kemeja putih. Ia tau bahwa Hyuri akan membeli itu untuknya. Seketika itu, perasaan Donghae di selimuti rasa bersalah.

“Hyuri….. Tunggu…” kata Donghae menahan Hyuri yang akan pergi.

Hyuri tak mempedulikan Donghae. Ia melepaskan tangan Donghae dari tangannya.

Hyuri segera berlari menuju mobilnya. Air matanya tak dapat lagi ia bendung. Ia tak mempedulikan Donghae yang mengejarnya dari belakang.

Hyuri menyalakan mobilnya dan melaju meninggalkan tempat itu. Hati Hyuri bagai tersayat-sayat. Dia tidak menyangka bahwa Donghae pergi bersama dengan Young Hwa.

Kini Donghae tidak tau harus berbuat apa, pikirannya kacau. Dipikirannya terlintas gambaran sepasang baju ikan yang akan di beli Hyuri. Ia sangat menyesal. Ia merasa sangat bodoh. Hyuri pasti sangat kesal melihat dia bersama dengan Young Hwa. Ia memutuskan untuk pulang ke dormnya tanpa memperdulikan Young Hwa yang masih ada dalam butik.

= SJ’s Dorm =

“Donghae-ah.. kau kenapa?” Tanya Leeteuk yang melihat keanehan pada Donghae.

“Kau bertengkar dengan Hyuri gara-gara Young Hwa kan..” kata Yesung.

Perkataan Yesung membuat Donghae terbelalak.

“Hyung.. darimana kau tau??” Tanya Donghae.

“Ya… kau… bagaimana bisa??” Tanya member yang lain.

“Kau lupa… pemilik butik itu adalah temanku..” kata Yesung ringan.

“Donghae.. bagaimana bisa… Kau keluar dengan Young Hwa??” Tanya Yesung tajam.

“Apa?? Kau keluar dengan Young Hwa?? Kau sudah gila…” kata Leeteuk.

“Hyung, aku juga tidak ingin begini… tapi taadi… Young Hwa memaksaku… aku sudah menolaknya.. tapi dia memaksa..”

“Ya… Donghae… kau harus tegas pada Young Hwa… Dan.. bagaimana ceritanya kau bertengkar dengan Hyuri?” Tanya Kangin.

“Aku juga tak tau kenapa Hyuri bisa ada di sana… Aku benar-benar tidak tahu Hyung…” Kata Donghae frustasi.

“Donghae… katakan pada Young Hwa untuk menjaga kelakuannya… Jika tidak, kalian berdua bisa dalam masalah besar.” Kata Yesung memperingatkan Donghae.

“Aku rasa, Young Hwa menyukai Dongahe Hyung..” kata Ryeowook.

“AApaa… kau gila.. tidak mungkin!!!” bantah Donghae.

“Tidak, Ryeowook benar… sejak pertama kali dia datang kesini.. membawakan kita makan siang… aku lihat dia begitu perhatian padamu..” kata Shindong.

“Tapi.. itu.. itu..”

“Kau ingin bilang itu tidak mungkin?? Ya LEE DONGHAE… semua itu mungkin… Aku ingatkan sekali lagi padamu… Kami di sini sangat menyayangimu.. kami tidak ingin hal buruk terjadi.. jadi saranku… katakan pada Young Hwa secepatnya.. bahwa dia tidak bisa menyukaimu… dan kau… Jangan bersikap terlalu baik padanya, bersikaplah tegas. Pikirkanlah Hyuri juga… ” Kata Yesung.

“Mungkin mereka benar.. aku harus bersikap tegas pada Young Hwa… semenjak kehadirannya, hubunganku dengan Hyuri semakin menjauh..” kata Donghae dalam hatinya.

-@-@-@-

Pagi itu Young Hwa berjalan menuju tempat latihan Super Junior. Tepat sebelum ia masuk, Donghae keluar dari ruangan itu.

“Oppa… Annyeong…”

Donghae hanya mengacuhkan gadis itu.

“Oppa… Kau kenapa?? Apa kau sakit… tenang saja… aku tidak marah padamu soal kemarin…” kata Young Hwa sambil memegang kepala Donghae.

“PARK YOUNG HWA! Hentikan… Kau harus bisa menjaga sikapmu… Bagaimana jika orang lain melihat dan salah paham?” kata Donghae.

Omongan Donghae cukup mengagetkan Young Hwa.

“Oppa.. kau ini… kau tidak perlu malu..” kata Young Hwa meraih tangan Dongahe.

“Young Hwa… hentikan.. Kau ini apa-apaan…” kata Donghae.

“Oppa… aku mencintaimu…”

Donghae terkejut mendengar ucapan Young Hwa itu. Ia tak percaya akan apa yang baru di dengarnya.

“Young Hwa hentikan!” kata Yesung keluar dari dalam ruangan.

“Kau sadar?? Kau dalam masalah besar!!” kata Yesung lagi.

“Yesung oppa… ini urusanku dan Donghae oppa…”

“Young Hwa.. Yesung Hyung benar… “

“Oppa… kau..”

“Young Hwa… aku akan melaporkan ini ke management… Kau sudah tidak bisa didiamkan… Semakin lama kelakuanmu semakin berani…” kata Yesung.

Mendengar itu Young Hwa segera pergi dari hadapan mereka berdua.

“Donghae,… sudah Hyung bilang… Kau harus berani padanya… Hyung akan mengadukan ini ke management.. Jika tidak.. bisa-bisa kau dalam masalah…” kata Yesung sambil pergi meninggalkan Donghae.

Siang itu Donghae pergi ke toko kue Hyuri. Terlihat jelas wajah Hyuri masih menyimpan rasa marah.

“Hyuri… dengarkan aku…” kata Donghae.

“Apa lagi yang harus aku dengarkan oppa…”

“Hyuri… Dia yang memaksaku.. Aku sudah menolaknya… Tapi… dia memaksaku…”

“Lalu?”

“Hyuri… Aku minta maaf…” kata Donghae sambil berlutut.

“Oppa.. kau ini apa-apaan… semua orang melihatmu..”

“Biarkan saja.. Aku tidak akan berdiri sebelum kau memaafkan ku..”

“Oppa… bangunlah…”

“Aku tidak mau..”

“Terserah kau saja..” kata Hyuri meninggalkan Donghae yang masih berlutut.

Hyuri kasihan melihat Donghae yang sudah berlutut hampir 2 jam di depan sana. Hyuri meluluhkan hatinya, bagaimanapun ia mencintai Donghae… Semarah apapun dia pada Donghae.. pada kenyataannya, Ia mencintai Donghae. Ia tak mampu melihat Donghae seperti itu. Ia pun menghampiri Donghae.

“Oppa.. bangunlah..”

“Bukankah sudah ku bilang.. aku tidak akan berdiri…..” ucapan Donghae terputus.

Hyuri berlutut dan memeluk Donghae.

“Oppa… aku memaafkanmu..” kata Hyuri sambil menangis.

“Aku tidak bisa berbohong… Semarah apapun aku pada oppa… Aku tidak bisa bohong.. bahwa aku sangat mencintai oppa…” kata Hyuri lagi.

Donghae membalas pelukan Hyuri,

“Hyuri.. aku juga mencintaimu… Oppa tidak akan mengecewakanmu lagi.. Oppa janji…”

“Sekarang bangunlah..” kata Hyuri.

Mereka berdua lalu menghabiskan hari mereka bersama.

-@-@-@- Hyuri POV -@-@-@-

Oppa, jika kau tau apa yang sebenarnya terjadi tentang Young Hwa… Tapi sudahlah, melihatmu disisiku saat ini membuatku bahagia.. aku tidak tau apa yang akan terjadi jika kau dan Young Hwa…. Bahkan untuk membayangkannya pun aku tidak sanggup…

-@-@-@- Donghae POV -@-@-@-

Hyuri… aku berjanji… aku tidak akan mengecewakanmu lagi.. Aku berjanji… Tidak ada seorangpun yang dapat menggantikanmu….

-@-@-@-

= SJ’s Dorm =

Malam itu, saat Donghae tiba di dorm. Para member sedang membicarkan sesuatu yang terlihat penting.

“Donghae.. kemarilah..” kata Yesung.

“Ada apa Hyung??”

“Ada satu hal penting yang harus kau ketahui tentang Young Hwa….” Lanjut Yesung.

“Yang pertama… Young Hwa telah resmi dikeluarkan dari sini…”

“Kau serius Hyung??” Tanya Donghae.

“Ada hal yang lebih penting dari itu…”

“Maksudmu Hyung?”

“Kau pasti taukan.. Ayah Hyuri meninggal dalam kecelakaan…”

“Tentu saja… Sebenarnya apa yang ingin kau coba untuk katakan Hyung??”

“Di balik kecelakaan Ayah Hyuri adalah Park Young Hwa…” jelas Yesung.

“APA?? Kau.. kau serius Hyung??” kata Donghae tak percaya.

“Young Hwa adalah anak angkat keluarga Hyuri… Dia diambil dari sebuah panti asuhan… “ lanjut Leeteuk.

Kenyataan lain ini kembali mengejutkan Donghae.

“Young Hwa dikenal sebagai seorang gadis yang sangat sadis… Ia berlaku kejam pada Hyuri, kakanya. Selain itu ia juga dikenal sangat kurang ajar pada orang tuanya. Waktu itu… mereka semua sedang akan berlibur di suatu tempat… Ayah Hyuri yang mengemudikan mobil. Saat itu Young Hwa ingin berhenti di sebuah tempat. Namun, Ayahnya tak mengijinkan. Ayahnya tetap menjalankan mobilnya. Young Hwa ketika itu berumur 17 tahun dan Hyuri 18 tahun. Young Hwa yang marah, memukuli sang ayah yang sedang menyetir. Ibu dan Kakaknya (Hyuri) berusaha untuk menghentikannya. Namun, malah Hyuri yang terluka, ia mencakarnya hingga berdarah. Hyuri sudah tidak bisa apa-apa. Namun, Young Hwa masih menyerang ayahnya. Hingga akhirnya ayahnya kehilangan kendali dan menabrak sebuah truk besar di depannya hingga tewas.” Jelas Leeteuk.

Tentu saja semua kenyataan ini tak mampu di terima Donghae begitu saja.

“Jadi… ini alasannya.. mengapa waktu itu Hyuri terlihat aneh saat bertemu dengan Young Hwa..” kata Donghae.

“Iya.. kau benar… setelah kejadian itu, Young Hwa di kirim ke luar negeri.. entah bagaimana ia bisa kembali sekarang. Dan ini semua karena Young Hwa merasa cemburu pada Hyuri yang menurutnya lebih diperhatikan…” kata Yesung.

“Ini gila… Bagaimana mungkin ia melukai keluarga yang mengangkatnya??” kata Donghae.

“Dia memang gila,… sejak kecil ia dibuang oleh keluarganya. Itu yang menyebabkan ia harus tinggal di panti asuhan. Awalnya setelah diangkat menjadi anak oleh keluarga Hyuri, dia menjadi lebih baik. Bahkan bisa dibilang sudah sembuh… Namun, karena rasa cemburunya pada Hyuri.. Akhirnya ini semua terjadi…”

Donghae tidak bisa berkata apapun.. Ia hanya memikirkan seberapa sakitnya hati Hyuri waktu melihat dirinya dan Young Hwa di butik waktu itu.

“Donghae.. sebaiknya.. aku berpura-pura tidak tau akan hal ini… aku takut Hyuri akan salah paham padamu..” kata Kangin.

“Kau benar Hyung… aku akan pura-pura tidak mengetahui ini.” Kata Donghae.

-@-@-@-

Lagu Marry U terdengar dari HP Hyuri. Matanya masih lengket, maklum saja ia baru tidur jam 2 pagi.. Ia meraih HP yang ada di meja kecil sebelah tempat tidurnya.

“Yeoboseo…”

“Yeoboseo Hyuri-ah.. Kau baru bangun tidur ya??”

“Donghae oppa… Iya.. aku baru bagun.. ada apa??”

“Hyuri.. apa nanti malam kau ada acara?”

“Ah.. tidak.. aku tidak ada acara malam ini..”

“Baguslah kalau begitu… Aku ingin mengajakmu makan malam.. kau mau?”

“Tentu saja oppa…”

“Baiklah… nanti akan aku jemput jam 8 malam…”

“Ahh.. Oppa.. tidak usah kau jemput.. aku akan ke sana sendiri.. Aku punya sesuatu untukmu..”

“Kau yakin??”

“Eeemmm… tentu…”

“Baiklah kalau begitu… sampai nanti…”

“Ne,…”

Ekspresi bahagia terpancar dari wajah Hyuri. Ia menyiapkan sesuatu untuk Donghae malam ini.

= 7.30 PM (KST) =

Hyuri sudah siap dengan gaun pendek berwarna putih. Dirinya tampak anggun malam ini. Ia mengambil sebuah kotak yang cukup besar, hadiah untuk Donghae. Ia lalu menuju ke restaurant tempat mereka akan makan malam.

Tepat pukul 8 Hyuri sampai di depan restaurant, tiba-tiba langkahnya di hentikan oleh seseorang.

Dia menarik tangan Hyuri dengan keras.

“Kau.. aku benci padamu..” kata gadis itu.

“YOUNG HWA… apa yang kau lakukan..” kata Hyuri.

“Aku benci padamu… “ katanya lagi, kali ini ia mengeluarkan pisau dari dalam tasnya.

“Young Hwa kau mau apa?? Apa kau tidak puas membunuh appa?? Apa sekarang kau mau membunuhku juga??” kata Hyuri sambil berusaha melepaskan tangan Young Hwa.

Young Hwa menarik Hyuri ke pinggir jalan. Mereka berdua berbantah-bantahan.

Young Hwa mendekatkan pisau itu ke wajah Hyuri.

“KAU GILA YOUNG HWA!!!! LEPASKAN AKU… TOLONG!!!!!” teriak Hyuri.

“Hahaha… tidak akan ada orang yang bisa menolongmu.,…” kata Young Hwa.

—-

Donghae terus melirik jam tangannya, sudah hampir 30 menit.. seharusnya Hyuri sudah datang. Tiba- tiba dari dalam restaurant beberapa orang berlari keluar.

“Permisi.. apa yang terjadi??” tanyanya pada seorang pelayan.

“Di luar,.. ada 2 orang gadis yang sedang bertengkar.. sepertinya salah satu membawa pisau..” kata pelayan itu.

Seketika perasaan Donghae menjadi tidak enak. Dia segera berlari ke luar.

Tepat saat Ia melangkahkan kakinya keluar. Ia melihat Hyuri dan Young Hwa di pinggir jalan. Young Hwa menggoreskan pisaunya ke wajah cantik Hyuri lalu mendorongnya ke tengah jalan.

“HYURIIIIIIIIIIIIIIIII!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!” Donghae berteriak sambil berlari.

Namun, semuanya terlambat. Saat Young Hwa mendorong Hyuri ke tengah jalan, sebuah mobil berkecepatan cukup tinggi menabrak tubuh Hyuri.

“Hyurii… Hyurii.. bertahanlah… Hyurii.. sebentar lagi ambulance akan datang… kau harus bertahan..” kata Donghae sambil menagis sejadinya.

“Oppa….”

“Oppa…” panggil Hyuri..

“Hyuri.. aku di sini… kau bertahanlah…”

Tubuh Hyuri sudah berlumuran darah.

“Oppa maafkan aku….. kkueee… kue itu… ha…hancuurrr…” kata Hyuri sambil menunjuk sebuah kotak yang berisi kue yang dibuatnya khusus untuk Donghae.

“Kau… kau.. tidak boleh terlalu banyak bicara… kau harus bertahan… sebentar lagi… ambulance pasti datang… bertahanlah Hyuri..” kata Donghae… air matanya tak bisa berhenti mengalir. Ia tak mampu kehilangan gadis yang di cintainya ini.

“Oppa…. Aku harus pergi…. Aaku… appa… sudahh.. menungguku…….”

“Ya.. KIM HYURI.. apa yang kau katakan.. kau tidak akan pergi… kau tidak akan pergi kemana-mana…. Kau akan bersamaku.. kita akan menikah…. Kau… kau…”

Ucapan itu terhenti. Tangan Hyuri menyentuh pipi Donghae.

“Oppa… Jangan menangis.. aku akan….. aku akan… teruss…. Bersama….mu…..”

“Kau harus.. kau harus terus bersamaku… Kau tidak akan kemana-mana… Hyuri.. bertahanlah..”

Nafas Hyuri semakin tidak teratur. Air matanya mengalir membasahi wajahnya.

Gaun putihnya berubah menjadi merah terkena darah yang terus mengalir dari tubuhnya.

“Oppa….” Ia menghentikan ucapannya.. ia tak sanggup lagi berbicara. Namun, ia memaksakannya satu kata yang mungkin menjadi kata terakhir darinya. Ia menatap lekat wajah pria yang ada di depannya itu. Pria yang sangat ia cintai. Pria yang telah mengisi hari-harinya.

Ia mengumpulkan segala kekuatannya yang masih tersisa…

“OPPA SARANGHAE….” Kata Hyuri.

Seketika itu juga Hyuri menutup matanya.

“HHHYYUUURRRRRIIIIIIIIIIIIIIII” suara teriakan Donghae memecah kesunyian malam.

“Hyurii.. bangunlah… HYURI.. kau tidak boleh pergi… HYURIIII…. Jangan tinggalkan aku…. HYURIII…. Bertahanlah…. HHHHYYYUUUURRRRIIIIIIIIIIIIIIII………………..” suara itu, suara kesedihan yang memenuhi jalanan kota malam itu.

Tak beberapa lama.. ambulance datang. Namun, semuanya sudah terlambat… Hyuri sudah pergi.. Meninggalkan dirinya… Untuk selama-lamanya….

-THE END-

1 Comment (+add yours?)

  1. christin
    Nov 16, 2015 @ 20:37:57

    huwaa….. thor… kenapa hyurinya mati……??????

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: