[Eunhyuk’s Day] The Doctor

2015-greeting-dvd-17-29-51

The Doctor

Author                  : haefanss

Cast                       : Lee Hyukjae (Eunhyuk) SJ

Lee Donghae SJ

Park Soo Jin (OC)

Kim Eun Ah (OC)

Jung Na Ri (OC)

Rating                   : PG-15

Words amount  : 3.157 words

AN                          : FF ini adalah FF kedua saya yang saya kirim, sekaligus saya buat untuk ikut memeriahkan Ultahnya My beloved Eunhyuk Oppa. Happy Birthday Hyukkie^^ . Don’t be a silent readers ya ^^ Mian kalo ada typo, atau kekurangannya. Happy Reading

**

Daegu Science High School

 

Seorang gadis berdiri dibalik tembok dengan membawa kamera ditangannya. Mengetahui objek yang diharapkannya siap, gadis itu mengangkat kameranya dan memfokuskannya pada objek itu, setelah mendapat gambarnya, gadis itu melangkahkan kaki jenjangnya untuk kembali ke kelas. Gadis itu adalah seorang siswi sekolah menengah atas tahun pertama, seorang pecinta fotografi.

 

“Soojin-ah” sesorang memanggil gadis itu dan melambaikan tangannya dengan semangat. Gadis yang dipanggilnya Soojin itu hanya tersenyum

“apa yang kau lakukan disini?”

“hanya memotret” gadis itu tersenyum dan melanjutkan langkahnya

“setiap hari hanya memotret, apa kau tak ada pekerjaan lain?”

“apa ini mengganggumu, Hana-ya?”

“yak! Harus kubilang berapa kali Soojin-ah! Namaku Eun Ah, bukan Hana!”

“anggap saja itu panggilan sayang dariku” gadis cuek bermarga Park itu menjawab seadanya

“aiisshh. Kalau boleh tau siapa yang kau potret itu?”

“kau tidak perlu tahu”

ne—ne—tak bisakah kau memberiku sedikit bocoran saja, agar aku tak penasaran. Jangan terlalu tertutup Soojin-ah”

“Hana, kau akan tau sendiri tanpa aku harus mengatakannya nanti”

“Tapi, kapan waktu itu akan datang?”

“entahlah”

Soojin memejamkan matanya sejenak, merasakan hembusan angin yang segar. Ia benar benar ingin menikmati tahun pertamanya di sekolah menengah atas ini. Tahun dimana ia diwajibkan untuk mengikuti klub klub sekolah.

 

**

 

Canteen

 

“sulit sekali membimbing hoobae-hoobae itu. Membuatku lelah”

“kau pikir hanya dirimu saja yang lelah? Aku juga”

“apa sulitnya bermain musik? Kau tak perlu di lapangan”

“menurutmu bermain musik itu tidak ada ketentuan? Apalagi bagi para hoobae, tidak semua dari mereka sudah ahli dalam bidang itu”

“aku selalu kalah jika beradu argumen denganmu” Pria itu mengacak gemas rambut lawan bicaranya,  yaitu seorang gadis cantik dengan rambut tergerai, yang tak lain adalah kekasihnya sendiri.

“ada satu hoobae-ku yang sepertinya dia berbakat bermain basket. Kerjasama dan teknik yang digunakannya sangat baik”

“berarti, dia bisa menggantikan posisimu sebagai kapten nanti oppa

“aku berharap begitu”

Kedua sejoli itu bercanda bersama. Terlihat sangat serasi, sampai keduanya tak mengetahui jika ada sepasang mata tajam tertuju pada mereka. Pemilik tatapan tajam itu tak bergeming untuk beberapa menit, nafasnya terasa berat. Sejurus kemudian, ia memejamkan matanya dan merasakan hembusan angin, ‘sedikit’ lebih baik. Ia berbalik dan tak menyadari ada orang dibelakangnya, hingga ia menabrak orang itu

 

mianhae—oh aku menjatuhkan minumanmu” seorang gadis dengan kamera yang dikalungkan dilehernya itu menunduk meminta maaf. Ia merasa bersalah karena menabrak sorang pria berseragam basket dan menjatuhkan minumannya. Padahal pria itu terlihat sangat lelah.

gwaenchana—“

“aku akan mengganti minumanmu, ikutlah ke kelasku”

“tidak perlu. Aku akan membeli lagi”

“sudahlah. Kajja—“ gadis itu menarik tangan pria didepannya

gomawo

ne—sekali lagi aku minta maaf”

“sudah, jangan dipikirkan lagi. Oh, ne, Lee Donghae imnida, aku siswa tahun pertama” pria itu mengulurkan tangannya disertai senyuman yang menghiasi wajah tampannya. Terlihat sangat teduh dan menenangkan

“Park Soo Jin imnida” gadis itu membalas uluran tangan sang pria

“baiklah, sampai jumpa lain waktu Soojin-ah” pria itu melambaikan tangannya dengan semangat, lalu melangkah pergi

 

**

Soojin, gadis pecinta fotografi itu melangkahkan kakinya perlahan, menyusuri koridor sekolah. Kamera masih setia menggantung di lehernya yang mulus, ia melangkah sesuai dengan kemauan kaki jenjangnya. Tatapannya lurus kedepan dan sekali-kali memejamkannya untuk merasakan hembusan angin. Sangat tenang dan damai, seperti ketika ia mendapat senyuman dari sosok pria yang bernama Lee Donghae. Ketenangnnya seketika buyar karena sesorang berteriak

“Park Soojin!” sesorang menyebutkan namanya dengan lengkap, gadis itu menoleh karena merasa dirinyalah yang memang dipanggil

“kau yang bernama Park Soojin?”

ne, sunbae—“ gadis itu menunduk pada sosok pria didepannya, jantungnya berdegub kencang dan serasa ingin melayang, karena pria didepannya ini mengetahui namanya

nametag-mu terjatuh. Karena hanya kau yang sedang lewat sini, jadi kupikir ini pasti milikmu” serasa jatuh dari langit, kekecewaan terukir jelas di raut wajah gadis itu. Ternyata pria itu membaca nametag-nya

“aku Lee Hyukjae, kau bisa memberitahuku jika butuh bantuan”

Sedetik kemudian, sudut bibir gadis itu terangkat, membentuk sebuah lengkungan indah dari senyumnya. Dan pria di depannya hanya tersenyum tipis, keheningan terjadi beberapa saat. Hingga ada seseorang yang memanggil namanya dan pria itu hampir bersamaan

“Soojin-ah!”

“Hyukjae oppa!”

Keduanya menoleh dan berbalik, karena panggilan itu berasal dari arah yang berlawanan, mereka menghampiri orang yang memanggil namanya itu tanpa mengucapkan sepatah kata untuk berpisah.

 

**

“yak! Kucari kau dimana mana. Ternyata hanya berdiri dalam diam dengan sunbae kapten basket itu”

“kau menyelamatkanku Hana-ya”

“menyelamatkanmu darimana? Hey! Aku hanya ingin mengajakmu ke kantin”

“dari keheningan dan dekapan yang—“ Soojin belum menyelesaikan kalimat puitisnya dan dipotong oleh Eun Ah

mwo?! Kau tidak berpelukan dengan sunbae kan?

“tentu tidak babo!

“kalu begitu, karena aku telah menyelamatkanmu, kau harus menemaniku ke kantin”

“aisshh. Dasar tidak tulus!” gadis itu menjitak kepala sahabatnya pelan, dan bermaksud bercanda

 

**

 

“siapa yang kau lihat?”

“gadis itu, gadis dengan kamera menggantung di lehernya”

“gadis yang menabrakmu kemarin? Gadis yang menarikmu secara paksa itu?”

“ya. Aku sudah terkunci darinya karena peristiwa kebetulan itu”

“yak! Lee Donghae! Apa yang istimewa dari gadis itu? Penampilannya biasa saja, lihatlah para cheerleaders itu! Mereka jauh dari gadis kemarin itu”

“gadis kemarin itu, Soojin. Gadis yang mempesonaku”

“baiklah, temui saja dia. Daripada kau tidak akan fokus disini”

Baru saja Donghae akan berlari menemui gadis itu, sunbae sudah datang terlebih dahulu. Kapten basket mengajak Donghae untuk latihan serius karena kemampuannya bisa dikembangkan untuk mengikuti kejuaraan.

shireo hyung! Aku belum siap”

“yak! Seongsaenim saja sudah mulai melihatmu. Kau ini sudah siap! Sekarang juga kau harus latihan bertanding dengan tim sunbae

“tapi—tapi—kakiku sedang—cedera, yah—cedera” Donghae mengusap pergelangan kakinya dan meringis terpaksa.

“bagaimana bisa cedera semendadak itu? kau hanya cedera saat sunbae datang!”

“aku tidak bohong hyung. Kalau begitu, ijinkan aku memanggil dokterku”

“dasar! Baiklah, lakukan saja!”

 

**

 

Soojin berjalan bersama dengan sahabatnya, Eun Ah yang dipanggilnya Hana. Mereka berbincang bincang saat perjalanannya menuju kantin

“Hana-ya”

“Hmmm?”

“Apa aku salah jika menyukai seseorang yang sudah mempunyai kekasih?”

“hmm—menurutku tidak, asalkan kau kuat memendamnya, karena itu akan jadi salah jika sampai membuatmu memisahkan orang itu dengan kekasihnya”

“begitukah?”

“ya. Memangnya siapa yang kau sukai?”

“tidak—aku hanya bertanya”

Kemudian, terjadi keheningan untuk beberapa saat sebelum seseorang memanggil Soojin dari arah lapangan basket

“ya! Soojin-ah! Nae uisa!” Bukankah itu sangat konyol? Pria yang memanggil Soojin itu melambaikan tangannya dengan semangat. Ia memberikan isyarat agar Soojin dan temannya itu datang ke lapangan basket. Kedua gadis itu pun berbelok ke lapangan basket.

“lihat itu hyung! Dokter paling cantik yang pernah kutemui! Pemberi keteduhan dan ketenangan bagiku”

“gadis itu?”

Tak lama, kedua gadis cantik itu tiba di lapangan basket. Soojin melakukan kebiasaannya sejenak, yaitu memejamkan mata dan merasakan hembusan angin. Sedetik kemudian, ia membuka matanya dan melihat dua pria yang berarti baginya. Seorang yang ia kagumi dari awal masuk sekolah menengah pertama, sampai sekarang. Dan seorang yang baru ia kenal, memiliki senyuman yang teduh dan menenangkan

“kita berjumpa lagi” sunbae membuka pembicaraan

“kau mengenalnya hyung? Oh, awas saja kau mendekati yeojachingu-ku ini. Aku tidak akan mau menggantikanmu sebagai kapten basket. Apalagi mengikuti kejuaraan”

“yak! Aku sudah punya kekasih! Dan awas saja kalau ucapanmu kau lakukan, aku akan memakanmu hidup hidup!”

“kapan aku menjadi yeojachingu-mu Lee Donghae-ssi?” Soojin menengahi pertengkaran dua orang pria yang sangat kekanak kanakan itu. membuat semua yang ada di lapangan saat itu tertawa keras.

 

**

 

1 year later

 

Ini sudah tahun kedua bagi Soojin, masih sama. Gadis itu masih memiliki rambut cokelat panjang, masih mencintai fotografi, masih dekat dengan Donghae, masih bersahabat dengan Eun Ah dan masih tetap mengagumi Lee Hyukjae, sosok sunbae yang memiliki kekasih bernama Jung Na Ri.

 

“Soojin-ah”

“oh, sunbae

“tak ada yang marah jika aku dekat denganmu sekarang?”

ani—duduklah, gwaencana” gadis itu menggeser duduknya, dan memberikan isyarat agar pria yang baru datang itu duduk disampingnya

“bagaimana kau dengan Donghae?”

Gadis itu tertawa ringan sebelum menjawab pertanyaan sunbae-nya

“apa maksud sunbae? Tentu tidak” keheningan terjadi beberapa saat, canggung menyelimuti keduanya

 

“Oh God, selamatkan aku dari suasana ini”

 

Beberapa detik kemudian, suara seorang namja memecah keheningan

“Hey! Kalian berdua! Apa yang kalian lakukan eoh?”

 

“aku terselamatkan!”

 

hyung! Apa yang kau lakukan dengan kekasihku? Kau mau aku menepati kata-kataku?”

“yayaya! Andwae! Lagipula dia bilang kau bukan kekasihnya!”

“kau bohong kan Soojin?” pria yang baru datang itu merangkul Soojin dan mengedipkan sebelah matanya. Gadis yang dirangkul itu serasa mau muntah, tapi itu tidak akan terjadi karena pria yang merangkulnya sekarang menunjukkan senyumnya yang menawan, penuh kedamaian, teduh, dan menenangkan. Sedetik kemudian, sebuah jitakan mendarat di kepala pria itu.

“yak! Apa yang kau lakukan eoh?”

“makanya kau jangan seenaknya saja” gadis itu melepaskan diri dan berlari menjauh sambil menjulurkan lidahnya

“awas kau!”

Mereka berdua berkejaran seperti anak anak sekolah dasar, seperti melupakan usianya sekarang ini. Mereka meninggalkan Hyukjae disana tanpa mengucap sepatah katapun. Sekarang gadis itu melakukan kebiasaan favoritnya—memejamkan mata dan merasakan hembusan angin.

 

“kenapa kau selalu melakukan hal itu?”

“itu adalah caraku untuk menghilangkan sesak, di dadaku”

“kenapa kau merasa sesak?”

“entahlah. Tapi, jika kau sedang merasa sesak, apa yang akan kau lakukan?”

“memanggil dokterku”

nde–?”

“ya, kaulah dokterku, pemberi ketenangan dan keteduhan untuk hatiku”

Tawa gadis itu meledak seketika

“aku tidak berminat menjadi dokter sama sekali! Aku ingin menjadi seorang photographer

“kau ini lebih pantas menjadi seorang dokter. Tapi, kenapa kau ingin menjadi seorang photographer?

“aku ingin menjadi photographer, karena aku bisa menangkap sesuatu yang aku sukai. Selain bisa mengabadikannya dimemoriku, objek itu bisa kuabadikan di kameraku”

“aku bisa jadi modelmu nanti”

“Oh, betapa percaya dirinya anda Lee Donghae-ssi”

Sedetik kemudian, mereka tertawa bersama, seperti melupakan masalah yang ada.

 

**

 

“aku sudah berpisah dengannya seminggu yang lalu”

Kata-kata yang keluar itu membuat gadis yang mendengarnya membulatkan mata dengan sempurna, mulutnya menganga. Gadis itu tidak bisa membedakan rasa senang yang membuatnya ingin melompat, dan rasa bersalah. Apakah dirinya yang membuat hubungan mereka yang serasi itu menjadi terpisah?

“Lalu?”

“Maukah kau menjadi kekasihku, Soojin-ah?”

ne—?’

“Maukah kau menjadi kekasihku, Soojin-ah?” pria itu mengulangi kalimatnya dengan sempurna. Gadis disampingnya itu tak bergeming, hening.

 

mianhae—“

“jadi, kau tidak menerimaku, Soojin-ah?”

Gadis itu tak langsung menjawab, ia berkutat dengan pikirannya sendiri. Tiba-tiba ia merasakan sesak, sejenak ia memejamkan matanya dan merasakan hembusan angin. Sedetik kemudian ia mulai membuka mulutnya untuk menjawab pertanyaan pria disampingnya.

“aku sudah mempunyai Lee Donghae”

“tapi, kau bilang, kau tak ada hubungan dengannya”

“kami baru berjanji untuk menjadi sepasang kekasih kemarin. Jadi, sunbae tolong mengertilah. Jangan ganggu aku lagi”

“baiklah, mianhae Soojin-ah”

Gadis yang menjadi lawan bicaranya hanya mengangguk pelan. Suasana menjadi hening kembali, terjadi kecanggungan diantara mereka.

“aku ingin, istriku nanti adalah seorang dokter” Pria bernama Hyukjae itu mengalihkan pembicaraan agar suasana mencair.

ne–?”

“agar saat aku sakit, dia bisa mengobatiku dengan cintanya, dan ketulusannya—oh, untuk apa aku membahas ini?” pria itu tertawa kecil sendiri “Soojin-ah, semoga kau bahagia bersama Donghae”

Hyukjae mengelus rambut gadis di sampingnya dengan lembut, ia tersenyum getir sebelum beranjak dari duduknya.

“tak seharusnya aku mengganggu orang yang kusayangi bersama kebahagiaannya” Hyukjae pun pergi meninggalkan gadis itu sendirian duduk di bangku.

 

**

The third grade graduation

 

Setahun sudah, Soojin berada di kelas dua. Ia merasa hanya menjalani tahun ini bersama Donghae, tanpa sosok yang dikaguminya, dan tanpa sosok sahabat yang menemaninya. Ya, sahabatnya kini menjadi kekasih dari seorang Hyukjae, pria yang dikaguminya.

Hari ini adalah hari kelulusan siswa tahun ketiga, sebentar lagi Soojin tidak bisa lagi menangkap gambar dari pria yang ia kagumi memenuhi kameranya. Bahkan selama ini, pria bernama Hyukjae itu selalu menghindarinya, seolah tidak mengenalnya sama sekali.

 

“Soojin-ah, mari kita berkeliling sekolah. Memberi ucapan pada para sunbae, aku juga ingin mengucapkan selamat pada Hyukjae hyung” gadis yang diajak bicara hanya mengangguk.

 

Dalam perjalanan, mereka berbincang dan bergurau. Memikirkan dirinya sebentar lagi menjadi sunbae, kemudian lulus seperti sekarang.

“aku akan menjadi suamimu kelak” Donghae berkata dengan suara angkuhnya, sedetik kemudian sebuah jitakan keras mendarat di kepalanya.

“aduh!” pria itu mengusap kepalanya sambil meringis kesakitan

“kau mau lagi Lee Donghae-ssi?”

“jika kau bisa menangkapku!” Pria dengan senyum menawannya itu menjulurkan lidahnya dan berlari menjauh, kemudian disusul oleh gadis yang menjitaknya

 

Soojin berada cukup dekat denga Donghae, namun ia belum bisa meraihnya dan menjitak kepalanya sekeras mungkin. Tiba-tiba Donghae berhenti karena bertemu dengan Hyukjae, gadis itu juga ikut berhenti tak jauh dari pria ynag dikejarnya. Sunbae itu terlihat berbisik di telinga Donghae, kemudian menepuk pundaknya dan beranjak pergi ke arah berlawanan dari mereka—Donghae dan Soojin.

Sunbae itu berjalan semakin dekat ke arah Soojin, sedikit demi sedikit sudut bibirnya terangkat dan membentuk sebuah senyuman tipis, makin dekat, dan—pria itu melewati Soojin begitu saja. Ia lebih memilih tak menyapa gadis yang dilewatinya, karena senyumannya itu diperuntukkan bagi kekasihnya, yang tidak lain adalah Eun Ah—sahabat Soojin, yang sedang berdiri dibelakangnya.

 

“yak! Soojin-ah! Apa yang kau lakukan disitu? Cepat kejarlah aku!”

“Donghae-ya” gadis itu berjalan gontai dan memeluk tubuh Donghae dengan erat

“hmm, wae?” suara pria itu melembut

“setelah lulus nanti, apa kau akan meninggalkanku?”

molla—yang pasti aku akan mengejar cita-citaku terlebih dahulu sebelum kembali padamu”

“tapi—“ ucapan gadis itu tertahan

“tapi, kau tak menyukaiku bukan? Kau menyukai Hyukjae hyung?”

“Donghae-ya”

“aku tau, tapi tak bisakah kau menyisihkan sedikit hatimu untukku?”

“aku—akan mencobanya” tiba-tiba air mata yang telah terkumpul di pelupuk mata gadis itu pecah dan membuat aliran sungai kecil dipipinya

“menangislah, kau boleh memakai dadaku atau bahuku. Agar kau tenang” Donghae mengusap rambut gadis yang memeluknya dan mencium puncak kepalanya

**

9 years later

 

Setelah kelulusannya 9 tahun yang lalu, Donghae dan Soojin berpisah. Donghae melanjutkan perusahaan keluarganya yaitu Lee Corp, dan menjadi seorang Direktur muda. Sementara Hyukjae, tak ada yang tau dimana dia sekarang. Mungkin ia sudah menikah dengan Eun Ah.

 

**

“excuse me sisters, whom cancer doctor here?”

“doctor Cynthia Park, Sir”

“where his room?”

“In the second floor near the elevator”

“thank you sister”

Seorang pria berjalan menyusuri koridor rumah sakit untuk segera ke lantai dua, ia menuju ke sebuah lift yang ditunjuk oleh suster yang ia temui tadi. Beberapa detik kemudian, pintu besi lift itu terbuka, menunjukkan seseorang yang didalamnya dengan jas hitam dengan kemeja putih, berdasi. Sangat rapi

Hyung!”

“ah—Lee Donghae! Apa yang kau lakukan disini?”

“Menjenguk client kerjaku yang sakit, karena aku sedang ada proyek disini. kau sendiri?”

“Berobat, kau sudah tau bukan?”

“ah—ne, mari kutemani kau hyung

Kedua pria itu duduk di ruang tunggu, untuk beberapa saat mereka berbincang ringan

“Aiden Lee, itu nama yang sangat bagus untukmu Donghae-ssi”

“ah, kau bisa saja hyung. Oh—apa kau sudah pernah bertemu dengan Soojin?”

“belum, aku tidak berniat menemuinya”

hyung, kutinggalkan kau sendiri gwaenchana? Aku harus kembali ke proyek yang sedang ku garap”

ne, aku tau kau sibuk Donghae-ssi. Gomawo sudah menemaniku”

“aku pergi dulu hyung!” Donghae beranjak dari kursi dan meninggalkan seorang pria disana

 

“Excuse me doctor, there is a patient named Spencer Lee”

“tell him to get in”

 

“patient named Spencer Lee please get in”

“thank you sister”

pria terakhir yang ada di kursi tunggu itu berdiri memasuki ruangan dokter yang tadi telah ia cari. Setelah ia masuk, dokter itu masih membelakanginya dan membaca hasil cek di tangannya.

 

“you can lie on the mattress, sir”

“Yes doctor, I would like to chemotheraphy”

“Well, after I check you”

Sedetik kemudian, dokter itu berbalik, matanya membulat sempurna saat melihat pria di depan pintu ruangannya yang hendak ke kasur periksa itu.

“Vincent Lee is Hyukjae Lee?”

Pria yang semula berdiri membelakangi pintu itu berbalik ingin meninggalkan ruangan ini

jamkkanman! Kau tak merindukanku Hyukjae-ssi?”

ani—“

“tapi, nan jeongmal bogoshipeoyo” Dokter cantik itu berjalan mendekati Hyukjae dan memegang tangannya, pria itu melepaskan genggamannya secepat mungkin

“Sorry, I have to go now doctor Cynthia Park”

“Can I talk to you for a while?”

Akhirnya pria itu luluh, dan mengangguk pelan. Dokter cantik itu mengajak Hyukjae untuk duduk di taman Rumah sakit, dan Hyukjae menurutinya

“apa yang ingin kau bicarakan?”

“apa kau marah padaku?” Hyukjae tak menjawab

 

“taukah kau? Mengapa aku menolakmu? Dulu, aku begitu pengecut, karena takut kau hanya akan menjadikanku pelampiasan. Aku juga takut disangka penyebab putusnya hubunganmu dengan Na Ri eonnie. Aku tidak pernah menjalin hubungan dengan Donghae”

“Kau memang gadis bodoh!”

“aku memang bodoh—“

“dimana sifat pemberanimu saat di sekolah menengah pertama dulu? Aku menyukaimu sejak dulu. Tapi, aku tau kau bisa menjaga diri tanpa seorang kekasih yang lemah sepertiku. Jadi aku hanya mengamatimu dari jauh, bagaimana saat kau dulu memiliki rambut pendek. Tapi setahun aku meninggalkanmu, rambut ini menjadi lebih indah dan panjang. Setahun aku meninggalkanmu, kukira kau sudah melupakanku, hingga akhirnya aku menambatkan hatiku untuk seorang Jung Na Ri. Taukah kau, dilubuk hatiku masih ada nama Park Soo Jin. dan ternyata gadis yang kusukai juga menyukaiku, tapi saat aku menyatakannya, gadis itu sudah mendapatkan kebahagiaannya. Jadi, aku harus melepaskannya perlahan”

“sebegitukah kau melakukannya? Maafkan aku Hyukjae-ssi” gadis itu menangis sejadi-jadinya “lalu, sekarang kau tentu sudah bahagia bukan? Meski tanpaku?”

“Ya, aku sudah sangat bahagia”

“kenapa kau tak memberitahuku jika mempunyai penyakit separah ini? Aku akan merawatmu seperti yang kau inginkan”

“tidak perlu, lupakan aku dan kumohon berbahagialah dengan lee Donghae. Aku harus pergi”

“Hyukjae-ssi!”

Pria itu terus melangkah dan tak menghiraukan panggilan gadis dibelakangnya

 

**

 

“cepat datang ke Central Park West, Soojin-ah!”

“ada apa Donghae-ya? Bagaimana bisa kau di New York?”

“jangan tanya sekarang. Kau harus datang secepat mungkin”

arrasseo

Soojin menutup teleponnya dengan Donghae, ia mengambil kunci mobilnya untuk segera ke Central Park West, tempat yang dimaksudnya di telepon tadi. 30 menit kemudian, ia sudah sampai ke tempat itu, karangan bunga berjejer di pintu masuk. Membuat gadis itu khawatir dan segera mempercepat langkahnya

“Donghae-ya!”

“Soojin-ah—“ donghae menoleh dan mengisyaratkan untuk masuk

“Hyukjae-ssi! Bangunlah! Aku disini!” Soojin menangis dan menggoyangkan tubuh Hyukjae yang sudah terbaring di peti

“ah ne—Aku akan bahagia dengan Donghae, kau harus melihatnya!”

agasshi, kita harus memakamkannya sekarang”

andwae! Dimana istrinya? Aku ingin menemuinya!”

“Soojin-ah, Hyukjae belum menikah. Dia memberikan surat ini padaku untukmu” Donghae mengelus pundak Soojin yang masih Histeris. Perlahan Soojin membuka lipatan kertas yang diberikan Donghae

 

Hey gadis bodoh! Park Soojin

 

                Bagaimana bisa sunbaemu yang tampan ini jatuh cinta pada hoobae yang bodoh sepertimu? Seorang kapten basket kau buat tergila gila. Hey! Jangan menangis, kau akan terlihat bodoh. Maaf aku tak memberitahumu tentang penyakitku, dan kau menjadi seorang dokter karena permintaanku bukan? Hahaha

                Sebenarnya di usiaku yang tak panjang, aku menunggumu. Dan aku belum menikahi siapapun, aku mengharapkanmu Dokter cantik. Tapi, aku akan menyakitimu jika nanti meninggalkanmu sewaktu-waktu. Jadi, kumohon berbahagialah dengan Donghae, dia pria yang kupilihkan untukmu!

                Kau harus bahagia tanpaku. Seperti 10 tahun belakangan ini.  Ini perintah sunbaemu!

 

Seketika tangis Soojin pecah

“Donghae-ya” pria yang dipanggil itu datang dan memeluk Soojin erat

“menangislah, kau boleh memakai dadaku atau bahuku. Agar kau tenang” kata kata 9 tahun lalu tetap sama

“aku akan menepati janjiku 9 tahun lalu untuk tidak meninggalkanmu”

“aku juga akan memberikan hatiku untukmu, seperti permintaanmu Donghae-ya”

saranghae Park  Soojin, saranghae Cynthia Park”

 

-END-

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: